p-Index From 2021 - 2026
9.252
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Harmonia: Journal of Research and Education Indonesian Journal of Conservation Islam Futura Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum JURISDICTIE Jurnal Hukum dan Syariah Catharsis MUDRA Jurnal Seni Budaya Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Indonesia Journal of Halal ILKOM Jurnal Ilmiah Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JSM (Jurnal Seni Musik) JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN EkBis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis JAMIN : Jurnal Aplikasi Manajemen dan Inovasi Bisnis Dinasti International Journal of Digital Business Management GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik AL-ARBAH: Journal of Islamic Finance and Banking Varia Humanika JEBDEKER: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, Ekonomi Kreatif, Entrepreneur Solo Journal of Anesthesi, Pain and Critical Care Journal of Islamic Economic and Business Research CITIZEN: Jurnal Ilmiah Mulitidisiplin Indonesia Cakrawala: Jurnal Studi Islam KINDAI : Kumpulan Informasi dan Artikel Ilmiah Manajamen dan Akuntansi Journal of Lex Theory (JLT) Cinematology Journal Anthology of Film and Television Studies Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Mandiri el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Jurnal Penelitian Musik JAPI: Jurnal Akses Pengabdian Indonesia International Journal of Advanced Multidisciplinary al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media (JURRSENDEM) Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Manajemen Sistem Informasi JRIIN :Jurnal Riset Informatika dan Inovasi BEduManageRs Journal : Borneo Educational Management and Research Journal IIJSE Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Green Inflation: International Journal of Management And Strategic Business Leadership Epaper Bisnis: International Journal Entrepreneurship and Management Access: Journal of Accounting, Finance and Sharia Accounting Jurnal Penelitian Musik (JSM) Jurnal Seni Musik Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Kewirausahaan Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik
Claim Missing Document
Check
Articles

“Sing Penting Keroncong” Sebuah Inovasi Pertunjukkan Musik Keroncong di Semarang Abdul Rachman; Udi Utomo
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.464 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v3i1.4066

Abstract

Keroncong tumbuh dan berkembang dengan sangat baik di Semarang, hal itu bisa ditunjukkan dengan adanya pertunjukkan musik Keroncong secara live yang secara rutin diselenggarakan setiap seminggu sekali oleh beberapa komunitas Keroncong salah satunya adalah  “Sing Penting Keroncong” yang diselenggarakan oleh komunitas “De Waunk”. Artikel ini mendeskripsikan tentang inovasi pertunjukkan “Sing Penting Keroncong” di Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, inovasi yang dilakukan dalam pertunjukkan “Sing Penting Keroncong” adalah  dalam pementasannya “Sing Penting Keroncong” menggunakan tata panggung yang representatif serta didukung dengan  dekorasi, tata cahaya, sound system yang spektakuler. Acara ini disiarkan secara live oleh RRI Semarang dan interaktif yaitu pendengar  bisa me-request lagu yang diinginkan serta live streaming via youtube. Bentuk pertunjukkan yang ditampilkan bukan Keroncong pakem yang hanya terdiri dari tujuh instrumen musik pokok yaitu Bass, Cello, Cuk, Cak, Flute, dan Violin saja akan tetapi terdapat beberapa bentuk pertunjukkan yaitu Keroncong Jazz (Cong Jazz). Keroncong Rock (Cong Rock), dan Keroncong Orkestra (Congkestra) dimana ada penambahan beberapa instrumen lain seperti Drum, Keyboard, Percussion, Brass section (Trombone, Trumpet, saxophone), dan Chamber string (Violin, Viola, Cello, Contra Bass). Lagu-lagu yang ditampilkan bukan hanya lagu-lagu Keroncong Asli saja akan tetapi lagu-lagu pop, Dangdut, Jazz, dan Rock juga ditampilkan. 
PERAN SEMARANG SKA FOUNDATION DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK SKA DI KOTA SEMARANG Christianita Dyah Prasastiningtyas; Abdul Rachman
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p91-104

Abstract

Semarang Ska Foundation adalah komunitas musik bergenre ska yang ada di kota Semarang. Sebagai upaya dalam mempertahankan eksistensi musik Ska di Kota Semarang, Semarang Ska Foundation melakukan beberapa aktifitas yang mengakomodasi perkembangan grup band Ska dan juga perkembangan musik itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Semarang Ska Foundation dalam mengembangkan musik Ska di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan validitas data menggunakan metode triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, peran yang dilakukan Semarang Ska Foundation adalah dengan mengadakan event rutin berskala lokal, nasional, hingga international, mengadakan diskusi bersama seputar musik ska, coaching clinic atau pelatihan skill antar anggota, membuat official merchandise sebagai media promosi, memfasilitasi band ska kota Semarang dalam membuat konser peluncuran single maupun album, serta membentuk band Semarang Ska Allstar.
Aransemen Vokal Sebagai Identitas O.K Congrock 17 di Semarang Fauziah Zahrotul; Abdul Rachman
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 4, No 1 (2020): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.764 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v4i1.17951

Abstract

O. K Congrock 17 merupakan Orkes Kroncong kreatif di Semarang yang memberikan sajian yang berbeda dari grup musik keroncong lainnya. O. K Congrock 17 menginovasi musik keroncong salah satunya dengan membuat aransemen vokal pada setiap penampilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakan aransemen vokal yang menjadi identitas O. K Congrock 17 sebagai sebuah orkes keroncong kreatif di kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Congrock 17 adalah grup musik  keroncong yang memiliki identitas sebagai grup musik keroncong yang menampilkan format musik yang menarik karena disertai dengan aransemen vokal yang dinyanyikan dalam bentuk vokal grup. Aransemen vokalnya berupa (1) Pembagian suara menjadi tiga suara atau triad, (2) Teknik Cannon, dan (3) Penambahan lirik. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa aransemen vokal menjadi identitas O. K Congrock 17 untuk mereduksi anggapan mengenai kesan musik keroncong yang tidak kekinian dan tidak cocok bagi kalangan remaja khususnya di Semarang.
Interaksi Simbolik Pada Pertunjukan Musik Keroncong oleh Orkes Keroncong Gunung Jati New Musik di Stasiun Tawang Semarang Rinaldhi Eka Kurnia Putra; Abdul Rachman; Eko Raharjo; Suharto Suharto
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.983 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i1.19996

Abstract

The Gunung Jati New Music Keroncong Orchestra is a keroncong orchestra that regularly performs keroncong music at Tawang Station Semarang. During the keroncong music performance there are various kinds of symbolic interactions between the players and also with the audience. The purpose of this study was to determine how the symbolic interaction in keroncong music performances by the Keroncong Gunung Jati New Music Orchestra. The research method used is qualitative. The data collection techniques used were observation, interview and documentation. The data collected through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the symbolic interaction at the Keroncong Gunung Jati New Musik orchestra performance at Tawang Semarang station included a sawer box as a place for the audience to give sawer money as a form of appreciation. Symbolic interaction between the players and the players, namely during the performance the players give each other song chord codes with gestures of limbs such as finger movements, head nods, speech, winks. And symbolic interactions between the players and the audience in the form of hand movements, head nods, clapping, and sawer money. From these findings it can be concluded that the symbolic interaction that occurs is as an interaction that aims to find chemistry between players and between players and the audience so that the keroncong music performance runs well and smoothly so that the players and the audience are satisfied with their appearance and as an attraction of the Keroncong Orchestra. Gunung Jati New Musik in attracting public interest in keroncong music itself.
Ragam Pola Tabuhan Instrumen Gambang Pada Musik Gambang Semarang Abdul Rachman; Pramot Teangtrong; Phakamas Jirajaruphat; Udi Utomo; Syahrul Syah Sinaga; Ibnu Amar Muchsin; Sabrina Firda Sokhiba
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 37 No 1 (2022): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v37i1.1820

Abstract

Gambang Semarang is one of the traditional Indonesian music that grows and develops in the cityof Semarang, Central Java. Gambang Semarang music has an instrument made of wood which is the hallmark of Gambang Semarang music itself, namely Gambang. The Gambang instrument has a variety of distinctive accompaniment patterns that can give nuance to themusic of Gambang Semarang. The purpose of this study was to identify and describe the various patterns of accompaniment of the Gambang instrument in Semarang's Gambang music. The research method used is qualitative with an ethnomusicological approach. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, document studies, and Focused Group Discussion. Data analysis was carried out with the stages of data reduction, data classification, and conclusions. The results showed that theaccompaniment pattern of the Gambang instrument in Gambang Semarang music consisted of an accompaniment pattern of gembyang nglagu oktaf, and a garap cengkok ajeg pattern. Each accompaniment pattern of the Gambang instrument involves a series of tones according to its seleh. Due to the influence of the melody of the main song, the accompaniment pattern of gembyang nglagu octaf and the accompaniment pattern of garap cengkok ajeg has six selehs, namely seleh do, seleh re, seleh mi, seleh sol, and seleh la.
IMPROVISASI MELODI INSTRUMEN FLUTE DALAM MUSIK KERONCONG Abdul Rachman; Sahora Dina Pangesty; Slamet Haryono; Sunarto Sunarto; Wahyu Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i2.16685

Abstract

Flute merupakan salah instrumen melodi yang penting dalam musik keroncong selain biola. Flute pada musik keroncong sangat identik dengan improvisasi dalam setiap pembawaan lagu. Keberadaan improvisasi dalam musik keroncong menjadi ciri khas setiap pemain keroncong khususnya improvisasi flute. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas improvisasi melodi pada instrumen flute dalam musik keroncong. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, sajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Improvisasi flute dilakukan pada empat bagian yaitu improvisasi prospel, middle spell, filler, dan coda. Ditemukan pola dan teknik yang hampir  sama dari setiap pemain flute, namun demikian keindahan hasil improvisasi bergantung pada feeling, pengalaman bermain, Teknik, dan wawasan dari masing-masing pemain.
MESIN TIMBANG OTOMATIS DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA PENGEMASAN BERAS Sarwi Asri; Andri Setiyawan; Hendrix Noviyanto F; Widya Aryadi; Hanif Hidayat; Abdul Rachman A; Tiara Meilinda; R. Ambar K. G.
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan produktivitas yang muncul dari mitra usaha yaitu kelompok masyarakat di Kelurahan Wlahar Wetan Kabupaten Banyumas. Mitra usaha yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kelompok masyarakat yang bergerak di penimbangan dan pengemasan beras. Penimbangan dan pengemasan beras membutuhkan waktu lama dan kekhawatiran ketidakpresisian hasil timbangan. Luaran yang dicapai dalam kegiatan ini adalah penerapan alat teknologi tepat guna mesin penimbang beras otomatis yang efisien dan presisi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan proses produksi baik dari segi kualitas dan kuantitas hasil timbangan beras. Meningkatnya kuantitas dan kualitas hasil timbangan beras secara tidak langsung mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan pada mitra usaha. Luaran selanjutnya dari penelitian ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan produktivitas yang muncul dari mitra usaha yaitu kelompok masyarakat di Kelurahan Wlahar Wetan Kabupaten Banyumas. Mitra usaha yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kelompok masyarakat yang bergerak di penimbangan dan pengemasan beras. Penimbangan dan pengemasan beras membutuhkan waktu lama dan kekhawatiran ketidakpresisian hasil timbangan. Luaran yang dicapai dalam kegiatan ini adalah penerapan alat teknologi tepat guna mesin penimbang beras otomatis yang efisien dan presisi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan proses produksi baik dari segi kualitas dan kuantitas hasil timbangan beras. Meningkatnya kuantitas dan kualitas hasil timbangan beras secara tidak langsung mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan pada mitra usaha. Luaran selanjutnya dari penelitian ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat.
Popularity of Fingerstyle Music Towards Common Music Practitioners and Enthusiasts Abdul Rachman; Alvriza Mohammed Fadly
Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Studies Vol 3, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ftv-upi.v3i1.46352

Abstract

Fingerstyle is a guitar performing technique and a music style which has high popularities in various circles, especially for music practitioners and enthusiasts in general. Fingerstyle is another term of solo guitar which is a guitarist plays the instrument independently with a special arrangement. Because of Fingerstyle musicality has very diverse innovations and sound processing, Fingerstyle is now well-known and studied by several music practitioners and enthusiasts in general. This study uses quantitative descriptive method. Data collection technique uses questionnaire in google form, and this study approach uses survey method. The result of this study is to measure and rate how far the popularities of fingerstyle consisting of musicality popularity, diverse techniques, and fingerstyle musician can influence music practitioners and enthusiasts in general.
UPAYA MEMBANGUN READING ROLE MODEL MELALUI PENDAMPINGAN PRAKTIK MEMBACA NYARING MENGGUNAKAN CREATIVE COMMONS LISENCE-BOOKS BAGI GURU DAN WALI PESERTA DIDIK KELAS RENDAH SD NEGERI PODOREJO 3 SEMARANG Santi Pratiwi Tri Utami; Moh. Iqbal Mabruri; Abdul Rachman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract School Literacy Movement at SD Negeri Podorejo 3 Semarang has stagnated. Implementation is just reading Asmaulhusna. In addition, there is no routine coordination, no monitoring and evaluation, no synergy with family and community, and infrastructure is still very limited. Team formulated a solution, namely training and assistance in building reading role models for parents and teachers of low-grade students. The activity was carried out on July 23 and August 20, 2022. The results showed 1) efforts to build reading role models were carried out through practice in reading aloud, mini seminars related to the urgency of reading role models, and assistance in accessing electronic books licensed by creative commons; 2) training attended by 51 participants; 3) mini seminars containing exposure to the urgency of the synergy literacy movement, preparing a literate environment, and the benefits of accompanying children to read; 4) assistance in accessing creative commons licensed books begins with an explanation of the creative commons license, introduction of creative commons licensed pages, and simulating them. The second activity was in the form of post-service monitoring, from 49 participants, 38 were able to read aloud, developed reading role models, and were able to access creative commons licensed books. Abstrak Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri Podorejo 3 Semarang mengalami stagnasi. Implementasi sekadar pembacaan asmaulhusna bersama. Selain itu, tidak ada koordinasi rutin antarguru dan kepala sekolah, tidak ada monitoring dan evaluasi, belum ada sinergitas dengan pihak keluarga dan masyarakat, serta prasarana pendukung masih sangat terbatas. Hasil telaah tim pengabdi merumuskan solusi, yaitu pelatihan dan pendampingan membangun reading role model bagi orang tua/wali dan guru peserta didik kelas rendah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Juli dan 20 Agustus 2022. Hasil kegiatan menunjukkan 1) upaya membangun reading role model dilakukan melalui pelatihan praktik baik membaca nyaring, seminar mini terkait urgensi role model membaca, dan pendampingan mengakses buku elektronik yang berlisensi creative commons; 2) implementasi pelatihan praktik baik membaca nyaring diikuti 51 peserta; 3) implementasi seminar mini terkait urgensi role model membaca berisi paparan urgensi sinergitas gerakan literasi, urgensi menyiapkan lingkungan literat, dan manfaat aktivitas mendampingi anak membaca; 4) implementasi pendampingan mengakses buku anak elektronik yang berlisensi creative commons diawali penjelasan mengenai hakikat lisensi creative commons, pengenalan laman sumber bacaan berlisensi creative commons, serta menyimulasikannya. Aktivitas kedua berupa monitoring pascapengabdian, dari 49 peserta, sejumlah 38 peserta telah mampu membacakan nyaring, terbangun reading role model, dan mampu mengakses sumber bacaan berlisensi creative commons.
Cong Rock 17: A Social Fact of Keroncong Music in Semarang Abdul Rachman; Udi Utomo; Zahrotul Fauziah
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cong Rock 17 is a creative keroncong group in Semarang city. The phenomenon of Cong Rock 17 is captured as a social fact that is currently happening to keroncong in Semarang. This study aims to discover how the phenomenon of a social fact of Cong Rock 17 in keroncong music in Semarang. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, field notes, and documentation. Data was checked using the validity method of triangulation data with sources. Data analysis was carried out using interactive data analysis, which was divided into three stages, including data collection, data reduction, data presentation, and concluding/verification. The research results show that the Cong Rock 17 social fact paradigm is based on two crucial issues: social structure and social institution. The social structure of Cong Rock 17 is that there are interactions and relationships between individuals and social positions in the Cong Rock 17. Each social position/role in Rock 17 carries out its respective main tasks and functions with a complete sense of responsibility for group solidity. While the social institution is the value ​​and norm held by the Cong Rock 17 members, which form the basis for attitudes and behaviour for the progress of the group, including routine training, discipline, loyalty, Ngemis (Ngopi Kemis), and ngibadah musik. This study concludes that the Cong Rock 17 Social Fact Paradigm from the aspects of the Social Structure and Social Institution keeps the Keroncong Orchestra solid, and sustained, and Semarang citizens always await its presence.
Co-Authors A'yun, Wildan Qurrata Aesijah, Siti Aesijah Aini, Fikriana Aisyah Defy R. Simatupang Aldian Firmansah, Dede Alfayad, Dandi Musa Alvriza Mohammed Fadly Amelia, Virna Andhika Kurniawan Andri Setiyawan Andriyan Hendry Ole Anggraeni, Anditalin Aprianto, Muhammad Rafli Arief Wibowo Arika Palapa Arkoyah, Siti Atamimi, Megi Krisma Azfar, Adimas Akma Danish Azwar, Martavevi Badaru, Baharuddin Bambang Sumali Berlina Bilaly Sangare Billah, Sasa Bishri, Mochammad Hasan Caesar Octoviandy Purba Cahyono, Indrawan Nur Christianita Dyah Prasastiningtyas Citra Zahara, Ade Daggo Alanta Dewa Daggo Daggo, Daggo Alanta Dewa Dede Aldian Firmansyah Defy R. Simatupang, Aisyah Devananda Vincensius Siregar Dewi Kartika Dwi Nugroho Dwiputrianti, Septiana Effiyaldi, Effiyaldi Erwin Ferry Manurung Fandi Akhmad Ramadhani Fauziah Zahrotul Firdaus Bintang Cahyanti Fitriana, Muhammad Azizan Giovanno Tara Yuliandi Harjono, Rakhmat Harun, Muhammad Safwan Haura, Arie Heidiani Ikasari, Ines Hendra, Surya Hendrix Noviyanto F Henrieka, Yasmin Nabila HERI SUSANTO Hidayat Hidayat, Hanif Hunafa, Kinanthi Wedhatu Husniyyah, Siti Ibnu Hajar Iqbal, Muhammad Nur jannah, lailatul Jirajarupat, Phakamas Julianti, Niken Juneiro Marudut Halomoan Bakkara Junian Budi Argo Karim, Salman Izudin Kasiono, Roy Kurniawan, Susetya Kukuh Laksono, Yonathan Larsen Barasa Lukman Santoso Lutfi Ramadhiansyah M. Imamuddin Markus Yando Manurung Maulida, Mesya Nurul Meizan Riza Arhamni Moh. Iqbal Mabruri Moh. Muttaqin Muchsin, Ibnu Amar Muhammad Afif Muhammad Ikhlas Rosele Muhammad Nurdin Muliya, Amma Muthi'ahfatin, Nabilah Muttaqin, Moh NANIK INDAHWATI Nindyaningrum, Fitria Rasdiana Nur Asriyani Nur Asriyani Nurwijayanti Pebriyanti, Dila Phakamas Jirajaruphat Pradika, Devita Anggun Pramot Teangtrong Prasastiningtyas, Christianita Dyah Prasetyo, Dimastito Puryani, Suci R. Ambar K. G. Raharjo, Aprellian Luthfi raharjo, eko raharjo Rahmawati, Elis Ramdan Satra Ridwan, Mochamad Ely Rimaza, July Rinaldhi Eka Kurnia Putra Risyda Nurul Qolbi Ritawaty, Noor Rizky, Teguh Muhammad Rosmayana Rosmayana, Rosmayana S. Suharto Sabrina Firda Sokhiba Sahora Dina Pangesty Saidah, Andi Samudera, Arief Sangare, Bilaly Santi Pratiwi Tri Utami Santi Pratiwi, Santi Sapiri, Muhtar Sarif, Akbar Sarwi Asri sasongko, wahyu sigit Septiawan, Fery Setiawan, Adil Setiyati, Siti Nur Shofiah Tidjani Simanjuntak, M. Marihot Simatupang, Aisyah Defy R Simatupang, Aisyah Defy R. Slamet Haryono Suardi, Didi Suhaya Suhaya, Suhaya Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukariyono, Dedi Sunardi Sunardi Sunarto Sunarto Suparman Suparman Surawan, Agus Susi Herawati Susi Herawati Syahrul Syah Sinaga Syahrul Syah Sinaga Syamsiar, Syamsiar Tamara Devi, Sri Tara Yuliandi, Giovanno Teangtrong, Pramot Thalib, Hambali Tiara Meilinda Tri Cahyadi Udi Utomo Udi Utomo Udi Utomo Ulpah, Mariya Umasangadji, Fahmi Usready, Risma Febby Ayu Utami, Indriani Wadiyo Wadiyo wafa, mochammad usman Wahid, Ahmad Wahyu Lestari Wahyu Lestari Warto - Widi Astuti Widodo Widodo Widya Aryadi Yayah Zakiah Yus Rizal Muhammad Yuspandi, Parhan Zahrotul Fauziah Zilmi, Fauziatus