Articles
DUKUNGAN SOSIAL PADA MAHASISWI DENGAN PERILAKU MENYAKITI DIRI
Maulid Yuni Sari;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v9i8.50713
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika dukungan sosial yaitu proses mendapatkan dukungan social dan faktor dukungan sossial yang berpengaruh pada mahasiswa dengan perilaku menyakiti diri sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pada penelitian ini melibatkan tiga partisipan perempuan yang berstatus sebagai mahasiswa dengan rentang usia 21 hingga 22 tahun, dan sudah tidak melakukan perilaku menyakiti diri setidaknya 12 bulan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan wawancara semiterstruktur dengan analisis data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partisipan berhasil berhenti melakukan perilaku menyakiti diri karena adanya dukungan sosial lingkungan sekitar. Dari ketiga partisipan memiliki kesamaan bahwa mereka mendapatkan dukungan sosial yang paling kuat yakni dari dukungan teman. Namun juga diperkuat dengan dukungan dari diri sendiir seperti keyakinan diri dan juga dukungan lingkungan lainnya seperti menyukai dunia K POP yang khususnya boyband Korea BTS. Kata kunci : Dukungan sosial, Mahasiswi, Perilaku menyakiti diri. Abstact This study aims to determine the description of social support in students with self-harm behavior. This research uses a qualitative approach with a case study method. In this study involved three female participants who were students with an age range of 20 to 24 years, and had not engaged in self-harming behavior for at least 12 months. Research data were collected using semi-structured interviews with thematic data analysis. The results showed that the three participants managed to stop self-harming behavior because of the social support from the surrounding environment. Of the three participants have in common that they get the most social support, namely from the support of friends. But it is also strengthened by self-support such as self-confidence and also other environmental support such as liking the world of K POP, especially the Korean boy band BTS. Keywords : Social support, Collage student, self harming
Optimism in Male University Students with Partial Color Blindness
Tsabita Huwaida;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53260
Partial color blindness is a condition that hinders the recognition and categorization of specific colors, resulting in discomfort and a series of disparities for those affected. Opportunities to pursue aspirations are often denied due to regulations in professions such as nursing, engineering, and public service that impose binding rules regarding partial color blindness, leading to the curtailment of rights for many individuals with this condition. Consequently, it can have profound psychological implications for individuals with partial color blindness. This qualitative research, employing a case study approach, aims to uncover the factors that contribute to optimism among male university students with partial color blindness. Through semi-structured interviews with three male participants and employing thematic analysis, the study successfully identifies three key factors that influence the formation of optimism: (1) social support, (2) confidence, and (3) self-esteem. These factors empower participants to face the psychological challenges posed by partial color blindness and foster a sense of optimism
Hubungan Beban Kerja dengan Burnout pada Pegawai Perusahaan Startup
Dwi Anindya Anandani;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53369
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan burnout pada pegawai perusahaan X.com. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah pegawai perusahaan startup X.com yang berjumlah 59 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala beban kerja dan skala burnout. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan hasil nilai koefisiensi sebesar 0,677 (r=0,677) dengan taraf signifikan 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan hubungan antar variabel termasuk dalam kategori kuat. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima yaitu beban kerja memiliki korelasi dengan burnout pada pegawai perusahaan startup dimana 18 pegawai (52,9%) mengalami beban kerja sedang dan 9 pegawai (26,4%) mengalami burnout tinggi.
Resiliensi pada Perempuan Sandwich Generation
Ardelia Nabilah Priyandoko;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53387
Perempuan sandwich generation merupakan perempuan yang memiliki posisi terhimpit antara orang tua dan anak-anak. Posisi tersebut mengharuskannya untuk merawat baik secara emosi, afeksi, hingga materi. Berperan sebagai sandwich generation dengan segenap beban rentan untuk mengalami stres, burnout, depresi, dan lain sebagainya. Meski rentan dengan berbagai permasalahan secara psikologis, terdapat individu yang tidak mengalami hal tersebut karena memiliki resiliensi. Oleh sebab itu, penelitian ini tertarik meneliti resiliensi pada sandwich generation yang sudah resilien terkait gambaran dan resiliensi. Secara khusus gambaran ini berkaitan dengan proses dinamika psikologis, proses terbentuknya resiliensi, dan faktor-faktor pelindung terbentuknya resiliensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dalam bentuk studi kasus. Wawancara semi terstruktur digunakan dalam penelitian ini dengan partisipan berjumlah tiga orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan tiga tahap. Hasil penelitian ini menunjukkan religiusitas, dukungan keluarga, dan kemampuan regulasi diri merupakan faktor pelindung dalam resiliensi.
Gambaran Kebahagiaan pada Relawan Bencana Alam
Dwi Susi Miftakhul Jannah;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53401
Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terhadap bencana alam yang dapat merugikan dari beberapa aspek kehidupan. Di Indonesia, banyak individu usia dewasa awal secara spontan dan sukarela menjadi relawan bencana alam. Keterlibatan menjadi relawan bencana alam ini didorong karena ada perasaan bahagia yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan uji keabsahan data menggunakan member check, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan empat tema utama yaitu sebelum menjadi relawan bencana alam, gambaran kebahagiaan pada relawan bencana alam, makna kebahagiaan pada relawan bencana alam, dan nilai-nilai yang dianut. Tema pertama menjelaskan mengenai keadaan sebelum menjadi relawan bencana alam. Tema kedua membahas mengenai hal-hal yang membuat bahagia selama menjadirelawan bencana alam. Tema ketiga menjelaskan mengenai makna kebahagiaan menurut relawan bencana alam. Tema keempat membahas tentang nilai-nilai yang diyakini dan dianut. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran makna kebahagiaan pada relawan bencana alam antara lain membantu individu lain bahagia karena ketika individu lain bahagia maka kebahagiaan juga akan dirasakan olehnya, membantu dan bermanfaat bagi individu lain serta membantu dan bermanfaat bagi individu lain dengan lingkup yang lebih luas.
Gratitude in Early Adulthood Women Survivors of Sexual Harassment
Dicky Hasbyallah;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53538
This study aims to examine the processes, factors, and benefits of gratitude in early adulthood women who are survivors of sexual harassment. Early adulthood is the age when individuals experience the transition from adolescence to adulthood. This age is a critical period, especially at the age of 18-20 years. Age 18-20 years is a period when individuals experience emotional tension because they are faced with changes in responsibilities and different developmental tasks. Failure to overcome stressful live events due to harassment will have a negative impact on individuals. This research is important because gratitude is an important aspect for early adult women to reduce negative emotions from the impact of harassment. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through semi-structured interviews and analyzed through thematic analysis techniques. Participants in this study were three young adult women who experienced unwanted sexual attention. By referring to the gratitude aspect developed by Watkins, the three participants were able to form gratitude. Gratitude is achieved by several processes involving psychological, cognitive, and social aspects. Gratitude can increase awareness, happiness, and form self-acceptance. Factors that support the formation of gratitude are self-motivation and support from friends.
Profil Resiliensi Remaja Piatu di Panti Asuhan Mojokerto
Rosi Izzatul Ilmi Hamdiyah;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53827
Seorang anak tidak dapat tinggal dengan keluarga lengkapnya dalam satu rumah karena ada berbagai faktor, misalnya keluarga kurang mampu dalam segi finansial, salah satu atau kedua orang tua meninggal dunia. Remaja yang tinggal di panti asuhan memiliki interaksi yang terbatas dengan orang tuanya. Di panti asuhan sendiri interaksi remaja dan pengasuh juga tidak dapat maksimal karena pengauh harus bertanggung jawab terhadap anak-anak lainnya juga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi dan faktor proteksi resiliensi remaja piatu di salah satu panti asuhan Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan member checkingdan triangulasi data Partisipan dalam penelitian ini yaitu remaja berusia 13-16 tahun, tinggal di panti asuhan, ibu kandungnya telah meninggal dunia, dan kurang mampu secara ekonomi. Analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan gambaran resiliensi remaja piatu di panti asuhan dapat dilihat melalui kemampuan problem solving, kemampuan mengontrol emosi, dan coping stress. Kemudian temuan faktor proteksi ketahanan pada penelitian ini yaitu dukungan sosial, yang berarti pembuatan, kompetensi diri, dan regulasi diri.
Kebermaknaan Hidup Pada Lansia Pria Akibat Kematian Istri
Fadhillah Nur Lathifah;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53849
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan dan sumber kebermaknaan hidup diperoleh lansia pria yang ditinggal pasangan sebab kematian. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur dengan analisis data menggunakan analisis tematik. Uji keabsahan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan member checking dan triangulasi data. Partisipan dalam penelitian ini ada 3 orang lansia pria yang ditinggal pasangan sebab kematian dan tidak menikah kembali dengan anak perempuannya yang menjadi significant others. Hasil penelitian ini mengungkap 2 topik yaitu tahapan kebermaknaan hidup dan sumber kebermaknaaan hidup. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa lansia pria yang ditinggal pasangan sebab kematian kehidupannya bermakna karena berhasil melalui beberapa tahap yaitu tahap derita, tahap penerimaan diri, tahap penemuan makna hidup, dan tahap kehidupan bermakna. Sumber kehidupan bermakna dari nilai kreatif, nilai penghayatan, dan nilai bersikap.
Posttraumatic Growth pada Laki-Laki Penyintas Kekerasan Seksual
Nur Rahmah Ramadani;
Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53887
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan faktor terjadinya posttraumatic growth pada laki-laki penyintas kekerasan seksual. Posttraumatuc growth adalah suatu kondisi perubahan yang menyebabkan individu mengalami pertumbuhan dan perkembangan menuju arah yang lebih positif setelah berjuang melewati keadaan yang membuatnya trauma. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Teknik yang digunakan untuk pengambilan data dalam penelitian ini yaitu wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga laki-laki penyintas kekerasan seksual. Hasil pada penelitian ini memunculkan tema utama yaitu proses dan faktor yang mempengaruhi terjadinya posttraumatic growth. Faktor yang membuat partisipan mencapai posttraumatic growth yaitu adanya dukungan sosial berupa dukungan dari teman sebaya dan dukungan dari keluarga, religiusitas, dan optimisme. Proses yang dilalui oleh partisipan untuk mencapai posttraumatic growth yaitu dengan melalui tahap ruminasi otomatis, pengelolaan dan penurunan distress (mengungkapkan emosi dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar), dan ruminasi terarah untuk mencapai posttraumatic growth.