Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh pemberian fluid warmer pada infus terhadap suhu tubuh pada pasien dengan anestesi spinal Mulyani, Tri; Sutrisno, Sutrisno; Indriyati, Indriyati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1338

Abstract

Background: Perioperative hypothermia is a common complication in patients undergoing spinal anesthesia, with a core body temperature below 36°C. This condition can cause various serious consequences, such as nervous system disorders, decreased blood pressure, and even death. Purpose: To determine the effect of intravenous fluid warmers on body temperature in patients undergoing spinal anesthesia. Method: This quantitative, pre-experimental study used a one-group pretest and posttest design. The sample consisted of 48 patients selected using purposive sampling. The intervention consisted of warm intravenous fluids using a fluid warmer (ANIMEC). Body temperature was measured before and after the intervention using a thermometer. Results: The study showed that before the intervention, the majority of participants experienced mild hypothermia (33°C–35.9°C) (35 participants (72.9%) and moderate hypothermia (30°C–32.9°C) (13 participants (27.1%). After administration of a fluid warmer, there was a significant increase in body temperature, with a mean final temperature of 36.60°C (SD=0.3155). The Wilcoxon Signed-Rank Test showed a p-value of 0.001 <0.05. Conclusion: The administration of a fluid warmer during infusion has an effect on the body temperature of spinal anesthesia patients.   Keywords: Body Temperature; Fluid Warmer; Hypothermia; Perioperative; Spinal Anesthesia.   Pendahuluan: Hipotermia perioperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca anestesi spinal, dengan suhu inti tubuh di bawah 36°C. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai dampak serius, seperti gangguan sistem saraf, penurunan tekanan darah, hingga kematian. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian fluid warmer pada infus terhadap suhu tubuh pasien dengan anestesi spinal. Metode: Penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimental menggunakan one group pretest and posttest design. Sampel terdiri dari 48 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pemberian cairan infus hangat menggunakan fluid warmer (ANIMEC). Suhu tubuh diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan termometer. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas partisipan mengalami hipotermia ringan (33°C–35,9°C) sebanyak 35 orang (72,9%) dan hipotermia sedang (30°C–32,9°C) sebanyak 13 orang (27,1%). Setelah pemberian fluid warmer, terjadi peningkatan suhu tubuh yang signifikan, dengan rata-rata suhu akhir 36,60°C (SD=0,3155). Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan (p value 0,001 < 0,05. Simpulan: Pemberian fluid warmer pada infus berpengaruh terhadap suhu tubuh pasien anestesi spinal.   Kata Kunci: Anestesi Spinal; Fluid Warmer; Hipotermia; Perioperatif; Suhu Tubuh.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat pada Penggunaan Obat- obatan untuk Swamedikasi pada Penyakit Anak melalui Penyuluhan Sukmawati, Anita; Purnomo, Elbira J.A; Khasanah, Umi; Ayyun, Qurrota; Aysha, Miranda m; Mulyani, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi merupakan alternatif pengobatan mandiri yang seringdigunakan oleh masyarakat untuk mengatasi beberapa penyakitringan karena lebih ekonomis dan mudah didapat, sehingga dapatmengefisiensi waktu. Tetapi pada pelaksanaannya swamedikasidapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medicationerror) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat terhadapkeamanan obat dan ketepatan cara penggunaan. Salah satuposyandu yang terletak di kampung Griyan RW X Pajang, Laweyan,Kartasura, dengan jumlah balita 50 orang, belum pernahmendapatkan pengetahuan yang berkaitan dengan jenis-jenis obatdan bagaimana pemilihan obat yang tepat dan aman untuk balita.Untuk itu dilakukan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkanpemahaman masyarakat dalam swamedikasi untuk obat anak. Fokusdari kegiatan penyuluhan ini adalah cara memilih obat yangrasional dan aman dalam swamedikasi (pengobatan sendiri) untukmengatasi penyakit ringan yang sering terjadi pada balita, yaknidemam, nyeri, batuk-pilek, dan diare. Kegiatan penyuluhan inidilaksanakan dengan cara penyampaian materi yang menarikdengan menggunakan media leaflet dan alat peraga berupa contohobat-obat yang aman dan tidak aman. Luaran dari kegiatan iniadalah terjadinya peningkatan pemahaman peserta terhadapswamedikasi penyakit anak, ditunjukkan dengan nilai pemhamananyang meningkat dari 4.7 menjadi 6.7 (pada skala 10).
KNOWLEDGE AND RISK OF NEEDLESTICK INJURIES IN NURSES Wijayanti, W; Mulyani, Tri; Mintarsih, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Needle Stick Injury or NSI is a term for work accidents experienced by health workers caused by needle sticks or sharp medical objects that have been contaminated with infectious fluids from patients. World Health Report (2017) states that health workers are exposed to diseases due to needle stick injuries varying from 2.5% exposed to HIV, 40% exposed to Hepatitis B and Hepatitis C, while the transmission of viruses through blood borne in needle stick accidents is 30% of the Hepatitis B virus, 3% of Hepatitis C and 0.3% for the HIV virus. In RSUI Kustati Surakarta, the incidence in the last 4 years was 11 incidents. Objective: To determine the relationship between the level of knowledge and the risk of needlestick injuries in nurses. Methods: This type of research is an analytic survey with a cross sectional approach design. The study population was all functional nurses with a quota sampling technique of 55 respondents. Data analysis used Fisher Exact test. Results: good knowledge 45 respondents (81.9%) and less good 10 respondents (18.2%). Respondents at risk of NSI were 15 respondents (27.3%) and 40 respondents (72.7%) were not at risk of NSI. There is no relationship between education level and the risk of needle stick injury with Exact Sig value (2 sided) = 0.115.Conclusion: There is no relationship between the level of knowledge of nurses and the risk of needlesticks.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA SISWI SMA NEGERI 1 KOTA BANDA ACEH TAHUN 2023 Mulyani, Tri; Agustina, Agustina; Santi, Tahara Dilla
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24666

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi adalah gejala- gejala yang dialami wanita sebelum memasuki masa menstruasi. Prevalensi sindrom premenstruasi cukup tinggi yaitu sekitar 70-90% perempuan pada usia reproduksi dan sering ditemukan pada wanita berusia 26-40 tahun mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupan. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelah terjadinya menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual Syndrome pada siswi SMA Negeri 1 Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ada siswi SMA Negeri 1 Banda Aceh sebanyak 423 siswi dan sampel penelitian ini sejumlah 81 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisa data menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis univariat, diketahui total responden sebanyak 81 siswi yang berada pada kelas 10 sebanyak 31 (38,3%), kelas 11 sebanyak 16 (19,8%), dan kelas 12 sebanyak 34 (42%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa, tidak ada hubungan aktivitas fisik, pola makan, stress, dan IMT terhadap kejadian premenstrual Syndrom namun dapat dilihat bahwa masih ada siswi yang mengalami stres, dan obesitas.
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SMA NEGERI 2 BOYOLALI MENGENAI SANKSI HUKUM BAGI PELAKU BALAP MOTOR LIAR Mulyani, Tri; Muryati, Dewi Tuti
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 4, No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v4i2.69

Abstract

AbstractThe world of motorbike racing should be done professionally, but then it has developed into wild motor racing. Illegal motorbike racing is an event that is held without a permit which is often carried out in public places and this illegal motorbike racing activity is not carried out at all on official racing tracks, but on the highway. This illegal racing is a place to look for prestige among teenagers, as well as a place for gambling where every race is carried out there is always a bet money from hundreds of thousands to millions of rupiah, even causing casualties. Illegal motor racing actors can be subject to sanctions stipulated in Law No. 22/2009 concerning Road Traffic and Transportation and the Criminal Code, so that considering the importance of understanding legal sanctions for illegal motorbike racers, dedication is necessary. to the community in the form of Student Understanding of SMA Negeri 2 Boyolali. This service was carried out by way of lectures and direct questions and answers and evaluation by distributing questionnaires before and after the activity was carried out. The results of the dedication with the theme of understanding the law of the Boyolali 2 Public High School Students regarding sanctions for illegal motorbike racers showed an increase of 5.4%.Keywords: improvement; understanding; legal sanctions; students; wild motor racingAbstrakDunia balap motor seharusnya dilakukan secara profesional, namun kemudian berkembang menjadi balap motor liar. Balap motor liar merupakan suatu ajang yang diselenggarakan tanpa izin yang kerap kali dilakukan di tempat umum dan kegiatan balap motor liar ini sama sekali tidak dilakukan di lintasan balap resmi, melainkan di jalan raya. Balap liar ini menjadi ajang mencari gengsi antara remaja, juga sebagai wadah perjudian di mana setiap dilakukan balapan selalu ada uang taruhan dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, bahkan menimbulkan korban jiwa. Pelaku balap motor liar dapat dikenai sanksi yang diatur dalam Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, sehingga kiranya mengingat pentingnya pemahaman mengenai sanksi hukum bagi pelaku balap motor liar, maka perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Pemahaman Siswa SMA Negeri 2 Boyolali. Pengabdian ini dilakukan dengan cara ceramah dan Tanya jawab secara langsung dan evaluasi dengan penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan. Hasil pengabdian dengan tema pemahaman hukum Siswa SMA Negeri 2 Boyolali mengenai sanksi bagi pelaku balap motor liar, menunjukkan adanya peningkatan 5,4%.Kata Kunci: peningkatan, pemahaman, sanksi hukum, siswa, balap motor liar
The Implementation of Sort-Set in Order-Shine-Standardize-Sustain (5S) for Vocational High School Learners Mulyani, Tri; Haryadi, Bambang; Qudus, Nur
Journal of Vocational and Career Education Vol. 8 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industry demands Vocational High Schools (SMK) graduates to adopt an industrial work culture in Japan, specifically the 5S Principle. Most schools implemented the 5S principle, but its success remains unknown. This research attempted to reveal the planning of the 5S principle in school, learner knowledge, learner attitude, learner behavior, the association of knowledge and attitude to the behavior of 5S learners, and the implementation of the 5S principle. The research method involved conducting case studies at SMK Negeri 2 Salatiga and SMK Negeri Jateng Semarang and analyzing the data using quantitative and qualitative methods. Data collection techniques include initial observations, tests, questionnaires, interviews, and observations for learners during internships in furniture workshops. The results found (1) the 5S principle plan in the form of a special task team, socialization, management planning for the workshop facility and infrastructure, and the supporting program plan; (2) students' knowledge performance shows high results; (3) students' attitudes have obtained good results; (4) students' behavior has obtained high results; (5) there is a relatively perfect relationship between students' 5S knowledge and 5S attitudes towards students' 5S behavior; (6) the implementation of the 5S principle has been successfully implemented in Vocational High Schools (SMK). The research results indicate that the implementation of 5S yielded positive outcomes and can serve as a valuable tool for future enhancements.
Deradikalisasi Masjid Inklusi: Upaya Penghapusan Ideologi Radikal di Yogyakarta Muryanti, Muryanti; Mulyani, Tri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2019.031-03

Abstract

Radicalization has recently strengthened in Indonesia. The real act makes in burning and killing war. The violence war takes  the results in casualties and damage. This paper talks the process of deradicalization in the cases of phenomenology radicalization in recent years. One of the activities on the issue is to restore the function of the mosque with various activities at 3 important mosques in Yogyakarta. The UIN Sunan Kalijaga Mosque as a Religious Laboratory in the development of da'wah, the Syuhada Mosque as an Educational and economic institution, and the Jogokaryan Mosque as a pesantren in prospering the environment. These 3 findings indicate the potential character of the inclusion mosque. This gave rise to empowerment activities in religious studies and economic education. the activities in the mosque's efforts to reduce radicalization based on religion.Radikalisasi atas nama agama akhir-akhir ini menguat di Indonesia. Wujud nyata dari hal tersebut adalah aksi teror. Hal ini menggunakan kekerasan yang berakibat korban jiwa dan kerusakan. Tulisan ini hendak mengkaji proses deradikalisasi dalam fenomena pada banyak kasus radikalisasi beberapa tahun ini. Salah satu aktivitas pada isu tersebut mengembalikan fungsi masjid dengan berbagai macam kegiatan pada 3 masjid penting di Yogyakarta. Masjid UIN Sunan Kalijaga sebagai Laboratorium Agama dalam pengembangan dakwah, Masjid Syuhada sebagai Lembaga Pendidikan dan ekonomi, dan Masjid Jogokaryan sebagai pesantren dalam memakmurkan lingkungan tersebut. 3 temuan ini menunjukan potensi karakter masjid inklusi. Hal ini memunculkan kegiatan pemberdayaan dalam kajian keagamaan dan Pendidikan ekonomi. Berbagai macam kegiatan dalam aktivitas masjid tersebut merupakan upaya meredam radikalisasi berbasiskan agama.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA Saefullah, Muhammad; Lailiyah, Siti; Mulyani, Tri
AL-QALAM: JURNAL KEPENDIDIKAN Vol 23 No 1 (2022): AL-QALAM : JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN
Publisher : FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS SAINS AL-QUR'AN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/al-qalam.v23i1.3336

Abstract

Character education is an effort that is designed and implemented systematically to help students understand the values ​​of human behavior related to God Almighty, oneself, fellow human beings, the environment, and nationality which are manifested in thoughts, attitudes, feelings, words. and actions based on religious norms, laws, etiquette, culture, and customs. The purpose of this study is to find out how important character education can be in education units in Indonesia as an effort to shape the personality of students who have a strong, religious and independent spirit. This research is a qualitative research with literature study method. The results of this study indicate that character education is very necessary in shaping the personality of students.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR DALAM WAWASAN KETAHANAN BANGSA: SEBUAH ULASAN: SEBUAH ULASAN Muchamad, Arief Nur; Prajati, Gita Prajati; Mulyani, Tri; Febrion, Churchil
JURNAL KEBANGSAAN RI Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi 5
Publisher : LEMBAGA PUSAT KAJIAN KEBANGSAAN/PUSKAB UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/jkri.v3i1.4362

Abstract

Water plays many important roles in various sectors of life. The concept of water security is a form of social security that can guarantee access to water for communities and individuals. Therefore, this study aims to review journals, articles, and scientific papers that discuss water resource management and conservation and their relationship to national awareness and security. The research was conducted using a literature review method with a narrative approach. The results of the study show that sustainable development requires the integration of water resource conservation and policies that support effective and equitable management. The concept of Smart Water Management (SWM) based on local wisdom can be used as a method of water resource management. One of the steps to achieve national resilience is by securing water resilience. The results of the evaluation of water resource conservation development show that the implementation of water resource conservation in Indonesia has not been running well.
Kelimpahan Plankton Sebagai Bioindikator Kualitas Air pada Perairan Lembur Mangrove Patikang, Banten Amalia, Nisrina Rizki; Awalia, Zurna Maisya; Mulyani, Tri; Khatimah, Nurani Husnul; Irawan, Hery; Rendragraha, Dimas
MAIYAH Vol 4 No 3 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 3 September 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.3.16447

Abstract

Perairan pesisir seperti ekosistem mangrove sangat dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik yang dapat mempengaruhi kualitas air dan keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air dan biodiversitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Kawasan Lembur Mangrove Patikang, Pandeglang, Banten. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling pada 5 stasiun dengan metode Shanon Wenner (H’) dan dianalisis di Laboratorium Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (BPKIL) Serang. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi DO berkisar 7,5 – 10 mg/L, Suhu di beberapa stasiun menunjukkan >30oC dan pH cenderung asam yakni 6,52 – 6,64. Fitoplankton didominasi oleh kelompok Microcystis dengan kelimpahan 5.425.200 ind/L yang mengindikasikan perairan yang eutrofik dan Zooplankton didominasi oleh kelompok Tintinnopsis dengan total 12.700 ind/L. Kelimpahan plankton yang tinggi menunjukkan tingginya kandungan nutrient di suatu perairan dan plankton efektif sebagai bioindikator suatu lingkungan.
Co-Authors ,, Mawardi ,, Mawardi .,, Sinaratih Aan Fadia Annur Abib, Agus Saiful Abib, Agus Saiful Agung Budianto Agustina Akbar, Ahmad Faiz Amalia, Nisrina Rizki Amri Panahatan Sihotang Anita Sukmawati Awalia, Zurna Maisya Aysha, Miranda m Ayyun, Qurrota B. Rini Heryanti Bambang Haryadi Batubara, Salama Thomasita Cahyana, Gede Herang Cahyana, Gede Herang Debi Marsanda, Regita Dewi Tuti Muryati, Dewi Tuti Dhian Indah Astanti, Dhian Indah Eka Bagus Setiawan Endah Pujiastuti Endah Rita Sulistya Dewi Enny Karti Basuki Fachry Abda El Rahman Fadhilah, Maulida Nur Febrion, Churchil Fef Rukminingsih Fenita Purnama Sari, Fenita Fenita Sari, Fenita Fikriawan, Suad Galih Atmaja, Yefta Damar Hamidaturrohmah, Hamidaturrohmah Hery Irawan, Hery Iksan, Ricky Riyanto Indriyati Indriyati Izza al iftitah, Ismatul Kartikawati, Adhisa Khatimah, Nurani Husnul M.I.S, Ardhia Regita Marzuki, Akhmat Moh. Hasan Muchamad, Arief Nur Muftadi, Muftadi Muhammad Saefullah, Muhammad Muhammad Syaipul Hayat Mukharom, Mukharom Nafiah, Nafiah Nazar, Shinta Ningtiyas Nissa Noor A., Nissa Noormawanti, Noormawanti Nugraha, Rizky Cahya Nugroho, Prio Nur Aisah Nur Qudus Nuswanto, A Heru Nuswanto, A Heru Pamungkas, Regy Perkasa, Ronald Arya Bayu Prajati, Gita Prajati Prasetyo, Puji Hendro Pratama, Rifqi Andrian PT, Bramastyo Wisnu Purnomo, Elbira J.A Putra, Aista Wisnu Rendragraha, Dimas Retno Widhiastuti S Slamin Saiful Abib, Agus Siska F Rahmawati Siswanda, Yoga Dwi Siti Chotijah, Siti Sri Mintarsih Sudaryati HP Sukatno Sukatno, Sukatno Sukimin Sukrisna, Athoni Sukrisna, Athoni Sulistyarini, Dyah Ayu Sutrisno, Sutrisno Syaiful M Tahara Dilla Santi Tarnoto, Koko Wahyu Triasih, Dharu Ulya Sarofa Umi Khasanah Wardani, Diah Ayu mulya widi, krisma widi, krisma Wijayanti, W Wiwik Handayani Yudda Arief Wibowo Yuliantini, Nani Yulistyowati, Efi Yunika, Afis Yunita, Vivie Ratna Yusnia Yustina Sri Ekwandari