Claim Missing Document
Check
Articles

THE ROLE OF ESTROGEN IN WOMEN WITH ANDROGENETIC ALOPECIA Putu Diah Pratiwi; IGN Sri Wiryawan; Ni Made Linawati; Ni Luh Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.456 KB)

Abstract

Hair loss may accured in both male and female population. Hair loss usually accured in Telogenic phase, meanwhile in Anagenic phase hair loss due to chemotherapy or radiation. Female pattern hair loss (FPHL) is regarded as hair fall type which is accured in women in common and known as female androgenetic alopecia. Almost 40%, 50 years old female shown hair fall sign, which is developed progressive fibrosing alopecia of central scalp, especially in frontal and parietal area. There are two common treatment for Female pattern Hair Loss are Minoxidil for topical use, and Fenesteride by oral. However, it has long been known that estrogens also profoundly alter hair follicle growth and cycling by binding to locally expressed high-affinity estrogen receptors (ERs), in turn increase anagenic phase and represed telogenic phase.
KARAKTERISTIK PASIEN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS/ACQUIRED IMMUNODEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIDS) DENGAN KANDIDIASIS OROFARING DI VCT RSUP SANGLAH BALI PERIODE SEPTEMBER 2015 – SEPTEMBER 2016 Firly Clarissa Suyanto; Luh Made Mas Rusyati; IGAA Elis Indira
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.891 KB)

Abstract

Kandidiasis orofaring merupakan salah satu infeksi oportunistik yang sering terjadi pada penderita HIV/AIDS yang secara klinis ditandai dengan adanya lesi berbentuk pseudomembran atau atropik pada mukosa oral dan faring. Kejadian HIV/AIDS mengalami peningkatan yang signifikan selama dekade terakhir, baik secara global maupun di Indonesia. Hal ini diikuti dengan meningkatnya jumlah kandidiasis orofaring. Namun, data di Indonesia yang membahas mengenai jumlah kasus kandidiasis orofaring pada pasien HIV/AIDS masih sedikit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik pasien HIV/AIDS dengan kandidiasis orofaring di VCT RSUP Sanglah Bali periode September 2015 – September 2016. Penelitian ini adalah penelitian deskritif potong lintang (cross sectional) yang dilakukan di Voluntary Counseling and Testing (VCT) RSUP Sanglah Denpasar. Data yang diperoleh berupa data sekunder register pasien periode September 2015 – September 2016. Data dianalisis menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 289 pasien HIV/AIDS, sejumlah 103 pasien menderita kandidiasis orofaring (35,6%) dengan persentase tertinggi terdapat pada pasien jenis kelamin laki-laki (68%), kelompok usia 30-39 tahun (35,92%), tingkat pendidikan SMA (40,78%), jenis pekerjaan tidak diketahui (39,81%), domisili Denpasar (52,43%), faktor risiko heteroseksual (52,43%), dan memiliki sindroma wasting sebagai infeksi oportunistik penyerta selain kandidiasis orofaring (36,89%). Berdasarkan hasil penelitian, pasien HIV/AIDS dengan kandidiasis orofaring terbanyak pada pasien laki-laki, kelompok usia 30-39 tahun, tingkat pendidikan SMA, jenis pekerjaan tidak diketahui, domisili Denpasar, faktor risiko heteroseksual, dan memiliki sindroma wasting. Kata kunci: Karakteristik, HIV/AIDS, Kandidiasis Orofaring
TERAPI DENYUT ITRAKONAZOL PADA KASUS TINEA UNGUIUM Kadek Yuda Sujana; IGK Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.282 KB)

Abstract

Dermatophytosis is a superficial fungal infection on skin, hair, and nail which caused bydermatophyt. Onicomycosis refers to nail infection which caused by fungal dermatophyt,fungal nondermatophyt, or yeast. Dermatophyt that infected the nail called tinea unguium.Diagnosis for tinea unguium based on the microscopic test with KOH 20%, cultureSaboraud’s dextrose agar (SDA) and histopathologic. In this case reported male, 28 years oldwith changed of the color of nail since four years ago. Dermatologic states is located on tenhand’s fingers and ten foot’s fingers which looked like the nail is thickening, there are keratindebris on the distal part of nail with rough end and nail plate looked like picked up. KOH20% test from nail’s scratch founded long hypha and branched. This patient gives treatmentwith Itraconazol dose 200 mg twice a day for one week in one month and repeated for threemonths. The prognosis is good.
Spektrum Infeksi Menular Seksual di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Periode 2009-2011 A.A.N.B. Adhitya Wirakusuma; I.G.K. Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.01 KB)

Abstract

Infeksi Menular Seksual adalah penyakit infeksi yang dapat menular dari satu orangke orang lain melalui hubungan seksual. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia .Penelitian ini dilakukan untuk bisa mengetahui bagaimana spektr um Infeksi MenularSeksual di Rumah Sakit Sanglah dalam periode 2009-2011. Metode penelitian yangdigunakan adalah pengumpulan data dari buku register poliklinik IMS di RSUPSanglah periode 2009-2011 dengan teknik analisis data yang dipergunakan adalahanalisis deskriptif argumentatif. Dari hasil penelitian didapatkan total jumlah pasienpoliklinik kulit RSUP Sanglah tahun 2009-2011 adalah 20.994 orang, dimana 640orang (3,05%) merupakan pasien IMS. Dari kasus IMS yg ada, herpes genitalismenjadi diagnosis terbanyak dengan jumlah 222 orang (34,7%), dilanjutkan olehcondyloma di peringkat kedua dengan jumlah 141 orang (22,1%), di peringkat ketigaada gonore dengan jumlah 131 orang (20,5%), lalu candidiasis dengan jumlah 53orang (8,3%), sifilis dengan jumlah 47 orang (7,4%), dan di peringkat terakhir adabacterial vaginosis dengan jumlah 26 orang (4,1%). Sepanjang 2009 hingga 2011kasus IMS lebih dominan pasien laki-laki. Pasien IMS sepanjang tahun 2009-2011puncak kejadian ditemukan pada rentang umur di atas 30 tahun.
PREVALENSI PITIRIASIS VERSIKOLOR PADA MURID KELAS IX DI SMPN 4 DENPASAR TAHUN 2017 Putu Raisha Vishkariana Dewi; Luh Made Mas Rusyati; IGAA Praharsini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i3.P14

Abstract

ABSTRAK Pitiriasis versikolor merupakan penyakit infeksi jamur superfisial kronis pada kulit yang disebabkan oleh Malassezia furfur. Anak umur sekolah menengah pertama (13-15 tahun) beresiko untuk terkena infeksi pitiriasis versikolor mengingat karakteristik anak sekolah menengah pertama sedang mengalami masa pubertas disaat kelenjar sebasca (sebaceous glands) sedang aktif. Hal ini membuat mereka banyak berkeringat sehingga mudah terkena infeksi jamur ini. Infeksi pitiriasis versikolor ini juga didukung oleh kurangnya kebersihan diri. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui prevalensi dari penyakit pitiriasis versikolor pada murid kelas IX di SMPN 4 Denpasar. Diagnosis PV berdasarkan kuesioner, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan KOH 10% di laboratorium mikroskopis RSUP Sanglah. Data diambil dengan kuesioner meliputi frekuensi mandi, mencuci rambut, berganti pakaian, durasi aktivitas fisik dalam seminggu, keadaan lingkungan sekitar dan riwayat keluarga. Prevalensi PV pada murid kelas IX di SMPN 4 Denpasar adalah 41%, dengan sampel terbanyak berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 10 orang (41,67%), dan murid yang mempunyai personal hygiene yang buruk lebih banyak menderita PV (55,5%). Murid penderita PV yang memiliki aktivitas fisik tinggi (56,2%) dan dengan adanya riwayat keluarga positif menderita PV (66,7%). Kata Kunci: Pitiriasis Versikolor, Infeksi Kulit, Jamur
TINEA KORPORIS Yara Egyptha Saraswati; IGK Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.229 KB)

Abstract

Tinea corporis is a superficial dermatophyte infection characterized by either inflammatory or non inflammatory lesion on the glabrous skin. Trichophyton rubrum is a common dermatophyte for tinea corporis. Tinea corporis occurs in both men and women, affects persons of all age group, but prevalence is highest in predolescents. Tinea corporis infections may present as an annular erythematous plaque with raised leading edge and scaling. Tinea corporis can also present in non-ringworm fashion, where it may manifest as an erythematous papule or a series of vesicles.Topical therapy is recommended for a localized infection and systemic therapy maybe indicated for tinea corporis that includes extensive skin infection immunosupression.
PREVALENSI PITIRIASIS VERSIKOLOR PADA MURID KELAS IX DI SMPN 4 DENPASAR TAHUN 2017 Putu Raisha Vishkariana Dewi; Luh Made Mas Rusyati; IGAA Praharsini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i6.P16

Abstract

Pitiriasis versikolor merupakan penyakit infeksi jamur superfisial kronis pada kulit yang disebabkan oleh Malassezia furfur. Anak umur sekolah menengah pertama (13-15 tahun) beresiko untuk terkena infeksi pitiriasis versikolor mengingat karakteristik anak sekolah menengah pertama sedang mengalami masa pubertas disaat kelenjar sebasca (sebaceous glands) sedang aktif. Hal ini membuat mereka banyak berkeringat sehingga mudah terkena infeksi jamur ini. Infeksi pitiriasis versikolor ini juga didukung oleh kurangnya kebersihan diri. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui prevalensi dari penyakit pitiriasis versikolor pada murid kelas IX di SMPN 4 Denpasar. Diagnosis PV berdasarkan kuesioner, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan KOH 10% di laboratorium mikroskopis RSUP Sanglah. Data diambil dengan kuesioner meliputi frekuensi mandi, mencuci rambut, berganti pakaian, durasi aktivitas fisik dalam seminggu, keadaan lingkungan sekitar dan riwayat keluarga. Prevalensi PV pada murid kelas IX di SMPN 4 Denpasar adalah 41%, dengan sampel terbanyak berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 10 orang (41,67%), dan murid yang mempunyai personal hygiene yang buruk lebih banyak menderita PV (55,5%). Murid penderita PV yang memiliki aktivitas fisik tinggi (56,2%) dan dengan adanya riwayat keluarga positif menderita PV (66,7%). Kata Kunci: Pitiriasis Versikolor, Infeksi Kulit, Jamur
CONTACT DERMATITIS AMONG CONSTRUCTION WORKERS Ida Ayu Diah Purnama Sari; Luh Mas Rusyati; I Gusti Ketut Darmada
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.511 KB)

Abstract

Contact dermatitis is a form of skin inflammation with spongiosis or intercellular edema of the epidermis due to the interaction of irritants and allergens. While occupational contact dermatitis is an inflammation of the skin due to exposure to irritants or allergens in the workplace. One of the jobs that have a high risk of the disease are construction workers. Although the disease is rarely-threatening but can cause high morbidity and suffering for workers, so it can affect the economy and quality of life of patients.
HERPES ZOSTER KRURIS DEXTRA: LAPORAN KASUS I Gede Agus Bhakti Suputra; IGK Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.417 KB)

Abstract

Herpes zoster adalah manifestasi klinis karena reaktivasi virus varisela zoster (VZV). Karakteristik penyakit ini ditandai dengan adanya ruam vesikular unilateral yang berkelompok dengan nyeri yang radikular sekitar dermatom. Dilaporkan kasus seorang laki-laki 45 tahun, diagnosis herpes zoster kruris dextra, gambaran klinis berupa vesikel bergerombol multipel, berbentuk bulat, dengan ukuran 0,3-0,5 cm diatas kulit eritematosus, unilateral, tidak menyilang garis tengah, umur vesikel dalam satu gerombolan sama, tetapi dengan gerombolan yang lain tidak sama, kulit diantara gerombolan normal. Pemeriksaan penunjang tes Tzank, hasilnya negatif dengan tidak ditemukannya sel giant multinukleat. Pengobatan diberikan asiklovir 5x800 mg per hari diminum secara oral selama 7 hari, bedak salisil 1% dan mentol 0,5 % dioleskan dua kali sehari pada lesi kering. Prognosis pasien baik.  
DIAGNOSE AND MANAGEMENT TINEA FASCIALIS I Pt Agus Suryantara P; L.M Rusyati; I.G.K Darmada
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.351 KB)

Abstract

Fungi disease  on skin is often occur at Indonesia because it is a tropic country that has hot climate and also correlate wit bad hygiene.  Dermatofitosis is fungi disease on the keratinizing tissue and differentiate as many class such as Tinea Corporis or TineaCruris. Tinea fascialis include in this form. The diagnose this disease from anamnesis,clinical manifetation, and also test result from the tissue. Management for thistineacomprise to topical and systemic. The important one in management this disease isprevention  management include in control of skin dryness.
Co-Authors A.A.N.B. Adhitya Wirakusuma Aanak Agung Gde Putra Wiraguna Adeline Santoso Agnes Sri Siswati Agung Bagus S. Satyarsa Anak Agung Bagus Putra Indrakusuma Anak Agung Gde Putra Wiraguna Andrew Wicaksono Angela Sandi Tagaroi Rahasia Anum, Qaira Arim Sadeva, I Gede Krisna Aurelia Stephanie Aurelia Stephanie Aurelia Stephanie Bagus Haryo Kusumaputra Cita Rosita Sigit Prakoeswa Darmaputra, I Gusti Nyoman Desak Made Wihandani Desak Nyoman Trisepti Utami Dewa Made Rendy Sanjaya Dewi Gotama Dhelya Widasmara Dian Galih SIliwangi Edward Wijaya, Edward Elice Wijaya Elice Wijaya Febrina D Pratiwi Fifa Argentina Firly Clarissa Suyanto Gde Ngurah Arya Ariwangsa Gede Made Cahya Trisna Pratama Gede Mahadika Pradipta Atmaja GK Darmaputra Gotama, Dewi Haikal Hamas Putra Iqra Handelia Phinari Herman Saputra I Dewa Ayu Vanessa Vijayamurthy I Dewa Ayu Vanessa Vijayamurthy I Dewa Made Rendy Sanjaya I G. P. Supadmanaba I Gede Agus Bhakti Suputra I Gede Krisna Arim Sadeva I Gede Raditya Narayana I Gede Wahyu Toya Pratama I Gusti Amanda Jaya I Gusti Ayu Agung Dwi Karmila I Gusti Ayu Agung Elis Indira I Gusti Ayu Agung Praharsini I Gusti Ayu Agung Praharsisni I Gusti Ayu Tika Indriani I Gusti Ketut Darmada I Gusti Ketut Darmada I Gusti Nyoman Sri Wiryawan I Komang Arimbawa I Made Oka Adnyana I Made Swastika I Pt Agus Suryantara P I Putu Arie Sasmita I Putu Eka Widyadharma I Putu Gilang Iswara Wijaya I.G.A. Karmila I.G.K Darmada I.G.K. Darmada Ida Ayu Diah Purnama Sari Ida Ayu Uttari Priyadarshini Ida Ayu Widya Anjani IGK Darmada Indira, I Gusti Ayu Agung Elis Indra Teguh Wiryo Indra Teguh Wiryo Indrakusuma, Anak Agung Bagus Putra Indry Salonika Sutiawan Intizam, Marwa Humaira Jason Jonathan Jayawarsa, A.A. Ketut Jusuf, Pierre Joshua Kadek Ayu Rima Mahadewi Kadek Yuda Sujana Ketut Kwartantaya Winaya Ketut Wida Komalasari Komang Ayu Kristiana Dewi K Laksmi, I Gusti Ayu Agung Mini Limanda, Claudia Felicia Lisa Alverina Lubis, Ramona Sari Luciana Luciana M. Yulianto Listiawan Made Hermina Laksmi Made Martina Windari Made Swastika Adiguna Made Wardhana Mamuaja, Enricco Hendra Mario Korwa Martima W Medhi Denisa Alinda, Medhi Denisa Muchtar, Vitayani Mulianto, Nur Rachmat N. L. P Ratih Vibriyanti Karna Nandya Dwizella Nevristia Pratama Ni Kadek Setyawati, Ni Kadek Ni Luh Putu Ratih Vibriyanti Karna Ni Made Dwi Puspawati Ni Made Linawati Nyoman Raditya Adiprayoga Nyoman Suryawati Patricia Dian Putri Praharsini, I Gusti Agung Prima Saraswati Sanjiwani Sudarsa Prima Sudarsa Prima Sudarsa Prima Sudarsa Primasari, Putu Yunita Puspawati . Putri Ayu Wulandari Putri Ayu Wulandari, Putri Ayu Putri, Patricia Dian Putri, Putu Winna Deyanti Putu Ayu Saraswati Putu Diah Pratiwi Putu Gde Hari Wangsa Putu Raisha Vishkariana Dewi Ratih Vebrianti Ratih Vibriyanti Karna Regitta Indira Agusni Renni Yuniati Riyana Noor Oktaviyanti Sadeli, Marrietta Sugiarti Santoso, Adeline Saravanan Krishnan Sari, Luh Gede Melia Puspita Sari, Luh Putu Sustiana Kartika Sissy Sissy Sissy, Sissy Sofyan Faridi Sri L. Menaldi Stephanie, Aurelia Sudarsa, Prima Suharmono Hadi Suryawati . Sutiajaya, Nikita Lestari Sutiawan, Indry Salonika Tanujaya, Monica Aprilia Thiodorus, Robert Tiara Evangelista Trisna Yuliharti Tersinanda Vijayamurthy, I Dewa Ayu Vanessa Widya Anjani, Ida Ayu Winaya, Ketut Kwartantaya Wiryo, Indra Teguh Wisnu Triadi Nugroho Yara Egyptha Saraswati