p-Index From 2021 - 2026
6.546
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran DIKSI Litera Parole: Journal of Linguistics and Education Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra BAHASA DAN SASTRA Poetika: Jurnal Ilmu Sastra LingTera OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesian Language Education and Literature EDULITE: Journal of English Education, Literature and Culture Al Ishlah Jurnal Pendidikan Script Journal: Journal of Linguistic and English Teaching RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra IJoLE: International Journal of Language Education Ranah: Jurnal Kajian Bahasa International Journal of Pedagogy and Teacher Education Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Linguistik Indonesia Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Journal of English Language Teaching and Linguistics Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Britain International for Linguistics, Arts and Education Journal (BIoLAE Journal) Journal of Pragmatics and Discourse Research Indonesian Journal of EFL and Linguistics Asalibuna Widyaparwa JELTEC: Journal of English Language Teaching, Literature and Culture Studies in English Language and Education International Journal of Contemporary Studies in Education Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra REGISTER JOURNAL iRecall Journal Journal of Culture, Literature, and Foreign Language Teaching Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Widyaparwa

FEMINIST DISCOURSE ANALYSIS ON KOMPAS.COM NEWS: ATLET SENAM SEA GAMES DIPULANGKAN KARENA TAK PERAWAN Dian Lestari; Sulis Triyono
Widyaparwa Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.138 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v48i2.455

Abstract

This study aims to describe the representation in the case of a woman in the discourse of SEA GAMES gymnastics athlete who was sent back home because of a virginity issue that was published by Kompas.com on the 29th of  November, 2019. The discourse is a hot topic because it raises the pros and cons. Besides social context, this study also describes the structure of the text consisting of macrostructure, superstructure, and microstructure. The research approach uses critical discourse analysis by Van Dijk. The results of this study indicate that the news text has a main topic, namely the violation againts feminist values. The superstructure of the news text consists of an introduction, main text, and concluding part. Kompas.com through the micro structure chooses to use various diction in delivering news. In addition to diverse diction, the text is also built with cohesion and coherence to unify the meaning of discourse. The social context built by Kompas.com in this discourse, especially in representing womanis the persecution of women (gender bias) and professional violations of a person.Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan representasi perempuan dalam wacana atlet senam SEA GAMES dipulangkan karena tidak perawan yangdiberitakan pada Kompas.com pada 29 November 2019. Wacana tersebut merupakan wacana yang sedang hangat diperbincangkan karena menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Selain konteks sosial, penelitian ini juga mendeskripsikan struktur teks berita yang terdiri atas struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teks berita mempunyai topik utama, yakni pelanggaran nilai-nilai feminisme. Selanjutnya, superstruktur teks berita terdiri atas pendahuluan, inti teks, dan penutupan berita. Kompas.com melalui struktur mikro memilih untuk menggunakan berbagai macam diksi dalam menyampaikan berita. Selain diksi yang beragam, teks dibangun dengan piranti kohesi dan koherensi untuk menyatukan makna wacana. Konteks sosial yang dibangun Kompas.comterutama dalam merepresentasikan perempuan pada wacana tersebut adalah adanya penindasan terhadap perempuan (bias gender) serta pelanggaran profesionalitas suatu oknum.
FENOMENA SOSIAL DALAM LAGU-LAGU KARYA NURBAYAN: ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK Saragupita, Angela Tanjung; Triyono, Sulis
Widyaparwa Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i2.1404

Abstract

Nurbayan's songs, such as Mangku Purel, Oplosan, Pokoke Joget, and Doremi, contain an education for the listeners. This research aims to reveal the meaning of the four songs that Nurbayan wanted to convey as the song's creator, based on library studies to deepen lyrics with qualitative descriptive methods through critical discourse analysis approaches from Teun A. van Dijk's theory. The research studies the analysis of text dimensions, which consists of macro (thematic), superstructure (schematic), and micro-structure (semantic, syntactical, stylistic, and rhetorical), social cognitive analysis, and social context analysis. The lyrics are obtained from the YouTube platform of the DC. Production channel. The data analysis, lyrics from four songs are read and associated with each component of Teun A. van Dijk's critical discourse analysis theory. The results of this research explain that the four songs of Nurbayan's creation are seen from the macro (thematic) structure to the social phenomena of night entertainment, alcohol, to gambling. Then from the microstructure there is a special explanation related to the semantics, syntax, stylistics, and rhetorical lyrics of the song. The social cognitive analysis of the lyrics of the four songs explains how Nurbayan as the song's creator provides a comedy-packed education so as not to offend any party. In terms of the social context, Nurbayan wants to illustrate how such negative and controversial actions have no benefit for mankind. Nurbayan invited through his song to self-awareness and to do positive activities for the good of the personal and also the wider community. Lagu-lagu berbahasa Jawa ciptaan Nurbayan seperti Mangku Purel, Oplosan, Pokoke Joget, dan Doremi sekilas dipandang sebagai lagu yang tidak ada artinya. Namun ternyata di dalamnya mengandung nasihat-nasihat yang mengedukasi para pendengarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap makna dari empat lagu yang ingin disampaikan oleh Nurbayan sebagai pencipta lagu. Penelitian ini berbasis studi kepustakaan untuk mendalami lirik dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan analisis wacana kritis dari teori Teun A. van Dijk. Penelitian mengkaji dimensi teks, yang terdiri atas struktur makro (tematik), superstruktur (skematik), dan struktur mikro (semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris), analisis kognisi sosial, serta analisis konteks sosial. Pengumpulan data terkait lirik lagu didapat dari platform Youtube dari saluran DC. Production. Pada tahap analisis data, lirik dari empat lagu dibaca dan dikaitkan dengan setiap komponen teori analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa empat lagu ciptaan Nurbayan dilihat dari struktur makro (tematik) menceritakan fenomena sosial hiburan malam, alkohol, hingga judi. Kemudian struktur mikro terdapat penjelasan khusus terkait semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris lirik lagu tersebut. Analisis kognisi sosial pada lirik empat lagu tersebut menjelaskan bagaimana Nurbayan sebagai pencipta lagu memberikan edukasi yang dikemas secara komedi agar tidak menyinggung pihak mana pun. Pada segi konteks sosial, Nurbayan ingin mencitrakan bagaimana tindakan negatif dan kontroversial tersebut dapat menyesatkan diri dan tidak memiliki manfaat bagi manusia. Nurbayan mengajak melalui lagunya untuk sadar diri dan melakukan kegiatan positif demi kebaikan pribadi dan juga masyarakat luas.
Co-Authors 'Ain, Qurrata Abda Abda Adaninggar Septi Subekti Aditya Rikfanto Akmalia, Frida Akmarzhan A. Nogaibayeva Ammar, Faris Faishal Ani Latifah Ani Maghfiroh Ashadi Ashadi, Ashadi Aufa, Novia Nurul Ayu Humairoh Hakim Ayuningtyas, Nawang Asri Aziz, Muhammad Fahruddin Azizah, Hilma Azmi Binar Winantaka Dian Lestari DIAN LESTARI Doni Dwi Hartanto Dwiyanto Djoko Pranowo Endang Nurhayati Eri Kurniawan Erna Andriyanti Fath, Sahnaz Natasya Fikri, Ahmad Rifat Fitri Yuliana Gulzhaina K. Kassymova Haliza, Nur Hasibuan, Hapni Nurliana H.D Hendri Pitrio Putra Herman Dwi Surjono Inike Tesiana Putri Ivan Bachrul Muslim Jannatussholihah, Siti Kastam Syamsi Kusumaningtyas, Vita Latifah, Ani Lia Malia Lusi Nurhayati Maman Suryaman Manalu, Manna Maria Sopiana Manna Maria Sopiana Manalu Margana Margana Meliana, Riska Muhammad Arif Nabillah, Muchamad Rifqi Nabillah Nawang Asri Ayuningtyas Noventi, Kinanti Diahayu Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro Nursanti, Rachmi Retno Prastitasari, Maydita Piety Pratomo Widodo Pujiono, Setyawan Puspa Fortuna Zulfa Putra, Hendri Pitrio Putra, Rizky Anugrah Rahma Kurnia Novitasari Rahmani, Irfa Luthfia Ramadhan Mahendra Retna Endah Sri Mulyati Rifanda Cynthia Goni Rochma, Anis Firdatul Saiful, Jepri Ali Salsabila, Hanania Saragih, Rode Arta Yuliani Saragupita, Angela Tanjung Sari, Inda Permata Satria, Dadi Setyawan Pujiono Setyoningrum, Vita Diah Sipri Hanus Tewarat Siti Sumarti Sri Megawati Sulaimon Jamiu Tamitope Suwarsih Madya Tema, Nurul Huda Gus Tri Nugroho Budi Santoso Try Mahendra Siregar Wardani, Umi Sismia Wardani, Vistaria Kusuma Wening Sahayu Zahrina Sanni Musahadah Zefki Okta