Claim Missing Document
Check
Articles

LATIHAN TIDAK TERATUR DANKERUSAKAN JARINGAN Widiyanto dan Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3495.079 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4764

Abstract

Prinsip latihan yang teratur dengan cara memberikantekanan fisik secara teratur, sistematik, berkesinambungansedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan kemampuan fisikdi dalam melakukan aktivitas. Latihan yang tidak teraturmerupakan latihan fisik yang dilakukan dengan frekuensi yang tidakteratur. Latihan yang tidak teratur ini tidak mempunyai programlatihan yang tepat dan juga tidak mempunyai dosis latihan yangtepat. Latihan yang dilakukan dengan frekuensi yang tidak teraturakan menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan. ' -Kerusakan jaringan adalah suatu kondisi dalam tubuh yangmenyebabkan terjadinya gangguan fungsi dari suatu jaringan salahsatu hal yang memicu terjadinya kerusakan jaringan adalahterjadinya ketidakseimbangan antara produksi oksidan dan amioksidan {stress oksidatif). Salah satu teori yang dapat digunakanuntuk menjelaskan tentang terjadinya kerusakan jaringan akibatlatihan adalah teori tentang radikal bebas.Indikator paling baik yang digunakan sebagai tandakerusakan jaringan adalah keratin kinase, karena mempunyai dayasensitivitas yang tinggi terhadap terjadinya kerusakan jaringan. ;..Kata kunci: latihan, kerusakan jaringan, radikal bebas.
The relation between confidence level towards archery ability at 50 meters distance on archery atheletes Betrix Teofa Perkasa Wibafiet Billy Yachsie; Yudik Prasetyo; I Putu Agus Dharma Hita
MEDIKORA Vol 20, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i1.35916

Abstract

Self-confidence is very important needed for archery athletes who aim study aims to determine relationship between level of self-confidence and the 50 meter distance archery ability of archery athletes. Instrument used was an athlete confidence questionnaire with 20 questions and an ability test archery with a distance of 50 meters. Normality test using the technique Kolmogorov Smirnov results obtained were sig 0,167 (self-confidence) and sig 0,200 (archery distance 50m) p0.05, it can be concluded that the data are normally distributed. Homogeneity test using the Levene's Test of Equality technique obtained a sig value of 0.133 (p0.05), so it can be concluded that the data is homogeneous. Based on the results of the test self-confidence using a questionnaire, it was found that there were 4 athletes (33.3%) whose level of confidence was in the very high category, 2 athletes (16.7%) were in the high category, 3 athletes (25%) were in the moderate category and 3 athletes (25%) in the low category. Then proceed with data analysis techniques using simple linear regression techniques. The results of this study indicate that there is a significant relationship between the level of self-confidence on the ability athlete's archery at a distance of 50 meters with the sig 0.000 (p0.05), which means archery requires good confidence. HUBUNGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KEMAMPUAN MEMANAH JARAK 50 METER PADA ATLET PANAHAN  AbstrakKepercayaan diri sangat penting dibutuhkan untuk atlet panahan yang bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepercayaan diri terhadap kemampuan memanah jarak 50 meter pada atlet panahan. Jenis penelitian ini korelasi. Sampel ditentukan dengan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 12 atlet panahan di Kabupaten Banyumas yang masih berstatus Sekolah Menengah Atas (SMA). Instrumen yang digunakan adalah angket kepercayaan diri atlet dengan pertanyaan sebanyak 20 butir soal dan test kemampuan memanah dengan jarak 50 meter. Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan teknik Kolmogorov Smirnov didapatkan hasil sig 0.167 (kepercayaan diri) dan sig 0.200 (memanah jarak 50m) p 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menggunakan teknik Levene's Test of Equality didapatkan nilai sig 0.133 (p0.05) maka dapat disimpulkan bahwa data bersifat homogen. Berdasarkan hasil dari tes kepercayaan diri mengunakan kuisoner didapatkan hasil bahwa terdapat 4 atlet (33,3%) yang tingkat kepercayaan dirinya dalam kategori sangat tinggi, 2 atlet (16,7%) dalam kategori tinggi, 3 atlet (25%) dalam kategori sedang, dan 3 atlet (25%) dalam kategori rendah. Kemudian dilanjutkan dengan teknik analisis data menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepercayaan diri terhadap kemampuan memanah atlet pada jarak 50meter dengan hasil sig 0.000 (p0.05), yang berarti memanah membutuhkan kepercayaan diri yang baik.
PENGARUH KOMBINASI LATIHAN BEBAN-PROPIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION TERHADAP KEBUGARAN JASMANI IBU RUMAH TANGGA DUSUN BANJARAN, DESA TEMPUREJO KECAMATAN TEMPURAN, KABUPATEN MAGELANG Ahmad Ridwan , Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.955 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10074

Abstract

AbstrakPengetahuan mengenai olahraga yang masih kurang menyebabkan seseorang yang tinggal di daerah pedesaan khususnya ibu rumah tangga hanya melakukan jalan kaki pada waktu luangnya, padahal banyak sekali variasi olahraga yang dapat dilakukan, seperti: kombinasi latihan beban-PNF dengan takaran yang tepat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan beban-PNF terhadap kebugaran jasmani ibu rumah tangga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan instrument berupa tes pengukuran. Subjek penelitian yang digunakan adalah ibu rumah tangga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang yang berjumlah 16 orang. Teknik analisis data menggunakan uji t (paired sample t test) pada taraf signifikasi 0,05.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai-nilai thitung yaitu pada hasil kebugaran jasmani nilai t hitung (6.345) t tabel (2.131). Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa ada pengaruh yang signifikan kombinasi latihan beban-PNF terhadap kebugaran jasmani ibu rumah tangga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.Kata kunci : kombinasi latihan beban- PNF, kebugaran jasmani, ibu rumah tangga
Olahraga Bagi Wanita Hamil Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. IV,No. 1, April 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4708

Abstract

-
Building immunity and investing value of Pancasila through archery Covid-19 in pandemic time Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol 19, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v19i2.35122

Abstract

Increasingly sophisticated technology, such as the emergence of online games, will have a negative impact on children in their active awareness. This study aims to determine the immunity and inculcation of Pancasila values through archery. This research is a mixed-method with a combination of quantitative and qualitative approaches. The population used was all children who took part in archery training in the West Sleman region, with a total sample of 50 people. Immunity data collection techniques using questionnaires, and Pancasila values using observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that archery was practiced by children 3 times per week on a regular basis, while still meeting health protocols, the basic archery techniques used, archery distances of 15 m, 20 m, and 25 m on the immune response of 48 children ( 96%) is in a good category, 2 children (4%) are in enough category, while providing an understanding of the values of Pancasila when archery is carried out provides strengthening and perceived benefits such as (1) the awareness of the child praying before starting archery practice, (2) help each other when there is a missing arrow, and the archery remains in the shooting line, (3) work hand in hand and have a strong spirit of unity, (4) convey opinions to the Coach or Referee according to the regulations, (5) take turns equitably in archery according to the time provided. Based on the results of this study, it can be interpreted that archery can build immunity and provide an understanding of the values of Pancasila so that it is not only physical but also the noble values of Pancasila contained in it. Membangun imunitas dan menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui olahraga panahan di masa pandemi Covid-19 AbstrakTeknologi yang semakin canggih seperti banyak munculnya game online, akan memberikan dampak negatif bagi anak-anak dalam kesadaran aktif bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui imunitas dan penanaman nilai-nilai Pancasila melalui olahraga panahan. Penelitian ini merupakan penelitian campuran (mixed methods) dengan perpaduan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Populasi yang digunakan adalah semua anak-anak yang ikut latihan panahan di Wilayah Sleman Barat, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan data imunitas dengan angket, dan nilai-nilai Pancasila menggunakan observasi, wawancara yang mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa olahraga panahan yang dilakukan oleh anak-anak sebanyak 3 kali per minggu secara teratur, dengan tetap memenuhi protokol kesehatan, teknik dasar panahan yang digunakan, jarak memanah 15 m, 20 m, dan 25 m pada respon imun sejumlah 48 anak (96%) dalam kategori baik, 2 anak (4%) kategori cukup, sedangkan pemberian pemahaman nilai-nilai Pancasila pada saat olahraga panahan dilakukan memberikan penguatan dan manfaat yang dirasakan seperti: (1) kesadaran anak berdoa sebelum mulai latihan panahan, (2) saling membantu saat ada anak panah yang hilang, dan memanah tetap berada di shooting line, (3) saling bahu-membahu dan memiliki jiwa persatuan yang kuat, (4) menyampaikan pendapat kepada Pelatih atau Wasit sesuai peraturan, (5) bergantian secara adil dalam memanah sesuai waktu yang disediakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diartikan bahwa olahraga panahan dapat membangun imunitas dan memberikan pemahaman pada nilai-nilai Pancasila, sehingga tidak hanya fisik saja yang diperoleh tetapi juga nilai-nilai luhur Pancasila yang terkandung di dalamnya.
PENGARUH CIRCUIT BODYWEIGHT TRAINING TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG-PARU DAN PERSENTASE LEMAK Ali Abdul Hakim; Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol 17, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.718 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i1.23495

Abstract

Sebagian besar warga Blok Pathuk Ngampilan Yogyakarta memiliki tingkat kebugaran yang kurang baik dan lemak berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh circuit bodyweight training terhadap daya tahan jantung-paru dan persentase lemak warga Blok Pathuk Ngampilan Yogyakarta.Penelitian ini merupakan pre-experimental design dengan one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Blok Pathuk Ngampilan Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak enam orang. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan yaitu tes rockport, timbangan, omron body fat monitor. Analisis data penelitian menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan variabel antara pretest dan posttest pada eksperimen.Hasil penelitian ini menunjukkan uji-t data daya tahan jantung-paru diperoleh nilai Sig 0,771 0,05, maka tidak ada peningkatan yang signifikan. Hasil uji-t data persentase lemak diperoleh nilai sig 0,036 0,05, maka terdapat penurunan lemak yang signifikan.
OLAHRAGA GATEBALL BAGI USIA LANJUT Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. VIII No. 2 April 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.055 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4653

Abstract

Program pembinaan usia lanjut dapat melalui olahraga, salah satunya denganmelakukan olahraga gateball. Gateball adalah jenis olahraga dengan menggunakantongkat pemukul bola (stick), dan dimainkan oleh 2 (dua) tim saling berhadapan.Peranan gateball saat ini semakin besar, negara dengan populasi lanjut usia sudahmenjadi problem nyata, tetapi gateball dapat menjadi sumber kebahagian seumur hidupuntuk orang usia lanjut.Usia lanjut adalah mereka yang berusia 55 tahun ke atas. Keberhasilan mencapaikebugaran usia lanjut ditentukan oleh takaran latihan yaitu FIT (Frekuensi, Intensitas,dan Time). Olahraga gateball yang dilakukan oleh usia lanjut dilakukan 3 kali perminggu, intensitas antara 60-75% detak jantung maksimal, dan waktu yang diperlukandalam satu game 30 menit. Olah raga gateball termasuk olahraga yang sederhana,namun bermanfaat luar biasa. Dengan melakukan olahraga gateball dapat bermanfaatmelatih daya tahan otot lengan, daya tahan otot kaki, koordinasi, serta daya tahanaerobik (daya tahan paru jantung). Kata kunci: gateball, usia lanjut
Olahraga Bagi Orang yang Sibuk Di Kantor Yudik Prasetyo
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVI Nomor 2, Mei 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.479 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v16i4.3516

Abstract

Pada era globalisasi ini, orang semakin disibukan dengan berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bekerja merupakan kebutuhan dan tuntutan yang harus dijalankan. Banyak orang yang bekerja dengan giat agar memperoleh penghasilan yang luar biasa, namun mereka lupa akan kesehatan. Tidak ada waktu untuk berolahraga adalah salah satu permasalahan yang banyak dihadapi para pekerja kantoran pada umumnya.Para pekerja kantor selalu pergi di pagi hari, dan pulang di malam hari akhirnya derajat kesehatan semakin menurun.
LATIHAN BEBAN BAGI PENDERITAOSTEOPOROSIS - Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4771

Abstract

Osteoporosis ialah keadaan berkurangnya massa tulang,sehingga keropos dan mudah patah. Puncak massa tulang padausia 30 tahun, selanjutnya melewati umur tersebut terjadipenurunan. Faktor penyebab osteoporosis, meliputi: faktorsejarah keluarga, reproduktif, gaya hidup, pemakaian obat,kondisi medis, dan endogenik.Kalsium yang berfungsi sebagai pembentuk tulang perludipenuhi oleh penderita osteoporosis, agar massa tulangnya tidakberkurang. Manula dan wanita menopause membutuhkankalsium sampai 1.200-1.500 mg/hari. Osteoporosis mengakibatkanpatah tulang, yang pahng sering adalah pada punggung(vertebra spinalis, torakalis, lumbalis), paha (leher femur,trochanterica), dan lengan bawah (distal radius). Patah tulangdapat dicegah dengan melakukan latihan beban. Program latihanbeban yang baik harus dilakukan hati-hati, progresif, bersifatindividual, beban disesuaikan, berkelanjutan, menghindaribagian tubuh yang lemah, didampmgi instruktur, dan denganpetunjuk dokter. Latihan beban dapat dilakukan dengandumbbell, berat badan sendiri, legpress machine, dan pita elastis.Kata kunci: latihan beban, osteoporosis.
OLAHRAGA DI BULAN RAMADHAN Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. V,No. 1, April 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1589.151 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4693

Abstract

-
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri Abiyyu Amajida Afeb Chesa Arianto Afiludin, Muhamammad Habib Agus Supriyanto Agus Supriyanto Ahmad Nasrulloh Ahmad, Alvia Ali Abdul Hakim Ali Algifari Ali Satia Graha Amiruddin Arianto, Afeb Chesa Arjuna, Fatkhurahman Atikah Rahayu Bernadeta Suhartini Betrix Teofa Perkasa Wibafied Billy Yachsie Budi Kristanto Cakrawati, Dewi Kiani Cerika Rismayanthi Danny Eka Wahyu Saputra Dewangga Yudhistira Elumalai, Gunathevan Enggista Hendriko Delano Erwin Setyo Kriswanto Fadel Muhammad, Fadel Faisal S Sandrima Fakhrurozi, Zaza Afnindar Farid Imam Nurhadi Fatkurahman Arjuna Galih Dwi Pradipta Hadwi Prihantanta Hartanto, Amri Hartono, Ainun Rahma Heru Prasetyo Heru prasetyo Heru Prasetyo I Putu Agus Dharma Hita Kamayoga, I Dewa Gede Alit Kamilah, Hana Sari Komarudin Komarudin Maruf, Achad Imam Mirza Asmara Moch. Septian Resi Wibowo Muhammad Fatih Humam Muhammad Harliawan Mulyawan, Rizki Nor, Mohad Anizu Mohd Nugroho, Sugeng Setia Nugroho, Wahyu Aji Nur Azis Rohmansyah Nuradila, Muh Batistuta Fitoni Osa Maliki Otieno, Edwin Onyango Panggung Sutapa Prijo Sudibjo Pusaka, Semerdanta Rahmatika, Zelika Miftahul Rezha Arzhan Hidayat Rifky Riyandi Prastyawan Rina Yuniana Shafi, Sabda Husain As Shahril, Mohd Izwan bin Sigit Dwi Andrianto Sigit Nugroho Siswantoyo Sugeng Setia Nugroho Sulfa, Muhammad Sulistiyono Sulistiyono Sumarjo Sumarjo Sumaryanti Sumaryanto Sumaryanto Syamsiar, Syamsiar Talib, Kamal bin Tri Ani Hastuti Utomo, Sya'ban Nur Wali, Carles Nyoman Wawan Sundawan Suherman Widiyanto Yohanis Manfred Mandosir