Claim Missing Document
Check
Articles

The Teacher's Role as a Role Model: Disparities between Students' Expectations and Reality in Senior High School Rahmatullah, Arif; Ulil Amri Syafri
TA`DIBUNA Vol 14 No 4 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze teacher role modeling from the perceptions of both teachers and students. This study employs mixed-methods research, combining quantitative and qualitative approaches. Research instruments included questionnaires administered to 25 teachers and 72 students as samples. The results indicate that teachers highly understand the importance of role modeling but feel less emulated by students. Conversely, students perceive teachers as good role models, despite some negative behaviors. This disparity arises from differences in perception between teachers and students, as well as the influence of social media. This disparity is analyzed through social perception theory and its relationship with the concept of social learning in Islam. Impact of this study shows that the effectiveness of role modelling is complex because it is influenced by several factors, including teacher-student interaction and the environment. Keywords: Teacher role modeling; Student perception; Disparity.
MODEL PEMBELAJARAN FIQIH SEKOLAH DASAR FASE C DI SDIT ALBINAA ISLAMIC BOARDING SCHOOL BEKASI Harianto, Harianto; Syafri, Ulil Amri; Ahmad, Ahmad
TADARUS Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam - Fakultas Agama Islam ( FAI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/td.v11i2.17744

Abstract

Pembelajaran zaman sekarang, dimana masa usia baligh semakin hari semakin cepat, baik yang dikarenakan potensi dan pengaruh dari melimpahnya gizi yang dikosumsi maupun sampainya waktu baligh anak dengan dipengaruhi oleh media, kemudian adanya hasil dan dampak yang baik dengan ragam model pembelajaran fiqih terhadap hasil belajar para peserta didik. Dengan kondisi ini menjadi tantangan para pendidik untuk menyiapkan generasi muda yaitu anak-anak sekolah dasar yang semakin cepat waktu datangnya baligh ini mendapatkan ilmu pengetahuan dengan beragam model pembelajaran  fiqih. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan model pembelajaran fiqih di SDIT ALBinaa Islamic Boarding School. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan subyek penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa model pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di SDIT ALBinaa Islamic Boarding School fase C ini adalah meliputi pertama: Model pembelajaran demonstrasi, dimana guru fiqih memilih model pembelajaran ini ketika membahas materi-materi yang harus diperjelas dengan metode demonstrasi, untuk materi yang didemonstrasikan di antaranya adalah materi bersuci dengan wudhu, tayamum  ibadah shalat dan tempatnya di masjid. Adapun materi haji dan umrah demonstrasinya dilapangan, kedua: Model pembelajaran habit forming yaitu siswa dibiasakan dalam praktek materi pembelajaran yang meliputi wudhu, shalat, dzikir dan puasa senin kamis, ketiga: Model pembelajaran reward and punishment yang diberlakukan dalam semua materi fiqih ketika semangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Adapun reward yang diberikan guru berbentuk pujian, aplus, pemberian hadiah dan doa. Sedangkan punishment yang diterapkan ketika siswa melakukan pelanggaran yang berbentuk nasehat, respon muka masam maupun pemberian tugas tambahan dari guru.
Teachers, Parents, and the Digital Challenge: Understanding Islamic Character Formation in Singapore’s Madrasa Education Syafri, Ulil Amri; Bin Budin, Hanafiah
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 3 (2025): Transformative Islamic Education
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v8i3.239

Abstract

This study explores the practical implementation of Islamic character values within classroom and school environments in Singaporean madrasas. It also investigates how parents and teachers perceive the effectiveness of character education. Employing a mixed-methods approach within a sequential exploratory design, this research integrates qualitative data from interviews, observations, and documentation with quantitative data from questionnaires.  To provide a comprehensive understanding. Case studies were conducted at Madrasa Wak Tanjong Al-Islamiah (a full-time madrasa) and Andalus Corporation (a part-time madrasa). Qualitative findings were used to identify relational patterns among variables, which were then tested using quantitative surveys. The findings reveal that Islamic character education is implemented through teacher exemplars, social interactions, and structured religious activities that form part of the madrasa’s institutional culture. Both teachers and parents perceive the process positively, acknowledging its systematic and value-based nature. This layered process emphasizes character formation not merely as knowledge transmission, but as the internalization of values through habituation and spiritual development. A key challenge, however, lies outside the madrasa-particularly digital distractions such as social media and unfiltered online content, which often contradict the values taught within the madrasa context.
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI PKBM DAN PONDOK PESANTREN MIMBAR HUFFAZH KARAWANG Nanin Diah Kurniawati; Maemunah Sa'diyah; Ulil Amri Syafri
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 5 No. 3 (2024): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v5i3.16174

Abstract

Dalam upaya melahirkan generasi terbaik, dibutuhkan sebuah pendidikan bermutu yang menjadi harapan semua pihak. Pendidikan bermutu memerlukan sebuah sistem pengendalian mutu yang terencana agar dapat berjalan dengan baik. Menejemen mutu adalah aktifitas untuk menjaga kualitas yang diharapkan dalam sebuah lembaga pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka perencanaan jaminan mutu perlu dikelola agar mampu menjadi lembaga pendidikan yang unggul. PKBM dan Pondok Pesantren Mimbar Huffazh Karawang adalah sebuah lembaga pendidikan masyarakat berbasis pesantren yang telah mengimplementasikan penjaminan mutu baik internal atau eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari impelementasi penjaminan mutu internal mulai dari penetapan standar mutu, pemetaan mutu, perencanaan pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan mutu dan evaluasi atau audit pemenuhan mutu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumentasi, observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan analisis untuk mengambil sebuah kesimpulan dari hasil penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi penjaminan mutu di PKBM dan Ponpes Mimbar Huffazh Karawang mengikuti kebijakan pemerintah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dengan menyesuaikan visi dan misi serta kondisi lembaga. Hasil penerapan penjaminan mutu internal berdampak terhadap proses pembelajaran, prestasi siswa dan pencapaian sekolah serta kepuasan pelanggan baik secara internal ataupun eksternal. Keywords : jaminan mutu internal, menejemen mutu, mutu pesantren
Implementasi Penguatan Karakter Religius di Panti Jompo Singapura Syafri, Ulil Amri; Maya, Rahendra Rahendra; Rahman, Imas Kania; Tamam, Abas Mansur; Taib, Einon Bte Mohd
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2733

Abstract

Menjaga dan merawat para orang tua berusia lanjut menjadi salah satu hal yang  menjadi perhatian di banyak negara, khususnya negara-negara modern. Salah satu cara untuk menangani hal itu adalah dengan mendirikan rumah-rumah jompo atau panti. Pihak pemerintah dan swasta setempat membangun rumah-rumah yang digunakan untuk menampung kebutuhan lansia agar dapat menjalani masa tuanya dengan lebih baik dan terawat. Salah satunya adalah Singapura sebagai negara dengan komunitas multietnis dan multi-agamanya. Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga Singapura berusaha memberikan penempatan bagi generasi ini untuk dijaga dan dirawat dengan baik dengan menyiapkan beberapa panti jompo bagi setiap lansia yang membutuhkannya. Penelitian ini mencoba meneliti proses pembinaan untuk para lansia di salah satu panti jompo yang ada di Singapura, yaitu Rumah Muhibbah Warga Tua Pertapis Singapura. Dalam hal ini masalah yang akan diangkat adalah untuk melihat apa saja program-program yang diberikan oleh panti jompo tersebut dalam membina para lansia, serta apakah program-program tersebut dapat membentuk karakter religius para lansia di hari tuanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi penelitian studi lapangan, yaitu pengambilan catatan lapangan bersifat deskriptif, dengan mengumpulkan suatu variasi informasi dari perspektif berbeda. Hanya saja, karena penelitian ini dilakukan dalam kondisi pandemi, maka metode penelitian yang dilakukan tanpa tatap muka dan menggali dari jaringan dunia maya berupa web dan akun youtube. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa program-program yang diberikan oleh panti jompo Rumah Muhibbah Warga Tua Pertapis meliputi kegiatan yang melibatkan motorik tangan, kegiatan pikiran, berkebun, dan pembinaan ruhani keagamaan. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut belum maksimal membentuk karakter para penghuni panti jompo.
Studi Kritis Konsep Sanad Kitab Nahj Al-Balaghah sebagai Upaya Membangun Budaya Tabayyun dalam Keilmuan Islam Bashori, Agus Hasan; Syafri, Ulil Amri
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 2 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v18i2.3658

Abstract

abayyun or tatsabbut or tahaqquq (verification) and taakkud (confirmation) of the news are important in order to prevent doing something wrong, injustice and regret. While in science and religion, tatsabbut is more important because the consequences could be dangerous. Therefore, Muslims as ummatan wasatan have been given by God the privilege to be the people whose religion and science have sanad. At the time of the salaf, tatsabbut with sanad was common through talaqqi and historical verification. In order to revive the culture of this tatsabbut, it needs a critical study on the sanad concept in a famous and wide spread of Nahj al-Balaghah book. The research questions are, how is the concept of sanad in the book Nahj al-Balagha? Does Nahj al-Balagha contain the belief of tasyayyu ‘Ghali (Rafidhah) and bara’ah (seperating themselves) from the prophet’s companions? This research used qualitative method, through a literature review and a descriptive documentary analysis. The finding shows that the book Nahj al-Balagha doesn not have sanad and its concept. Furthermore its content rejects and hates the companions of the Prophet and his wives. Tabayyun atau tatsabbut atau tahaqquq (verifikasi) dan taakkud (konfirmasi) dalam berita adalah penting agar kita tidak berbuat salah, zhalim dan menyesal. Sedangkan di dalam ilmu dan agama maka tatsabbut itu lebih penting lagi sebab akibatnya bisa lebih fatal. Oleh karena itu umat Islam yang dijadikan oleh Allah sebagai ummatan wasatan diberi keistimewaan sebagai umat yang agama dan ilmunya ber-sanad. Di jaman salaf, tatsabbut dengan sanad sudah membudaya dalam talaqqi dan riwayat. Maka untuk menghidupkan kembali budaya tastabbut ini peneliti memandang perlu melakukan studi kritis terhadap konsep sanad yang ada dalam kitab Nahj al-Balaghah  yang kesohor dan tersebar luas itu. Maka rumusan masalahnya adalah bagaimana konsep sanad dalam kitab Nahj al-Balaghah? Apakah Nahj Balaghah berisi akidah tasyayyu’ ghali (Rafidhah) dan bara’ah (berlepas diri) dari para sahabat Nabi? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui kajian literatur atau kepustakaan dan analisis dokumen secara deskriptif. Hasilnya, kita mendapatkan bahwa kitab Nahj alBalaghah tidak memiliki sanad dan tidak memiliki konsep sanad, dan isinya menolak dan membenci para sahabat Nabi, dan istri-istrinya.
Co-Authors Abas Mansur Tamam Abdul Hayyie Al Kattani Abdul Hayyie Al-Kattani Abdul Hayyie Alkattani Ade Hasim Adian Husaini Agus Hasan Bashori Agus Triyanto Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Akhmad Alim Akhmad Alim, Akhmad Akhmudi Bin Sarkiman Al Kattani, Abdul Hayyi Al-Kattani, Abdul Hayyie Ali Maulida Alim, Akhmad Andiana, Nesia Aniq Darajat Aris Kusnadi Putra Aris Kusnadi, Aris Asriandhini, Bairanti Bahtiar, Mochamad Syaepul Bashori, Agus Hasan Bawazier, Farhad Ali Bin Budin, Hanafiah Budi Handrianto Budi Hardiyanto Budi Heryanto Dede Ahmad Muhtarom Deden Dimyati Dewi, Rifkah Didin Hafidhuddin MS Didin Saefuddin Bukhori Didin Saefudin Einon Bte Mohd Taib Endin Mujahidin Evie, Salma Frandani, Muhammad Gibran, Achmad Fawwas Hamdan, Pepri Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hasbi Indra Huda, Munir Ibdalsyah Ibdalsyah Imas Kania Rahman Irfan Syauqi Beik Irfan Syauqy Beik Irfan Wahyu Syifa Kamaludin Khoirul Umam Laudza Zulfa Nur Dipa Maemunah Sa'diyah Maya, Rahendra Rahendra Melani, Lani Misjaya Misjaya Misjaya Misjaya Mochamad Syaepul Bahtiar Muhtarom, Dede Ahmad Munir Huda Nabil Ahmed Tarmom Nanin Diah Kurniawati Nesia Andriana Nur, Ma'mun Efendi Obay Sobari Rahayu, Rizcka Fatya Rahendra Maya Rahendra Maya Rahendra Maya Rahendra Maya, Rahendra Rahendra Rahendra Maya Rahman, Imas Kania Rahmatullah, Arif Raka Prasetyo Rakha Ryanki Farhan Rakha Ryanki Farhan Rasyid Rasyid, Rasyid Rifkawaty, Hilda Rosadi, Dede Saipon, Abdul Saipuddin Saipuddin SANTI LISNAWATI Sastra, Ahmad Sholeh Abdul Qudus Sobari, Obay Suhendra, Hilmatun Solihat Suryati Suryati Syauqy Beik, Irfan Syifa, Irfan Wahyu Taib, Einon Bte Mohd Tamam, Abas Mansur Tsaury, Sufyan Wasto, Wasto Wido Supraha Wirdaus, Idrus Zainal Abidin Arief Zainurroyyan Utsman