Claim Missing Document
Check
Articles

Model Kurikulum Pendidikan Pra Nikah Untuk Membentuk Keluarga Sakinah: Studi Implementasi Surat Edaran Dirjen Bimas Islam tentang Kursus Calon Penganten di Kantor Urusan Agama Kabupaten Karawang Munir Huda; Didin Hafidhuddin; Ulil Amri Syafri; Irfan Syauqy Beik
Turats Vol 12 No 1 (2016): Turats (Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam UNISMA Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage is one of the implementation of the command of Allah SWT and sunnah of the prophet Muhammad SAW. however, very few people know about it. Therefore the Miniastry of Religious Affairs of the Indonesian Republic through the District‘s Offie of Religious, Affairs had been providing courses to bride and bridegroom candidates by giving knowledges understandings and skills of the family life/household. The focus of the study is directed to the two main issues: Firstly, discussing the impelementation of Circular letter of the General Director of Islamic Community Guidance about Bridal Candidate Courses in the Offic of Religious Affairs throughout Karawang. Secondly, discussing the of course’s Curriculum Model of Muslim Candidate bride-bridegroom. The conclusion is that the implementation of the course’s curriculum of the bride and bridegroom candidate in Religious Affairs Office Karawang wasn’t implemented yet systematically. This is due to the lack of a model or guidance that can be used as a reference in its implementation . Therefore, to response these problems, researcher offered Curriculum Model of Muslim Bridal Candidate Course based sakinah family for all KUA troughout Karawang district. Through the offer of curriculum model is expected to be a reference or guideline in conducting pre-marital education in the Office of Religious Affairs troughout Karawang.
Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Rakha Ryanki Farhan; Ulil Amri Syafri; Abas Mansur Tamam
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/11406

Abstract

Teachers play an important role in the education system as they advance student learning and choose learning management methods that suit the needs of their students. The teacher's contribution to learning also affects educational performance. One of the disciplines taught in public and private schools to advance the goals of national education is Islamic Religious Education (PAI). Consequently, we must concentrate on the objectives of religious education as a component of the general education system. Teachers must foster creativity in their students by encouraging critical thinking and taking initiative. The purpose of this study was to determine the fin creative learning method in teaching PAI at Fajar Hidayah SDIT. The research method used is in the form of a qualitative description. Collecting data by taking the results of the learning observation report that took place and then giving some questions to the respondents, namely the 6th grade PAI teacher. SDIT Fajar Hidayah has appropriate learning in this study, where teachers are required to teach all learning creatively and fun for all students.
Studi Kritis Konsep Sanad Kitab Nahj Al-Balaghah sebagai Upaya Membangun Budaya Tabayyun dalam Keilmuan Islam Agus Hasan Bashori; Ulil Amri Syafri
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.125 KB) | DOI: 10.18860/el.v18i2.3658

Abstract

Tabayyun or tatsabbut or tahaqquq (verification) and taakkud (confirmation) of the news are important in order to prevent doing something wrong, injustice and regret. While in science and religion, tatsabbut is more important because the consequences could be dangerous. Therefore, Muslims as ummatan wasatan have been given by God the privilege to be the people whose religion and science have sanad. At the time of the salaf, tatsabbut with sanad was common through talaqqi and historical verification. In order to revive the culture of this tatsabbut, it needs a critical study on the sanad concept in a famous and wide spread of Nahj al-Balaghah book. The research questions are, how is the concept of sanad in the book Nahj al-Balagha? Does Nahj al-Balagha contain the belief of tasyayyu ‘Ghali (Rafidhah) and bara’ah (seperating themselves) from the prophet’s companions? This research used qualitative method, through a literature review and a descriptive documentary analysis. The finding shows that the book Nahj al-Balagha doesn not have sanad and its concept. Furthermore its content rejects and hates the companions of the Prophet and his wives. Tabayyun atau tatsabbut atau tahaqquq (verifikasi) dan taakkud (konfirmasi) dalam berita adalah penting agar kita tidak berbuat salah, zhalim dan menyesal. Sedangkan di dalam ilmu dan agama maka tatsabbut itu lebih penting lagi sebab akibatnya bisa lebih fatal. Oleh karena itu umat Islam yang dijadikan oleh Allah sebagai ummatan wasatan diberi keistimewaan sebagai umat yang agama dan ilmunya ber-sanad. Di jaman salaf, tatsabbut dengan sanad sudah membudaya dalam talaqqi dan riwayat. Maka untuk menghidupkan kembali budaya tastabbut ini peneliti memandang perlu melakukan studi kritis terhadap konsep sanad yang ada dalam kitab Nahj al-Balaghah  yang kesohor dan tersebar luas itu. Maka rumusan masalahnya adalah bagaimana konsep sanad dalam kitab Nahj al-Balaghah? Apakah Nahj Balaghah berisi akidah tasyayyu’ ghali (Rafidhah) dan bara’ah (berlepas diri) dari para sahabat Nabi? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui kajian literatur atau kepustakaan dan analisis dokumen secara deskriptif. Hasilnya, kita mendapatkan bahwa kitab Nahj alBalaghah tidak memiliki sanad dan tidak memiliki konsep sanad, dan isinya menolak dan membenci para sahabat Nabi, dan istri-istrinya.
الأساليب السلوكية في تعليم اللغة العربية في السنة السابعة بالمرحلة المتوسطة بمعهد بناء مدني ببوجور Saipuddin Saipuddin; Nabil Ahmed Tarmom; Abdul Hayyie al Kattani; Ulil Amri Syafri
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 2 (2022): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.5.2.78-98

Abstract

Learning Arabic according to the behavioristic view is learning that prioritizes mastery of listening and speaking skills, after mastering these two skills, the next skill that must be taught is reading and writing skills. Language skills according to this view are the same as mastery of other behavioral skills such as playing ball, driving a car, and so on, which requires learning, practice, and simulation, and is very dependent on the stimulus and response process, as well as reinforcement. The method used in this study is a qualitative research method with a field research approach. The results of this study are that there are behavioristic ways in teaching Arabic at the junior high school level at Ma'had Bina Madani Bogor, including the formation of an Arabic-speaking environment in the classroom, preparing students, providing learning media that can shape students' language behavior, using direct methods, using the audio lingual method, overdoing it in practice on different aspects of sound between Arabic and Indonesian, explaining the meaning of vocabulary by relating it to pictures, gestures, or example movements, explaining the meaning of vocabulary by connecting it with plurals, equations, or differences, learning Arabic grammatical rules through conversation, familiarizing students with listening to Arabic voices, providing listening exercises, getting students used to speaking in Arabic, providing speaking exercises in Arabic, and providing positive or negative reinforcement. negative.
Implementasi Penguatan Karakter Religius di Panti Jompo Singapura Ulil Amri Syafri; Rahendra Rahendra Maya; Imas Kania Rahman; Abas Mansur Tamam; Einon Bte Mohd Taib
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2733

Abstract

Menjaga dan merawat para orang tua berusia lanjut menjadi salah satu hal yang  menjadi perhatian di banyak negara, khususnya negara-negara modern. Salah satu cara untuk menangani hal itu adalah dengan mendirikan rumah-rumah jompo atau panti. Pihak pemerintah dan swasta setempat membangun rumah-rumah yang digunakan untuk menampung kebutuhan lansia agar dapat menjalani masa tuanya dengan lebih baik dan terawat. Salah satunya adalah Singapura sebagai negara dengan komunitas multietnis dan multi-agamanya. Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga Singapura berusaha memberikan penempatan bagi generasi ini untuk dijaga dan dirawat dengan baik dengan menyiapkan beberapa panti jompo bagi setiap lansia yang membutuhkannya. Penelitian ini mencoba meneliti proses pembinaan untuk para lansia di salah satu panti jompo yang ada di Singapura, yaitu Rumah Muhibbah Warga Tua Pertapis Singapura. Dalam hal ini masalah yang akan diangkat adalah untuk melihat apa saja program-program yang diberikan oleh panti jompo tersebut dalam membina para lansia, serta apakah program-program tersebut dapat membentuk karakter religius para lansia di hari tuanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi penelitian studi lapangan, yaitu pengambilan catatan lapangan bersifat deskriptif, dengan mengumpulkan suatu variasi informasi dari perspektif berbeda. Hanya saja, karena penelitian ini dilakukan dalam kondisi pandemi, maka metode penelitian yang dilakukan tanpa tatap muka dan menggali dari jaringan dunia maya berupa web dan akun youtube. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa program-program yang diberikan oleh panti jompo Rumah Muhibbah Warga Tua Pertapis meliputi kegiatan yang melibatkan motorik tangan, kegiatan pikiran, berkebun, dan pembinaan ruhani keagamaan. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut belum maksimal membentuk karakter para penghuni panti jompo.
Metode Fun Creative Learning dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam Fase B Rakha Ryanki Farhan; Abas Mansur Tamam; Ulil Amri Syafri
Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2022): Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/alliqo.v7i2.578

Abstract

The Fun Creative Learning method is a fun learning strategy to create an effective learning environment, designed in such a way as to provide an atmosphere that is full of fun and most importantly not saturating and boring.  The fun creative learning method is an easy way to educate early childhood because it suits their needs and stage of development. This research aims to find out the fin creative learning method applied at the 4th grade level of Islamic Elementary School between SDIT Al-Hidayah Bogor and SDIT SUIS (Sekolah Unggulan Islam) Bogor.  As well as formulating a Fun Creative Learning Method that is extracted from the main sources of Al-Qur'an and As-Sunnah, and will be enriched with the thoughts of experts on the method. This research is a type of qualitative and field research.  This research is descriptive in nature by taking the object of study at SDIT Al-Hidayah Bogor and SDIT SUIS Bogor.  The data collection techniques used in this research are documentation, informant interviews, observation, and focus group discussion (FGD). The results obtained from this research are a fun creative learning method according to educational experts which contains teaching techniques from each method given.
الأساليب السلوكية في تعليم اللغة العربية في السنة السابعة بالمرحلة المتوسطة بمعهد اليسرى لتحفيظ القرآن ببوجور Saipuddin Saipuddin; Abdul Hayyie al Kattani; Ulil Amri Syafri
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 01 (2023): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v6i01.2895

Abstract

Pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Arab menurut pandangan behavioristik adalah seperti pembelajaran seorang anak kecil terhadap bahasa ibu (bahasa pertama) yaitu tidak dengan menggunakan terjemahan, akan tetapi langsung menggunakan bahasa yang ingin dikuasai, fokus awal dari pembelajaran bahasa Arab menurut pandangan behavioristik adalah penguasaan keterampilan mendengar kemudian berbicara, setelah menguasai dua keterampilan tersebut, keterampilan selanjutnya yang harus diajarkan adalah keterampilan membaca dan menulis. Penguasaan keterampilan-keterampilan dalam berbahasa menurut pandangan ini sama seperti penguasaan terhadap keterampilan-keterampilan perilaku lainnya seperti bermain bola, mengendarai mobil, dan lain sebagainya yaitu membutuhkan pembelajaran, latihan, dan simulasi, serta sangat bergantung terhadap proses stimulus dan respon, serta penguatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat cara-cara behavioristik dalam pengajaran bahasa Arab tingkat SMP di Ma’had Al Yusro Bogor diantaranya adalah menggunakan metode langsung, menggunakan metode audio lingual, menyiapkan dan mengkondisikan kelas, menyiapkan murid, menyediakan media pembelajaran yang dapat mebentuk prilaku berbahasa pada murid, memberikan pembelajaran dengan cara bertahap dan sistematis, mengoreksi dan membenarkan kesalahan murid secara langsung, berlebihan dalam melatih murid dalam perilaku berbahasa murid yang baik dan benar, pengajaran suara, kosa kata, dan kaidah bahasa melalui percakapan, membiasakan siswa dalam mendengarkan suara-suara berbahasa Arab dan membiasakannya untuk berbicara menggunakan bahasa Arab, menyediakan latihan berkelanjutan, dan memberikan penguatan positif ataupun negatif.
DEVELOPMENT OF FRAMEWORK FOR HIGH SCHOOL GEOGRAPHY CURRICULUM BASED ON ISLAMIC VALUES Aniq Darajat; Ulil Amri Syafri; Ibdalsyah Ibdalsyah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 02 (2020): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v9i02.917

Abstract

Throughout history, Geography has a special position in the life of a Muslim, so they feel the need to learn this knowledge, more than any other discipline. Unfortunately, Geography learning, especially in high schools ignoring these facts and then empty of its association with Islamic values. This paper seeks to formulate the initial steps to develop a high school Geography curriculum based on Islamic values. This research uses a library research approach. The steps taken in this study includes study of key concepts in Islamic education that can be used as an educational curriculum framework that is inline with Islamic values. Principles for the compilation of Islamic values based churriculum, among others. First, the objectives are aligned and are a translation of the objectives of Islamic education. Second, the content of the material includes and corresponds to Islamic educational material including the history of Geography, great cotibution of Muslim scholars, and geographical conditions of Muslim countries. It also should be free from material content that are not aligned with Islamic values. Third, the teaching method the teaching of science can no longer be separated from the teaching of revelation (al-Qur'an and as-Sunnah). It also provides learning experiences  appropriate for moral and spiritual development by providing a balance between a student-centered and a subject-centered approach. Fourth, evaluation of education needs to pay attention to the achievement of the objectives of Islamic education, and not limited to aspects of knowledge, attitudes and skills but is empty of the achievement of ultimate educational goals.
Boarding School Entrepreneurship Curriculum Ade Hasim; Ulil Amri Syafri
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/12090

Abstract

The purpose of writing this article is to find out the entrepreneurial curriculum and learning process both in Al-Kasyaf Bandung Boarding School and YBM PLN Thursina Bogor Entrepreneur Boarding School in building the character of entrepreneurial independence of students which includes curriculum, learning activities and student activities. The research used was field research using descriptive qualitative research methods. Data was obtained through the process of observation, direct interviews and documentation. From the research conducted, the first result is that in the application of different entrepreneurship curricula, Al-Kasyaf Bandung Islamic Boarding School and YBM PLN Thursina Bogor Entrepreneurial Boarding School have the same goal, which is to form students' attitude of independence and responsibility in entrepreneurship, which includes having mental courage in entrepreneurship, being able to manage time between running business activities and learning activities, and being able to manage finances without depending on others. Second, the learning activities of students in religion-related subjects are almost the same as those in ordinary boarding school, which use memorisation, sorogan and bandongan methods. In entrepreneurial learning, in addition to direct coaching and training, students also receive motivation from guardians both directly (through meetings) and indirectly (through Whastapp social media). Thirdly, student activities in the boarding school environment, apart from deepening religious knowledge by participating in book discussions, Khitobah and seven-minute lectures, and giving lectures to the community, are also filled with managing independent businesses owned by the boarding school.
Kreatifitas Guru Memotivasi Siswa dalam Belajar Fiqih Harianto; Abas Mansur Tamam; Imas Kania Rahman; Ulil Amri Syafri; Ahmad
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i2.513

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan meneliti dan mengkaji kreatifitas pendidik dan juga motivasi belajar fiqih  peserta didik. Metode penulisan artikel ini menggunakan pendekatan library research yaitu sebuah penelitian pustaka dimana dalam penelitian yang dilangsungkan memakai literatur (kepustakaan), yang berbentuk buku, jurnal, maupun laporan hasil penelitian terdahulu. Adapun hasil penelitian bahwa kreatifitas yang dapat dilakukan seorang pendidik  untuk  memotivasi peserta didik belajar fiqih diantaranya dengan metode diskusi (dalam menyelesaikan khilafiyah yaitu perbedaan pendapat dalam masalah tertentu), ceramah (dalam membahas teori seperti materi wudhu, shalat, puasa, haji dan lainnya), tanya jawab (dilakukan dengan materi yang telah dibahas), talqin ( strategi dalam hafalan doa maupun bacaan shalat dan lainnya), praktek uji coba (praktek gerakan wudhu, shalat, haji, mengurus jenazah dan lainnya). Adapun  keberhasilan dalam beragam metode ini juga dipengaruhi beragam hal yang di antaranya kejelasan sebuah tujuan untuk dijadikan pegangan semua komponen pendidikan, keberadaan pendidik yang ideal, peserta didik, aktifitas belajar, adanya bahan evaluasi dan kondisi evaluasi (dikelompokkan sesuai tingkat, jumlah dan disilang).
Co-Authors Abas Mansur Tamam Abdul Hayyie Al Kattani Abdul Hayyie Al-Kattani Abdul Hayyie Alkattani Ade Hasim Adian Husaini Agus Hasan Bashori Agus Triyanto Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Akhmad Alim Akhmad Alim, Akhmad Akhmudi Bin Sarkiman Al Kattani, Abdul Hayyi Al-Kattani, Abdul Hayyie Ali Maulida Alim, Akhmad Andiana, Nesia Aniq Darajat Aris Kusnadi Putra Aris Kusnadi, Aris Asriandhini, Bairanti Bahtiar, Mochamad Syaepul Bashori, Agus Hasan Bawazier, Farhad Ali Bin Budin, Hanafiah Budi Handrianto Budi Hardiyanto Budi Heryanto Dede Ahmad Muhtarom Deden Dimyati Dewi, Rifkah Didin Hafidhuddin MS Didin Saefuddin Bukhori Didin Saefudin Einon Bte Mohd Taib Endin Mujahidin Evie, Salma Frandani, Muhammad Gibran, Achmad Fawwas Hamdan, Pepri Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hasbi Indra Huda, Munir Ibdalsyah Ibdalsyah Imas Kania Rahman Irfan Syauqi Beik Irfan Syauqy Beik Irfan Wahyu Syifa Kamaludin Khoirul Umam Laudza Zulfa Nur Dipa Maemunah Sa'diyah Maya, Rahendra Rahendra Melani, Lani Misjaya Misjaya Misjaya Misjaya Mochamad Syaepul Bahtiar Muhtarom, Dede Ahmad Munir Huda Nabil Ahmed Tarmom Nanin Diah Kurniawati Nesia Andriana Nur, Ma'mun Efendi Obay Sobari Rahayu, Rizcka Fatya Rahendra Maya Rahendra Maya Rahendra Maya Rahendra Maya, Rahendra Rahendra Rahendra Maya Rahman, Imas Kania Rahmatullah, Arif Raka Prasetyo Rakha Ryanki Farhan Rakha Ryanki Farhan Rasyid Rasyid, Rasyid Rifkawaty, Hilda Rosadi, Dede Saipon, Abdul Saipuddin Saipuddin SANTI LISNAWATI Sastra, Ahmad Sholeh Abdul Qudus Sobari, Obay Suhendra, Hilmatun Solihat Suryati Suryati Syauqy Beik, Irfan Syifa, Irfan Wahyu Taib, Einon Bte Mohd Tamam, Abas Mansur Tsaury, Sufyan Wasto, Wasto Wido Supraha Wirdaus, Idrus Zainal Abidin Arief Zainurroyyan Utsman