Claim Missing Document
Check
Articles

Nasih Ulwan's Perspective Teacher Personality Competency in His Book Entitled Tarbiyah Al-Awlâd fî al-Islâm. Aris Kusnadi Putra; Santi Lisnawati; Ulil Amri Syafri
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i3.1512

Abstract

Various cases of violence committed by unscrupulous teachers have spread in educational, national and social life, indicating that teachers as the main spearhead of education do not yet have a significant role in the process of building a national personality with a social and humanitarian spirit. Education undergoes a process of “dehumanization”. It is said that because education experiences a process of decline with the erosion of the human values it contains. The aim of this research is this research to analyze the concept of teacher personality competence from Nasih Ulwan's perspective in her book entitled Tarbiyah Al-Awlâd fî al-Islâm. This study uses a type of analytical descriptive qualitative research. The results of this research produce a basic concept for teachers at Madrsah Tsanawiyyah in improving personality competencies that support three other competencies, namely: first, professional competencies. Second, pedagogical competence. Third, social competence. It can be concluded that if the teacher's personality competency is carried out on an Islamic basis and in accordance with policy, then it is certain that all teachers will have reliable competence. Recommendations for the next researchers are to be able to perfect this research by examining the theoretical basis of other experts regarding personality competencies for Madrsah Tsanawiyyah teachers.
The Teacher's Role as a Role Model: Disparities between Students' Expectations and Reality in Senior High School Rahmatullah, Arif; Ulil Amri Syafri
TA`DIBUNA Vol 14 No 4 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i4.21053

Abstract

This research aims to analyze teacher role modeling from the perceptions of both teachers and students. This study employs mixed-methods research, combining quantitative and qualitative approaches. Research instruments included questionnaires administered to 25 teachers and 72 students as samples. The results indicate that teachers highly understand the importance of role modeling but feel less emulated by students. Conversely, students perceive teachers as good role models, despite some negative behaviors. This disparity arises from differences in perception between teachers and students, as well as the influence of social media. This disparity is analyzed through social perception theory and its relationship with the concept of social learning in Islam. Impact of this study shows that the effectiveness of role modelling is complex because it is influenced by several factors, including teacher-student interaction and the environment. Keywords: Teacher role modeling; Student perception; Disparity.
MODEL PEMBELAJARAN FIQIH SEKOLAH DASAR FASE C DI SDIT ALBINAA ISLAMIC BOARDING SCHOOL BEKASI Harianto, Harianto; Syafri, Ulil Amri; Ahmad, Ahmad
TADARUS Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v11i2.17744

Abstract

Pembelajaran zaman sekarang, dimana masa usia baligh semakin hari semakin cepat, baik yang dikarenakan potensi dan pengaruh dari melimpahnya gizi yang dikosumsi maupun sampainya waktu baligh anak dengan dipengaruhi oleh media, kemudian adanya hasil dan dampak yang baik dengan ragam model pembelajaran fiqih terhadap hasil belajar para peserta didik. Dengan kondisi ini menjadi tantangan para pendidik untuk menyiapkan generasi muda yaitu anak-anak sekolah dasar yang semakin cepat waktu datangnya baligh ini mendapatkan ilmu pengetahuan dengan beragam model pembelajaran  fiqih. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan model pembelajaran fiqih di SDIT ALBinaa Islamic Boarding School. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan subyek penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa model pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di SDIT ALBinaa Islamic Boarding School fase C ini adalah meliputi pertama: Model pembelajaran demonstrasi, dimana guru fiqih memilih model pembelajaran ini ketika membahas materi-materi yang harus diperjelas dengan metode demonstrasi, untuk materi yang didemonstrasikan di antaranya adalah materi bersuci dengan wudhu, tayamum  ibadah shalat dan tempatnya di masjid. Adapun materi haji dan umrah demonstrasinya dilapangan, kedua: Model pembelajaran habit forming yaitu siswa dibiasakan dalam praktek materi pembelajaran yang meliputi wudhu, shalat, dzikir dan puasa senin kamis, ketiga: Model pembelajaran reward and punishment yang diberlakukan dalam semua materi fiqih ketika semangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Adapun reward yang diberikan guru berbentuk pujian, aplus, pemberian hadiah dan doa. Sedangkan punishment yang diterapkan ketika siswa melakukan pelanggaran yang berbentuk nasehat, respon muka masam maupun pemberian tugas tambahan dari guru.
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PKBM DAN PONDOK PESANTREN MIMBAR HUFFAZH KARAWANG Nanin Diah Kurniawati; Maemunah Sa'diyah; Ulil Amri Syafri
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 5 No. 3 (2024): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v5i3.16174

Abstract

Dalam upaya melahirkan generasi terbaik, dibutuhkan sebuah pendidikan bermutu yang menjadi harapan semua pihak. Pendidikan bermutu memerlukan sebuah sistem pengendalian mutu yang terencana agar dapat berjalan dengan baik. Menejemen mutu adalah aktifitas untuk menjaga kualitas yang diharapkan dalam sebuah lembaga pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka perencanaan jaminan mutu perlu dikelola agar mampu menjadi lembaga pendidikan yang unggul. PKBM dan Pondok Pesantren Mimbar Huffazh Karawang adalah sebuah lembaga pendidikan masyarakat berbasis pesantren yang telah mengimplementasikan penjaminan mutu baik internal atau eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari impelementasi penjaminan mutu internal mulai dari penetapan standar mutu, pemetaan mutu, perencanaan pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu dan evaluasi atau audit pemenuhan mutu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumentasi, observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan analisis untuk mengambil sebuah kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi penjaminan mutu di PKBM dan Ponpes Mimbar Huffazh Karawang mengikuti kebijakan pemerintah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dengan menyesuaikan visi dan misi serta kondisi lembaga. Hasil penerapan penjaminan mutu internal berdampak terhadap proses pembelajaran, prestasi siswa dan pencapaian sekolah serta kepuasan pelanggan baik secara internal ataupun eksternal. Keywords : jaminan mutu internal, menejemen mutu, mutu pesantren
Implementasi Penguatan Karakter Religius di Panti Jompo Singapura Syafri, Ulil Amri; Maya, Rahendra Rahendra; Rahman, Imas Kania; Tamam, Abas Mansur; Taib, Einon Bte Mohd
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2733

Abstract

Menjaga dan merawat para orang tua berusia lanjut menjadi salah satu hal yang  menjadi perhatian di banyak negara, khususnya negara-negara modern. Salah satu cara untuk menangani hal itu adalah dengan mendirikan rumah-rumah jompo atau panti. Pihak pemerintah dan swasta setempat membangun rumah-rumah yang digunakan untuk menampung kebutuhan lansia agar dapat menjalani masa tuanya dengan lebih baik dan terawat. Salah satunya adalah Singapura sebagai negara dengan komunitas multietnis dan multi-agamanya. Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga Singapura berusaha memberikan penempatan bagi generasi ini untuk dijaga dan dirawat dengan baik dengan menyiapkan beberapa panti jompo bagi setiap lansia yang membutuhkannya. Penelitian ini mencoba meneliti proses pembinaan untuk para lansia di salah satu panti jompo yang ada di Singapura, yaitu Rumah Muhibbah Warga Tua Pertapis Singapura. Dalam hal ini masalah yang akan diangkat adalah untuk melihat apa saja program-program yang diberikan oleh panti jompo tersebut dalam membina para lansia, serta apakah program-program tersebut dapat membentuk karakter religius para lansia di hari tuanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi penelitian studi lapangan, yaitu pengambilan catatan lapangan bersifat deskriptif, dengan mengumpulkan suatu variasi informasi dari perspektif berbeda. Hanya saja, karena penelitian ini dilakukan dalam kondisi pandemi, maka metode penelitian yang dilakukan tanpa tatap muka dan menggali dari jaringan dunia maya berupa web dan akun youtube. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa program-program yang diberikan oleh panti jompo Rumah Muhibbah Warga Tua Pertapis meliputi kegiatan yang melibatkan motorik tangan, kegiatan pikiran, berkebun, dan pembinaan ruhani keagamaan. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut belum maksimal membentuk karakter para penghuni panti jompo.
Studi Kritis Konsep Sanad Kitab Nahj Al-Balaghah sebagai Upaya Membangun Budaya Tabayyun dalam Keilmuan Islam Bashori, Agus Hasan; Syafri, Ulil Amri
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v18i2.3658

Abstract

abayyun or tatsabbut or tahaqquq (verification) and taakkud (confirmation) of the news are important in order to prevent doing something wrong, injustice and regret. While in science and religion, tatsabbut is more important because the consequences could be dangerous. Therefore, Muslims as ummatan wasatan have been given by God the privilege to be the people whose religion and science have sanad. At the time of the salaf, tatsabbut with sanad was common through talaqqi and historical verification. In order to revive the culture of this tatsabbut, it needs a critical study on the sanad concept in a famous and wide spread of Nahj al-Balaghah book. The research questions are, how is the concept of sanad in the book Nahj al-Balagha? Does Nahj al-Balagha contain the belief of tasyayyu ‘Ghali (Rafidhah) and bara’ah (seperating themselves) from the prophet’s companions? This research used qualitative method, through a literature review and a descriptive documentary analysis. The finding shows that the book Nahj al-Balagha doesn not have sanad and its concept. Furthermore its content rejects and hates the companions of the Prophet and his wives. Tabayyun atau tatsabbut atau tahaqquq (verifikasi) dan taakkud (konfirmasi) dalam berita adalah penting agar kita tidak berbuat salah, zhalim dan menyesal. Sedangkan di dalam ilmu dan agama maka tatsabbut itu lebih penting lagi sebab akibatnya bisa lebih fatal. Oleh karena itu umat Islam yang dijadikan oleh Allah sebagai ummatan wasatan diberi keistimewaan sebagai umat yang agama dan ilmunya ber-sanad. Di jaman salaf, tatsabbut dengan sanad sudah membudaya dalam talaqqi dan riwayat. Maka untuk menghidupkan kembali budaya tastabbut ini peneliti memandang perlu melakukan studi kritis terhadap konsep sanad yang ada dalam kitab Nahj al-Balaghah  yang kesohor dan tersebar luas itu. Maka rumusan masalahnya adalah bagaimana konsep sanad dalam kitab Nahj al-Balaghah? Apakah Nahj Balaghah berisi akidah tasyayyu’ ghali (Rafidhah) dan bara’ah (berlepas diri) dari para sahabat Nabi? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui kajian literatur atau kepustakaan dan analisis dokumen secara deskriptif. Hasilnya, kita mendapatkan bahwa kitab Nahj alBalaghah tidak memiliki sanad dan tidak memiliki konsep sanad, dan isinya menolak dan membenci para sahabat Nabi, dan istri-istrinya.
Modul tahfidz kinestetik untuk anak SD fase A: Studi validasi dan implementasi Suhendra, Hilmatun Solihat; Alim, Akhmad; Syafri, Ulil Amri; Tamam, Abas Mansur
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21375

Abstract

The memorization of the Qur’an (tahfidz) in elementary school students at Phase A tends to rely on visual and auditory approaches, which are less effective for children with a kinesthetic learning style. This study aims to analyze the needs, develop, and test the feasibility of a kinesthetic-based tahfidz module for Phase A students. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects consisted of three experts (content, language, and design), teachers, and parents. Research instruments included a needs assessment questionnaire, expert validation sheets, and user response questionnaires. The results indicated that the module effectively facilitated active learning through physical movements, visual-interactive media, and structured guidance for both teachers and parents. Expert validation achieved an average feasibility score of 84%, while user response tests scored 83.34% and 96.77%, showing that the module is feasible for use. The module enhanced children’s focus, motivation, and engagement in memorizing the Qur’an, making it a suitable alternative for students with a kinesthetic learning style. Abstrak Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada anak Sekolah Dasar fase A cenderung menggunakan pendekatan visual dan auditori sehingga kurang sesuai bagi anak dengan gaya belajar kinestetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan, mengembangkan, dan menguji kelayakan modul metode tahfidz berbasis kinestetik bagi siswa fase A. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi tiga ahli (materi, bahasa, desain), guru, dan orang tua. Instrumen penelitian berupa angket kebutuhan, lembar validasi ahli, dan kuesioner respons pengguna. Hasil menunjukkan modul efektif memfasilitasi pembelajaran aktif melalui gerakan fisik, media visual-interaktif, dan panduan bagi guru maupun orang tua. Validasi ahli memperoleh rata-rata kelayakan 84%, sedangkan uji respons pengguna 83,34% dan 96,77%, menunjukkan modul layak digunakan. Modul ini mampu meningkatkan fokus, motivasi, dan keterlibatan anak dalam menghafal Al-Qur’an, menjadi alternatif yang sesuai dengan karakter anak kinestetik.
Pengembangan program pendidikan kompetensi sosial pengasuh pesantren tingkat SMP Arifin, Zainurroyyan; Al Katani, Abdul Hayyie; Syafri, Ulil Amri
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21930

Abstract

This study aims to develop an Islamic social competence education program for junior high school Islamic boarding school caregivers. The background of this research is the importance of caregivers' roles as mentors for students in character development, yet many of them lack adequate social competence. The study used a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results indicate that most Islamic boarding school caregivers have not received social training based on Islamic values and require a systematic program. The program developed encompasses the values of tazkiyatun nafs (self-control), sincerity, adab al-mu'asyarah (concerning good and forbidding evil), patience, gratitude, humility (tawadhu'), love of knowledge, asceticism (zuhud), Islamic brotherhood (ukhuwah Islamiyah), and morally-based social leadership. Expert validation showed a feasibility level of 81.6% (highly feasible). The implementation results indicate that this program can help improve the social competence of caregivers in carrying out their social roles and fostering students in the Islamic boarding school environment. Keywords: social competence, Islamic boarding school caregivers, Islamic education, program development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program pendidikan kompetensi sosial Islami bagi pengasuh pesantren tingkat SMP. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran pengasuh sebagai figur pembimbing santri dalam pembentukan karakter, tetapi banyak di antara mereka belum memiliki kompetensi sosial yang memadai. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengasuh pesantren belum memperoleh pelatihan sosial berbasis nilai-nilai Islam dan membutuhkan program yang sistematis. Program yang dikembangkan meliputi nilai-nilai tazkiyatun nafs, keikhlasan, adab al-mu’asyarah, amar ma’ruf nahi munkar, sabar, syukur, tawadhu’, cinta ilmu, zuhud, ukhuwah Islamiyah, dan kepemimpinan sosial berbasis akhlak. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan 81,6% (kategori sangat layak). Hasil implementasi menunjukkan program ini dapat membantu meningkatkan kompetensi sosial pengasuh dalam menjalankan peran sosial dan pembinaan santri di lingkungan pesantren.
Pembelajaran berbasis masalah di pondok pensantren Miftahul Ulum dalam menigkatkan pembelajaran fikih Nur Ali; Abuddin Nata; Ulil Amri Syafitri
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol. 10 No. 1 (2025): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v10i1.11

Abstract

Fiqh learning plays an important role in shaping students' understanding and religious practices. However, in reality, many students face difficulties in understanding Fiqh concepts in depth, especially in connecting them to everyday life problems. Teaching methods that are still conventional are often less effective in encouraging critical thinking and Islamic legal analysis skills. Therefore, innovation is needed in learning methods, such as the application of Problem-Based Learning (PBL) which emphasizes exploration and active problem solving. Problem-Based Learning (PBL) is an approach that emphasizes solving real problems as the first step in the learning process. This study aims to analyze the implementation of PBL in improving Fiqh learning at Miftahul Ulum Islamic Boarding School. The research method used is qualitative with a case study approach, involving observation, interviews, and document analysis. The results of the study indicate that the application of PBL in Fiqh learning at this Islamic boarding school is able to improve students' understanding of Fiqh concepts in more depth. Students become more active in discussing, analyzing Fiqh problems, and seeking solutions based on relevant arguments.  
Suplemen Pembelajaran Akidah Akhlak Materi Sifat Wajib 20 di MTs Kelas 7 Farhanul; Ulil Amri Syafri; Abdul Hayyie Al-Kattani
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 4 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i4.11675

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of moral degradation among adolescents in the digital era, which has become increasingly complex and therefore requires the strengthening of theological foundations through Islamic educational institutions. Aqidah Akhlak serves as a fundamental pillar in the formation of religious character. However, field observations indicate that the material on the Twenty Essential Attributes (Sifat Wajib 20) of Allah lacks adequate instructional resources and relies excessively on textual memorization. This condition causes seventh-grade students of Madrasah Tsanawiyah (Islamic junior high school) to experience difficulties in internalizing abstract theological concepts into logical, profound, and practical understandings applicable to their daily lives. The primary objective of this study is to design, develop, and evaluate the feasibility of an innovative and adaptive Aqidah Akhlak learning supplement for Madrasah Tsanawiyah students. The research employs a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The focus of product development lies in integrating rational arguments (dalil ‘aqli) and scriptural arguments (dalil naqli) to stimulate critical thinking while simultaneously strengthening students’ faith through more communicative and contextualized learning materials. Based on the validation results, the product achieved an average score of 82.02% from subject-matter experts, categorized as “Feasible.” Meanwhile, the evaluation from educational practitioners (subject teachers) yielded a score of 93.27%, categorized as “Highly Feasible.” These findings demonstrate that the supplement not only meets rigorous academic standards but also possesses strong practical relevance to the cognitive characteristics of junior secondary students. In conclusion, the implementation of this supplement is effective as a complementary instructional medium capable of enhancing substantive theological under.
Co-Authors Abas Mansur Tamam Abdul Hayyi Al Kattani Abdul Hayyie Al Kattani Abdul Hayyie Al-Kattani Abdul Hayyie Al-Kattani Abdul Hayyie Alkattani Abuddin Nata Ade Hasim Adian Husaini Agus Hasan Bashori Agus Triyanto Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Akhmad Alim Akhmad Alim Akhmad Alim, Akhmad Akhmudi Bin Sarkiman Al Katani, Abdul Hayyie Al Kattani, Abdul Hayyi Al-Kattani, Abdul Hayyie Ali Maulida Alim, Akhmad Andiana, Nesia Aniq Darajat Arie Afriansyah Arifin, Zainurroyyan Aris Kusnadi Putra Aris Kusnadi, Aris Asriandhini, Bairanti Bahtiar, Mochamad Syaepul Bashori, Agus Hasan Bawazier, Farhad Ali Budi Handrianto Budi Hardiyanto Budi Heryanto Dede Ahmad Muhtarom Deden Dimyati Dewi, Rifkah Didin Hafidhuddin MS Didin Saefuddin Bukhori Didin Saefudin Einon Bte Mohd Taib Endin Mujahidin Evie, Salma Farhanul Frandani, Muhammad Gibran, Achmad Fawwas Hamdan, Pepri Hanafiah Bin Budin Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hasbi Indra Hasby Indra Huda, Munir Ibdalsyah Ibdalsyah Imas Kania Rahman Irfan Syauqi Beik Irfan Syauqy Beik Irfan Wahyu Syifa Kamaludin Khoirul Umam Laudza Zulfa Nur Dipa Maemunah Sa'diyah Maya, Rahendra Rahendra Melani, Lani Misjaya Misjaya Misjaya Misjaya Mochamad Syaepul Bahtiar Muhiddin, Ihsan Muhtarom, Dede Ahmad Munir Huda Nabil Ahmed Tarmom Nanin Diah Kurniawati Nesia Andriana Nur Ali Nur, Ma'mun Efendi Obay Sobari Rahayu, Rizcka Fatya Rahendra Maya Rahendra Maya Rahendra Maya Rahendra Maya, Rahendra Rahendra Rahendra Maya Rahman, Imas Kania Rahmatullah, Arif Raka Prasetyo Rakha Ryanki Farhan Rakha Ryanki Farhan Rasyid Rasyid, Rasyid Rifkawaty, Hilda Rosadi, Dede Saipon, Abdul Saipuddin Saipuddin SANTI LISNAWATI Sastra, Ahmad Sholeh Abdul Qudus Sobari, Obay Sugiyanta Sugiyanta Suhendra, Hilmatun Solihat Suryati Suryati Syauqy Beik, Irfan Syifa, Irfan Wahyu Taib, Einon Bte Mohd Tamam, Abas Mansur Tsaury, Sufyan Wasto, Wasto Wido Supraha Wirdaus, Idrus Zainal Abidin Arief Zainurroyyan Utsman