Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Tradisi Tabuik dalam Pelestarian Sejarah dan Identitas Budaya Masyarakat Pariaman Septrian Ramadhani; Sabrina Asyifa U Nabila; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Rani Kartika
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi tabuik di Pariaman dan pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat Tradisi Tabuik di Pariaman Sumatra Barat. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena memiliki peran penting dalam pelestarian sejarah dan identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati pelestraian sejarah dan identitas budaya masyarakat Tradisi di Pariaman. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah informan penelitian ini 5 informan, dengan krateria informan ketua Tabuik dan para pemuda-pemuda masyarakat Pariaman. Studi dokumentasi dilakukan dengan memotret fenomena yang berkaitan dengan memotret fenomena yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upacara tabuik ini memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat. Ini dapat dilihat baik dari segi budaya, ekonomi, pendidikan maupun sejarah. Kontribusi ini dapat terlihat dalam upaya tradisi tabuik dapat menciptakan, memperluas dan memperdalam dampak tradisi Tabuik terhadap masyarakat. Temuan ini menunjukan bahwa kontribusi para pemuda sangat penting pada masyarakat Pariaman, keterlibatan mereka tidak hanya sebagai pelaku proses tetapi juga mencakup peran aktif dalam mempertahankan kebudayaan sendiri.
Pendekatan Edukatif dan Sosial dalam Mencegah Tawuran di Kalangan Remaja Kota Padang Salsabila Luthfiyana; Rahma Juita; Salsabila Ramadani Sitompul; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan edukatif di sekolah dan pendekatan sosial yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam mengendalikam kasus tawuran di Kota Padang. Penelitian ini penting dilakukan karena tawuran di kalangan remaja semakin meningkat dan menggangu ketertiban umum serta membahayakan masa depan generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 informan, dengan kriteria informan adalah Guru BK, Kepolisian, dan pelajar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi literature. Observasi dilakukan untuk mengamati proses pendekatan edukatif yang dilakukan oleh pihak sekolah dan mengamati pendekatan sosial yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangani kasus tawuran di kota padang. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dengan jelas mengenai pencegahan yang dilakukan oleh sekolah dan pihak kepolisian dalam menangani kasus tawuran di Kota Padang melalaui pendekatan edukatif dan pendekatan sosial. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan tawuran dikalangan remaja dapat dilakukan diantaranya pertama, pendekatan edukatif dilakukan untuk memberikan pemahaman, membentuk sikap, dan membina perilaku remaja melalui kegiatan pendidikan baik formal maupun informal. Kedua, pendekatan sosial melibatkan upaya membangun hubungan, komunikasi, dan kolaborasi antara berbagai pihak di lingkungan sekitar remaja termasuk keluarga, masyarakat, sekolah, dan kepolisian.
Kearifan Lokal dalam Membangun Ketahanan Sosial Masyarakat Melalui Festival Rang Solok Baralek Gadang di Kota Solok Nabila Zavrilia; Nafisa Reva Arianto; Exelly Ananda Rinzzy; Lirra Dwinaya Rachma; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal masyarakat Kota Solok diwujudkan melalui Festival Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) dalam memperkuat ketahanan sosial. Festival ini tidak hanya berperan sebagai ajang pelestarian budaya, namun juga sebagai sarana untuk ketahanan pangan dan keindahan alam yang dikombinasikan sekaligus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dilakukan terhadap tiga informan dari Dinas Pariwisata Kota Solok, serta generasi muda yang terlibat langsung dalam pelaksanaan festival. Observasi yang difokuskan melalui observasi partisipatif, yaitu dengan keterlibatan langsung peneliti dalam kegiatan festival untuk mengamati interaksi sosial, pelaksanaan acara, serta peran aktif masyarakat. Studi dokumentasi dilakukan dengan menelaah arsip, laporan kegiatan, media publikasi, dan materi promosi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kota Solok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Festival Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) merupakan upaya pelestarian budaya masyarakat Kota Solok yang memperkuat sistem gotong royong sebagai pilar ketahanan sosial, mempertahankan praktik adat istiadat yang hidup, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.
Persepsi Masyarakat Minangkabau terhadap Perayaan Cap Go Meh sebagai Akulturasi Budaya di Kota Padang Elsa Putri Hardyanti; Elvira Gustia; Khairah Fadlah Nasifa; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat Minang terhadap perayaan Cap Go Meh sebagai akulturasi budaya di Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena di Kota Padang, perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat Minang, menciptakan akulturasi budaya yang unik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika perayaan Cap Go Meh. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Jumlah infoman penelitian ini berjumlah 8 orang dengan kriteria informan penelitian meliputi pengurus divisi budaya Klenteng See Hien kiong, nelayan, dan masyarakat setempat. Studi dokumentasi dilakukan untuk memotret fenomena yang berkaitan dengan perayaan Cap Go Meh sebagai salah satu bentuk akulturasi budaya di Kota Padang. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan meunjukkan bahwa konsep Cap Go Meh dalam Akulturasi di Kota Padang; Partisipasi dan Peran Masyarakat Minang dalam perayaan Cap Go Meh; Persepsi dan Aspirasi Masyarakat Terhadap Unsur-Unsur Budaya yang Saling Berbaur; Manfaat dan Promosi Budaya yang Dirasakan Warga Kampung Pondok.
Tradisi Pacu Jalur Terhadap Perekonomian dan Pariwisata di Kabupaten Kuantan Singingi Daffaa Febryan; Muhammad Yahya; Farhan Alhi Linadri; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Desy Mardhiah
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tradisi Pacu Jalur terhadap perkembangan perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Kuantan Singingi. Tradisi Pacu Jalur tidak hanya merupakan warisan budaya yang dilestarikan secara turun-temurun, tetapi juga telah berkembang menjadi event pariwisata tahunan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Pada tahun 2023, festival ini berhasil menarik lebih dari 1,7 juta pengunjung dengan perputaran ekonomi mencapai Rp90 miliar. Kegiatan ini turut mendorong peningkatan pendapatan pelaku UMKM, okupansi hotel, serta menciptakan lapangan kerja sementara bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling, dengan informan terdiri dari masyarakat dan atlet yang terlibat langsung dalam kegiatan Pacu Jalur. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pacu Jalur memiliki tiga peran utama: a) tradisi Pacu Jalur berperan penting sebagai warisan budaya daerah; b) tradisi ini berkontribusi signifikan terhadap pengembangan pariwisata; dan c) memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.  
Makna Tradisi Uang Japuik di Padang Pariaman Intan Wulan Dari; Larasta Agustina; Priskila Natasia Br. Saragih; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, fungsi sosial, dan dinamika adaptasi tradisi uang jemput (uang japuik) dalam pernikahan adat masyarakat Pariaman, Sumatera Barat. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena tradisi uang jemput memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial dan kekerabatan di tengah perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati prosesi pernikahan adat dan interaksi sosial yang terjadi selama pelaksanaan tradisi uang jemput. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah informan penelitian sebanyak tujuh orang. Kriteria informan penelitian meliputi tokoh adat, keluarga yang pernah melaksanakan pernikahan adat, serta anggota masyarakat yang memahami tradisi uang jemput. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang jemput bukan sekadar ritual ekonomi, melainkan juga simbol penghormatan, komitmen sosial, dan penguatan solidaritas antar-kaum. Nilai uang jemput sangat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi dan keluarga, serta mengalami adaptasi sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman baru tentang tradisi uang jemput di tengah perubahan sosial, serta membedakan secara tegas antara uang jemput dan uang hilang.
Culture Shock pada Mahasiswa Aceh Perantau Padang Atiqah Mufidah; Nur Aisyah; Alycia Safana Milanda; Bunga Dinda Permata; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Hanafi Saputra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock yang dialami oleh mahasiswa Aceh perantau di Kota Padang Sumatera Barat. Penelitian ini menarik untuk di kaji karena fenomena culture shock merupakan tantangan nyata yang dihadapi mahasiswa perantau dalam proses penyesuaian diri di lingkungan baru yang berbeda secara sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah informan 7 orang. Adapun kriteria informan berupa mahasiswa Aceh perantau Sumatera Barat. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung terhadap apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock pada mahasiswa perantau Aceh di padang Sumatera Barat. Wawancara digunakan untuk menggali informasi mengenai alasan terjadinya culture shock dan faktor penyebabnya. Dokumentasi juga dilakukan dengan mengumpulkan dokumen terkait seperti foto, video, laporan kegiatan, dan data lain yang mendukung. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat hal utama penyebab terjadinya culture shock diantaranya pertama, perbedaan bahasa. Kedua, cara berpakaian bagi perempuan. Ketiga, perbedaan makanan. Keempat, tradisi dan adat istiadat.
Tantangan Pengangguran di Kalangan Pemuda Kabupaten Padang Pariaman Restian Oktavia; Farisa; Lidya Lastuti; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya peningkatan  angka pengangguran di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini perlu dilakukan karena pengangguran di kalangan pemuda menjadi salah satu masalah yang setiap tahun mengalami peningkatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan informan melalui Purposive Sampling dengan jumlah informan enam orang dengan kriteria empat orang pemuda dan dua orang tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang dimana peneliti mengamati kegiatan sehari-hari pemuda dan wawancara mendalam dengan empat pemuda pengangguran di Desa Bari, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung. Berdasarkan Hasil penelitian mengenai tingkat pengangguran di Kabupaten Padang Pariaman, dapat dijelaskan dua faktor utama yang mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran pada pemuda di Kabupaten Padang Pariaman: kecanduan game online dan  kurangnya kesempatan kerja.
Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang di Muaro Labuh Solok Selatan Adellia Mutiara Putri; Aulia Nabila Sarweni; Tasya Afridani; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang di Muaro Labuh, Solok Selatan. Yang merupakan salah satu kekayaan budaya Minangkabau mempunyai nilai sejarah, sosial, dan juga filosofis yang sangat mendalam. Tradisi ini tidak hanya menampilkan Rumah Gadang sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan adat yang mencerminkan sistem sosial matrilineal dan kekerabatan suku Minangkabau. Dengan menggunakan Metode pendeketan Kualitatif Deskriptif Interpretatif. Penelitian ini menggali makna simbolik dan fungsi sosial budaya Rumah Gadang dalam kehidupan masyarakat Setempat. Data di kumpulkan melalui Observasi Partisipatif, Wawancara mendalam, dan studi Dokumentasi di kawasan Seribu Rumah Gadang, Jorong Koto Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Seribu Rumah Gadang memiliki peran sentral dalam menjaga identitas budaya dan sistem sosial Minangkabau, sekaligus juga menjadi media pelestarian budaya melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Meskipun harus menghadapi tantangan modernisasi, upaya konservasi dan edukasi menjadi kunci keberlanjutan tradisi ini agar tetap relevan dan dapat di wariskan kepada generasi selanjutnya atau mendatang. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana Makna Tradisi Seribu Rumah Gadang menjadi fondasi kuat dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat ikatan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
Ngamen di Bawah Senja: Dinamika Sosial dan Ekonomi Anak Jalanan di Taplau Padang Mitzy Metaria Situmorang; Monatio siregar Mona; Niken ayu Pratiwi; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis  dinamika sosial dan ekonomi anak jalanan yang mengamen di kawasan Taplau, Kota Padang. Fenomena anak-anak pengamen ini merupakan refleksi dari permasalahan sosial yang kompleks, terutama terkait kemiskinan keluarga, kondisi keluarga yang tidak harmonis, dan pengaruh lingkungan sosial serta budaya setempat. Aktivitas mengamen menjadi strategi utama bertahan hidup bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan minimnya akses pendidikan formal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara. Observasi dilakukan untuk mengamati dinamika sosial dan ekonomi anak jalanan di Taplau Padang. Teknik pemilihan informan peneliti menggunakan Purposive sampling. Jumlah informan 4 orang dengan kriteria informan informan peneliti meliputi 2 orang warga setempat, pedagang dan pengujung. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman, meliputi yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mengamen di Taplau Padang sebagai srategi bertahan hidup dari tekanan ekonomi keluarga, disharmoni rumah tangga, dan pengaruh lingkungan sosial. Aktivitas ini membentuk jaringan sosial di anatar anak-anak jalanan serta menciptaka  interaksi yang beragam dengan masyarakat dan wisatawan bervariasi dari empati hingga kekhawatiran. Upaya pemerintaah masih bersifat penertiban sementara dan belum menyerah akar permasalahan, sehingga anak-anak pengamen kerap kembali ke jalanan.
Co-Authors , Siti Nurhaliza Adellia Mutiara Putri Adinda Larashati Azzahra Adiyalmon Adiyalmon Adri Febrianto Adzmy Altha Azkiya Adzmy Altha Azkiya Afriva Khaidir Aget Sapriadi Aget Sepriadi Agus Ramanda Ahmad Yusuf Ahmad Zia Fadelzi Aisyah Zahra Ajeya Tymalfin Radasa Aldya Andhika Adlan Alifia Izmi Azzahra Alifia Izmi Azzahra Aliya Rhamadani Aliya Syaputry Alpin Muhardika Alya Farhani Alycia Safana Milanda Ameydea Nisratil Wahyuni Ananta, Chelly Andrianus Andrianus Andrianus Andrianus, Andrianus Angga Dayu Satria Anggara Surya Pratama Anggita Mutia Sari Ani Agustina Ani Gustina Annisa Febriana Yasmin Annisa Khomsi Rahmawati Annisya Sukma Dewi Ardiani Fadila Arieska Dwi Asmil Arone, Chikita Artha Yudilla Asifa Zahwa Atiqah Mufidah Aulia Agustina W Aulia Agustina Wardianti Aulia Mailiana Aulia Nabila Sarweni Aulia Uzzaki Avisenna Jemika Aziza Zakiah Azmi Fitrsia Baehaqi Bima Hesadiwana Bunga Dinda Permata Bunga Dinda Permata Bunga Dinda Pertama Callista Salma Nathania Carina Rianto Catur Widiatmoko Catur Widiatmoko Daffa Febrian Daffaa Febryan Darwas, Rahmadini Dendy Marta Putra Deo Antoni Pratama Deptiana Sari, Manya Dewi Sartika Nainggolan Dewi, Susi Fitria Diah Handayani Lubis Dian Aulia Purnama Dicky Aulia Perdana Diella Nanda Paramitha Difa Afriani Salsabila Dila Aulia Dimas Alji Prasetyo Dinda Mellnia E Dira April Indria Dwi Kurnia Putri Dwi Sulistia Wati Dwiyuliana Putri Dyanatul Arsyi Eka Asih Febriani Elank Jatadris Elbunia Untari Elsa Putri Hardyanti Elsa Rahayu Elvaririn Elvaririn Elvina Rusma Nengsih Elvira Gustia Ema Oktavia Ramadhani Enjhel Tyara Erda Fitriani Erda Fitriani Eri Sakinah Piliang Erianjoni Erianjoni Erianjoni Eva Dwi Iswari Exelly Ananda Rinzzy Eza Permata Sari Fadilah , Muhyiatul Fadilla Saputri Fadilla Saputri FAJRINA, SUCI Fanny Pratiwi, Fanny Fara Aisyah Zalma Farhan Alhi Linadri Farhan Alhu Linadri Farisa Farisa Aulia Fathia Elkhaira Fatimah Azzahra Fatmariza Fatmariza Fatmariza Fauzanah Fauzan El Muhammady Fauzi Ariansyah Fauziah Nadila Nelson Putri Febi Dwi Lianda Feby Tria Octari Fira Fadila Fitri Arsih Fitri Yanti Fitri Yulianti Fitria Afifah Fitrisia Munir Fitrisia, Azmi Ghina Asyifa Rahmadani Ghina Salsabila Gustila Hasanah Habibi Bil Ma'ruf Hafid Pradana Halimahtusyadiah Liszar Awalni Awalni Hamila Yatursi Hana Thalia Puspita Hanafi Saputra Hanafi Saputra, Hanafi Hanifa Yulia Putri Hanna Alifia Handi Harahap, Elina Wasila Harsellya Humayrrah Havizah Permata. S Hawa Fadillah Islami Husnatul Ayni Ika Sandra Ike Sylvia Ikhwan Ikhwan Ikhwan Indah Syafitri Indrawadi, Junaidi Indriasari, Ratna Intan Afri Yunita Intan Amanda Wulandari Intan Wulan Dari Irvan Rasyid Irwan Saputra Isnarmi Moeis Jannatul Arifa Jessica Devani Jihan Afifah Kartika, Rani Khair, Otti Ilham Khaira Nisa Khairah Fadlah Nasifa Khairul Fahmi Khairul Fahmi Khairul Fahmi Khoirin Yelnisa Kiki Amalia Citra Laras Andira Larasta Agustina Leona Saskia Letta Maharani Lia Amelia Lia Amelia Lia Amelia Lidya Lastuti Lirra Dwinaya Rachma Lovia Phica Yola Emilza M. Arkhan Rodhiah Maitri Pinta Mardhiah, Desy Maria Montesossori Marlina, Yayuk Marsya Fitri Sazali Marwatil Husna Mela Yuliana Melia Susanti Susanti Metra Alvionita Mila Gusnita Mira Hasti Hasmira Mitzy Metaria Situmorang Monatio siregar Mona Monica Putri Muhammad Aidil Muhammad Alfian Muhammad Arif Muhammad David Hendra Muhammad Falih Al Hakim Muhammad Gauvi Al Mustakim Muhammad Hidayat Muhammad Rafif Aradhi Muhammad Raihan Iwata Muhammad Reza Kurnia Muhammad Rif'an Muhammad Rifat Armensyah Muhammad Rivaldo Agriza Muhammad Rizki Alvarizi Muhammad Satria Zaky Muhammad Yahya Muhyiatul Fadilah Muhyiatul Fadilah Muliati Sukma Munir, Fitrisia Mutia Puspita Sari Mutiara Mutiara Mutiara Qolbuna Nabila Zavrilia Nada Nabilah Nada Nafisyah Salsabila Nadinda Jeehan Frischa Nadya Komala Firsty Nadyan Achmad Nafisa Reva Arianto Nahdah Kamilia Nailatul Husna Najwa Izzatul Waafirah Najwa Rosyidah Nara Ramadani Natasya Epriline Alvin Natasya Permata Guselsa Naysila Berliandri Putri Nazifa Neysha Gumanti Nazwa Luthfia Maisa Nazwa Wahyuni Neza Rahma Dianti Niken ayu Pratiwi Nindya Shafwa Ningsih, Tri Zahra Niswani Rahmi Nora Susilawati Nora, Desri Novran Juliandri Bhakti Nur Aini Nur Aisyah Nurhaliza Maharani Nurlizawati Nurlizawati, Nurlizawati Nurul Muthia Afifah Nuwirman Nuwirman Ofianto, Ofianto Oktarina, Sherly OTTI ILHAM KHAIR Permata, Bunga Dinda Priskila Natasia Br. Saragih Pujawulan Dari Puti Syahira Putra Fahrishal Pratama Putra, Dendy Marta Putri Cindy Clarissa Putri Cindy Clarissa Clarissa Putri Fatima Natasha Putri Rahma Dani Qavka Navisa Rahimullaily Rahimullaily Rahma Juita Rahman, Sabar Aulia Rahmat Maulana Kurniawan Rahmat Maulana Kurniawan Rahmi, Ulfia Raihani Sava Alzena Ramadani Fitriyah Harahap Rani Kartika Rara Amanda Rara Indah Mutiara Rasya Dwi Raditia Rasyadah Karimah Ratih Haifa Putri Ratna Indriasari Ratna Juwita Ratu Fitri Aisyah Raudhah Binti Rustam Refni Junita Sari Refny Yanti Rena Asmiranda Renaldi Aprinel Putra Reno Fernandes Reri Damai Gea Restian Oktavia Reza Mai Saputri Saputri Rezki Amelia Rezki Amelia Safitri Rezki Rinaldi Rhavy Ferdyan Rianto Rofendra Nababan Rice Yunica Azkia Ridha Alma Rina Minita Gusliana Rina Rasyada Rasyada Ririn Desti Putri Riva Nasrila Rizki Hardi Nata Rizky Azzrany Roby Syafwar Roni Ramadani Rosalina Mustika Sari Rosidah Rosidah Rosmadi Bin Fauzi Sabar Aulia Rahman Sabrina Asifa U Nabila Sabrina Asyifa U Nabila Sakina Rihadatul ‘Aisa Syasfa Salina Salina Salma Azzahra Nabila Salma Hayati Salsa Martavena Salsabila Luthfiyana Salsabila Muhadi Salsabila Ramadani Sitompul Salsabila Ramadhani Sitompul Salsabila, Ghina Salsabilla Ummara Sandro J.O Tampubolon Saputri, Fadilla Sausan Meilany Putri Selfira Cania Selvia Putri Darni Septrian Ramadhani Shifa Hulqha Andari Shilva Putri Mahendra Shinta Rahmadhani Silfia Rahmi Siti Faizah Atika Maisyah Siti Jasmine Syifa Al-Mira Siti Nurusyifa Yasmin Rinandi Siti Roziana Sonia Sonia Stefani Karina Syafitri Suci Fajrina Sufia Amini Sukma Puspita Sawitri Syadza Hanifa Putri Syahputri, Rima Syahrurozi Maulana Putra Syaiful Wahid Syaluna Nabila Prisyairin Syarah Maulina Putri Syifah Ayu Lia Sabrina Syiva Rezki Tasya Afridani Tasya Martasari Tazkiyah Yuanda Tiara Putri Anggraini Tiara Sabrina Wulandari Tiara Syabrina Wulandari Tommy Adam Tri Sandy Mareta Ufhira Nizea Vioni Siti Nurhadijah Wahyuni, Sri Welasari Welasari Welasari, Welasari Wirdanengsih Wirdanengsih Wirdanengsih Wita, Gusmira Yola Handayani Yolanda, May Nessa Yosi Azari Yuanda, Tazkiyah Yudrison Yulia Rahmadona Zahara Rijani Zahra Najla Zaki Ibnu Rasyid Zaki Mubarok Arrafly Zakiyati Zahra Zhaskiah Amelia Zikri Alfarozi Zil Khairani Zola Fernando Zoya Anandhita Ifwan Zuama Furgani Zusmelia Zusmelia