Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : Central Publisher

MENUMBUHKAN SIFAT KEPEMIMPINAN NARAPIDANA MELALUI KEGIATAN LATIHAN KEPEMIMPINAN DAN BELA NEGARA (LKBB) Andrian Febriansyah; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.631

Abstract

Latar Belakang : Pembinaan narapidana tidak hanya bertujuan untuk menghukum, tetapi juga untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik. Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui kegiatan Latihan Kepemimpinan dan Bela Negara (LKBB), yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Kegiatan ini berperan penting dalam membentuk karakter narapidana, khususnya dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang positif dan konstruktif. LKBB memberikan pengalaman langsung dalam kerja sama tim, pengambilan keputusan, serta penguatan mental dan moral. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana kegiatan LKBB dapat menumbuhkan sifat kepemimpinan narapidana. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dan peluang dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, serta merumuskan strategi pengembangan program agar lebih efektif dalam mendukung tujuan rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung terhadap kegiatan LKBB di dalam lembaga pemasyarakatan, guna memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaannya. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi kegiatan, narapidana yang terlibat dalam LKBB menunjukkan peningkatan dalam hal kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan memimpin dalam lingkup komunitasnya. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan kegiatan ini meliputi pendekatan partisipatif, keterlibatan petugas yang kompeten, serta suasana pembinaan yang kondusif. Kesimpulan : Dengan menerapkan program LKBB secara konsisten, lembaga pemasyarakatan dapat menjalankan fungsinya secara lebih efektif dalam rehabilitasi narapidana, serta membekali mereka dengan karakter kepemimpinan yang berguna setelah kembali ke masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka residivisme dan meningkatkan kontribusi positif mantan narapidana dalam kehidupan sosial.
KEPEMIMPINAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN: ANALISIS GAYA, TANTANGAN, DAN INOVASI DALAM PENGELOLAAN PEMASYARAKATAN INDONESIA Muhammad Hakan Qowi; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.632

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini menganalisis aspek kepemimpinan dalam konteks lembaga pemasyarakatan di Indonesia dengan fokus pada efektivitas gaya kepemimpinan transformasional dan demokratis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan dan praktik kepemimpinan yang dapat meningkatkan kualitas manajemen dan reformasi lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dan analisis literatur komprehensif, studi ini mengidentifikasi tantangan utama dalam kepemimpinan pemasyarakatan serta menawarkan inovasi strategis untuk mengatasinya. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi gaya kepemimpinan transformasional dan demokratis berkorelasi positif dengan peningkatan efektivitas program rehabilitasi dan kesejahteraan petugas. Namun, implementasinya terhambat oleh tantangan struktural seperti overkapasitas, defisiensi integritas, komunikasi internal yang buruk, dan resistensi terhadap perubahan. Kesimpulan : Penelitian ini menyarankan pengembangan program kepemimpinan berkelanjutan, transformasi digital manajemen pemasyarakatan, dan penguatan budaya organisasi berbasis integritas sebagai inovasi kunci untuk meningkatkan kepemimpinan di lembaga pemasyarakatan Indonesia.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP REINTEGRASI NARAPIDANA Ahmad Fajri Aslam; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.636

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan dalam lembaga pemasyarakatan memiliki pengaruh strategis terhadap keberhasilan reintegrasi sosial narapidana. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap efektivitas proses reintegrasi narapidana pasca pemidanaan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan, dan observasi terbatas di beberapa lembaga pemasyarakatan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan partisipatif berperan positif dalam menciptakan iklim pembinaan yang kondusif, meningkatkan motivasi warga binaan, serta mendorong kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat. Sebaliknya, gaya kepemimpinan otoriter cenderung menghambat proses internalisasi nilai pembinaan dan memperkuat relasi kekuasaan yang tidak mendukung perubahan perilaku. Kesimpulan : Temuan ini menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan reintegrasi, dan oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis nilai humanistik dan komunikasi efektif bagi pejabat pemasyarakatan. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perlunya reformulasi strategi pembinaan berbasis kepemimpinan kolaboratif untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi yang berkelanjutan.
PENERAPAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KINERJA PEGAWAI BAPAS KELAS II WONOSARI Safa Aura Faradisa; Dandi Prasetiyo; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.637

Abstract

Latar Belakang : Kinerja pegawai merupakan salah satu indikator utama keberhasilan organisasi, termasuk di lingkungan Balai Pemasyarakatan (Bapas). Gaya kepemimpinan yang diterapkan pimpinan sangat mempengaruhi tingkat motivasi kerja pegawai. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan gaya kepemimpinan demokratis dan menganalisis pengaruhnya terhadap motivasi serta kinerja pegawai di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari. Kepemimpinan demokratis dinilai penting karena melibatkan partisipasi aktif pegawai, keterbukaan komunikasi, dan penghargaan terhadap kontribusi individu, yang berpotensi menciptakan lingkungan kerja inklusif dan produktif. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis telah diterapkan secara konsisten melalui pelibatan pegawai dalam pengambilan keputusan, komunikasi terbuka antara pimpinan dan staf, serta pemberian apresiasi terhadap kinerja pegawai. Penerapan gaya ini terbukti meningkatkan rasa memiliki, kepuasan kerja, serta motivasi intrinsik pegawai yang berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja organisasi. Meskipun demikian, beberapa hambatan seperti budaya kerja lama yang pasif, keterbatasan waktu, dan perbedaan karakter individu masih menjadi tantangan dalam mengoptimalkan penerapan kepemimpinan demokratis. Kesimpulan : Diperlukan strategi lanjutan berupa penguatan budaya organisasi, pelatihan kepemimpinan, pengembangan kompetensi pegawai, serta optimalisasi manajemen waktu agar kepemimpinan demokratis dapat diterapkan lebih efektif dan berkelanjutan.
KEPEMIMPINAN DI LINGKUNGAN PEMASYARAKATAN: TANTANGAN DAN STRATEGI EFEKTIF Awang Timur Sumirat; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.638

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan merupakan elemen fundamental dalam mendukung keberhasilan organisasi, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan). Dalam konteks pemasyarakatan Indonesia, pemimpin tidak hanya bertugas dalam aspek administratif, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mencapai tujuan pembinaan dan rehabilitasi sosial warga binaan. Tujuan : Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan yang efektif di Lapas/Rutan, tantangan yang dihadapi, serta mengkaji strategi-solusi melalui studi kasus penyalahgunaan wewenang di Lapas Sukamiskin. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif berbasis literatur dan analisis kasus aktual. Hasil dan Pembahasan : Hasil pembahasan menunjukkan bahwa reformasi birokrasi, penguatan pengawasan, pendidikan berkelanjutan, serta pembangunan budaya integritas menjadi kunci memperkuat kepemimpinan pemasyarakatan. Kesimpulan : Temuan ini menjadi rekomendasi strategis untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada rehabilitasi.
KEPEMIMPINAN DI LAPAS: STRATEGI, TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI Hafizh Anshori; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.639

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan. Pemimpin Lapas tidak hanya bertanggung jawab menjaga keamanan, tetapi juga memfasilitasi perubahan perilaku dan pemberdayaan warga binaan menuju reintegrasi sosial. Tujuan : Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kepemimpinan yang efektif di Lapas, gaya kepemimpinan yang sesuai, tantangan yang dihadapi, serta strategi implementasi di lapangan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis dengan metode studi pustaka. Hasil dan Pembahasan : Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan situasional paling efektif dalam mengelola dinamika Lapas yang kompleks. Kepemimpinan yang berorientasi pada pembinaan, komunikasi terbuka, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan reformasi pemasyarakatan di Indonesia. Kesimpulan : Kepemimpinan yang efektif ditandai dengan kemampuan untuk menginspirasi, berkomunikasi dengan baik, serta menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan yang ada.
KOLABORASI DAN INOVASI: KEPEMIMPINAN DI BALIK TRANSFORMASI RUTAN SURAKARTA Davian Rizal Pratama; Piero Firmansyach; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.641

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan merupakan elemen kunci dalam mengelola institusi pemasyarakatan yang kompleks seperti Rutan Kelas I Surakarta. Tujuan : Artikel ini mengeksplorasi visi dan pendekatan strategis yang diimplementasikan oleh Kepala Rutan, Bhanad Shofa Kurniawan untuk menghadapi tantangan operasional, termasuk masalah kelebihan kapasitas dan kebutuhan pembinaan warga binaan. Metode : Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif berdasarkan profil kepemimpinan Bhanad Shofa Kurniawan. Data diperoleh dari sumber sekunder, termasuk artikel berita, media sosial, dan wawancara yang dipublikasikan. Hasil dan Pembahasan : Bhanad Shofa Kurniawan menerapkan filosofi kepemimpinan yang berakar pada pelayanan, pembelajaran, dan kerja sama. Strategi utamanya mencakup program pembinaan keterampilan, penguatan nilai keagamaan, dan kemitraan dengan sektor swasta. Ia juga mendorong pembangunan fasilitas baru untuk mengatasi kelebihan kapasitas, serta melibatkan berbagai pihak dalam mendukung sistem rehabilitasi yang inklusif. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana kepemimpinan visioner dapat membentuk sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan responsif terhadap kebutuhan warga binaan. Kesimpulan : Kepemimpinan Bhanad Shofa Kurniawan menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan yang humanis, strategis, dan kolaboratif dapat menciptakan perubahan positif di lingkungan pemasyarakatan. Visi dan langkah-langkah inovatifnya menjadikan Rutan Kelas I Surakarta sebagai model reformasi pemasyarakatan yang efektif dan berorientasi masa depan.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMASYARAKATAN Maulida Az-Zahra; Lisa Monica Br Sagala; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.642

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan dalam sistem pemasyarakatan memainkan peran kunci dalam menjamin efektivitas institusi, keamanan, dan keberhasilan reintegrasi narapidana. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengkaji model kepemimpinan transformatif di lingkungan pemasyarakatan, terutama terkait dengan sumber daya manusia, budaya organisasi, dan implementasi program. Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis sejumlah publikasi dari Journal of Correctional Issues (JCI) Poltekip dan didukung oleh riset internasional relevan. Hasil dan Pembahasan : Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformatif berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja petugas, inovasi dalam program pembinaan, dan struktur organisasi yang lebih adaptif. Kesimpulan : Tanpa kepemimpinan yang transformatif, kebijakan dan program yang baik berisiko tidak terlaksana secara optimal, dan pembinaan narapidana akan kehilangan esensinya sebagai sarana pemulihan dan reintegrasi sosial.
MODEL KEPEMIMPINAN HUMANIS DALAM LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK INDONESIA Arief Nur Ramadhan; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.643

Abstract

Latar Belakang : Kepemimpinan humanis didefinisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, dialog, partisipasi, dan penghargaan terhadap martabat individu. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis implementasi model kepemimpinan humanis dalam konteks Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Indonesia. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala LPKA di Indonesia menerapkan berbagai strategi humanis dalam memimpin lembaga, seperti penguatan komunikasi interpersonal, pelibatan anak didik dalam pengambilan keputusan, dan pengembangan program pembinaan berbasis minat dan bakat. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, pendekatan ini terbukti meningkatkan motivasi dan keterlibatan anak dalam proses pembinaan serta menciptakan iklim yang kondusif untuk reintegrasi sosial. Kesimpulan : Penelitian ini menyarankan agar model kepemimpinan humanis diadopsi secara sistemik melalui kebijakan nasional dan pelatihan bagi para pimpinan pemasyarakatan anak.
GAYA KEPEMIMPINAN BIROKRAT DALAM ERA MODERN DI LINGKUNGAN PEMASYARAKATAN Ilham Dimas Satria Wardani Putra; Budi Priyatmono
Journal Central Publisher Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i4.644

Abstract

Latar Belakang : Gaya kepemimpinan birokrat di lingkungan pemasyarakatan menghadapi tantangan unik di era modern, di mana tuntutan transparansi, hak asasi manusia, dan efisiensi teknologi bertabrakan dengan struktur hierarkis dan prosedural yang kaku. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gaya kepemimpinan birokrat dalam konteks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, dengan fokus pada dinamika kepatuhan terhadap regulasi, inovasi manajemen, dan dampaknya terhadap rehabilitasi narapidana. Metode : Melalui studi literatur dan wawancara semi-terstruktur dengan petugas Lapas dan menganalisis kebijakan. Hasil dan Pembahasan : Penelitian ini menemukan bahwa birokrasi Lapas masih bergantung pada hierarki tradisional, namun perlahan mengadopsi teknologi untuk meningkatkan akuntabilitas Kesimpulan : Rekomendasi mencakup integrasi model kepemimpinan hybrid yang menggabungkan prinsip birokrasi dengan pendekatan partisipatif.