Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pembinaan Dan Penyelesaian Kredit Macet Pada Koperasi Simpan Pinjam Hari Sejahtera, Di Desa Bugbug, Kelurahan Bugbug, Kabupaten Karangasem I Nyoman Budiartha; Ni Luh Made Mahendrawati; I Wayan Wesna Astara; Dessy Lina Oktaviani Suendra; Kade Richa Mulyawati; I Made Aditya Mantara Putra
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.1.2.2019.38-44

Abstract

Abstrak As one of the driving force of the middle economy, the cooperative has been growing rapidly in Indonesia in recent years. Bali Province is one of the best competition for Cooperative in Indonesia. This can be seen from the award given by the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia to the cooperatives in Bali. The government is also optimistic to continue to develop cooperatives in Bali well and right so that the future can meet the market both domestically and abroad, as well as the KOPWAN Mertasari, Karangasem District. This cooperative arises from the desire to develop a Dharma Wanita group within the Karangasem Regional Government in order to help the economy of the members even the Karangasem community. However, it is inevitable that various barrier factors are formed along with the establishment of this cooperative, one of which is bad credit. The problem of bad debts is the most common problem we encounter in banking institutions and it is very difficult to avoid. Therefore, in the course of a cooperative, it is necessary to prepare a variety of preparations to anticipate the occurrence of bad loans, one of them through a good credit analysis and the establishment of credit agreements with legal force
Pengembangan Atraksi Wisata Baru Melalui Program Desa Mitra di Desa Singapadu Tengah, Gianyar I Wayan Parwata; I Made Artawan; I Wayan Wesna Astara; Lilik Antarini
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.34-40

Abstract

Desa Singapadu Tengah terletak di kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar, Bali. Desa ini memiliki beberapa obyek yang cukup potensial belum tergarap dengan dengan baik antara lain obyek wisata rumah tradisional, obyek wisata susur sungai, jogging track, dan kuliner tradisional yang dapat menjadi wisata rekreasi yang alami dan berwawasan lingkungan. Model wisata yang dapat dikembangkan di desa Singapadu Tengah, antara lain: 1) Wisata Budaya meliputi: wisata rumah adat (tradisional), Tempat suci (Pura) dan aktivitasnya, dan situs Kebo Iwa di Pura Dalem Negari; 2) Wisata Kreatif: memanfaatkan sungai untuk kegiatan susur sungai: permainan perahu dan tubing bagi anak-anak; 3) Wisata Kuliner makanan tradisional meliputi: menjual makanan jajanan dan bubur; 4) Wisata Sehat dengan memanfaatkan tepian sepanjang sungai untuk kegiatan jogging track dan bersepeda; dan 5) Wisata Kenangan; menjual karya seni warga dalam bentuk merchandise yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung.Tujuan pengembangan desa mitra ini adalah meningkatkan sumber daya manusia dalam kelompok desa mitra untuk menunjang aktivitas desa wisata guna mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan desa mitra.
Pemerdayan Masyarakat Dalam Mewujudkan Desa Wisata Spiritual Di Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari Banyuwangi I Wayan Wesna Astara; I Made Suwitra; I Ketut Irianto; Putu Ayu Sriasih Wesna
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.2.2020.75-83

Abstract

Potensi masyarakat lokal dapat dijadikan nilai tambah dalam mengembangkan desa Wisata. Pulau jawa yang jaman kerajaan Majapahit agama Hindu sebagai agama kerajaan, maka kini masih menyisakan warisan budaya yang dapat meperkuat ketahanan sosial-budaya sekaligus apabila didisain menjadi ketahanan ekonomi lokal. Contoh riil pura Bukit Amerta yang terletak di Desa Karangduro kecamatan Tegal Sara memiliki nilai tambah potensi sumber mata air yang digunakan sebagai sumber Tirta (air suci) dan sumber air baku bagi masyarakat di Desa Karangdoro Banyuwangi. Pura Bukit Amerta menjadi daya Tarik wisata bagi masyarakat Karangduro untuk mendulang nilai tambah dari kegiatan eko wisata spiritual. Hal ini, menjadi tujuan Pengabdian untuk mengetahui permasalahan mitra yaitu: 1) Persoalan penggunaan air untuk kepentingan Tirta (sembahyang) terpenuhi, namun untuk kepentingan rumah tangga masih memerlukan solusi; 2) Pura sebagai subyek hukum belum memiliki serfikat hak milik sebagai bukti eksistensi pura dalam aspek yuridis; 3) Pura sebagai pusat kebudayaan dan sekaligus sebagai nilai tambah dalam ekonomi kerakyatan berbasis lokal. Metode yang digunakan dalam Bentuk pemberdayaan Masyarakat dalam mewujudkan pendampingan, FGD dan menemukan inti persoalan yang sebenarnya. Desa Wisata spiritual, dengan metode Persoalan hukum sangan komplek, dapat menemukan persoalan yang tersembunyi dalam kasus subyek hukum pura yang belum disertifikatkan. Menginventarisasi persoalan dan memecah persoalan yang timbul akibat Pura sebagai pusat kebudayaan dan pengembangan ekonomi kreatif dalam pengelolaan pura sebagai respons masyarakat di sekitarnya. Target luaran yang akan dicapai adalah publikasi jurnal Nasional/ atau proseding ISBN Nasional, publikasi mass media, video kegiatan pengadian.
Penyuratan Awig-Awig Sebagai Instrumen Penguatan Desa Adat I Made Suwitra; I Wayan Wesna Astara; I Wayan Arthanaya
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.1.2020.36-41

Abstract

Penguatan desa adat melalui penyuratan awig-awig merupakan suatu keniscayaan terutama dibidang perkawinan dan hukum waris dengan mengingat pada adanya keterputusan tranformasi kepada kegerasi penerusnya sehingga diperlukan dkumentasi tertulis yang dapat dijadikan rujukan oleh struktur hukum yang ada dalam penyelesaian sengketa. Metode yang tepat dalam pelestarian norma uku adat adalah penyuratan yang dilakukan oleh masyarakatnya sendiri melalui pembentukan panitia kecil dengan melibatkan prajuru adat, tokoh, rohaniawan, pemuda dan Perguruan Tinggi. Penyuratan awig memerlukan waktu yang cukup terutama untuk inventarisasi dan pembahasan. Oleh karena itu kegiatan Program Kemitraan Masyarakat bersifat berlanjut yang direncanakan secara bertahap tiap tahun. Luaran tahua pertama berupa identifikasi, inventarisasi masalahan krusial dalam setiap bidang. Demikian pula dilakukan sistematisasi terhadap awig-awig yang ada.
Peranan Hakim untuk Mendamaikan Para Pihak yang Bersengketa dalam Perkara Perdata di Pengadilan Negeri Denpasar Made Rai Diascitta Hardi Sentana; I Wayan Wesna Astara; I Nyoman Gede Sugiartha
Jurnal Analogi Hukum Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.2.2.2020.203-208

Abstract

The peace agreement between the two parties on a voluntary basis for mutual yield or relinquish a portion of its rights to prevent things. This research aims to know two things, namely, first, to know the role of judges in reconciling the parties in a civil lawsuit and the second, to know the power of the law ruling in the case of civil peace. This research was carried out at the Denpasar District Court by using method of empirical research and purposive technique. Analysis of the data of this research was done qualitatively. Based on the results of the interviews with District Court Judges Denpasar, Denpasar District Court, the Registrar and the lawyers (Advocates) then this research it can be concluded that the first, judges have the role and obligation to reconcile the parties in dispute before it is exposed to the Court of session and the form of the verdict of peace is a peace act having the force of law as the verdict.
Pelaksanaan Perlindungan Hukum bagi Penyandang Disabilitas dalam Mendapatkan Pelayanan Publik di Kabupaten Tabanan I Putu Sumardika; I Wayan Wesna Astara; I Nyoman Sutama
Jurnal Analogi Hukum Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.3.2.2021.170-176

Abstract

For people with disabilities, mobility is important, especially in obtaining public services through the expansion of access to avoid discrimination because of its integral role in participating in social activities. This paper aims to discuss the forms of legal protection and its implementation for persons with disabilities in the Tabanan Regency. Then, it is also intended to explore the conditions of legal guarantee provisions for disabilities related to access to public services. This study is classified as an empirical legal study that uses various methodological approaches, including sociology of law; conceptual, and legislation. Meanwhile, the study data collected were obtained through literature studies, interviews, and observations. In the end, it was discovered that there were adequate provisions regarding regulations that discussed legal protection for persons with disabilities whose rights were targeted in the formation of related laws. Meanwhile, several obstacles faced in the implementation of legal protection related to access to public services, among others, limited awareness of parents with children with disabilities, budget funds, and the lack of professionalism of human resources. Finally, the regulations stipulated on the protection of the human rights of persons with disabilities must be made into a Tabanan district regulation.
Legitimasi Jiwa Dana Anak Perempuan Menurut Hukum Waris Adat Bali (Studi Kasus Di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung) Ni Kadek Lia Listia Dewi; I Wayan Wesna Astara; I Made Sepud
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.1.2023.14-20

Abstract

Di bali ketika anak perempuan belum melangsungkan pernikahan ia berhak mendapat Harta warisan dari orang tua nya secara penuh berbeda hal nya jika ia sudah menikah Sebagian besar tidak mendapatkan harta warisan kalaupun ada hal tersebut hanya berupa jiwa dana berupa tetadan (harta bawaan dari orang tua nya) pemberian tersebut berdasarkan keikhlasan dan kemampuan orang tua nya dan tidak dapat ditentukan besarnya Jadi sering kali terjadi ketidaksesuaian antara praktek yang diterapkan oleh masyarakat dengan teori yang ada. Permasalahannya yaitu : 1.) Bagaimanakah Kebijakan pemberian jiwa dana kepada anak perempuan menurut hukum waris adat bali ? dan Bagaimanakah faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya pemberian jiwa dana terhadap anak perempuan dalam hukum waris adat bali di desa kutuh ? tipe penelitian yang digunakan yaitu tipe penelitian hukum empiris dengan mengamati permasalahan yang hendak digunakan berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Kesimpulan dari observasi ini yaitu dengan adanya pengaturan mengenai pemberian hak mewaris terhadap anak perempuan merupakan suatu upaya untuk memenuhi kesetaraan hak anak laki- laki serta anak perempuan dengan harapan tidak terjadinya diskriminasi.
Perlindungan Hukum Tari Sanghyang Memedi Sebagai Ekspresi Budaya Tradisional Di Desa Adat Pangkung Karung Gede Kabupaten Tabanan I Gusti Made Agung Satria Putra; I Wayan Wesna Astara; Diah Gayatri Sudibya
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.7.2.2025.162-167

Abstract

Indonesia's arts and culture are diverse and valued as national treasures. Copyright law protects traditional cultural expressions owned by communal communities. The Sanghyang Memedi dance performed in Pangkung Karung Gede Traditional Village is one example of such expression. However, this dance is gradually being forgotten due to its sacred nature and limited performance opportunities based on Balinese customs and culture. The formulation of the problem raised is 1) How is the legal protection of Sanghyang Memedi dance in Pangkung Karung Gede Traditional Village, Tabanan Regency as a Traditional Cultural Expression? and 2) Factors that become obstacles in the legal protection of Sanghyang Memedi dance in Pangkung Karung Gede Traditional Village, Tabanan Regency as a traditional cultural expression? This research uses empirical legal research, namely the gap between a norm and the situation in society. The results of this study indicate that the Sanghyang Memedi Dance in the Pangkung Karung Gede Traditional Village of Tabanan Regency does not receive copyright protection because people do not understand its importance. To overcome this, the government needs to educate and collect information from artists and communities in the village.
Pelaksanaan Perkawinan Beda Agama Pada Desa Adat Tibekauh Payangan Gianyar I Kadek Angga; I Wayan Wesna Astara; I Nyoman Subamia
Jurnal Analogi Hukum Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.8.1.2026.38-44

Abstract

Latar belakang penelitian adalah timbul rasa suka sama suka sehingga terjadinya perkawinan beda agama. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan hanya sah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Sudhi berarti penyucian rahim, Sudhi Wadani berarti penyucian hati nurani dan keikhlasan memeluk agama Hindu bagi yang bukan beragama Hindu. Desa adat Tibekauh menganggap perkawinan tidak sah tanpa upacara Sudhi Wadani. Rumusan masalahnya adalah: 1) Bagaimana pengaturan perkawinan beda agama pada desa adat Tibekauh Payangan Gianyar? 2) Bagaimana pelaksanaan perkawinan beda agama pada desa adat Tibekauh Payangan Gianyar? Penelitian menggunakan metode empiris dengan pendekatan sosiologis. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder berupa dokumen hukum. Hasil penelitian memberikan penjelasan ketentuan yang mengatur perkawinan beda agama, yaitu perkawinan beda agama hanya dapat dilakukan jika telah melalui proses pindah agama dahulu. Bagaimana pelaksanaan perkawinan beda agama pada desa adat Tibekauh: pelaksanaannya melalui 7 tahapan upacara yang wajib dilaksanakan dari bayi sampai dewasa.
Co-Authors A.A.Gde Oka Wisnumurti Agus Darma Yoga Pratama Alma Cita Calimbo Anak Agung Gede Oka Wisnumurti Desak Ketut Tristiana Sukmadewi Dessy Lina Oktaviani Suendra Dewi, A.A Sagung Laksmi Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Dian Tariningsih Dian Tariningsih I Gede Cahya Widiangga I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya I Gusti Made Agung Satria Putra I Kadek Angga I Ketut Irianto I Ketut Irianto I Ketut Irianto I Ketut Irianto I Ketut Selamet I Ketut Sukadana I Made Aditya Mantara Putra I Made Arjaya I Made Artawan I Made Mardika I Made Minggu Widyantara I Made Pria Dharsana, I Made Pria I Made Sepud I Made Suniasta Amertha I Made Suwitra I Made Suwitra I Made Suwitra I Made Suwitra I Made Suwitra, I Made I Nyoman Alit Puspadma I Nyoman Budiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Kardana I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Subamia I Nyoman Sujana I Nyoman Sumardika I Nyoman Sutama I Nyoman Sutapa I Putu Arik Sanjaya I Putu Gede Seputra I Putu Sumardika I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Budiarta I Wayan Budiarta I Wayan Parwata I Wayan Parwata I Wayan Rideng Ida Bagus Agung Putra Santika Ida Bagus Dalem Try Utama Manuaba Ida Bagus Nyoman Trisya Andika Kadek Teddy Hendrawan Komang Tri Putri Andriastuti Kuntayuni Lilik Antarini Luh Kade Datrini Luh Kadek Budi Martini Luh Made Mahendrawati Luh Putu Sudini Made Bagoes Wiranegara Wesna Made Rai Diascitta Hardi Sentana Made Setiasa Mulyawati, Kade Richa Naori Miyazawa Ni Kadek Lia Listia Dewi Ni Komang Ayu Febriyanti Ni Putu Diah Kurniawandari Ni Putu Santya Dewi Ni Putu Sawitri Nandari Ni Putu Yuni Purnamawati Ni Wayan Arni Sardi NP Budiartha Nyoman Putu Budiartha Putu Ayu Sriasih Wesna Putu Budiartha, I Nyoman Putu Suryani . Simon Nahak Simon Nahak Tanjung Subrata widia, ketut Widiati, Ida Ayu Putu Wijaya, I Kadek Merta Yasa, Putu Ngurah Suyatna