Claim Missing Document
Check
Articles

Termination of employment without an official letter: A juridical review of employee protection under the manpower act and the job creation act Ebenni Lingga; Hisar Siregar
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i11.1018

Abstract

This Study Carefully Examines the legal validity  of the protections and guarantees provided by the laws of employees who may lose their jobs without receiving formal written notice. There is a notable disparity: despite the regulatory framework (Law 13/2003,Law 6/2023 on job creation,and PP 35/2021) expressly requiring written procedures, unilateral verbal dismissal remains common. These acts essentially constitute the legal principle,the protective principle (in favorem laboris),and the procedural justice doctrine. Using statutes,conceptual, comparative,and case approaches, this study employs a normative legal methodology. This study focuses on the particular factual case of Novita Sari Naibaho. This analysis is further supported by a review of pertinent jurisprudence to analyze the legal implications,particularly the Serang Industrial Relations Court decision(No.21/Pdt. Sus-PHI/PHI/2025/PN.SRG). The discussion shows that the absence of a formal written notification renders the entire termination process invalid. This study concludes that any dismissal that does not comply with this crucial formal requirement is illegal. In the absence of a final,legally binding court decision,it is implied that the employment relationship is continuous, and the employee retains their full entitlement to all normative rights.
LEGAL ANALYSIS OF LEGAL PROTECTION FOR VICTIMS OF THE CRIMINAL ACTS OF EMBAGARY OF TWO-WHEEL VEHICLES (STUDY OF DECISION NUMBER 858/PID.B/2025/PN.LBP) Belovit Eva Lubis; Hisar Siregar; Samuel Situmorang
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 3 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20986549

Abstract

This study examines legal protection for victims of motorcycle imbezzlement and a critical analysis of the judge's considerations in Decision Number 858/Pid.B/2025/PN.LBP using a normative juridical method with statutory, case, and conceptual approaches. Defendant Muklis Pranoto was proven to have embezzled the victim's motorcycle by pawning it for Rp. 500,000 from a value of Rp. 7,000,000 for online gambling, and was sentenced to 2 years in prison under Article 372 of the old Criminal Code (Article 486 of the National Criminal Code). The judge's selection of Article 372 was dogmatically correct, as criminal intent arose only after legal possession of the vehicle, rendering Article 378 inapplicable. However, serious gaps in victim protection were identified: the prosecutor did not seek restitution, the seeking mechanism (Articles 98–101 of the Criminal Procedure Code) was not pursued, and the judge did not order residual restitution of Rp. 6,500,000. Restorative justice evaluation reveals the verdict only partially fulfills restorative elements, lacking formal dialogue, full restitution, and LPSK involvement. Systemic reform in the implementation of Law No. 31 of 2014 and Supreme Court Regulation No. 1 of 2022 is urgently needed.
Peran Kejaksaan Dalam Memberikan Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Saksi Dalam Sistem Peradilan Pidana Angelica Putri Purba; Hisar Siregar
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 04 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i04.1756

Abstract

Anak sebagai saksi dalam perkara pidana merupakan pihak yang rentan menghadapi berbagai bentuk tekanan, baik psikologis maupun sosial, selama proses peradilan. Oleh karena itu, diperlukan perlindungan hukum yang komprehensif agar hak-hak anak tetap terjamin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran kejaksaan dalam memberikan perlindungan terhadap anak saksi, sekaligus menganalisis bentuk-bentuk perlindungan yang diterapkan dalam praktik peradilan pidana di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejaksaan memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan anak saksi mendapat perlakuan khusus yang ramah anak, termasuk penggunaan bahasa sederhana saat pemeriksaan, penyediaan ruang khusus yang kondusif, pendampingan psikolog maupun penasihat hukum, serta pembatasan frekuensi pemeriksaan agar tidak menimbulkan beban berlebih. Selain itu, kejaksaan berupaya menghindarkan anak dari kontak langsung dengan tersangka guna mencegah intimidasi. Keseluruhan upaya tersebut sejalan dengan prinsip perlindungan anak dan asas kepentingan terbaik bagi anak. Dengan demikian, perlindungan hukum yang dijalankan oleh kejaksaan berperan penting dalam mewujudkan sistem peradilan pidana yang humanis, adil, dan ramah anak.
Korupsi Sumber Daya Alam dalam Situasi Bencana Non-Alam dan Krisis Nasional: Rekonstruksi Pasal 2 Ayat (2) UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi dalam Kerangka Hukum Darurat Oktaviana Naibaho; Hisar Siregar
Hukum dan Masyarakat Madani Vol. 15 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/humani.v15i2.12969

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik korupsi sumber daya alam (SDA) pada masa bencana non-alam dan krisis nasional serta menyoroti kebutuhan rekonstruksi Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang No 20 tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi dalam kerangka hukum darurat. Krisis seperti pandemi atau gejolak ekonomi kerap melonggarkan pengawasan dan membuka peluang penyimpangan yang oportunistik, bernilai kerugian besar, dan berdampak ekologis jangka panjang. Melalui metode yuridis-normatif dan analisis putusan pengadilan, ditemukan bahwa frasa “keadaan tertentu” masih kabur sehingga pemberatan hukuman sering inkonsisten dan kurang menjangkau kerugian lingkungan. Penelitian ini menawarkan model rekonstruksi dengan definisi keadaan darurat yang tegas, memasukkan kerusakan ekologis sebagai unsur pemberatan, serta memperkuat mekanisme pembuktian termasuk bukti digital dan pembalikan beban terbatas. Model tersebut juga menegaskan pertanggungjawaban korporasi dan penerapan prinsip hukum darurat seperti legalitas, necessity, proportionality, temporariness, dan oversight. Rekomendasi ini diharapkan menghasilkan instrumen hukum yang lincah, transparan, dan efektif untuk menanggulangi korupsi SDA sekaligus melindungi lingkungan dan kepentingan publik saat krisis.
Co-Authors Agnes Monika Gultom Alberto Paskah Tarigan Aldyan Hutagalung Anasthasya Br Gultom Angelica Putri Purba Aritonang, Anggi Asyera Azra Sri Devi Panggabean Bangun Aruan Belovit Eva Lubis Belovit Eva Lubis Bondar, Lista Ade Sumiati boni hariman Budiman N.P.D Sinaga Damanik, Dwi Rodearni Darma Manalu Darwin D.P.G. Marbun Dryland, Enya Ebenni Lingga Ella Doris Sitepu Emi Dewi Susanti Ester Sitorus Esther, July Esti Marlina Sirait Gulo, Belva Frederic Habeahan, Besty haposan siallagan hasri, Gio irwana Herlina Manullang Hutahaean, Hasahatan Imelda Butarbutar Janpatar Simamora Januari Sihotang Jasmin Manullang jendi simamora Jinner Sidauruk Karolus Kanefo Lafau Kasman Siburian Kasman Siburian Kepler Sinaga Lestari Siahaan Lingga, Ebenni Manik, Anre Manurung, Berliana Feronika Manurung, Maria Gontina Misefa Harefa Mori Rajagukguk munte, tomson Nababan, Melissa Feblistira Nababan, Roida Nainggolan, Justinus Ray Nalom Siagian Natalia E Sihombing Nurliani Manurung Ojak Nainggolan Oktaviana Naibaho Pakpahan, Gibson Romando Pasaribu, Fransisko Pasaribu, Sunggul Purba, Angelica Putri purba, crisdon Putri Melani Tampubolon Raymando, Samuel Ria Juliana Siregar Riana Lumbanraja Ridhon MB Simangunsong Rinsofat Naibaho Rohmawati Berutu Roida Nababan Roida Nababan Roida Nababan Rut Simatupang Samuel Situmorang Samuel Situmorang Sibarani, Asiroht Can Sauli Sibarani, Rohit Yoben Sihombing, Ari Iswandy Sihotang, Lesson Silalahi, Jonathan Agung Simamora , Sovia Febrina Simamora, Helesven Simamora, Sarma Uli Simamora, Sovia Febrina Tamaulina Simanjuntak, Frans Marcelino Simatupang, Riris Sinaga, Budima NPD Sinambela, Michael Bima Martua Sitepu, Desy Febrina Sitohang, Eritah Wage Wati Situmorang, Samuel Sorta Nababan Sorta Sihombing Suryana, Evilyn Tarigan, David Marcel teguh sitompul thimothy sitinjak Tri Dennis Boy Silitonga Tri Dennis Boy Silitongan Tumpal Sirait Yoel Marsada Simanjuntak Yonata Harefa Zalukhu, Alilin