Articles
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBENTUK PERILAKU MENYONTEK PADA MAHASISWA TINGKAT AWAL JURUSAN PSIKOLOGI UNESA
ISMI KHARIN ADRIANA;
DIANA RAHMASARI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.23532
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang membentuk perilaku menyontek pada mahasiswa tingkat awal jurusan Psikologi Unesa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling, dengan jumlah subjek yaitu 130 mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis faktor. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat satu faktor yang membentuk perilaku menyontek, yaitu faktor ketahanan diri. Faktor ketahanan diri terdiri dari efikasi diri, kontrol diri, dan sikap terhadap moral.
Perbedaan Komitmen Organisasi Pada PNS dan Non PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik
ROSINTA WINDASARI;
DIANA RAHMASARI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.25325
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komitmen organisasi pada PNS dan Non PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Subjek penelitian ini berjumlah 82 pegawai, yaitu 52 PNS dan 30 Non PNS. Pengambilan data menggunakan skala komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparasi. Teknik analisis penelitian ini menggunakan independent sample test dengan taraf signifikansi 0,000 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang positif dan signifikan pada komitmen organisasi antara PNS dan non-PNS.. Kata Kunci : Komitmen Organisasi, PNS, Non PNSAbstractThis study aimed to determine the differences in organizational commitment between civil servants and non-civil servants in the District Education Board Gresik. The data were collected from 82 employees namely 52 civil servants and 30 non civil servants. The data retrieval uses the organizational commitment scale. This study used quantitative approach with comparative method. The analysis technique of this study used independent sample test with significance level 0,000 (p <0,05). The results showed that there are positive and significant differences in organizational commitment between civil servants and non-civil servants. Keywords: Organizational Commitment, Civil Servants, Non-Civil Servants
RESILIENSI PADA REMAJA AWAL YANG ORANGTUANYA BERCERAI
YUMNA ULAYYA CAHYANI;
DIANA RAHMASARI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v5i2.25327
Abstrak Fokus dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik resiliensi pada remaja awal yang orangtuanya bercerai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling dan didapatkan tiga subjek penelitian yaitu tiga remaja awal yang orangtuanya bercerai yang berinisial AP, FF dan RR. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan teknik wawancara sehingga instrumen pengumpulan data berupa pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, lalu kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap partisipan memiliki karakteristik resiliensi yang berbeda antara partisipan satu dengan yang lain. AP memiliki karakteristik motivasional dan kemampuan kognitif. Partisipan FF dan RR memiliki karakteristik spiritual dan motivasional serta kemampuan kognitif. Dapat disimpulkan bahwa ketiga partisipan telah resilien karena mamiliki karakteristik resiliensi. Penelitian ini menemukan bahwa para partisipan memiliki karakteristik resiliensi karena mendapat dukungan keluarga. Kata Kunci : Resiliensi, Perceraian Orangtua, Remaja Awal Abstract This research focusing to know the resilience characteristic on early adolescent whose parents are divorced. This research is using qualitative approach with case study method. Subject research is using purposive sampling and get three subjects, that are three early adolescent which parents have been divorced with initials are AP, FF and RR. Data collected by using interview method, so the collecting data is based on interviews guideline. Data analysis method is using reduction, display data and conclusion. The validity test of the data is using triangulation method which is source triangulation. The result of this research shows that each participants have different resilience characteristic with one another. AP has motivational and cognitive competence characteristic. FF and RR have spiritual, motivational and cognitive competence characteristic. It can be concluded that all of the participants was resilient because they have resilience characteristic. This research found that all of the participants have resilience characteristic because they get family support. Keywords: Resilience, Parents Divorce, Early Adolescent
GAMBARAN KETIADAAN PERAN ORANGTUA PADA REMAJA PELAKU BULLYING DI SMP NEGERI 1 PALANG
ANNA QURROTUL AYUNI;
DIANA RAHMASARI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i1.26984
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ketiadaan peran orangtua pada remaja pelaku bullying. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek pada penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 1 orang dengan inisial YA. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara . Teknik analisis data yang digunakan adalah pembuatan transkrip, pengkodingan, dan pembuatan tabel tema. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan peran orangtua pada partisipan membuat orangtua hanya mampu memenuhi sebagian perannya. Peran yang dapat dipenuhi yaitu pendukung dalam hal materi, dan memberi motivator, serta peran sebagai pemberi pedoman. Hanya saja pada peranan sebagai motivator dan pemberi pedoman dilakukan orangtua melalui obrolan telepon dengan anak. Hal ini menyebabkan peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan sempurna. Peran yang tidak dapat dipenuhi yaitu peran orangtua sebagai pembimbing, serta sebagai pendukung dalam kebutuhan non materiil (kasih sayang dan perhatian). Peranan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena orangtua tidak tinggal bersama anak. Kata Kunci: Ketiadaan Peran Orangtua, Pelaku Bullying, Remaja
GAMBARAN KETIADAAN PERAN ORANGTUA PADA REMAJA PELAKU BULLYING DI SMP NEGERI 1 PALANG
ANNA QURROTUL AYUNI;
DIANA RAHMASARI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i1.26985
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ketiadaan peran orangtua pada remaja pelaku bullying. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek pada penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 1 orang dengan inisial YA. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara . Teknik analisis data yang digunakan adalah pembuatan transkrip, pengkodingan, dan pembuatan tabel tema. Uji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan peran orangtua pada partisipan membuat orangtua hanya mampu memenuhi sebagian perannya. Peran yang dapat dipenuhi yaitu pendukung dalam hal materi, dan memberi motivator, serta peran sebagai pemberi pedoman. Hanya saja pada peranan sebagai motivator dan pemberi pedoman dilakukan orangtua melalui obrolan telepon dengan anak. Hal ini menyebabkan peran tersebut tidak dapat dijalankan dengan sempurna. Peran yang tidak dapat dipenuhi yaitu peran orangtua sebagai pembimbing, serta sebagai pendukung dalam kebutuhan non materiil (kasih sayang dan perhatian). Peranan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena orangtua tidak tinggal bersama anak. Kata Kunci: Ketiadaan Peran Orangtua, Pelaku Bullying, Remaja
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DENGAN CITRA TUBUH PADA PEREMPUAN YANG MELAKUKAN PERAWATAN DI KLINIK KECANTIKAN
BENIDHA ROOS FERI NISA;
DIANA RAHMASARI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i4.29679
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara harga diri dan kesejahteraan subjektif dengan citra tubuh pada perempuan yang melakukan perawatan di klinik kecantikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perempuan yang melakukan perawatan di klinik kecantikan yang berjumlah 100 orang dengan 30 orang digunakan untuk uji coba dan 70 orang untuk penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan skala harga diri, skala kesejahteraan subjektif dan skala citra tubuh. Jenis instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Teknik analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis regsresi berganda Hasil analisis data menunjukkan hubungan yang sedang antara kedua variabel bebas dengan variabel terikat. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dan kesejahteraan subjektif dengan citra tubuh pada perempuan yang melakukan perawatan di klinik kecantikan
Kesejahteraan Subjektif Laki-laki Dewasa Penderita Leukemia
RISNANDA EKA AULIA;
DIANA RAHMASARI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v6i4.30156
Berbagai permasalahan dialami oleh penderita leukemia, mulai dari permasalahan dengan fisik yang semakin menurun, ditambah lagi dampak psikologis yang mereka rasakan. Laki-laki dewasa yang telah menikah memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya. Kondisi laki-laki dewasa penderita leukemia akan merasa semakin terpuruk jika tidak dapat memenuhi tugas perkembangan tersebut, sehingga menghambat individu dalam memperoleh kebahagiaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran kesejahteraan subjektif laki-laki dewasa penderita leukemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subjektifnya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang laki-laki dewasa penderita leukemia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Analisis data digunakan adalah teknik analisis tematik. Penelitian ini berhasil mengungkap kesejahteraan subjektif yang dimiliki oleh kedua subjek diperoleh dari kepuasaan hidup dengan masa lalu dan pandangan akan kepuasan dalam kehidupan saat ini yang dijalaninya. Kesejahteraan subjektif pada subjek satu dipengarungihi oleh faktor yang paling dominan diantaranya adalah faktor peristiwa hidup yang menyenangkan, kepuasan kerja yang dirasakan subjek, rekreasi dengan bentuk olah raga bersepeda, dan juga dipengaruhi oleh sifat kepribadian subjek yang terbuka. Kesejahteraan subjektif pada subjek dua dipengaruhi oleh faktor yang paling dominan seperti peristiwa hidup yang dialami oleh subjek dan juga sifat kepribadian subjek yang terbuka.
Hubungan antara Body shaming dan Happiness dengan Konsep diri sebagai variabel mediator
ANUGRAHANI SABILLIA NOOR PRATAMA;
DIANA RAHMASARI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v7i3.35105
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body shaming dan happiness dengan konsep diri sebagai variabel mediator. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 154 siswi SMK. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala body shaming, happiness dan konsep diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana untuk mengetahui hubungan antar ketiga variable. Sedangkan untuk memperkuat peran konsep diri sebagai mediator digunakan sobel test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body shaming dan happiness memiliki hubungan kuat dengan konsep diri sebagai mediator. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa konsep diri merupakan mediator yang kuat antara body shaming dan Happiness. Hal ini berarti jika individu memiliki konsep diri yang kuat, maka individu tetap merasa happiness walaupun mendapatkan body shaming.