Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Profesi Dokter dan Edukasi Kesehatan Dasar pada Anak Usia Prasekolah melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di My Playmall Childcare and School Naomi Esthernita Fauzia Dewanto; Eko Kristanto Kunta Adjie; Alexander Halim Santoso
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i06.3505

Abstract

Pendahuluan: Masa usia dini merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku sehat, rasa percaya diri, dan kemampuan interaksi sosial anak. Namun, banyak anak prasekolah masih merasa takut terhadap lingkungan pelayanan kesehatan dan tenaga medis. Oleh karena itu, diperlukan promosi kesehatan dengan pendekatan edukatif dan ramah anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengenalkan profesi dokter, memberikan edukasi kesehatan dasar, serta meningkatkan keberanian anak dalam berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 13 Mei 2026 di My Playmall Childcare and School menggunakan pendekatan interaktif melalui pengukuran antropometri, bernyanyi bersama, edukasi kesehatan, dan pemeriksaan sederhana oleh dokter spesialis anak. Hasil: Sebanyak 26 anak mengikuti kegiatan dan menunjukkan antusiasme tinggi selama edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Kesimpulan: Program ini berhasil memberikan pengalaman kesehatan yang menyenangkan serta berpotensi meningkatkan literasi kesehatan dan kenyamanan anak terhadap pelayanan kesehatan sejak dini.  
Korelasi Komposisi Tubuh dan Antropometri dengan Tekanan Darah, Gula Darah Puasa, dan Profil Lipid Perempuan di Kota Salatiga: Correlation of Body Composition and Anthropometry with Blood Pressure, Fasting Blood Sugar, and Lipid Profile of Women in Salatiga City Julia Herdiman; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.260

Abstract

Latar Belakang: Komposisi tubuh dan distribusi adipositas memiliki peran penting dalam regulasi metabolik pada perempuan dewasa, namun asosiasi diferensial antara parameter antropometri dengan kendali tekanan darah, glukosa, dan lipid belum sepenuhnya tereksplorasi di level komunitas.  Tujuan: Menganalisis korelasi antara komposisi tubuh dan antropometri dengan tekanan darah, homeostasis gula darah, dan profil lipid pada perempuan dewasa di Salatiga. Metode: Penelitian potong lintang melibatkan 51 perempuan dewasa dengan rata-rata usia 41,65 tahun. Pengukuran meliputi antropometri (indeks massa tubuh, lingkar perut, lingkar panggul), analisis komposisi tubuh (lemak subkutan regional, massa otot rangka segmental), dan parameter biokimia (glukosa darah puasa, profil lipid, tekanan darah). Analisis korelasi Spearman digunakan untuk evaluasi hubungan antar variabel. Hasil: Adipositas sentral menunjukkan korelasi positif dengan glukosa darah puasa dan trigliserida, serta korelasi negatif dengan HDL cholesterol. Massa otot rangka tubuh utama menunjukkan korelasi negatif signifikan dengan dysglycemia. Namun, asosiasi antara parameter komposisi tubuh dengan tekanan darah tetap lemah dan tidak signifikan, mengindikasikan regulasi tekanan darah dipengaruhi mekanisme independen. Kesimpulan: Adipositas sentral dan massa otot rangka memiliki peran regulatif diferensial dalam kendali metabolik glukosa dan lipid, sementara tekanan darah diregulasi melalui mekanisme multi-sistem. Penelitian longitudinal dengan detailed mechanistic assessment sangat direkomendasikan untuk elucidasi lebih lanjut.
Korelasi TyG dan TyG dimodifikasi dengan Kadar HbA1c pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu: Correlation between the TyG Index and Modified TyG Index with HbA1c Levels among Residents of Kota Bambu Subdistrict Fenny Yunita; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.262

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada populasi urban dengan prevalensi obesitas abdominal yang tinggi. Indeks Triglyceride-Glucose (TyG) dan variannya yang dimodifikasi telah berkembang sebagai biomarker sederhana namun sensitif untuk mendeteksi resistensi insulin dan risiko gangguan metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara TyG dan TyG yang dimodifikasi dengan kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan total 135 responden berusia 18–65 tahun. Pemeriksaan glukosa puasa, profil lipid, dan HbA1c dilakukan sesuai prosedur standar, sementara indeks TyG dan variannya dihitung menggunakan formula baku yang mengombinasikan parameter laboratorium dan antropometri.  Hasil: Menunjukkan adanya korelasi positif bermakna antara TyG dan HbA1c (r = 0,170; p = 0,048), serta korelasi positif pada TyG×IMT (r = 0,169; p = 0,050) dan TyG×WC (r = 0,199; p = 0,021), sedangkan TyG×WHtR menunjukkan hubungan searah namun tidak signifikan. Kesimpulan: Konsistensi arah hubungan ini menggambarkan bahwa peningkatan indeks berbasis glukosa dan trigliserida selaras dengan peningkatan risiko glikemik, meskipun perubahan HbA1c masih berada pada rentang normal. Temuan ini menegaskan potensi TyG sebagai marker skrining dini untuk mendeteksi disfungsi metabolik subklinis pada populasi perkotaan. Diperlukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi nilai prediktif TyG terhadap kejadian diabetes serta memastikan perannya dalam strategi skrining komunitas yang cost-effective.
Korelasi antara Antropometri dan Caliper terhadap Kadar Hidrasi, Air, dan Minyak Kulit secara Segmental: Correlation between Anthropometric Measures and Skinfold Caliper Measurements with Segmental Skin Hydration, Water, and Oil Levels Sukmawati Tansil Tan; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.263

Abstract

Latar Belakang: Parameter antropometri, seperti IMT, lingkar tubuh, dan rasio distribusi lemak, serta pengukuran ketebalan lemak subkutan dengan caliper telah lama digunakan untuk menilai status gizi dan risiko metabolik, namun indikator sederhana yang dapat digunakan untuk memperkirakan kondisi hidrasi dan kesehatan kulit secara praktis belum ada. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara parameter antropometri dan ketebalan lipatan kulit dengan kadar hidrasi, air, dan minyak kulit secara segmental pada populasi dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. Metode: Desain penelitian menggunakan metode potong lintang dengan melibatkan 135 responden yang menjalani pemeriksaan antropometri, pengukuran lipatan kulit menggunakan caliper, serta evaluasi kondisi kulit menggunakan skin analyzer pada kedua lengan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hidrasi kulit tidak memiliki korelasi bermakna dengan seluruh parameter antropometri maupun ketebalan lemak subkutan, menegaskan bahwa hidrasi epidermal terutama dipengaruhi oleh integritas skin barrier dan mekanisme homeostatik stratum korneum. Sebaliknya, kadar air dan minyak kulit menunjukkan korelasi positif konsisten dengan lingkar leher dan lingkar betis, serta korelasi negatif dengan beberapa lipatan kulit, yang mengindikasikan bahwa massa otot segmental dan perfusi mikrovaskular berperan dalam mempertahankan kadar air dan aktivitas kelenjar sebasea, sedangkan akumulasi lemak subkutan cenderung menurunkan keduanya. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa ukuran tubuh global seperti IMT atau lingkar perut bukan prediktor utama karakteristik kulit, dan bahwa kualitas kulit lebih ditentukan oleh faktor lokal. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal serta integrasi parameter fisiologi kulit tambahan, seperti aliran darah, TEWL, dan biomarker epidermal, diperlukan untuk memperkuat pemahaman mekanistik dan mendukung pengembangan strategi intervensi dermatologis yang lebih presisi dan segmental.
Korelasi Komposisi Tubuh dengan Risiko Penyakit Jantung berdasarkan Framingham pada Wanita Kelurahan Kota Bambu Christian Wijaya; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.264

Abstract

Latar Belakang: Perubahan komposisi tubuh pada perempuan, termasuk peningkatan adipositas sentral dan penurunan massa otot, berperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Framingham Risk Score (FRS) memberikan estimasi risiko 10-tahun yang dapat digunakan untuk menilai pengaruh parameter tubuh terhadap profil risiko tersebut. Tujuan: Menilai hubungan antara komposisi tubuh dengan risiko penyakit jantung berdasarkan FRS pada perempuan di Kelurahan Kota Bambu. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada 82 perempuan. Parameter komposisi tubuh meliputi indeks massa tubuh, lemak subkutan, lemak visceral, serta massa otot rangka. Risiko penyakit jantung dinilai menggunakan FRS. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel. Hasil: Mayoritas responden berada pada kategori risiko rendah, namun variasi skor FRS cukup luas (0–15). Terdapat korelasi positif signifikan antara lemak tubuh total (r = 0,224; p < 0,05), IMT (r = 0,261; p < 0,05), dan terutama lemak visceral (r = 0,360; p < 0,01) dengan FRS. Sebaliknya, massa otot tubuh utama berkorelasi negatif signifikan dengan FRS (r = –0,257; p < 0,05), menunjukkan efek protektif.Kesimpulan: Adipositas sentral dan total berperan dalam peningkatan risiko penyakit jantung pada perempuan, sedangkan massa otot menunjukkan kontribusi protektif. Parameter komposisi tubuh dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining dini di komunitas untuk menilai risiko kardiovaskular. Penelitian longitudinal diperlukan untuk memperkuat temuan ini.
Integrasi Skrining Tekanan Darah dan Edukasi Kesehatan dalam Upaya Menurunkan Risiko Hipertensi pada Populasi Dewasa Alfred Sutrisno Sim; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.790

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang sering tidak terdeteksi pada populasi dewasa karena bersifat asimtomatik pada tahap awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining tekanan darah guna mengidentifikasi risiko hipertensi secara dini menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik menggunakan metode standar, disertai edukasi kesehatan terkait pencegahan hipertensi. Sebanyak 148 partisipan dewasa terlibat dengan rerata usia 42,78±13,44 tahun dan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang. Rerata tekanan darah sistolik tercatat sebesar 123,59±17,86 mmHg dan diastolik 77,65±12,06 mmHg, yang secara umum masih berada pada kisaran normal hingga borderline. Namun, analisis kategorikal menunjukkan bahwa hanya 44,6% responden berada dalam kategori normal untuk tekanan sistolik, sementara sisanya berada pada kategori elevated (14,2%), hipertensi derajat I (25,0%), dan hipertensi derajat II (16,2%). Pada tekanan diastolik, 69,6% berada dalam kategori normal/elevated, dengan sisanya termasuk hipertensi derajat I (14,9%) dan derajat II (15,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan tekanan darah cukup tinggi pada populasi dewasa meskipun nilai rerata tampak normal. Skrining berbasis komunitas ini efektif dalam mendeteksi dini individu berisiko hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat, pengurangan asupan garam, peningkatan aktivitas fisik, serta pemantauan tekanan darah secara berkala untuk mencegah progresivitas dan komplikasi seperti stroke.
Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus sebagai Pilar Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronik dalam Upaya Pencegahan Progresivitas Ginjal pada Populasi Dewasa Rosadi Putra; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.795

Abstract

Penurunan fungsi ginjal merupakan kondisi yang sering berlangsung secara subklinis dan tidak terdeteksi pada populasi dewasa, meskipun memiliki potensi berkembang menjadi penyakit ginjal kronis dengan dampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini gangguan fungsi ginjal melalui skrining berbasis komunitas menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur kadar kreatinin serum dan menghitung estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) sebagai indikator fungsi ginjal yang lebih sensitif. Sebanyak 109 partisipan dewasa terlibat dalam kegiatan ini, dengan rerata usia 42,81±13,55 tahun dan dominasi perempuan (67,9%). Rerata kadar kreatinin sebesar 0,98±0,20 mg/dL masih berada dalam kisaran normal. Namun demikian, rerata eGFR sebesar 79,16±22,15 mL/menit menunjukkan adanya variasi fungsi ginjal yang cukup luas antarindividu. Secara kategorikal, hanya 28,4% partisipan memiliki fungsi ginjal normal, sementara sebagian besar menunjukkan penurunan fungsi ginjal ringan (49,5%) dan penurunan sedang (22%), tanpa ditemukan kasus penurunan berat maupun gagal ginjal. Analisis distribusi menunjukkan variasi nilai eGFR berdasarkan jenis kelamin, dengan kecenderungan nilai yang lebih rendah dan distribusi yang lebih luas pada perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan fungsi ginjal dapat terjadi pada populasi yang secara klinis tampak sehat dan tidak selalu terdeteksi melalui parameter kreatinin saja. Oleh karena itu, skrining fungsi ginjal berbasis komunitas dengan pendekatan PDCA terbukti efektif dalam mendeteksi perubahan fungsi ginjal secara dini. Integrasi kegiatan ini dengan edukasi kesehatan dan intervensi promotif-preventif menjadi penting untuk mencegah progresivitas penyakit ginjal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Mengenali Risiko Diabetes Melalui HbA1c dan Glukosa Puasa: Program Skrining dan Edukasi di Sekolah Mutiara Bangsa Fenny Yunita; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.800

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kadar gula darah puasa dan HbA1c sebagai upaya deteksi dini gangguan metabolik pada masyarakat dewasa produktif. Diabetes melitus dan pre-diabetes merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi metabolik serta kardiovaskular. Deteksi dini gangguan glikemik penting dilakukan karena kondisi pre-diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga banyak kasus tidak teridentifikasi sejak awal. Pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c digunakan sebagai metode skrining sederhana untuk menilai kontrol glikemik masyarakat. Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata, standar deviasi, median, rentang nilai, serta distribusi kategori glikemik. Rerata usia peserta sebesar 34,69 dengan standar deviasi 9,05 tahun dan mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (80,0%). Pemeriksaan gula darah puasa menunjukkan rerata sebesar 87,04 dengan standar deviasi 32,22 mg/dL dan median 80,00 mg/dL (59,00–236,00 mg/dL). Sementara itu, pemeriksaan HbA1c menunjukkan rerata sebesar 4,75 dengan standar deviasi 1,12% dan median 4,20% (4,00–9,20%). Sebagian besar peserta berada dalam kategori normal, namun masih ditemukan peserta dengan kondisi pre-diabetes dan diabetes. Analisis sebaran data menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kadar gula darah seiring bertambahnya usia. Hasil kegiatan ini menunjukkan pentingnya skrining glukosa darah dan HbA1c secara berkala sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mencegah gangguan metabolik. Selain itu, edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, pengendalian berat badan, dan pemeriksaan kesehatan berkala perlu terus ditingkatkan untuk menurunkan risiko diabetes melitus pada masyarakat dewasa produktif.
Deteksi Dini Hiperurisemia dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Komunitas Dewasa Sekolah Mutiara Bangsa Yulfitra Sony; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.801

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kadar asam urat sebagai upaya deteksi dini hiperurisemia pada masyarakat dewasa produktif. Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang semakin sering ditemukan dan berkaitan dengan peningkatan risiko artritis gout, hipertensi, penyakit ginjal kronik, serta penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga skrining kesehatan menjadi penting untuk mendeteksi peningkatan kadar asam urat secara dini. Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode skrining sederhana dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata, standar deviasi, median, rentang nilai, serta distribusi kategori kadar asam urat. Rerata usia peserta sebesar 34,69 dengan standar deviasi 9,05 tahun dan mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (80,0%). Pemeriksaan kadar asam urat menunjukkan rerata sebesar 7,16 dengan standar deviasi 1,88 mg/dL dan median 6,90 mg/dL (3,90–13,90 mg/dL). Sebagian besar peserta berada dalam kategori hiperurisemia sebanyak 27 orang (60,0%), sedangkan kategori normal ditemukan pada 18 orang (40,0%). Kadar asam urat laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan, meskipun hiperurisemia juga ditemukan pada perempuan. Tingginya proporsi hiperurisemia pada masyarakat dewasa produktif menunjukkan adanya risiko gangguan metabolik yang memerlukan perhatian sejak dini. Oleh karena itu, skrining kadar asam urat secara berkala penting dilakukan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan. Selain itu, edukasi mengenai pola makan rendah purin, aktivitas fisik rutin, pengendalian berat badan, dan hidrasi yang adekuat perlu terus ditingkatkan untuk mencegah komplikasi hiperurisemia dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Penilaian Status Gizi menggunakan IMT dan Bioelectrical Impedance Analysis untuk Identifikasi Risiko Sindrom Metabolik pada Dewasa di Kelurahan Semanan Jeffrey; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.802

Abstract

Overweight dan obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan berhubungan dengan berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia, dan penyakit kardiovaskular. Penilaian status gizi melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pemeriksaan komposisi tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dapat dimanfaatkan sebagai metode sederhana untuk mendeteksi dini risiko gangguan metabolik pada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi gambaran status gizi dan komposisi tubuh responden berdasarkan hasil pengukuran IMT, persentase lemak tubuh, dan massa otot tubuh. Evaluasi dilakukan secara deskriptif terhadap hasil pemeriksaan dan pelaksanaan edukasi kesehatan selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 155 responden mengikuti pemeriksaan dengan rerata usia 46,49 ± 10,29 tahun dan rentang usia 19–80 tahun. Responden didominasi oleh perempuan sebanyak 109 orang (70,3%), sedangkan laki-laki berjumlah 46 orang (29,7%). Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata persentase lemak tubuh sebesar 27,69 ± 9,27% dan rerata massa otot tubuh sebesar 25,63 ± 4,5%. Nilai rerata IMT responden adalah 27,41 ± 5,04 kg/m² dengan rentang 18,1–45 kg/m². Berdasarkan klasifikasi IMT Asia Pasifik, kategori obesitas tingkat 1 menjadi kelompok terbanyak sebanyak 64 responden (41,3%), diikuti obesitas tingkat 2 sebanyak 40 responden (25,8%). Temuan ini memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi lebih hingga obesitas. Pemeriksaan IMT dan komposisi tubuh dapat digunakan sebagai metode skrining yang praktis dan efektif untuk membantu identifikasi dini risiko gangguan metabolik serta mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat dan pemantauan status gizi secara berkala.
Co-Authors Aditya Pratama Agnes Marcella Ajeng Normala Alfianto Martin Alfred Sutrisno Sim Alfred Sutrisno Sim Alicia Herdiman Alicia Herdiman Alicia Herdiman Alicia Sarijuwita Alicia Sarijuwita Anak Agung Ngurah Putrayoga Amertha Anastasia Ratnawati Biromo Andini Ghina Syarifah Andrew Philo Angel Sharon Suros Angel Sharon Suros Anggita Tamaro Anggita Tamaro Anthon Eka Prayoga Khoto Astin Mandalika Axsel Harsono Ayleen Nathalie Jap Ayleen Nathalie Jap Ayunda Vidya Karmelia BR Harahap Belinda Angie Bobby Marshel Ancheloti Waltoni Bobby Marshel Ancheloti Waltoni Brandon Alexander Setiady Brian Albert Gaofman Bruce Edbert Bryan Anna Wijaya Bryan Anna Wijaya Catharina Sagita Moniaga Chalishah Shifa Martiana Christian Wijaya Christian Wijaya Woen Clement Drew Daneil Goh Daniel Goh David Limanan Dean Ascha Wijaya Diana Dinali Disya Gwyneth Aziel Djulia Djulia Donatila Mano S Dorna Yanti Lola Silaban Edwin Destra Edwin DESTRA Edwin Destra Edwin Destra Eko Kristanto Kunta Adjie Eric Raditya Kaminto Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Evi Fadil Hidayat Farell Christian Gunaidi Farell Christian Gunaidi Farell Christian Gunaidi Farell Christian Gunaidi Farell Christian Gunaidi Fenny Yunita Fenny Yunita Fernando Nathaniel Fidelia Alvianto Fiona Valencia Setiawan Fiona Valencia Setiawan Fiqi Afrizal Bachri Firmansyah Firmansyah Fladys Jashinta Mashadi Freddy Ciptono Friliesa Averina Friliesa Averina Friliesa Averina Frilliesa Averina Frisca Frisca Frisca Frisca Frisca Frisca Frisca Frisca Frisca Frisca Frisca Geoffrey Christian Lo Giovanno Sebastian Yogie Gracelya Liwanto Gracienne Gracienne Gracienne Hans Sugiarto Harfi Rif’ani Apriansyah Helen Limarda Hendsun Hendsun Heri Yanto Putra Hetty Karunia Tanjungsari Ines Haryanto Irvan Baharits Al Basith Jasmine Syabania Noviantri Jeffrey Jeffrey Jeffrey Jeffry Luwito Jonathan Andersan Jonathan Hadi Warsito Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Julia Herdiman Karjadidjaja, Idawati Kasvana Kasvana Kasvana Kenzie Rafif Ramadhani Kresna Bambang Fajarivaldi Linda Julianti Linginda Soebrata Louis Anthony Louise Audrey Sukianto Louise Audrey Sukianto Lysandro Tommy Lay Marcella E. Rumawas Mei Ie Meilani Kumala Melkior Michael Fransisco Muhammad Rifat Umar Alwini Nabila Jingga Permatasari Naomi Esthernita Fauzia Dewanto Naufal Rayhan Nicholas Albert Tambunan Nicholas Albert Tambunan Nicholas Albert Tambunan Nicholas Setia Nicholas Setia Nikita Nikita Tan Noer Saelan Tadjudin Novendy Novendy Novia Yudhitiara Olivia Charissa Olivia Charissa Paskalis Andrew Gunawan Pasuarja Jeranding Ezra Paulus Gegana Thery Dewanto RA Rengganis Ularan Ribkha Anggeline Hariesti Sitorus Rifi Nathaznya Syachputri Robert Kosasih Rosadi Putra Ryan Daffano Putra Mahendri Shirly Gunawan Sidarta, Erick Siufui Hendrawan Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Stephanie Amadea Steve Geraldo Bustam Steve Vallery Ranonto Steven Hizkia Lucius Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sung Chian Susi Olivia Lontoh Susy Olivia Susy Olivia Lontoh Susy Olivia Lontoh Susy Olivia Lontoh Susy Olivia Lontoh Syilvia Cendy Enike Sylvia Cendy Enike Tamia Asri Jeser Tiffany Valeri Alexandra Tjie Haming Setiadi Tosya Putri Alifia Triyana Sari Twidy Tarcisia Valentino Gilbert Lumintang Valentino Gilbert Lumintang Welly Hartono Ruslim William Gilbert Satyanagara William Gilbert Satyanegara William Gilbert Satyanegara Yohanes Firmansyah Yohanes Yohanes Yonathan Adi Purnomo Yovian Timothy Satyo Yulfitra Soni Yulfitra Sony Zita Atzmardina