p-Index From 2021 - 2026
3.907
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Jurnal Pendidikan Vokasi Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan DIKSI Litera Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Journal of Education and Learning (EduLearn) Journal on Mathematics Education (JME) Harmonia: Journal of Research and Education Jurnal Filsafat Journal on Mathematics Education (JME) Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies LingTera Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya The Journal of Educational Development Al Ishlah Jurnal Pendidikan Panggung Jurnal Filsafat Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Cakrawala Indonesia English Focus: Journal of English Language Education Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Britain International for Linguistics, Arts and Education Journal (BIoLAE Journal) The Journal of English Language Teaching, Literature, and Applied Linguistics (JELA) Jurnal Kajian Seni Mamangan Social Science Journal Studies in English Language and Education Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Nusantara Raya Panggung Literature and Literacy Journal on Mathematics Education Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Musical interpretation: case study in musical instrument practice learning vocational high school Ayu Niza Machfauzia; Suminto A. Sayuti; Djohan Djohan
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 8, No 2 (2018): June
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v8i2.19875

Abstract

This study was intended to reveal: (1) the dimensions of musical interpretation taught; (2) the strategy used by teachers to introduce musical interpretation in instrument practice class; and (3) teacher’s ability or competence to teach musical interpretation. This research is case study, with the subjects were 12 teachers responsible for instrument practice class. They were selected using purposive sampling method. The data collection method used were in-depth interviews, passive participation observation, documentation and focus group discussion (FGD). The instrument of study was the researcher herself. Data validity was conduct triangulation by reviewing data acquired from a source. All data then were analyzed using interactive model which included data reduction, data presentation, and conclusion/verification. The results show that: (1) the dimensions of musical interpretation taught in every instrument practice class, were only dimensions of knowledge; (2) the strategy used by teachers when teaching musical interpretation was a direct strategy, teacher-centered learning approach, and used individual approach; and (3) teachers’ competence in teaching musical interpretation must be improved, both pedagogical and professional competences.
MENYAMBUT PENDIDIKAN HUMANIORA : BEBERAPA CATATAN TENTANG SASTRA DAN PENGAJARANNYA Suminto A. Sayuti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.394 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7454

Abstract

Di antara kita sering timbul pernyataan-pernyataan yang bernada sumbang serta agak meremehkan dan mengejek bahwa karya sastra hanyalah merupakan hasil angan-angan dan khayalan para sastrawan; para sastrawan yang dinilai tidak mermpunyai pekerjaan, kecuali hanya melamun, berkhayal. Dengan demikian bagi mereka yang melecehkan sastra, hasil kerja para sastrawan tersebut tentu saja tidaklah realistik, bahkan sama sekali tidak menggambarkan kehidupan sehari-hari yang sesungguhnya. Anggapan seperti itu bertambah parah manakala ditambah dengan pembicaraan tentang seniman (inklusif sastrawannya), yang dibayangkan sebagai profil atau figur seorang tokoh yang serba 'kumal' dan 'jorok', yang hidup tanpa aturan dan seenak perut sendiri, yang hanya sibuk lalu-Ialang ke sana ke mari atau bergerombol dengan sesamanya sambil mengobrol 'menunggu datangnya ilham'. Oleh karena itu, sering timbul pula pertanyaan-pertanyaan seperti; Apakah kita perlu membaca karya sastra, bahkan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh? Apakah hal itu bukan merupakan pekerjaan yang sia-sia belaka, yang tidak bermanfaat dan hanya memboroskan waktu tanpa hasil apa pun? Bukanlah sebiji novel hanya pantas dibaca mana kala kita duduk di halte menunggu bis datang, atau dalam kereta api jarak jauh, atau di ruang antre dokter untuk menunggu giliran dipanggil ? Dst. dst. Semen tara itu, di pihak yang lain timbul pula anggapan yang kuat bahwa seorang pembaca karya sastra yang 'dewasa' akan menernukan kebahagiaan tersendiri manakala membaca karya sastra. Bukankah karya sastra memberikan kenikmatan tersendiri itu? Bukankah yang kita kejar dalam hidup ini adalah kebahagiaan dan kenikmatan itu, dan sastra menyediakannya? Betapa bodoh orang yang berpendapat bahwa sastra itu tidak bermanfaat. Mukti Ali, bekas menteri agama kita, pernah bilang bahwa hidup tanpa seni adalah kasar, dan sastra itu termasuk seni. Dengan demikian, sastra dapat mernperhalus perilaku kita dalam kehidupan. Mengapa demikian? Sebab sastra merangsang kita untuk lebih memahami dan menghayati kehidupan yang hanya sejenak ini. Sastra tidak pernah atau bukan merumuskan kehidupan, dan juga tidak mengabstraksikannya, akan teeapi menampilkan kehidupan itu sendiri kepda kita. Kehidupan yang imajinatif, tapi bukan khayalan.
ASPEK DEVIATIF DALAM SAJAK INDONESIA Suminto A. Sayuti
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1983,TH.III
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4575.666 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7562

Abstract

Tujuan pengajaran sastra di sekolah dan terutama di perguruan tinggi pada akhirnya harus ditekankan pada kemampuan siswa atau mahasiswa untuk menapresiasi sastra. Untuk mencapai tujuan itu sistem pengajaran tidak cukup hanya secara teoritis dan historis. Kedua hal tersebut memang penting, namun bukan satu-satunya cara yang harus ditempuh. Keduanya barulah merupakan modal dasar untuk mencapai tujuan berikutnya, yaitu daya menapresiasi sastra. Itulah sebabnya dalam pengajaran sastra pemberian bahan yang bersifat membantu atau sarana untuk keperluan apresiasi.Pengajaran sastra yang berkadar apresiatif di samping hal pemilihan bahan tidak semata-mata bersifat teoritis dan historis, harus senantiasa melibatkan mhasiswa untuk berlatih dan bergaul secara langsung dengan karya sastra. Akan tetapi, hal itu belum dilaksanakan sebagaimana mestinya karena berbagai alasan, antara lain kurangnya kemampuan para pengajar sastra itu sendiri
RESEPSI EVALUATIF TERHADAP SASTRA INDONESIA MODERN PADA MAHASISWA SUMINTO A SAYUTI
Jurnal Kependidikan Vol. 28, No.2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8322.744 KB) | DOI: 10.21831/jk.v28i2.5053

Abstract

RESEPSI EVALUATIF TERHADAP SASTRA INDONESIA MODERN PADA MAHASISWA
Efektivitas Pertunjukan untuk Mencapai Prestasi Belajar Ansambel Musik yang Bermakna Kun Setyaning Astuti; Suminto A. Sayuti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2002)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v4i5.2065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pertunjukan musik sebagai fokus pembelajaran ansambel musik terhadap prestasi hasil belajar musik khususnya aspek psikomotor dan makna hasil belajar, dibandingkan dengan proses pembelajaran ansambel musik dengan focus pembelajaran berupa teknik bermain ansambel musik. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Musik FBS Universitas Negeri Yogyakarta. Adapun teknik pengambilan sample dengan purposive sampling, sedangkan desain penelitiannya adalah the completely randomized single factor experiment atau kovariansi acak lengkap satu faktor. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kovarian, uji-z dan uji-t. Hasil analisis mengungkapkan bahvva: Pertama, proses pembelajaran ansambel musik dengan fokus berupa pertunjukan musik menghasilkan prestasi hasil belajar ansambel musik aspek psikomotor lebih tinggi daripada proses pembelajaran ansambel musik dengan fokus berupa penguasaan teknik pada taraf signifikansi 5%. Kedua. baik proses pembelajaran ansambel musik dengan fokus pembelajaran berupa pertunjukan maupun penguasaan teknik bermain ansambel musik sama-sama menghasilkan hasil belajar ansambel musik yang penuh makna. Kata Kunci: pertunjukan, prestasi, ansambel
PROFIL SASTRAWAN KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Suminto A. Sayuti; Else Liliani; Kusmarwanti Kusmarwanti
LITERA Vol 17, No 3: LITERA NOVEMBER 2018
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v17i3.22015

Abstract

AbstrakKampus berfungsi tidak hanya sebagai jembatan untuk mencapai pendidikan tinggi, namun juga wahana untuk mengembangkan kompetensi individu, termasuk dalam bidang sastra. Sastrawan-sastrawan muda atau yang bertumbuh ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau kampus ini biasa disebut sastrawan kampus. Ppenelitian ini bertujuan mengidentifikasikan latar belakang sosial, ideologi, profesionalisme kepengarangan, dan posisi sosilal  sastrawan kampus FBS UNY khasanah sastra Indonesia. Penelitian  ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan fokus penelitian pada sastrawan kampus yang aktif menulis prosa (novel dan cerpen) di Fakultas Bahasa dan Seni UNY. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, sastrawan kampus Universitas Negeri Yogyakarta sebagian besar berasal dari suku Jawa. Sastrawan kampus lebih banyak didominasi lelaki.  Umumnya, sastrawan kampus memiliki latar belakang keluarga yang berkorelasi dengan dunia pendidikan. Kedua, sastrawan kampus umumnya lebih memilih memperhatikan hal-hal yang dianggap sering diabaikan dalam kehidupan untuk ditulis dalam karya mereka. Idealisme mengenai nilai-nilai otentik yang berbenturan dengan nilai pragmatisme masyarakat menjadi energi besar yang menggerakkan sastrawan-sastrawan kampus untuk menulis. Ketiga, sastrawan-sastrawan kampus umumnya tidak menjadikan menulis sebagai profesi utama mereka. Menulis adalah kerja sampingan. Sastrawan kampus tidak bergantung pada patronase tertentu.  Keempat, beberapa sastrawan kampus memiliki posisi yang cukup penting dalam sastra Indonesia. Posisi ini dipengaruhi oleh produktivitas karya, promosi dan publikasi, serta jejaring yang dimiliki. Semakin banyak karya yang dihasilkan dan dipublikasikan secara massif di berbagai media, maka penulis karya tersebut akan semakin dikenal oleh masyarakat.Kata kunci: profil, sastrawan kampus, sosiologi pengarang   Abstract               The aims of this study are: (1) to identify the social background of campus writers, (2) to explain the social ideology of campus writer, (3) to explain the professionalism of campus writer, and (4) to map the social position of FBS UNY campus writers in Indonesian literature. This research is a fenomenological qualitative research with a focus of research on campus writers who are active in writing prose (novels and short stories) in the Faculty of Language and Arts of UNY, using the author's sociology approach. The research subjects were selected purposively, namely Herlinatiens, Kedung Darma Romansha, Eko Triono, Muhammad Qadhafi, and Kun Anindito. Data collection techniques used in interviews, searches and studies of campus literary works, as well as news searches in various media. The validity used is expertjudgment, while the reliability of the data is triangulation between researchers and sources. The results of the study show: (1) most of the Yogyakarta State University campus writers are from Javanese. Campus writers are dominated by men. Generally, campus writers have a family background that correlates with the world of education, except Kedung Dharma. (2) Campus writers generally prefer to pay attention to things that are considered often ignored in life to be written in their work. Idealism about authentic values that collide with the pragmatism of the community becomes a great energy that motivates campus writers to write. (3) Campus writers generally do not make writing their main profession. Writing is a side job. Campus writers do not depend on certain patronage. (5) Some campus writers have quite important positions in Indonesian literature. This position is influenced by the productivity of works, promotions and publications, and the networks that are owned. The more massive work produced and published in various media, the writer of the work will be increasingly known by the public.Keywords: profile, campus writer, author’s sociology approach
RESEPSI KESADARAN BERBAHASA SECARA KRITIS DALAM AKTIVITAS PENULISAN FIKSI GURU DAN SISWA Suminto Sayuti; Esti Swatika Sari; Beniati Lestyarini
LITERA Vol 11, No 1: LITERA APRIL 2012
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v11i1.1074

Abstract

This study aims to describe the reception of critical language awareness (CLA) in the fiction writing process among senior high school (SHS) teachers and students. It was a content analysis supported by qualitative data collected through focus group discussions. The subjects were SHS teachers and students in Yogyakarta Special Territory. The data analysis in the process of interpreting meanings of their works was based on the CLA elements. The findings showed that their reception of CLA in fiction writing was reflected in both the process and the outcome. The teachers were still not optimal enough in developing methods, using media, and selecting the assessment system in the learning of fiction writing. Most of the students’ works did not reveal the awareness of the importance of language power and self-position as writers.
MULTICULTURAL VALUES IN INDONESIAN NOVELS OF THE 2000s Suminto A Sayuti; wiyatmi Wiyatmi
LITERA Vol 16, No 1: LITERA APRIL 2017
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v16i1.14248

Abstract

AbstractThis study was aimed at describing multicultural values, ways of expressing multicultural values, and the dynamics of multicultural values in Indonesian novels ofthe 2000s. The study purposively selected a sample of six novels that intensely carried thetheme of multiculturalism. These were Laskar Pelangi, Larung, Jendela-jendela, Ayat-ayat Cinta,Jepun Negerinya Hiroko, and Partikel. The study used the descriptive qualitative method.The study obtained the following findings. First, there were four main multiculturalvalues:  (a) apreciasion of cultural pluralism, (b) valuing of the principles of humanismand fundamental human rights (FHR), (c) responsibility of the international society, (d)responsibility of the planet earth. Second, multicultural values are expressed throughnarrative elements and become an integral part of the entire story. Third, multicultural values move in the dynamics of locality to nationality and nationality to globality. Indonesian novels of the 2000s express Indonesian people in the contexts of world nationand citizens who are multicultural, having appreciative minds towards cultural pluralism,upholding humanism and FHR, taking responsibilities of sustaining the entirety of theworld and planet earth. Keywords: multicultural, Indonesian novel, nasionality, globality, plurality
EKSISTENSI SASTRA LISAN MAMACA DI KABUPATEN PAMEKASAN, MADURA AM Hermien Kusmayati; Suminto A Sayuti
LITERA Vol 13, No 1: LITERA APRIL 2014
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v13i1.1914

Abstract

This study aims to describe the existence and functions of the mamaca oral literaturein Pamekasan Regency, Madura. The data source was the “Rukun Sampurna” mamacaoral literature community in Jalmak Village, Pamekasan, Madura. The data were collectedthrough observations and interviews. They were analyzed by means of the emic and eticapproaches. These two approaches were simultaneously employed to attain the objectivityof research findings. The findings are as follows. First, the mamaca oral community isdeveloped by the “Rukun Sampurna” community through regular performances andfulfillment of the community’s requests or invitations for special events. Second, themamaca oral community stimulates the community to move to a better condition throughthe delivered messages. The audience will get inspiration for life spirit, optimism,enlightenment, and happiness.
MATH AND MATE IN JAVANESE PRIMBON: ETHNOMATHEMATICS STUDY Niken Wahyu Utami; Suminto A Sayuti; Jailani Jailani
Journal on Mathematics Education Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.135 KB) | DOI: 10.22342/jme.10.3.7611.341-356

Abstract

Marriage is an essential part of life for most people. In the Javanese tradition, great attention is paid to the weton of the couple through Javanese Primbon. It predicts the fate of the couple in the marriage. This prediction of the Javanese outcome after the wedding has some numerical values. Therefore, this study aims to uncover these numerical values using ethnomathematics. This research uses a qualitative method. Analyzing the Javanese Primbon documents is meant to explore the numerical value of Javanese people. Also, analyzing the data using the Javanese Primbon documents was not only based on the interpretation of the researcher but also the result of discussions with cultural and mathematical experts. This study proposes numerical values such as number bases, remainder theorem, modulo, and modulus of the congruence in formal mathematics, which is associated with matchmaking using Javanese Primbon.