Claim Missing Document
Check
Articles

MUTU DAGING SAPI BALI YANG DIMARINASI DALAM JUS BUAH PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA Sitti Isyqzamiyah; Rahim Aka; Andi Murlina Tasse
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 2 (2017): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.57 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v4i2.3227

Abstract

Penelitian bertujuan Untuk mengetahui mutu daging sapi yang dimarinasi dalam jus buah pinang (Areca catechu L.) dengan konsentrasi yang berbeda. Variable yang diamati adalah warna, aroma, tekstur, susut masak dan mutu kimia. Penelitian telah dilaksanakan di UPT. Laboratorium Terpadu Universitas Halu Oleo Kendari pada bulan Januari 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 5 perlakuan yaitu daging yang dimarinasi dalam jus buah pinang 55 % (P1), daging yang dimarinasi dalam jus buah pinang 60 % (P2), daging yang dimarinasi dalam jus buah pinang 65 % (P3), dan daging yang dimarinasi dalam jus buah pinang 70 % (P4). dan 3 ulangan. Variable meliputi uji organoleptik (warna, aroma dan tekstur), uji kualitas fisik (susut masak), dan uji kualitas kimia (kadar air dan kadar protein). Hasil penelitian diperoleh 1. Uji organoleptik pada daging sapi yang dimarinasi dalam jus buah pinang dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan warna yang berbeda sangat nyata (P<0,01) yaitu menghasilkan warna daging merah (2,08–2,35), aroma menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) yaitu menghasilkan aroma khas daging dan sedikit aroma pinang (1,85–1,98) serta tekstur menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) yaitu tekstur daging yang sedang (2,05–2,35). 2. Susut masak daging sapi yang dimarinasi dalam jus buah pinang dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). 3. Kadar Air dan kadar protain daging sapi yang di marinasi dalam jus buah pinang dengan konsentrasi yang berbeda menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). Kata kunci : Jus buah pinang, Daging sapi bali, Organoleptik, Mutu Fisik, Mutu Kimia 
EFEK PEMBERIAN MINYAK KELAPA SAWIT TERPROTEKSI DALAM RANSUM TERHADAP KADAR GLUKOSA DALAM DARAH AYAM KAMPUNG SUPER Vidya Batara; Andi Murlina Tasse; Astriana Napirah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 1 (2017): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.831 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v4i1.2723

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah ayam kampung super yang diberi ransum tersuplementasi minyak kelapa sawit terproteksi. Sebanyak 64 ekor ayam kampung super dibagi dalam 16 petak kandang berdasarkan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan P0= (60% jagung + RK-24AA+), P1= (P0+ 3% minyak kelapa sawit terproteksi), P2 = (P0+ 6% minyak kelapa sawit), P3= (P0+ 9% minyak kelapa sawit terproteksi).  Ternak percobaan dikelompokkan berdasarkan bobot badan awal yaitu K1= 100 -110 g, K2 = 111-120 g, K3= 121 - 130 g, dan K4= 131 - 140 g. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan analisis ragam. Jika perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji wilayah berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak kelapa sawit terproteksi dalam ransum tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar glukosa dalam darah ayam kampung super umur 5 minggu.  Rataan kadar glukosa darah yaitu 317,3±24,6 mg/dl untuk P0, 302,0±28.5 mg/dl untuk P1, 309,0±33,1 mg/dl untuk P2, dan 292,8±25,6 mg/dl untuk P3. Dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak kelapa sawit terproteksi dengan taraf 3,6, dan 9% dalam ransum tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar glukosa dalam darah ayam kampung super pada fase pertumbuhan tetapi mampu menghasilkan kadar glukosa dalam kisaran normal.  Kata kunci : Minyak Kelapa Sawit Terproteksi, Kadar Glukosa, Ayam    Kampung   Super.
KERCERNAAN IN VITRO BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PROTEIN RANSUM BERBASIS PAKAN FERMENTASI Aang Baitul Mizan; Andi Murlina Tasse; Deki Zulkarnain
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 2 (2015): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.212 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v2i2.3816

Abstract

This study has conducted four weeks in Laboratory of Animal Nutrition Department of Animal Science, Faculty of Animal Science, Haluoleo University, Kendari. The treatments R0 = rations based feed’s non fermented, R1 = rations based 40% rice bran fermented (RBF), R2 = rations based 45% RBF, R3 = rations based 50% RBF, R4 = rations based 55% RBF, R5 = rations based 60% RBF. The experimental design used a randomized block design (RBD) with 5 treatments and 4 groups. The results showed that dry matter digestibility (DMD) of R1, R2, R5 higher than R0 (94,17%, 90,98%, 91,04% vs 88.60%). In contrast, DMD of R3 and R4 lower than R0 (80,90% and 80,89% vs 88,60%). Organic matter digestibility (OMD) of R0 lower than R1, R2, R3, R4 and R5 ( 62,58% vs 90,32%, 90,55%, 90,78%, 91,15% and 90,41%). In contrast, OMD of R4 higher than R1, R2, R3, R5 and R0 (91,41% vs 90,32%, 90,55%, 90,78%, 90,41% and 62,58%). Ammonia (NH3) concentrations of R1, R2, R3, R4 and R5 higher than R0 (8,20 mM, 5,40 mM, 8,67 mM, 7,22 mM and 7,42 mM vs 3,20 mM). The conclusion of this study was FBR based 40%, 45%, 50%, 55% and 60% RBF feasible to ruminant’s feed.Keywords : Feed’s Fermented, Digestibility, Dry Matter, Organic Matter, Ammonia.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan penggunaan ransum berbasis pakan fermentasi untuk ternak ruminansia berdasarkan kecernaan bahan kering dan bahan orgaik serta protein secara In Vitro. Penelitian ini dilaksanakan selama empat minggu di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo, Kendari. Perlakuan yang dicobakan adalah R0= ransum berbasis pakan non fermentasi (kontrol), R1= ransum berbasis dedak padi fermentasi 40%, R2= ransum berbasis dedak padi fermentasi 45%, R3= ransum berbasis dedak padi fermentasi 50%, R4= ransum berbasis dedak padi fermentasi 55%, R5= ransum berbasis dedak padi fermentasi 60%. Rancangan percobaan yang digunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Hasil analisis ragam menunjukkan kecernaan bahan kering ransum berbasi dedak padi fermentasi 40%, 45%, dan 60% lebih tinggi dibanding dengan ransum berbasis pakan non fermentasi (94,17%; 90,98% dan 91,04% dibanding dengan 88,60%). Sebaliknya, ransum berbasis dedak padi fermentasi 50% dan 55% lebih rendah dibanding dengan ransum berbasis pakan non fermentasi (80,90% dan 80,89% dibanding dengan 88,60%). Kecernaan bahan organik ransum berbasis pakan non fermentasi lebih rendah dibanding dengan ransum berbasis dedak padi fermentasi 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% (62,58 % dibanding dengan 90,32 %, 90,55 %, 90,78 %, 91,15 % dan 90,41 % ). Sebaliknya kecernaan bahan organik ransum berbasis dedak padi fermentasi 55% lebih tinggi dibanding dengan ransum berbasis dedak padi fermentasi 40%, 45%, 50%, 60% dan kontrol (91,41% dibanding dengan 90,32%, 90,55%, 90,78%, 90,41% dan 62,58%). Konsentrasi amonia ransum berbasis dedak padi fermentasi 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% lebih tinggi dibanding dengan ransum berbasis pakan non fermentasi (8,20 mM, 5,40 mM, 8,67 mM, 7,22 mM dan 7,42 mM dibanding dengan 3,20 mM). Kesimpulan bahwa ransum berbasis dedak padi fermentasi 40% hingga 60% layak digunakan untuk pakan ternak ruminansia.Kata kunci: Pakan Fermentasi, Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik, Amonia.
Konsentrasi Asam Lemak Tidak Teresterifikasi (Nonesterified Fatty Acid, NEFA), Albumin, Kalsium dan Fosfor Dalam Plasma Sebagai Indikator Status Nutrisi Sapi Perah Laktasi Andi Murlina Tasse; Fuji Astuty Auza
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 1, No 1 (2014): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.333 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v1i1.363

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi sapi perah laktasi didasarkan pada konsentrasi NEFA (nonesterified Asam Lemak), albumin, kalsium, dan fosfor dalam plasma. Tiga puluh dua sapi perah kepala di periode menyusui kedua digunakan untuk up mengambil plasma darah. Uji t dan regresi sama digunakan untuk berbagai penentu dari konsentrasi. Hasil pengamatan yang berarti dan berbagai konsentrasi NEFA 0.17 mEq.L-1 dan 0,11-0,22 mEq.L-1, albumin 2.69 g% dan 2,51-2,87 g%. Kemudian, mean dan berbagai konsentrasi kalsium plasma 9.39 mg% dan 8,90-9,88 mg%, 8.60 dan 8,10-9,10 mg% dari konsentrasi fosfor plasma. Regresi sama berat plasma NEFA (Y) tubuh (X1), produksi susu (X2) adalah Y = 0,163 X1 + 0,215 X2 (R2 = 11,2%, P> 0,05). Regresi sama plasma albumin (Y), berat badan (X1), produksi susu (X2) adalah Y = 0,197 X1 + 0,006 X2 (R2 = 12,3%, P> 0,05). Regresi sama plasma kalsium (Y), berat badan (X1), produksi susu (X2) adalah Y = -0,099 X1 + 0,389 X2 (R2 = 11,9%, P> 0,05), plasma fosfor (Y), berat badan (X1 ), produksi susu (X2) adalah Y = 0.72 X1 + 0,394 X2 (R2 = 19,2%, P> 0,05). Oleh karena itu, cadangan energi (konsentrasi NEFA), kalsium dan fosfor dalam plasma yang paling persyaratan untuk peningkatan produksi susu. Kata kunci: NEFA, status gizi, laktasi, sapi perah, produksi susu
Asam lemak trans (trans-C18:1) dalam susu kambing Andi Murlina Tasse; Rahim Aka
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 24, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trans fatty acid such as trans-octadecenoic acid (trans C18:1) in goat milk could be detected using silver-ion thin layer chromatography. Measurement of trans fatty acid content of goat milk derived from 8 Peranakan Etawah (PE) goats. The goats were divided into 2 groups in which group 1 was fed by elephant grass while group 2 was fed by native grass. The study showed that the proportion of trans fatty acid toward total fatty acid in group 1 and group 2 were 1.04% and 2.04% respectively. It was concluded that native grass could increase the proportion of trans fatty acid. Vaccenic acid trans-11 (C18:1) was the main content of trans fatty acid isomer in goat milk.   Key words : Trans fatty acid, Goat milk, PE
Pengembangan Ternak Ayam Kampung Melalui Penerapan Teknologi Inseminasi Buatan dan Pemanfaatan Pakan Lokal di Kota Kendari: Development of Village Chicken Through Application of Artificial Insemination Technology and Utilization of Local Feed in Kendari City Nur Santy Asminaya; Andi Murlina Tasse; Natsir Sandiah; Nuraini Nuraini; Rusli Badaruddin; Amiludin Indi; Astriana Napirah; Hairil Azulyatno Hadini; Wa Laili Salido
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i3.238

Abstract

ABSTRACT The supply DOC of super free-range chicken in Southeast Sulawesi until now still comes from outside. This causes the DOC price to be quite high due to the high cost of transportation in the distribution process. In addition, the pandemic period also made the situation more difficult to obtain DOC from outside which had an impact on the lack of supply of super free-range chicken. Therefore, it is necessary to independently procure a source of DOC for free-range chicken. This community service aims to provide a source of information and training in the use of AI technology and the use of feed based on local feed ingredients to the community through the FPT-UHO Village Development Program. This service is carried out in a group of native chicken farmers in Mokoau Village, Kambu sub-district, Kendari City by involving various components such as community leaders, youth and government officials. This activity is carried out by means of online and offline presentations and training. The results obtained in this service are in the form of DOC (according to standards), free-range chickens that have a high body weight, free-range chicken feed based on local feed resources, scientific articles and theses. Based on the results of this activity, it can be concluded that the FPT-UHO village development program is able to improve the ability of farmers to utilize AI technology and feed processing technology based on local feed ingredients. Keywords: DOC; feed; Livestock; Super free-range chicken; Technology ABSTRAK Pasokan DOC ayam kampung super di Sulawesi Tenggara hingga saat ini masih berasal dari luar. Hal ini mengakibatkan harga DOC cukup tinggi karena mahalnya biaya transportasi dalam proses ditribusinya. Selain itu masa pandemi juga menjadikan situasi lebih sulit untuk memperoleh DOC dari luar yang berdampak pada kurangnya pasokan daging ayam kampung super. Oleh karena itu, perlu adanya pengadaan sumber DOC ayam kampung secara mandiri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sumber informasi dan pelatihan dalam pemanfaatan teknologi IB dan pemanfaatan pakan berbasis bahan pakan lokal kepada masyarakat melalui Program Bina Desa FPT-UHO. Pengabdian ini dilakukan di kelompok peternak ayam kampung di Kelurahan Mokoau, kecamatan Kambu, Kota Kendari dengan melibatkan berbagai komponen seperti tokoh masyarakat, pemuda dan aparat pemerintah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara persentasi dan pelatihan secara daring dan luring. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini berupa DOC (sesuai dengan standar), ayam kampung yang memiliki bobot badan yang tinggi, pakan ayam kampung berbasis sumber daya pakan lokal, artikel ilmiah dan skripsi. Berdasarkan hasil kegian ini, dapat disimpulkan bahwa program bina desa FPT-UHO mampu meningkatkan kemampuan peternak untuk memanfaatkan teknologi IB dan teknologi pengolahan pakan berbasis bahan pakan lokal. Kata kunci: Ayam kampung super; DOC; Pakan; Teknologi; Ternak
PENGANEKARAGAMAN PRODUK OLAHAN USUS SEBAGAI PENANGGULANGAN LIMBAH PRODUKSI BAKSO PADA KELOMPOK BAKSO INDONESIA DI KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI Andi Marlina Tasse; Fitrianingsih Fitrianingsih; Dedem Sutopo
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1458

Abstract

Kelompok Bakso Indonesia merupakan kelompok usaha yang dibentuk pada tahun 2014 di kecamatan Baruga Kota Kendari yang saat ini beranggotakan 15 orang. Jenis usaha yang dijalankan adalah usaha produksi bakso ayam yang terintegrasi dengan warung bakso. Dalam proses produksinya, bahan baku yang digunakan  adalah ayam hidup guna menjamin ketersediaan dan kesegaran daging ayam yang digunakan. Akan tetapi dalam proses ini menghasilkan limbah padat terutama jeroan yang tidak biasa dimanfaatkan diantaranya usus ayam yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Dengan adanya kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, tim pelaksana kegiatan akan berperan serta aktif dalam membantu meningkatkan pemahanan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah limbah usus ayam menjadi beraneka macam jenis olahan melalui penyuluhan, bimbingan teknis, serta demonstrasi plot (demplot).  Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dapat diterima dengan baik oleh para peserta. Melalui kegiatan PKM, para peserta merasa terbantu dalam menangani permasalahan limbah yang ditimbulkan dari proses produksi bakso yang selama ini dapat menjadi sumber pencemaran di lingkungan tempat produksi bakso. Dengan teknologi sederhana yang mudah diaplikasikan, para peserta mampu mengolah usus ayam menjadi bakso, nugget, dan usus ayam sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan hidup para peserta.
FORMULASI RANSUM DAN PENGOLAHAN PUPUK BOKASHI KELOMPOK PETERNAK AYAM KAMPUNG SUPER DI KELURAHAN MATABUBU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Andi Murlina Tasse; Hairil Adzulyatno Hadini; Firman Nasiu; Samsuddin Samsuddin
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok ternak “Mandiri” dan kelompok “Kaseiseha” dibentuk tahun 2011 di Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan jumlah anggota kelompok masing-masing 7 orang dan ayam kampung super sekitar 600 ekor untuk setiap kelompok. Pada proses pemeliharaan ternak ayam kampung super, kedua kelompok peternak ini belum optimal memahami tentang sistem pemeliharaan ayam kampung super dengan baik dan benar terutama masalah formulasi pakan dan pengolahan kotoran sebagai pupuk organik.  Hal ini disebabkan karena terbatasnya pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengelola usaha ternak ayam kampung super yang dimiliki, baik sistem budidaya, penyediaan pakan, sampai pada pengelolaan limbah peternakan. Berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok mitra maka target yang ingin dicapai setelah pelaksanaan program IbM adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peternak tentang teknik formulasi ransum sebagai pakan ternak ayam kampung super yang memenuhi standar baku mutu dengan memanfaatkan bahan baku pakan lokal, dan teknik pengolahan limbah ternak menjadi pupuk bokashi.
Technical Guidance on The Integration of Cattle and Food Crops in Sindang Kasih Village, South Konawe District Hafid, Harapin; Ananda, Siti Hadrayanti; Dedu, La Ode Arfan; M. Aslan, La Ode; Tasse, Andi Murlina; Pancar, Fadli Ma'mun
Journal of Saintech Transfer Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Saintech Transfer
Publisher : Talenta Publisher Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jst.v7i1.14625

Abstract

  This technical guidance aims to provide understanding to cattle breeders regarding the benefits of integrating cattle and food crops in one area so that participants are motivated and encouraged to carry out integration between cattle and food crops. This technical guidance was implemented at Sindang Kasih Village, West Ranomeeto District. Implementation of technical guidance uses lecture and discussion methods. The tools and materials used are vehicles, cell phones, and laptops. In general, Cattle Farmers in Sindang Kasih Village already understand the integration of cattle and food crops and its benefits and are committed to implementing this integration as indicated by the ability of all participants to answer questions correctly at the end of the activity session (100%). The challenges and problems of beef cattle farming include maintenance and waste processing systems. Integrating livestock with food crops in Sindang Kasih Village has been implemented well. The livestock in Sindang Kasih needs to be further improved to become one of the breeding and fattening centers in Southeast Sulawesi.
PENGOLAHAN PAKAN SAPI DAN PUPUK BOKASHI PADA PETERNAK SAPI DI DESA ALEBO KECAMATAN KONDA Hafid, Harapin; Tasse, Andi Murlina; Pancar, Fadli Ma’mun; Surahmanto, La Ode
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/anoa.v4i2.46586

Abstract

People in Alebo village, Konda subdistrict, South Konawe Regency, are very familiar with cattle farming because almost all of them raise cattle and work as vegetable and secondary crop farmers. The aim of this activity is to teach how to prepare feed formulations and process drum manure into bokashi fertilizer so that the livestock community gets added value in the form of side income. In the process of raising cattle, these breeders do not optimally understand the system of raising cattle properly and correctly, especially the issue of feed formulation and processing manure into organic fertilizer. This is due to the limited knowledge and skills of farmers in managing their cattle farming business, especially providing feed and managing livestock waste. Based on the results of discussions with farmers, the target to be achieved after implementing the village development program is to increase the knowledge and skills of farmers regarding ration formulation techniques as cattle feed that meet quality standards by utilizing local feed raw materials, and processing livestock waste into fertilizer bokashi.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aang Baitul Mizan Achmad, Diska Bintayani Afyudi, Bobby Aldri Frinaldi Amiluddin Indi Amiludin Indi Ananda, Siti Hadrayanti Arjuna, Deni AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Asma Bio Kimestri Asmawati Asmawati Asnawar, Asnawar Asnia wati Asri Puspita Wardhani Astriana Napirah Azulyatno Hadini, Hairil Damhuri Damhuri Dedem Sutopo Dedu, La Ode Arfan Deki Zulkarnain Diah Reni Asih Dian Agustina Elvanuddin Elvanuddin Fadli Ma’mun Pancar Fanny Yulia Irawan Firman Nasiu Firman Nasiu Firman Nasiu Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrinaingsih, Fitrinaingsih Fuji Astuty Auza Gandri, La Gerhana, Gerhana H. Hafid Hairil Adzulyatno Hadini Hamdan Has Hamdan Has Harapin Hafid H. Hery Supratman Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ildayani Indi, Amiludin Irma Irma Isnaeni, Purnaning Dhian Israwati Israwati Jabuddin, La Ode Kimestry, Asma Bio Kundarita, Kundarita Kuswati Kuswati La Malesi La Ode Arsad Sani La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu La Ode Sahaba Lili Darlian Lukman Yunus, Lukman M. Aslan, La Ode Manginsi, Wa Ode Jumiarni Mardianto Mardianto Mardin, Mardin Marni Marni Marnitasari, Marnitasari Mashudi Mashudi Melki Marsaban Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Idrus Muhammad Iksan Munira Munira Munirwan Zani, Munirwan Musram Abadi Napirah, A. Natsir Sandiah Nur Asni Nur Santy Asminaya Nuraenih Nuraenih Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurhinaya, I Pancar, Fadli Ma'mun Pancar, Fadli Ma’mun Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rachmita Dewi S. Toba Rahmad Fani Ramadhan Rusli Badaruddin Safitri Safitri Sakti, Abdul Salido, W. L. Salomina Sambolinggi Salomina sambolinggi, Salomina Samsuddin Samsuddin Sari Sari Sarno Sarno Sensu, La Setiawati, Indra Rahayu Siti Hadrayanti Ananda Siti Kholifah Sitti Isyqzamiyah Surahmanto Surya Cipta Ramadhan Kete Syah, Muhamad Azwar Syamsuddin Syamsuddin TAKDIR SAILI Toba, R. D. S. Toba, Rachmita Dewi S. Vidya Batara W. Kurniawan Wa Laili Salido Wijaya, Andarias Julias Yaddi, Yafsin