p-Index From 2021 - 2026
6.291
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Olahraga Tinju Dan Anak Jalanan Wijono,
Kepelatihan Olahraga Vol 5, No 3 (2010)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya apakah untuk mencarikan solusi terhadap anak jalanan, konstitusi negeri ini memang sudah menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara. Dalam Undang-Undang perlindungan anak disebutkan bahwa orang tua yang sengaja melakukan kekerasan, membuang, atau menelantarkan anaknya harus dikenai sanksi tegas. Mereka anak-anak jalanan dikumpulkan dalam wadah berbentuk sasana bernama Alang-Alang Boxing Camp, mereka dibina dan diperdayakan dalam olahraga cabang tinju. Karena fenomena tentang anak jalanan yang terjadi di hampir seluruh kota-kota besar Negara Indonesia merupakan masalah urgen yang perlu diteliti dan dicari solusinya
Pemanfaatan IPTEK Olahraga Dalam Peningkatan Prestasi Wijono,
Kepelatihan Olahraga Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Kepelatihan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan olahraga dewsa ini telah membuktikan bahwa untuk mencapai prestasi yang tinggi tidak seperti halnya memutar telapak tangan atau istilah lain instan, akan tetapi diperlukan waktu yang panjang, bertahap dan berkesinambungan dalam pembinaannya disertai penggunaan IPTEK olahraga secara sistematis. Pemanduan bakat (Talent Identification) adalah suatu upaya yang dilakukan secara sistematik untuk mengidentifikasi seseorang yang berpotensi dalam olahraga, sehingga diperkirakan seseorang tersebut akan berhasil dalam proses latihan dan dapat meraih prestasi puncak. Indikator seseorang yang berbakat dalam olahraga, diantaranya : Memiliki peningkatan prestasi yang lebih cepat daripada anak yang tidak berbakat, Memiliki kualitas mental yang baik, Memiliki motivasi intrinsik, Memiliki jiwa kompetitif yang tinggi, Mudah mempelajari/ menguasai ketrampilan yang baru. Dengan adanya pemanfaatan IPTEK maka pembinaan tidak akan sia-sia, baik tenaga maupun biaya, karena atlet dapat diprediksi dalam pencapaian prestasi yang maksimal.
Pengaturan Injeksi Arus pada Coilgun dengan PWM menggunakan Metode Algoritma Genetika Winarno, Basuki; Wijono, Wijono; Hasanah, Rini Nur
e-Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 1, No 3 (2015)
Publisher : e-Jurnal Arus Elektro Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini membahas tentang pengaturan injeksi arus pada coilgun untuk menghasilkan suatu profil kecepatan tertentu. Rancangan konstruksi koil yang diperlukan disusun dari 3 bagian area. Pergerakan proyektil dalam tiap area dibatasi oleh energi maksimal yang disediakan masing-masing koil sesuai kemampuan hantar arus konduktornya. Pengaturan duty cyclepada pulse-width modulation (PWM) digunakan untuk menghasilkan besar tegangan keluaran yang menentukan besar arus injeksi ke dalam koil. Arus yang diinjeksikan ke dalam koil diubah setiap 1 ms selama 24 ms, yaitu waktu tempuh proyektil dalam melewati 3 area, sesuai dengan kebutuhan energi yang berubah terhadap jarak. Jumlah layer pada masing-masing koil ditentukan secara iteratif untuk mempertimbangkanketerkaitan antar parameter koil. Injeksi arus pada ketiga koil dilakukan secara terpisah pada saat yang bersamaan, sehingga untuk setiap posisi proyektil tertentu dalam koil diperlukan pengaturanduty cycleyang berbeda.Algoritma genetika digunakan untuk keperluan tersebut. Setiapduty cycledikodekan menggunakan bilangan biner 8 bit, sehingga untuk setiap injeksi diperlukan pengkodean menggunakan 3x8 bit, yang membentuk populasi duty cycle. Hasil penelitian menunjukkan untuk mencapai kesesuaian yang baik antara profil kecepatan gerak proyektil menggunakan metode yang diusulkan dan profil kecepatan yang digunakan sebagai acuan. Besar arus maksimal untuk koil 1 adalah 1460 A, koil 2 adalah 1752 A, dan koil 3 adalah 1898 A dengan kecepatan akhir sebesar 54,5 m/s.    
Analisis Steady State dan Dinamik pada Perencanaan Pengembangan Pembangkit Sistem Gorontalo Surusa, Frengki Eka Putra; Suyono, Hadi; Wijono, Wijono
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Arus Elektro Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya konsumen energi listrik di Gorontalo akan meningkatkan kebutuhan pasokannya. Peningkatan tersebut memerlukan penambahan sumber-sumber pembangkit baru. Untuk memenuhi hal tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah pembangkit baru, yaitu PLTU Anggrek, dengan kapasitas 2x25 MW. Injeksi PLTU Anggrek ini akan secara langsung mempengaruhi aliran daya, dan stabilitas dinamik sistem yang meliputi stabilitas sudut rotor (rotor angle stability), stabilitas frekuensi (frequensi stability), dan stabilitas tegangan (voltage stability). Waktu pemutusan kritis (critical clearing time) juga dianalisis untuk mengevaluasi performance sistem. Hasil analisis steady state menunjukan bahwa profil tegangan pada sistem setelah injeksi terjadi perbaikan dengan nilai rata-rata sebesar 4,61 %. Hasil analisis stabilitas dinamik menunjukan bahwa waktu pemulihan dari sudut rotor, frekuensi dan tegangan menjadi  lebih cepat.Kata Kunci — aliran daya, injeksi daya, PLTU Anggrek, stabilitas frekuensi, stabilitas sudut rotor, stabilitas tegangan.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN KEMAMPUAN ISOLASI ARESTER 70 kV GARDU INDUK KEBONAGUNG Putra, Reza Hadi Editya; Purnomo, Hery; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arester memegang peranan penting dalam menjaga peralatan di Gardu Induk Kebonagung dari tegangan tinggi, khusunya yang ditimbulkan dari sambaran petir. Adanya penurunan kemampuan isolasi pada arester untuk saluran transmisi 70 kV Gardu Induk Kebonagung – Gardu Induk Turen membuat perlindungan peralatan menjadi kurang optimal. Oleh sebab itu, adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi penurunan kemampuan isolasi arester. Adapun pada penelitian ini menunjukan bahwa usia menyebabkan degradasi pada permukaan isolator arester, sebab terlihat saat usia arester mencapai 22 tahun nilai tahanan insulasinya menurun hingga 51000 Ω (Phasa S), dan arus bocornya meningkat hingga 588 µA (Phasa S). Selain itu berdasarkan kategori bobot polutan IEC-60815 arester T/L Bay Turen 70 kV ini tergolong kategori sangat berat dengan hasil perhitungan ESDD 1,11 mg/ di permukaan isolator. Sambaran petir yang terjadi pada saluran transmisi 70 kV Gardu Induk Kebonagung – Gardu Induk Turen sebanyak 161 kali per 27 km dalam setahun. Dengan tegangan puncak 455 kV dan tegangan pelepasan arester 204 kV melebihi batas tegangan pelepasan arester. Tegangan tinggi yang diberikan sambaran petir menyebabkan flashover pada arester sehingga permukaan arester panas dan menyebabkan kemampuan isolasi arester menurun. Kata kunci: Arester, usia, polutan, sambaran petir
PENINGKATAN DAYA SERAP AIR KAIN POLIESTER MENGGUNAKAN DC GLOW DISCHARGE PLASMA TEKANAN RENDAH Hakim, Yusril Amir Abdullah; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya serap kain poliester dapat ditingkatkan melalui modifikasi permukaan kain menggunakan teknologi plasma. Pada penelitian ini, modifikasi pada permukaan serat kain poliester menggunakan glow discharge plasma yang terjadi pada gas bertekanan rendah. Rangkaian flyback digunakan untuk membangkitkan plasma pada penelitian ini. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pengaruh lama waktu penyinaran plasma terhadap daya serap kain. Jarak elektroda diatur pada jarak 3 cm. Sementara itu, lama waktu penyinaran plasma bervariasi dari 5 menit, 10 menit, 15 menit dan 20 menit. Kain yang digunakan pada penelitian ini adalah kain poliester, kain katun dan kain flannel. Pada penelitian menggunakan bentuk elektroda piring-piring. Proses pengujian ini akan menghasilkan waktu penyerapan kain yang bervariasi pada kain yang telah disinari plasma. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa semakin lama kain disinari plasma maka daya serap nya semakin tinggi akibat adanya efek etsa pada permukaan kain. Efek etsa yang terjadi di kain dapat dilihat pada citra SEM. Selain itu, dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa kain flannel memiliki daya serap yang paling tinggi dibandingkan kain katun dan kain poliester Kata kunci: plasma, glow discharge plasma, modifikasi permukaan, poliester. Abstract Absorption power of polyester fabrics can be enhanced by modification of the fiber surface using plasma technology. In this reseacrh, the modifications to the fiber surface of polyester fabric using a glow discharge plasma that occurs in low pressure gas. In this research, flyback circuit is used to generate plasma. This reserch examines the effects of  plasma radiation process time on the fabric absorption. The electrodes’ gap was setting on the 3 cm. Whereas the plasma radiation process time varies in range of 5, 10 , 15 and 20 minutes. Fabrics that used in this research is polyester, cotton, and flannel. This research uses plate-shaped electrodes. In this reseach, the testing process will produce in varying absorption time of the fabric on the fabric which has been radiated by plasma. The results from the research show that the longer the fabric is radiated by plasma, the higher the absorption power due to the etching effect on the surface of the fabrics. The etching effects that occur in the surface of the fabrics can be seen in SEM. In addition, in this reseach it can be seen that flannel fabric has the highest absorbency power compared to cotton and polyester fabrics Keywords: plasma, glow discharge plasma, surface modification, polyester
Karakteristik Produksi Browns Gas Dengan Menggunakan Tenaga Matahari Widhiyanuriyawan, Denny; Hamidi, Nurkholis; Wijono, Wijono
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.847 KB)

Abstract

Renewable energy has potentials to be developed to meet our energy needs in the future. One promising energy source is browns gas. Browns gas is a mixture of di-atomic and mono-atomic of hydrogen and oxygen. One effort to produce browns gas is through the process of electrolysis of water. However, the process of electrolysis still considered a process uneconomical and inefficient, since the energy of electrochemical decomposition of water is relatively high. Thus, the challenge of brown gas production is reducing electrical energy. In this study, we propose to use solar energy for browns gas production plant, since the solar energy is environmentally friendly energy sources available so abundant in Indonesia. The experiment was carried out in two methods. First, the electrolysis was done using electricity produced by the solar panel directly without voltage control. The second method, the voltage of electricity from the solar panel was controlled using a regulator then it used for the water electrolysis. The results show that the direct method generates fluctuative electricity with the rate power of 29.67 Watt. This electricity was used for electrolysis process and produced brown gas 0,1393 g for 4 hours. On the other hand the in-direct method generated power relatively constant at 18.3 Watt and produced the brown gas about 0.1365 g.Keywords: solar energy, browns gas, electrolysis, hydrogen
ANALISIS TEGANGAN DAN ARUS PADA PERANCANGAN ARESTER KASKADE Amaral, Hanifiyah Darna Fidya; Wijono, Wijono; Dachlan, Harry Soekotjo
Transmisi Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.089 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.21.3.84-89

Abstract

Arester merupakan komponen perlindungan tegangan lebih yang dipasang pada sebuah peralatan listrik. Arester dapat digunakan secara individu maupun gabungan dari jenis arester yang berbeda. Penggabungan dua jenis arester yang berbeda dapat dilakukan secara kaskade. Pada makalah ini dilakukan perancangan kaskade arester dengan menggabungkan komponen MOV dan GDT. GDT dirancang pada stage pertama dan MOV pada stage kedua dikarenakan GDT memiliki tegangan kerja lebih tinggi daripada MOV. Kaskade arester dapat berkoordinasi dengan baik apabila arester yang memiliki tegangan kerja lebih tinggi terletak dibagian depan dan tegangan kerja yang lebih rendah diletakkan di bagian belakang. Sehingga GDT dirancang pada stage pertama dan MOV pada stage kedua. Rangkaian kaskade arester berhasil dilakukan dengan dekopling induktor. Simulasi surja juga berhasil dilakukan dengan menggunakan generator impuls. Tegangan surja disimulasikan oleh generator impuls menghasilkan nilai sebesar 920V dengan rise time 1,2µs, berdurasi 50µs. Simulasi arus surja juga berhasil dilakukan dengan menghasilkan arus sebesar 470A dengan rise time 8µs, berdurasi 20µs. Gelombang arus dan tegangan potong pada GDT telah berhasil dilakukan dengan simulasi. Nilai dekopling induktor yang berbeda juga mempengaruhi nilai arus yang mengalir pada MOV sehingga energi yang mengalir pada peralatan listrik yang diproteksi menjadi lebih rendah. Peningkatan nilai dekopling induktor memberikan distribusi energi yang tepat antara arester GDT dan MOV.
DESAIN RANGKAIAN PELIPAT TEGANGAN 6 kV MARX GENERATOR EMPAT TINGKAT SEBAGAI CATU TEGANGAN GENERATOR SURJA Pikaloka, Teguh Vio; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marx Generator, salah satu jenis rangkaian pelipat tegangan yang terdiri dari resistor, kapasitor dan spark gap. Rangkaian ini mampu menghasilkan tegangan output berbentuk impuls dengan nilai yang lebih besar dari tegangan input DC. Memiliki dimensi yang  kecil dan portable, komponen yang mudah ditemui di pasaran, serta biaya yang murah menjadi poin utama pada Marx Generator. Rangkaian Marx Generator dirancang dan dibuat untuk mengisi storage capacitor pada peralatan pembangkit kombinasi tegangan-arus impuls atau yang biasa disebut dengan generator surja dengan mengikuti standar yang ditetapkan oleh IEC (International Electrotecnical Commission) 61000-4-5 kelas 4. Marx Generator dirancang hingga mampu membangkitkan tegangan 6 kV dengan menggunakan kapasitor high voltage 100nF/3kV yang diparalel dengan resistor 10kΩ/5 Watt dan kemudian disusun menjadi empat tingkat, dimana pada setiap tingkatnya terdapat sebuah spark gap berupa baut dengan diameter 5mm dan panjang 6cm. Pengambilan data  pada penelitian ini dilakukan saat rangkaian Marx Generator dalam kondisi tanpa beban dan berbeban. Dalam pengujiannya, dibuat variasi jarak pada sela spark gap yaitu 0,2 mm, 0,5 mm, 1 mm, 1,5 mm dan 2 mm. Hasil pengujian tanpa beban pada ruangan dengan keadaan udara sembarang, diperoleh nilai output tegangan impuls maksimal yaitu 6,8 kV dimana ketika jarak sela dinaikkan, maka nilai V input yang dibutukan untuk menghasilkan spark pada sela juga semakin besar. Sedangkan, saat kondisi berbeban Marx Generator mampu mengisi storage capacitor hingga tegangan 3,7 kV dalam waktu 98 menit.   Kata Kunci: Pelipat Tegangan Marx Generator, Spark Gap, Tegangan Storage capacitor. ABSTRACT Marx Generator, one kind of voltage multiplier circuit consist of resistors, capacitors and spark gaps. This circuit produces an impulse output voltage with a value greater than the DC input voltage. Has a small dimension and portable, easy to find components, and low cost become the main points on Marx Generator. The Marx Generator circuit is designed and manufactured to fill storage capacitors in impulse current voltage  generating devices or so-called surge generators in accordance with the standards set by IEC (International Electrotecnical Commission) 61000-4-5 class 4. Our Marx Generator is designed to be able to generate 6 kV voltage by using 100nF / 3kV high voltage capacitor paralleled with 10kΩ / 5Watt resistor and then arranged into four levels, where each level there is a spark gap of bolts with diameter 5mm and lengths 6cm in each level. In this research the data is collected when Marx Generator works with and without load condition. On the test, the variations distance between the spark gap are 0.2 mm, 0.5 mm, 1 mm, 1.5 mm and 2 mm. Based on no-load test in room with any air condition, we obtained the value of  maximum output impulse voltage  at 6.8 kV when the distance is increased, then the value of V input become greater to produce spark in a gap. Meanwhile, when it comes with load condition Marx Generator able to fill storage capacitor up to 3,7 kV voltage within 98 minutes.  Keywords: Marx Generator Voltage Multiplier, Spark Gap, Storage capacitor Voltage.
Modeling and Control Design of Quadcopter Motor Mulyadi, Adi; Wijono, Wijono; Siswoyo, Bambang
Frontier Energy System and Power Engineering Vol 2, No 2 (2020): JULY
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um049v2i2p34-45

Abstract

This paper discussed the modeling and control design of quadcoptermotor. Modeling was performed using the Laplace transformmethod. The quadcopter mathematical model was used as the loadtorque of brushless dc motor to control the stability of altitudevertical take-off motion. Motion stability was influenced by thebody frame mass, propeller speed, and wind disturbance duringhovering. Hence, the quadcopter motion experienced oscillation toreach a steady state. The tuning of Ziegler-Nichols PID and fuzzygain scheduling PID were suggested to overcome the stability ofaltitude vertical take-off motion. The simulation results showed thatfuzzy gain scheduling PID reduced the overshoot 0.1% smaller thanthe Ziegler-Nichols tuning.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abraham Latumahina Achmad Rizanul Wahyudi Adabiah, Suhadah Rabi'atul Adi Mulyadi Adjie, Andreas Bimo Putro Agung Fitrahadi Ahmad Fahrudi Setiawan Ahmad Yusuf Rizki Akhmad Zaini Akhmad Zaini, Akhmad Aldi Lutfil Hikam Aldian Ferdiansyah Mahendra Aldias Rizaldi Alsabah, Mus Ali Amaral, Hanifiyah Darna Fidya Andang Widiharto Andri Suyoko Andrie Batista Azizul Hakim Angga Dwi Saputra Anggraeni, Karina Anik Tri Wahyuningtyas Annisa Rifqiana Annisa Rifqiana Annisa Rifqiana Anshori, Mochammad Isa Ansyaruddin Rahmatdiansyah Ardhito Primatama Ardiansyah, Rendy Ari Permana L. Ariefianto, Rizki Mendung Arnold J. Kastanja Arthanto, Dwi Handoko Asri Ady Bakri Bakti Setiawan Bambang Siswojo Bambang Siswoyo Basuki Winarno Basuki Winarno, Basuki Bernadus Blasio Arsoni Bob Alvin Sidabutar Bob Alvin Sidabutar Corina Martineac D Purnomo D. J. Djoko H. S. D.J. Djoko H.S. D.J. Djoko H.S., D.J. Djoko Darsono Darsono Dary Rafi Brafianto Dary Rafi Brafianto David Suban Koten Denny Widhiyanuriyawan Destha T Raharjana Dheo Kristianto Dhofir, Mochammad Dicki Bagus Chandra Dio Alif Airlangga Daulay Donny Ardi Kusuma Dony Darmawan Putra Dony Darmawan Putra Duta Narendratama Dwi Rina Utami Dwiatmaja, Agus Effendi Dodi Arisandi Eka Citra Agustini Eka Maulana Eka Maulana Eko S, Arief Trisno Elin Nuraini Erni Yudaningtiyas Farizha Irmawati, Farizha Fitri Novilia Frengki Eka Putra Surusa Galih Setiaji Hadi Suyono Hadi Suyono Hakim, Yusril Amir Abdullah Halomoan Marthin Muskita Harry Soekotjo HARRY SOEKOTJO DACHLAN Harry Soekotjo Dachlan Harry Soekotjo Dachlan Harry Soekotjo Dachlan Hary Septianwari Hasan Hasan Heddy S Ahimsa-Putra Hemi Septiady Hendrie A Kusworo Hendrik Kenedy Tupan Hermawan Arief Putranto Hery Purnomo Hikam, Aldi Lutfil Ibnu Kurnia Cahya Ihsan Ahmad Badrianto Irawan, Novta Danyel Irmantara Subagio Jemadi Jemadi Jemadi Junaidi Noh Khaeruddin Khaeruddin Khairil Anwar Kumala Mahda Habsari Kunjung Ashadi Kusuma, Dony Ardy Lily M. Sikome Lunde Ardhenta Lutfir Rahman Aliffianto M. Aziz Muslim M. Aziz Muslim M. Julius M. Julius St Mardotillah, Nanda Azizah Maulani Candra MG Adiyanti Moch. Dofir Mochamad Purnomo Mochammad Rusli Mohammad Taufan Asri Zaen Muchammad Andaru Ardana Muh. Ardiansyah A. P. Muhamad Luthfi Muhammad Aziz Muslim Muhammad Aziz Muslim Muhammad Daffa Hibatullah Muhammad Fauzan Muhammad iqbal Muhammad Kharis Fajar n/a Soeprapto Nola Ribath Nola Ribath Nugraha, Anggara Cahya Nur Faliza Nurkholis Hamidi Nurkholis Nurkholis Nurwati, Tri Onny Setyawati Pieter S. Tatipikalawan Pikaloka, Teguh Vio Ponco Siwindarto Pramudita Pamungkas Purwanto, Agus Tri Putra, Hari Widagdo Putra, Reza Hadi Editya Putranto, Hermawan Arief Rachmawati, Isti Dian Rakha Ghilman Fakhruddin Yusuf Ramadhani Kurniawan Subroto Ranap Sitorus Rendy Ardiansyah Ridlwan, Asfarur Rieneke Ryke Kalalo Rif'an, Mochammad Rina Tri Turani Saptawati Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Rizki Mendung Ariefianto Rizki Mendung Ariefianto Rizky Muhammad Sidik Rusdiawan, Afif Rusli, Mochammad Saefurrochman Saefurrochman Saipul, Saipul Sartika Wiguna, Anggri Sativa Sativa Sidiq, Rizky Muhammad Siregar, Dody Yunus Putra Siswojo, Bambang Sri Ekanti Sabardini Sukaryono Sukaryono Sunaryo Sunaryo Suryo Adi Wibowo Suryo, Arief Trisno Eko Suyono, Hadi Syaiful Rachman Syamsu Dhuha Taufik Teguh Lesmana Tri Nurwati Tri Nurwati Tri Setyo Utami Tria Lady Sijabat Tutur Jatmiko Unggul Wibawa Vinsensius Anggara Paramayuda Walenta, Abdi Sakti Waristra Tyo Nirwansyah Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno Waru Djuriatno. Widhohardhono, Rachman WIWIEN ANDRIYANTI Yogiswara Yogiswara Yukovany Zhulkarnaen Yurista Hardika Dinata Yusril Amir Abdullah Hakim Yusril Amir Abdullah Hakim, Yusuf Maulana Ramadhan Zainul Abidin Zainul Abidin Zuhal Azmiy Dwi Rachman