p-Index From 2021 - 2026
11.719
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography Jurnal Planologi Sultan Agung Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Tunas Geografi Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian International Journal of Education Majalah Geografi Indonesia JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Journal of Regional and City Planning Forum Geografi Abjadia, International Journal of Education GEA, Jurnal Pendidikan Geografi Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Jurnal Geocelebes Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi Jurnal Geografi Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Jurnal Geografi Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Creative Research Journal J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Jurnal Bisnis Terapan Tourism Scientific Journal ULIN: Jurnal Hutan Tropis GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Losari : Jurnal Arsitektur, Kota dan Pemukiman Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS) Jurnal Samudra Geografi Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan GEOGRAPHIA: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi JPIG Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan JURNAL HUTAN TROPIS Research and Development in Education (RaDEn) Jurnal Pendidikan Geosfer Majalah Ilmiah METHODA Jurnal Spasial: Penelitian, Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan Geografi Indonesian Journal of Environment and Disaster Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Geosfera Indonesia Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Jurnal Pendidikan Geosfer Jurnal Abmas
Claim Missing Document
Check
Articles

IbM guru geografi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang menghadapi permasalahan dalam penguasaan materi sistem informasi geografis Dede Sugandi; Iwan Setiawan; Lili Somantri; Nanin Trianawati Sugito; Bagja Waluya
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.146

Abstract

Kurikulum geografi tahun 1994 memuat pokok bahasan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), dimana keduanya tidak pernah muncul pada kurikulum sebelumnya. Karena itu, guru-guru yang lulus sebelum tahun 1994 dipastikan tidak pernah mempelajari kedua materi tersebut. Kondisi ini berimplikasi kepada minimnya penguasaan materi SIG. Akibat dari kurangnya penguasaan materi SIG, sejumlah guru mengaku hanya menyampaikan materi tersebut sekedarnya saja atau terkadang dibahas hanya sepintas saja. Bahkan, ada guru yang hanya memberikan tugas pada peserta didik untuk membacanya saja tanpa diterangkan lebih jauh. Permasalahan yang dihadapi para guru geografi dalam kaitannya dengan SIG dapat dikelompokkan dalam dua aspek, yaitu aspek substansi SIG dan aspek cara atau metode penyampaian materi SIG pada peserta didik. Berdasarkan pada masalah yang dihadapi oleh para guru geografi, maka diperlukan suatu bentuk pelatihan yang dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep SIG dan keterampilan mengoperasikan SIG secara digital. Disamping itu perlu pula disampaikan model pembelajaran SIG yang sesuai untuk peserta didik tingkat SMA. Karena itu, metode atau pendekatan yang akan dilaksanakan adalah pelatihan dengan menggunakan metode ceramah dan praktikum. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam kurun waktu 8 bulan, dimana mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program. Kegiatan pelatihannya sendiri mengambil waktu pertemuan MGMP yang biasa dilaksanakan oleh guru-guru yang terhimpun dalam MGMP Geografi setiap seminggu sekali. Luaran kegiatan ini berupa Peta, artikel, modul SIG, model pembelajaran SIG, dan sertifikat pelatihan yang ditandatangani oleh ketua pelaksana pengabdian dan Ketua LPPM UPI.
Pelatihan pembuatan penelitian tindakan kelas dan karya tulis ilmiah bagi guru geografi SMA Kabupaten Sumedang Ahmad Yani; Epon Ningrum; Lili Somantri; Mamat Ruhimat; Bagja Waluya
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.159

Abstract

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) adalah salah satu LPTK yang memiliki misi menyebarluaskan pengalaman dan temuan-temuan inovatif dalam disiplin ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan disiplin ilmu lain demi kemajuan masyarakat. Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih para guru Geografi SMA di Kabupaten Sumedang dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dan Karya Tulis Ilmiah. Langkah pengabdian terdiri dari empat langkah yaitu (1) pelatihan, (2) monitoring, (3) pembimbingan, (4) diseminasi. Hasil dari pengabdian ini relatif kurang berhasil karena animo peserta pada setiap tahap kegiatan menurun. Walaupun demikian, metode atau langkah pengabdian sudah baik tetapi karena terkendala oleh waktu dan kesediaan peserta maka pengabdian kurang berhasil. Faktor pendukung kegiatan adalah keberadaan pengurus MGMP Geografi Kabupaten Sumedang yang masih mendukung terhadap kegiatan peningkatan kualitas guru geografi. Sedangkan faktor kendala kegiatan adalah motivasi peserta yang sangat rendah untuk melaksanakan PTK, sempitnya luang waktu dari peserta, jarak tempat tinggal peserta yang berjauhan sehingga untuk melakukan pertemuan dalam kegiatan pembimbingan PTK sangat terbatas, dan kurangnya dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Untuk dapat terlaksana di masa depan, disarankan agar sebelum dilaksanakan, tim pengabdian dan peserta harus membuat kesepakatan atau semacam MoU (Memorandum of Understanding) sehingga para peserta terikat dengan kewajibannya untuk melanjutkan atau menuntaskan pekerjaannya dalam membuat PTK.
Tingkat Kesesuaian Lokasi Karantina Penampungan Pasien Covid-19 Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografi di Wilayah Administrasi Jakarta Barat Nofita Hari; Lili Somantri; Hendro Murtianto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4494

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan calon lokasi karantina Covid-19 baru di wilayah Administrasi Jakarta Barat dengan tepat yang dapat dijangkau oleh masyarakat dan memiliki kedekatan dengan rumah sakit rujukan Covid-19. Metode yang digunakan adalah analisis spasial menggunakan analisis overlay. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga calon lokasi karantina Covid-19 baru yang sangat sesuai dan memiliki jarak tempuh yang cukup dekat dengan rumah sakit rujukan Covid-19 yaitu pertama Rusun Lokbin Rawa Buaya memiliki jarak 15 menit dan 10 menit ke rumah sakit rujukan Covid-19 yaitu RS Umum Cinta Kasih Tzu Chi dan RS Umum Daerah Cengkareng. Kedua, Balai Penyuluhan Pertanian Kembangan dengan jarak 6 menit ke rumah sakit rujukan Covid-19 yaitu RS Umum Puri Indah. Ketiga, Gor Kedoya Utara dengan jarak 8 menit dan 12 menit ke rumah sakit rujukan Covid-19 yaitu RS Umum Bina Sehat Mandiri dan RS Ukrida. Kata Kunci: Lokasi, Karantina, Covid-19
ANALISIS POLA KONSUMSI SARAPAN MAHASISWA UPI UNTUK REKOMENDASI LOKASI USAHA SARAPAN Oktaviani, Dela; Ilham Nursalam, Muhammad; Azzahra, Najla; Hamidah Al Wafaa, Salma; Somantri, Lili; Safarach Bratanegara, Alnidi
Jurnal Bisnis Terapan Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis Terapan
Publisher : Politeknik Ubaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/jbt.v10i1.8832

Abstract

This study analyzes breakfast consumption patterns of students at the Indonesian University of Education (UPI) and provides location recommendations for breakfast businesses based on spatial and economic factors. The issues raised are students' limited access to affordable, practical breakfast due to high mobility and limited time and cost. The study aims to identify factors influencing breakfast purchasing decisions and produce a map of recommended breakfast business locations around UPI campus. The method used a questionnaire survey of 49 eligible UPI students, analyzed using Geographic Information System (GIS) with buffer techniques, distribution mapping, multilevel symbolization, and instrument validity and reliability tests. Results show that food price, menu variety, and the habit of not cooking are the main drivers of breakfast purchasing decisions. Spatially, breakfast purchasing locations concentrate in front of Koramil and Gegerkalong, while areas with high student concentration such as Gegerkalong Girang still have limited access to breakfast establishments. In conclusion, UPI students' breakfast consumption patterns are uneven and heavily influenced by accessibility and price. It is necessary to develop breakfast establishments in strategic locations such as along student mobility routes to campus and densely populated boarding areas.
Effectiveness of the GASING Method in Improving Numeracy Skills in Indonesia’s Frontier Region Fransiska Carolin Mayabubun; Nandi Nandi; Fransiska Carolin Mayabubun; Nandi; Lili Somantri
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i8.2026.5

Abstract

Indonesia’s frontier, outermost, and disadvantaged regions face persistent educational disparities, particularly in foundational numeracy. This study examines the effectiveness of the GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan-Easy, Fun, and Enjoyable) method in enhancing numeracy skills among teachers (n=32) and students (n=64) in Manggarai Barat Regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia. Situated within the geography of education framework, this research employs a pre-experimental one-group pre-test and post-test design across five numeracy domains: foundational number sense (Bakal Kubagi), addition, multiplication, subtraction, and division. The intervention was implemented over 17 days as part of the Gejur Rekeng Le program. Results demonstrate substantial score gains across all domains for both groups. Teachers exhibited mean gains ranging from +18.8 to +66.6, while students showed gains from +45.3 to +75.6. The highest absolute gains were observed where pre-test baselines were lowest, particularly in division and foundational number sense. These findings suggest that the GASING method is a viable pedagogical intervention for addressing numeracy deficits in geographically marginalized regions, with implications for educational equity policy in Indonesia’s archipelagic context.  
Pemanfaatan Pemetaan Wisata Pantai Kota Ternate sebagai Sumber Media Ajar Mata Kuliah Visualisasi Informasi Lanjut Hernita Pasongli; Lili Somantri; Iwan Setiawan
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.101730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daya tarik wisata pantai di empat kecamatan utama Kota Ternate, yaitu Ternate Utara, Ternate Tengah, Ternate Selatan, dan Pulau Ternate, dengan fokus pada pemanfaatan media ajar Visualisasi Informasi Lanjut. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data spasial berupa koordinat geografis titik wisata dengan menggunakan kompas dan Google Earth, serta analisis data spasial menggunakan ArcGIS 10.8. Data atribut yang dikumpulkan mencakup informasi terkait nama objek wisata, lokasi kelurahan, dan kecamatan. Hasil penelitian ini berhasil memetakan 17 titik wisata pantai, dengan distribusi 2 titik di Ternate Utara, 1 titik di Ternate Tengah, 3 titik di Ternate Selatan, dan 11 titik di Pulau Ternate. Pemetaan ini diharapkan dapat memperkuat literasi spasial mahasiswa dan meningkatkan keterampilan analisis wilayah dalam konteks geografi. Walaupun penelitian ini terbatas pada wisata pantai, kontribusinya terletak pada penyediaan data spasial dan atribut lokal yang dapat digunakan dalam pembelajaran visualisasi informasi berbasis SIG. Ke depan, penelitian lebih lanjut disarankan untuk mencakup tematik wisata lainnya dan integrasi data sosial, guna menghasilkan analisis spasial yang lebih komprehensif dan mendukung pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.
ANALISIS SPASIAL KERENTANAN BANJIR DI CIKARANG RAYA MENGGUNAKAN DATA SEKUNDER: STUDI KASUS 2015–2025 Anang Suherman; Iwan Setiawan; Lili Somantri
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v4i2.2345

Abstract

SPATIAL ANALYSIS OF FLOOD VULNERABILITY IN CIKARANG RAYA USING SECONDARY DATA: CASE STUDY 2015–2025 Flooding remains a natural disaster that continues to pose a serious threat in the Cikarang Raya area, West Java. The region is under increasing pressure due to the conversion of land into built-up areas and drainage systems that are unable to accommodate the rising intensity of rainfall. This study aims to analyze spatial trends of flood vulnerability from 2015 to 2025 using secondary data. The data were obtained from various agencies, including flood-prone maps from the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Bekasi Regency, demographic data from the Central Bureau of Statistics (BPS) of Bekasi Regency, and land-use change information from the Geospatial Information Agency (BIG) and the Regional Development Planning Agency (Bappeda) of Bekasi Regency. The analysis was conducted descriptively and qualitatively, supported by Geographic Information System (GIS)-based visualization. The results indicate that Tambun Selatan, Cikarang Barat, and Cikarang Timur are the districts with the highest levels of flood vulnerability. The main contributing factors are rapid urbanization, the reduction of green open spaces, and the decline in water absorption capacity. Furthermore, the overlay of flood-prone maps from 2015 and 2025 reveals both shifts and expansions in the affected areas. These findings underscore the urgent need for disaster-mitigation-based spatial planning and the utilization of spatial data in decision-making processes. This research is expected to serve as an initial reference in formulating sustainable and adaptive development policies in response to environmental changes.
Geovisualisasi Kawasan Cagar Budaya Banten Lama Menggunakan Open Mapping Software Mohammad Fikri Irvansyah; Lili Somantri; Siti Zahrotunisa
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v11i1.183-201

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Banten Lama merupakan destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten. Namun, peta wisata yang tersedia belum mengalami pemutakhiran data sejak tahun 2016. Selain itu, penelitian terdahulu masih menggunakan skala tingkat Kota Serang, sehingga detail objek cagar budaya tidak terpetakan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan merancang peta wisata alternatif melalui geovisualisasi. Metode yang digunakan adalah cartographic design untuk menghasilkan peta yang menyajikan informasi spasial secara interaktif. Penelitian ini menghasilkan dua produk kartografi: peta lipat dan story maps interaktif. Peta lipat memuat sebaran situs dan narasi sejarah yang dilengkapi kode QR, sementara peta interaktif menyajikan lokasi, narasi, serta rute wisata sejarah. Berdasarkan evaluasi, sebanyak 93,68% responden menyatakan produk ini sangat layak sebagai alat navigasi dan panduan wisata. Disimpulkan bahwa geovisualisasi Banten Lama tidak hanya menyajikan gambaran spasial, tetapi juga membangun komunikasi melalui pemaknaan kisah situs cagar budaya. ABSTRACT The Old Banten Cultural Heritage Area is a premier tourist destination in Banten Province. However, available tourism maps have not been updated since 2016. Furthermore, previous studies utilized a city-scale mapping of Serang City, resulting in a lack of comprehensive detail for specific heritage objects. This research aims to design an alternative tourism map by applying geovisualization. The method employs cartographic design to produce maps that present spatial information interactively. This study yields two cartographic products: a folding map and interactive story maps. The folding map contains the distribution of heritage sites and historical narratives integrated with QR codes, while the interactive map features locations, narratives, and historical tour routes. Based on evaluation results, 93.68% of respondents declared the products highly feasible as navigation tools and travel guides. It is concluded that geovisualization of Banten Lama presents spatial representations while fostering communication through the meaningful interpretation of heritage site narratives.
Analisis Pola Aksesibilitas Mahasiswa Pada Jam Sibuk Sebagai Penentuan Zona Prioritas Penguatan Angkutan Umum di Ruas Jalan Setiabudi Kota Bandung Arrayyan Alwan Sayyidina; Elis Lisnawati; Muhammad Syahmi Syihabudin; Nazhira Mahagiena Senjaya; Sypa Septiani; Lili Somantri; Tania Septi Anggraini
Jurnal Media Publikasi Terapan Transportasi Vol. 4 No. 2 (Agustus) (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mitrans.v4n2.p577-590

Abstract

Ketergantungan masyarakat Kota Bandung dalam penggunaan kendaraan pribadi menjadi faktor utama dalam peningkatan volume kendaraan di beberapa ruas jalan. Terutama pada pusat kegiatan seperti kawasan perguruan tinggi yang tidak menggunakan sistem zonasi sehingga pengguna jalan cenderung berasal dari wilayah yang beragam. Disisi lain, fasilitas transportasi umum Kota Bandung masih belum memadai untuk merubah pola penggunaan kendaraan pribadi masyarakat. Tentunya perlu melakukan analisis lebih lanjut terkait ketersediaan transportasi umum dari Kota Bandung sebagai langkah awal dalam penanggulangan masalah tersebut. Dalam penelitian ini analisis dilakukan menggunakan pendekatan sistem informasi geografis yang menganalisis data statistik melalui visualisasi peta. Melalui pemetaan choropleth dan teknik isokron, ketersediaan transportasi umum di berbagai wilayah Kota Bandung berdasarkan waktu tempuh mahasiswa dapat teridentifikasi. Pola aksesibilitas mahasiswa pun perlu dianalisis menggunakan K-Means Clustering sebagai variabel tambahan dalam penentuan wilayah prioritas penguatan angkutan umum. Hasil pada penelitian ini menunjukkan dominasi penggunaan kendaraan pribadi sebesar 74,5%, yang mengindikasikan tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Waktu tempuh mahasiswa menuju kawasan kampus didominasi oleh durasi 15 - 45 menit pada pagi hari, namun cenderung mengalami peningkatan pada sore hari. Sedangkan waktu tempuh terlama konsisten dialami oleh mahasiswa yang berasal dari kecamatan gedebage yaitu > 6o menit.
ANALISIS POLA SEBARAN DAN KESESUAIAN LOKASI KAWASAN BISNIS OLAHRAGA PADEL MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDUNG Aisah Nurcahya; Ardhi Rahman Maulana; Sypa Septiani; Tri Utami; Alnidi Safarach Bratanegara; Lili Somantri
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 2 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i2.39656

Abstract

Abstrak: Olahraga padel mengalami pertumbuhan pesat di Kota Bandung sejak tahun 2024, seiring meningkatnya gaya hidup rekreasi urban masyarakat kelas menengah atas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persebaran lokasi persewaan lapangan padel, menganalisis pola sebaran spasialnya, menggali faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan lokasi usaha, serta menilai kesesuaian lokasi tersebut terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung. Data spasial diperoleh melalui scraping Google Maps yang diverifikasi melalui ground checking, sedangkan data RTRW diperoleh dari BAPPEDA Kota Bandung; wawancara semi-terstruktur dilakukan terhadap 7 pengelola lapangan padel pada periode 3-10 April 2026. Pola sebaran dianalisis menggunakan metode Average Nearest Neighbor (ANN), sedangkan kesesuaian lokasi dinilai melalui overlay SIG. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 72 titik persewaan lapangan padel yang terkonsentrasi di wilayah utara, barat, dan pusat Kota Bandung, khususnya di Kecamatan Sukajadi, Cicendo, dan Bojongloa Kaler. Analisis ANN menghasilkan Nearest Neighbor Ratio sebesar 0,927 (z-score -1,187; p-value 0,235), yang menunjukkan pola persebaran bersifat acak dengan kecenderungan mengelompok yang lemah dan tidak signifikan secara statistik. Faktor lokasi usaha yang paling banyak dipertimbangkan pengelola adalah kombinasi kepemilikan lahan pribadi dan kedekatan dengan konsumen, diikuti aksesibilitas. Hasil overlay dengan RTRW menunjukkan 22 dari 72 titik (Y%) berada pada zona perdagangan dan jasa yang sesuai peruntukan, 32 titik (Y%) berada pada zona permukiman yang secara fungsional masih dapat diterima, dan sisanya (Y%) terindikasi berada pada zona yang tidak sesuai peruntukan RTRW. Abstract:  Padel has experienced rapid growth in Bandung City since 2024, driven by the increasing popularity of urban recreational lifestyles among the upper-middle-class population. This study aims to identify the spatial distribution of padel court rental facilities, analyze their spatial distribution patterns, investigate the factors influencing business location selection, and evaluate their conformity with the Bandung City Spatial Plan (RTRW). Spatial data were obtained through Google Maps scraping and verified through ground checking, while the RTRW data were acquired from the Bandung City Regional Development Planning Agency (BAPPEDA). Semi-structured interviews were conducted with seven padel court operators between April 3 and April 10, 2026. The spatial distribution pattern was analyzed using the Average Nearest Neighbor (ANN) method, whereas location suitability was assessed through GIS-based overlay analysis. The results identified 72 padel court rental locations, predominantly concentrated in the northern, western, and central parts of Bandung City, particularly in Sukajadi, Cicendo, and Bojongloa Kaler Districts. The ANN analysis produced a Nearest Neighbor Ratio of 0.927 (z-score = –1.187; p-value = 0.235), indicating a random spatial distribution pattern with a weak tendency toward clustering that is not statistically significant. The primary factors influencing business location selection were the combination of private land ownership and proximity to customers, followed by accessibility. The GIS overlay analysis with the Bandung City Spatial Plan revealed that 22 of the 72 locations (Y%) were situated within commercial and service zones designated for such activities, 32 locations (Y%) were located within residential zones that remain functionally acceptable, while the remaining locations (Y%) were identified as being situated in zones inconsistent with the designated land use according to the spatial plan.
Co-Authors Abdulah, Agung Hamdan Achmad Fadhilah Adhil Nur Muhammad Adifa, Safitri Fara Adilla Musyafa Aditya Candra Taruna Agil Akbar Fahrezi Agung Dwi Rahmawan Agung Fathony Agung Mi'raj Fajar Ahmad Yani ahmad yani Ahmad Yani Aisah Nurcahya Akhmad E Firlli Dimyati Akhmad E Firlli Dimyati Alamsah, Shakti Aulia Aliyan, Silmi Afina Alnidi Safarach Bratanegara Alviandi, Rifqi Ambarwati, Artanty Basilia Amelia Rosmayanti Anang Suherman Andara Aulia Andien - Rahmalia Andini, Dava Novita Andre Wirapati Prasasta Natsir Anggraini, Tania Septi Anisa Frismadhanti Anita Widia Sari ANNISA JOVIANI ASTARI Apriliyana, Muhammad Iqbal Ardhi Rahman Maulana Arif Ismail Arifin (United Kingdom) Arifin, A Arini, Audi Cindra Arrafi Malika Ardy Arrayyan Alwan Sayyidina Arry Sakti Al Faridzi Permana As, Muhammad Dwi Apriansyah Astri Indriyani Asyari, Ahmad Syuhada Islami Ayu Innadya Aziza, Sitty Nur Azzahra, Najla Bagja Waluya Budi Rahmah Panjaitan Darsiharjo Dasiharjo Dede Rohmat Dede Sugandi Desti Meirisa Putri Destiana, Mutia Dewi, Ratri Purnama Diah Trismi Harjanti Diki Wahyudi Din Haq, Harun Dini Adha Pawestri Dzulfikar, Faiz Eka Wahyu Ningsih Eka Wulan Safriani Eka Wulan Safriani El Syifa Putri Elis Lisnawati Enok Maryani Epon Ningrum Fadhillah, Ghina Fahmi Subhan Fauzan Faiz Dzulfikar Akhmad Fakhra Annaba Piawai Fakhriyah, Rafifah Adinda Fanesya Noer Salsabila Faqikh, Achmad Farizkhar Fatima, Kalita Adelpha Febriansyah Dharma Fahreza Fellix Rimba Ferryandy, Muhamad Firdaus, Rival Akbar Fitriana, Almala Nur Fransiska Carolin Mayabubun Fransiska Carolin Mayabubun Fyndiani, Saskia Syafinda Ghina Yusriyyah Salma Habibie Daud Syafaat Pasha Hamidah Al Wafaa, Salma Harum Khusnul Khotimah Hendro Murtianto, Hendro Henry Munandar Manik Hernita Pasongli Himayah, Shafira Ihsan, Haikal Muhammad Ika Kartikasari, Ika Ilham Maulana Ilham Nursalam, Muhammad Iqbal Eko Noviandi Iwan Satiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Javada, Aliiffillya Jupri Jupri K. Krimayanti Kamaluddin, Muhammad Rinaldi Kamila, Tazkia Najwa Karim, Rizal Aldian Kartiwa, Kartiwa Keylila Hanan Zhafrani Kinesti, Ginaris Krimayanti, K. Kurnia, Liqa Wapiq Larasaty, Dwi Listiana M Yusup Mamat Ruhimat Mamat Ruhimat, Mamat Maruddani, Rizki Feroza Mega Nurzihan, Yanti Mochammad Fauzan Mutawally Mohamad Tusam Mohammad Fikri Irvansyah Muhamad Aditya Nugraha Muhamad Ferryandy Muhamad Hoer Nurodin Muhammad Arrafi Muhammad Arrafi Muhammad Ikhsan Muhammad Syahmi Syihabudin Muhammad, Garda Asa Nabila, Salsa Hasna NANDI Nandi Nandi Nanin Trianawati S Naufal Azmi nazat tyas mestika Nazhira Mahagiena Senjaya Nofita Hari Nofita Hari Nyokro Mukti Wijaya Oktaviani, Dela Pamungkas, Totok Doyo Panjaitan, Budi Rahmah Panjaitan, Frandica Pasha, Habibie Daud Syafaat Pawestri, Dini Adha Putra, Aditya Akasha Putri, El Syifa Rafifah Adinda Fakhriyah Rahmawan, Agung Dwi Raihan Cahara Winaya Adiwiria Reza Rahmat Djunaedi Junyar Rian Trian Diana Mahar Ridwan Saidi, Ridwan Ridwana, Riki Rinzani, Alayka Rizal Aldian Karim Roihan Muhammad Derajat Safarach Bratanegara, Alnidi Salamah, Sheren Siti Saragih, Lenda Janed Sari, Anita Widia Sari, Dian Apita Saskia Syafinda Fyndiani Septian, Yoga Ganteng Setiawan, Muhammad Ridwan Setiyawidi Setiyawidi, Setiyawidi Sipayung, Wendy Yudistira Siti Hamidah Siti Zahrotunisa Sitty Nur Aziza Sugand, Dede Sugito, Nanin Trianawati Suranata, Pasya Surianto Sitepu Surianto Sitepu Susilo, Khairunnisa Syahnie Pratama Syahrial Fahmi Syahrial Fahmi Sypa Septiani Tania Septi Anggraini Tasya Alifah Khansa Tri Utami Tusam, Mohamad Ummah, Elva Ni'matal Vini Yuliawati Ware, Yohanes Wendy Yudistira Sipayung Windra, Alivio Yakub Siahaan Yusifa Muzri