Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi sediaan deodoran spray ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz&Pav) dengan variasi alum (tawas) Kurniawan, Kurniawan; Kusumasary, Dhiyah Ayu; Estikomah, Solikah Ana; Marfu’ah, Nurul
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v7i2.10665

Abstract

ABSTRACT One way to overcome body odor is by using deodorant. One of the herbal ingredients that can be used in deodorant formulations is Piper crocatum leaves. Piper crocatum leaves have numerous bioactive compounds as an antibacterial agent. Beside, the deodorants can be added with other ingredients for example, alum (KAl(SO4)2.12H2O) an antiperspirant. This study aims to determine the result of physical stability tests in deodorant spray formulations from Piper crocatum extract with variation of alum. Piper crocatum leaves were extracted using a maceration method with 70% ethanol solvent. The deodorant spray formulation uses Piper crocatum leaf extract with variation of alum at 0% (control), 10% (F-1), 20% (F-2) and 25% (F-3). The result were then tested for pH, organoleptic, homogeneity, spray power, dry time, and cloth effect. The result were then analyzed by comparing with the standard deodorant spray in the 1995 Pharmacopoeia and the 1998 Indonesian National Standard. The results showed that F-1 has the most standard test results covering organoleptic test results, homogeneity, pH, spray power, dry time and effect on fabrics. Keywords: alum, extract, deodorant spray, Piper crocatum,   ABSTRAK Salah satu cara untuk mengatasi bau badan adalah dengan cara menggunakan deodoran. Salah satu bahan herbal yang dapat digunakan dalam formulasi deodoran adalah daun sirih merah. Daun sirih merah memiliki senyawa yang memiliki kemampuan antibakteri. Selain bahan aktif, deodoran dapat ditambahi dengan bahan lain misalnya aluminium kalium sulfat yang berfungsi debagai antiperspiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji stabilitas fisik dalam formulasi deodran spray dari ekstrak sirih merah dengan variasi alumunium kalium sulfat. Daun sirih merah diekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Formulasi deodorant spray menggunakan ekstrak daun siirh merah dengan variasi aluminium kalium sulfat sebesar 0% (control), 10% (F-1), 20% (F-2) dan 25% (F-3). Hasil sediaan kemudian di uji pH, organoleptik, homogenitas, daya semprot, waktu kering, dan efek kain. Hasil pengamatan dianalisis dengan cara membandingkan dengan standar deodoran spray yang ada di Farmakope 1995 dan Standar Nasional Indonesia 1998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan F-1 adalah sediaan yang memiliki hasil uji paling memenuhi standar meliputi hasil uji organoleptic, homogenitas, pH, daya semprot, waktu kering dan efek terhadap kain.     Kata kunci : alum, deodoran spray, ekstrak, sirih merah
Uji efektivitas kombinasi ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata) dan minyak zaitun sebagai antijamur Pityrosporum ovale Marfu'ah, Nurul; Sulikhah, Novia Anggreani; Fajri, Mathla’il; Suciati, Anugerah
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.12317

Abstract

Indonesia memiliki iklim tropis dan kelembapan yang tinggi sehingga membuat potensi tumbuhnya ketombe yang disebabkan oleh jamur Pityrosporum ovale semakin tinggi. Lengkuas merah memiliki senyawa eugenol, sedangkan minyak zaitun memiliki senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antifungi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak rimpang lengkuas merah dan minyak zaitun sebagai antijamur Pityrosporum ovale.  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, proses esktraksi lengkuas merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksan. Uji daya hambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dengan metode difusi menggunakan paper disc. Kombinasi ekstrak rimpang lengkuas merah dan minyak zaitun yaitu P1 (25%:75%), P2 (75%:25%), P3 (50%:50%), P4 (100%:0%), P5 (0%:100%), kontrol positif (ketoconazole 2%) dan kontrol negatif (DMSO 1%). Data berupa zona hambat dianalisis menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Pos-hoc LSD. Program statistic yang digunakan adalah SPSS 24.0 dengan taraf signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak n-heksan rimpang lengkuas merah dan minyak zaitun efektif sebagai antijamur Pityrosporum ovale (p < 0,05). Kombinasi ekstrak n-heksan rimpang lengkuas merah 75% dengan minyak zaitun 25% (P2) paling efektif sebagai antijamur Pityrosporum ovale dengan zona hambat 11,14 mm (kriteria hambat kuat).
EVALUASI SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL Budi Sawitri, Satwika; Marfu'ah, Nurul; KW, Faradhita
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.74

Abstract

Permasalahan pada kulit wajah selalu menjadi perhatian utama diantaranya jerawat, flek hitam, kerutan, kulit kusam, kulit kering maupun berminyak. Berbagai permasalahan tersebut menjadikan kosmetik sebagai pilihan untuk menjaga, melindungi dan mengatasi permasalahan kulit. Masalah kulit dipicu adanya paparan polutan maupun radikal bebas serta banyak pula akibat penggunaan kosmetik dengan kandungan senyawa kimia berbahaya. Sehingga dapat dikembangkan pilihan kosmetik dengan bahan herbal yang aman, salah satunya adalah bunga telang (Clitoria ternatea L.). Kandungan antosianin serta senyawa lain menjadikannya alternatif pilihan untuk menjaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sediaan facial wash gel yang memenuhi standar mutu dengan bahan aktif ekstrak bunga telang yang berkhasiat sebagai antioksidan maupun antibakteri. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi karbopol sebagai gelling agent yaitu 1%, 1.5% dan 2%. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sediaan facial wash ekstrak bunga telang dengan variasi konsentrasi karbopol berwarna biru tua hingga ungu tua, berbentuk semisolid, dengan aroma khas ekstrak bunga telang. Sediaan yang dihasilkan homogen dengan nilai pH (6.5-7.5), viskositas (4533.7 - 9889.9 cPs), daya busa (3.76 - 8.16 cm) serta daya sebar (4.43 - 4.6 cm) yang telah memenuhi standar mutu sediaan facial wash gel. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan adanya penambahan konsentrasi Karbopol berpengaruh terhadap nilai pH, viskositas, serta daya sebar sediaan facial wash gel. Semakin tinggi konsentrasi Karbopol, maka viskositas akan semakin tinggi, dan berbanding terbalik dengan nilai pH serta daya sebar sediaan yang semakin rendah. Formula facial wash gel terbaik yang dihasilkan dan memnuhi standar mutu sediaan berdasarkan SNI adalah F1 dengan konsentrasi Karbopol sebesar 1%.
In Silico Study of Gamma-Mangostin Compound from Garcinia Mangostana L. Fruit Skin and Activity Test as an Alpha Amylase Inhibitor Kurniawan, Kurniawan; Marfu'ah, Nurul; Fazriah D., Gita
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 2 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i2.1889

Abstract

The aim of this study is to determine the interaction between the gamma-mangostin compound and the α-amylase enzyme using molecular docking modeling and in vitro. The results of molecular docking showed that all compounds could interact with the active site of the α-amylase enzyme. The gamma-mangostin compound has a fairly negative binding affinity. The binding affinity score of the compound was then compared with the control, namely the carbohydrate inhibitor acarbose. The results showed that the binding affinity quite close to the control, namely -9.1 kcal/mol, while the control was -16.4 kcal/mol, but the score was not negative enough. Interaction of the target protein with the alpha amylase compound to determine the amino acid residues on the active side of the protein. The results showed that there were hydrogen, alkyl and van der waals bonds on the active side of the protein that were the same as the control. In silico and in vitro, the gamma-mangostin compound has the potential to reduce blood sugar levels with an α-amylase inhibitor, in vitro with percentage of 43.33% approaching the positive control, namely acarbose, which is 56.25% at a concentration of 200 ppm and an IC50 value of 166.06 ppm.
Edukasi Kepada Wanita Usia Subur (WUS) Mengenai Alat Kontrasepsi Implan di PKM Candra Mukti Kabupaten Tulang Bawang Barat Andri Karin, Elsy Juni; Isnaini, Maulia; Ratnasari, Dewi; Winati, Dian Eska; Widayanti, Erna Desi; Lia, Melda; Marfu’ah, Nurul; Riyani, Retno Indra; Ayu, Gustin Swastika; Siska, Awenda; Astuti, Eti; Pertamana, Ropia
Lebah Vol. 18 No. 2 (2025): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i2.287

Abstract

Program edukasi kontrasepsi implan sebagai upaya peningkatan pengetahuan wanita usia subur (WUS) di Wilayah Kerja PKM Candra Mukti dilaksanakan untuk mengatasi rendahnya pemahaman masyarakat tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi berbasis ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab dalam meningkatkan pengetahuan WUS terkait implan. Metode quasi-experimental dengan desain pretest-posttest diterapkan pada 11 peserta yang dipilih secara purposive. Hasil pretest menunjukkan tingkat pengetahuan awal berkisar 20–60% pada aspek definisi, mekanisme kerja, manfaat, efek samping, hingga prosedur pemasangan implan. Pasca intervensi, terjadi peningkatan signifikan dengan capaian 70–100% pada seluruh indikator pengetahuan, termasuk pemahaman tentang kontraindikasi (100%) dan teknik pemasangan (100%). Analisis data mengungkap bahwa pendekatan edukasi partisipatif yang melibatkan tenaga kesehatan berhasil mengurangi kesenjangan informasi sebesar 40–80%, sekaligus meningkatkan kesediaan penggunaan implan dari 20% menjadi 80% peserta1. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi strategi komunikasi risiko, kolaborasi lintas sektor, dan metode penyampaian berbasis komunitas efektif dalam mengubah persepsi negatif masyarakat. Studi merekomendasikan replikasi model serupa di daerah dengan prevalensi KB rendah serta penguatan sistem pendukung melalui alokasi anggaran pelatihan peer educator, integrasi modul digital, dan optimalisasi peran tenaga kesehatan dalam konseling kontrasepsi
THE EFFECT OF GINGER FOR GARGLING ON SALIVARY PROFILE AND IN-VIVO ANTIMICROBIAL ACTIVITY Fatihah, Nadia Iha; Marfu’ah, Nurul; Mahirotun NS, Anggun; NA, Eldyamarta; Frida SA, Yuna
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 4 No. 1 (2023): International Journal of Islamic and Complementary Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55116/IJICM.V4I1.56

Abstract

Infectious diseases have a high incidence rate, especially during the Covid-19 pandemic, caused various efforts to prevent and treatment the infection. One of the effort is use of traditional herbs, Ginger. Ginger is a thibbun-nabawi herb that known to have antimicrobial activity. This study aims to determine the effect of gargling activity with ginger decoction on salivary profile and in-vivo antimicrobial tests. The study was conducted in University of Darussalam Gontor with respondents who experienced mouth ulcerand dental caries. The treatment was divided into 5 groups, positive control, negative control, ginger decoction in 3 concentrations, 10%, 20%, and 30%. The sample used was respondent's saliva obtained by the spitting method. Samples were tested for pH, and volume and incubated in a microbial growth medium to calculate the number of colonies and observations in a microscope for pathogen identification. Influence of salivary profile and colony count before and after treatment tested with T-Test analysis. The results of the pH test showed an increase in the pH value to be more alkaline after being given a solution of gargling, although the pH increase was the smallest in the negative control group and the highest in the ginger group at 30% (p>0.05). Measurements of saliva volume showed a decrease in saliva volume (p>0.05). Differences in the number of colonies before and after treatment in the control group (+) showed significant differences compared to other groups. The minimum decrease in the number of colonies was showed by the Ginger group of 30% with insignificant differences before and after treatment. The antimicrobial activity test showed ginger decoction had a minimum antimicrobial activity due to ginger decoction was not good at diluting secondary metabolites of ginger that have antimicrobial activity
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM KOMBINASI MINYAK ALPUKAT DAN EKSTRAK UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Suciati, Anugerah; Marfu'ah, Nurul; Sawitri, Satwika Budi; Widyaratna, Indriyanti; Mahmudah, Amalia Nurul
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20971

Abstract

Lip balm is one of the cosmetic products applied to the lips to maintain healthy lips so that they remain moist and add aesthetic value. Avocado oil contains palmitic acid, linoleic acid, and sterolin which can be used as a moisturizer in lip balm preparations. Avocado oil can be combined with beetroot extract which has betacyanin compounds to reduce black color on the lips so that the lips become brighter. This study aims to make a lip balm combination of avocado oil and red beetroot extract and conduct a physical evaluation test of the preparation. The research method used is experimental. The results of the study showed that the results of the organoleptic test of the lip balm preparation combination of avocado oil and red beetroot extract showed a red to dark red color, a distinctive sweet smell and a soft texture. The pH test is 4.5-8.0, the spreadability test is 5-7cm, the power test is >4 seconds, the melting point test is 50-51℃, all formulations are homogeneous and do not cause irritation. The formulation of a lip balm preparation combining avocado oil and red beetroot extract that produces a preparation with the best characteristics is F1 with a concentration of 15% avocado oil and 10% red beetroot extract with stable pH values, adhesive power, and spreadability after stability testing.
Pendampingan Ibu-ibu Desa Sambirejo untuk Menurunkan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular Marfu'ah, Nurul; Fatihah, Nadia Iha; Sawitri, Satwika Budi; Pibriyanti, Kartika
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v5i2.702

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menjadi upaya menurunkan factor resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler di desa Sambirejo. Mitra dari kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu yasinan di desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur sebanyak 28 orang. Kegiatan berupa (1) penyuluhan; (2) pemeriksaan kadar glukosa, kolesterol dan tekanan darah; (3) membuat buku saku penyakit kardiovaskuler; (4) pengadaan dan pelatihan alat pengukuran kadar glukosa, kolesterol dan tekanan darah kepada kader posyandu sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa (1) pengetahuan mitra mengenai penyakit kardiovaskuler meningkat dari <50% meningkat menjadi >80%; (2) kadar glukosa, kolesterol dan tekanan darah mitra terdeteksi dini sehingga dapat dilakukan langkah lebih lanjut; (3) mitra mendapatkan buku dan dapat melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan dari bidang farmasi dan gizi; (4) mitra mendapatkan tambahan alat pengukur kadar glukosa, kolesterol dan tekanan darah serta meningkatnya keterampilan menggunakan alat tersebut.
POTENSI INFUSA DAUN OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT-INDUKSI ALOKSAN Lestari, Eva Nor Diana; Wahid, Rahmat A Hi; Marfu'ah, Nurul
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.14397

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah. Kandungan kimia pada tanaman okra di antaranya 67,50% α-selulosa, 15,40% hemiselulosa dan flavonoid yang berefek antidiabetes. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi infusa daun okra terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit jantan berusia tiga bulan yang diinduksi diabetes menggunakan aloksan dan dibagi ke dalam lima kelompok. (1) Kelompok kontrol negatif, diberi aquades, (2) Kelompok kontrol positif, diberi glibenklamide dosis 3 mg/KgBB, dan kelompok (3-5) diberi infusa daun okra dengan dosis 0,2, 0,4, dan 0,6 mL/hari selama 14 hari. Pengukuran kadar glukosa dilakukan setelah 14 hari perlakuan menggunakan glukometer (Easy Touch® GCU). Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan infusa daun okra dosis 0,2, 0,4, dan 0,6 mL/hari menurunkan kadar glukosa darah namun tidak bermakna secara statistik p=0,990 (p>0,05). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian infusa daun okra dosis 0,2, 0,4, dan 0,6 mL/hari berpotensi menurunkan kadar glukosa darah mencit terinduksi aloksan tetapi tidak signifikan.
Aktivitas Larvasida Fraksi N-Heksan Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia. L) terhadap Larva Aedes sp.: Larvicide Activity of N-Hexane Fraction of Ethanolic Morinda citrifolia. L Leaves Extract on Aedes sp. Larvae Awaluddin, Rizki; Sholihatin, Binti; Marfu’ah, Nurul; Kurniawan; Estikomah, Solikah Ana
Aspirator Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Aspirator Volume 13 Nomor 2 2021
Publisher : Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/asp.v13i2.4823

Abstract

Abstract. Aedes sp. is a vector of the dengue virus that causes Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Larvicides are the optimal method for controlling mosquito development. Temephos is a larvicidal agent of the organophosphate group which is reported to cause side effects and ecological hazards, as well as resistance based on reports in several country. This study aims to determine the larvicidal activity of the n-hexane fraction of Morinda citrifolia leaf ethanol extract on Aedes sp. The compound groups in the fraction were identified using TLC through UV light and spray reagents. There were six types of treatment including four concentration fractions (400, 600, 800, and 1000 ppm) as treatment, positive control (temephos 1%) and negative control 1% acetone solution. Twenty-five mosquito larvae of Aedes sp. tested for each treatment. Larval mortality was recorded and LC50 and LC99 values were analyzed using the probit. The results showed that the TLC test of the n-hexane fraction was positive for terpenoids, anthraquinones, phenols, tannins, and flavonoids. The results showed that the LC50 and LC99 values were 1040 ppm and 2439 ppm. Therefore, the n-hexane fraction of the ethanol extract had larvicidal activity on Aedes sp. with little toxicity. Abstrak. Aedes sp. merupakan vektor virus dengue penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Larvisida merupakan metode yang optimal untuk mengendalikan perkembangan nyamuk. Temephos yang merupakan larvasida sintetik dapat menyebabkan resisten, efek samping dan bahaya ekologi. Kelimpahan agen hayati, efek toksik pada manusia yang minim, dan biodegradable menjadi tujuan utama perlunya pengembangan agen larvasida baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas larvasida fraksi n-heksana ekstrak etanol daun mengkudu pada larva Aedes sp. Golongan senyawa pada fraksi diidentifikasi menggunakan KLT melalui pereaksi semprot. Terdapat enam jenis perlakuan diantaranya empat konsentrasi fraksi (400, 600, 800, dan 1000 ppm) sebagai perlakuan, kontrol positif (temephos 1%) dan kontrol negatif larutan aseton 1%. Dua puluh lima larva nyamuk Aedes sp. diujikan pada setiap perlakuan. Kematian larva dicatat dan nilai LC50 dan LC99 dianalisa menggunakan probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji KLT fraksi n-heksana positif mengandung terpenoid, antrakuinon, fenol, tanin, dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50 dan LC99 adalah 1040 ppm dan 2439 ppm. Oleh karena itu, fraksi n-heksana dari ekstrak etanol memiliki aktivitas larvasida pada Aedes sp.
Co-Authors Alifya Nur Azizah Amal Fadholah Amala, Nur Amilia Yuni Damayanti Ananda, Mutiara Andi Sri Suriati Amal Andri Karin, Elsy Juni Anjani, Hanifa Dyanti Anugerah Suciati Astuti, Eti Aural Miftahul Hasanah Ava Zaujah Awaluddin, Rizki Ayu, Gustin Swastika Azzahra, Isma Chelsea Aulia Ramadhani Cisilliya Tandraini Damayanti, Widya Dewi Ratnasari Diah Ayu Mutmaina Dianti Desita Sari Diwana, Nida Khofiya Puspa Eva Nor Diana Lestari Fajri, Mathla’il Fardyatullail, Haila Farhana, Siti Awalisanah Hani Fauziatunnisa, Elok Fauziyyah Al Hasanah Fazriah D., Gita Fitrian, Ahyana Frida SA, Yuna Hafifah, Cut Ajma Fitira Hamzah Gita Sari Hartinah Yulianto, Siti Haryanto, Qurrah A'yuniyyah I Wayan Kasa Ichwanuddin Ichwanuddin Indah Tri Lestari Indahtul Mufidah Khodijah, Alisya Khomarul Kuniyati Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan, Kurniawan Kusumasary, Dhiyah Ayu KW, Faradhita Lestari, Eva Nor Diana Lia, Melda Lija Oktya Artanti Lija Oktya Artanti Lutfi Shantia Luthfiya, Lulu' Luthfiya, Lulu’ Mafazatien Nailiyah Isna Mahirotun NS, Anggun Mahmudah, Amalia Nurul Mahmudah, Hilma Radhia Mathlail Fajri Maulia Isnaini MIFTAKHUL JANNAH Mira Dian Naufalina Mira Dian Naufalina Muhammad El Riza Muthi’ah Rabbaniyah NA, Eldyamarta Nadia Iha Fatihah Nadia Mira Kusumaningtyas Nadia Saptarina Nadia Saptarina Nida Faradisa Fauziyah Nisrina, Salma Nur Hazlia, Syarifah Pertamana, Ropia Pibriyanti, Kartika Pratiwi, Arika Putri Putri, Kayla Radina Dwi Qurrah A&#039;yuniyyah Haryanto Rahmat A Hi Wahid Rahmat A.H. Wahid Rauf, Ichsan Riyani, Retno Indra Riza Amalia Riza, Muhammad El Rizka Safira Rizky Dila Khairunnisa Rohmah Madya Ayu Fitriana Sagun Chandra Yowani Salma, Rahimia Nuzula Sari, Dianti Desita Sari, Nandita Aprilia Satwika Budi Sawitri Sawitri, Satwika Budi Sha’sha’ Luthfiana Shifa Syururin, Wakhidatus Sholihatin, Binti Siska Fatkhul Hidayati Siska, Awenda Siti Awalisanah Hani Farhana Sitti Hijraini Nur Solikah Ana Estikomah Sujiat Zubaidi Sulikhah, Novia Anggreani Surya Amal Susi Nurohmi Tri Harianto Wafa Aufia Wahid, Rahmat A Hi Wahid, Rahmat A Hi Widayanti, Erna Desi Widyaratna, Indriyanti Winati, Dian Eska Yulia Dwi Andarini Zulianita Zulianita Zulvia Faridatul Munawaroh