Articles
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASAN MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: (Studi Action Research pada Bisnis The Local Space)
Nida Auliya Iqlima;
Tine Silvana R;
Yunus Winoto
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 01 (2023): Januari : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu hal yang paling penting dalam perencanaan bisnis adalah melaksanakan kegiatan marketing atau pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode action research. Dalam penelitian ini, peneliti berpartisipasi langsung untuk membangun strategi komunikasi pemasaran dengan pengelola The Local Space. Pendekatan atau Model yang digunakan pada penelitian ini adalah Model SOSTAC. Hasil dari penelitian ini meliputi berhasilnya peneliti untuk dapat melaksanakan kegiatan komunikasi pemasaran melalui media sosial Instagram berdasarkan model SOSTAC dan melalui tahapan perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi. Peneliti berhasil menyusun perencanaan kegiatan komunikasi pemasaran, membuat akun media sosial instagram sebagai media pemasaran, dan mengelola konten-konten komunikasi pemasaran. Adapun kesimpulan dari penelitian ini meliputi, kegiatan komunikasi pemasaran berhasil dilakukan melalui media sosial instagram dengan efektif.
Studi tentang Knowledge sharing Pada Pengrajin di Home Industry Boneka Jasmine
Putri Nurlatifah;
Yunus Winoto;
Ute Lies Siti Khadijah
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/n-jils.v5i2.1948
Penelitian ini membahas mengenai pelaksanaan berbagi pengetahuan di Home Industry Boneka Jasmine terkait proses produksi. Dibuatnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses knowledge sharing yang terjadi antara pelaku internal. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini dengan proses pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi literatur dari Oktober 2021 hingga Januari 2022. Subjek pada penelitian ini pemilik industri rumah tangga dan 5 pengrajin. Dari hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa ditemukan kegiatan berbagi pengetahuan pada Home Industry Boneka Jasmine dengan karakteristik knowledge management yang meliputi penemuan pengetahuan yang berasal dari pengamatan serta hasil berbagi pengetahuan, penangkapan pengetahuan dengan mempelajari dan mempraktikkan pengetahuan baru, penerapan pengetahuan untuk memperbaiki proses, produk, dan meningkatkan mitigasi kesehatan pengrajin, serta berbagi pengetahuan. Kegiatan knowledge sharing telah dijalani oleh pengrajin secara informal yakni pada saat terjadinya proses produksi hingga pada sela-sela waktu kosong. Penerapan berbagi pengetahuan pada industri rumah tangga ini tidak terencana dan terstruktur, namun pengrajin tetap termotivasi untuk terus melakukannya karena didasari dengan rasa tanggung jawab untuk saling berbagi.Kata kunci: boneka, industri rumah tangga, knowledge management, knowledge sharing
Peran kecakapan Literasi Informasi Digital Orang Tua pada pembelajaran siswa sekolah dasar di Kabupaten Wonosobo
Yohana Kristi Purwadi;
Ute Lies Siti Khadijah;
Yunus Winoto
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta orang tua dalam memenuhi komponen kecakapan literasi informasi digital pada siswa sekolah dasar di era digital saat ini, mengacu pada standar Literasi Informasi menurut International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) yaitu mengakses Informasi (access), mengevaluasi Informasi (evaluation), dan menggunakan Informasi (use). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam akses informasi digital pada pembelajaran siswa sekolah dasar ditentukan pada usia dan kelas anak. Kepemilikan gadget pada anak, menjadi salah satu alasan yang akhirnya memberikan batas pada pengetahuan orang tua terkait kebutuhan informasi anak. Pada komponen memahami dan evaluasi informasi, peran orang tua didasari pada kedekatan, usia anak, dan pemahaman tentang aplikasi pengawasan digital. Dalam penggunaan infomasi, pada penelitian ini peran orang tua hanya ketika anak mengalami kesulitan dalam menggunakan informasi berbentuk text dan ketika anak kesulitan menggunakan informasi yang harus dipraktekan secara langsung. Sedangkan dalam pemahaman etika penggunaan informasi, orang tua memahami sebatas etika penggunaan informasi yang sederhana saja dan kemudian diajarkan kepada anaknya.
Program penguatan literasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang
Kharimah Pamella;
Yunus Winoto;
Ute Lies Siti Khadijah
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program-program penguatan literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan sementara dan verifikasi, dan langkah terakhir penarikan kesimpulan final. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa program penguatan literasi yang kini sedang gencar dilaksanakan seperti Perpustakaan Keliling, Motor Baca, Kolecer, Si Madu Maca, melaksanakan pembinaan kepada desa-desa maupun kecamatan, Sosialisasi dan Undangan kepada sekolah-sekolah. Dalam melaksanakan program tersebut tentunya tidak selalu berjalan dengan mulus, ada banyak kendala yang terjadi seperti kurangnya sumber daya manusia dan terbatasnya anggaran.
THE MEANING OF ALPHA FEMALE IN FEMALE LIBRARIAN: Building a Positive Image of Libraries through Female Librarians as Alpha Female
Yunus Winoto;
Tine Silvana Rachmawati
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.157 KB)
|
DOI: 10.24036/humanus.v16i1.7344
MAKNA DIRI ALPHA FEMALE PADA PUSTAKAWAN PEREMPUAN:Membangun Citra Positif Perpustakaan Melalui Kiprah Pustakawan Perempuan Sebagai Alpha FemaleAbstractThe profession of librarians is often associated with women. This can be justified if we refer to data and research results that have been done in several countries. However, many women who work in the library, this does not necessarily describe that library work is a simple and easy job. However, on the contrary, work in the field of library is increasingly complex and demands the competence and mastery of information technology. Moreover, the expectations of some users who demand a fast and quality service. Therefore to answer this problem required a female librarian who has the competence, intelligent and able to become a leader for his group and can show the characteristics as a professional. As for the description of people like this people call it with the term alpha female. With the birth of alpha female figures among female librarians is expected to change the positive image of librarians and library institutions. This is because the female alpha figure in the female librarian is a figure of women who are considered "perfect" are still rare today.Keywords: library, librarian, symbolic interaction, alpha female. AbstrakProfesi pustakawan kerapkali dikaitkan dengan kaum perempuan. Hal ini dapat dibenarkan jika kita merujuk pada data dan hasil riset yang telah dilakukan di beberapa negara. Namun demikian banyaknya kaum perempuan yang bekerja di perpustakaan, ini tidak serta merta menggambarkan bahwa pekerjaaan perpustakaan merupakan pekerjaan yang sederhana dan mudah. Namun justru sebaliknya pekerjaaan di bidang perpustakaan saat ini semakin kompleks dan menuntut kompetensi dan penguasaan teknologi informasi. Apalagi harapan sebagian pengguna yang menuntut suatu pelayanan ayang cepat dan berkualitas. Oleh karena demikian untuk menjawab permasalahan ini diperlukan sosok pustakawan perempuan yang memiliki kompetensi, cerdas serta mampu menjadi pemimpin bagi kelompoknya dan bisa menunjukkan ciri-ciri sebagai seorang profesional. Adapun gambaran orang seperti ini orang menyebutnya dengan istilah alpha female. Dengan lahirnya sosok alpha female di kalangan pustakawan perempuan diharapkan mampu merubah citra yang positif terhadap pustakawan dan lembaga perpustakaan. Hal ini dikarenakan sosok alpha female pada diri pustakawan perempuan merupakan sosok wanita yang dianggap “sempurna” yang masih jarang ditemukan saat ini.Kata Kunci : perpustakaan, pustakawan, interaksi simbolik, alpha female.
Preservation of the Ancient Manuscripts of the Book “Waruga Jagat” and the Book “Babad Sumedang” at the Sumedang Pangeran Foundation Library
Ute Lies Khadijah;
Yunus Winoto;
Rully Khairul Anwar
Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Socio-Politica
Publisher : FISIP UIN SGD Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (817.518 KB)
|
DOI: 10.15575/socio-politica.v12i2.21400
The Pangeran Sumedang Foundation Library is one of the libraries that stores several ancient manuscripts. Ancient manuscripts are a rare type of collection that not everyone, every region, or every library has. Therefore, the existence of a collection of ancient manuscripts needs to be maintained and maintained so that they can be used as a source of information for people who need it. This study aimed to determine preventive and curative ancient manuscript preservation policies and constraints in carrying out ancient manuscript preservation activities at the Pangeran Sumedang Foundation library. While this research tries to examine the preservation of ancient manuscripts, especially the ancient manuscripts of the Waruga Jagat book and the Sumedang chronicle book. The research approach used is a qualitative approach with a case study type. Based on the results of the research, it is known that the birth of an ancient manuscript preservation policy, especially the ancient manuscript of Kita Waruga Jagat and the Sumedang Chronicle book, is because these two ancient manuscripts have very important informational and historical values regarding the founding of the Sumedang Larang Kingdom. Meanwhile, on the other hand, the manuscript is hundreds of years old and its condition has started to deteriorate, so it is necessary to carry out preservation activities. This preservation activity is carried out using prevention and repair or through a transfer of media forms. Regarding the obstacles in this preservation activity, namely budgetary constraints, limited human resources and limited facilities that support ancient manuscript preservation activities.
STRATEGI PENGADAAN KOLEKSI BAHASA SUNDA DENGAN TEKNIK ALIH BAHASA DI APLIKASI BACAAN DIGITAL LET’S READ
Fadhilah Luthfi Afifatunnisa;
Agus Rusmana;
Yunus Winoto
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 03 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56127/jukim.v2i03.630
Let’s-Read merupakan aplikasi bacaan digital yang memberikan fasilitas pembelajaran bahasa dan lintas budaya dari koleksi multibahasa yang diadakannya. Lebih daripada itu, koleksi bacaan digital Let’s-Read juga dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan oleh penggunanya dari kalangan anak-anak dan orangtua dalam meningkatkan daya literasi dan minat membaca anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai strategi pengadaan koleksi digital di aplikasi Let’s-Read. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tahap observasi,wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Hasil temuan yang didapatkan dari penelitian menunjukkan bahwa Teknik alih bahasa dapat efektif dalam membantu memperkaya koleksi di perpustakaan digital Let’s Read. Aspek yang mempengaruhi teknik alih bahasa dalam memperkaya koleksi di perpustakaan yaitu akses ke lebih banyak konten, pengayaan kultural, penyebaran pengetahuan, pertukaran ide. Sehingga dari proses alih bahasa akan tercipta koleksi multibahasa yang dapat mempengaruhi minat membaca pada anak-anak yang terlihat dari terciptanya hasil luaran terhadap ekspansi keterampilan bahasa, peningkatan minat budaya, keterlibatan emosional, meningkatkan kesadaran lintas budaya.
PEMANFATAAN KOLEKSI ANAK DI PUSTAKALANA CHILDREN’S LIBRARY UNTUK KEGIATAN MEMBACA NYARING
Fadhilah Luthfi Afifatunnisa;
Agus Rusmana;
Yunus Winoto
Info Bibliotheca: Jurnal Perpustakaan dan Ilmu Informasi Vol. 4 No. 2 (2023): Info Bibliotheca: Jurnal Perpustakaan dan Ilmu Informasi
Publisher : Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/ib.v4i2.408
In a child's learning process, the read-aloud method is a simple literacy practice that has a big impact. Pustakalana Children's Library created a program that focuses on reading aloud. A quality children's reading collection is needed to help children increase their interest in reading. Likewise, the role of librarians and parents who read aloud the collection. This study aims to look at the phenomenon of utilizing children's collections at Pustakalana for reading-aloud activities. The research method used is a qualitative case study method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, shows that reading is very important in children's lives because reading activities can form imagination patterns, and gain knowledge to activate children's creativity. Doing the read-aloud method to children can accelerate the development of their way of thinking to be more critical. Pustakalana facilitates read-aloud activities to improve children's reading and creativity through papercraft-making activities. However, the role of parents as role models for children in the family environment is also very important. Parents should set a good example by reading books out loud to their children. Reading regularly is the key to the success of this reading method.
Kegiatan knowledge sharing pada literasi finansial di Komunitas Finansialku
Sultan Aulia;
Yunus Winoto;
Rully Khairul Anwar
Jurnal Informatio Vol 3, No 2 (2023): 2023
Publisher : Faculty of Communication, Padjadjaran University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/inf.v3i2.43423
The millennial generation is susceptible consumptive lifestyle. Finansialku Community help millennial generation to improve financial literacy through finance and investment management. The purpose this research to know how knowledge sharing activity in financial literacy at Finansialku Community. The research method was qualitative through case study approach. Based on research result, Finansialku Community have two of knowledge sharing consist of Teletalks and Ngobrolsore. Teletalks is knowledge sharing activity using text chat medium and Ngobrolsore is activity used voices, like Webinar and became a preference to members to learn by listening to knowledge. Knowledge sharing in the community through fourth stage, consist of socialization, externalization, combination, and internalization. Members in socialization stage interact to each other, and share knowledge and experience. Members in externalization stage articulated knowledge in explicit shape. Members have combined many knowledge that externalized in combination stage to create comprehensive and holistic the new knowledge. Members have applied combination knowledge in daily life that members can increase finance literacy. Finansialku Community succeed to increase financial literacy to members. Members of Finansialku Community can increase their skills and they have competence in finance management in the personal, family, and environment stage. Finansialku Community in knowledge sharing have been helping members to increase financial literacy through the best and effective finance management. Therefore, knowledge sharing activity in Finansialku Community is one solutions to increase finance literacy in public.
Pemetaan penelitian information retrieval system menggunakan VOSviewer
Salsa Amalia Putri;
Yunus Winoto;
Rohanda Rohanda
Jurnal Informatio Vol 3, No 2 (2023): 2023
Publisher : Faculty of Communication, Padjadjaran University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/inf.v3i2.46646
Information retrieval systems help filter information, so that the process of finding suitable information becomes fast and precise, but there are ways to find more effectively and efficiently with Information retrieval systems using bibliometric methods with the VOSviewer application. The research objectives are to map the trends of research results on the topic of information retrieval system in the library, to map the research results on the topic of information retrieval system in the library based on co-authorship, and to map the research results on the topic of information retrieval system in the library based on co-occurrence. The research method uses descriptive bibliometric analysis by using the Scopus scientific journal database. The results of research on the topic of information retrieval systems in libraries are fluctuating where the most research results occurred in 2008 with publications totaling 13 articles and the lowest publications were seen in 2010 and 2014 with only 1 article produced. The level of author productivity is at 13 authors who produce a total of 2 articles. Co-authorship analysis is useful to see the mapping of research topics through relationships or collaborations between authors. The number of authors analyzed is 278, of which there are only 13 authors who show relationships between other authors. Co-occurrence analysis is useful for displaying bibliometric networks between keywords in a visual form. There are 326 keywords taken and 18 keywords have an occurrence relationship. Based on the bibliometric analysis conducted, it can be seen the distribution of research topics related to information retrieval systems in libraries, including research keywords that are still rarely researched, such as metadata and user studies. This can be used as an opportunity for further research topics.