p-Index From 2021 - 2026
6.291
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PELAPISAN LOGAM MENGGUNAKAN MEDIA PLASMA DINGIN DENGAN METODE DC MAGNETRON SPUTTERING Bob Alvin Sidabutar; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat material dapat dilakukan salah satunya dengan teknik deposisi lapisan tipis pada permukaan material. Salah satu metode teknik deposisi lapisan tipis adalah metode DC magnetron sputtering. Metode ini menggunakan plasma untuk menghasilkan lapisan tipis pada permukaan material. Rangkaian flyback digunakan untuk membangkitkan plasma pada penelitian ini. Pada penelitian ini akan diuji pengaruh jarak elektroda dan lama waktu proses sputtering terhadap luas bercak lapisan pada permukaan substrat. Jarak elektroda diubah dari 1 cm, 2 cm, 3 cm, dan 4 cm. Sementara itu, lama waktu proses sputtering bervariasi dari 36 menit, 72 menit, 108 menit, 144 menit, dan 180 menit. Substrat yang akan digunakan pada penelitian ini adalah besi sedangkan bahan pelapis yang digunakan adalah aluminium, tembaga, timbal, zink, dan perak. Penelitian ini menggunakan bentuk elektroda piring – piring dalam proses pelapisan. Proses sputtering ini menghasilkan bercak pada susbtrat. Bercak pada substrat akan dibandingkan secara kualitatif pada setiap jarak elektroda, lama proses sputtering, dan bahan pelapis yang digunakan. Bercak pada permukaan susbstrat dikelompokkan dalam 6 kelompok “ketebalan” lapisan untuk mendapat data kuantitatif dan dibuat dalam bentuk grafik. Dalam penelitian ini didapatkan bahan pelapis perak adalah bahan pelapis yang membutuhkan waktu paling singkat untuk melapisi substrat besi yaitu 36 menit. Pada waktu 36 menit hasil bercak yang diperoleh bahan pelapis perak termasuk dalam kelompok tertinggi  dibandingkan dengan bahan pelapis yang lain. Selain itu, dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa perubahan jarak elektroda mempengaruhi besar tegangan elektroda dan nilai kelompok “ketebalan” bahan pelapis. Semakin jauh jarak elektroda semakin besar juga besar tegangan elektroda dan nilai kelompok “ketebalan” bahan pelapis. Kata kunci: Teknik deposisi, DC magnetron sputtering, plasma. Abstract The attempt to improve material’s characteristics can be done using the technique of thin layer depositioning on the material’s surface. DC magnetron sputtering is one of the methods frequently used to do so. This method uses plasma to create a thin layer on the material's surface. In this research, flyback circuit is used to generate plasma. This research examines the effects of electrodes’ gap and sputtering process time on the width of marks that appear on the substrate’s surface. The electrodes’ gap varies in range of 1, 2, 3, and 4 cm, whereas the sputtering process time varies in range of 36, 72, 108, 144, and 180 minutes. The substrate used in this research is iron and the coating materials used are aluminium, copper, lead, zinc, and silver. This research uses plate-shaped electrodes in the coating process. The sputtering process resulted in the appearance of marks on the substrate’s surface. The marks were compared qualitatively with every gap range of electrodes, sputtering process time, and the coating material used. Next, they were categorized into 6 groups according to the thickness of the marks’ layer in order to obtain quantitative data which were then made into graphics. The results of this research show that silver coating material takes the shortest time to coat iron substrate, which is 36 minutes. In 36 minutes, the marks produced by silver coating fall under the group with the highest marks, compared to other coating materials. This research also shows that alteration of the electrodes' gap will affect the voltage of electrodes and the coating’s thickness groups. The further the gap between the electrodes, the higher the electrodes’ voltage and the coating’s thickness groups will be. Keywords: Deposition technique, DC magnetron sputtering, plasma.
RANCANG BANGUN ALAT MIKROKONTROLLER UNTUK PARAMETER MOTOR DC Muchammad Andaru Ardana; Mochammad Rusli; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 7 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak--Estimasi Parameter berperan penting dalam pemodelan sistem dan kontrol. Pada jurnal ini bertujuan untuk merancang alat mikrokontroller untuk menentukan estimasi parameter motor DC yang berguna dalam bidang industri dengan desain yang kompak dan harga yang murah.Kata Kunci—Motor DC, estimasiparameter , Mikrokontroller.Abstract--Parameter estimation plays an important role in system modeling and control. This journal aims to design a microcontroller tool to determine the estimation of DC motor parameters that are useful in the industrial field with a compact design and low price.Keywords—DC motor, parameter estimation, Microcontroller. 
APLIKASI SLIDING MODE CONTROL (SMC) UNTUK MEREDUKSI OSILASI TEGANGAN KELUARAN BOOST CONVERTER PADA PANEL SURYA Aldi Lutfil Hikam; n/a Wijono; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tegangan yang dihasilkan sel surya tergantung kondisi intensitas cahaya matahari di sepanjang waktu. Sehingga dibutuhkan metode untuk melacak titik daya maksimum sel surya yang berubah menggunakan Maximum Power Point Tracker (MPPT). Untuk mengendalikan tegangan sel surya maka digunakan konverter, jenis konverter yang digunakan adalah Boost Converter yang mengubah tegangan keluaran sel surya menjadi lebih besar. Namun tegangan keluaran yang dihasilkan oleh Boost Converter memiliki kekurangan seperti adanya osilasi. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan pengendali pada Boost Converter. Pengendali yang diterapkan pada skripsi ini adalah Sliding Mode Control (SMC). Dimana masukan dari Boost Converter adalah keluaran dari sel surya yang bervariasi tergantung pada perubahan iradiasi cahaya matahari. Penelitian dilakukan dengan simulasi pada MATLAB Simulink yang disimulasikan pada sistem open loop dan close loop. Berdasarkan analisa penelitian tegangan keluaran pengendali SMC dapat mempercepat settling time tegangan keluaran dari nilai settling time open loop. Pada saat terjadi perubahan iradiasi pada waktu tertentu yang menyebabkan terjadinya lonjakan tegangan, pengendali SMC dapat memperbaiki tegangan recovery time lebih cepat dari sistem open loop. Ketika beban R bervariasi tegangan yang dihasilkan sel surya dan tegangan keluaran boost converter semakin besar seiring dengan bertambahnya beban R. Settling time ketika beban R berubah pengendali SMC mempunyai settling time yang lebih cepat dari settling time Open Loop. Kata Kunci— Sel Photovoltaic, MPPT, Boost Converter, Sliding Mode Control (SMC), settling time, recovery time.   Abstract The voltage generated by solar cells depends on the conditions of the sun's light intensity at all times, so a method is needed to track the maximum power point of a changing solar cell using the Maximum Power Point Tracker (MPPT). To control the voltage of solar cells, using the converter. The type of converter used is the Boost Converter, which changes the solar cells' output voltage to a bigger one. However, the output voltage generated by the Boost Converter has disadvantages such as oscillations. Need A controller on the Boost Converter to overcome this. The controller applied in this thesis is Sliding Mode Control (SMC). The Boost Converter's input is the output of solar cells, which varies depending on changes in sunlight irradiation. They researched by simulating the MATLAB Simulink simulated on open loop and close loop systems. Based on the research analysis, the SMC controller's output voltage can accelerate the settling time of the output voltage from the open-loop settling time value. When there is a change in irradiation at a specific time that causes a voltage spike, the SMC controller can improve the voltage recovery time faster than the open-loop system. When the load R varies, the voltage generated by the solar cell and the boost converter's output voltage increases with the increase in R load. When the load R changes, the SMC controller has a settling time that is faster than the Open Loop settling time. Based on the research analysis, the SMC controller's output voltage can accelerate the settling time of the output voltage from the open-loop settling time value. When there is a change in irradiation at a specific time that causes a voltage spike, the SMC controller can improve the voltage recovery time faster than the open-loop system. When the load R varies, the voltage generated by the solar cell and the boost converter's output voltage increases with the increase in R load. When the load R changes, the SMC controller has a settling time that is faster than the Open Loop settling time. Keywords— Photovoltaic Cells, MPPT, Boost Converter, Sliding Mode Control (SMC), settling time, recovery time.
KAJIAN PENINGKATAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI DENGAN RELOKASI SECTIONALIZER PADA PENYULANG PUJON DENGAN PEMBANGKIT TERDISTRIBUSI Syamsu Dhuha; Hadi Suyono; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyulang Pujon merupakan penyulang tipe radial yang mendapat suplai daya energi listrik dari Gardu Induk Sengkaling, Malang. Penambahan pembangkit terdistribusi menyebabkan arus hubung singkat semakin besar, sehingga diperlukan respon sistem proteksi yang semakin cepat dalam menetralisir gangguan. Penelitian ini mengkaji nilai keandalan dan perubahan setelan recloser dan sectionalizer penyulang pujon dengan penambahan pembangkit terdistribusi. Metode analisis pendekatan dampak kegagalan suatu peralatan kepada seluruh sistem penyulang digunakan untuk perencanaan relokasi sectionalizer. Simulasi gangguan hubung singkat dua fasa dan tiga fasa pada kondisi eksisting dan kondisi penambahan pembangkit terdistribusi yang disertai perencanaan relokasi sectionalizer dilakukan dengan software ETAP 12.6.0 untuk mengetahui besar arus hubung singkat, waktu yang dibutuhkan recloser dan sectionalizer untuk menetralisir gangguan, serta jumlah pelanggan padam. Nilai indeks keandalan (SAIFI, SAIDI dan CAIDI) pada kondisi eksisting adalah 0,685200041, 0,008119295 dan 0,011849525, sedangkan setelah dilakukan perencanaan relokasi sectionalizer turun menjadi 0,47489553, 0,005482114 dan 0,011544949. Arus hubung singkat dua fasa dan tiga fasa terkecil pada kondisi eksisting adalah 669A dan 772A, sedangkan pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi adalah 670A dan 774A. Nilai arus hubung singkat dua fasa dan tiga fasa terbesar pada kondisi eksisting adalah 7.832A dan 9.044A, sedangkan pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi adalah 7.837A dan 9.049A. Waktu yang dibutuhkan recloser dan sectionalizer untuk menetralisir gangguan (fault clearing time / FCT) pada kondisi penambahan pembangkit terdistribusi lebih cepat dari kondisi eksisting. Jumlah pelanggan padam ketika terjadi gangguan pada kondisi perencanaan relokasi sectionalizer lebih sedikit dari kondisi eksisting. Kata kunci - pembangkit terdistribusi, indeks keandalan, recloser, sectionalizer
Perancangan Soft Starter Motor Induksi Satu Fasa dengan Metode Closed Loop Menggunakan Mikrokontroler Arduino Ardhito Primatama; n/a Soeprapto; n/a Wijono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.056 KB)

Abstract

Motor induksi merupakan alat yang paling banyak digunakan dalam industri baik industri besar maupun industri rumahan dikarenakan konstruksinya yang sederhana dan handal. Motor yang paling banyak digunakan di industri rumahan adalah motor induksi satu fasa. Motor induksi memiliki permasalahan yang sangat merugikan sistem, yaitu arus pengasutannya yang tinggi. Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah menggunakan soft starter. Dewasa ini teknologi elektronika daya TRIAC digunakan sebagai komponen utama dalam soft starter. Pengaturannya juga diatur dengan mikrokontroler untuk memudahkan melakukan pengasutan. Mikrokontroler yang digunakan dalam penelitian ini adalah Arduino.  Soft starter yang dirancang mampu menurunkan arus pengasutan hingga 2 kali untuk pengasutan tanpa beban dan 3 kali untuk pengasutan dengan beban generator sinkron. Torsi pengasutan yang dihasilkan oleh soft starter sebesar 0,023 Nm untuk pengasutan tak berbeban dan 0,43 Nm untuk pengasutan dengan beban generator sinkron. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengasutan menggunakan soft starter tak berbeban selama 0,77 detik sedangkan untuk kondisi berbeban generator sinkron sebesar 7,92 detik.   Index Terms— soft starter, motor induksi satu fasa, TRIAC, Arduino, arus pengasutan, torsi pengasutan.
Optimasi Penempatan Load Break Switch (LBS) pada Penyulang Karpan 2 Ambon menggunakan Metode Algoritma Genetika Hendrik Kenedy Tupan; Rini Nur Hasanah; Wijono Wijono
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 11 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.842 KB) | DOI: 10.21776/jeeccis.v11i1.324

Abstract

Seringnya pemadaman listrik di Kota Ambon mengakibatkan kerugian baik pada konsumen maupun PT. PLN sebagai penyedia jasa energi listrik. Kapasitas pembangkit terpasang saat ini adalah 55.072 MW, dengan struktur jaringan distribusi radial 20 kV. Untuk mengurangi dampak tersebut , diperlukan optimasi penempatan titik Load Break Switch (LBS) dengan metode Algoritma Genetika (GA) guna peningkatan  keandalan sistem  pada penyulang  Karpan 2 Ambon. Optimasinya ialah dengan mensimulasikan penempatan titik LBS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa posisi LBS setelah optimasi memberikan total nilai daya reaktif (Q) yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Perbandingan kondisi tingkat keandalan dengan menggunakan indeks SAIDI dan SAIFI juga menunjukkan adanya perbaikan, tetapi belum memenuhi standar yang berlaku di Indonesia (SPLN 68-2:1986) disebabkan karena jumlah gangguannya masih melebihi standar. Setelah optimasinya terjadi penurunan nilai SAIDI dari 27.16 menjadi 25,30 jam/tahun, dan nilai SAIFI dari 4.14  menjadi 3,86 kali/tahun.  
Analisis Steady State dan Dinamik pada Perencanaan Pengembangan Pembangkit Sistem Gorontalo Frengki Eka Putra Surusa; Hadi Suyono; Wijono Wijono
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya konsumen energi listrik di Gorontalo akan meningkatkan kebutuhan pasokannya. Peningkatan tersebut memerlukan penambahan sumber-sumber pembangkit baru. Untuk memenuhi hal tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah pembangkit baru, yaitu PLTU Anggrek, dengan kapasitas 2x25 MW. Injeksi PLTU Anggrek ini akan secara langsung mempengaruhi aliran daya, dan stabilitas dinamik sistem yang meliputi stabilitas sudut rotor (rotor angle stability), stabilitas frekuensi (frequensi stability), dan stabilitas tegangan (voltage stability). Waktu pemutusan kritis (critical clearing time) juga dianalisis untuk mengevaluasi performance sistem. Hasil analisis steady state menunjukan bahwa profil tegangan pada sistem setelah injeksi terjadi perbaikan dengan nilai rata-rata sebesar 4,61 %. Hasil analisis stabilitas dinamik menunjukan bahwa waktu pemulihan dari sudut rotor, frekuensi dan tegangan menjadi  lebih cepat.Kata Kunci — aliran daya, injeksi daya, PLTU Anggrek, stabilitas frekuensi, stabilitas sudut rotor, stabilitas tegangan.
Pengaturan Injeksi Arus pada Coilgun dengan PWM menggunakan Metode Algoritma Genetika Basuki Winarno; Wijono Wijono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 1 No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini membahas tentang pengaturan injeksi arus pada coilgun untuk menghasilkan suatu profil kecepatan tertentu. Rancangan konstruksi koil yang diperlukan disusun dari 3 bagian area. Pergerakan proyektil dalam tiap area dibatasi oleh energi maksimal yang disediakan masing-masing koil sesuai kemampuan hantar arus konduktornya. Pengaturan duty cyclepada pulse-width modulation (PWM) digunakan untuk menghasilkan besar tegangan keluaran yang menentukan besar arus injeksi ke dalam koil. Arus yang diinjeksikan ke dalam koil diubah setiap 1 ms selama 24 ms, yaitu waktu tempuh proyektil dalam melewati 3 area, sesuai dengan kebutuhan energi yang berubah terhadap jarak. Jumlah layer pada masing-masing koil ditentukan secara iteratif untuk mempertimbangkanketerkaitan antar parameter koil. Injeksi arus pada ketiga koil dilakukan secara terpisah pada saat yang bersamaan, sehingga untuk setiap posisi proyektil tertentu dalam koil diperlukan pengaturanduty cycleyang berbeda.Algoritma genetika digunakan untuk keperluan tersebut. Setiapduty cycledikodekan menggunakan bilangan biner 8 bit, sehingga untuk setiap injeksi diperlukan pengkodean menggunakan 3x8 bit, yang membentuk populasi duty cycle. Hasil penelitian menunjukkan untuk mencapai kesesuaian yang baik antara profil kecepatan gerak proyektil menggunakan metode yang diusulkan dan profil kecepatan yang digunakan sebagai acuan. Besar arus maksimal untuk koil 1 adalah 1460 A, koil 2 adalah 1752 A, dan koil 3 adalah 1898 A dengan kecepatan akhir sebesar 54,5 m/s.    
Pelapisan Logam Menggunakan Plasma Wijono; Bob Alvin Sidabutar; Waru Djuriatno
Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Intake : Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan
Publisher : FT- UNDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48056/jintake.v10i2.57

Abstract

One of the ways to improve the quality of the material is by using the thin layer deposition techniques on the material surface. DC magnetron sputtering is one of the methods frequently used to do so. This method uses plasma to create a thin layer on the material's surface. In this research, flyback circuit is used to generate plasma. This research examines the effects of electrodes’ gap and sputtering process time on the width of marks that appear on the substrate’s surface. The electrodes’ gap varies in range of 1, 2, 3, and 4 cm, whereas the sputtering process time varies in range of 36, 72, 108, 144, and 180 minutes. The substrate used in this research is iron and the coating materials used are aluminium and copper. This research uses plate-shaped electrodes in the coating process. The sputtering process resulted in the appearance of marks on the substrate’s surface. The marks were compared qualitatively with every gap range of electrodes, sputtering process time, and the coating material used. Next, they were categorized into 6 groups according to the thickness of the marks’ layer in order to obtain quantitative data which were then made into graphics. The results of this research show that silver coating material takes the shortest time to coat iron substrate, which is 36 minutes. In 36 minutes, the marks produced by silver coating fall under the group with the highest marks, compared to other coating materials. This research also shows that alteration of the electrodes' gap will affect the voltage of electrodes and the coating’s thickness groups. The further the gap between the electrodes, the higher the electrodes’ voltage and the coating’s thickness groups will be.
Aplikasi Kontrol Fuzzy Pada Manejemen Penyimpanan Energi Kendaraan Listrik Wijono; Tri Nurwati; Dary Rafi Brafianto
SinarFe7 Vol. 4 No. 1 (2021): SinarFe7-4 2021
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.165 KB)

Abstract

Kendaraan listrik sebagian besar menyimpan energi ke dalam baterai dikarenakan baterai memiliki kapasitas penyimpanan energi yang besar namun memiliki kepadatan daya yang kecil. Selain itu, baterai memiliki kelemahan usia pakai yang terbatas dan harga yang relatif mahal. Karakteristik drive cycle pada kendaraan listrik seringkali tidak konstan karena disebabkan proses charge-discharge berlebih sehingga mengakibatkan penurunan usia baterai. Penambahan superkapasitor sebagai media penyimpanan energi dapat mengatasi keterbatasan pemenuhan energi oleh baterai. Oleh karena itu dibutuhkan metode pembagian suplai daya pada sumber energi hibrid baterai dan superkapasitor dengan menggunakan fuzzy logic controller (FLC) untuk mendapatkan pembagian yang optimum. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simulasi pembagian suplai daya pada penyimpan energi hibrid baterai dan superkapasitor kendaraan listrik menggunakan FLC ketika kondisi normal, starting, dan pengereman. Parameter utama yang diperhatikan adalah kecepatan, arus, dan daya. Komponen-komponen pada kendaraan listrik meliputi baterai, superkapasitor, inverter 3 fasa, motor BLDC, dan driver motor (speed control) sebagai pengatur kecepatan dan mendukung adanya pengereman regeneratif. Simulasi tiap komponen dilakukan menggunakan perangkat lunak MATLAB simulink 2018b. Dari hasil pengujian FLC dapat membagi besarnya arus dan daya yang harus disuplai oleh baterai dan superkapasitor. Selain itu superkapasitor dapat menerima lonjakan arus dan daya. Dengan pengaturan tersebut diharapkan pembagian daya dapat dicapai nilai optimumnya.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abraham Latumahina Achmad Rizanul Wahyudi Adabiah, Suhadah Rabi'atul Adi Mulyadi Adjie, Andreas Bimo Putro Agung Fitrahadi Ahmad Fahrudi Setiawan Ahmad Yusuf Rizki Akhmad Zaini Akhmad Zaini, Akhmad Aldi Lutfil Hikam Aldian Ferdiansyah Mahendra Aldias Rizaldi Alsabah, Mus Ali Amaral, Hanifiyah Darna Fidya Andang Widiharto Andri Suyoko Andrie Batista Azizul Hakim Angga Dwi Saputra Anggraeni, Karina Anik Tri Wahyuningtyas Annisa Rifqiana Annisa Rifqiana Annisa Rifqiana Anshori, Mochammad Isa Ansyaruddin Rahmatdiansyah Ardhito Primatama Ardiansyah, Rendy Ari Permana L. Ariefianto, Rizki Mendung Arnold J. Kastanja Arthanto, Dwi Handoko Asri Ady Bakri Bakti Setiawan Bambang Siswojo Bambang Siswoyo Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Bob Alvin Sidabutar Bob Alvin Sidabutar Corina Martineac D Purnomo D. J. Djoko H. S. D.J. Djoko H.S. D.J. Djoko H.S., D.J. Djoko Darsono Darsono Dary Rafi Brafianto Dary Rafi Brafianto David Suban Koten Denny Widhiyanuriyawan Destha T Raharjana Dheo Kristianto Dhofir, Mochammad Dicki Bagus Chandra Dio Alif Airlangga Daulay Donny Ardi Kusuma Dony Darmawan Putra Dony Darmawan Putra Duta Narendratama Dwi Rina Utami Dwiatmaja, Agus Effendi Dodi Arisandi Eka Citra Agustini Eka Maulana Eka Maulana Eko S, Arief Trisno Elin Nuraini Erni Yudaningtiyas Farizha Irmawati, Farizha Fitri Novilia Frengki Eka Putra Surusa Galih Setiaji Hadi Suyono Hadi Suyono Hakim, Yusril Amir Abdullah Halomoan Marthin Muskita Harry Soekotjo Harry Soekotjo Dachlan Harry Soekotjo Dachlan HARRY SOEKOTJO DACHLAN Harry Soekotjo Dachlan Hary Septianwari Hasan Hasan Heddy S Ahimsa-Putra Hemi Septiady Hendrie A Kusworo Hendrik Kenedy Tupan Hermawan Arief Putranto Hery Purnomo Hikam, Aldi Lutfil Ibnu Kurnia Cahya Ihsan Ahmad Badrianto Irawan, Novta Danyel Irmantara Subagio Jemadi Jemadi Jemadi Junaidi Noh Khaeruddin Khaeruddin Khairil Anwar Kumala Mahda Habsari Kunjung Ashadi Kusuma, Dony Ardy Lily M. Sikome Lunde Ardhenta Lutfir Rahman Aliffianto M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Julius M. Julius St Mardotillah, Nanda Azizah Maulani Candra MG Adiyanti Moch. Dofir Mochamad Purnomo Mochammad Rusli Mohammad Taufan Asri Zaen Muchammad Andaru Ardana Muh. Ardiansyah A. P. Muhamad Luthfi Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Daffa Hibatullah Muhammad Fauzan Muhammad iqbal Muhammad Kharis Fajar n/a Soeprapto Nola Ribath Nola Ribath Nugraha, Anggara Cahya Nur Faliza Nurkholis Hamidi Nurkholis Nurkholis Nurwati, Tri Onny Setyawati Pieter S. Tatipikalawan Pikaloka, Teguh Vio Ponco Siwindarto Pramudita Pamungkas Purwanto, Agus Tri Putra, Hari Widagdo Putra, Reza Hadi Editya Putranto, Hermawan Arief Rachmawati, Isti Dian Rakha Ghilman Fakhruddin Yusuf Ramadhani Kurniawan Subroto Ranap Sitorus Rendy Ardiansyah Ridlwan, Asfarur Rieneke Ryke Kalalo Rif'an, Mochammad Rina Tri Turani Saptawati Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizky Muhammad Sidik Rusdiawan, Afif Rusli, Mochammad Saefurrochman Saefurrochman Saipul, Saipul Sartika Wiguna, Anggri Sativa Sativa Sidiq, Rizky Muhammad Siregar, Dody Yunus Putra Siswojo, Bambang Sri Ekanti Sabardini Sukaryono Sukaryono Sunaryo Sunaryo Suryo Adi Wibowo Suryo, Arief Trisno Eko Suyono, Hadi Syaiful Rachman Syamsu Dhuha Taufik Teguh Lesmana Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Setyo Utami Tria Lady Sijabat Tutur Jatmiko Unggul Wibawa Vinsensius Anggara Paramayuda Walenta, Abdi Sakti Waristra Tyo Nirwansyah Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno. Widhohardhono, Rachman WIWIEN ANDRIYANTI Yogiswara Yogiswara Yukovany Zhulkarnaen Yurista Hardika Dinata Yusril Amir Abdullah Hakim Yusril Amir Abdullah Hakim, Yusuf Maulana Ramadhan Zainul Abidin Zainul Abidin Zuhal Azmiy Dwi Rachman