Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Bahan Ajar Trigamaster Untuk Menghindari Mind In Chaos Siswa Pada Pokok Bahasan Trigonometri Nenden Suciyati Sartika
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 3 No 2 (2019): July 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.244 KB) | DOI: 10.35706/sjme.v3i2.1710

Abstract

Peneliti menerapkan materi Trigonometri yang dikembangkan melalui bahan ajar Trigamaster. Penerapan bahan ajar Trigamaster pada trigonometri dimaksudkan untuk menghindari terjadinya mind in chaos siswa dalam pembelajaran matematika. Mind in chaos pada siswa terhadap pelajaran matematika merupakan suatu kesan negatif yang jika dibiarkan terjadi sejak mereka masih kecil, yang pada akhirnya hingga dewasa kesan negatif tersebut, yang menyatakan bahwa matematika itu sulit dan menakutkan tetap menetap pada siswa. Hasil penelitian adalah penerapan bahan ajar Trigamaster untuk menghindari Mind In Chaos siswa sehingga memberikan pengalaman dan kesan positif siswa terhadap matematika khususnya pada pokok bahasan Trigonometri pembelajaran matematika.
Penerapan Model Pembelajaran Probing-Prompting untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Nenden Suciyati Sartika; Susti Rahmah Yulita
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v1i2.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui dan mendapatkan data aktual tentang penerapan model pembelajaran probing-prompting untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Pandeglang tahun ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Sampel yang digunakan dalam penelitin ini adalah kelas XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 3 sebagai kelas kontrol yang ditentukan melalui teknik Cluster Random Sampling. Kelas eksperimen pembelajarannya menggunakan model pembelajaran probing-prompting, dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa tes koneksi matematika berbentuk essay. Nilai rata-rata hasil tes kemampuan koneksi matematika siswa dilihat dari perhitungan Gain adalah 0,46 untuk kelas eksperimen dan 0,37 untuk kelas kontrol, pada perhitungan Mann-Whitney didapat (zhitung = 1,34 < ztabel = 1,64). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa menggunakan model pembelajaran probing-prompting lebih tinggi dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran probing-prompting dapat meningkatka kemampuan koneksi matematika siswa.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Pada Pokok Bahasan Pola Bilangan Nenden Suciyati Sartika; Asep Sujana; Gita Fitriyani
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 6 No 2 (2022): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v6i2.5702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pokok bahasan pola bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Cikeusik dengan purposive sampling technique. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pola bilangan antara lain: 1) Kesulitan konsep adalah kesulitan memahami maksud soal yaitu sebesar 20,8%. 2) Kesulitan prinsip adalah kesulitan siswa menghubungkan dua atau lebih konsep, sulit dalam menggunakan rumus dan salah dalam perhitungan sebesar 37,5%. 3) Kesulitan keterampilan adalah kesulitan siswa dalam operasi dan prosedur, pengerjaan dan langkah-langkah pekerjaan dalam menyelesaikan permasalahan dalam matematika sebesar 41,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesulitan tertinggi siswa dalam menyelesaikan soal pokok bahasan pola bilangan terletak pada jenis kesulitan keterampilan.
Penerapan model creative problem solving terintegrasi nilai islam untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis Nenden Suciyati Sartika; Susti Rahmah Yulita S; Siti Laeliyah
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.238 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v9i2.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs Darussa’adah Cikadueun dan sampel penelitian ini adalah kelas VIIIA yang berjumlah 21 orang (sebagai kelas kontrol) dan kelas VIIIB yang berjumlah 21 orang (sebagai kelas eksperimen). Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa antara yang menggunakan model pembelajaran CPS dan pembelajaran konvensional. Ini terlihat dari mean ketuntasan hasil belajar dengan model CPS sebesar 77,90 lebih baik dari hasil belajar dengan pembelajaran konvensional sebesar 70,66, dan peningkatan dapat dilihat dari uji t tes N-gain yaitu sebesar 9,88. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang positif bila menggunakan model CPS terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa MTs Darusa’adah Cikadueun.Kata Kunci: Creative Problem Solving, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa
DESAIN DIDAKTIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS Ika Meika; Risma Berliana; Nenden Suciyati Sartika
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 7, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v7i2.8332

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan pemahaman konsep siswa terhadap materi teorema pythagoras yang bertujuan untuk mengidentifikasi learning obstacle siswa pada materi teorema pythagoras dengan membuat desain didaktis (bahan ajar) berupa modul teorema pythagoras. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode Didactical Design Research (DDR). Metode ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran, analisis metapedadidaktik, dan analisis retrospektif. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan melalui tes identifikasi learning obstacle pada materi teorema pythagoras terhadap 25 siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Saketi, terdapat hambatan yang dialami siswa terkait pemahaman konsep diantaranya: 1) hambatan dalam memahami konsep segitiga siku-siku; 2) hambatan dalam menerapkan teorema pythagoras, 3) hambatan dalam menentukan jenis segitiga 4) hambatan dalam memahami tripel pythagoras; dan 5) hambatan dalam menerapkan teorema pythagoras dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi hambatan siswa pada materi teorema pythagoras diperlukan rancangan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan analisis learning obstacle sehingga menghasilkan desain didaktis hipotesis yang memuat berbagai aktifitas siswa dan prediksi respon siswa beserta dengan antisipasinya serta menghasilkan modul pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain didaktis yang diberikan dapat mengantisipasi kesulitan siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi teorema pythagoras, hal tersebut dapat terlihat dari hasil kerja siswa pada modul.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI TRIGONOMETRI Aroh; Nenden Suciyati Sartika; Asep Sujana
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 10 No. 1 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/mathumbedu.v10i1.3646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Panggarangan pada materi trigonometri. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Panggarangan tahun ajaran 2021/2022. Metode yang  digunakan  adalah  metode kuasi eksperimen.  Sampel yang digunakan dalam penelitin ini adalah kelas X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 1 sebagai kelas kontrol yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Kelas eksperimen pembelajarannya   menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI), dan kelas kontrol  menggunakan model pembelajaran   konvensional. Pengambilan data menggunakan   instrumen berupa tes kemampuan berpikir kritis matematika berbentuk essay. Nilai rata- rata hasil tes kemampuan berpikir kritis matematika siswa dilihat dari perhitungan Gain adalah 0,57 untuk kelas eksperimen dan 0,29 untuk kelas kontrol, pada uji hipotesis dengan uji t di dapat  Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 ˂ 0,05. Hasil  penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematika siswa menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) lebih tinggi dari pada siswa  yang  menggunakan  model  pembelajaran  konvensional.  Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Kata Kunci : Model Pembelajaran Group Investigation (GI), Kemampuan Berpikir Kritis Matematika
The impact of polyhedron learning assisted by Edpuzzle in improving students' mathematical representation Nenden Suciyati Sartika; Yaya S. Kusumah; Bambang Avip Priatna Martadiputra; Sutihat Sutihat; Eka Rosdianwinata
Jurnal Elemen Vol 9 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v9i1.6587

Abstract

The ability that students must have is the ability of mathematical representation. This research aims to determine if eighth-grade students at Al-Qona'ah Islamic Junior High School improve their mathematical representation skills after using the Edpuzzle application to learn how to construct polyhedrons. It was a quantitative research design using the Quasi Experiment research method with control and experimental classes. This research's population comprised 60 students (23 males and 37 females). After conducting research, it was determined that students' mathematical representation abilities did not improve with the aid of the Edpuzzle application on the polyhedron due to the need for more learning support facilities when utilizing the Edpuzzle application. This research is supported by the t-test, which yielded t-count < t-table or -29.2936 < -1.67155 so that H0 is accepted. The results of the n-gain calculation yielded a total n-gain score of 0.03, or the n-gain was low, indicating was no progress in learning using the Edpuzzle application on the polyhedron. This study did not have an impact on increasing students' mathematical representation.
Prospective Mathematics Teachers’ Digital Literacy through Web-based Learning Ratu Mauladaniyati; Nenden Suciyati Sartika; Krisna Satrio Perbowo; Wahyudin Wahyudin; Endang Cahya
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 6 No. 1, March 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijeme.v6i1.21485

Abstract

This study aims to describe the digital literacy of prospective mathematics teachers who are conducting web-based learning in the new normal era. This research is classified as a qualitative descriptive research, data collected through surveys and interviews. The research subjects were 4th semester students of the mathematics education study program. Subjects were taken using purposive sampling technique for filling out the questionnaire and then 5 students were randomly selected to be interviewed. The results showed that the digital literacy of prospective mathematics teachers in web-based learning in the new normal era was quite good, this was evidenced by the results of student questionnaires which showed positive categories on each indicator. In addition, the cumulative percentage of students on the indicator of basic ability to use the internet (81.08%), on the indicator of the ability to seek and obtain information (75.32%), on the indicator of skills in choosing frequently used information sources (59.49%) and cumulative percentage of ability to use information effectively (81.87%). This is reinforced by the results of interviews with students which showed that the five students were able to achieve these four indicators.
Pendampingan Peningkatan Potensi Desa Wisata Ramea Kabupaten Pandeglang berbasis Ekonomi Kreatif Tuti Rostianti Maulani; Agung Sugiarto; Tarso Rudiana; Nenden Suciyati Sartika
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i1.433

Abstract

Desa wisata merupakan sebuah kawasan pedesaan yang memiliki keunikan dan karakteristik khusus untuk menjadi destinasi wisata. Masyarakat disekitar desa wisata akan melakukan persiapan untuk memperbaiki kondisi desanya bersama-sama dengan aparat desa dan mempersiapkan diri menghadapi kedatangan wisatawan yang akan datang ke desa mereka. Ramea merupakan desa wisata yang dikembangkan di Kabupaten Pandeglang. Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan desa wisata Ramea melalui pengembangan ekonomi kreatif masyarakat dengan menggali potensi desa untuk menjadi desa wisata yang unggul. Pemberdayaan desa wisata Ramea dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan usaha kecil mikro, pengembangan fasilitas infrastruktur penunjang wisata dan pengembangan aktivitas masyarakat dalam pengembangan pengelolaan desa wisata berkesanambungan. Proses dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Hasil yang dicapai pemberdayaan yang dilakukan diikuti oleh sebagian masyarakat menjadikan harapan kesejahteraan dan akan timbul suasana yang baru dan meraka siap menerima wisatawan yang akan dating ke desa mereka. Analisis SWOT memperlihatkan bagaiamana desa Ramea dapat mengembangkan desa nya menjadi desa wisata yang mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. A tourist village is a rural area that has uniqueness and special characteristics to become a tourist destination. The people around the tourist village will make preparations to improve the condition of their village together with village officials and prepare themselves for the arrival of tourists who will come to their village. Ramea is a tourist village developed in Pandeglang Regency. The purpose of community service is to develop the Ramea tourism village through the development of the community's creative economy by exploring the potential of the village to become a superior tourist village. The empowerment of Ramea tourism village is carried out by empowering the community through the improvement of micro-small businesses, the development of infrastructure facilities to support tourism and the development of community activities in the development of tourism village management. The process is carried out gradually and continuously. The results achieved by the empowerment carried out were followed by some communities making hopes of well-being and a new atmosphere will arise and ready to accept tourists who will come to their village The SWOT analysis shows how Ramea village can develop its village into a tourist village that brings prosperity to the community.
Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Web Bagi Guru SMP Kabupaten Pandeglang Nenden Suciyati Sartika; Tatu Munawaroh; Ervi Nurafliyan Susanti; Ika Meika; Ratu Mauladaniyati; Asep Sujana; Asep Sahrudin; Ika Yunitasari; Eka Rosdianwinata; Rusdian Rifai; Deni Pratidiana; Peni Permatasari; Dede Uniah; Kamila Cahyati
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.621

Abstract

Pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan dalam revolusi industri 4.0 membuat perubahan dalam gaya belajar dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk mengikuti proses pembelajaran digital interaktif. Sehingga salah satu tantangan bagi guru dan pengembang teknologi pembelajaran untuk berinovasi adalah menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa. Pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis Web bagi guru matematika bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis web yang sesuai dengn kurikulum dan kebutuhan siswa. Pelatihan ini dilakukan melalui metode peer-teaching model pembelajaran interaktif, Menyusun bahan belajar, Mengemas menjadi bahan belajar on-line. Hasil yang diperoleh setelah melaksanakan kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan kemampuan teknologi guru dalam menyusun bahan ajar berbasis web sebagian besar guru matematika SMP di kabupaten Pandeglang menyatakan bahwa hanya kadang-kadang dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran, mereka hanya kadang-kadang menggunakan bahan ajar berbasis Web, namun 80% sudah pernah menggunakan bahan ajar berbasis Web. Tapi tidak satupun dari mereka yang pernah mendesain game pembelajaran matematika di Web. Peserta pelatihan ada yang pernah menggunakan canva dan heyzine, Capcut, dan PPT di WPS HP sedangkan menggunakan game pembelajaran berbasis Web 80% yang tidak pernah menggunakan dan hanya 20% yang sudah pernah menggunakan. Respon peserta pelatihan terkait pelaksanaan kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa 90% guru menyatakan materi yang disampaiakan sangat menarik (10% menarik) dan semua peserta menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan membantu untuk meningkatkan profesionalisme guru. Conducive and enjoyable learning in the industrial revolution 4.0 makes changes in learning styles in the learning process. Teachers are required to follow the interactive digital learning process. So one of the challenges for teachers and learning technology developers to innovate is to create learning that is fun and not boring for students. Training on preparing Web-based teaching materials for mathematics teachers aims to improve teachers' skills and knowledge in developing web-based teaching materials that suit the curriculum and student needs. This training is carried out through peer-teaching methods, interactive learning models, compiling learning materials, packaging them into on-line learning materials. The results obtained after carrying out this activity were that there was an increase in teachers' technological abilities in compiling web-based teaching materials. Most of the junior high school mathematics teachers in Pandeglang district stated that they only sometimes used technology in learning, they only sometimes used Web-based teaching materials, However, 80% have used Web-based teaching materials. But none of them had ever designed a math learning game on the Web. Some of the training participants have used Canva and Heyzine, Capcut, and PPT on WPS HP, while 80% have never used Web-based learning games and only 20% have used them. Responses from training participants regarding the implementation of this training activity showed that 90% of teachers stated that the material presented was very interesting (10% interesting) and all participants stated that this training activity could improve skills in using technology in learning and help to increase teacher professionalism.
Co-Authors Adnan, Aditya Agung Sugiarto Ali Nurdin Andree Saylendra Andree Saylendra, Andree Ani Susilawati Anriani, Nurul Ardini, Fadhila Malasari Ari Fajria Novari Arifiyanti, Septiani Dwi Aroh Asep Sahrudin Asep Sujana Bambang Avip Priatna Martadiputra cakrawala Bungsu, Dede Dede Uniah Ditasona, Candra Eka Rosdianwinata Endang Cahya Mulyaning A. Erna Irawati Ervi Nurafliyan Susanti Erwin Erwin Erwin Erwin Firdaus, Rizki Amsyarul Fitriyani Fitriyani Fitriyani, Gita Gita Fitriyani Hasanah Hasanah Hendra Hendra Herviana, Ditta Ahmad Ika Meika Ika Safitri Windiarti Ika Yunitasari Ina Ramadina Iryani, Irna Jarinah, Jarinah Kamila Cahyati Komarudin, Nanang Krisna Satrio Perbowo Krisna Satrio Perbowo Kusuma, Yaya S. Martadiputra, Bambang Apiv Priatna Meika, Ika Muda, Nurhali Mulyanah Mulyanah, Mulyanah Mulyaningsih, Asih Mulyaningsih, Asih Mustika, Siti Mega Nais Pebriyani Nenden Mutiara Sari Nur Azmi Rohimajaya Nurbani, Siti Nurhakiki, M. Nurhayarti, Siti Nurul Anriani Peni Permatasari Pratidiana, Deni Purlilaiceu Putri, Widiya Ramadina, Ina Ratu Mauladaniyati Ridwan Rifa'i, Rusdian Rika Mulyati Mustika Sari Risma Berliana Risya, Hilfi Villar Rosdianwinata, Eka Rosdianwinata, Eka Rusdian Rifai Safitri, Mia Millawaty Sahrudin, Asep Saraswati Septiani Dwi Arifiyanti Siti Laeliyah Slamet Wiyono Sopiyani, Hanifah Nurus Suhroji Adha Sujana, Asep Supianti, In In Susti Rahmah Yulita Susti Rahmah Yulita Susti Rahmah Yulita S Susti Rahmah Yulita S Sutihat Sutihat Tarso Rudiana, Tarso Tatu Munawaroh Triani, Nina Ayu Trisnawati Trisnawati Tuti Rostianti Maulani Ucu Wandi Somantri Veny Agustina Prianggita Veny Agustini Prianggita Verliani Dasmaran Wahyudin Wahyudin Wiyono, Slamet Yaya S. Kusumah Yulita, Susti Rahmah Zaenal Hakim