Claim Missing Document
Check
Articles

Media Audiovisual Efektif Meningkatkan Pengetahuan Tentang Diare Bagi Santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 Nurul Marfu'ah; Rizka Safira; Nadia Saptarina
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 10, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v10i1.12055

Abstract

Diarrhea is still one of the main public health problems in Indonesia, proven by the increasing number of diarrhea sufferers from year to year. Diarrhea is often associated with the pesantren environment because the santri live together in the same environment, share the same food, and use the same facilities. Various strategies and efforts have been made to reduce the incidence of diarrhea, one of which is health promotion. This community service program was carried out to determine the effectiveness of counseling with audiovisual methods to increase knowledge about diarrhea in PMDG Female 2 students. This service used a quasi-experimental method with one group pretest-posttest design with a sample of 96 female students. Data were collected using a questionnaire in the form of pretest and posttest, which were then analyzed using a paired T-test with a significance level of 5%. The results of the service implementation showed that the audiovisual counseling method was effective in increasing the knowledge of PMDG Putri 2 students about diarrhea as indicated by (p 0.05) by 14%. This shows that students' level of knowledge increased from good criterion (82%) to very good (96%). 
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Ibu Hamil di Instalasi Rawat Inap RSIA Muslimat Jombang Tahun 2018 Siska Fatkhul Hidayati; Yulia Dwi Andarini; Nurul Marfu'ah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4959

Abstract

Penyakit hipertensi dalam kehamilan sampai saat ini masih merupakan masalah dalam pelayanan obstetri di negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dalam kehamilan di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Muslimat Jombang. Tujuan khusus dalam penelitian ini yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui karakteristik pasien hipertensi dalam kehamilan, jenis dan golongan obat, jumlah obat antihipertensi yang digunakan, cara pemberian obat, tepat indikasi pasien, tepat obat pasien dan tepat dosis pasien. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif secara observasional non eksperimental. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data retrospektif dengan melakukan penelusuran data rekam medik pasien hipertensi pada ibu hamil di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang tahun 2018. Data yang diambil meliputi data pasien dan data obat yang digunakan oleh pasien. Dari hasil penelitian diperoleh kasus hipertensi dalam kehamilan sebanyak 40 pasien, pasien yang mendapat terapi obat antihipertensi sebanyak 32,5 % dan pasien yang tidak mendapat terapi obat antihipertensi sebanyak 67,5% menunjukkan ketepatan indikasi berdasarkan standar Queensland Health (Hypertensive Disorders of Pregnancy). Pada penelitian ini pasien yang mendapat terapi obat antihipertensi jenis Furosemid sebanyak 23% dan yang mendapat terapi obat antihipertensi jenis Nifedipin sebanyak 77% menunjukkan ketepatan obat berdasarkan standar Queensland Health (Hypertensive Disorders of Pregnancy). Dari data yang dianalisis di dapatkan bahwa dosis terapi obat antihipertensi jenis Furosemid sebanyak 20-80 mg dan dosis terapi obat antihipertensi jenis Nifedipin sebanyak 5-20 mg juga menunjukkan tepat dosis sesuai standar Queensland Health (Hypertensive Disorders of Pregnancy).
Pengaruh konsentrasi etanol terhadap aktivitas antibakteri ekstrak sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis Rizky Dila Khairunnisa; Nurul Marfu'ah; Kurniawan Kurniawan; Solikah Ana Estikomah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i1.9301

Abstract

Salah satunya penyebab penyakit infeksi adalah bakteri Staphylococcus epidermidis. Infeksi bakteri pada umumnya dapat diobati dengan menggunakan antibiotik, namun menimbulkan efek samping misalnya resistensi. Salah satu bahan alam alternatif yang dapat digunakan sebagai antibakteri adalah sirih merah karena memiliki senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, tannin dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konsentrasi etanol terhadap aktivitas antibakteri ekstrak sirih merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 kali perlakuan dan 4 kali pengulangan. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 60%, 70%, 80%, dan 90%. Uji in-vitro dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Zona hambat yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan SPSS 20.0 menggunakan One Way ANOVA taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ekstrak etanol daun sirih merah memiliki kemampuan antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis (p < 0,05). Aktivitas antibakteri tertinggi terdapat pada ekstrak etanol 60% dengan rata-rata daya hambat sebesar 5.90 mm.
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Buah Labu Air (Lagenaria siceraria) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) Sebagai Antibakteri Salmonella typhi Secara In Vitro Lutfi Shantia; Nurul Marfu’ah; Rizki Awaluddin
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i1.4298

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan demam tifoid (tifus), yaitu penyakit infeksi yang menyebar keseluruh tubuh ditandai dengan demam panjang. Terapi penyembuhan untuk tifus dilakukan dengan terapi pemberian antibiotik, salah satunya adalah kloramfenikol. Beberapa waktu terakhir, bakteri Salmonella typhi menjadi resisten terhadap kloramfenikol, ampisilin dan trimethropim-sulfamethoxazole. Penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti tanaman herbal sebagai antibakteri Salmonella typhi. Tanaman yang akan diuji adalah ekstrak etanol buah labu air dan rimpang kunyit dengan konsentrasi tunggal dan kombinasi sebagai antibakteri Salmonella typhi secara in vitro. Perlakuan dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari, kontrol positif (Kloramfenikol), kontrol negatif (CMC Na 1%), kombinasi 0%:100%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; dan 100%:0%. Data analisis menggunakan uji statistik non parametrik Kruskall-Wallis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapat hasil zona hambat dengan rentan nilai rata-rata 0-1 mm. Kombinasi ekstrak etanol buah labu air 100% dan rimpang kunyit 0% menghasilkan zona hambat paling besar dibandingkan kombinasi lain yaitu sebesar 1,25 mm (respon hambat lemah).
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Nurul Marfu&#039;ah; Sha’sha’ Luthfiana; Ichwanuddin Ichwanuddin
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v5i2.6650

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan beberapa gangguan pada kulit. Salah satu tanaman yang memiliki kemampuan antibakteri yaitu sirih hijau yang mengandung senyawa fenol dan turunannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi antibakteri Staphylococcus aureus dari ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.). Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan 6 perlakuan yaitu K- (CMC-Na 0,5%), K+ (kloramfenikol 50 µg/50 ml), serta ekstrak daun sirih hijau konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40%. Proses ekstraksi daun sirih hijau dengan metode maserasi dan di uji antibakteri dengan paper disk dan metode difusi. Uji parametrik One Way ANOVA digunakan untuk menganalisis data berupa diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau memiliki potensi sebagai antibakteri Staphylococcus aureus (P<0,05). Kemampuan antibakteri terhadap Staphylococcus aureus paling optimal dimiliki oleh ekstrak etanol daun sirih konsentrasi 40%, dengan rata-rata zona hambat sebesar 3,01 mm (daya hambat lemah).
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus epidermidis Alifya Nur Azizah; Ichwanuddin Ichwanuddin; Nurul Marfu’ah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v4i2.4158

Abstract

Staphylococcus epidermidis merupakan mikrobiota kulit yang bersifat non patogen namun terkadang dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi oportunistik. Infeksi dapat diobati dengan menggunakan antibiotik, namun saat ini beberapa bakteri mulai resisten terhadap antibiotik dikarenakan penggunaannya yang berlebihan. Sebagai pengobatan alternatif, digunakan tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri misalnya teh hijau yang memiliki senyawa tanin, flavonoid, dan katekin yang merupakan golongan senyawa fenol serta alkaloid. Etanol merupakan pelarut yang paling umum digunakan untuk mengekstraksi senyawa-senyawa dalam tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol teh hijau terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini merupakan eksperimen 6 perlakuan yaitu kontrol negatif (aquades steril), kontrol positif (kloramfenikol 30 µg), teh hijau yang diekstraksi dengan pelarut etanol 60%, 70%, 80% dan 90%. Ekstraksi menggunakan metode maserasi selama 6 x 24 jam dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram (KirbyBauer). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one way ANOVA dengan nilai signifikansi yang dihasilkan p = 0,00 atau p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol teh hijau memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Ekstrak etanol 60%, 70%, 80% dan 90% teh hijau memiliki rata-rata diameter zona hambat dan standar deviasi masing-masing secara urut yaitu sebesar 18,45 mm ± 0,81; 19,86 mm ± 0,63; 16,68 mm ± 1,14 dan 13,58 mm ± 0,72 sedangkan untuk kontrol positif memiliki rata-rata diameter zona hambat dan standar deviasi sebesar 27,25 mm ± 0,71. Konsentrasi ekstrak etanol teh hijau yang memiliki aktivitas antibakteri paling optimal yaitu ekstrak etanol 70% dengan diameter zona hambat sebesar 19,86 mm
Formulation And Evaluation Sunflower Seed Oil With Sappan Wood Extract (Caesalpinia Sappan) Lip Balm Anugerah Suciati; Diah Ayu Mutmaina; Nurul Marfu’ah
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v9i1.33765

Abstract

Lip balm preparations can be used to prevent and treat chapped lips due to UV exposure and synthetic ingredients. Natural ingredients such as sappan wood extract and sunflower seed oil can be used to reduce the use of synthetic ingredients. The brazilin compound in sappan wood has anti-free radical, antibacterial, and anti-inflammatory abilities. While chlorogenic type polyphenol compounds in sunflower seeds have potential as antioxidants. The purpose of this study was to make a lip balm preparation of a combination of sunflower seed oil with sappan wood extract. This research is an experimental research by extracting sappan wood using the socletation method and 70% ethanol solvent. Lip balm preparations were made from a combination of sunflower seed oil: secang wood extract in the ratio of 5%:1,25% (F1), 10%:2.5% (F2) and 15%:3,75% (F3). Evaluation of the preparation includes organoleptic test, homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness, melting point, and moisture capacity. While the results of the stability test were analyzed using the paired t-test parametric test with SPSS 24.0 and a significance level of 95%. The results showed that the characteristics of the lip balm preparation of a combination of sunflower seeds and sappan wood extract showed results in organoleptic testing, namely having a yellowish beige and yellow color. The aroma is typical of beeswax with an oily semi-solid texture. The lip balm preparation shows that all preparations are homogeneous, with pH test results of 4.90-6.12; leachability of the lip balm.
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dan Madu Multiflora Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus Secara In Vitro Jannah, Miftakhul; Marfu’ah, Nurul; Fitrian, Ahyana; Kurniawan, K
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.32

Abstract

Salmonella typhi adalah salah satu bakteri gram negatif, bakteri patogen penyebab demam tifoid atau tipus (typus). Bacillus cereus merupakan bakteri gram positif, tumbuh secara aerob, menyebabkan keracunan dengan gejala muntah dan diare. Beberapa bakteri mulai resisten terhadap antibiotik karena terlalu sering digunakan. Sebagai pengobatan alternatif, tanaman yang memiliki sifat antibakteri seperti kunyit memiliki senyawa kurkumin dan minyak atsiri, sedangkan madu memilki senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya efektivitas kombinasi ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) dan madu multiflora serta daya hambat yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus secara In Vitro. Ekstraksi yang dilakukan adalah dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% serta perbandingan kombinasi ekstrak kunyit dan madu multiflora 100%:0 b/v; 75%:25% b/v; 50%:50% b/v; 25%:75% b/v; 0:100% b/v. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi disk (Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas kombinasi, dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi (0,00) dan Bacillus cereus (0,01) berbeda nyata signifikan (P<0,05). Salmonella typhi dengan rata-rata aktivitas antibakteri paling optimal pada konsentrasi kombinasi kunyit dan madu 0:100% yaitu 16,73 mm, sedangkan pada bakteri Bacillus cereus aktivitas antibakteri paling optimal pada konsentrasi kombinasi kunyit dan madu 0 :100% yaitu 1,47 mm.
KOMBINASI GELLING AGENT PADA FORMULASI SEDIAAN GEL WAJAH EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum L.) Budi Sawitri, Satwika; Marfu'ah, Nurul; Ananda, Mutiara
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.43

Abstract

Kesehatan kulit wajah menjadi salah satu perhatian utama bagi wanita. Sediaan kosmetik untuk perawatan kulit wajah banyak ditemukan dalam produk skincare salah satunya gel. Gel adalah sediaan semi padat, termasuk suspensi dari partikel anorganik, untuk penggunaan topikal. Perawatan kulit wajah pada sediaan gel dapat memanfaatkan sumber alami dari daun sirih merah sebagai bahan aktifnya. Daun sirih merah memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan serta antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan gel wajah dari ekstrak daun sirih merah dengan kombinasi gelling agent HPMC dan PVA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sediaan dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi gelling agent HPMC:PVA F1 1%:4%; F2 1%:6%; dan F3 1%:8%. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dibandingkan dengan standar sediaan gel menurut SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sediaan gel untuk wajah dari ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dengan kombinasi gelling agent pada pengujian organoleptik menunjukkan sediaan homogen dengan warna hijau tua, berbau khas sirih, berbentuk cair hingga agak kental. Pada uji pH sediaan berkisar 6,4-6,8; dengan viskositas antara 674,7-2112,7 cPs; dan daya sebar menunjukkan angka 5,52-6,9 cm. Formula terbaik didapatkan pada F3 karena berdasarkan uji organoleptik, daya sebar dan pH memenuhi standar SNI tetapi hasil uji viskositas belum memenuhi standar.
Pengaruh Variasi Humektan pada Formulasi Hand Sanitizer serta Evaluasi Sediaan dan Daya Hambat terhadap Stapyhlococcus aureus Haryanto, Qurrah A'yuniyyah; Kurniawan, Kurniawan; Estikomah, Solikah Ana; Marfu'ah, Nurul
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2022): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v6i2.7572

Abstract

The habits of the Indonesian people in carrying out hand hygiene activities are still very low with an average of only 12%. Along with the density of community activities, which consider hand washing a troublesome activity, it is also caused by the lack of clean water availability in the community. Therefore, there are hand sanitizer products that are practical without using water or commonly referred to as hand sanitizers. Hand sanitizer contains antiseptic substances that can kill germs on the palms due to the presence of alcohol (ethanol, propanol and isopropanol) and the phenol group (chlorhexidine and triclosan). Alcohol has the ability to inhibit bacterial growth, both against gram-positive and gram-negative bacteria, including MRSA (Methicilin Resistant of Staphylococcus aureus). The purpose of this study was to determine the effect of humectant variations on the evaluation of the preparation and the inhibition of Staphylococcus aureus bacteria. The results of the evaluation of the preparation of the hand sanitizer formulation are in accordance with the SNI No. 06-2588-1992, namely on the parameters of homogeneity, pH and dispersion. Meanwhile, the viscosity parameter is not in accordance with the standard. Variations in humectant concentration affect the evaluation of the preparation of the hand sanitizer gel formulation on the parameters of pH and dispersion. The formulation that had the greatest inhibition zone against Staphylococcus aureus was the formulation with the highest humectant concentration of propylene glycol, namely formulation 3 with an inhibitory power of 22.8 mm.
Co-Authors Al Hasanah, Fauziyyah Alifya Nur Azizah Amal Fadholah Amala, Nur Amilia Yuni Damayanti Ananda, Mutiara Andi Sri Suriati Amal Andri Karin, Elsy Juni Anjani, Hanifa Dyanti Anugerah Suciati Astuti, Eti Aural Miftahul Hasanah Ava Zaujah Awaluddin, Rizki Ayu, Gustin Swastika Azzahra, Isma Chelsea Aulia Ramadhani Cisilliya Tandraini Damayanti, Widya Dewi Ratnasari Diah Ayu Mutmaina Dianti Desita Sari Diwana, Nida Khofiya Puspa Eva Nor Diana Lestari Fajri, Mathla’il Fardyatullail, Haila Farhana, Siti Awalisanah Hani Fauziatunnisa, Elok Fazriah D., Gita Fitrian, Ahyana Frida SA, Yuna Hafifah, Cut Ajma Fitira Hamzah Gita Sari Hartinah Yulianto, Siti Haryanto, Qurrah A'yuniyyah I Wayan Kasa Ichwanuddin Ichwanuddin Indah Tri Lestari Indahtul Mufidah Khodijah, Alisya Khomarul Kuniyati Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan, Kurniawan Kusumasary, Dhiyah Ayu KW, Faradhita Lestari, Eva Nor Diana Lia, Melda Lija Oktya Artanti Lija Oktya Artanti Lutfi Shantia Luthfiya, Lulu' Luthfiya, Lulu’ Mafazatien Nailiyah Isna Mahirotun NS, Anggun Mahmudah, Amalia Nurul Mahmudah, Hilma Radhia Mathlail Fajri Maulia Isnaini MIFTAKHUL JANNAH Mira Dian Naufalina Mira Dian Naufalina Muhammad El Riza NA, Eldyamarta Nadia Iha Fatihah Nadia Mira Kusumaningtyas Nadia Saptarina Nadia Saptarina Nida Faradisa Fauziyah Nisrina, Salma Nur Hazlia, Syarifah Pertamana, Ropia Pibriyanti, Kartika Pratiwi, Arika Putri Putri, Kayla Radina Dwi Qurrah A&#039;yuniyyah Haryanto Rabbaniyah, Muthi’ah Rahmat A Hi Wahid Rahmat A.H. Wahid Rauf, Ichsan Riyani, Retno Indra Riza Amalia Riza, Muhammad El Rizka Safira Rizki Awaluddin Rizki Awaluddin Rizky Dila Khairunnisa Rohmah Madya Ayu Fitriana Sagun Chandra Yowani Salma, Rahimia Nuzula Sari, Dianti Desita Sari, Nandita Aprilia Satwika Budi Sawitri Sawitri, Satwika Budi Sha’sha’ Luthfiana Shifa Syururin, Wakhidatus Sholihatin, Binti Siska Fatkhul Hidayati Siska, Awenda Siti Awalisanah Hani Farhana Sitti Hijraini Nur Solikah Ana Estikomah Sujiat Zubaidi Sulikhah, Novia Anggreani Surya Amal Susi Nurohmi Tri Harianto Wafa Aufia Wahid, Rahmat A Hi Wahid, Rahmat A Hi Widayanti, Erna Desi Widyaratna, Indriyanti Winati, Dian Eska Yulia Dwi Andarini Yuwono, Ratna Rahajeng Putri Zulianita Zulianita Zulvia Faridatul Munawaroh