Penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik , khususnya pada papan nama dan baliho , memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas komunikasi serta memperkuat identitas nasional . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan bahasa Indonesia pada papan nama dan baliho di Kota Garut, dengan fokus pada penggunaan huruf kapital , tanda baca , kata baku dan tidak baku , penulisan angka , serta penggunaan ejaan lama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif . Sumber data penelitian berupa lima belas papan nama dan baliho yang terdapat di Kota Garut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi . Analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi , klasifikasi , analisis , interpretasi , dan kesimpulan simpulan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak papan nama dan baliho yang mengandung kesalahan kebahasaan dan belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar . Kesalahan yang paling dominan meliputi kesalahan penggunaan huruf kapital , penggunaan kata tidak baku , kesalahan tanda baca , penulisan angka , serta penggunaan Ejaan lama seperti ejaan Van Ophuijsen. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dan pengawasan dari pihak terkait terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah di ruang publik .