Claim Missing Document
Check
Articles

Peer-Assisted Bulk-Synchronous Content Distribution Service: Sistem Cerdas Pendukung Akreditasi Perguruan Tinggi IAPS 4.0 Berbasis Nextcloud dan Python Laksana, Eka Angga; Sukenda
Jurnal Ilmiah Komputasi Vol. 23 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Komputasi : Vol. 23 No 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32409/jikstik.23.3.3611

Abstract

Peer-assisted Bulk-Synchronous Content Distribution Service merupakan sebuah aplikasi cerdas yang dibangun untuk mendukung proses akreditasi program studi perguruan tinggi. Aplikasi ini dibuat tidak untuk menggantikan system ataupun kebiasaan-kebiasaan yang telah ada namun lebih kepada melengkapi atau bahkan meningkatkan proses yang telah terjadi. Ada dua komponen fundamental Peer-assisted Bulk-Synchronous Content Distribution Service yaitu dokumen borang akreditasi dan Cloud Repository. Keduanya akan disatukan dalam sebuah service cerdas yang mampu men-sinkronkan kalimat di dalam dokumen borang dengan file-file bukti pendukungnya di dalam Cloud Repository. Hal ini terinspirasi dari proses akreditasi perguruan tinggi yang selalu melibatkan bukti-bukti pendukung terkait dengan kalimat-kalimat atau data yang tertulis di dokumen. Penelitian ini dikembangkan dengan memanfaatkan Bahasa pemrograman Python dan Nextcloud API. Python sebagai alat untuk membangun otomasi beberapa proses terkait sinkronisasi dan Nexcloud API sebagai kunci utama dalam manajemen file yang lebih leluasa di Nexctloud file repository. Oleh sebab itu sistem cerdas ini diharapkan dapat melakukan pengecekan kelengkapan sekaligus mempermudah pengguna dalam merelasikan antara kalimat maupun poin-poin dalam dokumen dengan file pendukungya. Dengan demikian diharapkan bahwa dengan adanya sistem ini akan dapat membantu pihak-pihak penyusun akreditasi agar dapat memastikan bahwa kelengkapan dokumen-dokumen pendukung menjadi terjamin dengan adanya sistem yang sederhana, informatif dan selalu update ketika ada tambahan dokumen baru.
Selection of potential probiotic candidate bacteria from seawater and shrimp pond sediments for controlling the pathogenic Vibrio parahaemolyticus Zulfani, Anisa; Yuhana, Munti; Sukenda, Sukenda; Afif, Usamah
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.24.1.10-20

Abstract

Vibrio parahaemolyticus is one of the pathogenic bacteria that cause vibriosis. V. parahaemolyticus strain that expresses the PirA and PirB toxins is the main causative agent of Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease which causes necrosis (cell death) suddenly in the hepatopancreatic organs of shrimp. The environmentally friendly approach to prevent bacterial infections in shrimp is through the application of probiotics. Probiotic isolates originated from the same environment as the host and pathogen were expected to have a better adaptation and competition capability. Probiotic selection begins with the process of searching for and screening the potential probiotic candidates. This study aims to obtain isolates and characterize the potential probiotic bacteria isolated from seawater and pond sediments as an inhibition effort V. parahaemolyticus. The research was conducted experimentally using a completely randomized design with 3 treatments and 2 replicates in the in vitro antagonistic test as well as the in vivo non-pathogenicity test. The results of the study successfully obtained 37 probiotic candidate isolates with 10 isolates having the greatest enzyme activity. LAZ-2 (Acinetobacter radioresistens) isolated from seawater and SAZ-22 (Fusobacterium varium) isolated from pond sediment have been selected as probiotic candidate bacteria that have beneficial enzymatic activities. Both isolates were capable of inhibiting the growth of the pathogenic V. parahaemolyticus cells population and both were not pathogenic to vannamei shrimp. Keywords: probiotic, screening, vannamei shrimp, Vibrio parahaemolyticus ABSTRAK Vibrio parahaemolyticus merupakan salah satu bakteri patogen penyebab penyakit vibriosis. V. parahaemolyticus strain tertentu yang mengekspresikan toksin PirA dan PirB merupakan agen penyebab utama Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease yang menyebabkan nekrosis (kematian sel) secara tiba-tiba pada organ hepatopankreas udang. Pendekatan yang ramah lingkungan untuk mencegah penyakit infeksi bakterial pada udang adalah melalui aplikasi probiotik. Isolat-isolat probiotik yang berasal dari lingkungan yang sama dengan inang dan patogen akan memiliki suatu kemampuan adaptasi dan kompetisi yang lebih baik dari yang lainnya. Seleksi probiotik diawali dengan proses pencarian dan skrining kandidat probiotik yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat dan mengkarakterisasi bakteri probiotik potensial yang diisolasi dari air laut dan sedimen tambak sebagai upaya penghambatan V. parahaemolyticus. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali ulangan pada uji antagonistik in vitro dan uji non-patogenisitas. Hasil penelitian berhasil mendapatkan 37 isolat kandidat probiotik dengan 10 isolat yang memiliki aktivitas enzim terbesar. LAZ-2 (Acinetobacter radioresistens) yang diisolasi dari air laut dan SAZ-22 (Fusobacterium varium) yang diisolasi dari sedimen tambak terpilih sebagai bakteri kandidat probiotik yang memiliki aktivitas enzim yang menguntungkan. Kedua isolat tersebut mampu menghambat pertumbuhan populasi sel patogen V. parahaemolyticus dan keduanya tidak bersifat patogenik terhadap udang vaname. Kata kunci: probiotik, seleksi, udang vaname, Vibrio parahaemolyticus
USE OF AN INDIRECT ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA) TO DETECT ANTIBODIES IN AYU (Plecogiossus altivelis) VACCINATED BY IMMERSION ADMINISTRATION Sukenda, .; Wakabayashi, Hisatsugu
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 1 No. 1 (2002): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.737 KB) | DOI: 10.19027/jai.1.39-45

Abstract

ABSTRACTAn indirect enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) was used to detect serum antibody in ayu, Plecoglossus altivelis, immunized against Pseudomonasplecoglossicida by immersion vaccination.  First, the procedure of the ELISA was optimized and the sensitivity was checked.  Secondly, the formalin-killed cells (FKC) of P. plecoglossicida was administered to ayu by immersion vaccination.  Two weeks after vaccination, fish were divided into two groups, one group was given booster.  The level of specific antibody production of both boostered and vaccinated only fish were statistically higher than unvaccinated control fish at the time of each blood collection.  However, the differences between the boostered and vaccinated only fish were not statistically significant.Keywords :  immunization, Pseudomonas plecoglossicida, ayu, ELISA ABSTRAKIndirect enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) digunakan untuk mendeteksi antibodi pada ayu, Plecoglossus altivelis, yang diimunisasi dengan cara perendaman untuk melawan infeksi Pseudomonas plecoglossicida.  Pertama, prosedur ELISA dioptimasikan dan sensitivitas dari metode ini juga diperiksa.  Kemudian, bakteri Plecoglossus altivelis yang sudah dimatikan dengan formalin diberikan ke ikan ayu dengan vaksinasi perendaman.  Dua minggu setelah vaksinasi, ikan dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok diberi vaksinasi kedua.  Produksi antibodi spesifik dari ikan-ikan yang divaksinasi satu kali dengan vaksinasi dua kaii secara statistik lebih tinggi dibandingkan dengan control.  Akan tetapi, tidak ada perbedaan produksi antibodi antara ikan yarig divaksanisi satu kali dengan divaksinasi dua kali.Kata kunci :  imunisasi, Pseudomonasplecoglossicida, ayu, ELISA
The Role of Calyx and Fruit Extract of Mangrove Sonneratia caseolaris (L) on Infection by Bacteria Vibrio harveyi in Shrimp (Penaeus monodon Fab.) Maryani, .; Dana, D.; Sukenda, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 1 No. 3 (2002): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.937 KB) | DOI: 10.19027/jai.1.129-138

Abstract

ABSTRACTBacteriological disease that caused by bacteria V. Harveyi often lead to any damage in shrimp cultivation. The study of the role of calyx and fruit extract of mangrove S. Caseolaaaris (L) for preventation and healing on infection by bacteria V. Harveyi to shrimp (P.monodon Fab) have conducted. Dosage level that applied in  this study, both preventation and healing is 100 ppm and 200 ppm, respectively, obtained in the result of the preventation and healing experiment. For hemocyt, percent of granulosit increased and decrease for percent of hialin, contrastly if compared with  control. Application of mangrove extract can  also increase the resistence of shrimp after infectedby bacteria V. harveyi and decreasing of bacteria level in the body of shrimp. By histological observation, appearing normality of digestion system with the rich of food in digestion tract after application of mangrove S. caseolaris (L) can  applicated for preventation and healing to infection of bacteria V. harveyi to shrimp.Key words :  Bacterial infection, Vibrio harveyi, Sonneratia caseolaris, tiger shrimp. ABSTRAKPenyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Vibrio sering menimbulkan masalah pada budidaya udang. Penelitian untuk mengetahui peranan ekstrak kelopak dan buah mangrove Sonneratia caseolaris (L), untuk pencegahan dan pengobatan terhadap infeksi bakteri Vibrio harveyi pada udang windu (Penaeus monodon Fab.) telah dilakukan.  Dosis yang digunakan pada percobaan ini adalah 100 ppm untuk  pencegahan dan 200 ppm untuk pengobatan.  Didapatkan hasil pada percobaan pencegahan dan pengobatan untuk jenis hemosit terjadi kenaikan persentase granulosit dan penurunan persentase hialin dan bila dibandingkan  dengan kontrol hal ini terjadi sebaliknya.  Pemberian ekstrak mangrove juga meningkatkan ketahanan hidup udang windu setelah diinfeksi dengan bakteri V. harveyi dan penurunan jumlah bakteri yang terdapat pada tubuh udang.  Gambaran pengamatan histologis memperlihatkan terjadinya kenormalan pada organ pencernaan dengan penuhnya saluran pencernaan oleh pakan setelah pemberian ekstrak mangrove.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kelopak dan buah mangrove (S. caseolaris) dapat dipergunakan untuk pencegahan dan pengobatan terhadap infeksi bakteri V. harveyi  pada udang windu.Kata kunci :  Infeksi bakteri, Vibrio harveyi, Sonneratia caseolaris, udang windu.
The Effect of Hydroquinone Extracted from Sonneratia caseolaris Fruit on the Hemolymph of Tiger Prawn, Penaeus monodon Fab., Infected by Vibrio harveyi Arifuddin, .; Sukenda, .; Dana, D.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 3 No. 1 (2004): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.169 KB) | DOI: 10.19027/jai.3.23-28

Abstract

Study on the effect of hydroquinone extracted from 5. caseolaris fruit on Penaeus monodon immune system was carried out. Hydroquinone was extracted by methanol and chloroform using a soxhlet apparatus. Two kinds of in vivo experiments were conducted that were (1) shrimps were only injected with hidroquinone and (2) shrimps were injected with hidroquinone and challenged with Vibrio harveyi. Total hemocyte, differential hemocyte and phagocytic index were examined on shrimp injected with only hidroquinone and shrimp injected with hidroquinone and challenged with V. harveyi. Total hemocyte of hydroquinone injected shrimp increased significantly by day 5 from 8.33xl06 to 4,93 x 107 cells/ml. Hyaline and semi granular hemocyte cells by day 7 decreased from 61,15% to 27,84% and 8,14% to 2,53%, respectively. However, granular hemocyte cells increase significantly from 30,71% to 69,63%. Phagocytic index increased significantly by day 7 from 0.41 to 0,76. These findings indicated that crude hydroquinone can increase non spesifik imune response of P. monodon against V. harveyi infection. Key words: hydroquinone. Sonneratia caseolaris. Vibrio harveyi, Penaeus monodon, immune system   ABSTRAK Kajian tentang efek hidrokuinon yang diekstraksi dari buah S. caseolaris pada sistem imun udang windu, Penaeus monodon, dilakukan. Hidrokuinon diekstraksi dengan methanol dan kloroform. Dua jenis percobaan in vivo dilakukan yaitu (1) udang hanya diinjeksi dengan hidrokuinon (2) udang diinjeksi dengan hidrokuinon kemudian diuji tantang dengan bakteri Vibrio harveyi. Total hemosit, diferensial hemosit dan indeks pagositas diperiksa pada udang yang dinjeksi dengan hidrokuinon saja dan pada udang yang diinjeksi dengan hidrokuinon dan diuji tantang dengan bakteri V. harveyi. Total hemosit meningkat secara nyata sampai hari ke 5 dari 8,33 x I06 ke 4,93 x 107 sel/ml. Hyaline dan sel-sel semi granular sampai hari ke 7 masing-masing turun dari 61,15% ke 27,84% dan 8,14% ke 2,53%. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrokuinon dapat meningkatkan respon imun spesifik pada udang terhadap infeksi V. harveyi. Kata kunci: hidrokuinon, Sonneratia caseolaris, Vibrio harveyi, Penaeus monodon, sistem imun
The Effect Hydroquinone Extracted from Sonneratia caseolaris Fruit to Control Vibrio harveyi Artificial Infection on Tiger Shrimp, Penaeus monodon Fab. Arifuddin, .; Sukenda, .; Dana, D.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 3 No. 1 (2004): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.321 KB) | DOI: 10.19027/jai.3.29-35

Abstract

The role of hydroquinone extracted from Soneratia caseolaris fruit to control Vibrio harveyi infection on tiger prawn was carried out. In vitro experiment was conducted using disc diffusion and MIC {minimum inhibitory concentration) methods to know the sensitivity of V. harveyi to hydroquinone. Two kinds of in vivo experiments were (1) hydroquinone was injected into shrimps muscle and a week later the shrimps were challenged with V. harveyi (2) the shrimps were challenged with V. harveyi and one day later hidroquinone was injected. Total count of live V. harveyi on the shrimps and survival rate were observed after challenge test. Hydroquinone showed antibacterial activity with MIC at 3000 ppm. Hydroquinone injected shrimp showed higher survival rate compared with control (100% vs 50%). Total count of V. harveyi from injected shrimp, either before or after challenged, decreased by 2,61xl04 cfu/g and l,61xl04 cfu/g, respectively. These findings indicated that crude hydroquinone have anti-bacterial effect to control V. harveyi infection. Key words: hydroquinone, Sonneratia caseolaris, Vibrio harveyi, Penaeus monodon   ABSTRAK Telaah peran hidrokuinon yang diekstraksi dari buah Soneratia caseolaris untuk mengontrol infeksi Vibrio harveyi pada udang windu dilakukan. Percobaan in vitro dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan MIC {minimum inhibitory concentration) untuk mengetahui sensitivitas V. harveyi terhadap hidrokuinon. Percobaan in vivo dilakukan dengan dua cara (1) hidrokuinon disuntikkan pada otot udang dan seminggu kemudian udang diuji tantang dengan V. harveyi (2) udang ditantang terlebih dahulu dengan V. harveyi dan sehari kemudian hidrokuinon disuntikkan. Jumlah total bakteri V. harveyi hidup pada udang dan kelangsungan hidup udang diamati setelah uji tantang. Hidrokuinon menunjukkan aktivitas antibakteri dengan MIC 3000 ppm. Udang yang diinjeksi dengan hidrokuinon mempunyai kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan kontrol (100% vs 50%). Jumlah total V. harveyi pada udang yang diinfeksi, baik sebelum maupun sesudah, masing-masing turun sampai 2,61 x 104 cfu/g dan 1,61 x 104 cfu/g. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrokuinon mempunyai efek anti-bakterial untuk mengontrol infeksi V. harveyi. Kata kunci: hidrokuinon, Sonneratia caseolaris, Vibrio harveyi, Penaeus monodon
Resistance of Fry from Vaccinated Mother of Gift Tilapia (Oreochromis niloticus Linn.) to Artificial Infection of Streptococcus iniae Nur, I.; Sukenda, .; Dana, D.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 3 No. 1 (2004): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.466 KB) | DOI: 10.19027/jai.3.37-43

Abstract

An investigation was made to study the efficacy of dosage and time of administration in maternal vaccination. Mothers of nile tilapia were vaccinated by intraperitoneal injection with adjuvant-heat killed Streptococcus iniae at one and two weeks after spawning at the dosages of 0,2 ml/kg and 0,4 ml/kg body weight. Unvaccinated mothers were used as control. Agglutinating antibody titers in the blood plasma of mothers before and after spawning, eggs soluble extract, the body fluid of fry at 5, 10 and 15 days post hatching (DPH) were examined. The protective immunity of fry was tested by challenge test, the survival rate (SR) and the relative percent survival (RPS) offish within 7 days was observed. There was no difference in the antibody level of mothers, eggs soluble extract, and the body fluid of fry at 5, 10 and 15 DPH from vaccinated mothers at one or two weeks after spawning. However, antibody of mothers, eggs and fry from vaccinated mothers at the dosage of 0,4 ml/kg body weight were higher than the dosage of 0,2 ml/kg body weight and control. Antibody titre. of fry of vaccinated mothers at 5, 10 and 15 DPH were (-log2=2,88), (-log2=2,53) and (-log2=2,07) respectively, while SR were 89%, 94% and 92% respectively. SR of control fry were lower 7%, 10% and 12% respectively than fry from vaccinated mother; meanwhile RPS were 47%. 76% and 77% respectively. Key words: Maternal immunity. Streptococcus iniae, Oreochromis niloticus, vaccination, antibody   ABSTRAK Suatu studi tentang efikasi dari dosis dan waktu pemberian vaksin pada vaksinasi lewat induk dilakukan. Induk ikan nila (Oreochromis niloticus) diberi vaksin melalui injeksi intraperitoneal dengan "adjuvant-heat killed Streptococcus iniae" satu minggu sesudah memijah dan dua minggu sesudah memijah dengan dosis 0,2 ml/kg dan 0,4 ml/kg bobot tubuh. Aglutinasi titer antibodi dari plasma darah induk sebelum dan sesudah memijah, ekstrak terlarut telur, dan cairan tubuh pada 5, 10 dan 15 hari setelah menetas (DPH) diperiksa. Imunitas dari larva diuji dengan uji tantang, kelangsungan hidup (SR) dalam 7 hari setelah uji tantang diamati. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada level antibodi dari induk, ekstrak terlarut telur dan cairan tubuh dari larva pada 5, 10 dan 15 DPH dari induk yang diberi vaksin pada satu atau dua minggu setelah memijah. Akan tetapi, level antibodi induk, ekstrak terlarut telur dan cairan tubuh larva dari induk-induk yang diberi vaksin dengan dosis 0.4 ml/kg bobot tubuh lebih tinggi dari 0.2 ml/kg bobot tubuh dan kontrol. Level antibodi dari larva yang berasal dari induk yang diberi vaksin dengan dosis 0.2 ml/kg, 0.4 ml/kg dan kontrol adalah (-log2=2.5), (-log2=2.9) dan (-log2=2). Sedangkan kelangsungan hidupnya masing-masing 95%, 94% dan 84%. Kata kunci: Imunitas induk. Streptococcus iniae, Oreochromis niloticus, vaksinasi, antibodi
Screening of probiotic bacteria and its role on artificial infection of Vibrio harvey in white shrimp (Litopenaeus vannamei) Sukenda, .; Sihombing, A.J.; Novianti, Fitria; Widanarni, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 4 No. 2 (2005): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.848 KB) | DOI: 10.19027/jai.4.183-189

Abstract

Probiotic was screened from 28 strains of normal bacterial flora isolated from rearing water in a Litopenaeus vannamei farm based on its inhibitory activity against the growth of Vibrio harveyi.  Antibacterial activity was also tested in vivo to V. harveyi in L. vannamei.  The result showed that  the probiotic has a antibacterial effect on V. harveyi.  The in vivo test showed that shrimps injected with probiotic previously before challenged with V. harveyi has survival higher than control.  Probiotic isolate was suspected as Vibrio furnissi. Keywords:  biocontrol, inhibitory activity, Vibrio furnissi, Vibrio harveyi, Litopenaeus vannamei   AbstraK Bakteri probiotik ditapis dari 28 strain bacteria flora yang diisolasi dari air pemeliharaan udang vaname Litopenaeus vannamei berdasarkan aktivitas penghambatannya terhadap pertumbuhan Vibrio harveyi.  Aktivitas bakteri probiotik juga diuji secara in vivo terhadap V. harveyi pada udang putih.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri probiotik isolat memiliki kemampuan antibakteria terhadap V. harveyi.  Uji in vivo menunjukkan bahwa udang yang diinjeksi probiotik sebelum diuji tantang dengan V. harveyi memiliki kelangsungan hidup lebih tinggi daripada kontrol.  Isolat probiotik tersebut diduga adalah Vibrio furnissi. Kata kunci:  biokontrol, aktivitas penghambatan, Vibrio furnissi, Vibrio harveyi, Litopenaeus vannamei
Effect of Sucrose as Carbon Source and Probiotic Administrations on Bacterial Population Dinamic and Water Quality in White Shrimp, Litopenaeus vannamei Culture Sukenda, .; Hadi, P.; Harris, E.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 5 No. 2 (2006): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.74 KB) | DOI: 10.19027/jai.5.179-190

Abstract

Disinfection and nutrient enrichment prior stocking of  post larvae in the pond will be affected on the growth and composition of microbe.  Attention should be taken to some factors related to deterministic and stochastic factors of aquaculture environment  in order to develop microbe community.  This study was performed to determine effect of sucrose and probiotic supplementation to shrimp culture pond on water quality profile and population dynamic on shrimp culture media.  The treatments were supplementation of sucrose as carbon source, probiotic, and sucrose + probiotic into 25 L culture medium containing white shrimp, Litopenaeus vannamei.  Shrimp were fed commercial diet containing 30% protein by 5% body weight every day.  The result of study showed that bacterial population was increased by increasing time of shrimp rearing.  Increased of bacterial population was contrary to DO value.   Bacteria grew was heterotrop and vibrio that its intensity varied during experiment.  Supplementation of sucrose supported proliferation of bacteria including heterotrop, probiotik and vibrio groups.  Specifically, interaction between probiotic bacteria and vibrio was also found.  The presence of probiotic bacteria showed a negative impact on vibrio population.  Further, development of bacteria in general was also implicated to fluctuation of ammonia concentration in pond. Keywords: carbon, sucrose, probiotic, white shrimp, Litopenaeus vannamei   ABSTRAK Kegiatan disinfeksi dan pengkayaan nutrien sebelum penebaran PL akan mempengaruhi pola pertumbuhan dan komposisi mikroba di tambak. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan komunitas mikroba adalah faktor-faktor deterministic dan sthocastic masing-masing lingkungan budidaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan berkarbon (sukrosa) dan probiotik di tambak terhadap profil kualitas air serta dinamika populasi pada perairan budidaya. Pada penelitian ini dilakukan penambahan sumber karbon (sukrosa), penambahan probiotik dan penambahan sukrosa + probiotik pada masing-masing wadah yang berisi 25 liter air dan udang Vanamei, Litopenaeus vannamei. Pakan yang diberikan berupa pellet komersial dengan kadar protein 30% setiap hari sebanyak 5% dari biomassa awal. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa populasi bakteri pada media budidaya meningkat seiring dengan bertambahnya waktu pemeliharaan. Peningkatan jumlah populasi bakteri ini diikuti oleh semakin menurunnya nilai DO secara umum. Selain bakteri heterohof, tumbuh juga bakteri golongan Vibrio dengan persentase kemunculan yang berbeda pada setiap perlakuan. Penambahan sukrosa dalam media budidaya mendukung proliferasi bakteri secara umum, heterotrof, probiotik dan golongan Vibrio. Secara spesifik, timbul juga interaksi antara bakteri probiotik dengan bakteri Vibrio. Tumbuhnya bakteri probiotik berimplikasi negatif terhadap populasi Vibrio. Selain itu pertumbuhan bakteri secara umum juga berimplikasi terhadap fluktuasi kadar amonia perairan. Kata kunci : karbon, sukrosa, probiotik, udang vaname, Litopenaeus vannamei
Use of Chitosan to Control Vibrio harveyi Infection on White Shrimp Litopeneaus vannamei Sukenda, .; Tri Anggoro, Y.; Wahjuningrum, D.; Rahman, .
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 6 No. 2 (2007): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.411 KB) | DOI: 10.19027/jai.6.205-209

Abstract

Immunostimulation and antibacterial effect of chitosan against vibriosis were examined in white shrimp (Litopenaeus vannamei).  Control shrimps were injected with 0.05 μl of sterile sea water, while experimental shrimps were injected with 2, 4 and 6 μg per g shrimp of chitosan.  All shrimps were subsequently challenged by 106 CFU/ml of live Vibrio harveyi by injection method.  Survival rate of shrimps injected with chitosan were found to slightly increase in accordance with dose of chitosan, even not statistically significant.  Total haemocyte count and phagocytic index at experimental shrimps were over than control shrimps up to three days post injection.  Number of V. harveyi in the intestine of experimental shrimps were lower than control shrimps indicates an antibacterial activity of chitosan to combat infection. Keywords: chitosan, Vibrio harveyi, haemocyte, phagocytic index, Litopenaeus vannamei   ABSTRAK Efek imunostimulasi dan antibakterial dari kitosan melawan vibriosis dilihat pada udang putih (Litopenaeus vannamei).   Udang control disuntik dengan 0,05 μl air laut steril, sedangkan udang uji disuntik dengan kitosan 2, 4 dan 6 μg per g udang.  Semua udang diuji tantang dengan 106 CFU/ml bakteri Vibrio harveyi hidup dengan metode penyuntikan.  Sintasan udang yang disuntik dengan kitosan meningkat berbarengan dengan peningkatan dosis kitosan, meskipun tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.  Jumlah total hemosit dan indeks fagositosis pada udang lebih tinggi dibandingkan kontrol sampai tiga hari pasca penyuntikan.  Jumlah V. harveyi dalam saluran pencernaan dari udang uji lebih rendah dibandingkan udang kontrol, hal ini  menunjukkan aktifitas antibacterial dari kitosan dalam melawan infeksi. Kata kunci: kitosan, Vibrio harveyi, hemosit, indeks fagositosis, Litopenaeus vannamei
Co-Authors , Rahman, , , Ranta, , , Rusli, , . ARIFUDDIN . Maryani . Rahman . Sunarto A. Hasan A. Santika A. Suwanto A.J. Sihombing Ade Dwi Sasanti Aditya, Tiya Widi Afif, Usamah Afiff , Usamah Aldy Mulyadin Alimuddin Alit Brilliant Aminatul Zahra ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Angela Mariana Lusiastuti Anis Nugrahawati Annisa Astri Anggraeni Ayi Santika Bambang Gunadi Benny Yustim Brite, Margie Cahyawati, Nadia Catur A. Pebrianto D. Dana D. Meha D. Wahjuningrum Daniel Djokosetiyanto DEBY YUNIASARI Dendi Hidayatullah, Dendi Dewi Rahmi DIAH AYU SATYARI UTAMI Dian Febriani Dinamella Wahjuningrum Dwi Agung Saputra E. Ayuzar E. Harris Eddy Supriyono Eka Angga Laksana Enang Harris Enang Harris Esti Handayani Hardi Evan Farhan Wahyu Puadi F.H. Pasaribu Fachriyan Hasmi Pasaribu Fadilah, Iin Nur Fadlilah, Rizqy Aditya Fitria Novianti Gustilatov, Muhamad Helmy Faisal Muttaqin Henky Manoppo Hisatsugu Wakabayashi I. Normalina I. Nur Iqbal Kurniawinata, Mohamad Irzal Effendi Isni Rahmatika Sari Jasmanindar, Yudiana Jeanni Indah Noermala Julie Ekasari K. Sumantadinata Khairun Nissa Komar Sumantadinata Kukuh Nirmala L. Jamal Lastriliah, Mira LAY, B. W. M. Yuhana M. Zairin Junior M.S. Arifin Mia Setiawati Mochamad Fatuchri Sukadi Muchtar, Muthahharah Muh. Aris Muh. Fatuhcri Sukadi Muharram Nur Ikhsan Mulyani, Rahma MUNTI YUHANA N.A. Maswan Nasri Julaini Nasrullah, Hasan Nur Bambang Priyo Utomo Nuzullia, Laely Odang Carman Ode, Inem P. Hadi Pras, Eva Prasetiyono Pratiwi, Kiki Amalia Putri, Shofii Amaliah R.D. Soejoedono Rafsyanzani, Muhammad Mufthi Rahman Rahman Ramadhani, Dian Eka Ramhirez, Putri Shandra Retno Damayanti Soejoedono Ririn Nurul Fauziah, Ririn Nurul Rizki Praseto, Rizki Rr. Bellya Anasti Maharani Rudi, Mad Ruku Ratu Borut Samsu Adi Rahman Sari Anggraeni, Sukma Septiani, Ghita Ryan Sri Nuryati Sri Nuryati Sugeng Budiharsono Sugiyo Hadi Pranoto Tatag Budiardi Trian Rizky Febriansyah Tsani Untsa, Agista Uba Umbara Ulil Surtia Zulpratita Umbara, Uba Wesly Pasaribu WIDANARNI WIDANARNI Wisriati Lasima Y. Tri Anggoro Yan Evan Yumaidawati, Nurfitriani Siti Yuni Puji Hastuti Zulfani, Anisa