Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah dan Perkembangan Madrasah Aliyah Negeri 1 Ketapang Akbar, Ahmad; Mahrus, Erwin
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 2, Juni 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i2.2647

Abstract

Education plays a crucial role in shaping the future generations of both the nation and religion. The quality of education today holds paramount importance in human life. A nation's progress heavily relies on the quality of its education system. Madrasah, as educational institutions in Indonesia overseen by the Ministry of Religion, have evolved into modern Islamic educational establishments. Their modernization is evident in both their physical infrastructure and academic standards. Madrasah now boast comprehensive facilities to support academic development, competent educators with specialized knowledge, dedicated staff, and other essential resources. Moreover, they have clearly defined institutional visions, missions, and goals that guide curriculum development. Each madrasah exhibits unique strengths and opportunities, reflecting the diversity among educational institutions. The provision of facilities and resources is a crucial factor considered by educators when crafting curricula. Hence, madrasah, as institutions characterized by Islamic principles, must develop curricula that encompass scientific programs integrating religion, technology, and soft skills such as independence and leadership.
Membangun kesadaran moderasi beragama: Pembinaan keagamaan di pondok pesantren wilayah perbatasan Mahrus, Erwin; Hasan, Munawir; Syukrian, Akbar; Rokhman, Rizki Fathu; Krisdiyanto, Dwi Nurfia; Winanda, M. Reza
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai aspek terkait kesadaran moderasi beragama, dengan fokus pada pembinaan keagamaan santri di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap pembaruan pendidikan Islam yang mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama dan menjadikan lembaga ini sebagai model dalam membentuk karakter santri yang inklusif, toleran, dan penuh kasih. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif santri dalam setiap tahap penelitian, dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil. Metode yang diterapkan melibatkan observasi, wawancara, perencanaan tindakan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan 15 pertanyaan free test dan post test yang diisi oleh 20 santri. Analisis data menggunakan software JASP dengan uji normalitas dan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman santri tentang moderasi beragama setelah pembinaan keagamaan. Rata-rata nilai pre-test adalah 55.9, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 80.9, dengan perbedaan yang signifikan (p < 0.001). Pembinaan yang dilaksanakan mencakup pemahaman tentang moderasi beragama, serta mempererat hubungan antara Pondok Pesantren Miftahul Hidayah dan IAIN Pontianak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan santri sebagai agen perubahan yang mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kerukunan dalam masyarakat. Tantangan dalam penerapan nilai-nilai moderasi beragama mencakup penyesuaian pendekatan pembelajaran dan konsistensi penerapan nilai tersebut dalam lingkungan pesantren. Meskipun tantangan ada, upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan memperkuat karakter santri dalam menghadapi keberagaman budaya dan agama di daerah perbatasan.
Analysis of Teachers' Personality Competence in the Manuscript "Sedikit Tentang Pendidikan" by Haji Ismail Arsyad Apjan, Syarifah Sajila; Mahrus, Erwin
AT-TURATS Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i2.3276

Abstract

This study aims to analyze the teacher personality competencies outlined in the manuscript Sedikit Tentang Pendidikan by Haji Ismail Arsyad. The continuing prevalence of moral decay in educational settings serves as the rationale for investigating the teacher personality competencies presented in this manuscript, as they offer significant relevance for application in educational contexts.The research employs a descriptive-analytical method with a qualitative approach, utilizing content analysis for data collection. The primary data source was the manuscript transcribed by Dr. Erwin Mahrus, S.Ag., complemented by secondary sources such as related books and journals. The findings reveal that the manuscript Sedikit Tentang Pendidikan emphasizes several key personality traits that teachers should possess, including a strong character, authority, noble morals, and the ability to serve as role models for students. This study is expected to contribute to the development of teacher personality competencies in the field of education and offer valuable insights for academics, educators, and society at large.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kompetensi kepribadian guru yang ada di dalam manuskrip karya Haji Ismail Arsyad yang berjudul “Sedikit Tentang Pendidikan.” Masih menjamurnya dekadensi moral di bangku pendidikan menjadi alasan kenapa kompetensi kepribadian guru dalam manuskrip ini perlu dikaji. Sebab di dalam manuskrip ini terkandung kompetensi kepribadian guru yang sangat relevan diterapkan di bangku pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif serta pengumpulan data menggunakan teknik content analysis. Sumber primer dalam penelitian ini ialah manuskrip karya Haji Ismail Arsyad yang telah dialih aksarakan oleh Dr. Erwin Mahrus, S.Ag. Sementara sumber sekunder yang peneliti gunakan yaitu buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam manuskrip “Sedikit Tentang Pendidikan” ada beberapa kepribadian khas yang harus dimiliki oleh guru, di antaranya: memiliki kepribadian yang kuat, berwibawa, dan berakhlak mulia, serta menjadi panutan bagi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kompetensi kepribadian guru di bidang Pendidikan, serta dapat memberikan sumbangsih terhadap para akademisi, guru dan masyarakat pada umumnya.
Problematika Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Membangun Karakter Siswa Di Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid-19 Mariyanto; Sukino, Arief; Mahrus, Erwin
Islamic Insights Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Islamic Insights Journal
Publisher : Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat, LPPM, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.iij.2023.05.1.3

Abstract

This study aims to determine the role of Islamic Religious Education teachers in building student characteristics in Elementary Schools during the Covid-19 pandemic and the constraints of Islamic Religious Education teachers in building student character in Elementary Schools during the Covid-19 pandemic. This research uses a qualitative approach with literature research methods. The collection technique used is document study, and the data analysis used is content analysis. The results showed that the learning process of Islamic Religious Education is not only cognitive but also affective and psychomotor. Islamic Religious Education in building student character in elementary schools can be done in various ways, but the most important thing is that a teacher can adapt to the times and can also determine effective learning strategies, especially in the learning process carried out online, considering that during the Covid-19 pandemic, learning was carried out online. In addition, a teacher must also be able to master competencies as an educator, namely professional, pedagogic, social, and personality. The obstacle experienced by Islam Religious Education teachers in building student character in elementary schools during the Covid-19 pandemic is that they have not mastered pedagogic competence so the learning method applied is monotonous, namely assignment. There are still many teachers who have not been able to adapt to the times, especially technology so the learning media used are less varied. There are still teachers who take actions that are not in accordance with Islamic religious teachings, Such as gambling, cheating, and justifying all means to get a certain position, especially to become a school principal.
Kompetensi Kepribadian Pendidik Berdasarkan Manuskrip Maharaja Imam Basiuni Imran Sambas Mas’alah Ichlas dan Tanggung Jawab Annisa Rezki Eka Putri Wahyudi; Erwin Mahrus; Sahri Sahri
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.17462

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Muhammad Basiuni Imran terkait kompetensi pendidik, dengan fokus pada sikap ikhlas dan tanggung jawab. Kompetensi pendidik tidak hanya mencakup kemampuan akademik dan pedagogik, tetapi juga aspek kepribadian yang mempengaruhi efektivitas dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi literatur, dengan pengumpulan data dari buku, artikel, jurnal, dan wawancara. Narasumber utama dalam penelitian ini adalah Dr. Erwin Mahrus, M.Ag, seorang akademisi dan penerjemah manuskrip Basiuni Imran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Basiuni Imran menekankan pentingnya nilai-nilai moral seperti kesabaran, kebijaksanaan, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam profesi pendidik. Sikap ini menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan pendidikan, mencegah konflik akibat perbedaan pemahaman, serta menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif. Selain itu, pemikirannya sejalan dengan standar kompetensi kepribadian pendidik yang mencakup sikap jujur, berwibawa, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didik.Kesimpulannya, pemikiran Basiuni Imran memberikan panduan moral dan profesional bagi pendidik agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif dalam membangun karakter dan kecerdasan peserta didik. Konsep ikhlas dan tanggung jawab yang ia tekankan memiliki relevansi tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan modern serta dalam membentuk pendidik yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. 
Peran Pembelajaran PAI untuk Menguatkan Sikap Anti Kekerasan: Membangun Karakter Islami yang Damai dan Toleran: The Role of Islamic Education Learning to Strengthen Anti-Violence Attitudes: Building Peaceful and Tolerant Islamic Characters Andini, Irda; Santoso, Hajizah Indah; Nopita, Nopita; Sukino, Arif; Mahrus, Erwin
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2025): Vol 3 No 1 (2025): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v3i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merancang desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mampu memperkuat sikap anti kekerasan serta membentuk karakter Islami yang damai dan toleran pada peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya fenomena kekerasan di lingkungan pendidikan, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun sosial, yang menuntut pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang menekankan kasih sayang, kedamaian, dan penghargaan terhadap perbedaan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur keislaman, teori pendidikan karakter, dan konsep anti kekerasan dari perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran PAI yang efektif dalam menanamkan sikap anti kekerasan meliputi tujuan pembelajaran yang berorientasi pada nilai-nilai damai, materi yang relevan seperti ayat dan hadis tentang perdamaian, metode pembelajaran interaktif dan partisipatif seperti diskusi, simulasi konflik, serta penggunaan media yang mendukung pemahaman nilai-nilai Islami. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI yang terstruktur dan berbasis pada nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin berperan strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang memiliki sikap lemah lembut, pemaaf, toleran, dan mampu menghindari kekerasan dalam kehidupan sosialnya.
THE TRADITION OF TEPUNG TAWAR IN THE PERSPECTIVE OF CONTEMPORARY ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Agustina, Agustina; Mahrus, Erwin; Purwanti, Nopi
Khatulistiwa Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : The Pontianak State Institute of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v15i1.3514

Abstract

The Tepung Tawar tradition is one of the cultural ceremonies still preserved by the Malay community, including in Sambas Regency, West Kalimantan. This ceremony is usually performed to mark significant events in a person's life, such as weddings, births, or other major occasions. The aim of this research is to describe and explain the Tepung Tawar tradition practiced among the people of Sambas. This study falls under the qualitative cluster with an ethnographic approach. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data condensation, data display, and drawing conclusions. The results of this study show that the Tepung Tawar tradition in Sambas, West Kalimantan, is a cultural heritage that has deeply rooted within the local community. Typically performed during important moments such as weddings or births, this ceremony involves the pouring of rice fowder and prayer water on the celebrated individual, symbolizing blessings and prayers for safety. From the perspective of contemporary Islamic religious education, this tradition reflects the practice of social and spiritual values that harmonize with Islamic teachings. Although not a core part of Islamic teachings, the Tepung Tawar practice can be understood as an effort to strengthen brotherhood and maintain a balance between culture and religion in community life.   
Peran Majelis Taklim dalam Membangun Harmoni Masyarakat Multikultural di Desa Sungai Kunyit Sofyan, Anas; Hasan, Munawir; Mahrus, Erwin
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 1 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (May)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i1.131

Abstract

Sungai Kunyit Village, rich in ethnic and cultural diversity, has received little attention regarding the role of majelis taklim as a space for community development. In such a diverse society, religious learning forums that can bridge differences and strengthen social cohesion are crucial. This study employs a descriptive qualitative approach to explore the role of Islamic studies in fostering a harmonious multicultural life in Sungai Kunyit Village, Mempawah Regency, West Kalimantan. The research was conducted from January to March 2025 and focuses on religious activities carried out in a majelis taklim that regularly holds Islamic study sessions and social programs. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the interactive model developed by Miles and Huberman. The main findings reveal that the majelis taklim not only functions as a center for religious development but also serves as an effective platform for social dialogue and education in promoting the values of tolerance, solidarity, and respect for diversity. The moderate and contextual preaching of Ustaz successfully fostered a collective awareness among participants of the importance of living peacefully amidst ethnic and religious differences. The majelis taklim proved to be a medium for strengthening social cohesion through inclusive interactions between different groups, including non-Muslim residents. The results of this study suggest that majelis taklim holds significant potential as a strategic partner in promoting religious moderation, especially in areas characterized by high levels of social and cultural diversity. Therefore, policy support from both the government and religious institutions is essential to empower majelis taklim to play a greater role in building an inclusive and peaceful society.
KONTRIBUSI SYEKH AHMAD KHATIB SAMBAS (1803-1875) DALAM MENANAMKAN NILAI PENDIDIKAN CINTA TANAH AIR DAN BELA NEGARA KEPADA MURID-MURIDNYA DI NUSANTARA Mahrus, Erwin; Suriadi, Suriadi; Purwanti, Nopi
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v8i2.1872

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk merekonstruksi peran dari Syekh Ahmad Khatib Sambas, salah seorang ulama asal Kalimantan, dalam mendidikkan nilai kecintaan kepada tanah air dan bela negara khususnya kepada para muridnya di Nusantara. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah library research dengan menjadikan sumber berupa manuskrip, buku dan sumber-sumber tertulis lainnya sebagai basis datanya. Hasil dari kajian ini menyimpulkan bahwa semangat kepahlawanan dalam membela negara ini telah tertanam dalam diri Ahmad Khatib sejak ia meninggalkan kampung halamannya, di tengah fakta negerinya yang sedang berada dalam cengkeraman Kolonial Inggris. Semangat heroik dan patriotik inilah yang ia wariskan kepada murid-muridnya dari berbagai penjuru nusantara.
Relevansi Kitab Khulāṣah dalam Pendidikan Karakter: Sebuah Tinjauan pada Materi Sejarah Kebudayaan Islam Asmanah; Mahrus, Erwin
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v10i1.2448

Abstract

The story of the life journey of the Prophet Muhammad in the book Khulāṣah Sīrah al-Muḥammadiyah, translated by Maharaja Imam Sambas, H. Muhammad Basiuni Imran is very inspiring and full of examples. This work also provides new nuances for the advancement of the field of education in general, and the field of character education, in particular. The characteristics of the Prophet such as honesty, trustworthiness, responsibility, patience, social care, peace-loving, forgiving, religious, fair, and having a very, very good leadership spirit can be a minimum benchmark for students' character graduation in pursuing education. Through this article, the researchers explain the relevance of the material in the Islamic Cultural History (SKI) subject with the Khulāṣah book as the main aim of the research. This research uses two methods, namely literature and textology. The results and conclusions of this research are that the material in the Islamic Cultural History (SKI) subject used at the Madrasah Tsanawiyah level is 75% relevant to the Khulāṣah book.