Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Audiovisual dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Ai Delin; Lina Siti Nurwahidah; Ari Kartini
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Kode: Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i2.47336

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat keefektifan model Discovery Learning berbantuan media audiovisual untuk meningkatkan kemmapuan keterampilan menulis teks eksplanasi. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan one group pretest posttest design. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Nurul Amin Garut yang terdiri atas 3 kelas, sedangkan sampel yang ditetapkan adalah 23 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes prates dan pascates. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji statistika terhadap nilai prates dan pascates menggunakan Uji normalitas, Uji homogenitas dan Uji “t”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) berdasarkan Uji Liliefors, data prates dan pascates keterampilan menulis teks eksplanasi berdistribusi normal (2) berdasarkan Uji Homogenitas diperoleh hasil kedua data tersebut homogen (3) berdasarkan Uji “t” diperoleh hasil (thitung = 11,4) dan besarnya “t” pada tabel (t0,05(22) = 1,7171 dan t0,01(22) = 2,5083) (3). Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa model Discovery Learning berbantuan media audiovisual mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks eksplanasi.
Kesantunan Berbahasa dalam Tuturan Rapat Kepala Desa di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Yanti Susanti; Didin Sahidin; Lina Siti Nurwahidah
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Kode: Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i2.47329

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa kepala desa pada rapat rutin serta implementasinya untuk menyusun bahan ajar wacana di SMPN SATAP I Cikalong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu mendeskripsikan dan menjelaskan hasil temuan di lapangan dan memberi solusi serta pemecahan masalah yang terdapat dalam kesantunan berbahasa Kepala Desa. Data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang menunjukkan wujud kesantunan berbahasa kepala desa. Teknik pengumpulan data adalah teknik observasi, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesantunan berbahasa kepala desa pada rapat rutin di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya telah mampu menerapkan prinsip kesantunan berbahasa. Hal ini dapat dilihat dari presentasi tuturan kepala desa yang memenuhui indikator kesantunan berbahasa yaitu 58 %, tuturan santun, sedangkan tuturan tidak santun yaitu 14,45%. Dengan demikian, adanya wujud kesantunan berbahasa tersebut merupakan penanda kesantunan yang menunjukkan bahwa kepala desa cukup memperhatikan kesantunan dalam berkomunikasi.
Campur Kode dan Alih Kode pada Tuturan Guru Bahasa Indonesia Desi Sugiarti; Lina Siti Nurwahidah; Didin Sahidin; Fakry Hamdani
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol 6 No 2 (2023): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kibasp.v6i2.6057

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan alih kode serta faktor-faktor penyebab terjadinya peristiwa kebahasaan alih kode dan campur kode pada tuturan guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di MTs Al-Hikmah Cikoneng Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah yang berupa analisis terhadap peristiwa campur kode dan alih kode pada tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran bahasa di MTs Al-Hikmah Cikoneng Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa kebahasan berupa alih kode dan campur kode yang terjadi pada tiga kali proses pembelajaran yang dilakukan oleh dua orang guru. Hal ini memberikan gambaran bahwa peristiwa campur kode sering dilakukan oleh penutur untuk menguatkan dan memperjelas maksud tuturan dan dilakukan secara spontan. Bentuk alih kode yang terjadi pada tuturan guru bahasa Indonesia di MTs Al-Hikmah Cikoneng Ciamis adalah bentuk intrakalimat, antarkalimat, dan akhir kalimat, sedangkan bentuk campur kode yang terjadi pada proses pembelajaran tersebut antara lain bentuk campur kode kata, frasa, dan klausa. Simpulan penelitian ini adalah faktor campur kode yang dapat diamati disejajarkan dengan faktor alih kode dan campur kode dengan tujuan akademis. Kata Kunci: Alih Kode, Campur Kode, Dwibahasawan, Pembelajaran Bahasa
The Effectiveness of the Think Talk Write (TTW) Learning Technique Aided by Word Cards Media in Improving Sentence Writing Ability Yuli Nurhayati; Lina Siti Nurwahidah; Jamilah Jamilah
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v4i3.476

Abstract

This research aims to examine the effectiveness of the Think Talk Write (TTW) technique supported by word cards in enhancing sentence writing skills. The research method is quasi-experimental, utilizing a nonequivalent group's pretest-posttest design. Data collection techniques encompassed sentence writing tests and angle distribution. The research sample comprised Class IX C as the experimental group and Class IX A as the control group. Data processing techniques included the Shapiro-Wilk test to assess data normality, paired sample T-tests, and the NGain-Score test. The paired sample T-tests for the experimental group yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.00 < 0.005, indicating a significant distinction between the pretest and posttest scores. Similarly, the paired sample T-test outcomes for the control group demonstrated a Sig. (2-tailed) value of 0.00 < 0.005. Moreover, based on the NGain-Score calculation, the average gain score for the experimental group was 71.25. In contrast, for the control group, it stood at 50.28, implying that the Think Talk Write (TTW) model, supplemented by word cards, effectively improves sentence writing skills.
The Analysis of Language Use in Math Story Problems in Mid and Final Semester Assessment Manuscript Lina Siti Nurwahidah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2884

Abstract

Soal cerita matematika merupakan bentuk soal yang melatih pemahaman berhitung dan membaca. Evaluasi akan menjadi tidak efektif jika penggunaan bahasa dalam soal cerita matematika kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang penggunaan bahasa dalam soal cerita pada naskah Penilaian Akhir Semester (PAS) dan Penilaian Tengah Semester (PTS) mata pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Sumber data didapatkan dari naskah soal PAS dan PTS Matematika yang digunakan oleh sekolah dasar di Garut. Jumlah seluruh naskah ada 36 naskah dengan jumlah butir soal   yang merentang dari tahun pelajaran 2017-2018 sampai 2022-2023 sebanyak 1020 soal.  Penganalisisan dilakukan pada soal cerita yang tersebar pada lima tipe jenis soal, yakni soal pilihan ganda, soal pilihan ganda analisis kasus, betul-salah, menjodohkan, dan soal uraian. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa terdapat ketidaktepatan dalam penggunaan bahasa soal cerita matematika dengan persentase yang variatif. Untuk ketidakgramatikalan berjumlah 31 persen, ketidaktepatan diksi 25 persen, ketidakhematan 15 persen, ketidakparalelan 6 persen, dan ketidaklogisan 22 persen.Math story problems are a form of problem that trains counting and reading comprehension. The evaluation will be ineffective if the use of language in the math story problems is flawed. This study aimed to get an overview of the use of language in the Math story problems in Final and Mid Semester Assessment manuscripts. This study used a qualitative approach with an analytic descriptive method. The data was obtained from the mathematics assessment question texts used by elementary schools in Garut, with 36 manuscripts comprising 1020 questions spanning from 2017-2018 to 2022-2023 academic years. The analysis was carried out on the language problems in the story problems question types used in the multiple choices, case analysis multiple choices, true-false, matching, and essay questions. Based on the analysis, there were inaccuracies in the use of the language with varying percentages. Thirty-one percent of the data are ungrammatical, 25 percent use incorrect diction, 15 percent are ineffective, 6 percent are non-parallel, and 22 percent are illogical.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM PENGERJAAN SOAL ESAI BERBASIS HOTS PADA HASIL TES BAHASA INDONESIA nurwahidah, lina siti
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diksa.v9i1.21909

Abstract

The 2013 Curriculum of Indonesia mandates various concepts that must be applied through policies and practices by the related parties. Some of them are the implementation of scientific approach and HOTS-based evaluation in the teaching and learning process. The aims of this research are (1) to describe the form of daily Indonesian language HOTS-based test questions; (2) to describe the results of students' creative thinking abilities; (3) to describe the level of difficulty of the daily Indonesian language HOTS-based test questions. This study employed a descriptive method with qualitative analysis techniques. The population of this study was 30 students of class XI IPA SMA Muhammadiyah Cibiuk Garut, while the sample was 20 students who were selected by random sampling technique. The data collection technique was carried out with documentation techniques by analyzing both the test items and the answers. The results show: (1) the daily Indonesian language test items are not completely HOTS-based. (2) not all of the test items meet the creative thinking indicators. (3) there are test items that are not suitable with the difficulty level. In the test items of making proposal chapter, out of five questions, two of them were considered too easy, because of that the questions were not suitable to use in HOTS-based test. From the results of the research above, the implementation of HOTS in test requires a lot of efforts from both the teachers and students. Even though the created test items have been considered at the HOTS level, if they do not assist the students in thinking creatively, then the questions cannot be considered to be able to encourage creative thinking process.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM PENGERJAAN SOAL ESAI BERBASIS HOTS PADA HASIL TES BAHASA INDONESIA Nurwahidah, Lina Siti; Kartini, Ari; Asiah, Lisantika Nur
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diksa.v8i1.22657

Abstract

The 2013 Curriculum of Indonesia mandates various concepts that must be applied through policies and practices by the related parties. Some of them are the implementation of scientific approach and HOTS-based evaluation in the teaching and learning process. The aims of this research are (1) to describe the form of daily Indonesian language HOTS-based test questions; (2) to describe the results of students' creative thinking abilities; (3) to describe the level of difficulty of the daily Indonesian language HOTS-based test questions. This study employed a descriptive method with qualitative analysis techniques. The population of this study was 30 students of class XI IPA SMA Muhammadiyah Cibiuk Garut, while the sample was 20 students who were selected by random sampling technique. The data collection technique was carried out with documentation techniques by analyzing both the test items and the answers. The results show: (1) the daily Indonesian language test items are not completely HOTS-based. (2) not all of the test items meet the creative thinking indicators. (3) there are test items that are not suitable with the difficulty level. In the test items of making proposal chapter, out of five questions, two of them were considered too easy, because of that the questions were not suitable to use in HOTS-based test. From the results of the research above, the implementation of HOTS in test requires a lot of efforts from both the teachers and students. Even though the created test items have been considered at the HOTS level, if they do not assist the students in thinking creatively, then the questions cannot be considered to be able to encourage creative thinking process.
Sosialisasi dan Implementasi Professional Learning Community based on Didactical Design Research (Proleco-DDR) untuk Mengembangkan Pengetahuan Profesional Guru dalam Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar Kabupaten Garut Herman, Tatang; Prabawanto, Sufyani; Mutaqin, Ejen Jenal; Nurwahidah, Lina Siti; Febrianti, Fitri Ayu; Nugraha, Widdy Sukma
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v2i02.2233

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan profesionalisme guru Sekolah Dasar (SD) melalui implementasi Professional Learning Community berbasis Didactical Design Research (Proleco-DDR) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan profesional guru, memperkuat kolaborasi dalam komunitas belajar, dan mendorong inovasi pembelajaran berbasis penelitian. Melalui serangkaian workshop, seminar, dan pendampingan, guru dilatih dalam praktik refleksi, dialog argumentatif, dan penulisan narasi pengalaman untuk mengatasi tantangan pembelajaran di kelas. Hasil program ini meliputi peningkatan kemampuan guru dalam mendesain pembelajaran berbasis DDR, publikasi artikel ilmiah, dan terbentuknya komunitas Proleco-DDR yang berkelanjutan. Program ini juga menunjukkan keberhasilan dalam mendorong kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Untuk menjaga keberlanjutan program, direkomendasikan adanya monitoring berkala, penguatan komunitas Proleco-DDR, serta diseminasi hasil penelitian ke wilayah lain di Jawa Barat.
Pengentasan Buta Aksara Melalui Metode Arisan Baca Indung Bagi Ibu Rumah Tangga di Garut Hardini, Tri Indri; Sunendar, Dadang; Nurwahidah, Lina Siti; Puspita, Ghariza Putri; Hidayani, Silva Tresna
ABMAS Vol 24, No 2 (2024): Jurnal Abmas, Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i2.75587

Abstract

Abstract: One of the fundamental steps to improving human resources is eliminating illiteracy within the community. This research examines efforts to address illiteracy in Sukajaya Village, Tarogong Kidul Sub-district, Garut Regency. Despite having educational facilities up to the Vocational High School level, many adult residents, particularly mothers, still face challenges with literacy. The Arisan Baca Indung program aims to empower women by enhancing their reading skills through a creative group learning approach. Participants also engage in social activities like arisan. The program's primary objectives are to reduce illiteracy, increase awareness of the importance of education, and promote women's involvement in local economic development through agricultural opportunities. It is expected to positively impact family welfare and children's education in Sukajaya Village.Keyword: Illiteracy; learning; housewife; reading; writing.Abstrak: Salah satu langkah fundamental yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah memberantas buta aksara di kalangan masyarakat. Penelitian ini membahas upaya mengatasi buta aksara di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, yang meskipun memiliki fasilitas pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Kejuruan, masih menghadapi tantangan terkait tingkat literasi masyarakat dewasa, khususnya ibu-ibu. Program Arisan Baca Indung dirancang untuk memberdayakan perempuan dengan meningkatkan kemampuan membaca melalui pendekatan kelompok belajar yang kreatif, di mana peserta juga dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti arisan. Tujuan utama program ini adalah menurunkan angka buta aksara, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, dan mendorong partisipasi perempuan dalam pengembangan ekonomi lokal melalui potensi pertanian. Program ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak-anak di Kelurahan Sukajaya.
Efektivitas Pakem dan Pembelajaran Mandiri Melalui Aplikasi Tiktok dalam Memproduksi Drama Supardi, Chris Novika; Lina Siti Nurwahidah; Fakri Hamdani; Zainah Asmaniah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 1 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2023.21.1.289-297

Abstract

This study aims to find out the differences in drama learning outcomes through the use of the PAKEM model and Independent Learning with the TikTok application in producing drama videos by students. The background of this research was the learning process activities of SMAN 4 Tasikmalaya students in a pandemic situation which resulted in changes to the learning system. During the pandemic, learning was carried out in two parts, namely two JP through face-to-face, while the other 2 JP used the PJJ system. Based on this, researchers conducted research regarding the differences in the effectiveness of the PAKEM model and Mandifi Learning through the TikTok application. The method used in this study is a quantitative experimental method with a True Experimental design with the Posttest-Only Control Design type. The population is students of class XI SMAN 4 Tasikmalaya with a total of 70 people, while the sample used is 62 people divided into two classes. The research results obtained are as follows. First, the average score of class A students using the PAKEM model is 78.71. Second, the ability of the average value of class B students using the independent learning model is 76.67. Third, there is a significant difference in the effectiveness of the PAKEM model and the Independent learning model through the TikTok application in producing drama learning outcomes for class XI students of SMAN 4 Tasikmalaya using the t test.
Co-Authors Abdul Hasim Abdul Hasim Abdul Razak Agus Hamdani Agus Hamdani Agus Hamdani Agus Haris Agustriani, Dina Ai Delin Alsunah, Aditya Ansor Amar, Anton Dermawan Ambarwati Anggela, Inggit Anjani, Dewi Rahma Ansor Alsunah, Aditya Anwar Hidayatulloh Ardi Mulyana Ari Kartini Arief Loekman Asep Nurjamin Asiah, Lisantika Nur Aulia, Azka Budi, Asep Setia Dadang Sunendar Deasy Aditia Damayanti Deasy Aditya Damayanti Deasy Aditya Damayanti Desi Sugiarti Didin Sahidin Didin Sahidin Dini Windarini Dodi Misbah Ejen Jenal Mutaqin Engkos, Engkos Erik Kurniawan, Erik Erni Fitriani Fajar Nugraha Fakri Hamdani Fakry Hamdani Fitri Ayu Febrianti Gantini, Syalwa Romantika Hasim, Abdul Hidayani, Silva Tresna Iik Karimah Indriyani, Iin Jamilah Jamilah Julianto, Cecep Dudung Kartini, Ari Lasmidewi, Reni Noviani Lestari, Anggia Septin Dwi Masrini, Imas Maulida Aulia Rahman Mulyana, Yuyun Mustopa, Endang Nabella Alani Naida, Winka Nazmi, Alya Neneng Hartini Neni Nadiroti Muslihah Nisa, Annida Firdaus Nur Alyani Salsabila Nuralyani Nuralyani Nurhasanah, Mila Nurhasanah, Syifa Aulia Nurjanah, Nina Siti Nurjatini, Tintin Nurlia, Nani Nursalamah, Rita Nurul Hidayati, Selvi Pelapory, Khirst David Permana, Ajeng Ratna Pitriani, Pipit Popon Rohaeti Puspita, Ghariza Putri Rahmadini, Suci Nur Rahmalia, Rika Risma Fitri Destiani Rismawati, Irma Rivan Syahrul Falah Ruhyati, Ruhyati Salma, Mardiatu Sela, Ai Sholeh, Asep Haris Shonia, Nisha Marsha SITI MARIYAH Solihat, Ai Sufyani Prabawanto, Sufyani Sulaiman, Zoni Sumiati Agphyra Supardi, Chris Novika Tanjung, Ramdani Tatang Herman, Tatang Tri Indri Hardini Umi Kulsum Widaningrum Widaningrum, Widaningrum Widdy Sukma Nugraha Wulandari Wulandari Yanti Susanti Yuli Nurhayati Yuli Yulianti Yulyanti, Caci Selfi Zainah Asmaniah ZAINAH ASMANIAH, ZAINAH