Articles
Mekanisme Pengumpulan Data Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu
Ayang Armelita Rosalia;
Luthfi Anzhani;
La Ode Alam Minsaris;
Denta Tirtana;
Lukman Lukman;
Abdul Malik;
Cakra Rahardjo
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36355/bsl.v4i1.135
Pendataan hasil tangkapan merupakan salah satu aktivitas untuk mengetahui jumlah dan jenis ikan hasil tangkapan dari suatu kapal perikanan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang realistik terkait hasil tangkapan yang didaratkan sehingga data yang didapatkan dapat digunakan oleh Pelabuhan Perikanan sebagai pembanding logbook yang diserahkan oleh pihak kapal, sehingga didapatkan data produktivitas yang akurat. Optimalisasi kinerja petugas pendataan akan meningkatkan efektivitas, struktur dan tugas organisasi pelaksana pendataan. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini akan menganalisis bagaimana kinerja sistem pendataan hasil tangkapan ikan yang didaratkan di PPN Karangantu dan merekomendasikan saran tindakan perbaikan sistem pendataan hasil tangkapan ikan di PPN Karangantu. Hasil penelitian yang didapatkan adalah pada tahap analisis sudah dilakukan wawancara dengan nelayan, enumerator dan syahbandar PPN Karangantu. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digunakan di PPN Karangantu adalah sudah sesuai dengan SOP yang berlaku secara nasional yaitu Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Direktorat Pelabuhan Perikanan, dengan pengadopsian dan modifikasi SOP sehingga terjadi penyesuaian SOP yang diberlakukan di PPN Karangantu. Ditemukan beberapa kekurangan pada sistem pendataan yang sudah diterapkan di PPN Karangantu beberapa di antaranya yaitu terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendata ke lokasi-lokasi pendataan hasil tangkapan yang didaratkan di luar Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Potensi atau saran untuk efisiensi pendataan hasil tangkap di PPN Karangantu adalah adanya aplikasi yang dapat mengidentifikasi jenis ikan untuk entry pendataan yang diikuti hasil penimbangan berkaitan dengan efisiensi waktu sehingga dapat mengurangi delay.
Analisis Perikanan Kembung di Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing Menggunakan Model Walter-Hilborn
Rosalia, Ayang Armelita;
Minsaris, La Ode Alam;
Tirtana, Denta;
Ahmad, Kiffah Kayyisah;
Afiyah, Novia Nurul
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 4 No 1 (2024): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jikan.v4i1.1608
Pelabuhan Perikanan Pantai atau PPP Lempasing yang berada di Kecamatan Telukbetung Timur merupakan kecamatan di Bandar Lampung yang memiliki 6 pantai, dimana sebagian warga berprofesi menjadi nelayan. Salah satu kegiatan yang berlangsung di pelabuhan perikanan tentunya tidak lepas dari pengelolaan hasil tangkapan. Salah satu komoditas unggulan di PPP Lempasing adalah ikan kembung (Rastrelliger spp). Alat bantu yang digunakan dalam menangkap ikan kembung adalah mini purse seine yang dioperasikan menggunakan cahaya, bagan perahu, gill net dan payang atau jaring insang. Namun terjadi penurunan hasil tangkapan yang dialami oleh nelayan pada ikan kembung. Hasil penelitian menggunakan model analisis Walter-Hilborn menunjukan persentase penangkapan perikanan kembung telah mencapai 191% yang dikategorikan sebagai over-exploited dimana diperlukan upaya pelestarian terhadap komoditas kembung.
ANALISIS DISTRIBUSI DAN PREDIKSI HASIL TANGKAPAN JARING ARAD MENGGUNAKAN ALGORITMA BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK
Wilujeung, Alya Dina;
Arifin, Willdan Aprizal;
Rosalia, Ayang Armelita
SemanTIK : Teknik Informasi Vol 8, No 2 (2022):
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55679/semantik.v8i2.28419
Produksi ikan di Muara Gading Mas menurun dengan adanya larangan penggunaan alat penangkapan ikan Pukat Hela (Trawls). Akan tetapi saat ini produksi ikan menunjukkan peningkatan seiring perkembangan alat tangkap modifikasi dari trawl yaitu jaring arad. Namun, informasi mengenai pola distribusi hasil tangkapan mulai dari ikan didaratkan di TPI sampai ke konsumen belum tersedia, selain itu belum pernah dilakukannya prediksi hasil tangkapan guna mendukung pasokan distribusi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pola distribusi hasil tangkapan jaring arad dan menguji metode prediksi hasil tangkapan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pelaksanaan pada bulan November 2021 hingga Maret 2022. Guna mengetahui pola distribusi analisis yang diterapkan adalah Supply Chain sedangkan metode pengujian menggunakan analisis Conjugate Gradient pada Back Propagation Neural Network dalam memperoleh nilai terbaik. Didapatkan hasil dari analisis supply chain bahwa TPI Muara Gading Mas sudah mampu menyediakan pasokan untuk daerah sekitarnya sebesar 94% namun untuk tujuan luar kota sebesar 6%. Berdasarkan hasil pengujian BPNN, learning rate dengan 0.1, toleransi error 0.01 dan epoch 50 telah memperoleh akurasi terbaik dengan nilai mean square error (MSE) sebesar 1.2446 x 10-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma BPNN dapat diterapkan untuk metode prediksi alternatif.Kata kunci; Arad, Distribusi, Ikan, TPI Muara Gading Mas, Prediksi
PEMETAAN DISTRIBUSI PEMASARAN HASIL TANGKAPAN IKAN PPN KARANGANTU (STUDI KASUS KAPAL BAGAN PERAHU)
Ardiana;
Ayang Armelita Rosalia;
La Ode Alam Minsaris
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 15 No 1 (2024): Maret
Publisher : UNIVERSITAS STEKOM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51903/jtikp.v15i1.790
The Karangantu Archipelagic Fisheries Port, commonly referred to as PPN Karangantu, provides a venue for business activities in the field of fisheries. These business activities are carried out by the fishermen of the Boat Lift Net. The Boat Lift Net captures small pelagic fish, and the catch is distributed by the fishermen of the Boat Lift Net at PPN Karangantu to fish traders outside the Karangantu location. This expands the distribution of the marketing of the catch from PPN Karangantu, as it is not only marketed at the Karangantu Fish Auction (TPI Karangantu). Therefore, the objective of this research is to illustrate the map of the distribution locations of the marketing of the catch from the Boat Lift Net landed at PPN Karangantu. Subsequently, it aims to identify the distribution channels for the marketing of the catch from Boat Lift Net at PPN Karangantu. To achieve these objectives, this research uses a qualitative descriptive approach and Geographic Information System (GIS) with remote sensing methods. As a result, it is found that PPN Karangantu has 4 distribution channels and there are 11 distribution locations for the marketing of the catch from the Boat Lift Net
PEMETAAN KAPAL TERBENGKALAI BERBASIS WEB DI WILAYAH OPERASIONAL PERAIRAN PPN KARANGANTU
Virgianisa, Tania;
Rosalia, Ayang Armelita;
Arifin , Willdan Aprizal
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 15 No 1 (2024): Maret
Publisher : UNIVERSITAS STEKOM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51903/jtikp.v15i1.796
The current condition of the Karangantu Archipelago Fisheries Port (PPN) is still considered unfavorable because the operational area of the port waters looks dirty and shabby. There are many ships that are no longer used in the Karangantu PPN operational area. Based on the results of interviews with PPN Karangantu officers, there are several things that cause ships to be abandoned in the operational area of PPN Karangantu waters, including the age of the ship, costs or capital, and human resources. Abandoned ships that are not immediately handled will result in obstacles to the flow of water traffic at the port and create a risk of collision for other ships passing by. Therefore, web-based mapping of abandoned ships (WebGIS) is needed in the operational area of PPN Karangantu waters. It is hoped that the results of this abandoned ship mapping can be used by the port to report abandoned ships to the center so that they can immediately take action to transport the abandoned ships. With the existence of WebGIS mapping abandoned ships, the port does not need to go directly to the field to find the location of abandoned ships because the information can be accessed via the web that has been created. Data collection on coordinate points was carried out by field survey and tagging using the GPS Map Camera application. The research results show that there are 74 abandoned ships in the Karangantu PPN operational area.
PEMODELAN TRANSPORT SEDIMEN DI MUARA SUNGAI PANGULURAN, MALANG DENGAN MODEL NUMERIK
Mariyori, Stefany;
Rosalia, Ayang Armelita;
Widianto, Kukuh
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 15 No 1 (2024): Maret
Publisher : UNIVERSITAS STEKOM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51903/jtikp.v15i1.806
Transportasi sedimen laut adalah proses pergerakan sedimen di laut yang terjadi karena adanya gaya-gaya yang bekerja pada sedimen tersebut. Sedimen laut dapat berupa pasir, dan batuan kecil yang terbawa oleh arus laut, gelombang, dan angin. Muara Bajulmati atau muara Sungai Panguluran memiliki sedimentasi yang halus dan di dominasi oleh pasir. Pada kondisi musim barat rendah total load sedimen dari arah vertikal memiliki besaran hingga, 0.00112m^3/s/m. Hal tersebut memuat bagian muara mengalami erosi dan sedimentasi. Pemodelan ini bertujuan untuk mengetahui pola sedimen serta melihat pengaruh sedimen terhadap Pantai serta muara. Pemodelan ini menggunkan software MIKE21 dengan modul Hidrodinamik serta Sand Transport
E-Monitoring Instalasi Pengolahan Air Limbah Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Menggunakan Metode Agile Scrum
Fahriza, Salsabila Putri;
Arifin, Willdan Aprizal;
Rosalia, Ayang Armelita
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 11 No 3: Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25126/jtiik.938099
Aktivitas industri perikanan di PPN Kejawanan menghasilkan limbah cair, sehingga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Proses monitoring kualitas air IPAL PPN Kejawanan masih menggunakan sistem manual. Agile Scrum diterapkan dalam penelitian ini karena alasan waktu pengerjaan yang memerlukan sistem yang cepat dalam pengembangan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan merancang suatu e-monitoring untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PPN Kejawanan untuk monitoring hasil uji IPAL PPN Kejawanan Cirebon. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem yaitu menggunakan metode Agile dengan kerangka kerja Scrum serta menggunakan pengujian sistem functional suitability dan usability yang mengacu ISO 25010. Hasil dari penelitian ini yaitu aplikasi e-monitoring dapat digunakan untuk proses monitoring IPAL dengan proses pengerjaan proyek berlangsung selama 4 minggu dengan total durasi yaitu 280 jam yang dibagi menjadi 4 sprint. Berdasarkan aspek functional suitability, sistem yang dibuat memiliki fitur yang berfungsi 100% yang artinya sistem dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan aspek usability, sistem ini mendapat 90,67% dari hasil kuesioner. Berdasarkan hasil pengujian menyatakan bahwa e-monitoring sangat layak untuk digunakan dalam proses monitoring IPAL PPN Kejawanan Cirebon serta selanjutnya diharapkan dapat mengintegrasikan website dengan alat yang dapat membantu untuk mendapatkan data secara real time. Abstract The activities of the fishing industry in Kejawanan VAT produce liquid waste, which can cause environmental problems if not treated properly. The process of monitoring the water quality of PPN Kejawanan WWTP still uses a manual system. Agile Scrum is applied in this research due to the reason that the processing time requires a fast system development. Therefore, this research will design an e-monitoring for the Kejawanan PPN Wastewater Treatment Plant (WWTP) to monitor the test results of the Cirebon PPN Kejawanan WWTP. The method used in system development is using the Agile method with the Scrum framework and using functional suitability and usability system testing that refers to ISO 25010. The results of this study are that the e-monitoring application can be used for the WWTP monitoring process with the project work process lasting 4 weeks with a total duration of 280 hours divided into 4 sprints. Based on the functional suitability aspect, the system created has 100% working features which means the system can run well. Based on the usability aspect, this system gets 90.67% of the questionnaire results, which means that users state that this e-monitoring system is very feasible to use. Future researchers are expected to integrate websites and tools that can help to get data in real time.
Analisis Studi Produktivitas Alat Tangkap Pancing di PPP Blanakan Subang
Afiyah, Novia Nurul;
Fitri, Amraini;
Rosalia, Ayang Armelita;
Ar-ridhaty Akita, Erliantina;
Winanda, Treza Desri
MIYANG Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Miyang Edisi November 2024
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55719/j.miy.v4i2.1508
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas alat tangkap pancing di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Blanakan Subang. Produktivitas dinilai berdasarkan hasil tangkapan per unit alat tangkap dalam satuan ton per gross tonnage (GT) per tahun. Penelitian dilakukan selama periode Januari 2016 hingga Januari 2017 dengan metode pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari laporan hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas alat tangkap pancing mencapai rata-rata 2,87 ton/GT/tahun. Faktor-faktor seperti musim paceklik, subsidi bahan bakar, dan kondisi perairan turut mempengaruhi produktivitas penangkapan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya inovasi dan pengelolaan sumber daya perikanan yang efisien untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan tangkap khususnya di PPP Blanakan.
Strategi Kebijakan Pengelolaan Ekosistem Lahan Basah Secara Berkelanjutan di Pesisir Jakarta : Kebijakan Ekonomi Kelautan Berbasis Spasial
Kusumastanto, Tridoyo;
Sapanli, Kastana;
Ambarwulan, Wiwin;
Akbar, Harun Idham Akbar;
Rosalia, Ayang Armelita
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 3 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/agro-maritim.0603.936-939
Pembangunan pesisir yang lestari ditandai dengan pengelolaan ekosistem lahan basah yang optimal. Namun, masalah yang saat ini terjadi di pesisir Daerah Khusus Jakarta (DKJ) adalah: (1) beralihnya pemanfaatan dan tutupan ekosistem lahan basah menjadi pemukiman dan lokasi industri/perdagangan, (2) frekuensi kejadian bencana pesisir yang terus menerus melanda, serta (3) alokasi anggaran untuk pelestarian ekosistem lahan basah DKI Jakarta cenderung belum seimbang dengan kebutuhannya. Diperlukan suatu pendekatan konsep ekonomi spasial sebagai strategi pengambilan kebijakan yang baik untuk mencapai pembangunan pesisir DKJ yang lestari. Konsep ini memainkan peran penting melalui: (1) analisis optimalisasi alokasi pemanfaatan wilayah ekosistem lahan basah melalui valuasi ekonomi, (2) dukungan data dan informasi yang berbasis bukti, serta (3) mendorong partisipasi masyarakat setempat dalam upaya pelestarian ekosistem lahan basah. Pemanfaatan konsep ekonomi spasial dapat mendorong perumusan kebijakan yang lebih efektif, alokasi anggaran yang tepat sasaran, serta mendukung perencanaan tata ruang pesisir DKJ yang lestari.
ANALISIS DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN TENGGIRI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT AQUA MODIS DI WPPNRI 711
Fadillah, Annisa Nur;
Vian Husaine, Nur Annisa;
Nafisah, Khansa Farah;
Apriyani, Linda;
Hanifah, Nadila;
Rosalia, Ayang Armelita;
Afni, Dinda Nur
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 8, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36355/semahjpsp.v8i2.1651
Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 711 (WPPNRI 711) dikenal sebagai kawasan perairan yang kaya akan sumber daya perikanan, termasuk ikan tenggiri (Scomberomorus commerson), yang merupakan salah satu komoditas pelagis besar bernilai ekonomi tinggi. Namun, penentuan lokasi penangkapan ikan seringkali menghadapi tantangan karena nelayan masih mengandalkan metode tradisional yang kurang efektif menghadapi perubahan dinamis kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi area potensial untuk penangkapan ikan tenggiri berdasarkan analisis parameter oseanografi menggunakan data Suhu Permukaan Laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a yang diperoleh dari citra satelit MODIS. Data ini diolah menggunakan perangkat lunak SeaDAS dan ArcGIS Pro. Analisis menunjukkan bahwa selama musim barat, suhu permukaan laut berkisar antara 27°C hingga 32°C, sementara konsentrasi klorofil-a berada pada rentang 0,1 hingga 5 mg/m³, yang sesuai dengan habitat optimal ikan tenggiri. Fenomena upwelling pada musim barat meningkatkan konsentrasi nutrien di permukaan laut, mendukung pertumbuhan fitoplankton sebagai sumber makanan utama ikan pelagis. Hasil analisis gabungan SPL dan klorofil-a mengidentifikasi area dengan kondisi oseanografi yang mendukung habitat ikan tenggiri, terutama di wilayah pesisir selatan perairan Bangka Belitung. Studi ini memberikan rekomendasi berbasis data untuk pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.