p-Index From 2021 - 2026
3.314
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dimensi Interior Nirmana Jurnal Siasat Bisnis MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya RUANG: JURNAL LINGKUNGAN BINAAN (SPACE: JOURNAL OF THE BUILT ENVIRONMENT) Techno.Com: Jurnal Teknologi Informasi Product Design Jurnal Sosioteknologi Journal of Visual Art and Design Mozaik Humaniora ANDHARUPA Jurnal Ilmiah Arena Tekstil RITME Journal of Animation & Games Studies JADECS (Journal of Art, Design, Art Education and Culture Studies) MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture SOSIOHUMANIKA Naditira Widya PRODUCTUM : Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Prosiding Seminar Nasional Pakar Visualita : Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Jurnal Telematika Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Rupa PROSIDING: SENI, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT Keluwih: Jurnal Sains dan Teknologi Atrat: Jurnal Seni Rupa Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat Wimba: Jurnal Komunikasi Visual Rumoh: Journal of Architecture Jurnal Islam Nusantara Makara Human Behavior Studies in Asia Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain International Journal of Geotourism Science and Developmen Prosiding Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi (TAU SNAR- TEK) Hastagina: Jurnal Kriya dan Indsutri Kreatif Naditira Widya International Research Journal of Business Studies Panggung Serat Rupa: Journal of Design Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

“Mbok Mase” dan “Mbok Semok”: Reinterpretasi Karakter Perempuan Jawa dalam Kultur Batik Nurcahyanti, Desy; Sachari, Agus; Destiarmand, Achmad Haldani; Sunarya, Yan Yan
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1096

Abstract

Stigma masyarakat tentang karakter perempuan Jawa digambarkan sebagai sosok marginal yang tunduk pada kekuatan laki-laki, pengabdi, penurut, pelayan, bertutur kata lemah lembut, dan bergerak pelan dengan wajah menunduk. Deskripsi tersebut berubah secara dinamis dan mengalami reinterpretasi melalui peristiwa sejarah terkait peran perempuan Jawa dalam perjuangan penyetaraan hak dengan kaum laki-laki. Pemaknaan ulang karakter perempuan Jawa terjadi pada lingkup pengrajin batik di Girilayu, Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka bersepakat membentuk pencitraan untuk ciri khas produk batik dengan istilah “Mbok Semok”. Analisis perspektif sosio-kultural memperlihatkan bahwa karakter, kekuatan, dan peran para perempuan pengrajin batik tersebut sebagai motor penggerak perekonomian di Girilayu. Uraian tersebut memiliki kesamaan dengan karakter, kekuatan, dan peran perempuan juragan di Laweyan, Surakarta (Solo) dengan sebutan “Mbok Mase”, sebagai kunci keberhasilan perjalanan sebuah usaha batik keluarga. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan antropologi budaya, analisis menggunakan metode komparatif berdasarkan konsep teori reinterpretasi dari Melville J. Herskovits. Hasil penelitian berupa deskripsi, latar belakang serta bentuk-bentuk reinterpretasi karakter perempuan Jawa dengan komparasi antara “Mbok Mase” di Laweyan, Surakarta dengan “Mbok Semok” di Girilayu, Karanganyar. Temuan penelitian adalah karakter, kekuatan, peran, sikap bahkan sistem di Girilayu dan Laweyan yang mereinterpretasi karakter perempuan Jawa merupakan etos kultur batik.
Penggunaan Motion Capture Untuk Identifikasi Gerak Pada Budaya Kerja Tradisi Batik Tulis Widyasari, Rachmi Kumala; Sachari, Agus; Sriwarno, ⁠Andar Bagus; Adhitama, Gregorius Prasetyo
Jurnal Sosioteknologi Vol. 23 No. 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2024.23.2.7

Abstract

The knowledge of producing batik has been passed down from generation to generation. This research uses a motion capture device to document the batik-making activities using canting to yield accurate movement patterns of the batik artisans in digital form. The study aims to identify the hand movements of the batik artisans as they work with canting, which will serve as the basis for teaching the traditional batik-making process to beginners. This study starts with an ethnographic approach: observations and interviews conducted at several batik houses in Central Java, followed by ergonomic and human factors laboratory experiments. By analyzing the motion captures, we learn that a batik artisan makes a specific hand movement pattern known as Pola Layangan. Pola Layangan forms a cycle comprising four phases: the malam phase, the blowing phase, the drawing phase, and the finishing phase. The digital documentation of this hand movement pattern can serve as a reference for studying batik-making activities. It can also serve as a basis for teaching beginners the traditional batik-making process.
VARIASI PERHIASAN KEPALA ARCA PARWATI KOLEKSI MUSEUM NASIONAL DI INDONESIA Waridah Muthi’ah; Agus Sachari; Pindi Setiawan
Naditira Widya Vol. 15 No. 2 (2021): Naditira Widya Volume 15 Nomor 2 Oktober Tahun 2021
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemujaan terhadap Parwati mendapatkan tempat yang penting pada era Hindu-Buddha di nusantara, sehubungan dengan kedudukan Parwati sebagai śakti dari dewa tertinggi dalam Śiwaisme, Dewa Śiwa. Hal ini ditunjukkan oleh keberadaan arca-arca dewi dan arca perwujudan ratu, yang beberapa di antaranya menjadi koleksi Museum Nasional di Indonesia. Akan tetapi, asal waktu dan identitas tokoh pada kebanyakan arca ini belum dapat diidentifikasi. Mahkota atau hiasan kepala sebagai bagian dari atribut (lakṣana) arca dapat digunakan sebagai sumber informasi melalui kajian terhadap gaya atau langgam estetika. Penelitian ini merupakan upaya untuk memahami variasi mahkota arca Parwati yang berasal dari era Majapahit, khususnya abad ke-14 M dan 15 M, berdasarkan identifikasi gaya seni dan kecenderungan penggambaran pada masa tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif-komparatif dengan pendekatan ikonografi dan morfologi estetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kecenderungan penggambaran mahkota Parwati. Patung dari Kediri dan Blitar cenderung menggambarkan mahkota Parwati dengan bentuk yang mendekati langgam Klasik Awal (Jawa Tengah), dengan menampilkan mahkota semata-mata sesuai kanon Manasara, seperti jatāmakuta, kesabandha, dan kuntala. Kecenderungan kedua menampilkan Parwati mengenakan kirīṭamakuta, yang merupakan atribut Wisnu, dan penyejajaran sifat dan kedudukannya sebagai sosok pemelihara. The worship of Parvati has an important place in the Hindu-Buddhist era in the Indonesian archipelago, with regard to Parvati's position as the spouse of the supreme god in Shivaism, Shiva. This is indicated by the presence of goddess statues and statues of the embodiment of a queen, which some are in the collections of the National Museum in Indonesia. However, the chronology and identity of the National Museum statues collection have not been distinguished. Information on both aspects of a statue can be achieved by means of the study of style or aesthetic of a crown or headdress as a feature of lakṣana (statue attribute). This research is an attempt to understand the varieties of the crowns of the Parwati statue from the Majapahit era, especially the 14th and 15th centuries, based on the identification of the art style and depiction tendencies during this period. This research was conducted using a descriptive-comparative method with approaches of iconography and aesthetic morphology. The results indicate that there are two trends in depicting Parwati’s crown. The statues from Kediri and Blitar tend to depict Parvati's crown in a form similar to those of the Early Classical (Central Javanese) style, by displaying the crown solely according to the scripture of Manasara, such as jatāmakuta, kesabandha, and kuntala. The second trend presents Parvati wearing the kirīṭamakuta, which is an attribute of Vishnu, which correlates to her nature and position as a guardian.
REGENERASI BATIK DALAM INOVASI DESAIN BERBASIS KEARIFAN LOKAL KONTEMPLATIF DI GIRILAYU nurcahyanti, desy; Sachari, Agus; Destiarmand, Achmad Haldani; Sunarya, Yan Yan
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 38 No. 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i2.6037

Abstract

Regenerasi tradisi memerlukan usaha, cara, dan langkah cerdas agar dapat diteruskan oleh generasi berikutnya serta memiliki nilai adaptif tinggi terhadap perkembangan zaman. Format tradisi khas perlu dieksplorasi untuk mengekstraksi potensi terbaik sehingga mampu menjadi penopang hidup masyarakat dengan memperhatikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dan memberi kontribusi bagi pembangunan negara. Langkah nyata telah diwujudkan oleh para perempuan pembatik di Girilayu Karanganyar Jawa Tengah. Regenerasi batik di wilayah Girilayu menemui kendala dari putra-putri para pembatik yang mulai enggan melanjutkan usaha turun temurun dari orang tua atau pendahulu mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengabstraksi aktivitas dan kreativitas pembatik perempuan di Girilayu sehingga mampu melakukan regenerasi tradisi batik kepada generasi penerusnya melalui inovasi desain batik. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan etnografi, yang mampu menghasilkan data objektif dan detail dari para pelaku secara langsung tanpa intervensi. Perempuan pembatik di Girilayu memiliki peran penting dalam regenerasi batik di Girilayu. Para perempuan pembatik melakukan pembagian tugas atau diversifikasi khusus pada generasi muda untuk reka kreasi motif baru dengan inspirasi atau basis kreasi dari potensi unggulan kearifan lokal Girilayu. Motif baru hasil inovasi desain generasi penerus pembatik Girilayu ditinjau dari aspek sejarah, estetika visual, dan sosial merupakan abstraksi nilai-nilai semangat dari para pembatik dan masyarakat Girilayu.Arts
Shoppers’ Perception on Physical Condition of Shopping Centers’ Atmosphere at Different Lifecycle Kusumowidagdo, Astrid; Sachari, Agus; Widodo, Pribadi
International Research Journal of Business Studies Vol. 5 No. 2 (2012): August - November 2012
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/irjbs.5.2.87-100

Abstract

Shopping center with atmospheric stimuli design needs to be well formulated in marketing strategy to expose its competitive advantage. As a result, most designs included in the marketing tactic scheme pay more attention to all factors related to the lifestyle in order to make designs exist and be appreciated by the society. Design is one of the key factors of shopping center to gain its success. This research aimed to find out to what extent the visitors perception is different towards shopping centers which has different lifecycles. The research studied two things, first was exploratory research intended to find the embodiment of atmospheric (atmospheric variables).The second research was done in a quantitative method, (multiple regression). This research studied the perception of a hundred mall visitors regarding how the variables of the interior atmosphere affected their shopping habit. The independent variables in the research were the exterior features and building configuration, interior features and supporting facilities. The dependent variable was the the visitor behavior. As a conclusion, the atmospheric interior design of a mall that is embodied in its interior element supported the hypothesis which said that existence of experience which felt differently according to visitor perception at shopping centers in different lifecyle. 
PERBANDINGAN BUSANA TOKOH SRI KRESNA PADA RELIEF KRESNAYANA CANDI WISNU PRAMBANAN DAN CANDI INDUK PANATARAN Waridah Muthi’ah; Agus Sachari; Kahfiati Kahdar
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2014): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v5i1.873

Abstract

Kresna, hero and deity of Mahabharata legend, played major role as one example of morality and wisdom in Javanese traditional art and literature. Related with his status and identity as avatar of Vishnu, his traditional portrayal in India based on canon such as Manasara and Silpasastra. In Classical Java, he has been portrayed in Kresnayana reliefs on Vishnu Temple, Prambanan Complex and Main Temple, Panataran Complex. In those reliefs, his images were not strictly followed the canon, especially in costumes. Kresna’s appearance on Prambanan Temple showed different details in costumes, headgear, and accessories in comparison with Panataran Temple. Reliefs in Prambanan looked more similar with Krishna’s images influenced by 7th and 8th century Pallava art, in both carving style and costumes wore by the character, while reliefs in Panataran showed some indigenous characteristics. This research focused to compare Kresna’s portrayal diachronically in those temple, by using descriptive, comparative, and historical methods. It concluded that transformation of Kresna’s image went parallel with transmigration of power center to East Java, which followed by the development of macrocosmos-microcosmos parallels, as indicated by the depiction of king as deity and the culmination of Vishnu’s worships. The variations of Kresna’s image not only brought diversity based on local influence, but also engendered new system, which later developed into the basis of traditional Javanese art and king’s apparels
Co-Authors A. Erwan Suryanegara A. Erwan Suryanegara A.A. Ketut Agung Cahyawan W Acep Iwan Saidi Achmad Haldani Achmad Haldani Destiarmand Achmad Haldani Destiarmand Achmad Syarif Adhi Nugraha Adhi Nugraha Adhitama, Gregorius Prasetyo Agung EBW Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspodo Agung Eko Budi Waspodo Agustianto, Merdy Ahmad Haldani Destiarman Al Hazmi Indrapasca Yoga Aldy Rizqi Kasatia Rama Alfian Candra Ayuswantana Alvanov Zpalanzani Andar Bagus Sriwarno Andry - Andry -, Andry Andryanto Rikrik Kusmara Annisa Lutfia Ardhyaska Amy Ariani . Arianti Ayu Puspita Arianti Ayu Puspita Ayu Puspita Arini Arumsari Astrid Kusumowidagdo Azhar Natsir Ahdiyat Azhar Natsir Ahdiyat Budi Isdianto Budiwaspada, Agung Eko Busratul Mukmin Sjahroeddin Cama Juli Rianingrum Cicilia Larasati Rembulan D, Achmad Haldani Daffi Ranandi Desy Nurcahyanti desy nurcahyanti Desy Nurcahyanti Dhika Yuan Yurisma Diah Natarina Diah Natarina Dian Widiawati Dicky Rezaldy Munaf EBW, Agung Endah Oktaviani Fajar Ciptandi Fakhruddin, Dimas Fakhruddin, Dimas Firman Hawari Firman Hawari Fred Soritua Manurung Fred Soritua Rudiyanto G. PRASETYO ADHITAMA Hendhy Nansha I Nyoman Larry Julianto Imam Santosa Imam Santosa Indah Septi Intan Rizky Mutiaz Ira Adriati Irfansyah Irfansyah Kahfiati Kahdar Kahfiati Kahdar Kahfiati Kahdar Kemala Montesa Faizul Komarudin Kudiya, Komarudin Mansoor, Alvanov Z. Meirina Triharini Mohamad Zaini Alif Muhammad Ihsan DRSAS Mustikasari, Hany Muthi'ah, Waridah Muthi?ah, Waridah Naomi Haswanto Natarina, Diah Nisa Putri Rachmadani Noor Hasyim Nurcahyanti, Desy Oktaviani, Endah Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pribadi Widodo Pribadi Widodo Prizilla, Aquamila Bulan Rachman, Ariani Rachmi Kumala Widyasari Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Robby Firmansyah Ronald Marthen Pieter Kolibu S Suciati Sadah, Khozinatus Santoso, Sandi Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Suciati Suciati Suciati Suciati Triana Hapsari Wantoro, A M Waridah Muthi'ah Waridah Muthiah Waridah Muthiah Waridah Muthi’ah Waridah Muthi’ah Wenny Anggraini Natalia Y. Martinus Pasaribu Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yannes Martinus Pasaribu Yusita Kusumarini