Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK ANTI HIPERKOLESTEROLEMIK KARAGENAN RUMPUT LAUT DALAM DIET TERHADAP PLASMA LIPID TIKUS PUTIH Toto Subroto -
Bionatura Vol 13, No 1 (2011): Bionatura Maret 2011
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.141 KB)

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan masalah kesehatan yang cukup serius, di USA, Eropa, dan Indonesia masing-masing 52, 49, dan 23,39% kematian disebabkan oleh PJK yang terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah kapiler akibat penimbunan lipid. PJK dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan berserat seperti rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik dari komposisi tepung karagenan rumput laut spesies Eucheuma cottonii yang ditambahkan ke dalam diet terhadap profil kolesterol total, LDL (low density lipoprotein), HDL (high density lipoprotein), dan trigliserida dalam serum darah tikus putih Sprague dawley yang berkaitan dengan hiperkolesterolemik. 16 ekor tikus jantan dibagi ke dalam empat kelompok dan masing-masing diadaptasi dengan diet standar selama satu minggu. Selanjutnya tikus diberi diet standar kuning telur bebek (5mL/ekor/hari) selama tiga minggu hingga tikus mencapai kondisi hiperkolesterolemik (total kolesterol plasma >300 mg/dL). Selanjutnya kelompok tikus diberi diet perlakuan selama tiga minggu dengan diet tanpa karagenan (Ko), 5% karagenan (K1), 10% karagenan (K2), 15% karagenan (K3). Setiap selesai masa adaptasi, praperlakuan, dan perlakuan dilakukan analisis profil lipid. Hasil analisis profil lipid plasma darah tikus menunjukkan bahwa karagenan dalam diet dapat memperbaiki profil lipid plasma darah tikus. Pengaruh terbaik diberikan oleh diet yang mengandung 10% karagenan (K2). Kolesterol total, LDL, dan trigliserida mengalami penurunan masing-masing sebesar 47,76, 62,63, dan 42,01% sedangkan kolesterol HDL meningkat sebesar 94,94%.Kata Kunci: Hiperkolesterolemik, karagenan - rumput laut (Eucheuma cottonii), aterosklerosis.
PENAMBAHAN -AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN ROTI DARI TEPUNG SORGUM DAN GANDUM Elazmanawati Lembong; Toto Subroto; Debby M Sumanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan enzim dapat memperbaiki proses fermentasi pada pembuatan roti dan memperbaiki mutu simpannya. Belum banyak diketahui bagaimana pengaruh a-amilase dan glukoamilase pada roti yang terbuat dari tepung sorgum dan terigu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat roti dari tepung sorgum : terigu (30 : 70) dengan penambahan a-amilase dan glukoamilase sehingga dihasilkan roti dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan a-amilase dan glukoamilase sebesar 0 U/g tepung; 1,15 U/g tepung; 1,35 U/g tepung; dan 1,55 U/g tepung. Roti yang dihasilkan diuji menggunakan Uji hedonik menggunakan nilai antara 1 - 5 dari yang tidak disukai sampai sangat suka. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Roti menggunakan sorgum : terigu (30 : 70) yang ditambahkan a-amilase dan glukoamilase sebesar 1,35 U/g tepung memiliki karakteristik yang disukai menurut Uji hedonik dengan nilai penampakan keseluruhan 4; warna crust 4,2; warna crumb 3,8; aroma 3,6; keempukan ditekan dan digigit 4; dan rasa juga bernilai 4. Kata kunci : Sorgum, a-amilase, Glukoamilase 
Ekspresi Prethrombin-2 Manusia Recombinan dalamPichia pastoris dan Optimasi Kondisi Ekspresinya Shabarni Gaffar; Purba Upay; Iman Permana Maksum; Khomaini Hasan; Toto Subroto; Sutarya Enus; Soetijoso Soemitro; Wulan Pertiwi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.296 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v4i1.9766

Abstract

Pretrombin merupakan prekursor dari trombin yang memiliki aktivitas proteolitik. Trombin merubah fibrinogen menjadi benang fibrin yang salah satu aplikasinya adalah dapat digunakan sebagai lem untuk menggantikan teknik jahitan pasca bedah. Aplikasi trombin untuk pembuatan lem fibrin menuntut diproduksinya trombin rekombinan. Tujuan dari penelitian ini adalah ekspresi gen pretrombin-2 (PT2) manusia rekombinan menggunakan sistem ekspresi Pichia pastoris. Gen pengode PT2 dirancang sesuaidengan kodon preferensi P. pastoris. Fragmen PT2 diamplifikasi dengan metoda PCR dengan penambahan sisi restriksi EcoR1 pada ujung 5’ dan sisi restriksi SacII pada ujung 3’. Produk PCR yang berukuran 924 pb diligasi dengan vektor ekspresi pPICZaB untuk P. pastoris dan disubkloning dalam inang Escherichia coli. Urutan nukleotida dikonfirmasi dengan metoda dideoxy Sanger. Plasmid rekombinan pPICZaB-PT2 kemudian digunakan untuk mentransformasi P. pastoris SMD1168 defisien protease dengan metoda elektroporasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen PT2 berhasil diamplifikasi dan dikloning dalam E. coli. Analisis restriksi dan penentuan urutan DNA menunjukkan bahwa PT2 rekombinan 100% homologi dengan hasil rancangan. Hasil ekspresi PT2 oleh P. pastoris menggunakan metanol sebagai inducer memperlihatkan bahwa PT2 dengan berat molekul 35 kDa berhasil diekspresikan. Optimasi kondisi ekspresi melalui variasi konsentrasi metanol sebagai inducer dan sorbitol sebagai sumber karbon tambahan menunjukkan bahwa metanol 2% dan sorbitol 2% merupakan kondisi optimum ekspresi PT2.
An Electrochemical Immunosensor for the Detection of B-Type Natriuretic Peptide (BNP) Based on Sandwich ELISA Using Screen Printed Carbon Electrodes Yeni Wahyuni Hartati; Muhammad Hilman Daniswara; Ratna Nurmalasari; Shabarni Gaffar; Toto Subroto
Molekul Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.537 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2018.13.1.379

Abstract

B-type natriuretic peptide (BNP) is a 32-amino acid polypeptide, a cardiac neuro hormone that specifically secreted from heart ventricle as a response towards the increase of volume and pressure in the heart. The determination of BNP concentration in patients blood is one of the method used to diagnose heart failure. An electrochemical immunosensor modified with the streptavidin/biotin system on screen printed carbon electrodes for the detection of the BNP antigen was developed in this study. Monoclonal anti-BNP capture antibody was immobilized on streptavidin-modified SPCEs to give a well oriented of antibody. Furthermore, a biotinylated anti-BNP that conjugated with horseradish peroxidase (HRP) was used as secondary antibody. The electrochemical signal produced by redox activity of substrate 3,3,5,5'-tetramethybezidine dihydrochloride (TMB/H2O2) was measured by differential pulse voltammetry. The BNP immunosensor showed a linear response between 1.0×10-2 and 1.0×102 ng/mL, and the limit of detection was 3.3 ng/mL. BNP immunosensor is a promising technology for the rapid and convenient detection of heart failure.
Expression of Recombinant Antibody Fragment, Anti BNP-SCFV on the Periplasm of Escherichia Coli for the Detection of Heart Failure Shabarni Gaffar; Sofyan Multazam N Aji; Yeni W Hartati; Safri Ishmayana; Toto Subroto
Molekul Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.733 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2017.12.1.288

Abstract

Basic natriuretic peptide (BNP) is a polypeptide hormone consist of 32 amino acids that secreted by the heart ventricle to respond the excessive stretching of heart muscle cells. BNP can be used as prognostic marker for patients with heart failure. The presence of BNP in blood can be detected by BNP antibody, which is anti BNP-single chain variable fragment (Anti BNP-SCFV). The antibody is a combination of polypeptides between varying region on the heavy chain (VH) and the light chain (VL) of immunoglobulin. Anti BNP-SCFV will bind to BNP through the antigen-antibody interaction. Concentration of BNP in a patient’s blood can be detected through the interaction of BNP with Anti BNP-SCFV using immunosensor method. Production of recombinant Anti BNP-SCFV in Escherichia coli as host is reported in the present study. Anti BNP-SCFV was expressed in fusion form with OmpC signal peptide that direct the protein to a periplasmic space. Expression was performed under RhaBad promoter as control using L-rhamnose as inducer. SDS-PAGE characterization showed consistent band at 28 kDa, which was assumed as Anti BNP-SCFV. The optimum expression was found at four hours after induction with 4 mM inducer. Anti BNP-SCFV was secreted from the cell as characterized by the presence of the protein on periplasmic membrane and extracellular fraction.
PENGARUH KONSENTRASI PENGINDUKSI METANOL SERTA"SUMBER KARBON SORBITOL DAN MONITOL TERHADAP PRODUKSI a-AMILASE Saccharomycopsis fibuligera R64 DALAM Pichia pastoris Shabarni Gaffar; Dani Permana; Diana P Rahmawati; Triana N Meirina; Abu Bakar M.I. Syihab; Safrl Ismayana; Toto Subroto; O Suprijana
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5297.927 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v13i2.152

Abstract

Pichia pastoris has been widely used as host for heterologous protein expression for commercial purposes. The advantages of P. pastoris as protein expression host is its ability to grow with high cell density and the presence of a gene promoter that canbe induced tightly, named AOXI encoding alcohol oxidase. Improvement of recombinant protein production under control of AOXI promoter in P. pastoris expression system is still a major concern. Optimization of methanol concentration as inducerand addition of carbon sources, is one of the strategies to improve the expression level. This research aims to study the effect of methanol as inducer as well as sorbitol and mannitol as additional carbon source to the expression level of recombinantSaccharomycopsis fibuligera a-amylase (Sfamy) by P. pastoris (Mut). Sorbitol and manuot known as non-repressive carbon source, to increase the growth ofP. past oris, but not inhibit the AOX1 promoter and foreign proteins expression. Sfamy was expressed in P. pastoris GS115 (His-, Mut) with addition ofcarbon source, sorbitol and mannitol saparately to the expression medium. The result showed that, the optimum concentration" of methanol inducer for Sfamy production is 0.75%. The addition of sorbitol or mannitol increased Sfamy production. Concentrations of sorbitol and mannitol 2% with0.75% methanol inducer increase the secretion level of recombinant Sfamy 2.13 times and 1.94 times respectively, compared with no additional carbon source. This result indicated that addition of carbon source can improved recombinant protein production by P. pastoris, and the used of sorbitol as additionalcarbon source is more effective compared to mannitol.Key words: a-amylase. Pichid pastoris, methanol, sorbitol,mannitol.
Kajian Ekspresi Gen Pretrombin-2 Manusia Sintetik pada Escherichia coli Secara In Silico Untuk Produksi Trombin Sebagai Komponen Lem Fibrin Saronom Silaban; Iman Permana Maksum; Sutarya Enus; Khomaini Hasan; Toto Subroto; Soetijoso Soemitro
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 8, No 1 (2016): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.476 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v8i1.4425

Abstract

Abstrak. Pretrombin-2 merupakan prekursor trombin dan dapat berperan sebagai komponen lem fibrin (LF). LF merupakan biomaterial perekat yang dapat diaplikasikan sebagai pengganti teknik jahitan pasca operasi. Biomaterial ini terdiri dari trombin, fibrinogen dan faktor XIII sebagai komponen utamanya. Dalam LF, trombin rekombinan berperan sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin untuk membentuk benang-benang fibrin sehingga luka tertutup. Kajian ini bertujuan untuk memprediksi ekspresi gen pretrombin-2 (PT2) manusia sintetik pada Escherichia coli secara in silico. Urutan asam amino pretrombin-2 manusia yang diperoleh dari data GeneBank dirubah ke dalam bentuk wild type urutan nukleotida menggunakan software OPTIMIZER sesuai dengan kodon preferensi E. coli K12, Selanjutnya dianalisis dengan Graphical Codon Usage Analyzer dan dioptimasi secara menual berdasarkan preferensi kodon E. coli dari data Codon Usage Database. Untuk memprediksi tingkat ekspresinya pada inang E. coli, dipelajari kajian ekspresi PT2 secara in silico menggunakan perangkat lunak dalam jaringan OptimumGeneTM. Hasil analisis secara in silico urutan nukleotida PT2 hasil optimasi dan wild type terhadap kodon preferensi E. coli menunjukkan bahwa, persentase rata-rata kandungan GC hasil optimasi sebesar 54,71% sedangkan wild type 52,56%, PT2 hasil optimasi memiliki 100% kodon dengan frekuensi tinggi, sedangkan wild type hanya 67%, dan PT2 hasil optimasi memiliki nilai Codon Adaptasi Index  satu, sedangkan wild type hanya 0,89. Dengan demikian dapat diprediksi bahwa gen pretrombin-2 manusia sintetik kemungkinan akan diekspresikan tinggi di inang E. coli. Kata kunci: pretrombin-2, trombin, kodon preferensi, kajian ekspresi, E. coli
Purification of Recombinant Human Pretrombin-2 in Escherichia coli for Thrombin Production as Fibrin Glue Components Saronom Silaban; Iman Permana Maksum; Khomaini Hasan; Sutarya Enus; Toto Subroto; Soetijoso Soemitro
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 9, No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.247 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v9i1.6201

Abstract

Abstract: Pretrombin-2 (PT2) is a thrombin precursor that plays a role in converting fibrinogen to fibrin for the process of wound recovery. This material can be applied instead of eye surgery suture technique. The intein-mediated refining system to purify the protein is attractive to be developed, since the protein is obtained by one purification step, capable of self-splicing, the protein can be diffused in to the N-terminal (PT2 cutting of the intein induced marker changes in pH and temperature) and on the C-terminal (cutting PT2 from the intein-induced marker of the thiol reagent). In this study, we purified the PT2 fusion of the expression of E. coli BL21 (DE3) Arctic Express in the intein-mediated chitin matrix column. PT2 was fused with a tag at its N-terminal position, containing the sequence of intein codes SspDnaB followed by chitin binder domain (CBD). Furthermore, the PT 2 fusion was expressed on the E. coli host, then purified in the chitin matrix column. The PT2 cutting process of the intein marker induced changes in the pH and temperature in the column. PT2 fusion was successfully purified in the intein-mediated chitin matrix. The PT2 fusion cut from the induced intein buffer marker at pH 6.5 and incubation at the temperature of 25 oC for 48 hours.Keywords: E. coli, expression, intein mediated purification, pH and temperature changes, PT2
Perancangan Vaksin Virus Papilloma Manusia Tipe-16 Berbasis Epitop dengan Berbantukan Imunoinformatika Opik Taupiqurrohman; Muhammad Yusuf; Sukma Nuswantara; Toto Subroto
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 8, No 3 (2016): Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.786 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v8i3.4535

Abstract

Abstrak. Sampai saat ini vaksinasi dianggap sebagai cara yang efektif dalam mencegah penyakit menular. Semua proses vaksinasi bekerja dengan menampilkan antigen asing terhadap sistem imun agar respon sistem imun bangkit. Bahan aktif vaksin dapat berbentuk patogen utuh (bakteri atau virus) yang dilemahkan, atau komponen patogen yang imunogenikdantelah dimurnikan. Pendekatan konvensional dalam pengembangan vaksin membutuhkan biakan mikroorganisme patogen dan diseksi dengan menggunakan teknik biokimia, imunologi, dan metode mikrobiologi dalam mengidentifikasi komponen penting terhadap sistem imunitas. Metode ini telah berhasil dalam berbagai kasus, namun gagal memberikan solusi bagi banyak patogen yang belum dapat dibuatkan vaksinnya. Dewasa ini, dimungkinkan menggunakan informasi genomik untuk mempelajari perancangan vaksin secara in silico, tanpa perlu membiakan mikroorganisme patogen. Pendekatan yang telah diberi nama 'vaksinologi terbalik' ini dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk identifikasi kandidat vaksin dan memberikan solusi baru bagi vaksin-vaksin yang selama ini sulit dikembangkan.Meningkatnya pemahaman mengenai pengenalan antigen pada tingkat molekul, telah berdampak pada pengembangan desain rasional vaksin berbasis peptida atau epitop. Konsep vaksin peptida didasarkan pada identifikasi dan sintesis kimia epitop sel-B dan sel-T yang imunodominan, yang dapat menginduksi respon imun spesifik. Perkembangan yang cepat dari teknik bioinformatika dan aplikasinya dengan sejumlah besar data eksperimen telah melahirkan bidang baru, disebut imunoinformatika. Imunoinformatika adalah cabang dari bioinformatika yang berkaitan dengan analisis in silico serta pemodelan data imunologi dan masalahnya. Kajian ini bertujuan untuk merancang vaksin virus papilloma manusia berbasis epitop berbantukan imunoinformatika. Kata Kunci: vaksin, virus papilloma manusia, bioinformatika, imunoinformatika, epitope
Temperature effect on expression of recombinant human prethrombin-2 in Escherichia coli BL21(DE3) ArcticExpress Saronom Silaban; Murniaty Simorangkir; Shabarni Gaffar; Iman Permana Maksum; Toto Subroto
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 11, No 3 (2019): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.103 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v11i3.15779

Abstract

Many proteins produced in E. coli accumulate in inclusion bodies. This study aims to detect the role of temperature in reducing the formation of inclusion bodies during recombinant human prethrombin-2expressed in E. coli BL21 (DE3) Arctic Express host. In this study, we created a host growth curve to find out the right time to add an inducer. The inducer used in our experiment was IPTG 0.1 mM. The fermentation process use a temperature of 12°C and 22°C. The results showed that recombinant human prethrombin-2 was successfully expressed as protein soluble using an optimum temperature of 12°C in E. coli BL21 (DE3) Arctic Express. It was indicated from the 63kDa protein band obtained from the soluble fraction on SDS-PAGE. The higher temperature of fermentation increased the amount of protein in the insoluble fraction due. It concluded that the fermentation temperature affect the rate of prethrombin-2 expression.Keywords: E. coli BL21(DE3) ArcticExpress, prethrombin-2, soluble, temperature
Co-Authors Abdul Alim Kahari, Abdul Alim Abu Bakar M.I. Syihab Agus Gumilar Alifa I. Nabila Amiruddin, Mohd. Hasril Anita Yuwita Anneke Noviyanti Aprillia, Mutiara Sukma Ari Hardianto Bachti Alisjahbana Basti Andriyoko Bisri Musthofa Budiantoro, Ogi D Agus Yusuf Wildan Dani Permana Debby M Sumanti Defi Supriyati, Ayu DESSY NATALIA DESSY NATALIA DESSY NATALIA Dewi Astriany Dhiya Salsabila Dian Budiana, Dian Diana P Rahmawati Didi Suryadi DWI RAHMAWATI Eddy, Diana Rakhmawaty Effendi, Syulastri EKO YULIANTO Elazmanawati Lembong Fadhilah, Muhammad Naufal Fadhlillah, Muhammad Fadillah, Lukky Farihandiandra, Yusron Fathurrohman, Muhammad Andi Fatin, Nuri Nuraini Fauzian Giansyah Febriani Aji Kusuma, Sherlynda FERNITA PUSPASARI Firdaus, Muhammad Lutfi Gifa Nur Arofah Gumelar, Abih Gumilar, Agus Hafizatunnisa, Hafizatunnisa Hambali, Burhan Hamdiyanti, Meti Henry Chandra Hesti Lina Wiraswati Idar Idar Idar Idar Idar Idar Idar, Idar IMAN PERMANA MAKSUM Iman Permana Maksum Iman Permana Maksum Iman Permana Maksum Iman Permana Maksum Iman Permana Maksum Iman Permana Maksum Iman Permana Maksum Iman Permana Maksum Iman Permana Maksum IMAN PERMANA MAKSUM Kharimah, Nurul Ikhsan KHOMAINI HASAN Kusumawardhani, Shinta Laelasari Laelasari Laelasari, Laelasari Leonardus Wiydatmoko Lesmana, Gianjar Mony, Siti Rasnawati Muchamad Subali Noto Muhammad Fadhil Z, Rusdi Noor Rosa (p:43-50) Muhammad Fadhlillah Muhammad Hilman Daniswara Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Murniaty Simorangkir Murniaty Simorangkir Naufal D, Kevin Nida Yumna Nisa Fauziah Noviyanti, Anneke Nurfairuz, Hasna Siti Nurmalasari, Ratna Nurul Ikhsan Karimah O Suprijana O Suprijana O Suprijana, O OGI BUDIANTORO Ogi Budiantoro Oo Suprijana Opik Taupiqurrohman Opik Taupiqurrohman Pertiwi, Wulan Praja, Ena Suhena Purba Upay Rahmaniar Mulyani Rahmat, Alit Riezki Amalia Rima Handiyani Rizky Rosjanuardi Rodiana, Ivta Safri Ishmayana Safri Ishmayana Safri Ishmayana Safrl Ismayana Sahroni, Sahroni Santhy Wyantuti Sari Agung, Syennie Sari Syahruni Sari Syahruni SARONOM SILABAN Saronom Silaban Saronom Silaban Saronom Silaban Shabarni Gaffar Shabarni Gaffar Shabarni Gaffar Shabarni Gaffar Shabarni Gaffar Shabarni Gaffar Shabarni Gaffar -, Shabarni Gaffar SHABARNI GHAFFAR Shinta Kusumawardani Siti Soidah Siti Umayah, Siti Soetijoso Soemitro Soetijoso Soemitro Soetijoso Soemitro Soetijoso Soemitro Soetijoso Soemitro Soetijoso Soemitro SOETIJOSO SOEMITRO Sofyan Multazam N Aji Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Sriwidodo, . Sukma Nuswantara Sukma Nuswantara Sukma Nuswantara Sunan M. Alpiansyah Sutarya Enus Sutarya Enus Sutarya Enus SUTARYA ENUS Syani, Mamay Syfa Nurfadilah Taupiqurrohman, Opik Taupiqurrohman, Opik Tika Pradnjaparamita, Tika Tonah Triana N Meirina Umi Baroroh Unang Supratman Upay, Purba wahyu widayat WANGSA TIRTA ISMAYA Windy Aulia Putri Wulan Pertiwi Yani Suryani Yeni W Hartati Yeni Wahyuni Hartati Zakiyyah, Salma Nur