Claim Missing Document
Check
Articles

Pertimbangan Hakim dalam Putusan Pemalsuan BBM: Analisis Kritis terhadap Pemenuhan Tujuan Pemidanaan: Studi Putusan No. 222/Pid.B/LH/2024/PN.Tjk Tiara Putri Aliba; Fristia Berdian Tamza; Eko Raharjo; Firganefi; Mamanda Syahputra Ginting
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.2152

Abstract

Permasalahan pemalsuan bahan bakar minyak (BBM) telah berkembang menjadi kejahatan ekonomi serius dengan dampak multidimensi, mulai dari kerugian keuangan negara hingga risiko keselamatan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pertimbangan hakim dalam Putusan No. 222/Pid.B/LH/2024/PN.Tjk terkait tindak pidana pemalsuan BBM, serta mengevaluasi kesesuaian putusan tersebut dengan tujuan pemidanaan berdasarkan teori absolut, relatif, dan gabungan. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif yang diperkaya data empiris, penelitian ini mengkaji dokumen hukum, peraturan perundang-undangan, dan pendapat ahli. Hasil menunjukkan bahwa meskipun putusan memenuhi unsur formil tindak pidana, sanksi 10 bulan penjara dan denda Rp10 juta dinilai tidak proporsional terhadap skala kerugian dan bahaya yang ditimbulkan, sehingga belum mampu menghadirkan efek jera, rehabilitasi, dan perlindungan publik secara komprehensif
Implementasi Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika oleh Kalangan Mahasiswa di Provinsi Lampung : Studi Polda Lampung Boby Pratama Jaya; Firganefi Firganefi; Dona Raisa Monica; Eko Raharjo; Refi Meidiantama
Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana Vol. 2 No. 3 (2025): September : Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/referendum.v2i3.1163

Abstract

Drug abuse among university students is a serious phenomenon that affects the social, moral, and intellectual aspects of the younger generation. Students, who are ideally positioned as agents of change and drivers of national development, are often found to be vulnerable to drug abuse. This study aims to analyze the implementation of Law No. 35 of 2009 on Narcotics in preventing drug abuse among university students in Lampung Province, as well as to identify its inhibiting factors. The research employs a normative juridical and empirical juridical approach, using primary and secondary data obtained through interviews, field studies, and literature reviews. Key informants include the Narcotics Directorate of the Lampung Regional Police, P4GN Unila, the Vice-Rector III for Student Affairs and Alumni at Unila, and lecturers from the Criminal Law Department at Unila. The findings show that the Lampung Regional Police have implemented preventive strategies such as counseling, campaigns, urine tests, and drug abuse education on campuses, as well as repressive strategies through law enforcement against students involved in narcotics distribution, with 283 recorded cases over the past five years. However, the effectiveness of implementation is still hindered by limited campus facilities (counseling centers, safe reporting systems), the lack of regulatory responsiveness to digital challenges, and low student trust in law enforcement. Therefore, prevention efforts need to be strengthened through cross-sectoral synergy, policy updates, and the enhancement of the role of universities in creating a safe, healthy, and drug-free campus environment.
Penerapan Restoratif Justice Sebagai Upaya Mengurangi Overcapacity Lapas Dafa Pansya Dila, M; Raisa Monica, Dona; Dewi, Erna; Raharjo, Eko; Berdian Tamza, Fristia
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 4 No. 5 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (Juli - Agustus 2024)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v4i5.2378

Abstract

Overcapacity in correctional institutions (prisons) in Indonesia is a serious problem that affects the physical, mental and social conditions of prisoners and hinders rehabilitation and reintegration functions. This research analyzes the application of restorative justice as an effort to reduce overcapacity in prisons. Normative research methods are used to explore literature from relevant journals, books, websites and official documents. Restorative justice, which emphasizes restoration and reconciliation through dialogue between perpetrators, victims, and the community, offers alternative punishments outside prison such as mediation, community service, and community-based rehabilitation programs. The research results show that restorative justice can reduce the prisoner population, improve the quality of rehabilitation and reintegration, increase victim satisfaction, and create a safer and more humane prison environment. However, the implementation of restorative justice in Indonesia still faces various challenges, including lack of understanding, limited resources, and resistance from prisoners and victims. With more coordinated efforts and adequate support, restorative justice has great potential to bring significant positive change to the penal system in Indonesia.
Policy formulation crime contempt of court based on the national criminal code Zulfa, Maulidza Diana; Raharjo, Eko; Shafira, Maya
Dynamics of Politics and Democracy Vol. 2 No. 1 (2022): August
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/dpd.v2i1.1969

Abstract

Purpose: The aim of this research is to analyze the regulation of the Contempt of Court criminal acts based on the National Criminal Code, and to analyze the policy formulation of the Contempt of Court criminal acts based on the National Criminal Code. Research methodology: This study is a type of Normative Juridical and Empirical Juridical research. Normative jurisdictional research is carried out based on legal materials such as legal theory, legal principles, and legislation related to research. Results: Based on the results of research and data obtained when conducting interviews with several sources, the author believes that the Contempt of Court problem is closely related to criminal law policy (penal policy), especially at the formulation stage, namely, the stage of determining what actions will be made into criminal acts and determining sanctions. Limitations: The Contempt of Court regulations in the previous Criminal Code, which is a colonial legacy, is still unclear and does not specifically regulate the Contempt of Court acts. Existing regulations in positive law regarding the Act of Contempt of Court are still being debated regarding the definition and classification of an act that is considered to undermine the authority and insult the judicial process. Contributions: This study highlights the need for legal reforms that adapt to societal conditions. In an effort to enforce the law, as is the offense of the Contempt of Court in the National Criminal Code, which has undergone changes to suit the current situation of Indonesian society.
PENERAPAN APLIKASI KEPEMILUAN KPU DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA: HAMBATAN DAN SOLUSI Dyah Ajeng Ika Pusparini; Eko Raharjo; Suci Lestari
Bahasa Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v3i2.651

Abstract

Artikel ini bertujuan memetakan problematika penerapan aplikasi kepemiluan yang dimiliki oleh KPU, dengan studi kasus di KPU Kabupaten Hulu Sungai Selatan, KPU Kabupaten Sleman, dan KPU Kabupaten Magelang. Bahasan ini berangkat dari pertanyaan mengapa penerapan teknologi informasi oleh KPU dalam penyelenggaraan Pemilu seringkali berjalan tidak maksimal. Alih-alih memudahkan kinerja penyelenggara Pemilu, sejumlah aplikasi digital yang diterapkan KPU kerap justru mempersulit penyelenggara di level bawah, bahkan memicu konflik dengan peserta Pemilu atau masyarakat. Metode penelitian dilakukan dengan observasi partisipatoris disertai data pustaka dan wawancara mendalam terhadap operator aplikasi kepemiluan serta pejabat struktural. Dalam menganalisis permasalahan, peneliti menggunakan teori kesenjangan digital. Kesimpulan penelitian ini menemukan tiga faktor dalam sulitnya penerapan aplikasi kepemiluan di KPU: (1) terbatasnya jumlah sumber daya manusia di KPU Kabupaten/Kota yang mampu mengelola aplikasi kepemiluan dengan baik; (2)sejumlah aplikasi kepemiluan sebenarnya belum cukup siap untuk diterapkan, dan (3) bimbingan teknis untuk pengguna aplikasi tersebut tidak efektif. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, artikel ini mengajukan tiga rekomendasi pada KPU RI: (1) menguatkan kuantitas dan kualitas SDM yang mengelola aplikasi kepemiluan di KPU Kabupaten/Kota; (2) memastikan bahwa setiap aplikasi telah betul-betul siap diterapkan, termasuk dengan uji coba yang komprehensif; dan (3) menguatkan cakupan dan kedalaman Bimtek (Bimbingan Teknis), baik secara luring maupun daring.
FAKTOR PENGHAMBAT PROPAM DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA Taufik Sepdi Ariananda; Eko Raharjo; Muhammad Farid; Firganefi; Budi Rizki Husin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 10 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Oktober
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/2ncwqc02

Abstract

Citra Kepolisian Republik Indonesia sering kali tercoreng akibat tindakan oknum anggota yang menyimpang dan melanggar Kode Etik Profesi Polri (KEPP). Kondisi ini menimbulkan tantangan serius dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap anggota Polri yang melakukan tindak pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris yang didukung oleh yuridis normatif, dengan pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi langsung. Analisis kualitatif dilakukan untuk menggali kendala-kendala yang dihadapi oleh Propam dalam menjalankan tugasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penghambat utama, antara lain adanya tumpang tindih substansi hukum yang menyebabkan ketidakjelasan dalam penerapan aturan, serta perubahan peraturan yang sering terjadi sehingga menyulitkan adaptasi dan konsistensi penegakan hukum. Selain itu, faktor internal seperti keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan organisasi juga turut mempengaruhi efektivitas kinerja Propam. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penelitian ini merekomendasikan peningkatan efektivitas peran Propam melalui penguatan regulasi yang jelas dan konsisten, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penanganan faktor penghambat secara sistematis dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran Propam dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENDIDIKAN SENI: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR Regina, Belinda Dewi; Hartono; Eko Raharjo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24825

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of the Independent Curriculum in arts education at the elementary school level. The Independent Curriculum, which emphasizes differentiated learning, strengthening the profile of Pancasila students, and teacher freedom in designing learning, is the main framework in the transformation of arts education. This study uses a qualitative approach with a case study method in one of the elementary schools that has implemented the Independent Curriculum. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with art teachers, principals, and documentation of arts learning activities. The results of the study show that the implementation of the Independent Curriculum in arts education provides more space for students to express themselves and be creative according to their potential and interests. Arts learning becomes more contextual and enjoyable, with the integration of local cultural themes and the use of varied media. However, several obstacles were also found, such as limited resources, teacher readiness, and uneven understanding of the principles of the Independent Curriculum. This study recommends the need for intensive training for art teachers and the development of local culture-based learning modules to support the optimal implementation of the Independent Curriculum in the field of arts education.  
Perencanaan Kebutuhan Material untuk Menentukan Harga Pokok Produksi Jaket: Studi Kasus di Perusahaan Garmen Maulana, Satriyo; Raharjo, Eko; Tosin, Muh.
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 5 (2023): LEAN AND GREEN FOR SUSTAINABILITY DEVELOPMENT GOALS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2023.003

Abstract

In industrial competition, of course the company will further improve the quality of its management in order to survive in the competition. One of them is to improve the continuity of production in order to meet consumer demand in a timely manner, with good quality and minimal costs. CV. Woodpacker Bekasi in conducting production activities is required to be able to predict the level of consumer demand, production capacity, place and production costs. In addition, it also predicts the number of workers needed by the company to be able to calculate the cost of production which has an impact on the selling price of the product and the break-even point as well as the company's profit. Production planning and control is a way to estimate the amount of output to be produced to meet customer needs. In addition, it is also to predict material inputs, labor required, and predict production capacity to adjust the amount of demand. This research has a purpose, namely to plan and control materials in order to determine the cost of production. The method used is Aggregate Planning. The results of the study resulted in savings in the company's inventory for 8 months (January to August 2021) of Rp. 27.310.00 with the amount of production in accordance with consumer demand. For the period of September 2021, the total production cost is Rp. 252,015,000 and sales of Rp. 527,350,000 with a profit of Rp. 275,335,000.
INISIASI KELOMPOK SISWA SADAR HUKUM PADA SISWA SMA YP UNILA BANDAR LAMPUNG Wijaya, Rudi; Raharjo, Eko; Septiana, Rika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i3.315

Abstract

Kesadaran hukum merupakan komponen penting untuk mewujudkan negara hukum namun sering dikesampingkan. Kesadarn hukum kerap dianggap akan tuntas melalui pendidikan hukum di perguruan tinggi. Padahal, upaya menumbuhkembangkan kesadaran hukum membutuhkan waktu dan proses yang memerlukan waktu lintas generasi. Artinya, pendidikan untuk sadar hukum seyogyanya dilakukan sejak lingkup pendidikan dasar dan menengah. Tim penulis telah menginisiasi “Kelompok Siswa Sadar Hukum” khusus pada guna memberi pemahaman mendasar mengenai kesadaran untuk taat hukum di SMA YP Unila. Melalui inisiasi tersebut diperoleh beberapa kesimpulan, yakni: instrumen pendidikan hukum yang diajarkan di sekolah masih sebatas pengetahuan hukum dan kurang berfokus pada upaya menumbuhkembangkan kesadaran hukum, kedua, pesatnya kemajuan teknologi dan informasi menjadi pisau bermata dua: mempermudah namun sekaligus memudarkan batasan-batasan hukum terutama bagi siswa yang belum mempelajari hukum itu sendiri, dan ketiga, inisiasi kelompok dengan orientasi menumbuhkembangkan kesadaran hukum di lingkungan siswa sangat diperlukan, sehingga dapat diadopsi pada sekolah-sekolah lain.
Pertanggungjawaban Hukum terhadap Terdakwa dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi yang Meninggal Dunia pada Saat Pemeriksaan Revaldo Michebel Turnip; Tri Andrisman; Emilia Susanti; Eko Raharjo; Mamanda Syahputra Ginting
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3062

Abstract

Kematian terdakwa dalam proses pemeriksaan perkara tindak pidana korupsi menimbulkan kekosongan hukum terkait pemulihan kerugian negara. Berdasarkan Pasal 77 KUHP dan Pasal 16 ayat (1) huruf a KUHAP, pertanggungjawaban pidana gugur dengan meninggalnya pelaku. Namun, gugurnya penuntutan pidana ini tidak serta merta menghapuskan kewajiban untuk mengembalikan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan. Penelitian normatif ini bertujuan untuk menganalisis kemungkinan pertanggungjawaban keperdataan yang dapat dialihkan kepada ahli waris terdakwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tanggung jawab pidana bersifat personal dan tidak dapat diwariskan, negara tetap memiliki jalur hukum untuk mengajukan gugatan perdata terhadap ahli waris. Dasar hukumnya terletak pada Pasal 32 dan 33 UU Tipikor jo. Pasal 833 KUHPerdata, sepanjang dapat dibuktikan bahwa harta warisan tersebut berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Kajian komparatif mengungkap bahwa mekanisme non-conviction based asset forfeiture (NCB) yang diterapkan di negara seperti Inggris dan Amerika Serikat dapat menjadi model untuk memperkuat kerangka hukum pemulihan aset di Indonesia. Disimpulkan bahwa penguatan dan integrasi mekanisme perdata, termasuk potensi adopsi NCB, merupakan langkah strategis untuk memastikan pemulihan kerugian negara tetap dapat dilakukan meskipun terdakwa telah meninggal dunia.
Co-Authors Agus Cahyono Andreas Inu Harimuti Anrikhotama, Raditya Vito Ardi, Dea Fitri Arif Fiyanto Arsih, Utami Bagus Susetyo Belinda Dewi Regina Berdian Tamza, Fristia Boby Pratama Jaya Budi Rizki Husin Charity, Ignatius Christo Dafa Pansya Dila, M Deanita Anindria Diah Gustiniati Diah Gustiniati Maulani Diah Gustiniati Maulani Diana Thusyarifah Soraya Dona Raisa Monica Dona Raisa Monica Dyah Ajeng Ika Pusparini Eddy Rifai Emilia Susanti Erna Dewi Erna Dewi . Fadhlullah, Rouf Fina Andelaluse Firganefi Firganefi Firganefi Fristia Berdia Tamza Fristia Berdian Tamza galendra, Nusa Ginting, Mamanda Syahputra Glouca, Leokana Gunawan Jadmiko Haris Asmarantaka Hartono Hartono Helfrida Yuliyanti Butar-Butar I Ketut Lanus Irfanda Rizki Harmono Sejati Joice Yokhebet Demina Sitepu Julianna, Alya Putri Keisya Laila Rahma Khoirunnisa Khoirunnisa Mamanda Syahputra Mamanda Syahputra Ginting MARIA AGUSTINA Maulana, Satriyo Maya Shafira Muhammad Farid Muhammad Jazuli Mujianto, Gracia Destari Mulya Natanael Parasian Oriana Tio Parahita Nainggolan Prasetyo, Kuncoro Putri Cahya Andrianti Raisa Monica, Dona Raswen Efendi Refi Meidiantama Rekas Bagarlo Rivan Revaldo Michebel Turnip Rika Septiana Rinaldi Amrullah Rinaldy Amrullah Saputra, Dani Nur SARI, TWOSTYANA LINGGA Setiawan, Nanang Silvia Kirani Siti Aesijah Sri Mulyani Sri Riski Strinariswari, Ratna Luhung Suci Lestari Sukowati Sukowati Syahrul Syah Sinaga Tamza, Fristia Berdian Taufik Sepdi Ariananda Tiara Putri Aliba Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Tjong Tjo Djung Tosin, Muh. Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Tri Andrisman Udi Utomo wafa, mochammad usman Wijaya, Rudi Yunani, Theo Ferdinand Yusmarini Yusmarini Zahra, Fatima Tuz Zildjian, Algifari Khosyi Zulfa, Maulidza Diana