p-Index From 2021 - 2026
5.997
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Religious Tolerance in the ‘Hajat Sasih’ Tradition of Kampung Naga: An Ethnographic Perspective Prayogo, Tonny Ilham; Muttaqin, Muttaqin; Nasution, Alhafidh; Setiawan, Muhammad Nurrosyid Huda; Jamilah, Nurazizah
Fenomena Vol 24 No 1 (2025): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v24i1.194

Abstract

The phenomenon of religious intolerance has recently become increasingly intractable and complex. Some records indicate that secondary-level institutions, state universities, and religious education institutions within communities are susceptible to radical ideologies. This research project aims to analyse the role of local wisdom, exemplified by the Hajat Sasih tradition observed by the Kampung Naga community, in fostering tolerance. The research method applied is quasi-qualitative, focusing on understanding the nature of tolerance and its implications for the formation of interfaith harmony in relation to the Hajat Sasih culture in Kampung Naga. To ensure the accuracy and reliability of the data, meticulous observation and in-depth interviews were employed as data collection techniques. The findings of this study can be summarised as follows: first, the community views the Hajat Sasih culture as a means of respecting and appreciating local wisdom. Second, the tolerance model applied is through the symbolism and meaning of the Hajat Sasih ceremony. Third, education in Kampung Naga facilitates the community's openness to external or foreign cultures while maintaining local customs. Fenomena intoleransi dalam beragama belakangan ini semakin menguat dan kompleksitas. Beberapa catatan telah diungkapkan bahwa lembaga jenjang menengah dan perguruan tinggi negeri serta lembaga pendidikan keagamaan di masyarakat terpapar paham radikalimse. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menguatkan sikap toleransi yang dilakukan oleh kearifan lokal yakni masyarakat Kampung Naga melalui tradisi Hajat Sasih. Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti yakni kuasi kualitatif yang berfokus pada pemahaman toleransi dan implikasinya dalam pembentukan harmoni antar umat beragama dengan Kebudayaan Hajat Sasih di Kampung Naga. Teknik pengumpulan data yang diterapkan pada penelitian ini adalah observasi terhadap objek dengan hati-hati (meticulous observation) dan wawancara mendalam (in depth interview) yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang akurat dari informan atau narasumber. Hasil temuan dalam penelitian ini yakni pertama, pandangan masyarakat terhadap budaya Hajat Sasih adalah menghormati dan menghargai adat kearifan lokal yang telah dijalankan oleh para sesepuh/leluhur. Kedua, model toleransi yang diterapkan yakni melalui simbolisasi dan makna upacara Hajat Sasih. Ketiga, peran pendidikan di Kampung Naga yang merealisasikan keterbukaannya terhadap dunia luar atau budaya asing dengan mempertahankan adat lokalnya.    
Assessment Awal Struktur Bangunan Perkantoran di Kota Banda Aceh Pasca 19 Tahun Tsunami Haris, Muhammad; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.30819

Abstract

Bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh adalah salah satu yang terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2004 silam. Pasca 19 tahun tsunami, masih terdapat sejumlah gedung mengalami kerusakan berupa retak dan korosi pada elemen struktur bangunan perkantoran yang terkena air tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kerusakan pada elemen struktur bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh pasca 19 tahun tsunami 2004 berdasarkan radius dari bibir pantai. Tahapan awal adalah inspeksi terhadap beberapa bangunan perkantoran, selanjutnya ditentukan dua bangunan perkantoran dengan radius 2 km dari bibir pantai dan tiga bangunan dengan radius 2 km dari bibir pantai. Tahapan berikutnya dilakukan assessment dengan metode visual assessment menggunakan formulir pemeriksaan kerusakan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa terdapat 2 bangunan perkantoran dengan kategori rusak ringan pada radius 2 km dari bibir pantai, dan 3 bangunan pada radius 2 km dari bibir pantai. Hasil yang didapatkan seluruh bangunan masuk kepada kategori rusak ringan, namun nilai kerusakan yang didapat lebih besar pada bangunan dengan radius lebih dekat dari bibir pantai.
Assessment Awal Struktur Bangunan Pertokoan di Kota Banda Aceh Akibat Tsunami 2004 Siddiq, Ilham; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.27142

Abstract

Korosi atau yang lebih umum disebut pengkaratan merupakan suatu proses degradasi material logam yang diakibatkan oleh reaksi elektrokimia dengan senyawa lain dan lingkungannya. Korosi baja tulangan menyebabkan pengembangan volume baja tulangan sehingga selimut beton yaitu bagian beton yang melindungi baja tulangan dapat mengalami keretakan atau terkelupas. Hal ini sangat membahayakan bagi pengguna suatu struktur tersebut karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan dan hancurnya suatu struktur beton bertulang. Bencana tsunami 2004 di Provinsi Aceh telah mengakibatkan banyak kerugian material dan non-material salah-satunya kerusakan bangunan pertokoan di Kota Banda Aceh. Dampak yang masih berlangsung hingga saat ini berupa kerusakan pada elemen struktur bangunan pertokoan yang terkena air tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan pertokoan yang terkena dampak tsunami 2004 di Kota Banda Aceh. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan inspeksi awal terhadap beberapa bangunan pertokoan, selanjutnya ditentukan tiga bangunan pertokoan dengan radius 2 km dari bibir pantai, dan tiga bangunan pertokoan dengan radius 2,5 km dari bibir pantai untuk dilakukan assessment terhadap kerusakan pada elemen struktur bangunan pertokoan tersebut dengan metode visual assessment menggunakan Formulir Pemeriksaan Kerusakan Bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 bangunan pertokoan dengan kategori rusak sedang dan 1 bangunan dengan kategori rusak ringan pada radius 2 km, sedangkan 1 bangunan dengan kategori rusak sedang dan 2 bangunan dengan kategori rusak ringan pada radius 2.5 km dari bibir pantai. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bangunan dengan radius 2 km dari bibir pantai mempunyai tingkat kerusakan yang lebih tinggi.
Implementasi Manajemen Multikultural dalam Pencegahan Bullying di Madrasah Ibtidaiyah Wati, Yulika; Hikmawati, Hanifah; Muttaqin, Muttaqin
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 15 No. 2 (2025): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v15i2.7130

Abstract

Multicultural education management in Islamic boarding schools is considered crucial as a response to the increasing number of bullying cases caused by a lack of understanding of cultural, ethnic, and social differences. This study aims to analyze the implementation of multicultural education management in preventing bullying at Madrasah Ibtidaiyah Madinatul Huffadz Ngawi. This study used qualitative methods with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation, and analyzed using open coding through NVivo 12 Plus software. The results showed that bullying prevention strategies were implemented through programmatic and non-programmatic approaches such as moral studies, weekly deliberations, mutual cooperation, foster parent programs, and anti-bullying seminars. The results showed that this management created a tolerant and inclusive learning climate. In conclusion, multicultural strategies have proven effective in reducing bullying. The practical contribution of this study is to provide a concrete model for Islamic boarding school managers or similar educational institutions in implementing multicultural education management strategies to prevent bullying. Existing programs have been proven to form healthy social interactions and raise awareness of the importance of tolerance.
Pendekatan Tata Ruang dalam Pengendalian Daerah Sempadan Sungai sebagai Area Resapan Banjir di Desa Beleka Lombok Tengah Muttaqin, Muttaqin; Farah, Ayuni; Muzaki, Ivan
Journal of Community Development and Empowerment Vol. 1 No. 5 (2025): Journal of Community Development and Empowerment, September 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jocdem.v1i5.290

Abstract

Beleka Village, located in Central Lombok Regency, is an area with a high vulnerability to flood disasters, particularly around the riverbank buffer zones. This issue is exacerbated by land-use changes and the low public awareness of the importance of maintaining the ecological function of riverbank areas as water infiltration zones. This community service activity aims to educate the public and provide adaptive and sustainable spatial planning recommendations as part of flood control efforts. The approach used is participatory, involving outreach activities, participatory mapping, and focus group discussions (FGDs) with residents, community leaders, and village government officials. The results of the activity show that spatial planning approaches can improve community understanding of the strategic function of riverbanks and encourage the formation of local agreements to protect and rehabilitate these areas as conservation and flood infiltration zones. In addition, a draft spatial utilization plan was produced, based on disaster mitigation principles that integrate local wisdom and ecological aspects. This activity highlights the importance of synergy between scientific approaches and community participation in sustainable spatial management at the village level. It is hoped that this initiative can serve as a replicable model for other villages facing similar challenges, particularly in the context of flood control through spatial planning.
The Integration of Al-Ghazali’s Ta’dib Framework in Shaping the Contemporary Pesantren Curriculum: Insights from Indonesia Pahlawati, Eny Fatimatuszuhro; Amin, Al; Munip, Al; Muttaqin, Muttaqin; Wardono, Boby Hendro; Rozak, Abdul
Jurnal Ushuluddin Vol 33, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v33i2.38008

Abstract

Pesantren in Indonesia are increasingly challenged by modernization, state-driven standardization, and globalization, which have fragmented religious and secular knowledge, marginalizedmoral and spiritualformation, and reduced educationto merecredentialism—developments that contradict Imam al-Ghazali’s classical vision of ethical and spiritual refinement. To address these challenges, this study proposes a practical model for integrating al-Ghazali’s ta’dib framework—emphasizing adab (discipline), tazkiyah (spiritual purification), mujāhadah (inner struggle), niyyah (sincerity), and ma‘rifah (divine knowledge)—into contemporary pesantren curricula and evaluates its effectiveness through measurable indicators. Adopting a qualitative dual-method design, the research combines hermeneutical analysis of al-Ghazali’s seminal works (Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn, Ayyuhā al-Walad, al-Tarbiyah wa al-Ta‘līm, al-Risālah al-Ladunniyyah) with field-based case studies in three purposively selected pesantren. Data were collected through semi-structured interviews (n=12), participant observations, and document analysis, and subjected to thematic coding. The study addresses three key gaps in the literature: the absence of empirical implementation models, the lack of rigorous evaluation frameworks, and limited stakeholder-driven research. From field validation, a ta’dib integration model with seven quantifiable indicators was developed—moral reasoning, spiritual disposition, academic performance, pedagogical coherence, stakeholder satisfaction, institutional alignment, and ritual engagement. Findings revealed significant improvements in student character scores (18%) and academic achievement (12%) after one year. Key enabling factors included strong kyai leadership and community involvement, while barriers stemmed from accreditation demands and insufficient teacher training. The results suggest that systematic ta’dib integration can alignspiritual and moralformation with academic excellence, offering evidence-based guidance for pesantren leaders and policymakers in advancing holistic, value-based educationalreform.
Penerapan Algoritma Linear Congruent Method Terhadap Spawning Enemy Muttaqin, Muttaqin; Atthariq, Atthariq; Mursyidah, Mursyidah
Jurnal Teknologi Rekayasa Informasi dan Komputer Vol 5, No 1 (2022): JURNAL TRIK - POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jtrik.v1i1.1860

Abstract

Keberadaan NPC (Non Player Character) dalam suatu game merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan game itu menarik atau tidak. Jika tidak ada penciptaan NPC yang cerdas dimana NPC tidak bersifat adaptif, dan reaktif, maka jika dilihat dari sisi game dapat dikatakan tidak menarik dan cenderung membosankan, sehingga penulis bertujuan membuat penelitian yaitu perancangan dan pembuatan Game Survival Shooter 3D dengan studi kasus Random jumlah objek menggunakan algoritma LCM (Linear Congruent Method). Kejadian acakan tersebut terjadi pada acakan kemunculan musuh setelah berburu. permainan ditugaskan untuk berfokus menghindari, dan menembak NPC untuk terus bertahan hidup selama mungkin dengan alat seadanya dan melanjutkan misi hingga sampai ke akhir permainan. sehingga menciptakan game AI tiga dimensi (3d) yang mampu menguji kecepatan, reaksi dari pemainnya, dan meningkatkan intelektual bagi penggunanya.
Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 61/II Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Rosmaini, Rosmaini; Ariyanto, Soni Yuda; Muttaqin, Muttaqin
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 5 No. 1 (2025): (March 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v5i1.1094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosses model pembelajaran Snowball Throwing terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV di SDN 61/II. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tidanakan Kelas dengan model kemmis dan MC Taggart dan model pembelajaran Snowball Throwing pada kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada Prasiklus hasil belajar siswa memiliki persentase sebesar 67% dengan keaktifan belajar sebesar 59%, pada siklus I hasil belajar siswa sebesar 69% dengan keaktifan belajar sebesar 65%, sedangkan pada siklus II hasi l belajar siswa mencapai 91% dengan keaktifan belajar siswa sebesar 83%, hal ini menunjukan bahwa siswa mencapai ketuntasan belajar setelah menggunakan model Snowball Throwing. Peningkatan aktivitas belajar siswa juga terlihat dari persentase keaktifan yang meningkat dari 59% pada prasiklus menjadi 82% pada siklus II. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran snowball throwing terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi proses perumusan dan nilai-nilai Pancasila. Model ini dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang menarik dan memotivasi siswa dalam belajar.
How Adaptive Governance Policies Work in Climate Change Marzuq, Muhammad Fauzan; Haning, M. Thahir; Abdullah, Muh. Tang; Muttaqin, Muttaqin
LEGAL BRIEF Vol. 13 No. 3 (2024): August: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v13i3.1053

Abstract

This research explores the concept of Adaptive Governance in addressing climate change impacts. Adaptive Governance is an approach that emphasizes flexibility, collaboration, and continuous learning to manage the dynamic and unpredictable nature of climate-related challenges. The study examines how integrating scientific knowledge, technological advancements, and policy frameworks enhances adaptive capacity and resilience. It highlights the importance of accurate data, effective interagency coordination, and inclusive policymaking that engages local communities and stakeholders. The research identifies key factors influencing the success and challenges of implementing Adaptive Governance, including resource availability, institutional capacity, and political dynamics. Through case studies and literature review, the study demonstrates that while Adaptive Governance presents a robust framework for climate adaptation, it requires ongoing evaluation and adjustment based on empirical evidence and stakeholder feedback. The findings suggest that Adaptive Governance can significantly improve responses to climate change by fostering a responsive and sustainable approach to environmental management
Pelatihan Dasar Jaringan Komputer bagi Pemula: Membangun Keterampilan Teknologi dari Teori ke Praktik di Kota Langsa Mutasar, Mutasar; Hasdyna, Novia; Yustizar, Yustizar; Muttaqin, Muttaqin; Kesuma Dinata, Rozzi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4293

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dasar jaringan komputer bagi pemula di Kota Langsa, yang difokuskan pada pengaplikasian teori jaringan komputer ke dalam praktik nyata. Pelatihan ini diinisiasi oleh dosen dari beberapa universitas bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa, dan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan ceramah dan praktik langsung, di mana peserta yang terdiri dari pelajar dan tenaga pendidik, diberikan pemahaman tentang jaringan komputer dasar, perangkat keras dan lunak jaringan, serta diajarkan konfigurasi dan instalasi jaringan sederhana. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 85% peserta memahami teori dasar jaringan komputer dan 90% berhasil melakukan instalasi jaringan sederhana secara mandiri. Simpulan dari kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan instansi pemerintah dalam meningkatkan literasi teknologi dan keterampilan digital masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang pesat.
Co-Authors ., Yustizar Abdul Hakim Abdul Rozak Abdullah Muslich Rizal Maulana Abdullah, Muh. Tang Afifuddin, Muhammad Afriza, Afriza Ahmad Fadly Rahman Akbar Ahmad, Muh.Syarif Ainul Fuad Fitriansyah Ali Mahfuz Munawar Aliah, Nurul Alif Rahmadi Rahmadi Alrudi Yansah, Alrudi Amin, Al Amir Reza Kusuma Anam, Ruzig Khoirul Asep Awaludin Asep Awaludin, Asep Atthariq, Atthariq Azizah, Luthfiana Bernardus Yuliarto Nugroho Budi Supriyatno Chevira Yasin Putri Indriyanti Edi Saputra Efwinda, Shelly Farah, Ayuni Fitriyani, Alif Nur Gustini, Leni Handayani, Putri Dewi Haniiah, Ni'matul Haning, M. Thahir Harda Armayanto Hartaningrum, Trining Galuh Hikmawati, Hanifah Indira, Ayu Jamal Jamal Jamal Jamal Jamal Jamilah, Nurazizah Juellyan, Juellyan Kartini Wonsu, Andi Selvi Kasanah, Miftakul Nurul Kusumastuti, Qodriyana Linda Wati M. Kharis Majid Ma'rufi, Rosyidi Agus Mabruri, Mabruri Mahlil, Mahlil Marzuq, Muhammad Fauzan Maskhur, Mohammad Ali MAULIANA, DEASY Moh Agung Fambudi Moh. Husnul Affan Mubaidillah, Mubaidillah Muhamad, Trio Okta Muhammad Farid MUHAMMAD HARIS Muhammad Husni Muhammad Nur Rosyid Huda Setiawan Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan Muhammad Solihin, Muhammad Mujadid Qodri Azizi Muliati, Muliati Munip, Al Mursyidah Mursyidah Musfiroh, Ririn Mutasar Muzaki, Ivan Nasution, Alhafidh Naufal Ulya Nawawi, Munauwar NUR CHOLIFAH Pahlawati, Eny Fatimatuszuhro Palian, Yolanda Oktavia Prayogo, Tonny Ilham Purwaningsih, Yuliani Puspawardani, Novita Andriana puspitasari, niken siti Putra, Arif Pratama Rachma Fitriati Rahimullah, Rahimullah Ratnawati, Elfrida Renni Anggraini Rif’at Husnul Ma’afi Rif’at Husnul Ma’afi Riyansyah, Riyansyah Rizka Amalia Yuniati Rosmaini Rosmaini, Rosmaini Rozzi Kesuma Dinata Samboteng, Lukman Sayekti, Mahendhi Pasca Ayu Setiawan*, Bambang siddiq, ilham Sidiq, Akbar A. Sileuw, Marwan Sita Acetylena, Sita Soni Yuda Ariyanto, Soni Yuda Suchahyadin, Hasan Sujiat Zubaidi Sumiati Sumiati Surahmi, Surahmi Syamsul Hadi Untung Taslim, Muh. Taufiq Saidi Utama, Rizki Julia Wardono, Boby Hendro Wati, Yulika Wibawa, M Bayu Widyawati, Andi Yuliati, Andi Zulihi, Zulihi