Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Disiplin Positif dalam Pembentukan Karakter Cinta Damai pada Mata Pelajaran PAI di SDN 2 Langensari Muhammad Thoriq Firdaus; Muhammad Giantomi
Bandung Conference Series: Islamic Education 455-462
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24398

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the implementation of positive discipline in forming peace-loving characters in Islamic Religious Education (PAI) subjects at SDN 2 Langensari. The paradigm shift from a punishment system to a more humanistic and religious approach is the main focus to reduce aggressive behavior in elementary school students. The approach used in this study is descriptive qualitative. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, observation, and documentation studies, with PAI teachers as key informants, supported by the perspectives of students and parent representatives. Data credibility was tested using source triangulation. The data analysis process adopted the interactive model of Miles and Huberman, which includes data collection, condensation, display, and conclusion drawing. The results show that the integration of positive discipline theory with PAI values (such as the concepts of Ar-Rifq and Ta'dib) has proven effective in fostering students' internal discipline awareness. PAI teachers carry out their role as uswatun hasanah by applying a kind and firm approach and formulating class agreements through deliberation. The internalization of the As-Salam (The Source of Peace) value is significantly able to break the chain of bullying behavior and directly contributes to creating an inclusive and safe Child-Friendly School ecosystem. Continuous synergy and communication between the school and parents are needed so that the parenting approach at home is aligned with the principles of non-violent discipline at school. Keywords: Positive Discipline, Peace-Loving Character, Islamic Education Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi disiplin positif dalam pembentukan karakter cinta damai pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 2 Langensari. Pergeseran paradigma dari sistem hukuman menuju pendekatan yang lebih humanis dan religius menjadi fokus utama untuk mereduksi perilaku agresif pada siswa sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan menjadikan guru PAI sebaga i informan kunci, didukung oleh pandangan siswa dan perwakilan orang tua. Uji kredibilitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Proses analisis data mengadopsi model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teori disiplin positif dengan nilai-nilai PAI (seperti konsep Ar-Rifq dan Ta'dib) terbukti efektif menumbuhkan kesadaran disiplin internal siswa. Guru PAI menjalankan perannya sebagai uswatun hasanah dengan menerapkan pendekatan kind and firm serta menyusun kesepakatan kelas melalui musyawarah. Internalisasi nilai As-Salam (Maha Damai) secara signifikan mampu memutus mata rantai perilaku perundungan dan berkontribusi langsung dalam mewujudkan ekosistem Sekolah Ramah Anak yang inklusif dan aman. Diperlukan sinergi dan komunikasi yang berkesinambungan antara sekolah dan orang tua agar pendekatan pengasuhan di rumah selaras dengan prinsip kedisiplinan tanpa kekerasan di sekolah. Kata Kunci: Disiplin Positif, Karakter Cinta Damai, Pendidikan Agama Islam
Analisis Program Unnggulan Muhadaharah Dalam Meningkatkan Karakter Komunikatif di MI Asmaul Husna Katapang Kabupaten Bandung Dika Purnama; Ayi Sobarna; Giantomi Muhammad
Bandung Conference Series: Islamic Education 620-627
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25009

Abstract

Abstract. The Muhadharah flagship program at MI Asmaul Husna Katapang was established to address students' difficulties in public speaking caused by a lack of self-confidence and limited communication experience. This study aims to describe the program's objectives, its implementation, the supporting and inhibiting factors, and its overall success in developing students' communicative character. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected from the principal, supervising teachers, and students through observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The findings indicate that the Muhadharah program aims to instill communicative character through public speaking habits grounded in Islamic values. It is conducted every Saturday at the school mosque through preparation, execution, and evaluation stages. Supporting factors include the commitment of the school staff, parental support, and adequate facilities, while inhibiting factors include student nervousness and limited time. The study concludes that the program effectively develops communicative character, as evidenced by students' increased confidence, polite language use, systematic delivery of messages, and active participation in communication activities. Keywords: Muhadharah, Communicative Character, Public Speaking, Islamic Primary Education. Abstrak. Program unggulan Muhadharah di MI Asmaul Husna Katapang didirikan untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam berbicara di depan umum yang disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri dan minimnya pengalaman berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan program, pelaksanaannya, faktor pendukung dan penghambat, serta keberhasilan program dalam membentuk karakter komunikatif peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan dari kepala sekolah, guru pembimbing, dan peserta didik melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan yang diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Muhadharah bertujuan membentuk karakter komunikatif melalui pembiasaan berbicara di depan umum yang dilandasi nilai-nilai Islam. Program dilaksanakan rutin setiap hari Sabtu di masjid sekolah melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung meliputi komitmen staf sekolah, dukungan orang tua, serta sarana yang memadai, sedangkan faktor penghambat meliputi rasa gugup peserta didik dan keterbatasan waktu. Penelitian menyimpulkan bahwa program ini efektif membentuk karakter komunikatif, yang dibuktikan dengan meningkatnya keberanian, kepercayaan diri, penggunaan bahasa yang santun, penyampaian pesan yang sistematis, serta keaktifan peserta didik dalam berkomunikasi. Kata Kunci: Muhadharah, Karakter Komunikatif, Public Speaking, Madrasah Ibtidaiyah.
Implementasi Program Edukasi Digital Islami Melalui Media Sosial Untuk Penguatan Pondok Pesantren Bagi Remaja (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung) Sayyidah Zahrah Rahmah Laila; Nan Rahminawati; Muhammad Giantomi
Bandung Conference Series: Islamic Education 826-833
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25621

Abstract

Abstract. This study was motivated by the development of digital technology, which has transformed communication patterns and the way adolescents access information, including religious knowledge. Amid the increasing use of social media, Islamic boarding schools face challenges in maintaining their existence, building positive perceptions, and reaching younger generations through approaches that align with the characteristics of the digital era. This study aimed to examine the form of implementation, implementation processes, challenges, and outcomes of an Islamic digital education program through social media in strengthening Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung among adolescents. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through semi-structured interviews, direct observations, digital observations of the pesantren’s social media platforms, and research documentation. Data analysis was conducted through data condensation, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that the Islamic digital education program was implemented through the utilization of Instagram, TikTok, and YouTube as platforms for delivering Islamic values, adolescent education, student activity documentation, and institutional publications. The implementation process consisted of content planning, media team formation, content production and editing, verification, publication, audience interaction, and evaluation. The challenges encountered included limited human resources, production facilities, management time, content consistency, and maintaining the pesantren’s identity and Islamic values within the digital environment. The program resulted in increased digital visibility of the pesantren, more positive adolescent perceptions, greater audience engagement, and improved digital skills among students involved in media management. Therefore, Islamic digital education through social media can serve as an adaptive, communicative, and relevant strategy for strengthening Islamic boarding schools in responding to the needs of younger generations in the digital era. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang telah mengubah pola komunikasi dan cara remaja memperoleh informasi, termasuk informasi keagamaan. Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, pesantren menghadapi tantangan untuk mempertahankan eksistensi, membangun persepsi positif, serta menjangkau generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi, langkah-langkah implementasi, tantangan, serta hasil implementasi program edukasi digital Islami melalui media sosial dalam penguatan Pondok Pesantren Amanah Ummah Bandung bagi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, observasi digital terhadap media sosial pesantren, serta dokumentasi penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program edukasi digital Islami dilakukan melalui pemanfaatan media sosial Instagram, TikTok, dan YouTube sebagai sarana penyampaian nilai-nilai keislaman, edukasi remaja, dokumentasi aktivitas santri, serta publikasi program kelembagaan. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan perencanaan konten, pembentukan tim media, produksi dan penyuntingan konten, verifikasi, publikasi, interaksi dengan audiens, serta evaluasi. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana produksi, waktu pengelolaan, konsistensi konten, serta upaya menjaga identitas dan nilai pesantren dalam ruang digital. Program ini menghasilkan peningkatan visibilitas digital pesantren, perubahan persepsi remaja ke arah yang lebih positif, peningkatan keterlibatan audiens, serta berkembangnya keterampilan digital santri dalam pengelolaan media sosial. Dengan demikian, program edukasi digital Islami melalui media sosial dapat menjadi strategi penguatan pesantren yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital.
Wayang-Based Da'wah as a Culturally Responsive Medium for Islamic Value Education among Prospective Teachers Asep Dudi Suhardini; Muhamad Alihanafiah bin Norasid; Labib Elmuna; Giantomi Muhammad
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary Islamic education faces the challenge of connecting religious values with learners' increasingly visual, mediated, and culturally diverse experiences. While prior studies have explored wayang as a medium of cultural preservation, religious communication, and moral education, little attention has been paid to how prospective teachers interpret wayang-based da'wah as a culturally grounded medium of Islamic value education. This study examines the relationship between perceived value transmission through wayang-based da'wah and students' conceptions of Islamic and cultural values, while exploring how students interpret the performance's educational meanings. A convergent parallel mixed-methods design was used. Quantitative data were gathered via a 5-point Likert questionnaire from 282 education students at Universitas Islam Bandung (census approach), analyzed through item validity testing, Cronbach's alpha, descriptive assessment, and simple linear regression. Qualitative data comprised 282 open-ended responses analyzed thematically via two-cycle coding. Results show a statistically significant positive relationship between perceived value transmission and students' value conceptions (β = .416, B = .681, t = 7.651, p < .001; R² = .173). Qualitative findings show students viewed narrative, visual symbolism, humor, music, and moral messages as key in making values accessible and reflective, though language, accessibility, format, and competing entertainment preferences remain limitations. The study concludes wayang-based da'wah is a promising culturally responsive medium for Islamic value education, offering interconnected pathways of narrative engagement, symbolic interpretation, reflective meaning-making, and value internalization—particularly relevant for prospective teacher education.
Co-Authors 10030119143, Shofia Nurhumaira Salma Aan Hasanah Abdul Mun'im Amaly Ade Een Khaeruniah Aep Saepudin Ahmad, Nurwadjah Aldi, Muhamad Alhamuddin Amaly, Abdul Mun'im Andewi Suhartini Andewi Suhartini Andewi Suhartini, Andewi Arif Hakim Arif Hakim Arifin, Bambang Samsul Asep Dudi Suhardini Ayi Sobarna Ayu Syahrani, Nutfah Azizah, Hasna Nur Basmah Junnatussadiah Dedih Surana Dedih Surana Desfita Irmayanti Dewi Wibowo, Lia Yulistia Diden Rosenda Dika Purnama Elmuna, Labib Erhamwilda Erihadia, Muhammad Faujiah, Chicha Siti Fawzi, Ramdan Fitrotunnisa, Farhah Haditsa Qur&#039;ani Nurhakim Haditsa Qur'ani Nurhakim Haditsa Qur’ani Nurhakim Hakim, Arif Harkit Rahmawati Hasna Nur Azizah Ikin Asikin, Ikin Iwan Sanusi Iwan Sanusi Iwan Sanusi Khambali Labib Elmuna Labib Elmuna Lestari, Via Eka M. Imam Pamungkas Masnipal, Masnipal Meilana, Dariah Mohamad Erihadiana, Mohamad Muhamad Alihanafiah bin Norasid Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Rifaldi Muhammad Thoriq Firdaus Nadri Taja Nadri Taja Nadri, Nadri Taja Nan Rahminawati Nuraeni, Ulvah Nurwadjah Ahmad Nurwadjah Ahmad E.Q Ahmad E.Q Nurwadjah Ahmad Eq Nurwadjah Ahmad EQ Pamungkas, Muhamad Imam Purnama, Dika Putri, Rachma Vidia Qiqi Yulianti Zakiah Qiqi Yuliati Zaqiah, Qiqi Yuliati R. Rofiani Ramdan Fawzi Rofiani, R Rosenda, Diden Rosenda, Diden Rozali, Zahra Putri Ruswandi, Uus Sabila Agnia Fatonah Safitri A, Nabila Salma, Shofia Nurhumaira Salsabila Nakiyyah Sayyidah Zahrah Rahmah Laila Siti Rahmawati Sobar Al Ghazal Suhartini, Andewi Supiana Supiana Surana, Dedih Taja, Nadri Toto Koswara Ulvah Nur&#039;aeni Ulvah Nur'aeni Ulvah Nur’aeni Uus Ruswandi Yugo, Tri Zahra Putri Rozali Zakiah, Qiqi Yulianti