Articles
Strategi KPU Provinsi Sumatera Barat dalam Melaksanakan Pilkada Langsung Tahun 2020 di Masa Pandemi Covid-19
Fresty Dinia;
Al Rafni;
Suryanef Suryanef;
Nurman S
Journal of Civic Education Vol 5 No 2 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (651.142 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i2.597
Munculnya Pandemi Covid-19 membuat segala regulasi pelaksanaan pikada harus berdasarkan keselamatan baik penyelenggara maupun pemilih. KPU Provinsi Sumatera Barat memformulasikan strategi agar pelaksanaan pilkada tetap berjalan dengan baik sehingga terciptanya pilkada yang demokratis. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi strategi KPU Provinsi Sumatera Barat dalam melaksanakan pilkada tahun 2020 di masa Pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya, dilakukan reduksi data terhadap hasil wawancara tersebut hingga didapatkan data yang paling absah. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dilakukan oleh KPU Provinsi Sumatera Barat adalah: pertama, mengefektifkan sosialisasi pilkada di masa pandemi, kedua, mengoptimalkan kampanye di media masa, ketiga, memastikan seluruh tahapan sudah berdasarkan aspek kesehatan, dan keempat, mengoptimalkan penggunaan aplikasi si rekap dalam penginputan suara. selanjutnya Kendala dan Upaya yang dihadapi oleh KPU Provinsi Sumatera Barat dalam melaksanakan pemilihan Kepala Daerah di masa Pandemi Covid-19.
Persepsi Mahasiswa Prodi PPKn terhadap Pendidikan Anti-korupsi dalam Membentuk Karakter Anti-Korupsi
Hilmi Tamela Putri;
Suryanef Suryanef;
Maria Montessori;
Muhammad Prima Ersya
Journal of Civic Education Vol 5 No 2 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (654.537 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i2.626
Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana persepsi mahasiswa prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terhadap Pendidikan Anti-korupsi dalam konteks membentuk karakter anti-korupsi. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Deskriptif Kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan kuensioner yang memuat pernyataan untuk mengungkapkan persepsi mahasiswa terkait masalah penelitian. Sampel penelitian ini berjumlah 95 orang dengan mahasiswaa angkatan 2017, 2018, dan 2019 yang sudah mempelajari mata kuliah Pendidikan Anti-korupsi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan kategori jawaban Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Lokasi Penelitian ini berada di Jurusan Ilmu Sosial Politik, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang. Teknik analisis data menggunakan persentasi normal, uji validitas dengan pearson product moment dan uji reabilitas dengan cronbach’s alpha. Hasil penelitian ini memperoleh frekuensi keseluruhan dengan rata-rata persentase sebesar 75,89% dengan begitu jawaban dari responden dapat dikatakan positif dan setuju terhadap Pendidikan Anti-korupsi dalam konteks membentuk karakter anti-korupsi.
Strategi KPU Solok Selatan untuk meningkatkan partisipasi memilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020
Ilham Saputra;
Suryanef Suryanef;
Al Rafni;
Irwan Irwan
Journal of Civic Education Vol 5 No 2 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (662.587 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i2.629
This study aims to find out how the strategy is carried out by the South Solok KPU to increase voter participation in the 2020 Regent and Deputy Regent elections. The election of the Head of Blood is the embodiment of Democracy at the regional level. The direct election of regional heads entered into the electoral regime after the 2004 elections with the enactment of Law No. 32 of 2004 on regional government, which stipulates that a regional head is directly elected by the people. Furthermore, participation in electing the community is the main factor in the success of the Regional Head Election. This participation is not only limited to quantity but also based on quality. For this reason, efforts to increase voter participation in terms of quantity and quality are important. This type of research is qualitative research using descriptive methods and data collection techniques are in-depth interviews with research informants and study documentation. The informants of this study were the commissioners of the South Solok KPU and the KPPS officers for the 2020 Regional Head Elections. The location of this research was the South Solok KPU Office. The results obtained from this study are that the South Solok KPU strategy to increase voter participation in the 2020 Regent and Deputy Regent Elections is to conduct voter socialization and education to the public online, face to face and using mobile cars. Face-to-face socialization was carried out to 10 voter bases attended by a limited number of participants, and empowered Election Organizers to conduct socialization at their domicile. Online socialization is carried out using social media and other online applications, while socialization with mobile cars is carried out using a microphone installed in the car by inviting the public to exercise their right to vote on polling day. Keywords: Pilkada, Democracy, Participation
Kampanye Politik Melalui Media Sosial oleh Kandidat Calon Kepala Daerah Kabupaten Pesisir Selatan pada Pilkada Tahun 2020
Rehan Febri;
Suryanef Suryanef;
Hasrul Hasrul;
Irwan Irwan
Journal of Civic Education Vol 5 No 2 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (663.274 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i2.630
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana pemanfaatan media sosial sebagai media kampanye oleh pasangan calon kandidat kepala daerah di Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2020 dan kendala yang dihadapi oleh tim kampanye dalam mengkampanyekan calon kepala daerah melalui media sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini adalah ketua tim kampanye pasangan calon kepala daerah, anggota tim kampanye bidang media sosial pasangan calon kepala daerah, komisioner KPUD Pesisir Selatan bidang sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat, dan masyarakat penggguna media sosial Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial dalam kampanye politik yang digunakan oleh pasangan calon kandidat kepala daerah pada pilkada Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2020, yaitu: Pertama Pesan Politik yang Disampaikan oleh pasangan calon kandidat kepala daerah dalam kampanye melalui media sosial pada pilkada tahun 2020. Kedua penyampaian visi dan misi pasangan calon kepala daerah diposting melalui media sosial. Ketiga penyampaian program kerja pasangan calon kepala daerah diposting melalui media sosial. Kendala-kendala yang dihadapi dalam oleh tim kampanye dalam mengkampanyekan kandidat calon kepala daerah melalui media sosial pada Pilkada Kabupaten Pesisir Selatan yaitu maraknya isu hoax yang beredar di tengah masyarakat, tidak semua masyarakat melek akan teknologi terutama dalam penggunaan media sosial, demografi penduduk Kabupaten Pesisir Selatan masih dalam taraf menengah kebawah sehingga masyarakat tidak mungkin disentuh melalui kampanye melalui media sosial.
Pelaksanaan Pendidikan Politik di SMAN 4 Kerinci melalui Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Muhammad Tegar Fredy;
Al Rafni;
Suryanef Suryanef;
Irwan Irwan
Journal of Civic Education Vol 5 No 2 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (795.046 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i2.632
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan politik di SMA Negeri 4 Kerinci melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Apa faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat dalam pelaksanaan pendidikan politik melalui pembelajaran PPKn. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan guru PPKn, kepala sekolah, wakil kurikulum dan siswa kelas XI. Data didapatkan dengan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang selanjutnya diuji keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Data kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan politik di SMA Negeri 4 Kerinci melalui pembelajaran PPKn belum optimal dalam rangka mewujudkan warga negara yang melek politik, kesadaran politik dan keterampilan politik yang tinggi. Faktor penghambat dalam pelaksanakaan pendidikan politik melalui pembelajaran PPKn yakni keterbatasan sumber belajar yang hanya terfokus pada buku teks dan Lembar Kerja Siswa, keterbatasan sarana dan prasarana sehingga guru sulit mengembangkan media pendidikan politik dalam pembelajaran PPKn. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor penghambat dalam pelaksanaan pendidikan politik ialah Pertama, guru harus lebih kreatif dalam mencari sumber belajar dari berbagai media massa. Kedua, guru harus lebih kreatif dan inovatif serta selektif dalam menggunakan berbagai metode dan media pendidikan politik dalam pembelajaran PPKn.
Resistensi Masyarakat terhadap Kebijakan Protokol Kesehatan pada Masa Pandemi Covid-19 di Nagari Lubuk Malako
Reza Novriana;
Hasrul Hasrul;
Maria Montessori;
Suryanef Suryanef
Journal of Civic Education Vol 5 No 2 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.275 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i2.639
Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dan faktor penyebab masyarakat melakukan resistensi terhadap kebijakan protokol kesehatan di Nagari Lubuk Malako. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pelanggaran dan penolakan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 di Nagari Lubuk Malako. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan tringulasi sumber. Data yang telah diperoleh tersebut kemudian dianalisis dengan teknik analisis data yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk resistensi masyarakat terhadap kebijakan protokol kesehatan yang dilakukan secara tertutup (lisan dan tindakan) dengan tidak mematuhi atau mengabaikan protokol kesehatan seperti melakukan berbagai kegiatan-kegiatan tanpa memakai masker, tidak mencuci tangan dengan sabun, mengabaikan phisical distancing, menimbulkan kerumunan, tidak mengurangi mobilitas, dan menolak vaksinasi. Faktor penyebab masyarakat melakukan resistensi ini yaitu ketidakbiasaan terhadap protokol kesehatan, ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan Covid-19, kurangnya sosialisasi tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan bahaya Covid-19, pemerintah belum bisa menjadi suri tauladan yang baik, dan kasus Covid-19 yang tidak mengalami peningkatan.
Strategi Penguatan Karakter Nasionalisme Melalui Pembelajaran PPKn Siswa Kelas XI di SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang
Eki Aris Cendika;
Suryanef Suryanef;
Hasrul Hasrul;
Muhammad Prima Ersya
Journal of Civic Education Vol 5 No 1 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (723.257 KB)
|
DOI: 10.24036/jce.v5i1.668
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penguatan karakter nasionalisme, kendala guru PPkn dalam melaksanakan strategi penguatan karakter nasionalisme di kalangan siswa kelas XI dan upaya yang dihadapi guru PPKn dalam melaksanakan strategi penguatan karakter nasionalisme di kalangan siswa kelas XI melalui pembelajaran PPKn. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian yaitu wakil kesiswaan, guru PPKN kelas IX dan siswa kelas IX. Teknik analisis data yaitu analisis data kualitatif Miles dan Hiberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan karakter nasionalisme melalui pembelajaran PPKn siswa kelas XI dilakukan dengan menggunakan strategi discovery learning, metode ceramah, metode pemberian tugas, metode diskusi dengan disisipi materi menegenai karakter nasionalisme selama proses pembelajaran. Kendala yang dihadapi selama melaksanakan strategi penguatan karakter nasionalisme siswa keals XI yaitu kurangnya motivasi belajar siswa, kurang memahami materi dengan baik, guru kurang memahami materi dengan baik dan contoh yang diberikan oleh guru masih sedikit dan sosialisasi nilai-nilai karakter nasionalisme masih kurang. Upaya yang dilakukan untuk penguatan karakter nasionalisme siswa kelas XI melalui pembelajara PPKn yaitu perlunya kerjasama dengan orang tua, memanfaatkan media di internet, dan melakukan sosialisasi nilai karakter nasionalisme kepada siswa.
Politik Kekerabatan dalam Pelaksanaan Pemerintahan Desa Tanjung Pauh Mudik
Bobbi Noptin Anggra;
Suryanef Suryanef
PERSPEKTIF Vol. 11 No. 3 (2022): PERSPEKTIF - July
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/perspektif.v11i3.7214
The purpose of this research is to examine the implementation of kinship politics, community response, implications and filling in the membership of the Tanjung Pauh Mudik Village BPD political practice in village head elections. The problem is focused on kinship politics. To approach this problem, a theoretical reference from Pablo Querobin (2011) is used which states that dynastic politics is a special form of elite efforts to maintain power in which one or several family groups monopolize political power. The data were collected through direct interviews to the field and analyzed qualitatively. This study concludes that the political implementation of Tanjung Pauh Mudik Village is based on the urgent interests of someone who is running as a candidate for village head and a member of the local village BPD. The community's response to the politics of kinship that occurred in the village of Tanjung Pauh mudik is very visible in the concept of applying the norms that tend to be seen in the village. In the kinship politics in Tanjung Pauh Mudik Village, it has been seen that there is continuity between people who use kinship politics as a reference to get positions easily.
Political Socialization of the General Election Commission (KPU) of Solok Regency for Novice Voters in the 2020 Regional Elections
Yosi Febriani;
Al Rafni;
Suryanef Suryanef
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2022): December 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.044 KB)
|
DOI: 10.57235/aurelia.v1i2.157
Political socialization for novice voters is crucial, because novice voters are very vulnerable to being influenced by various issues in making political choices. This article aims to find out the form of socialization of the Solok Regency KPU for novice voters in the 2020 Regional Elections in Solok Regency for novice voters. The type of research used is descriptive qualitative. The political socialization carried out by the Solok Regency KPU in socializing the 2020 Regional Elections is through the official website of the Solok Regency KPU, Facebook, Instagram, Tik Tok and Youtube KPU Solok Regency, KPU Goes To School or KPU Goes To Campus as well as direct visit services to the Solok Regency KPU office. There are several obstacles in the socialization activities including lack of human resources, budget constraints, limitations due to the covid-19 pandemic conditions, The interest in reading novice voters and the access to schools that will be given socialization is quite far away. Political Socialization affects the political participation of novice voters in election activities. Therefore, it is necessary to strengthen political socialization programs for novice voters
Political Branding Analysis of Prabowo-Sandiaga in Terms of Appearance and Personality Aspects (Study on the 2019 Election)
Alvin Gumelar Hanevi;
Suryanef Suryanef;
Al Rafni
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 1, No 2 (2002): November 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.473 KB)
|
DOI: 10.57235/jetish.v1i2.151
This research was conducted to analyze the political branding of the presidential and vice-presidential candidates Prabowo and Sandiaga from the appearance and personality aspects of the study in the 2019 election. In the presidential election contest, there were many ways and strategies used by each pair of presidential and vice-presidential candidates. compete. This study aims to describe Prabowo and Sandiaga's political branding in two aspects: appearance and personality. This type of research is qualitative and descriptive in nature. Informants in this study came from members of the Gerindra Party DPD management and community elements. From the results of the study, it was found that the personality and performance of Prabowo and Sandiaga were very different, the figure of Prabowo in terms of personality was a figure who was assertive, tough, and nationalist, while from the performance aspect the figure of Prabowo was seen as a figure of struggle, a figure who firmly fought for the interests of the people. As for Sandiaga's figure, from the personality aspect, he is a millennial intelligent and well-mannered figure, while from the performance aspect, Sandiaga is a figure who is always close to millennials and close to women, especially among mothers.