p-Index From 2021 - 2026
6.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vegetalika Jurnal Ilmu Pertanian Agrikultura Jurnal Ilmu Dasar Jurnal Natur Indonesia AL KAUNIYAH Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi CEMARA Journal of Degraded and Mining Lands Management AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Agro Planta Tropika UNEJ e-Proceeding Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Agrotek Tropika AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Jurnal Kreativitas PKM jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science) J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Agrotek Indonesia Agroteknika Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Jurnal Bioindustri Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo BIOVALENTIA: Biological Research Journal Journal of Applied Agricultural Science and Technology Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat PAPUMA: Journal of Comunnity Services Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Journal of Bioindustry Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Jurnal Natur Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Vegetalika

Keragaman Fisikokimia Beberapa Populasi Tanaman Garut di Kabupaten Jember Kacung Hariyono; Vega Kartika Sari; Riza Yuli Rusdiana; Indri Fariroh; Widya Kristiyanti Putri; Didik Pudji Restanto
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78023

Abstract

Garut (Maranta arundinacea L.) merupakan tanaman perenial yang umbinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif, pakan, dan bahan baku industri. Tanaman garut di Kabupaten Jember masih sebagai tanaman liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman fisikokimia garut dari beberapa kecamatan di Kabupaten Jember. Variabel fisikokimia yang diamati meliputi kadar air, sukrosa, protein terlarut, antioksidan, flavonoid, phenolic, gula reduksi, dan karbohidrat. Data yang diperoleh dianalisis korelasi dan biplot. Hasil korelasi menunjukkan semakin tinggi kadar air maka semakin rendah kandungan sukrosa pada umbi garut (r= -0.480), juga dengan kandungan protein terlarut (r=-0.515) dan gula reduksi (r=-0.698). Semakin tinggi kandungan sukrosa pada umbi garut maka semakin tinggi pula kandungan protein terlarut (r=0.515), phenolik (r=0.513) dan gula reduksi (r=0.657). Berdasarkan hasil analisis biplot, total keragaman fisikokimia garut di Kabupaten Jember sebesar 58.6%. Kandungan flavonoid memiliki nilai keragaman kecil dibanding variabel lainnya. Umbi garut yang diperoleh dari Kecamatan Wuluhan (Desa Tanjangrejo dan Glundengan) memiliki kandungan gula reduksi dan protein terlarut rendah, dan umbi garut dari Kecamatan Sumbersari (Desa Kranjingan) memiliki kandungan antioksidan dan karbohidrat paling tinggi.
Optimasi Regenerasi Kalus Embriogenik Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Melalui Kultur Suspensi Sel Menggunakan BAP (Benzyl Amino Purin) Restanto, Didik Pudji; Prayoga, Mohammad Candra; Arsyika, Izna; Farlisa, Veronenci Yuliarbi; Hardjo, Popy Hartatie
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.100708

Abstract

Porang Amorphophallus muelleri Blume merupakan tanaman umbi-umbian yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik dan diekspor untuk bahan baku industri. Perbanyakan porang secara konvensional mengalami masa dormansi. Perbanyakan porang melalui kultur jaringan dapat menghasilkan bibit yang cepat dan dalam jumlah yang banyak. Kultur jaringan porang dapat melalui somatik embriogenesis melalui pembentukan kalus dan poliferasi kalus dengan kultur suspensi sel. Optimasi regenerasi kalus hasil poliferasi kultur suspensi sel sangat penting untuk menunjang keberhasilan perbanyakan porang secara masal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP terhadap regenerasi kalus embriogenik porang Amorphophallus muelleri B. hasil kultur suspensi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor konsentrasi BAP yang terdiri dari 4 taraf perlakuan antara lain 1 mg.L-1, 2 mg.L-1, 3 mg.L-1, dan 4 mg.L-1. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan. Analisis data penelitian menggunakan ANOVA dan uji lanjut dengan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS statistics versi 26. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan BAP 1 mg.L-1menunjukkan hasil terbaik dengan parameter kedinian munculnya tunas tercepat 45 hst, tunas terpanjang 7.6 cm, jumlah tunas terbanyak 7,33 tunas, dan persentase regenerasi 93,33%. Berdasarkan pengamatan histologi, kalus embriogenik berkembang menghasilkan mature embrio yang lebih banyak sehingga dapat menginduksi tunas yang banyak.
Effect of Light Color and Auxin on Callus Induction and Development in Amorphophallus muelleri Blume. Hardjo, Popy Hartatie; Thongiratama, Michael Anthony; Irawati, Fenny; Restanto, Didik Pudji
Vegetalika Vol 14, No 3 (2025): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.106227

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) is a significant player in the international market, but its slow seedling growth rate is a major concern. This study, which holds significant implications for porang cultivation, aimed to accelerate the seedling growth phase through the induction of adventitious shoots from callus proliferation. We explored the use of plant growth regulators (PGRs), specifically auxins (NAA and 2,4-D) and cytokinins (BAP), in combination with variations in light color (white and white-blue). The observed parameters included the time of first callus and adventitious shoot emergence, callus growth, number of adventitious shoots, and callus coloration. Data were subjected to two-way analysis of variance (ANOVA) to evaluate the effects of plant growth regulator (PGR) type and light quality as independent variables. Statistical significance was assessed at a 95% confidence level using SPSS software. The combination of 1.0 ppm NAA and 0.5 ppm BAP in MS medium under white-blue light effectively accelerated callus induction from bulbil explants, with visible callus formation by day 8 and the fastest proliferation over 7 weeks. Under white light, the same PGR combination also promoted the earliest adventitious shoot formation by day 16 and yielded the highest number of shoots, totaling seven by the end of the culture period.
Co-Authors . Usmadi Adinda, Intan Dwi Agnes Natalia Wijaya Ahnaf, Yusuf Dary Aji, Seto Purnomo Alfarisy, Fariz Kustiawan Anang Syamsunihar Antono, Moh Nuri Aprila Iga Mufidah Arsyika, Izna Arya Wiranegara Azizah, Kunti Anis Azizah, Maria Bambang Kuswandi Bambang Sugiharto Bintoro, Jatmiko Hardi Budha, Al Sura Tri Budi Kristanto Budi Kriswanto Budi Kriswanto Budi Kriswanto Budi Kriswanto Budi Kriswanto, Budi Calista, Zalza Candra Prayoga, Mohammad Darah Pertami, Rindha Rentina Dinata, Gallyndra Fatkhu Dodi Wijaya Dwi Erwin Kusbianto Dwika Nano Hariyanto Etik Wukir Tini Fanata, Wahyu Indra Duwi Farlisa, Veronenci Yuliarbi Fathoni, Rizal Dwi Fenny Irawati Fifteen Aprila Fajrin Firdauzi, Sandy Al Firdha Narulita Alfian Hadi Paramu Haliza, Nurhayadatul Handayani, Etty Hanif Fatur Rohman Hanifah, Fairuz Luthfi HARDIAN SUSILO ADDY Harsanti, Restiani Sih Indraloka, Aldy Bahaduri Indri Fariroh Iryono Kacung Hariyono Ketut Anom Wijaya Khozim, Mohammad Nur Khozin, Mohammad Nur Kriswanto, Budi Kurniasari, Leli Kushariyadi Kushariyadi Laily Ilman Widuri, Laily Ilman Laksono Trisnantoro Luluk Noviana Lutfi Pramukyana Mochammad Wildan Jadmiko Mohammad Nur Khozim Mona, Muhammad Dima Say Muhammad Dima Say Mona Muhammad Nur, Kholid Rosyidi Munandar, Denna Eriani Murtaqib Murtaqib Nadiya, Nisma Riyadh Nafiah, Nur Lailin Nafisah Iqmatullah Natasha Florenika Nur Lailin Nafiah Nurfika Asmaningrum Nurhasna, Rifqi Pamungkas, Wahyu Eka Parawita Dewanti Parawita Dewanti Poppy Hartatie Hardjo Popy Hartatie Hardjo Prayoga, Mohammad Candra Putri, Widya Kristyanti Rahmawati Rahmawati Raisah Bani Ratnasari, Tri Refa Firgiyanto Refa Firgiyanto Resti, Ricke Windi Rizqi Maulana Rohman, Fadil Rusdiana, Riza Yuli Saputro Gumelar, Bachtiar Setiyono Setiyono Sholeh Avivi Sigit Soepardjono Sigit Soeparjono Simamora, Endah Cahyani Slameto . Slameto Slameto Slameto Slameto Slameto Slameto Sri Hartatik Sukri, M Zayin Suliswanto, Eko Nur Sundahri, Sundahri Susanto, Arnis Budi Thohirin, Ahmad Nazmi Thongiratama, Michael Anthony Tri Agus Siswoyo TRI HANDOYO Tri Handoyo Tri Ratnasari Tri Rini Kusparwanti, Tri Rini Tri Widyastuti Ubaidillah, Mohammad Ummi Solikhah, Ummi Vega Kartika Sari Veronenci Yuliarbi Farlisa Wahyu Indra Duwi Fanata Widya Kristiyanti Putri Widya Kristiyanti Putri Wildan Muhlison, Wildan Wulanjari, Distiana Yuli Witono Zahro, Fauziatuz