p-Index From 2021 - 2026
5.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Applied Power Engineering (IJAPE) International Journal of Public Health Science (IJPHS) International Journal of Advances in Applied Sciences Indonesian Journal of Geography PROSIDING SEMINAR NASIONAL Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Ilmu Lingkungan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Waste Technology AGRIEKONOMIKA Analisis Kebijakan Pertanian AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Global Medical and Health Communication Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Jurnal Wilayah dan Lingkungan Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) Jurnal Bina Praja Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) ASEAN Journal of Chemical Engineering Analisis Kebijakan Pertanian SEMAR Journal of Geography Science and Education GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Jurnal Ekosains Gema Lingkungan Kesehatan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology J-Proteksion : Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR PADA POKMAIR KECAMATAN WATUMALANG Pujiyati Pujiyati; Prabang Setyono; Wiryanto Wiryanto
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 3: SEPTEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/mkmi.v13i3.1623

Abstract

Penyediaan air secara mandiri oleh masyarakat Watumalang dinilai belum memenuhi syarat kualitas. Kondisi ini dipandang sebagai penyebab terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB ) diare pada beberapa lokasi di Watumalang. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas bakteriologis pada air konsumsi dan persepsi lingkungan masyarakat serta memetakan hasil pengkajian keduanya di Kecamatan Watumalang. Evaluasi kualitas bakteriologis dilakukan dengan uji koliform melalui metode Most Probable Number (MPN) dari sampel air masyarakat POKMAIR di Kecamatan Watumalang, sedangkan persepsi lingkungan dinilai dari hasil kuisioner responden. Analisis hasil evaluasi kualitas bakteriologis dan persepsi lingkungan dilakukan secara deskriptif. Hasil kedua variabel penelitian selanjutnya ditampilkan dalam format spasial menggunakan software ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas air baku tidak memenuhi syarat regulasi (71%) dengan hanya 29% yang memenuhi persyaratan. Hanya satu desa (Limbangan) yang kualitas airnya dianggap layak secara regulasi apabila ditinjau dari kontaminasi koliformnya. Tinjauan perspektif lingkungan menunjukkan mayoritas responden (60%) memiliki persepsi lingkungan yang baik, khusunya pada kesehatan lingkungan.
Distribution of Nitrate Household Waste and Groundwater Flow Direction around Code River, Yogyakarta, Indonesia Muryanto Muryanto; Suntoro Suntoro; Totok Gunawan; Prabang Setyono; Afid Nurkholis; Nurisa Fajri Wijayanti
Indonesian Journal of Geography Vol 51, No 1 (2019): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2052.8 KB) | DOI: 10.22146/ijg.43420

Abstract

The nitrate concentrations in shallow groundwater of the Yogyakarta City and its surroundings has increased to about twenty times in the period 1985-2018. The objective of this study was to analyse the distribution of nitrate concentrations in water well around the Code River, Yogyakarta. Flownets mapping was performed to find out the distribution and direction of potential groundwater pollution. Nitrate concentration was analysed by taking 18 groundwater samples scattered in the upstream, midstream and downstream areas of the Code River. The results of this study indicate that nitrate concentrations in the water well of upstream and downstream areas could still be used as a source of drinking water and recreation-irrigation-livestock. Meanwhile, the nitrate concentration in water well of the midstream area of the Code River, Yogyakarta City, mostly (80% of the sample) did not meet all classes of water quality standards. Human activities in the densely populated settlements were the main factors that influence nitrate pollution. Furthermore, groundwater flow in the study area leads from north to south and towards the Code River. This condition indicates that the nitrate concentrations in  the groundwater can be a source of a pollutant for the Code River.
Greenhouse Gas Pollution Based on Energy use and its Mitigation Potential in the City of Surakarta, Indonesia Prabang Setyono; Widhi Himawan; Cynthia Permata Sari; Totok Gunawan; Sigit Heru Murti
Indonesian Journal of Geography Vol 52, No 1 (2020): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.704 KB) | DOI: 10.22146/ijg.48802

Abstract

Considered as a trigger of climate change, greenhouse gas (GHG) is a global environmental issue. The City of Surakarta in Indonesia consists mainly of urban areas with high intensities of anthropogenic fossil energy consumption and, potentially, GHG emission. It is topographically a basin area and most likely prompts a Thermal Inversion, creating a risk of accumulation and entrapment of air pollutants or GHGs at low altitudes. Vegetation has been reported to mitigate the rate of increase in emissions because it acts as a natural carbon sink. This study aimed to mitigate the GHG emissions from energy consumption in Surakarta and formulate recommendations for control. It commenced with calculating the emission factors based on the IPCC formula and determining the key categories using the Level Assessment approach. It also involved computing the vegetation density according to the NDVI values of the interpretation of Sentinel 2A imagery. The estimation results showed that in 2018, the emission loads from the energy consumption in Surakarta reached 1,217,385.05 (tons of CO2e). The key categories of these emissions were electricity consumption, transportation on highways, and the domestic sector, with transportation on highways being the top priority. These loads have exceeded the local carrying capacity because they create an imbalance between emission and natural GHG sequestration by vegetations.
Risiko Pemanfaatan Air Baku POKMAIR Watumalang Melalui Tinjauan Cemaran Koliform Pujiyati Pujiyati; Prabang Setyono; Wiryanto Wiryanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9234

Abstract

Watumalang, Wonosobo, is a district with substantial spring utilization (60.66%). Limited management in quality of water utilization is considered a risk to health, especially from coliform contamination. The purpose of this study is to assess the risk of using raw water of POKMAIR group (spring users), specifically from the coliform aspect. The study was conducted primarily by water sampling and respondent questionnaires. Data analysis was performed descriptively and correlatively. The result shows that 71% of water samples did not meet the requirements as clean water from the coliform aspect. Utilization risk assessment shows that 37.5% of high-risk villages. Further analysis shows that the closest relationship to coliform was the ownership of sanitation facilities (r -0,381).
Konservasi Mangrove Berbasis TRM (Tanam Rawat Monitoring) untuk Menjaga Sumberdaya Laut di Cengkrong, Trenggalek Novia Citra Paringsih; Prabang Setyono; Sunarto Sunarto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6882

Abstract

Hutan Mangrove terletak di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur telah mengalami penurunan spesies diakibatkan perilaku konsumtif masyarakat dalam memanfaatkan mangrove. Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga kesetabilansumberdaya laut khususnya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) pada tiga zonasi, melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar terkait partisipasi dalam konservasi mangrove, dan membuatstrategi konservasi hutan mangrove berbasis Tanam Rawat Monitoring. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, pengambilan data mangrove random sampling dan pengambilan data wawancara kepada masyarakat sekitar purposive sampling. Analisis vegetasi menggunakan Indeks Nilai Penting, analisis partisipasi masyarakat menggunakan Pressure State Response. Hasil penelitian zonasi A didominasi Sonneratia alba (99,84%) kategori pohon, Sonneratia alba (89,03%) kategori anakanpohon, Rhizophora mucronata (80,74%) kategori semai, zonasi B didominasi Sonneratia alba (120,57%) kategori pohon, Sonnratia alba (57,55%) kategori anakan pohon, Sonneratia alba, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata (32,47%)kategori semai, zonasi C didominasi Lumnitzera racemosa (132,40%) kategori pohon, Xylocarpus granatum (113,03%) kategori anakan pohon, Lumnitzera racemosa (60,28%) kategori semai. Pendekatan partisipatif dan kemitraan kepadamasyarakat sekitar melalui Pokmaswas Kejung Samudera berjalan lancar. Kesimpulannya konservasi berbasis Tanam Rawat Monitoringdi kawasan mangrove Cengkrong lebih efektif untuk diterapkan,  konservasi mangrove tersebut diharapkan dapat menjadi role model masyarakat untuk menjaga hutan mangrove dan sumberdaya laut.
PENGARUH PENANGANAN SAMPAH DENGAN SISTEM PENGOMPOSAN TERHADAP BEBAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH Rahmawati Tri Yustikarini; Prabang Setyono; Wiryanto Wiryanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.5134

Abstract

Keterbatasan lahan TPA merupakam masalah penting di Kabupaten Magetan yang harus diselesaikan mengingat semakin sulitnya mendapatkan lahan yang baru. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk maka timbulan sampah yang masuk TPA Milangasri pun semakin bertambah sehingga akan semakin memperpendek umur TPA. Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2016 tentang Pengolahan Sampah Organik dengan Sistem Pengomposan maka apabila bisa diterapkan secara optimal akan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Komposisi sampah Kota Magetan 52,59 % terdiri dari sampah organik yang terbagi ke dalam sampah organik basah 34,73 % dan organik kering 17,86 %. Dengan tingginya jumlah sampah organik maka akan memberi peluang untuk dapat dilakukan pengomposan. Pada penelitian ini saat tidak dilakukan pengomposan maka pada Tahun 2025 volume sampah terkompaksi atau beban landfill sebesar 129.030,57 m3 dan luas lahan TPA yang dibutuhkan sebesar 16.129 m2. Saat dilakukan pengomposan maka beban landfill berkurang menjadi 83.869.87 m3 dan luas lahan TPA yang dibutuhkan adalah 10.484 m2. Dengan demikian pengaruh sistem pengomposan bisa mengurangi beban TPA sehingga lahan yang dibutuhkan lebih sedikit dan dapat membuat umur TPA menjadi lebih lama.
Estimasi Emisi Partikulat (PM10) akibat Ragam Aktivitas Urban di Kota Surakarta Prabang Setyono; Widhi Himawan; Natasha Nancy
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 18, No 3 (2020): November 2020
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.18.3.556-564

Abstract

Pelaksanaan inventarisasi emisi PM10 di Surakarta bertujuan mengetahui nilai emisi tahunan PM10 dan sebaran kontributornya pada aktivitas masyarakat. Metode pengumpulan data dilakukan secara bottom up pada tahun 2014 terhadap tiga sumber utama emisi yaitu : sumber area, sumber titik dan sumber bergerak serta top down pada tahun 2019. Perhitungan emisi menggunakan formula baku emisi dengan faktor emisi berdasarkan EMEP/EEA Corinair. Khusus untuk transportasi pada ruas jalan utama, data bottom up dianalisis menggunakan software Mobilev 3.0. Hasil inventarisasi emisi PM10 menemukan nilai emisi total di Surakarta sebesar 220,20 ton/tahun. Nilai tersebut mayoritas dikontribusikan oleh sumber bergerak senilai 122,25 ton/tahun (55%), diikuti oleh sumber area (39%) dan sumber titik (6%). Nilai tersebut menurun menjadi 182,61 ton/tahun pada inventarisasi berbasis data top down tahun 2019. Transportasi menjadi kontributor utama emisi PM10 di wilayah administratif Surakarta pada inventarisasi tahun 2014 maupun 2019. Penelitian ini menunjukkan nilai penting penggunaan data bottom up untuk menurunkan ketidakpastian pada estimasi sekaligus meningkatkan validitas dan reliabilitas mitigasi. Penggunaan data bottom up menyediakan akses ke sumber emisi penting yang kerap tidak terdokumentasi oleh data sekunder seperti konsumsi bahan bakar kayu dan arang untuk industri dan kuliner jalan raya.ABSTRACTThe aim of this inventory is to estimate annual emission of PM10 and their anthropogenic contribution. This research was divided into two phase, distinguished by data collection method (bottom up method in 2014 and top down in method 2019). The estimation used are based on a basic emission formula from IPCC and an emission factors of EMEP/EEA Corinair, except for transportation emission which analyzed with an assistance of the Mobilev 3.0 software. The emission source was classified into three cluster referred to the IPCC Guideline (2006): area sources, point sources and mobile sources. The total emission calculated was 220,20 tonnes PM10 annually.  This value was contributed by the mobile sources (55%), followed by area sources (39%) and point sources (6%). The emission value reduced to 182,61 tonnes PM10 annually in 2019 with approaches of topdown method. Transportation was the main contributor of PM10 emission either on 2014 or 2019. Result shows an advantage of using a topdown approaches, which is to reduce research uncertainties and to increase on mitigation validity and reliability. Bottom up approach provides an access to a unique emission source which generally unidentified and not documented in secondary data, for example : charcoal and woodwaste consumption and the street food vendors
Sebaran Klorofil a, Nitrat, Fosfat dan Plankton Sebagai Indikator Kesuburan Ekosistem Mangrove Tugurejo Semarang Anik Prihatin; Prabang Setyono; Sunarto Sunarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4706.556 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.68-77

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove merupakan suatu interaksi yang terjadi antara tanaman – tanaman mangrove dengan faktor lingkungan perairan mangrove sehingga dapat menyebabkan terjadinya kesuburan perairan dan sebagai tempat mencari makan alami bagi biota – biota perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran klorofil-a, nitrat dan fosfat serta plankton pada ekosistem mangrove yang berguna untuk kelestarian hidup biota – biota perairan Mangrove. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober – November 2017 di Mangrove Tapak Tugurejo Semarang. Hasil penelitian ini didapatkan kandungan klorofil a rata – rata 0,165 mg/l, kandungan nitrat rata – rata 2,188 mg/l dan kandungan fosfat rata – rata 0,045 mg/l. Kelimpahan fitoplankton ditemukan sebanyak 23 spesies dan zooplankton ditemukan sebanyak 5 spesies. Berdasarkan status indeks trofik perairan Mangrove Tapak Tugurejo Semarang termasuk dalam kategori perairan mesotrofik, yakni unsur hara dan nutrien dalam perairan mangrove kurang tersedia banyak atau sedang dan belum tercemar. Kondisi kesuburan ekosistem mangrove terpantau cukup baik bila dibandingkan dengan kandungan – kandungan unsur hara, klorofil a dan plankton yang melimpah di perairan penelitian, sehingga memungkinkan banyak terdapat kehidupan biota – bioata perairan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kandungan unsur hara (nitrat dan fosfat) dan klorofil a serta plankton diperairan mangrove sangat mempengaruhi kesuburan ekosistem perairan, serta plankton yang mendominasi tempat penelitian ialah dari kelas Baccilariophyceae sebanyak 21 spesies.Kata kunci: Status trofik, Plankton, Ekosistem Mangrove,  Mangrove Tapak Tugurejo Semarang.ABSTRACTMangrove ecosystem is an interaction that occurs between mangrove plants with environmental factors of mangrove waters that can cause the occurrence of water fertility and as a place of natural foraging for aquatic biota. The purpose of this research is to know the distribution of chlorophyll a, nitrate and phosphate and plankton in mangrove ecosystem which is useful for the preservation of biota life of Mangrove waters. This research was conducted in October - November 2017 at Tapak Mangrove Tugurejo Semarang. The results of this study obtained an average chlorophyll-1 content of 0.165 mg / l, an average nitrate content of 2.188 mg / l and an average phosphate content of 0.045 mg / l. Abundance of phytoplankton found as many as 23 species and zooplankton found as many as 5 species. Based on the trophic index status of Mangrove waters Tapak Tugurejo Semarang included in the category of mesotrophic waters, the nutrients and nutrients in the mangrove waters are less available or moderate and not contaminated. The condition of mangrove ecosystem fertility is observed quite well when compared with nutrient content, chlorophyll-a and plankton abundant in research waters, thus allowing many life biota - bioata waters. The conclusion of this research is the content of nutrients (nitrate and phosphate) and chlorophyll a and plankton in mangrove waters greatly affect the fertility of aquatic ecosystems, and the plankton that dominate the research site is from the Baccilariophyceae class of 21 species.Keywords : Trophic Status, Plankton, Mangrove Ecosystem, Mangrove Tapak Tugurejo SemarangCitation: Prihatin, A, Setyono, P dan Sunarto (2018). Sebaran Klorofil-a, Nitrat, Fosfat dan Plankton Sebagai Indikator Kesuburan Ekosistem di Mangrove Tapak Tugurejo Semarang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 68-77, doi:10.14710/jil.16.1.68-77
Diversity and Preference of Habitat Violin Crabs in Mangrove Areas Pancer Cengkrong Trenggalek Regency, East Java Niken Sawitri; Sunarto Sunarto; Prabang Setyono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4676.067 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.1.82-89

Abstract

ABSTRAKMangrove merupakan suatu ekosistem yang khas dan menjadi sumber daya alam yang sangat berperan penting dalam keberlangsungan makhluk hidup. Salah satunya melibatkan faktor lingkungan perairan mangrove yang dapat menyebabkan kesuburan diperairan sehingga banyak ditemukannya biota air yang hidup di kawasan tersebut, salah satunya adalah kepiting biola. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keanekaragaman kepiting biola yang hidup di kawasan mangrove Pancer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2017 di mangrove Pancer Cengkrong Kabupaten Trenggalek, Jawa timur. Dari penelitian ini ditemukan 7 jenis kepiting biola, yaitu Uca rosea, U.annulipes, U.forcipata, U.crassipes, U.vomeris, U.lactea dan U.paradussumieri. Tujuh spesies kepiting biola menempati beberapa tipe habitat yaitu, substart berpasir, substrat berlumpur, berlumpur dan berpasir, sekitar akar mangrove, serta akar mangrove yang berpasir. Indeks keanekaragaman kepiting biola di kawasan mangrove bagian stasiun 1 (3,4) tergolong tinggi, stasiun 2 (1,8), dan stasiun 3 (1,3) tergolong sedang. Kondisi lingkungan yang ada di seluruh stasiun relatif baik untuk kehidupan vegetasi mangrove dan kepiting biola. Kondisi tersebut ialah pH 7-9, suhu 27-31, salinitas 21,6 ppt, oksigen terlarut 5,5-8 mg/L, dan substrat lumpur berpasir. Kesimpulan dari penelitian ini ialah kerapatan vegetasi mangrove sangat berkaitan dengan kelimpahan jenis (kepadatan) kepiting biola serta banyaknya spesies di dalam suatu komunitas akan mempengaruhi keanekaragaman ekosistem yang ada di kawasan mangrove Pancer. Kata kunci : Kepiting biola, mangrove, keanekaragaman, TrenggalekABSTRACTMangroves are a unique ecosystem and become a natural resource that plays an important role in the survival of living things. One of them involves the environmental factors of mangrove waters that can cause fertility in the waters so that many aquatic biota are found in the area, one of which is a violin crab. The purpose of this study was to determine the diversity of violin crabs that live in the Pancer mangrove area. This research was carried out in November to Desember 2017 in the mangrove Pancer Cengkrong Trenggalek Regency, East Java. The results found seven types of violin crabs, namely Uca rosea, U.annulipes, U.forcipata, U.crassipes, U.vomeris, U.lactea and U.paradussumieri. seven species of violin crabs occupy several types of habitats, namely sandy substrates, muddy substrate, muddy and sandy, around mangrove roots, and sandy mangrove roots. Diversity index of violin crabs in the station 1 (3,4) mangrove area classified as high, station 2 (1,8), and station 2 (1,3) classified as medium. The environmental conditions in al stations are relatively good for the life of mangrove vegetation and violin crabs. These conditions are pH 7-9, temperature 27-32, salinity 21.6 ppt, dissolved oxygen 5.5-8 mg/L, and sandy mud substrate. The conclusion of this study is that mangrove vegetation density is closely related to the abundance of species (density) of violin crabs and the number of species in a community will affect the diversity of ecosystems in the Pancer mangrove area.Keywords: Violin Crab, Mangrove, Diversity, Trenggalek
Zonasi, Keanekaragaman, dan Pola Migrasi Ikan di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur Vivin Alfyana Yulia Pratami; Prabang Setyono; Sunarto Sunarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4166.941 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.1.78-85

Abstract

Zonasi, Keanekaragaman dan Pola Migrasi Ikan di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa TimurVivin Alfyana Yulia Pratami1, Prabang Setyono2, Sunarto31Program Studi Biosain, Fakultas Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta, email: vivin.alfyana19@gmail.com2Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta (email: prabangsetyono@gmail.com)3Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta (email: rm.sunarto@yahoo.co.id)  ABSTRAKIkan adalah salah satu biota air yang rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan, sehingga dapat digunakan sebagai indikator lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zonasi, keanekaragaman, serta pola migrasi ikan di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2017 dengan metode purposive sampling pada 3 stasiun pengamatan. Pengukuran faktor fisika kimia air meliputi suhu, pH, DO, BOD, CO2, kekeruhan, kecerahan, serta padatan terlarut (TDS). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu di Sungai Keyang terdapat 6 famili dan 11 spesies ikan. Famili tersebut adalah Poecilidae, Cyprinidae, Balitoridae, Sisoridae, Anantidae, serta Channidae. Spesies yang ditemukan yaitu Poecilia reticulata, Rasbora argyrotaenia, Rasbora dusonensis, Rasbora paviana, Rasbora tornieri, Puntius amphibious, Poropontius tawarensis, Nemacheilus fasciatus, Glyptothorax platypogon, Anabas testudineus, dan Channa striata. Spesies yang memiliki nilai kepadatan tertinggi yaitu P. reticulata sebanyak 39 individu dan R. dusonensis sebanyak 27 individu pada stasiun 2 dan 17 individu pada stasiun 3. Indeks keanekaragaman ikan pada semua stasiun termasuk dalam kategori sedang yaitu secara berturut-turut 1,57; 1,80; dan 1,45. Indeks kemerataan ikan di semua stasiun termasuk dalam kategori tinggi yaitu 1,64; 1,73; dan 1,87, sedangkan indeks dominansi ikan termasuk dalam kategori rendah yaitu secara bertutut-turut 0,28; 0,23; dan 0,28. Simpulan dari penelitian ini adalah zonasi persebaran ikan di Sungai Keyang didominasi oleh genus Poecillia dan Rasbora, keanekaragaman ikan termasuk dalam kategori sedang, serta pola migrasi masing-masing spesies ikan berbeda yaitu ada yang selalu di tepi dan ada yang menyebar baik untuk tujuan reproduksi atau mencari makan.Kata kunci: keanekaragaman ikan, pola migrasi ikan, Sungai Keyang, zonasiABSTRACTFish is one of the water organism that susceptible to change of environmental condition, so it is can be used as bioindicator of environmental pollution. This research is purposed to determine the spread zonation, diversity, and migration structure of fish in Keyang River, Ponorogo Regency. Sample was conducted in October-November 2017with purposive sampling method in 3 observation stations. The results of this research were 6 families and 11 species. The families are Poecilidae, Cyprinidae, Balitoridae, Sisoridae, Anantidae, and Channidae. The species were found Poecilia reticulata, Rasbora argyrotaenia, Rasbora dusonensis, Rasbora paviana, Rasbora tornieri, Puntius amphibious, Poropontius tawarensis, Nemacheilus fasciatus, Glyptothorax platypogon, Anabas testudineus, and Channa striata. The highest density species are P. reticulata with 39 individual and R.dusonensis with 27 individual at station 2 and 17 individual at station 3. The diversity index of fish in all observation stations was included in medium category (1,57; 1,80; and 1,45). The similarity index (Evennes index) in all stations was included in high category (1,64; 1,73; and 1,87). The Simpson’s index in all stations was included in low category (0,28; 0,23; and 0,28). The conclusions of this research are Poecillia and Rasbora was dominated the fish spread zonation, diversity of gastropods in Keyang River included in medium category, and each spesies had different migration structure, that are at the side or spead of the river with the purpose for reproduction or looking for food.Keywords:  fish biodiversity, fish migration structure, Keyang River, zoningCitation: Pratami, V. A. Yulia., Setyono, P dan Sunarto. (2018). Zonasi, Keanekaragaman Dan Pola Migrasi Ikan Di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan. 16(1), 78-85, doi:10.14710/jil.16.1.78-85
Co-Authors -, Sumardiyono Abdul Jabbar, Sa'ad Abdul Matin, Hashfi Hawali Achmad Zaky, Fadhil Adiningsih, Aulia Rahmatya Afid Nurkholis Agung Hidayat Agus Suprapto Agustina, Aulia Tsalatsa Ahmad Mughofar Ahsani Taqwim, Muhammad Hanif Al-Dzahabi, Muhammad Adib Alim Andini Razes, Widita Ally, Haydar Ameilia Ayu Safitri Anggreini Beta Citra Dewi Anggun Deristani Anik Prihatin Aprilia, Riska Fenoria Ari Diana Susanti Ari Diana Susanti, Ari Diana Ari Probandari Ari Probandari Ari Probandari Arief Budiman Arlindo Fernando Macie Bregas Siswahjono Tatag Sambodo BRM Suryo Triono Budiyono Budiyono Candraningtyas, Callista Fabiola Chafid Fandeli Cynthia Permata Sari Cynthia Permata Sari Dahlan, Irvan Destama Einstean Shodiq Diananto Prihandoko Dilyan Sasaqi Dzihni, Asfi Emy Shofiah Setyowati Erna A Rakhmawati Evi Gravitiani Evianovita, Dwi Intan Nur Fathoni Firmansyah Fawnia Hanifah Febriansyah, Muhamad Iqbal Glora Ramadhani Hafizh Asfari Hariyanti, Kristiana Hartono Hartono Hartono Hartono Hashfi Hawali Abdul Matin Hashfi Hawali Abdul Matin Hashfi Hawali Abdul Matin, Hashfi Havyarimana, Clestin Himawan Himawan Himawan, Widhi I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani I Gusti Putu Diva Awatara Iwan Suryadi Jatijagad, Shifaq Jahar Jatmiko Wahyudi Jilan Ashila Joko Waluyo Joko Waluyo Kencanawardhani, Larasati Gumilang Komariah K Kurniaaji, Bayu Lathifa Putri Wiedhya Syahrani Lia Kusumangrum Lia Kusumaningrum Lia Kusumaningrum Lia Kusumaningrum, Lia Luh Putu Ratna Sundari Luthfia Mardiyono Mardiyono Margono Margono Margono Margono Maria Theresia Sri Budiastuti Maridi M Matin, Hashfi Hawali Abdul Mochamad Erwantyo Nugroho Mochamad Syamsiro Mohammad Masykuri Mohammad Masykuri MTh. Sri Budiastuti Mufadilah, A’la Muhammad Amin Sunarhadi Muhammad Nashir Muhammad Ridwan Muryanto Muryanto Muzazzinah, Muzazzinah Muzzazinah Nancy, Natasha Natasha Nancy nFN Sunarto Niken Sawitri Novia Citra Paringsih Nurisa Fajri Wijayanti Okid Parama Astirin Pambudi, Siwi Harning Pandu Haryo Wibowo Paringsih, Novia Citra Paringsih, Novia Citra Paryanto Paryanto Pranolo, Sunu Herwi PRANOTO Pratiwi, Vania Maharani Rizky PUGUH KARYANTO Pujiyati Pujiyati Pujiyati, Pujiyati Purwaka A.N, Muhammad R. Muhammad Amin Sunarhadi Rachmi, I Gusti Ayu Ketut Rahayu, Putu Elsa Purnama Rahmadhani, Sakina Enova Rahmandani, Suci Wahyu Rahmawati Tri Yustikarini Ratih Andhika Akbar Rahma Roni Ardyantoro Rukmita, Citha Setia S N, Ilhamnul Zain Saeful Hidayat Safiera, Refiana Nafis Sajidan Sajidan - Sajidan Sajidan Sajidan Sapta Suhardono Sapta Suhardono Sapta Suhardono Sembodo, Bregas Siswahjono Tatag Semuel Jeujanan Sentot Budi Rahardjo Setiawan, Donny Jati Shodiq, Destama Einstean Sigit Heru Murti Sirojd, Milati Jaisyul’usrah Siti Khoiriyah Siti Rachmawati SITI RACHMAWATI Siti Rahmawati Siti Rahmawati Siwi Harning Pambudi Siwi Harning Pambudi Sri Budiastuti Sri Budiastuti Sri Dwiastuti Suhardono, Sapta Sumardiyono Sumardiyono Sunarhadi, M. Amin Sunarto S Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto, nFN Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Suparno S Susanti, Nani Irma Sutanto, Gatot Tathma, Fathia Rizka Thalita Aldila Pramitasari Totok Gunawan Totok Gunawan Tri Widianto Ula, Azizatul Ulhaq Fil'ardiani, Nida Vivin Alfyana Yulia Pratami Wicaksono, Rahadyan Febby Kristian Widhi Himawan Widhi Himawan Widianto, Tri Widyatmani Sih Dewi Wijayanti, Sovia Wiryanto Wiryanto Wiryanto Wiryanto Wiryanto Wiryanto Wiryanto Wiryanto Yamtinah*, Sri Yamtinah, Sri Yoyon Wahyono Yudianto, Tri Yulia Lanti R.D. Yustikarini, Rahmawati Yustikarini, Rahmawati Tri Zabilla Tomy Sanjaya Zabilla Tomy Sanjaya