p-Index From 2021 - 2026
7.781
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Andalas AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Kesehatan Vokasional AcTion: Aceh Nutrition Journal JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Kesehatan Prima Journal of Maternal and Child Health Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Amerta Nutrition Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan JURNAL MEDIA KESEHATAN SANITAS: Jurnal Teknologi dan Seni Kesehatan JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Sains Kesehatan Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) JUMANTIK (Scientific Journal of Health research) JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Jurnal Gizi dan Kesehatan Jurnal Vokasi Kesehatan Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Proceeding of Bengkulu International Conference on Health Jurnal Svasta Harena Rafflesia Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Nutrition and Health Insights
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada anak balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu Hesti Aisyah Putri; Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.16

Abstract

Wasting merupakan salah satu kekurangan gizi yang mencerminkan berat badan anak yang terlalu kurus menurut tinggi badannya. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 prevalensi wasting di Indonesia sebesar 7,1%. Dampak dari wasting berupa gangguan kognitif bahkan peningkatan risiko kematian. Pola pemberian makan adalah perilaku penting yang dapat memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada anak balita usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Populasi sebanyak 393 balita dengan sampel sebanyak 44 sampel, meliputi 11 balita wasting dan 33 balita dengan status gizi normal. Pengambilan sampel pada kelompok kontrol menggunakan teknik systematic random sampling. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara menggunakan kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ). Sedangkan data status gizi dikumpulkan dengan pengukuran antropometri. Analisis univariat dan bivariat dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat signifikan α = 0.05. Pola pemberian makan pada kelompok kasus ditemukan 81.8% memiliki pola pemberian makan tidak tepat sementara pada kelompok kontrol sebanyak 39.4%. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting (p-value 0,037) dan OR = 6.923 dengan CI 95% = 1.285 – 37,287. Pola pemberian makan yang tidak tepat lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dibandingkan pada kelompok kontrol.
Sensory Profile of Jelly Yogurt Candy Pumpkin Juice (Cucurbita Moschata) Della Purnamasari; Yenni Okfrianti; Desri Suryani
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v12i2.9390

Abstract

Purpose: This study aims to produce an innovative product in the form of jelly candy made from pumpkin juice and yogurt. Pumpkin is rich in beta carotene and dietary fiber, while yogurt contains probiotics that are beneficial for digestive health. The combination of the two is expected to produce a functional food product with a pleasant taste and high nutritional value. Methodology: The study used an experimental method with various comparisons of pumpkin juice and yogurt. Product quality was assessed through descriptive tests including color, aroma, taste, and texture, while the level of panelist preference was tested hedonic. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test followed by Mann-Whitney. Results: The study showed that the formulation of 60 ml pumpkin juice: 40 ml yogurt (F4) obtained the highest level of preference with an average value of 3.88, while the formulation of 30 ml pumpkin juice: 70 ml yogurt (F7) had the lowest acceptance (3.23). The resulting product has a deep yellow color typical of natural pumpkin pigments and different sensory characteristics in each formulation. Findings: Confirms that the proportion of ingredients has a significant effect on the sensory quality and acceptability of the product. Novelty: This research utilizes pumpkin juice as the main ingredient in functional jelly candy, combined with yogurt as a source of probiotics. Originality: Development of a healthy, highly nutritious snack with commercial potential. Conclusion: Formulation F4 is the best choice for sensory acceptance. This research recommends further studies on nutritional content, shelf life, and broader consumer acceptance. Type of Paper: Research Article
Perbedaan Kadar Gula Darah Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), Asupan Makan, dan Aktivitas Fisik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Azelvi Juvita Sari; Desri Suryani; Anang Wahyudi
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 02 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i02.133

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan  kondisi kadar glukosa di dalam darah melebihi batas normal. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Beberapa faktor yang  menyebabkan terjadinya gangguan sekresi insulin diantaranya  indeks massa tubuh (IMT), asupan nutrisi, serta aktivitas fisik. Tujuan penelitian  untuk mengetahui perbedaan kadar gula darah berdasarkan IMT, asupan makan dan aktivitas fisik penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional, jumlah responden  54 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian  form recall 24 jam, form GPAQ, alat yang digunakan Easy Touch GCU,  microtoise dan timbangan berat badan. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal Wallis Test dan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian  menunjukkan  terdapat  perbedaan kadar gula darah berdasarkan IMT (nilai p = 0.049) dan aktivitas fisik pada penderita diabetes melitus tipe 2, (nilai p = 0,021). Tidak ada perbedaan kadar gula darah berdasarkan asupan makan pada penderita diabetes melitus tipe 2 (p > 0,05). Diharapkan masyarakat dapat  mengonsumsi asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak sesuai kebutuhan serta melakukan aktifitas fisik secara rutin.
Peningkatan Pengetahuan Peran Guru, Uks, dan Pedagang Jajanan Sekolah Dasar dalam Menyediakan Makanan Bergizi Desri Suryani; Tonny Cortis Maigoda; Yunita Yunita; Meriwati Meriwati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.27048

Abstract

ABSTRACT A common problem in elementary school cafeterias is that snacks do not meet balanced nutritional and food safety standards, such as high sugar, salt, and fat content, the use of artificial colors and preservatives, coupled with poor sanitation and hygiene, as well as a lack of knowledge and supervision from teachers, school health unit (UKS) managers, and vendors. The objective of this community service project is to enhance the capacity of these three parties to provide food that is safe, nutritious, and meets health standards. The methods used included interactive lectures, Focus Group Discussions (FGDs), practical workshops on developing healthy menus, serving simulations, and on-site mentoring. The community service partners were teachers, school health unit (UKS) managers, and snack vendors at SDN 71 in Bengkulu City, totaling 17 participants. Evaluation was conducted using pre- and post-tests. The results of the community service program showed an increase in knowledge following the intervention, which consisted of training, discussions, and hands-on practice. The average knowledge score increased from 92.94 to 97.94 Keywords: Healthy Canteen, Balanced Nutrition, Food Safety, Teachers, Elementary School.  ABSTRAK Masalah umum di kantin sekolah dasar adalah jajanan yang tidak sesuai standar gizi seimbang dan keamanan pangan, seperti kadar gula, garam, dan lemak tinggi, penggunaan pewarna serta pengawet buatan, ditambah higiene sanitasi buruk serta minimnya pengetahuan dan pengawasan dari guru, pengelola UKS, maupun pedagang. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas ketiga pihak tersebut dalam menyediakan makanan aman, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, Focus Group Discussion (FGD), workshop praktik penyusunan menu sehat, simulasi penyajian, dan pendampingan lapangan. Mitra pengabdian adalah guru, pengelola UKS, dan pedagang jajanan di SDN 71 Kota Bengkulu sebanyak 17 peserta. Evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah intervensi berupa pelatihan, diskusi, dan praktik langsung. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 92,94 menjadi 97,94. Kata Kunci: Kantin Sehat, Gizi Seimbang, Keamanan Pangan, Guru, Sekolah Dasar.
Hubungan Lingkar Perut dan Pola Makan dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Usia Dewasa Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Tahun 2024 Melsa Putri Wulandari; Desri Suryani; Risda Yulianti
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i2.24166

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease with symptoms of hyperglycemia caused by abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. Central obesity is caused by excessive fat deposits in the abdomen. Excessive fat accumulation results in insulin resistance, which is one of the factors in increasing blood glucose levels in diabetes mellitus sufferers. Diet is very influential in controlling blood sugar levels in the body to avoid complications due to diabetes mellitus. The aim is to determine the relationship between abdominal circumference and eating patterns with blood sugar levels in adult diabetes mellitus sufferers. The design used in this research was analytical observational using a cross-sectional approach, the total number of respondents was 76 people, with purposive sampling technique. The data taken is central obesity data by measuring abdominal circumference directly using a Mettline measuring tape and eating patterns using the Percieved Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ) form. Statistical analysis uses the Chi-square test to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. The research results showed that 82.9% of respondents had central obesity and 52.6% of respondents had a diet that did not comply with dietary recommendations for diabetes mellitus sufferers. Based on statistical tests using chi square, it shows that there is a relationship between abdominal circumference and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers (p value = 0.019) and eating patterns and blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers (p value = 0.006). The conclusion of this research is that there is a relationship between abdominal circumference and diet and blood sugar levels in adult diabetes mellitus sufferers in the UPTD area of the Puskesmas Pasar Ikan, Bengkulu City in 2024.
Kualitas MP-ASI dan hubungan dengan status gizi pada anak penderita ISPA di Bengkulu Melita Sari; Demsa Simbolon; Ahmad Rizal; Desri Suryani; Jumiyati Jumiyati
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.1990

Abstract

Background: The 2022 Indonesian Nutrition Status Survey results show that the stunting rate reaches 21.6%, wasting 7.7%, and underweight 17.7%. Malnutrition problems in toddlers, especially those suffering from Acute Respiratory Infection (ARI), are often exacerbated by the provision of Complementary Feeding that does not meet nutritional standards. Therefore, greater attention to complementary feeding quality is essential to improving children's nutritional status and reducing the risk of ARI complications.Objective: To identify the relationship between the quality of complementary breastfeeding and nutritional conditions, such as underweight, wasting, and stunting, in children under two years of age suffering from ARI, as an urgent effort to address malnutrition problems and improve children's health in vulnerable communities.Methods: This study used a cross-sectional design with a target of toddlers aged 6-24 months who suffered from ARI, with a sample of 96 children. Data on complementary breastfeeding was collected through interviews using questionnaires, as well as weight measurements with digital scales and height with a lenghtboard. Statistical analysis using the Chi-square test.Results: Nutritional problems in two-year-old children with ISPA were found to be 44.8% underweight, 60.4% wasting, and 36.5% stunting. Complementary Feeding quality that did not meet the recommendations was significantly associated with the incidence of being underweight (p-value 0.035; OR 2.488), and wasting (p-value <0.0001; OR 6.657), but was not significantly associated with the incidence of stunting (p-value 0.95; OR 0.973).Conclusion: The quality of Complementary Feeding that does not meet nutritional standards in children with ARI is significantly related to the incidence of underweight and wasting.
PEMBERDAYAAN KADER DAN PAABUKI UNTUK MENINGKATKAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MP ASI PADA BADUTA Epti Yorita; Lela Hartini; Diah Ekanugraheni; Susilo Damarini; Elly Wahyuni; Desri Suryani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27973

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, sikap, perilaku ibu infeksi, riwayat ASI eksklusif, budaya, akses ke pelayanan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan partisipasi masyarakat melalui intervensi berbasis budaya seperti budaya Paabuki pada masyarakat di Pulau Enggano. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader dan Paabuki untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan kader dan ibu baduta tentang ASI Eksklusif Dan MP ASI. Mitra kegiatan adalah kader dan paabuki berjumlah 12 orang. Metode pelaksanaan berupa pelatihan kader, advokasi Paabuki serta edukasi tentang ASI dan MP ASI pada ibu baduta oleh kader yang dilatih. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara pada Desa Apoho dan Meok. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader dan ibu baduta tentang ASI dan MP ASI serta lembar observasi untuk melihat kemampuan kader dalam memberikan edukasi pada ibu baduta. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan skor rerata pengetahuan kader sebelum pelatihan dari 65 menjadi 85, rerata skor kemampuan kader dalam melakukan promosi ASI dan MP ASI 1,56. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu baduta tentang ASI dan MP ASI dari rerata skor sebelum promosi 47 meningkat menjadi 80. Disarankan kepada stake holder dan mitra kegiatan agar dapat melanjutkan promosi ASI dan MP ASI di Kecamatan Enggano dengan memberdayakan kader dan paabuki untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan serta mencegah stunting pada baduta.Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is still high influenced by knowledge, education, attitudes, behavior of infected mothers, history of exclusive breastfeeding, culture, access to health services. Therefore, community participation is needed through culture-based interventions such as Paabuki culture in the community on Enggano Island. This community service activity aims to empower cadres and Paabuki to improve the knowledge, abilities of cadres and clown mothers about Exclusive Breastfeeding and MP Breastfeeding. The activity partners are cadres and paabuki totaling 12 people. The implementation method is in the form of cadre training, Paabuki advocacy and education about breastfeeding and MP breastfeeding for clown mothers by trained cadres. The activity was carried out in the Enggano District, North Bengkulu Regency in Apoho and Meok Villages. The evaluation of activities used a questionnaire to measure the knowledge of cadres and clowns about breastfeeding and MP breastfeeding as well as observation sheets to see the ability of cadres to provide education to baduta mothers. The results of the activity were an increase in the average score of cadre knowledge before training from 65 to 85, the average score of cadres in promoting breast milk and MP ASI was 1.56. There was an increase in the knowledge of clown mothers about breastfeeding and MP breastfeeding from the average score before the promotion of 47 increased to 80. It is recommended to stakeholders and activity partners to be able to continue the promotion of breastfeeding and MP breastfeeding in Enggano District by empowering cadres and paabuki to increase growth and development and prevent stunting in baduta.
Hubungan Asupan Protein dan Zink dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita Ikat Tri Hawani; Desri Suryani; Okdi Natan; Meriwati Meriwati
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v9i2.21259

Abstract

tunting in Indonesia based on data from the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) states that it continues to decline every year from 2021 - 2023 (24.4% - 17.8%). This figure is still below the target of achieving a reduction of 3.8% per year. In 2023, in the city of Bengkulu, out of 20 community health centers, 14 other community health centers will have cases of stunting with the highest incidence being in the Sawah Width community health center. This research determines the relationship between protein and zinc and the incidence of stunting in children under five in the Sawah Lebar Community Health Center Working Area, Bengkulu City. The research design used a cross-sectional approach. The sample used for stunting toddlers in the Sawah Width Community Health Center working area was 96 people. The sampling technique uses Simple Random Sampling. The data analysis used in this research is univariate analysis which can be used to determine the distribution of intake for each variable studied, namely protein and zinc intake, analysis using the chi-square statistical test. The results of this study show that most of the characteristics of stunting incidents are female (59.4%), toddlers are categorized as stunted (30.2%), protein intake is in the excessive category (83.3%), zinc intake is in the sufficient category (44.2%). There is a relationship between zinc intake and the incidence of stunting in children under five in the Sawah Lebar Community Health Center Working Area, Bengkulu City. There is no relationship between protein intake and the incidence of stunting in children under five in the Sawah Lebar Community Health Center Working Area, Bengkulu City.
Overview of Dietary Patterns and Nutritional Status of Children Aged 24–59 Months at Tumbuan Health Center, Seluma Maysara Dwi Alfiana; Desri Suryani; Risda Yulianti
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v2i3.205

Abstract

Nutritional Nutritional status is an important indicator in determining the level of health and growth of children. A good diet plays a role in meeting nutritional needs and contributing to the quality of early childhood health. This study aims to determine the description of the diet and nutritional status of children aged 24–59 months in the working area of ​​the Tumbuan Health Center UPT, Seluma Regency. This study used a descriptive design with a cross-sectional approach. The number of samples was 52 mothers who had children aged 24–59 months who were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a food frequency questionnaire (FFQ) and nutritional status measurements using body weight and height, then analyzed univariately. The results showed that most children had a good diet, with fairly good consumption of animal and vegetable protein. As many as 90.4% of children had a weight according to age in the normal category, 84.6% had a height according to age in the normal category, and 82.7% had good nutritional status based on weight according to height. Conclusion: The majority of children aged 24–59 months have good eating patterns and normal nutritional status based on weight, height, and weight to height. It is recommended that parents increase their nutritional knowledge and routinely monitor their children's growth through the nearest health service.
Hubungan Faktor Internal dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja (Analisis SKAP Provinsi Bengkulu 2019) Simanjuntak, Betty Yosephin; Suryani, Desri; Mahyudin, Meriwati; Supardi, Agus; Riastuti, Frensi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.65849

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual berisiko pada remaja semakin mengkhawatirkan, biasanya diawali dengan meraba, berpegang tangan hingga berciuman. Ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya perilaku seksual ini baik internal maupun eksternal.Tujuan: Menganalisis faktor internal yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko remaja di Provinsi Bengkulu.Metode: Penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional pada 301 keluarga yang memiliki remaja berusia 10—24 tahun di wilayah Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan secara deskriptif (univariat) dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil: Perilaku seksual berisiko pada remaja diawali dengan adanya perilaku berpegangan tangan (83,4%), berpelukan (34,2%), ciuman bibir (15,6%), dan meraba/merangsang (3,3%), sebagian besar berusia 15—19 tahun dengan tingkat pendidikan SLTA, serta mayoritas tinggal di pedesaan. Faktor risiko umur berpengaruh terhadap perilaku berpegangan tangan (p=0,018), berpelukan (p<0,001) dan ciuman bibir (p<0,001). Jenis kelamin berpengaruh terhadap perilaku berpelukan (p<0,001), ciuman bibir (p=0,010) dan meraba atau merangsang (p=0,008). Pendidikan berpengaruh terhadap perilaku berpegangan tangan (p<0,001) dan ciuman bibir (p=0,010), sedangkan faktor risiko tempat tinggal diketahui berpengaruh terhadap perilaku ciuman bibir (p=0,030).Kesimpulan: Umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan serta tempat tinggal menjadi faktor risiko terjadinya perilaku seksual remaja khususnya berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, dan meraba/merangsang. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media informasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan faktor risiko perilaku seksual kepada remaja.
Co-Authors Adelia Ajelika Adelia Aperiliana Bella Afifah Putri Azzahra Afriyana Siregar Agus Supardi Agus Supardi AGUSTINA, SINTA ahmad rizal Ahmad Rizal Ahmad, Che An Ali Khomsan Anang Wahyudi Anang Wahyudi Anang Wahyudi Anggryani Margaretha Angraini, Wulan Aprita Dwi Putri Elliza Arie Nugroho Ashifa Mutia Azelvi Juvita Sari Baruara, Guntur Betri Anita Betri Anita Anita Betty Yosephin Simanjuntak Bintang Agustina Pratiwi Che An Ahmad Cicilia Fransiska Darmawati Santoso darwis darwis, darwis Dayanti, Lestari Rahmah Della Purnamasari Demsa Simbolon Deswita Maharani Br Mataniari Dinda Puspita Gita dita kodrati alaina Dwi Permata Sari Eliana Eliana Elly Wahyuni Elsha Cristin Sipahutar Emy Yuliantini Erva Aulia Janna Eva Anggi Puspita EVI FITRIANI Evi Fitriani Febriyanto, Tedy Fitria Ogina Frensi Riastuti Halimatussa Diah Halimatussa'diah, Halimatussa'diah Hasanah, Ummi Heldi Saputra Hendarin Hendarin Henni Febriawati, Henni Hesti Aisyah Putri Husin, Hasan Ikat Tri Hawani Inge Dinda Intan Purnama Sari Izzatul Ilmi Juita Sari Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Jumiyati Karunia, Mekti Ketut Murni Krisnasary, Arie kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Kusdalinah Lela Hartini Lesmi, Anisa Lestari, Serly Lestari, Sinta Wahyu Lista Maharani Maharani, Maharani Mahyudin, Meriwati Maigoda, Tonny Maigoda, Tonny Cortis Mariati Mariati Mawar Maysara Dwi Alfiana Melinda Putri, Sinthya Melita Sari Melsa Putri Wulandari Meriwati Mahyudin Meriwati Meriwati Meriwati Meriwati Meta Irwanda Miratul Haya Miratul Haya Mita Apriani Muhammad Aziz Sidiq Muhammad Revil Syaputra Nadilla Putri Sp Natan, Okdi Nevike Amanda P Novalinda Kasih Novita Juita Sari Nugraheni, Diah Eka Nur Elly Okdi Natan Okfriani, Yenni Peny Dwi Oktavia Putra, Boy Zedra Ananda Pratama Qotima, Shania Rama Beka Sariy Repa Ghina Sonia Riastuti, Frensi Rinsesti Junita Risda Yulianti Riska Hafiani Riski Amalia RS, Sunita Shafiyyah Ummu K Silviana Gunarsih Sinta Wahyu Lestari Sunita R S Susilo Damarini Tadzkia Maghfira Tamala, Ramtina Tetes Wahyu Tetes Wahyu W Tetes Wahyu W Tetes Wahyu Witradharma Tonny C Maigoda Tonny Cortis Maigoda Wahnil Dia Handayani Wahyu Elia Ramadani Wulan Angraini wulandari, Gite Putri Yandrizal Yandrizal Yanuarti, Riska Yenni Okfrianti Yorita, Epti Yulia Afriza Yunita Yunita , Yunita Yunita Yunita Yunita Yunita Yusran Fauzi Zahra, Intan Sefti Zelika Nabila Putri