p-Index From 2021 - 2026
3.907
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Jurnal Pendidikan Vokasi Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan DIKSI Litera Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Journal of Education and Learning (EduLearn) Journal on Mathematics Education (JME) Harmonia: Journal of Research and Education Jurnal Filsafat Journal on Mathematics Education (JME) Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies LingTera Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya The Journal of Educational Development Al Ishlah Jurnal Pendidikan Panggung Jurnal Filsafat Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Cakrawala Indonesia English Focus: Journal of English Language Education Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Britain International for Linguistics, Arts and Education Journal (BIoLAE Journal) The Journal of English Language Teaching, Literature, and Applied Linguistics (JELA) Jurnal Kajian Seni Mamangan Social Science Journal Studies in English Language and Education Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Nusantara Raya Panggung Literature and Literacy Journal on Mathematics Education Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

The Islamic Characters in The Novel Markesot Bertutur by Emha Ainun Najib Evi Chamalah; Agus Nuryatin; Suminto A. Sayuti; Ida Zulaeha
Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies Vol 5, No 2 (2018): Ar-Raniry: International Journal of Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.51 KB) | DOI: 10.22373/jar.v5i2.9835

Abstract

Character in literature plays an important role in constructing human identity. One of the characters in the literature is the Islamic character values. The Islamic character consists of four aspects namely faith (aqidah), worship (ibadah), muamalah, and morals. The novel Markesot Bertutur is one of the novels that has Islamic character values. In this novel, there are 21 values of faith, 13 values of morals, and 188 values of worship.
Critical thinking among fourth grade elementary students: a gender perspective Sekar Purbarini Kawuryan; Suminto A. Sayuti; Aman Aman
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 1 (2022): Cakrawala Pendidikan (February 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i1.44322

Abstract

Student intelligence in general is not distinguished by gender. However, some results of cognitive ability tests found these differences. The purpose of this study was to identify the critical thinking skills of fourth grade elementary school students based on gender. The critical thinking indicator refers to the Cornell Critical Thinking Test Level X. The selection of participants was carried out with consideration because the researcher had obtained permission from the principal of SDN Giwangan, parents, and had received approval from students so they were willing to be studied (convenience sampling). The sample consisted of 28 males and 17 females (N = 45). Data were analyzed using percentage, mean, standard deviation, range, and t-test. The findings show statistically significant differences in the mean critical thinking scores between male and female. The results of the study have implications for elementary school teachers who facilitate the learning process to develop critical thinking skills by applying different learning experiences. Teachers can follow up by considering differences in learning experiences based on the scope of the subject matter, the sequence of skills that are trained on students, and various choices of learning activities that develop critical thinking skills.
MENGUAK PENDIDIKAN SENI KITA : BAGAIMANA SEHARUSNYA Suminto A Sayuti
Imaji Vol 2, No 1 (2004): IMAJI FEBRUARI
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10831.099 KB) | DOI: 10.21831/imaji.v2i2.6931

Abstract

POTRET SOSIAL DALAM SEPULUH SAJAK REMY SYLADO DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Zuniar Kamaluddin Mabruri; Suminto A. Sayuti
LingTera Vol 2, No 1: May 2015
Publisher : Department of Applied Linguistics, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.906 KB) | DOI: 10.21831/lt.v2i1.5412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur puisi dan potret sosial sepuluh sajak Remy Sylado. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk merelevansikan potret sosial masyarakat Indonesia dalam sepuluh sajak Remy Sylado dengan pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah kumpulan puisi Kerygma Martyria karya Remy Sylado. Objek dalam penelitian ini adalah potret sosial dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA dalam sepuluh sajak Remy Sylado. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang termuat dalam sepuluh sajak Remy Sylado yang dipilih dengan menggunakan teknik sampel bertujuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pembacaan dan pencatatan. Teknik analisis data menggunakan pembacaan semiotika Michael Riffaterre dengan pendekatan sosiologi sastra Rene Wellek Austin Warren. Berdasarkan pembacaan semiotika terhadap sepuluh sajak Remy Sylado disimpulkan beberapa potret sosial masyarakat Indonesia yang meliputi (1) Potret Modernitas di Negara Indonesia yang terdapat dalam sajak “Zaman Azab“, “Di Atas Azab Pena Berpihak”, “Asap Telah Menutup Kota Perkasa” (2) Potret Kolonialisme dan Ekspansi kapitalisme yang terdapat dalam sajak “Origo Mali“, “Cenderamata”, “Uang” (3) Potret kota, Pembangunan, dan Kapitalisme yang terdapat dalam sajak “Pena”, “Pemain Kambing Hitam”, “Si Miskin”, dan “Apakah Negerinya Masih”. Potret sosial dalam sepuluh sajak Remy Sylado relevan dengan pembelajaran sastra di SMA. ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ SOCIAL PORTRAIT IN TEN POEMS REMY SYLADO AND RELEVANCE TO LEARNING LITERATURE IN HIGH SCHOOL   Abstract This study aimed to describe the structure of the poem and the social portrait in ten poems Remy Sylado. In addition, this study also aimed to relevance of the social portrait of Indonesian society in Remy Sylado’s ten poems with learning literature in high school. Sources of data in this study include the subject adn object. Subject in this study are a collection of poems Kerygma Martyria written by Remy Sylado. Object in this study are a social potrait and relevance to learning literature in high school to ten poems Remy Sylado. The data in this study are words contained in Remy Sylado’s ten poems were selected using purposive sampling technique. Data collection techniques used in this study are reading and writing. Data analysis used Michael Riffaterre semiotic reading by using the sociological literature approach written by Rene Wellek Austin Warren. Based on the semiotic reading of the ten poems Remy Sylado it was discovered portrait Indonesian society which includes (1) Images of modernity in Indonesia contained in the poem "Zaman Azab", "Di Atas Azab Pena Berpihak", and "Asap Telah Menutup Kota Perkasa" (2) Portrait of colonialism and the expansion of capitalism contained in the poem "Origo Mali", "Cenderamata", and "Uang" (3) Images of the city, development, and capitalism contained in the poem "Pena","Pemain Kambing Hitam", "Si Miskin", and "Apakah Negerinya Masih". Social potrait in ten poems Remy Sylado relevance to learning literature in high school. Keywords: social portrait, ten poems Remy Sylado, semiotics, sociology of literature.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DI SMK N 1 KASIHAN BANTUL Putri Isnaeni Kurniawati; Suminto A. Sayuti
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.786 KB) | DOI: 10.21831/amp.v1i1.2331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen sarana dan prasarana yang digunakan dan mendeskripsikan proses pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana di SMK N 1 Kasihan, Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualita-tif dan metode survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawan-cara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Manajemen sarana dan prasarana yang digunakan oleh SMK N 1 Kasihan khususnya pada mata pelajar-an produktif adalah manajemen standar. Pengadaan sarana dan prasarana dilakukan setiap akhir tahun dengan menganalisis kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dengan menetap-kan perencanaan untuk jangka satu semester atau satu tahun ke depan dengan memperhati-kan dana yang dimiliki. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, dilakukan dengan pemeliharaan sehari-hari, pemeliharaan secara berkala, dan pemeliharaan yang sifatnya mencegah dari kerusakan. Penghapusan sarana dan prasarana sekolah, sampai saat ini belum pernah melakukan penghapusan barang. Kata kunci: manajemen, sarana dan prasarana
Nilai-Nilai Pendidikan Tata Busana dan Rias Srimpi Pandhelori dalam Perspektif Hermeneutik Wenti Nuryani; Suminto A Sayuti; Dwi Siswoyo
PANGGUNG Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.682 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1206

Abstract

ABSTRACTThis research was a descriptive qualitative research using a hermeneutic approach and was aimed atrevealing the meaning of traditional symbols contained in Yogyakarta-style Srimpi Pandhelori dancecostumes and makeup. The symbols in Srimpi Pandhelori costumes and makeup are the media thattransform noble characters. It is closely related to the character building based on local genious. Therefore,this research is aimed at describing the symbols found in Srimpi Pandhelori dance as an absorptionelement of the noble character values. Every instrument in costumes and makeup represents local wisdomwhich is designed to be a medium of noble character education. The main data collection technique ofthe research was direct observation of Srimpi dance performances strengthened by records. The datawere validated by using credibility techniques by doing 1). observation perseverance, 2). triangulationof methods and sources, 3). peer discussion, and 4). adequacy of references. The data analysis used inthis research was a dialectical hermeneutics approach i.e. the approach where interpretation proceduresto obtain meaning uses elements of analysis from Madisson called a normative method consisting ofcoherence, comprehensiveness, contextuality, penetration, and appropriateness. The results show thateach instrument in costumes and make up of Srimpi Pandhelori dance pattern contains symbols. Thesesymbols contain educational values, namely: the value of self-control education, the value of educationabout accuracy, the value of Godhead education.Keywords: values, Srimpi Pandhelori, hermeneuticABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatanhermeneutik, bertujuan untuk mencari makna dari simbol-simbol tradisi dalam rias dan busanatari srimpi Pandhelori gaya Yogyakarta. Simbol-simbol dalam rias dan busana tari srimpi Pandhelorimerupakan media mentransformasikan budi pekerti luhur. Hal tersebut berkaitan erat denganpembagunan karakter yang didasarkan pada local genious. Oleh sebab itu dalam penelitian inimencoba menguraikan simbol-simbol dalam tari Srimpi Pandhelori sebagai unsur serapan nilainilaibudi pekerti luhur. Setiap insrumen dalam rias busana merupakan representasi kearifanlokal yang dimaksudkna menjadi media pendidikan budi pekerti luhur. Teknik pengumpulandata yang utama adalah pengamatan secara langsung pertunjukan tari Srimpi yang diperkuatdengan rekaman. Untuk keabsahan datanya menggunakan teknik kredibilitas yang dilakukandengan cara: 1). ketekunan pengamatan, 2). trianggulasi metode dan sumber, 3). diskusi sejawat,4). kecukupan referensi. Sementara analisis datanya menggunakan pendekatan hermeneutikadialektis, dimana prosedur penafsiran dalam rangka memperoleh makna menggunakan unsurunsuranalisis dari Madisson yang disebutnya sebagai metode normatif, terdiri dari coherence,comprehensiveness, contextuality, penetration, appropriateness. Hasil penelitian menunjukan setiapinstrumen dalam rias dan busana dalam tari Srimpi Pandhelori merupakan simbol. Dalamsimbol tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan yaitu: nilai pendidikan pengendalian diri,nilai pendidikan tentang kecermatan, nilai pendidikan Ketuhanan.Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan, Srimpi Pandhelori, hermeneutik
Ontologi Pathet: Kajian Kritis Terhadap Pathet sebagai Representasi Norma Ontologis Transendental dalam Pergelaran Wayang Reno Wikandaru; Lasiyo Lasiyo; Suminto A. Sayuti
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 29, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.082 KB) | DOI: 10.22146/jf.48784

Abstract

Pathet is one of the most important parts in a puppet performance. Unfortunately, discussions about pathets, especially from a metaphysical perspective are very rarely found so that the wayang metaphysics is not comprehensive. This study examines the metaphysical dimensions in the puppet performance pathet in Anton Bakker's metaphysical perspective, with the aim to complete the existing puppet metaphysics studies. This research uses the methodical method of assessment, namely interpretation; induction and deduction; internal coherence; holistic; historical continuity; idealization; comparison; heuristics; inclusive or analogous language; and description, and reflection. The results of this study indicate that: first, pathet is a representation of the concept of harmony in puppet shows. Pathet is a transcendental ontological norm in puppet shows. Transcendental ontological norms, in the perspective of Anton Bakker's ontology thinking, are called harmony. In other words, it can be said that the pathet is a representation of harmony or ontological norms that apply in a puppet show. All aesthetic elements of the show are returned to the pathet, and must remain in the corridor of the applicable pathet.
CHILDREN'S FRIENDLY EDUCATION BASED ON TRADITIONAL GAMES IN TAMAN MUDA IBU PAWIYATA ELEMENTARY SCHOOL Maya Kartika Sari; Suminto A. Sayuti; Pardjono Pardjono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.645 KB) | DOI: 10.20961/shes.v1i1.23748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan ramah anak berbasis dolanan anak tradisional di SD Taman Muda Ibu Pawiyata Yogyakarta. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian yakni kepala sekolah, pamong, siswa, dan orang tua. Penentuan subyek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan Model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ramah anak berbasis dolanan anak tradisional di SD Taman Muda Ibu Pawiyata Yogyakartatelah berjalan dengan baik dan dapat mengeksplorasi potensi siswa. Guru atau pamong melaksanakan pembelajaran melalui metode bermain atau dolanan, guru menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajaran, guru berupaya mengembangkan bakat minat anak secara maksimal tanpa beban paksaan, guru mencurahkan kasih sayang kepada siswa secara utuh, guru memberikan perhatian bagi mereka yang lemah dalam proses belajar melalui bimbingan belajar intens. Pendidikan ramah anak berbasis dolanan anak tradisional di SD Taman Muda Ibu Pawiyata Yogyakarta yang dilakukan seperti lepetan, cublak-cublak suweng, jamuran, dakon, jaranan, galasin, dimana dapat menumbuhkan karakter positif pada anak yaitu menumbuhkan toleransi antar teman, saling membantu, demokratis, jujur dan disiplin dalam mematuhi peraturan permainan, dan menumbuhkan rasa cinta pada budaya yang ada dan melestarikan dolanan anak tradisional agar tetap berkelanjutan. Pendidikan ramah anak berbasis dolanan anak tradisional di SD Taman Muda Ibu Pawiyata Yogyakarta mendapatkan dukungan penuh dari orangtua dan pihak sekolah sehingga implementasinya dapat maksimal dan terkondisi dengan baik.
Menyemai Benih Nilai Multikultural melalui Pembelajaran Penciptaan Tari Kelompok di Sekolah Menengah Atas Titik Putraningsih; G.R. Lono Lastoro Simatupang; Suminto A. Sayuti
Jurnal Kajian Seni Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kajian Seni Vol 5 No 1 November 2018
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.561 KB) | DOI: 10.22146/jksks.38999

Abstract

Negara Indonesia dengan penduduk yang multietnis perlu mengupayakan bagaimana membangun sikap menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), agar memiliki sikap untuk saling toleransi, menerima dan menghormati perbedaan. Hal itu dilakukan antara lain melalui pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), pada khususnya pembelajaran tari dianggap strategis sebagai alat pendidikan multikultural di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana Sekolah Mengah Atas Yogyakarta menterjemahkan kurikulum 2013 dalam pembelajaran tari, bagaimana memaknai empat sifat multilingual, multidimensi, multikultural, dan multikecerdasan dalam dimensi koqnitif, affektif, dan motorik. Artikel ini difokuskan untuk mengkritisi praktik pembelajaran tari sebagai alat pendidikan dan bermanfaat untuk menyemai nilai multikultural agar siswa mempunyai sikap toleransi dan apresiatif terhadap keberagaman budaya Indonesia. Observasi dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yogyakarta dengan metode purposive sumpling, mendiskripsikan, dan mengidentifikasi sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tari dalam perspektif multikultural. Selain itu dengan kriteria menggunakan kurikulum 2013, materi tari yang diajarkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia terutama pembelajaran penciptaan tari kelompok, siswa berasal dari beberapa daerah termasuk dari desa dan kota. Hasil pengamatan bagaimana menyemai atau menanamkan nilai multikultural perlu digali dan diupayakan terus menerus melalui pembelajaran penciptaan tari kelompok. Siswa mendapat pengalaman menciptakan tari kelompok, diharapkan akan membentuk karakter kerjasama, kreatif, dan estetis. Nilai multikultural dalam pembelajaran penciptaan tari kelompok adalah toleransi, apresiatif, dan menerima perbedaan
GAYA PENGARANG DALAM MENYAMPAIKAN LOKALITAS JAWA: STILISTIKA CERPEN-CERPEN KARYA GUNAWAN TRI ATDMOJO Riswanda Himawan; Else Liliani; Suminto A Sayuti
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i2.5628

Abstract

ABSTRAK: Gaya kata dan gaya kalimat merupakan unsur penting dalam sebuah karya sastra khususnya cerpen. Penggunaan gaya kata dan gaya kalimat dalam karya sastra membuat pembaca memahami maksud dan tujuan penggarang dalam menulis karya sastra. Selain itu penggunaan diksi dan gaya kalimat digunakan agar pembaca mampu memahami unsur-unsur berkaitan dengan ciri khas penggarang. Terlebih dalam menggunakan aspek lokalitas dalam menulis cerita pendek. Selaras dengan pernyataan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya kata dan gaya kalimat yang digunakan penggarang dalam menyampaikan lokalitas Jawa pada cerpen-cerpen karya Gunawan Tri Atdmojo. Serta mendeskripsikan gaya kata dan gaya kalimat dalam menyampaikan aspek lokalitas Jawa yang dominan digunakan dalam cerpen cerpen karya Gunawan Triadtmojo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik refrensial. Refrensi yang digunakan yaitu pendapat para ahli, serta penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Penelitian ini menghasilkan data tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kata yang dominan digunakan oleh penggarang dalam menyampaikan lokalitas Jawa adalah gaya kata kolokial. Gaya kalimat yang dominan digunakan dalam menyampaikan lokalitas Jawa adalah kalimat deklaratif.KATA KUNCI: Leksikal; Gramatikal; Lokalitas Jawa; Cerpen; Gunawan Tri Atdmojo The Author's Style In Delivering Java Locality: Stilistics Of Short Stories By Gunawan Tri Atdmojo. ABSTRACT: Word style and sentence style are important elements in a literary work, especially short stories. The use of word style and sentence style in literary works makes the reader understand the intent and purpose of the author in writing literary works. In addition, the use of diction and sentence style is used so that the reader is able to understand the elements related to the characteristics of the author. Especially in using the locality aspect in writing short stories. In line with this statement, this study aims to describe the form of word style and sentence style used by the author in conveying Javanese locality in the short stories by Gunawan Tri Atdmojo. As well as describing the style of words and sentence styles in conveying aspects of Javanese locality which are dominantly used in short stories by Gunawan Triadtmojo. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The data analysis technique used is a referential technique. The references used are the opinions of experts, as well as research relevant to this research. Data collection techniques used reading and note-taking techniques. This research produces written data. The results showed that the dominant style of words used by the author in writing short stories was colloquial. While the dominant sentence style used is declarative sentence.KEYWORDS: Lexical; Grammatical; Java Locality; Short story; Gunawan Tri Atdmojo