Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Kadar Interferon Gamma Kultur Sel Limfosit pada Anak yang Mendapat Vaksinasi BCG Liza Fitria; Andani Eka Putra; Finny Fitry Yani; Darfioes Basir
Sari Pediatri Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp18.1.2016.21-26

Abstract

Latar belakang. Vaksinasi BCG mempunyai efek proteksi yang bervariasi, menurun dengan bertambahnya umur anak. Perkembangan pengetahuan di bidang biologi molekuler telah mengembangkan pemeriksaan IFN-γ untuk mendeteksi respon vaksinasi.Tujuan. Mengetahui lamanya efek proteksi BCG dan hubungan kadar IFN-γ dengan umur, status gizi, umur mendapatkan vaksinasi BCG dan sarana kesehatan tempat vaksinasi.Metode. Suatu studi cross sectional, stratified random sampling, pada anak yang telah mendapat vaksinasi BCG. Kadar IFN-γ diukur dari sel limfosit yang telah dikultur. Analisis statistik menggunakan uji Anova dan Independent sample t tes.Hasil. Kadar IFN-γ tertinggi pada kelompok umur 4-11 bulan. Terdapat perbedaan bermakna kadar IFN-γ antara kelompok umur 4-11 bulan dengan 1-4 tahun dan 1-4 tahun dengan 5-9 tahun. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara status gizi, umur mendapatkan vaksinasi BCG, sarana kesehatan tempat vaksinasi BCG dengan kadar IFN-γ.Kesimpulan. Kadar IFN-γ yang tinggi menunjukkan vaksinasi BCG efektif pada anak, tetapi efektifitasnya menurun seiring dengan pertambahan umur. Sari
Hubungan Asupan Nutrisi dengan Kadar Vitamin D pada Tuberkulosis Anak Roza Erisma; Gustina Lubis; Finny Fitry Yani
Sari Pediatri Vol 18, No 1 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp18.1.2016.40-44

Abstract

Latar belakang. Vitamin D dapat meningkatkan aktivitas antimikrobial makrofag terhadap Mycobacterium tuberculosis. Defisiensi vitamin D diindikasikan sebagai salah satu faktor risiko penyakit tuberkulosis (TB). Kekurangan asupan nutrisi yang mengandung vitamin D dapat memengaruhi kadar vitamin D dalam darah sehingga akan memengaruhi imunitas terhadap infeksi TB. Tujuan. Mengetahui hubungan asupan nutrisi yang mengandung vitamin D dengan kadar vitamin D darah pada anak yang terinfeksi TB. Metode. Penelitian cross sectional pada bulan Oktober 2014 sampai Maret 2015 di Poliklinik Anak RS Dr M Djamil dan Puskesmas kota Padang. Subyek penelitian anak usia 1-14 tahun yang kontak serumah dengan TB dewasa BTA positif, dengan hasil tuberculin skin test positif. Asupan vitamin D diperoleh melalui food recall 2x24 jam dengan standar normal > 600 International Unit menurut Recommended Dietary Allowance (RDA) dan diolah menggunakan program Nutri-Survey Indonesia. Kadar vitamin D darah berupa 25(OH)D diukur dengan metode Cheluminescent Immunoassay, kategori nilai normal >30-50 ng/mL, insufisiensi >10-30 ng/mL, dan defisiensi <10 ng/mL. Hasil. Total subjek penelitian 57 anak. Asupan vitamin D di bawah RDA 54 (94,7%), 45 (83,3%) di antaranya mengalami insufisiensi vitamin D dan 9 (16,7%) memiliki kadar vitamin D cukup. Anak dengan asupan vitamin D sesuai RDA 3 (5,3%), tetapi hanya 1 (33,3%) di antaranya memiliki kadar vitamin D darah normal (p=0,446). Kesimpulan. Sebagian besar anak yang terinfeksi TB mengalami insufisiensi vitamin D meskipun secara statistik tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan asupan nutrisi.
Penyakit Respiratorik pada Anak dengan HIV Finny Fitry Yani; Arwin AP Akib; Bambang Supriyatno; Darmawan B. Setyanto; Nia Kurniati; Nastiti Kaswandani
Sari Pediatri Vol 8, No 3 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.355 KB) | DOI: 10.14238/sp8.3.2006.188-94

Abstract

Latar belakang. Kejadian AIDS pada anak meningkat seiring dengan peningkatan kasusdewasa. Gejala dan manifestasi klinis sering tidak khas, sehingga menyebabkanunderdiagnosis. Anak HIV sering datang dengan keluhan yang berasal dari infeksioportunistik, bahkan infeksi oportunistik banyak ditemukan sebagai penyebab kematian.Salah satu infeksi oportunistik yang sering terjadi adalah infeksi respiratorik.Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola penyakit respiratorikpada anak HIV yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan RS Dr. Cipto Mangunkusumo(RSCM), Jakarta.Metoda. Data berasal dari rekam medis anak HIV tahun 2002-2005. Penelitiandilakukan dengan desain potong lintang. Kriteria inklusi adalah anak usia 0-13 tahun,dengan HIV positif dan menderita penyakit respiratorik. Data yang dicatat meliputiumur, jenis kelamin, faktor risiko, status gizi, parut BCG, diameter uji tuberkulin, riwayatkontak dengan pasien tuberkolosis, kategori HIV, diagnosis penyakit respiratorik,outcome. Data klinis khusus meliputi batuk kronik berulang, demam lama, sesak nafas,laboratorium rutin, foto torak, dan kadar CD4, PCR.Hasil. Sejak Januari 2002-Desember 2005, telah dirawat 85 anak yang terinfeksi HIV,dengan 13 orang (15,2%) di antaranya meninggal. Tiga belas orang (13/35) didiagnosisHIV berdasarkan serologi dan PCR, 24/35 hanya dengan serologi, dan 1/35 orang denganPCR. Sebanyak 38 (44,7%) orang menderita infeksi respiratorik dengan pola penyakit: TB47,3%, pneumonia 44,7%, pneumocytis corinii pneumonia (PCP) 13,1%. Pada penelitianini, didapatkan bahwa 3/38 (7,8%) anak HIV dengan penyakit paru meninggal karenapneumonia berat, dengan 2/3 di antaranya pada kelompok umur 1-5 tahun. Penyebabkematian lainnya adalah PCP 2/38 pasien (5,2%), dan tersangka sepsis pada 2 pasien (5,2%).Kesimpulan. Pada anak HIV, TB merupakan penyakit respiratorik terbanyak, diikutipneumonia, sedangkan penyebab kematian terbanyak adalah pneumonia. Penyakitrespiratorik pada anak HIV dapat menjadi pembuka jalan untuk diagnosis anak HIV.
Perbandingan Uji Tuberkulin dengan Kadar Interferon Gamma pada Kultur Sel Limfosit Anak Tersangka TB Lita Farlina; Finny Fitry Yani; Darfioes Basir; Hafni Bachtiar
Sari Pediatri Vol 16, No 4 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp16.4.2014.260-5

Abstract

Latar belakang. Tuberkulosis (TB) pada anak masih merupakan penyakit utama yang menyebabkan kesakitandan kematian. Sampai saat ini, diagnosis TB anak masih menjadi masalah. Uji tuberkulin atau tuberculinskin test (TST) merupakan metode yang masih dijadikan pedoman, tetapi mempunyai sensitivitas yangrendah. Uji interferon-􀁊 (IFN-􀁊) merupakan pemeriksaan yang lebih spesifik untuk mendukung diagnosisinfeksi TB anak.Tujuan. Mengetahui kesesuaian TST dengan IFN-􀁊 pada kultur sel limfosit anak tersangka TB.Metode. Penelitian cross sectional pada anak berusia 3 bulan-14 tahun tersangka TB atau memiliki kontakerat dengan penderita TB paru BTA(+) dewasa yang datang ke poliklinik anak RS dr. M. Djamil Padangpada bulan Februari-November 2012. Semua sampel dilakukan pemeriksaan TST dan IFN-􀁊 kemudiandilakukan uji kesesuaian (kappa=K).Hasil. didapatkan 34 9 (26,5%) sampel memiliki TST positif dan 16 (47,1%) memiliki uji IFN-􀁊 positif.Didapatkan uji kesesuaian 38,2%(􀁎=0,27).Kesimpulan. Pemeriksaan uji IFN-􀁊 memiliki angka kesesuaian cukup dibandingkan TST sehingga belumperlu digunakan sebagai uji diagnostik infeksi TB pada anak tersangka TB.
Uji Diagnostik C-Reactive Protein pada Pneumonia Bakteri Komunitas Anak Ikhsan Marzony; Finny Fitry Yani; Efrida Efrida
Sari Pediatri Vol 17, No 5 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.5.2016.391-395

Abstract

Latar belakang. Polymerase chain reaction (PCR) merupakan teknik untuk menentukan agen penyebab pneumonia dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, tetapi harganya mahal dan tidak tersedia di semua tempat. C-reactive protein (CRP) juga dapat digunakan untuk memprediksi infeksi bakteri dan memiliki keunggulan yang lain, yakni harganya yang murah dan hampir tersedia di semua laboratorium.Tujuan. Mengetahui sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif CRP pada pneumonia bakteri komunitas anak.Metode. Penelitian cross sectional pada 62 subjek di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS. Dr. M. Djamil Padang dari Desember 2013 sampai Oktober 2014. Subjek dipilih dengan teknik konsekutif. Dilakukan uji CRP dan teknik PCR sebagai baku emas. Duapuluh tiga sampel diekslusi karena menderita penyakit jantung bawaan (7), sepsis (6), telah mendapatkan antibiotik (4), dan orang tua menolak pemeriksaan (6) sehingga total sampel menjadi 39 anak.Hasil. Sebagian besar subjek penelitian adalah laki-laki (59%) dan kelompok umur terbanyak 2-11 bulan (48,7%). Sensitivitas CRP dengan cut off point 8 mg/L adalah 51,6%, spesifisitas 75%, nilai prediksi positif 88,8%, nilai prediksi negatif 28,6%. Pada cut off point 10 mg/L, sensitivitas CRP adalah 41,9%, spesifisitas 87,5%, nilai prediksi positif 92,9%, nilai prediksi negatif 28%.Kesimpulan. C-reactive protein tidak dapat digunakan sebagai uji tapis terhadap pneumonia bakteri komunitas anak.
Uji Tuberkulin pada Bayi BBLR yang Mendapat BCG Segera Setelah Lahir dan yang Menunggu Berat Badan > 2500 Gram Darfioes Basir; Finny Fitry Yani; Triyanto Triyanto
Sari Pediatri Vol 9, No 4 (2007)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp9.4.2007.293-8

Abstract

Latar belakang. Vaksinasi BCG pada bayi BBLR (berat badan lahir rendah) belum menjadi kesepakatandalam program imunisasi nasional di Indonesia. Beberapa penelitian sebelumnya melaporkan efektifitasBCG pada bayi BBLR/preterm dengan menggunakan uji tuberkulin 27% sampai 83%.Tujuan. Menilai efektifitas BCG pada bayi BBLR dengan uji tuberkulin di RS.Dr. M. Djamil PadangMetode. Penelitian bersifat randomized clinical trial pada bayi BBLR 2000gram-<2500gram yang lahirdan/atau dirawat di Sub Bagian Perinatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak, dari bulan Juni sampaiNovember 2006. Setiap subjek yang masuk penelitian, diberikan informed concent, dikelompokkan dalam2 kelompok dengan simple random sampling. Kelompok 1 diberikan BCG segera setelah lahir, maksimal3 hari. Sedangkan kelompok 2 ditunda pemberian BCG sampai berat badan >2500 gram. Kedua kelompokdi dilakukan uji tuberkulin dan pemeriksaan parut 12 minggu setelah vaksinasi BCG serta mengisi kuisioner.Data penelitian diolah dengan SPSS 13.0 for Windows dan di analisis dengan t-test, X2 test (kai-kuadrat)dan uji mutlak Fischer dengan α= 0,05.Hasil. Selama 6 bulan, telah lahir dan/atau dirawat 107 bayi BBLR berat 2000gram - <2500gram. 60 bayimemenuhi kriteria inklusi dan 44 bayi menyelesaikan penelitian. Rerata diameter indurasi tuberkulinpada kelompok 1 4,91 ± 2884 mm dan kelompok 2 5,41 ± 2,085 mm yang secara statistik tidak berbedabermakna dengan p=0,510. Nilai konversi uji tuberkulin pada kelompok 1 sebesar 63,6% dan kelompok 281,8% tidak menunjukan perbedaan p=0,310.Kesimpulan. Vaksinasi BCG bayi BBLR berat 2000gram-<2500gram segera setelah lahir memberikanefektifitas sama dengan yang ditunda.
Status Vitamin D pada Anak dengan Leukemia Akut Shinta Ayudhia; Amirah Zatil Izzah; Firman Arbi; Finny Fitry Yani
Sari Pediatri Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.1.2022.51-5

Abstract

Latar belakang. Vitamin D adalah kelompok prohormon yang berperan dalam pencegahan dan pertumbuhan sel kanker sebagai antiproliferatif, pro apoptosis dan anti inflamasi. Hal ini disebabkan karena reseptor vitamin D juga terdapat pada sel hematopoesis normal dan abnormal. Namun, penelitian tentang vitamin D pada anak dengan leukemia masih sedikit. Dari beberapa penelitian yang telah ada menunjukkan kadar vitamin D pada pasien leukemia berada pada level defisiensi dan insufisiensi.Tujuan. Mengetahui status vitamin D pada pasien leukemia akut di Rumah Sakit Umum Pusat M. Djamil, Padang.Metode. Penelitian potong lintang dilakukan pada 53 pasien anak yang baru terdiagnosis leukemia akut dari bulan Mei 2018 hingga Mei 2019. Dilakukan pemeriksaan kadar vitamin D di laboratorium dan pengumpulan data karakteristik pasien.Hasil. Didapatkan 30 (56,6%) pasien berjenis kelamin laki-laki, rentang umur paling banyak usia 1-10 tahun. Status gizi kurang terdapat pada 47 (88,7%) pasien. Diagnosis leukemia limfoblastik akut didapatkan 47 (88,7%) pasien. Gejala klinis terbanyak adalah demam (96,2%), pucat (96,2%), hepatomegali (92,5%). Pasien mendapatkan paparan matahari > 30 menit sebanyak 86,8%. Rerata kadar vitamin D pada pasien leukemia akut adalah 24,01±7,91 ng/ml. Status vitamin D pada pasien leukemia akut 50,9% berada pada rentang insufisiensi.Kesimpulan. Status vitamin D pada pasien leukemia akut di RSUP M. Djamil berada pada rentang insufisiensi.
Pengaruh Pemberian Kolostrum Susu Sapi Terhadap Durasi Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang dan Kadar Sekretori Imunoglobulin A pada Anak Alfi Maido Alius; Yusri Dianne Jurnalis; Finny Fitry Yani
Sari Pediatri Vol 24, No 6 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp24.6.2023.388-94

Abstract

Latar belakang. Kolostrum susu sapi atau Bovine colostrum mengandung berbagai growth factor dan immune factor, salah satunya secretory IgA (sIgA) yang dengan jumlah signifikan dapat menghalangi adhesi patogen ke membrane mukosa dan menghambat kolonisasi sehingga bermanfaat untuk mengobati penyakit di saluran pencernaan. Penelitian yang telah dilakukan di Indonesia belum banyak membahas secara spesifik hubungan sIgA yang didapatkan dari kolostrum susu sapi sebagai terapi tambahan diare akut pada anak. Tujuan. Mengetahui pengaruh pemberian kolostrum susu sapi terhadap durasi diare akut dehidrasi ringan sedang dan kadar sekretori IgA pada anakMetode. Penelitian eksperimental yang dilaksanakan di Puskesmas dan Rumah Sakit di kota Padang. Penelitian dimulai dari bulan februari tahun 2022 sampai November 2022. Data terkumpul 30 sampel masing-masing pada kelompok kontrol yang mendapatkan terapi standar WHO dan kelompok intervensi yang mendapatkan terapi standar who ditambah kolostrum susu sapi. Dilakukan pengamatan terhadap durasi diare akut serta pemeriksaan terhadap kadar sIgA.Hasil. Terjadi pemendekan durasi diare secara signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebesar 11,93 jam (p=0,021). Terdapat perbedaan kadar sIgA yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian kolostrum susu sapi pada kelompok intervensi (p=0,003).Kesimpulan. Pemberian kolostrum susu sapi dapat memperpendek rerata durasi diare akut dan meningkatkan rerata kadar sIgA secara bermakna. Pemberian kolostrum susu sapi ini dapat disarankan sebagai terapi adjuvan dalam tatalaksana diare akut pada anak.
Peran Heparan Sulfate, Chondroitin Sulfate, dan Hyaluronic Acid Sebagai Biomarker Diagnosis Sepsis Neonatus Aswati, Lydia; Yusrawati, Yusrawati; Yani, Finny Fitry; Ali, Hirowati
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.257-62

Abstract

Sepsis neonatus menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang bermakna. Berdasarkan penelitian pada populasi di  dua dekade terakhir, diperkirakan insiden sepsis neonatus secara global adalah 2202 per 100.000 kelahiran hidup, dengan mortalitas antara 11-19%. Kultur darah masih menjadi gold standar untuk konfirmasi diagnosis sepsis neonatus, tetapi masih terbatas untuk mendapatkan hasilnya, diperlukan waktu sekitar 24-72 jam. Sepsis berhubungan dengan disfungsi sel endotel yang berat. Disfungsi endotel dapat disebabkan oleh oksidan, hiperglikemia, ROS, endotoksin bakteri serta sepsis. Disfungsi endotel pada sepsis neonatus terjadi penumpahan dari bahan-bahan yang menyusun lapisan glikokaliks endotel. Lapisannya  disusun oleh  proteoglikan, glikoprotein dan glikosaminoglikan. Komponen glikokaliks yang berada di  sirkulasi seperti syndecan-1, hyaluronan, heparan sulfate dan chondroitin sulfate dapat ditemukan di plasma/serum dan urin, diharapkan dapat digunakan  sebagai biomarker diagnosis sepsis neonatus.
Co-Authors Abi Andayu Adang Bachtiar Adefri Wahyudi Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Ahmad Junaidi Ahmad Kurniawan Akbar Aidil Rahman Novesar Alfi Maido Alius Alkamdani, Riki Amelin, Fitrisia Amirah Zatil Izzah Andani Eka Putra Ariescha, Putri Ayu Yessy Arni Amir Arwin AP Akib Asrawati Asrawati Aumas Pabuti Aumas Pabuti Bachti Alisjahbana Bambang Supriyatno Beni Indra, Beni Br Ginting Munthe, Novita Chicy WIdya Morfi Chika Aulia Husna Dachriyanus Hamidi Darfioes Basir Darfioes Basir Darfioes Basir Darfioes Basir Darfioes Basir Darfious Basir Darmawan B. Setyanto Dasman, Hardisman Denas Symond Desmawati Desmawati Desmawati Destri Linjani Devi Gusmaiyanto Devita, Retno Dhyna Lidya Lestari Diana Nur Asrini Didi Yunaspi Didik Hariyanto Didik Hariyanto Dini Anggini Diska Yulia Trisiana Diska Yulia Trisiana Dita Maharani Dwiana Ocviyanti Dwihardiani, Bintari Dya Mulya Lestari Edison Edison Efrida Efrida Efrida Eka Agustia Rini Elsesmita Elsesmita Emeraldy Chatra Erkadius Erkadius Erli Meichory Viorika Eryati Darwin Fachry Abda El Rahman Fauzar Fauzar Felisia . Firman Arbi Gustina Lubis Gustina Lubis Hafifatul A Rahmy Hafni Bachtiar Hanifa Hanif Hardisman Dasman Harun Harnavi Helmizar Hervita Yeni Hirowati Ali, Hirowati Humaira, Hamdini Husna Yetti Ied Imilda Ihsan, Indra Ikhsan Marzony Ilmiawati Ilmiawati, Ilmiawati Imil Irsal Imran Indra Ihsan Indrapriyatna, Ahmad Syafruddin Indri Permata Rani Irhamna Yusra Irvan Medison Irvan Medison Irvan Medison Iskandar Fitri, Iskandar Koesoemadinata, Raspati C. Lita Farlina Liza Fitria Liza Fitria, Liza Lydia Aswati, Lydia Machdawaty Masri Masri Marhefdison Marhefdison Miko, Alfan Muhammad Hendri Munthe, Novita Br Ginting Nastiti Kaswandani Nelwati, Nelwati Nia Kurniati Nice Rachmawati Nina Dwi Putri Nisa Haska Maulina Novi Violona Edwar Nur Afrainin Syah Nur Indrawaty Lipoeto Nurul Noviarisa Osharinanda Monita Rachmawati Masnadi, Nice Rahmi Lestari Rahmi, Yannisa Mutiara Rapida Saragih Ratno Widoyo, Ratno Revi Riliani Ricco Azali Riki Alkamdani Rima Semiarty Rina Triasih Rinang Mariko Rizanda Machmoed Rizanda Machmoed Rizanda Machmud Rizanda Machmud Rizki Meizikri Roni Eka Sahputra Roza Erisma Roza Kurniati Russilawati, Russilawati Sahputra, Roni Eka Sari, Maharani Permata Shinta Ayudhia Stephen M. Graham, Stephen M. Susmiati Susmiati Syahredi SA Trisasi Lestari, Trisasi Triyanto Triyanto Utari Gustiany G Viorika, Erli Meichory Youri, Riana Yuhandri Yuhandri, Yuhandri Yuniar Lestari Yuniar Lestari Yusrawati Yusrawati Yusri Dianne Jurnalis Yusri Dianne Jurnalis Zeffira, Laura Zelly Dia Rofinda