Dedih Surana
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

Published : 73 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program Pesantren Sabtu Ahad (PETUAH) dalam Meningkatkan Akhlakul Karimah Peserta Didik di SMAN 1 Bantarujeg Muhammad Ikhsan Rizky Fadilla; Dedih Surana; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education 929-936
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25972

Abstract

Abstract. This research is motivated by the challenges of character building in the modern era, marked by declining morals among students. SMAN 1 Bantarujeg responded with the flagship PETUAH program as a systematic effort to shape akhlakul karimah through a pesantren-based approach. Theoretically, PETUAH integrates general education with the pesantren system through intensive weekend activities, this program aiming to instill Islamic values, worship habituation, and noble character awareness. Akhlakul karimah refers to the concept of Ibn Miskawaih and Al-Ghazali as traits embedded in the soul that drive spontaneous actions, encompassing five domains: morals towards Allah, the Prophet, fellow humans (parents, teachers, neighbors, friends), oneself (patience, gratitude, trustworthiness, responsibility, humility), and the environment. The research used a qualitative approach with a descriptive method, while data collection was carried out using in-depth interview techniques, participant observation, and documentation. Informants included the principal, supervising teachers, guidance counselors, students, and pesantren administrators. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, with validity ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that planning was conducted systematically through needs identification, objective formulation, collaboration with two pesantren, appointment of supervising teachers, scheduling, and socialization. Implementation was carried out regularly with a two-day-one-night boarding system, including congregational prayers, Qur'an recitation, Islamic studies, worship habituation, and discipline training. Supporting factors included the principal's commitment, pesantren collaboration, parental and community support, and student enthusiasm. Inhibiting factors included weather, distance, schedule conflicts, and lack of motivation among a small number of students. Evaluation was conducted through Qur'an reading assessment, behavioral observation, and mandatory participation as an academic requirement. The implementation results show that the PETUAH program can shape akhlakul karimah (noble character), reflected in improved worship, Qur'an reading ability, respect for teachers, discipline, responsibility, social concern, independence, and environmental awareness. Keywords: Implementation, Islamic Boarding School, PETUAH, Akhlakul Karimah Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembentukan karakter peserta didik di era modern, ditandai dengan menurunnya moral di kalangan pelajar. SMAN 1 Bantarujeg merespons dengan program unggulan PETUAH (Pesantren Sabtu Ahad) sebagai upaya sistematis membentuk akhlakul karimah melalui pendekatan berbasis pesantren. Secara teoretis, PETUAH mengintegrasikan pendidikan umum dengan sistem pesantren melalui kegiatan akhir pekan yang intensif, program ini bertujuan menanamkan nilai keislaman, pembiasaan ibadah, dan kesadaran akhlak mulia. Akhlakul karimah merujuk pada konsep Ibnu Miskawaih dan Al-Ghazali sebagai sifat tertanam dalam jiwa yang melahirkan perbuatan spontan, mencakup lima ranah: akhlak kepada Allah, Rasul, sesama manusia, diri sendiri, dan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, adapun teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru pembimbing, guru BK, peserta didik, dan pengurus pesantren mitra. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan program dilakukan secara sistematis melalui identifikasi kebutuhan, penyusunan tujuan, kerja sama dengan dua pondok pesantren, pembentukan guru pembimbing, penyusunan jadwal, dan sosialisasi. Pelaksanaan berlangsung rutin dengan sistem boarding dua hari satu malam, meliputi shalat berjamaah, tilawah, kajian Islam, pembiasaan ibadah, dan pembinaan disiplin. Faktor pendukung meliputi komitmen kepala sekolah, kerja sama pesantren, dukungan orang tua dan masyarakat, serta antusiasme siswa. Faktor penghambat meliputi cuaca, jarak, benturan jadwal, dan kurangnya motivasi sebagian kecil siswa. Evaluasi dilakukan melalui penilaian baca Al-Qur'an, observasi perilaku, dan kebijakan keikutsertaan sebagai syarat akademik. Hasil implementasi menunjukkan program PETUAH dapat membentuk akhlakul karimah, tercermin dari peningkatan ibadah, kemampuan baca Al-Qur'an, hormat kepada guru, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, kemandirian, dan kepedulian lingkungan. Kata Kunci: Implementasi, Pesantren, PETUAH, Akhlakul Karimah
Implementasi Pembelajaran Membaca Al-Qur`An Bagi Orang Tua Di Masjid Ar-Rahmah Sukapada Bandung Mochammad Rochmat; Eko Surbiantor; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education 1133-1147
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26236

Abstract

Abstract. The low level of Qur’an reading proficiency among some parents, particularly in fluency, makhraj (pronunciation), and tajwid (rules of recitation), is influenced by limited religious education in the past, age-related factors, and the lack of learning methods appropriate for adult learners. This study aims to examine the concept, stages, outcomes, as well as the supporting and inhibiting factors in the implementation of Qur’an reading instruction for parents at Ar-Rahmah Mosque, Sukapada, Bandung. This research employed a descriptive qualitative approach with field research as its design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving instructors, parent participants, and program administrators. Data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through method and theory triangulation. The findings indicate that the Qur’an reading program was implemented systematically through listening, imitation, repetition, and correction based on the principles of talqin and taqlid. The learning stages began with the introduction of the Arabic letters and their makhraj, followed by guided recitation according to tajwid rules and individual and group evaluations. The program gradually improved participants’ Qur’an reading proficiency in terms of fluency, pronunciation accuracy, and understanding of tajwid. Supporting factors included participants’ enthusiasm, competent instructors, and a conducive mosque environment, while inhibiting factors included differences in participants’ abilities, age-related memory decline, and limited time for home practice. Keywords: Qur`anic Learning, Parents. Abstrak. Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an pada sebagian orang tua, terutama dalam aspek kelancaran, makhraj, dan tajwid, dipengaruhi oleh keterbatasan pendidikan agama pada masa lalu, faktor usia, serta kurangnya metode pembelajaran yang sesuai bagi orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep, tahapan, hasil, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi orang tua di Masjid Ar-Rahmah Sukapada Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengajar, jamaah orang tua, dan pengelola kegiatan. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi metode dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an diterapkan secara sistematis melalui proses mendengar, menirukan, mengulang, dan memperbaiki bacaan berdasarkan prinsip talqin dan taqlid. Tahapan pembelajaran dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah dan makhraj, peniruan bacaan sesuai tajwid, hingga evaluasi secara individu maupun kelompok. Penerapan pembelajaran ini meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta secara bertahap dalam kelancaran, ketepatan makhraj, dan pemahaman tajwid. Faktor pendukung meliputi antusiasme peserta, kompetensi pengajar, dan lingkungan masjid yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan peserta, faktor usia, daya ingat, dan keterbatasan waktu latihan di rumah. Kata Kunci: Pembelajaran Al-Qur’an, Orang Tua.
CAREER WOMEN: BETWEEN GUIDANCE AND DEMANDS IN ISLAMIC STUDIES Tri Yugo; Dedih Surana
Takafu: Journal of Tafsir and Gender Perspective Vol. 1 No. 2 (2024): TAKAFU
Publisher : Department Islamic Education, Faculty of Education and Teacher Traning, Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/takafu.v1i2.4651

Abstract

This study discusses the dynamics of the role of career women in an Islamic perspective, specifically how Muslim women balance career demands and religious guidance. In recent decades, the role of women in the workforce has undergone significant changes, with more and more women participating in the public sector. Nonetheless, the challenge of fulfilling domestic responsibilities as wives and mothers by Islamic teachings remains a major concern. This study uses a qualitative approach with a literature study method to analyze religious texts and relevant contemporary literature. The results show that Islam recognizes women's right to work and have a career, but emphasizes the importance of balancing domestic and public roles. Scholars' views on career women vary, from conservative to progressive, but they all agree that women's work should be in line with Sharia principles. Support from the family, especially the husband, is crucial in helping women carry out this dual role. This research provides practical guidance for Muslim women in navigating career challenges in the modern era, as well as contributing to the existing literature by offering a new perspective on how Islam can be a relevant guide in the lives of career women.
Co-Authors 10030220034, Shalma Muna Nabila Mansyur 10030220036, Geandra Nurfadillah Syahni Fasya Adam Alhafidz Ade Fajar Ananda Al Ghazal, Sobar Alfina Azzahra Alhamuddin Alhamuddin Alia Mirajurrahmah Alya Detya Setiani Alya Fadhillah Hidayat Amar Andewi Suhartini, Andewi Annida Asma Amanina Arianti, Ipah Arif Hakim Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Ayi Sobarna Bitari Widia Sari Cintia Sari Kartika Cyka Putri Miryani Davit As'ari Devi, Shalsa Pramitha Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Dwi Nurtifa Eko Surbiantor Eko Surbiantoro Eva Puswani Fachrurozi Kamal, Muhamad Faqih Fadhil Febrian Ependi Farida Nahwa Pirdausi Fathu Rabbaniyah Al-Haq Fiska Maharani Fitroh Hayati Haditsa Qur'ani Nurhakim Hamidah Fadlilah Hanafi, Nanda Handri Handri Hasna Afifah Nuraini Helmi Aziz Heru Pratikno Huriah Rachmah Ibnu Adi Prasetyo Ibrahim Nurrasyid Faruqi Intan Surya Hadiatulloh Irennisa Aulia Firdaus Isna Ayu Nurmaidah Isna Ayu Nurmaidah Isna Iwan Sanusi Iwan Sanusi Khambali Khambali Listivia Yunanda Luthfi Nuzul Syahri Masnipal, Masnipal Mochammad Rochmat Muhamad Fauzi Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Ikhsan Rizky Fadilla Muhammad Ridho Abdillah Muhammad, Giantomi Muhardi Muhardi Muslimah, Nurjanatim Nabilah Nuraini Nadri Taja Najla Nashirah Salma Nandang Ihwanuddin Nida Nur Rosiddah Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Putri Aliyya Maulani Reni Risma Nursolihat Riestha Sugianti rizki zakiah Rofiah Sabrina Arfa Andani Santika Dewi Pujianti Shabrina Nur Salsabila Sindi Mulyani Herdi Sobar Sobar Al Ghazal Sofy Octaviani Sri Wulandari Mazith Syifa Latifah Amatulloh Tari Rosidah Tri Yugo Tri Yugo Ulfah Annisa Fatiyah Virga Novryansyah Willy Fratama Yeni Ernia Yugo, Tri Yulia Annisa Zainab Nurazizah Zidna Zidan