p-Index From 2021 - 2026
3.314
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dimensi Interior Nirmana Jurnal Siasat Bisnis MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya RUANG: JURNAL LINGKUNGAN BINAAN (SPACE: JOURNAL OF THE BUILT ENVIRONMENT) Techno.Com: Jurnal Teknologi Informasi Product Design Jurnal Sosioteknologi Journal of Visual Art and Design Mozaik Humaniora ANDHARUPA Jurnal Ilmiah Arena Tekstil RITME Journal of Animation & Games Studies JADECS (Journal of Art, Design, Art Education and Culture Studies) MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture SOSIOHUMANIKA Naditira Widya PRODUCTUM : Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Prosiding Seminar Nasional Pakar Visualita : Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Jurnal Telematika Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Rupa PROSIDING: SENI, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT Keluwih: Jurnal Sains dan Teknologi Atrat: Jurnal Seni Rupa Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat Wimba: Jurnal Komunikasi Visual Rumoh: Journal of Architecture Jurnal Islam Nusantara Makara Human Behavior Studies in Asia Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain International Journal of Geotourism Science and Developmen Prosiding Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi (TAU SNAR- TEK) Hastagina: Jurnal Kriya dan Indsutri Kreatif Naditira Widya International Research Journal of Business Studies Panggung Serat Rupa: Journal of Design Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

KANDUNGAN NILAI AJARAN “MEMANGUN RESEP TIYASING SASAMA” PADA RAGAM HIAS GERBANG KOMPLEKS MAKAM SUNAN DRAJAT Sadah, Khozinatus; D, Achmad Haldani; Sachari, Agus
JURNAL ISLAM NUSANTARA Vol 2, No 2 (2018): KHAZANAH ISLAM NUSANTARA
Publisher : Lembaga Ta'lif wa An-Nasyr (LTN) PBNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.803 KB) | DOI: 10.33852/jurnalin.v2i2.91

Abstract

Sunan Drajat is one of the spreaders of Islam in the northern coast of Java island in the XV - XVI century by utilizing local culture as a medium of da’wah, one of which is in the form of religious symbols contained in decoration. At present, the tomb complex of Sunan Drajat is a religious tourist destination in Lamongan that can increase regional income, with visitors reaching 440 thousand people, in 2016. This study used a qualitative approach with aesthetic analysis, the morphology of Thomas Munro, aesthetic studies of Islam by Al Faruqi, and its meaning was carried out synchronously based on local oral traditions. The results showed that the decoration contained the meaning of Sunan Drajat's teachings and thoughts, namely memangun resep tyasing sasomo (we always make others happy), while the morphology consisted of lines, dots, expressions that formed a pavilion, mountains and tree of life. Aesthetic is achieved by a symmetrical arrangement with a pinch and focus in the center. Thus, the decoration at the main gate of the tomb complex of Sunan Drajat includes the media preaching the teachings of Sunan Drajat
SENSE OF PLACE PADA RUANG PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS INDONESIA: Sense of Place in the University of Indonesia Library Nisa Putri Rachmadani; G. Prasetyo Adhitama; Agus Sachari
Rumoh Journal of Architecture Vol. 12 No. 1 (2022): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v12i1.192

Abstract

Perpustakaan akademik sebagai sebuah tempat sosial bagi mahasiswa dimaknai sebagai sebuah tempat yang sunyi dan tenang. Tetapi konsep library as a place membawa perpustakaan menjadi sebuah tempat beraktivitas sosial baik akademik maupun non-akademik. Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia merupakan salah satu perpustakaan akademik di Indonesia yang mengusung konsep library as a social place. Dengan konsep library as a place, Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia diharapkan akan meningkatkan tingkat kenyamanan pengguna perpustakaan. Fenomena library as a place yang tercipta antara keseimbangan aktivitas akademik dan non-akademik menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Melalui teori Place milik Hashemnezhad, maka dikaji pengaruh aspek fisik, emosi dan perilaku terhadap makna yang terbentuk pada ruang perpustakaan sebagai ruang publik. Dalam mengkaji penelitian ini secara komprehensif, metode yang digunakan adalah pendekatan campuran dengan strategi eksploratori sekuensial. Sampel dalam penelitian ini adalah pengunjung yang Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, baik warga Universitas Indonesia maupun non-UI, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa (1) aspek fisik area perpustakaan yang paling mempengaruhi kepuasan pengunjung perpustakaan adalah suhu ruang; (2) suasana nyaman yang tercipta dari aktivitas sosial yang terjadi terbentuk dari adanya elemen ruang sosial (plaza dan lobi) sehingga perpustakaan akademik juga berperan sebagai tempat untuk berinteraksi sosial dan tempat bersantai; dan (3) pengunjung perpustakaan memaknai ruang perpustakaan sebagai tempat mencari ide/gagasan/inspirasi. Makna tempat (place) pada perpustakaan akademik terbentuk oleh perannya sebagai ruang sosial. Kehadiran ruang sosial pada Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia menjadikan identitas baru bagi perpustakaan akademik, sehingga Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia memiliki ciri khas dan ketertarikan untuk dikunjungi.
Kajian Terhadap Kecenderungan Aspek Visual Dalam Perancangan Produk Mode Berbasis Tenun Gedhog Khas Tuban Mustikasari, Hany; Destiarmand, Achmad Haldani; Sachari, Agus
Keluwih: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2020): Keluwih: Jurnal Sains dan Teknologi (August)
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.228 KB) | DOI: 10.24123/saintek.v1i2.2922

Abstract

Abstract- Indonesia has a lot of cultural diversity which able to support the sustainability of the Creative Industries. Among them is gedhog woven, a traditional weaving cloth. Compared to other types of weaving such as ikat or songket, gedhog woven still lack in popularity in the consumer market. However, gedhog woven has the opportunity of further development into a weaving-based product in the fashion industry to aim high recognization in society. Consumer interests and perceptions of weaving-based products are analyzed through qualitative method in order to understand the consumer market. Experiment also conducted to obtain the final form of fashion products made from gedhog woven material. Product diversification refers to visual aspects in design such as shape, color, size, and proportion. Analysis of tendencies towards fashion product from woven materials obtained through this research. This can be utilized both for the foundation of further research as well as improving the quality and value of selling products in the consumer market.Keywords: visual aspect, fashion, gedhog woven Abstrak- Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya yang dapat mendukung keberlangsungan Dari Industri Kreatif. Salah satunya adalah wastra nusantara berupa tenun gedhog. Dibandingkan dengan jenis tenun yang lain seperti ikat atau songket, tenun gedhog masih kurang popularitasnya di dalam pasar konsumen. Meski demikian, tenun gedhog tetap memiliki peluang pengembangan lebih lanjut menjadi sebuah produk dalam industri mode supaya makin dikenal oleh masyarakat. Minat dan persepsi konsumen terhadap produk berbasis tenun dianalisis melalui metodologi kualitatif dalam rangka memahami keinginan pasar. Selain itu, dilakukan pula eksperimen untuk memperoleh bentuk akhir produk mode yang terbuat dari material tenun gedhog. Diversifikasi produk mengacu kepada aspek visual dalam desain seperti bentuk, warna, ukuran, dan proporsi. Melalui penelitian ini diperoleh analisis dari kecenderungan masyarakat terhadap pemilihan produk mode yang terbuat dari material tenun. Hal ini dapat dimanfaatkan baik bagi landasan penelitian selanjutnya maupun bagi peningkatan kualitas dan nilai jual produk dalam pasar konsumen.Kata kunci: aspek visual, mode, tenun gedhog
Pengembangan Desain Informasi dan Pembelajaran Aksara Jawa melalui Media Website Fakhruddin, Dimas; Sachari, Agus; Haswanto, Naomi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 5 No. 01 (2019): February 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v5i01.1990

Abstract

AbstrakAksara Jawa merupakan salah satu warisan budaya Indonesia, khususnya budaya masyarakat Jawa. Seiring dengan digunakannya huruf Latin sebagai sistem penulisan resmi, aksara Jawa perlahan mulai dilupakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya pelestarian dalam bidang pendidikan melalui mata pelajaran muatan lokal bahasa daerah pada jenjang sekolah, khususnya SMA dan sederajat, dirasa kurang dari segi alokasi waktu serta cara pembelajaran yang cenderung masih monoton. Untuk menanggulangi hal itu, dibutuhkan sebuah desain informasi yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran aksara Jawa. Untuk mencapai hal tersebut, terlebih dahulu dilakukan proses penelitian dengan menggunakan pendekatan etnografi yang berangkat dari fenomena aksara Jawa yang ada di masyarakat. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi literatur, dan wawancara etnografi. Kemudian dilakukan analisa anatomi aksara Jawa untuk mendeskripsikan elemen-elemen aksara Jawa sesuai dengan terminologi yang relevan dengan konteks tipografi yang berlaku di Indonesia. Data tersebut menjadi dasar dalam perancangan desain informasi aksara Jawa yang berisi informasi tentang sejarah, ragam bentuk aksara, dan cara penulisannya yang ditampilkan melalui media website dengan nama “Hanacara”. Hasil uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari aspek visual, komunikasi, pembelajaran, dan apresiasi, website “Hanacara” merupakan solusi yang efektif sebagai media alternatif untuk mengenal dan mempelajari aksara Jawa. Kata kunci: aksara Jawa, desain informasi, website AbstractJavanese script is considered as one of many of Indonesia’s cultural heritage, especially Javanese culture. Due to the application of Latin script as the official writing of the country, Javanese Script slowly began to be forgotten by people, especially the younger generations. The effort to preserve through educational system by establishing the lesson of Local Content includes the Local-Vernacular Language in school, especially High school and equivalent, is considered lack in terms of time-framing and the monotonous method of teaching. To aim the goal, the writer started with conducting research using ethnography approach taken from the phenomenon of Javanese Script in the community. Observation, literature studies and ethnographic interviews were carried out as the process of gathering the data. Furthermore, the anatomical analysis of the Javanese Script’s typography is applied to describe the element of Javanese Script based on the relevancy of its terminology and typography context that prevails in Indonesia. This data becomes the basis in creating the information design of Javanese Script that would be able to give information regarding history, the variety of script forms, and how to write the letters displayed through the website with the name “Hanacara”. The test process was once held, and the result shows that by the aspect of visual, communication, learning, and appreciation, the website “Hanacara” is considered as the effective solution so as the alternative media to know and to learn Javanese Script.Keywords: information design, Javanese script, website
PENGARUH TAMPILAN VISUAL WEBSITE BANK BNP TERHADAP KEPERCAYAAN VISITOR Agustianto, Merdy; Sachari, Agus; Budiwaspada, Agung Eko
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 5 No. 02 (2019): August 2019
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v5i2.2228

Abstract

AbstrakDalam industri jasa keuangan, termasuk perbankan, kepercayaan merupakan faktor yang paling berpengaruh terutama untuk mengambil keputusan dalam menetapkan pilihannya kepada salah satu perusahaan. Kepercayaan juga menjadi penting di dalam ranah internet, terutama ketika berbicara mengenai sebuah website. Melalui tampilan visual website, visitor akan membentuk persepsi terhadap website yang dikunjunginya. Ketika persepsi positif terbentuk di dalam diri visitor, maka ia tidak ragu untuk melakukan tindakan nyata kepada penyedia layanan website seperti membagikan data pribadi atau melakukan transaksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tampilan visual website PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk. (Bank BNP) menggunakan alat ukur VisAWI (simplicity, diversity, colorfulness, dan craftmanship) terhadap kepercayaan visitor. Penelitian ini menggunakan sequential explanatory mixed method. Metode pengumpulan data kuantitatif yang digunakan pada penelitian ini adalah survei dengan menggunakan alat bantu kuesioner yang disebar ke 135 responden yang memiliki usia 23-38 tahun. Sedangkan metode pengumpulan data kualitatif yang digunakan adalah wawancara terstruktur. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tampilan visual website Bank BNP berpengaruh 42,1% terhadap kepercayaan visitor. Selain itu, tampilan visual Bank BNP juga membentuk persepsi visitor akan kinerja bank tersebut dalam dunia nyata. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hanya craftmanship saja yang mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepercayaan visitor dibandingkan dengan elemen lainnya. Kata kunci: tampilan visual, website, kepercayaan, perbankan, VisAWI AbstractIn the financial service industry, including banking, trust is the most influential factor for making decisions in choosing a company to cooperate with. Trust also becomes significant to the use of the internet, specifically websites. Through the visual appearances of a website, a visitor will form perceptions of the website. When positive perceptions are formed, a visitor will not hesitate to take action, such as sharing personal data or making transactions with the website providers. This research was conducted to determine the influence of visual appearances of the Bank BNP website on visitor trust using VisAWI (simplicity, diversity, colorfulness, and craftsmanship). The method used in this study is a sequential explanatory mixed method. The quantitative data were collected through a survey using a questionnaire tool distributed to 135 respondents who were 23-38 years old, while the qualitative data were collected through structured interviews. The data analysis showed that the visual appearances of the website had an effect of 42.1% on visitors' trust. Visual appearances of the Bank BNP website also form visitors’ perceptions of bank performance in the real world. It also can be concluded that only website craftsmanship that has a positive and significant influence on visitors’ trust. Keywords: visual appearance, website, trust, banking, VisAWI
Pengaruh Nilai Islam pada Visual Pakaian Dewa dan Resi Boneka Wayang Jekdong Jawa Timur Ayuswantana, Alfian Candra; Sachari, Agus; Irfansyah, Irfansyah
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 01 (2020): February 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v6i1.2852

Abstract

Abstrak Wayang Jekdong hidup dan berkembang dalam konteks sosial-budaya Arek yang sangat khas. Budaya Arek sebagai sub-budaya Jawa Timur menyebar dari pantai utara Jawa Timur ke pedalaman sepanjang aliran sungai Brantas menyebabkan pengaruh nilai-nilai Islam kental terasa pada budaya Arek. Nilai-nilai Islam yang kuat salah satunya dapat dilihat dalam wayang boneka Jekdong sebagai artefak budaya masyarakat budaya Arek. Penelitian ini berfokus pada pengamatan visual pada boneka Jekdong yang mewakili nilai-nilai Islam melalui bentuk boneka. Pengamatan dilakukan dengan pendekatan etnografi melalui proses analisis komponen visual Spradley dalam wayang Jekdong yang didukung oleh teori semiotika dyadic Saussure-Barthes. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh nilai-nilai Islam yang diwakili dalam bentuk boneka wayang Jekdong terutama pada tokoh Dewa (dewa atau dewa tertinggi) dan Resi (pertapa). Bentuk budaya Arek sebagai komunitas Islam pesisir sangat jelas terlihat terutama pada atribut pakaian yang ditampilkan seperti keberadaan turban putih, khaftan, qamis, dan sepatu Persia. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan kontribusi ilmiah tentang wayang golek Jekdong dalam sudut pandang ilmiah seni di provinsi Jawa Timur khususnya. Kata Kunci: budaya Arek, busana, wayang Jekdong, Islam pesisir AbstractThe Jekdong puppets lives and develops in a very distinctive Arek socio-cultural context. The Arek culture as East Java sub-culture spreads from the north coast of East Java to the depths along with the Brantas river flow causing the influence of Islamic values upon the Arek Culture. Strong Islamic values, one of them can be seen within Jekdong puppets as a cultural artifact of the Arek society. This research focuses on visual observations on Jekdong puppets that represent Islamic values through the form of puppets. Observations performed with an ethnographic approach through a process of Spradley's visual components analyzing in Jekdong puppets and supported by the dyadic semiotics theory of Saussure-Barthes. The results of the analysis show that there are influences of Islamic values that represented in the form of Jekdong puppets, especially in Dewa (deity or supreme being) and Resi (hermits or saints) figures. The form of Arek culture as an Islamic coastal community is very clearly visible, especially in the fashion attributes that displayed such as the existence of white turban, Kaftan, Qamis, and Persian shoes. It expected that this research could provide scientific contributions about the Jekdong puppet show puppet in the scientific viewpoint of art, particularly in East Java province. Keywords: Arek culture, coastal Islam, fashion, Jekdong puppet
Perancangan Media Edukasi Mitigasi Bencana dengan Pendekatan Desain Partisipatif di Kecamatan Bojongsoang Lakoro, Rahmatsyam; Sachari, Agus; Budiwaspada, Agung Eko; Sabana, Setiawan
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 7 No. 02 (2021): August 2021
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v7i2.4156

Abstract

Abstrak Kawasan Sungai Citarum di Jawa Barat memiliki karakteristik bencana hidrometeorologi yang khas terkait kualitas air. Edukasi kesiapsiagaan dan pengetahuan tentang bencana menjadi hal yang mutlak, dikaitkan dengan siklus manajemen bencana, yaitu pada tahap pra-bencana. Kelompok budaya yang berbeda memiliki kepercayaan yang berbeda-beda pula tentang bagaimana menghadapi bencana, sehingga seringkali merespon sebuah fenomena bencana dengan cara yang tidak diduga oleh masyarakat modern. Pendekatan desain partisipatif digunakan untuk melakukan edukasi bencana dengan nilai-nilai setempat pada masyarakat Sunda khususnya Kecamatan Bojongsoang. Pelibatan partisipan dari kelompok protagonis memungkinkan pesan dikembangkan, diproduksi dan didistribusikan oleh masyarakat setempat. Pengembangan media poster, animasi, poster digital berbasis media sosial dan buku memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penelitian ini juga dapat menemukan rekomendasi strategi media dan metode desain yang spesifik-tempat untuk kampanye edukasi bencana hidrometeorologi. Konsep yang lahir dari penelitian kemudian digunakan sebagai rekomendasi untuk melakukan proses desain berikutnya terkait metode dan pendekatan desain, desain visual, serta strategi media untuk menyampaikan pesan pada khalayak sasaran. Kelompok protagonis dilibatkan dalam distribusi pesan pada masyarakat di daerahnya. Pengetahuan dan pengalaman partisipan yang berada di lingkungan komunitasnya memperkaya desain, produk komunikasi, dan pendekatan dalam konten edukasi yang ditampilkan dalam kampanye sosial. Kata Kunci: desain partisipatif, media edukasi, mitigasi bencana AbstractThe Citarum River area in West Java has typical hydrometeorological disaster characteristics related to water quality. Education on disaster preparation and knowledge are essential, linked to the disaster management cycle, as part of the pre-disaster stage. Different cultural groups have different beliefs about the concepts of dealing with disaster, so they often respond to a catastrophic phenomenon in ways that modern society does not expect. The participatory design approach was used to implement disaster education with local values in the Sundanese community, especially in Bojongsoang Regency. The involvement of participants from the protagonist group allows messages to be developed, produced, and distributed by the community. The development of media posters, animations, digital posters based on social media and books have different characteristics that can also find strategic recommendations on media and design methods that are site-specific for hydrometeorological disaster education campaigns. The concept was born from the research is then used as a recommendation to carry out the next design process related to design methods and approaches, visual design, and media strategies to convey the message to the target audience. The protagonist group is also involved in the distribution of information to the community in the area. Participants’ knowledge and experience in their living space, enrich the design, communication products, and educational content in the social campaign. Keywords: disaster education, educational media, mitigation, participatory design
ANALISIS IKON GUNUNGKIDUL DI KAWASAN GUNUNG SEWU UNESCO GLOBAL GEOPARK Natarina, Diah; Sachari, Agus
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 8 No. 01 (2022): March 2022
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v8i01.4644

Abstract

AbstrakPeningkatan status Geopark Nasional ke UNESCO Global Geoparks (UGGp) menjadi agenda utama pemangku jabatan. Negara-negara anggota UGGp dan Global Geopark Network (GGN) termasuk Gunung Sewu UGGp (GSUGGp) telah mendapatkan manfaat yaitu signifikansi peningkatan pendapatan regional. Salah satu syarat menjadi anggota UGGp/GGN adalah visibilitas. Identification sign memasuki kawasan geopark merupakan salah satu komponen di antara syarat visibilitas. Pada sisi barat batas wilayah karst GSUGGp yaitu di Bukit Bintang daerah Pathuk, terdapat ikon yang dalam rujukan sistem penanda disebut identification sign bertuliskan Gunungkidul dengan ukuran besar berwarna kuning. Pada situasi lain organisasi ini mengimbau agar penempatan panel informasi yang berlebihan harus dihindari di daerah dengan pemandangan alam yang unik dan menakjubkan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pembuatan dari ikon Gunungkidul tersebut. Data diperoleh dengan melakukan observasi lokasi, wawancara mendalam, studi literatur, dan pemberitaan media masa. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan signage pyramid method dalam menganalisisnya. Hasilnya adalah struktur ikon Gunungkidul sebagai identification sign belum sesuai. Dilihat dari sudut keilmuan sistem penanda perlu dilakukan relokasi karena tingkat keterbacaan yang tidak sesuai hierarki serta alasan keselamatan berkendara. Warna dan ukuran struktur bertuliskan Gunungkidul tidak sesuai jika merujuk pada imbauan dari UGGp/GGN. Kata Kunci: geopark, Gunungkidul, Gunung Sewu, identification sign, sistem penanda AbstractNational Geoparks to UNESCO Global Geoparks (UGGp) upgrading status in some region has become a priority of government authority in nationwide. Referring to the declaration of the 17 Sustainable Development Goals by the United Nations (UN) in 2015, specificaly in the 8th program, namely sustainable economic growth. It has been proven that there is a significant increasement in regional revenue for countries after becoming members of the UGGp and the Global Geopark Network (GGN) including Gunung Sewu UGGp (GSUGGp). One of the several conditions to be accepted as a member of UGGp / GGN is visibility. Identification sign entering the geopark area is included in visibility. On the west side of the boundary of the GSUGGp karst area, there is an icon which in the sign system is called an identification sign that reads Gunungkidul with a large yellow color. This writing aims to determine how far the identification sign reaches suitability for an UGGp. Data obtained by conducting site observations, in-depth interviews, literature studies and mass media coverage. By analyzing qualitative descriptive approach using signage pyramid method for GSUGGp visibility, the result is Gunungkidul identification sign is not yet fully suitable. The Gunungkidul icon needs to be relocated because the legibility level does not match the hierarchy and driving safety reasons. The color and size also do not match the advice from UGGp/GGN. Keywords: geopark, Gunungkidul, Gunung Sewu, identification sign, sign system
Eksplorasi Material Berbasis Permainan Sebagai Pendekatan Berkreasi Andry -; Agus Sachari
PANGGUNG Vol 25 No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v25i3.25

Abstract

Eksplorasi material selama ini lebih dikenal sebagai sebuah pendekatan pedagogis dibandingkan sebagai sebuah pendekatan berkreasi. Penitik-beratan perhatian pada upaya untuk mendapatkan nilai kebaruan dalam berkreasi memunculkan pertanyaan ‘mengapa pendekatan ini tidak digunakan di dunia usaha kerajinan? Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut, yaitu mengetahui apakah eksplorasi material dapat digunakan sebagai pendekatan berkreasi. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi melalui pengamatan pada eksperimentasi dengan menggunakan bonggol jagung sebagai bahan baku. Uji penerapan dilakukan pada masyarakat yang tidak memiliki latar belakang pendidikan seni rupa dan desain, yakni karyawan gedung dan petugas administrasi di lingkungan perguruan tinggi ITENAS, Bandung. Hasil eksperimentasi  menunjukkan bahwa pada dasarnya eksplorasi material sebagai pendekatan berkreasi dapat diaplikasikan. Pada uji coba tersebut digunakan konsep permainan sebagai gagasan agar ekplorasi material yang selama ini dikenal sebagai pendekatan pedagogis, dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sebuah pendekatan berkreasi. Kata kunci : eksplorasi material, konsep permainan, kebaruan.
Konsep Desain Venakular Dalam Bentuk pagawéan barudak di Baduy-Dalam Mohamad Zaini Alif; Agus Sachari; Setiawan Sabana
PANGGUNG Vol 25 No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v25i4.46

Abstract

ABSTRACTThe term, Toys and Games in Inner Baduy society, are not familiar. They recognize them as Pagawéan Barudak. It is action using tools as media. The study was conducted in Inner Baduy, which focused on three villages, named Cibeo, Cikeusik and Cikartawana. The toys and games de- sign in Baduy is a process of transmitting moral, and socialization skills. Its form is presented through the study of vernacular design, which explains how the value of the transmission processes. In the pagawean barudak, determination and obedience are delivered through skills (skills training) in making, using it, obedience is delivered through the use of materials, forms, processes and the results of it. In the making process of the creation in pagawéan barudak portrays relationship of human being with the needs of surrounding nature. Then, those needs will be filled with rules, which are interconnected between them and the environment, emerging pikukuh and pitutur that must be followed in conducting all activity.Keyword: Design, Vernacular, Toys, Inner Baduy. ABSTRAKIstilah Mainan dan Pe rmainan di masyarakat Baduy, tidak dike nal. Me re ka menyebutnya Pagawéan Barudak, ini merupakan hasil kegiatan dengan menggunakan alat sebagai medianya. Penelitian dilakukan di Baduy, difokuskan ke tiga kampung, yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikartawana. Desain Mainan dan permainan di Baduy, adalah proses transmisi keterampilan, moral, dan sosialisasi. Bentuknya yang disajikan melalui studi desain vernakular yang akan menjelaskan bagaimana nilai dari proses transmisi itu berlangsung. Pada barudak melakukanpagawean, keteguhan dan kepatuhan disampaikan melalui keterampilan (skill training) dalam membuat, menggunakan pagawean barudak, kepatuhan disampaikan melalui penggunaan bahan, bentuk, proses dan hasil pagawean barudak. Dalam proses pembuatan produk dalam bentuk pagawéan barudak adalah, hubungan manusia dengan kebutuhan alam sekitarnya. Kemudian, kebutuhan tersebut akan dipenuhi oleh aturan yang saling berhubungan antara mereka dan lingkunganya, sehingga lahir pikukuh dan pitutur yang harus diikuti dalam melakukan seluruh kegiatanya.Kata kunci : Desain, Vernacular, Mainan, Baduy-Dalam
Co-Authors A. Erwan Suryanegara A. Erwan Suryanegara A.A. Ketut Agung Cahyawan W Acep Iwan Saidi Achmad Haldani Achmad Haldani Destiarmand Achmad Haldani Destiarmand Achmad Syarif Adhi Nugraha Adhi Nugraha Adhitama, Gregorius Prasetyo Agung EBW Agung Eko Budi Waspada Agung Eko Budi Waspodo Agung Eko Budi Waspodo Agustianto, Merdy Ahmad Haldani Destiarman Al Hazmi Indrapasca Yoga Aldy Rizqi Kasatia Rama Alfian Candra Ayuswantana Alvanov Zpalanzani Andar Bagus Sriwarno Andry - Andry -, Andry Andryanto Rikrik Kusmara Annisa Lutfia Ardhyaska Amy Ariani . Arianti Ayu Puspita Arianti Ayu Puspita Ayu Puspita Arini Arumsari Astrid Kusumowidagdo Azhar Natsir Ahdiyat Azhar Natsir Ahdiyat Budi Isdianto Budiwaspada, Agung Eko Busratul Mukmin Sjahroeddin Cama Juli Rianingrum Cicilia Larasati Rembulan D, Achmad Haldani Daffi Ranandi Desy Nurcahyanti desy nurcahyanti Desy Nurcahyanti Dhika Yuan Yurisma Diah Natarina Diah Natarina Dian Widiawati Dicky Rezaldy Munaf EBW, Agung Endah Oktaviani Fajar Ciptandi Fakhruddin, Dimas Fakhruddin, Dimas Firman Hawari Firman Hawari Fred Soritua Manurung Fred Soritua Rudiyanto G. PRASETYO ADHITAMA Hendhy Nansha I Nyoman Larry Julianto Imam Santosa Imam Santosa Indah Septi Intan Rizky Mutiaz Ira Adriati Irfansyah Irfansyah Kahfiati Kahdar Kahfiati Kahdar Kahfiati Kahdar Kemala Montesa Faizul Komarudin Kudiya, Komarudin Mansoor, Alvanov Z. Meirina Triharini Mohamad Zaini Alif Muhammad Ihsan DRSAS Mustikasari, Hany Muthi'ah, Waridah Muthi?ah, Waridah Naomi Haswanto Natarina, Diah Nisa Putri Rachmadani Noor Hasyim Nurcahyanti, Desy Oktaviani, Endah Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pindi Setiawan Pribadi Widodo Pribadi Widodo Prizilla, Aquamila Bulan Rachman, Ariani Rachmi Kumala Widyasari Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Rahmatsyam Lakoro Robby Firmansyah Ronald Marthen Pieter Kolibu S Suciati Sadah, Khozinatus Santoso, Sandi Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Setiawan Sabana Suciati Suciati Suciati Suciati Triana Hapsari Wantoro, A M Waridah Muthi'ah Waridah Muthiah Waridah Muthiah Waridah Muthi’ah Waridah Muthi’ah Wenny Anggraini Natalia Y. Martinus Pasaribu Yan Yan Sunarya Yan Yan Sunarya Yannes Martinus Pasaribu Yusita Kusumarini