Claim Missing Document
Check
Articles

POLA PENGUPAHAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA PENEBANG TEBUDI PT. PG RAJAWALI II UNIT PG SUBANG Ahmid, Ahmid; Masithoh, Siti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.499 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v1i2.794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pola pengupahan penebangtebu dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas penebang tebu di PT. PG RajawaliII Unit PG Subang. Pengambilan data dilaksanakan pada 19 November 2013 - 14 Februari2014. Sampel yang diambil adalah 44 penebang tebu dengan tingkat eror 15 persen. Metodeanalisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda denganmenggunakan SPSS versi 20. Dari hasil analisis diketahui bahwa rata-rata pengeluaranpenebang tebu adalah Rp. 1.143.182,-per bulandengan penghasilan di luar usaha tebang tebusebesar Rp. 745.273,- per bulan.Secara rata-rata, usia penebang tebu adalah 46 tahun denganpengalaman penebang tebu 16 tahun dan tanggungan keluarga sebanyak 2 orang. Upahpenebang tebu diatur oleh mandor berdasarkan jumlah tebangan di wilayahnya masingmasing. Rata-rata pendapatan penebang per hari adalah sebesar adalah sebesar Rp. 27.416dengan rata-rata jam kerja 8,07 jam dan upah rata-rata perjam nya adalah Rp. 3.394,-.Pendapatan penebang tebu ini masih berada di bawah UMK Kabupaten Subang yaitu Rp.1.200.000. Nilai R2 dari hasil olah data adalah sebesar 0,884.Kata kunci : Produktivitas, Pola pengupahan, Penebang tebu
Analisis Pendapatan Usahatani Ubi Jalar (Ipomea batatas) dan Keragaan Penyuluhan Pada Kelompok Tani Hurip di Cikarawang, Dramaga, Bogor Masithoh, Siti; Novita, Ita; Widara, Derina Astuti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.356 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v3i1.1024

Abstract

This study was aimed at assessing the extension activities conducted in Hurip Farmer Group, Cikarawang Village, Dramaga District, Bogor Regency. It was also done to assess farmers’ income level and extension performa.  A descriptive analysis was used.  Respondents were farmers aged 26-60 years. They had various education and farming experience levels. They had elementary school education with 3-20 years farming experience, junior high school education with 5-10 farming experience, and senior high school education with 3-20 years farming experience.  The average income gained by these farmers was Rp 9,850,000/1 ha with an income over cash cost of Rp5,675,000/1 ha. The R/C over cash cost value in this sweet potato farming business was 1.72 indicating that this business was profitable and feasible.  It was concluded that extension activities in Hurip Farmert Group was done well and farmers’ income improvement-oriented. Key words: extension. farmer income, sweet potatoes
Hubungan Penyuluhan Dan Pendapatan Usahatani Ubi Jalar (Ipomea batatas) Di Kelompok Tani Hurip Masithoh, Siti; Novita, Ita; Widara, Derina
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.386 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v3i2.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penyuluhan dengan pendapatan petani ubi jalar.  Pemilihan petani contoh menggunakan simple random sampling (pengambilan sampel acak sederhana) sebanyak 30 orang petani contoh dari populasi 105 orang petani.  Digunakan analisis analisis Regresi Linear Berganda. Berdasarkan perhitungan melalui SPSS 16, hasil pendugaan analisis regresi linear berganda, hubungan karakteristik responden menunjukan nilai determinasi (R2) sebesar 78,9 persen dengan nilai determinasi terkolerasi (R square) sebesar 77, 0 persen pada α 0,2 dan 0,05 serta hasil pendugaan pada aspek penyuluhan, menunjukan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 68,7 persen dengan nilai determinasi terkolerasi (R square)  sebesar 76,6 persen pada α 0,2 dan 0,05. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani di kelompok tani Hurip adalah umur, tingkat pendidikan, pengalaman usahatani, frekuensi kunjungan penyuluh, kesesuaian materi, pelayanan informasi dan partisipasi penyuluhan sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah, status anggota. Kata kunci : penyuluhan, pendapatan petani, regresi linier berganda
KERAGAAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN AYAM RAS PEDAGING Fatmawati, Dewi; Masithoh, Siti; Novita, Ita
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.702 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1545

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan usaha, faktor internal dan eksternal serta strategi alternatif usaha peternakan ayam ras pedaging di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan peluang dalam usaha ayam pedaging adalah kemudahan bahan baku dan pertumbuhan penduduk; ancamannya yaitu harga pakan tidak stabil, rentannya terjangkit penyakit, dan harga jual fluktuatif; kekuatannya adalah hubungan baik dengan pemasok, usaha turun temurun dan pertumbuhannya cepat; kelemahannya yaitu modal terbatas, sangat tergantung kepada pedagang pengumpul dan teknologi masih sederhana. Skor bobot rata-rata  matriks IFE 2, 511 dan matriks EFE 3,045. Matriks IE pada usaha peternakan ayam ras pedaging di Kecamatan Parung terletak pada kuadran II, artinya berada pada tahap tumbuh dan kembangkan. Strategi pengembangnyanya melalui perluasan kandang, pengoptimalkan modal, peningkatkan kapasitas peternak, dan jalinan kemitraan.Kata kunci : Ayam Ras Pedaging, Analisis SWOT, Strategi pengembangan
PERSEPSI PETERNAK DAN POLA PEMASARAN SAPI POTONG Fuad, Muhammad Sukri; Masithoh, Siti; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.604 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, persepsi peternak terhadapSPR dan pola pemasaran sapi potong di Kecamatan Ciracap. Data dikumpulkan melaluisimple random sampling untuk mengetahui karakteristik dan persepsi peternak, sedangkanuntuk menelusuri lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling. Persepsi peternakterhadap SPR diukur dalam Skala Likert melalui 30 indikator. Persepsi peternak dikatakantidak baik apabila mempunyai nilai 50 – 117, persepsi kurang baik apabila mempunyai nilai118 – 185, dan persepsi peternak dikatakan baik jika mempunyai nilai 186 – 250. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap program SPR di KecamatanCiracap adalah kategori baik, dengan nilai persepsi mencapai 194,57. Pola pemasaran yangterbentuk melibatkan lembaga pemasaran tengkulak Ciracap, tengkulak Tasikmalaya, TPHSurade, dan TPH Tegal Buleud. Penjualan sapi potong oleh peternak dengan caramenyebarkan informasi kepada tengkulak mengenai sapi yang akan di jual.
ANALISIS KINERJA GAPOKTAN BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN ANGGOTA DAN KARYAWAN Sihotang, Rio Jantinus; Arsyad, Apendi; masithoh, Siti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.506 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i1.2167

Abstract

Gapoktan menjadi salah satu andalan bagi pemerintah dalam hal mendekati petani secara langsung. Penelitian ini dilakukan di Gapoktan Rukun Tani dengan tujuan penelitian ini untuk melihat keragaan dan kondisi lingkungan, mengetahui kinerja gapoktan berdasarkan tingkat kepuasan karyawan dan anggota serta merekomendasikan langkah strategis bagi gapoktan untuk peningkatan kinerja di masa mendatang. Metode penelitian ini dengan purvosive sampling untuk lokasi dan responden penelitian. Metode pengumpulan data meliputi data primer (observasi lapangan dan wawancara dengan kuisioner) dan data sekunder (studi literatur). Dianalisi secara deskriptif pada keragaan dan kondisi lingkungan gapoktan. Dilakukan analisi kinerja berdasarkan tingkat kepuasan karyawan dan anggota dengan menggunakan analisis Costumer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA) dan Service Quality yang kemudian  diolah dengan menggunakan Microsoft excel 2010 dan Software SPSS 22. Rekomendasi strategi dengan secara deskriptif berdasarkan kepuasan karyawan dan anggota terhadap Gapoktan, direkomendasikan berdasarkan penelitian ini. Hasil yang diperoleh keragaan Gapoktan Rukun Tani telah memiliki struktur organisasi dan perangkat organisasi dan adanya kegiatan yang menunjang perkembangannya. Kinerja Gapoktan berdasarkan karyawan dan anggota menunjukkan pada posisi puas pada nilai CSI 0,75 dan 0,70. Namun masih ada hal yang perlu diperhatikan oleh Gapoktan. Melihat hasil IPA menunjukkan dari karyawan dan anggota masih perlu adanya perbaikan dan hasil service Quality masih pada posisi negatif. Serta perlu adanya langkah strategis yang dilakukan dalam hal meningkatkan loyalitas anggota dan karyawan baik dalam pelengkapan fasillitas pada karyawan dan sosialisasi pada anggota Gapoktan.Kata Kunci : Kinerja, Kepuasan, CSI, IPA, Service Quality
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN NANGGUNG KABUPATEN BOGOR Illahi, Nur Muhamad Akbar; Novita, Ita; Masithoh, Siti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.227 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i2.2320

Abstract

Dalam mengembangkan usaha ternak ayam broiler peternak melakukan usaha dengan menjalin pola kemitraan, sehingga peternak dibantu oleh perusahaan dalam menyediakan sapronak dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kemitraan antara peternak dan perusahaan, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, R/C dan Break Event Point (BEP) pada usaha ternak ayam broiler. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2019 di Kecamatan Nanggung.  Metode penelitian sampel menggunakan metode sesus dengan jumlah sampel 18 peternak mitra. Pengolahan dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif (analisis pendapatan, analisis R/C ratio dan Break Event Point). Secara umum penelitian ini menunjukkan hubungan yang dilakukan antara peternak ayam broiler dan perusahaan yaitu pola Inti-Plasma dan kerjasama operasional agribisnis (KOA). Hasil analisis R/C ratio menunjukkan tidak terdapatnya peternak yang mengalami kerugian dengan nilai tertinggi rasionya 1,158 pada peternak skala IV. Hasil analisis Break Event Point (BEP) melebihi titik impas baik BEP produksi dan harga pada setiap skala. Peternak mitra memperoleh banyak manfaat seperti bantuan modal, penyuluhan serta pemasaran hasil.Kata Kunci : Ayam Broiler, Pola Kemitraan, Biaya, Pendapatan. 
ANALISIS PERSEPSI PETERNAK AYAM BROILER TERHADAP KEMITRAAN DAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Ermananda, Ori; Novita, Ita; Masithoh, Siti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.385 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i1.2324

Abstract

Peternakan merupakan salah satu subsektor pertanian yang berperan mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Subsektor peternakan berkontribusi dalam menyediakan kebutuhan daging nasional dan meningkatkan status gizi masyarakat juga banyak menyerap tenaga kerja secara signitifikan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaan kemitraan, persepsi peternak dan faktor – faktor yang mempengaruhi persepsi peternak.  Metode pengumpulan data meliputi data primer (observasi lapangan dan wawancara dengan kuesioner) dan data sekunder (studi literatur). Hasil penelitian menunjukkan 1) Peternak mandiri memberikan persepsi dengan cukup terhadap kemitraan dengan nilai rataan skor 61,5. Peternak Mitra memberikan persepsi cukup terhadap kemitraan dengan nilai rataan skor sebesar 69,48, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi peternak ayam broiler terhadap kemitraan di kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor yaitu faktor jumlah ternak dengan nilai nilai signifikansi sebesar 0,015, karena nilai signifikansi < 0,2 (0,015 < 0.2) dan pengalaman ternak dengan nilai signifikansi sebesar 0,114, karena nilai signifikansi < 0,2 (0,114 < 0,2).Kata Kunci: Persepsi, Kemitraan. Ayam Broiler
ANALISIS KELEMBAGAAN USAHATANI JERUK PAMELO DI KABUPATEN MAGETAN Nahraeni, Wini; Rahayu, Arifah; Masithoh, Siti; Maharani, Fitria
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3639

Abstract

Magetan mrupakan sentra produksi pamelo di Jawa Timur. Di Magetan, lemahnya posisi tawar petani Jeruk pamelo dicirikan dengan sistem pemasaran yang diijonkan ketika masih di kebun sehingga harga menjadi murah.  Salah satu cara mengembangkan ushatani jeruk pamelo adalah melalui  pemberdayaan kelembagaan petani.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat, pendorong dan strategi penguatan kelembagaan untuk meningkatkan usahatani Jeruk Pamelo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukomoro, Bendo, dan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur.  Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling berjumlah 37 orang petani, dan pengurus kelompok tani berjumlah 21 orang yang diambil secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif eksplanatori dan analisis  medan kekuatan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 faktor penghambat dan 12 faktor pendorong faktor penghambat terdiri atas umur petai tua, pendidikan, penerapan teknologi, pemeliharaan, kualitas bibit, sistem tebasan, penentuan harga, sumber pemasaran, akses pasar, manajemen gapoktan, peran serta petani, kualitas buah tidak menentukan harga, rendahnya kerjasama dalam pengadaan saprodi, kurangnya informasi dan akses ke lembaga keuangan, kemarau panjang, tingginya serangan hama dan penyakit, dan pandemi. Faktor pendorong terdiri atas pengalaman petani, keberagaman aksesi, kepemilikan lahan, kemudahan menjual hasil, petani aktif berkomunikasi, aktif mencari informasi budidaya, adanya pedoman teknik budidaya, bantuan bibit, bimbingan, penyuluhan, APM, kios sarana produksi, dan kesuainya materi PPL. Strategi penguatan kelembagaan adalah meningkatkan akses informasi dengan lembaga penunjang, membuat kerjasama penyampaian informasi, bimbingan dan evaluasi, menjaga kelestarian berbagai aksesi, bekerja sama dengan lembaga pemasaran/ asosiasi yang dapat meningkatkan bergaining position petani, akses dan informasi pemasaran. 
ANALISIS USAHATANI PADI KONSUMSI DAN PENANGKAR BENIH Dinata, Maijar; Masithoh, Siti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4365

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, bertujuan untuk (1) mengetahui keragaan usahatani padi konsumsi dan penangkar benih,(2) mengetahui tingkat pendapatan usahatani padi konsumsi dan penangkar benih, dan (3) mengetahui tingkat analisis revenue cost ratio pendapatan terhadap biaya usahatani padi konsumsi dan penangkar benih. Metode penelitian adalah analisa deskriptif dan kuantitatif (analisis pendapatan, R/C, titik impas/BEP, dan analisis uji t). Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani padi penangkar benih dari luas lahan 1 Ha sebesar Rp 23.728.288 dengan total penerimaan sebesar Rp 35.641.000 dan total biaya sebesar Rp 11.912.712,-. Pendapatan usahatani petani padi konsumsi dari luas lahan 1 Ha sebesar Rp 16.516.678 dengan total penerimaan sebesar Rp 27.257.900 dan total biaya sebesar Rp 10.741.222. (3) Hasil analisis R/C usahatani padi penangkar benih dari luas lahan 1 Ha sebesar 2,99 dan titik impas/BEP (harga) sebesar Rp 2.261, titik impas/BEP (produk) diperoleh 886 per kilogram, serta titik impas/BEP (penerimaan) sebesar Rp 5.517.678,-. Sedangkan hasil analisis R/C usahatani padi konsumsi dari luas lahan 1 Ha sebesar 2,54 dan titik impas/BEP (harga) sebesar Rp 2.089, titik impas/BEP (produk) diperoleh 1.081 per kilogram, serta titik impas/BEP (penerimaan) sebesar Rp 5.707.444,-. Berdasarkan hasil analisis uji t, nilai t hitung lebih besar dari t tabel, dengan nilai probabilitas kurang dari 0,05 artinya H0 ditolak atau H1 diterima, karena ada perbedaan yang nyata antara rata- rata pendapatan penangkar benih dengan padi konsumsi.