p-Index From 2021 - 2026
17.809
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INFORMASI Sosiohumaniora Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan MetaKom : Jurnal Kajian Komunikasi Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Record and Library Journal Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Edulib JURNAL KOLABORASI Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi JADECS (Journal of Art, Design, Art Education and Culture Studies) JURNAL PUSTAKA BUDAYA Publication Library and Information Science Nyimak: Journal of Communication Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Belantara Jurnal ASPIKOM PROSIDING KOMUNIKASI Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Comm-Edu (Community Education Journal) COMMED: Jurnal Komunikasi dan Media JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI PRoMEDIA Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Jurnal Artefak Koneksi Kajian Jurnalisme TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan, informasi dan kearsipan VISI PUSTAKA: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia The Journal of Society and Media Khazanah Sosial Jurnal Educatio FKIP UNMA Aspirasi : Jurnal Masalah-masalah Sosial Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains Info Bibliotheca: Jurnal perpustakaan dan ilmu Informasi IJAL (Indonesian Journal of Academic Librarianship) Unilib: Jurnal Perpustakaan JURNAL ILMU PERPUSTAKAN (JIPER) Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Informatio: Journal of Library and Information Science Literatify : Trends in Library Development Journal Evaluation in Education (JEE) Al Ma mun Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi International Journal of Science and Society (IJSOC) Media Pustakawan International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Toba: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Al-Ma`mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Jurnal Signal Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Jurnal Kesehatan komunitas Indonesia Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Libraria: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Eduvest - Journal of Universal Studies Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Journal of Environment and Sustainability Education Pustabiblia: Journal of Library and Information Science al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi J-CEKI Jurnal Ilmiah Pariwisata INJECT Interdisciplinary Journal of Communication
Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIA KOMUNIKASI DAN INFORMASI DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN Ida Ruyadi; Yunus Winoto; Neneng Komariah
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2017): 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.868 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v5i1.11522

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media komunikasi dan informasi dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. Media komunikasi dalam penelitian ini dibatasi pada media brosur dan leaflet. Penelitian dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah  para penyuluh pertanian dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang.   Metode  penelitian yang digunakan adalah metode deskrptif dengan teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi serta studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan  bahwa: Frekuensi penggunaan media komunikasi yang berupa brosur dan leaflet oleh petugas penyuluh pertanian  tidak  terlalu  tinggi,  namun  sebagian  besar  responden  menggunakan brosur dan leaflet sebagai media penunjang kegiatan penyuluhan pertanian; Intensitas penggunaan brosur dan leaflet oleh penyuluh pertanian juga tidak terlalu tinggi namun   hampir setengah dari responden menggunakan brosur dan leaflet dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian; Alasan pemanfaatan brosur dan leaflet pada umumnya responden menyatakan karena informasi yang terkandung dalam brosur   dan   leaflet   sesuai   dengan   kebutuhan   dalam   menunjang   kegiatan penyuluhan pertanian; Sedangkan tujuan penggunaan brosur dan leaflet sebagian besar responden menyatakan untuk menambah pengetahuan dalam menunjang kegiatan penyuluhan pertanian. This study is to investigate the use of information and communication media in supporting agricultural extension activities. Media communication in this study is limited to brochures and leaflets. Research conducted at the Institute for Agricultural Technology in West Java. The population in this study is the agricultural extension workers with a total sample of 48 people. The method used is descriptive method with data collection through questionnaires, interviews, observations, and literature. Based on the results showed that: Frequency of use of communication media such as brochures and leaflets by agricultural extension workers are not too high, but most respondents using brochures and leaflets as a medium supporting agricultural extension activities; The intensity of the use of brochures and leaflets by agricultural extension is also not too high, but almost half of the respondents use of brochures and leaflets in supporting agricultural extension activities; The reason the use of brochures and leaflets in general respondents stated that because of the information contained in brochures and leaflets in accordance with the needs in supporting agricultural extension activities; While the purpose of the use of brochures and leaflets majority of respondents stated to increase knowledge in supporting agricultural extension activities.   
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DI KALANGAN PARA PENGRAJIN GOLOK (Studi Kasus Perilaku Pencarian Informasi Para Pengrajin Golok di Kampung Galonggong Tasikmalaya) Rizky Agung Gumilar; Yunus Winoto; Rully Khairul Anwar
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.845 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i1.11623

Abstract

The purpose of this study is to disscussed about how the information behavior of the machetes craftsmen in the village Galonggong Tasikmalaya to search information to meet the needs of the information. The research methodology used in this study is a qualitative method with case study approach. The data collection was done by in-depth interviews, observation, and literature. The informant are four craftsmen who life and work in kampong Galonggong Tasikmalaya, selected through a purposive sampling of which is taking a data source with a certain considerations. The data collection was done by in-depth interviews, observation, and literature. The informant are four craftsmen who life and work in kampong Galongong Tasikmalaya. consideration this particular is a craftsman who has more than 10 years, and has been active in the search for information using many sources, both by using media-based communications and information technology as well as using conventional media such as books or small notes or also conduct discussion with colleagues to meet their information needs. The result showed that all the informants go through several stages of information search, there are five major stages that artisans do, namely the prefix stage, the stage of selection of topics, focusing the selection stage, the information gathering stage and the last stage is the presentation of information.Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana perilaku para pengrajin golok di kampung Galonggong Tasikmalaya dalam melakukan pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Informan merupakan 4 orang pengrajin yang berada dikampung Galonggong Tasikmalaya, yang dipilih melalui cara purposive sampling yaitu pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini adalah pengrajin yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun, serta aktif dalam mencari informasi menggunakan berbagai sumber baik itu dengan menggunakan media berbasis teknologi komunikasi dan informasi maupun menggunakan media konvensional seperti buku atau catatan kecil atau juga melakukan forum diskusi bersama rekan seprofesi untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua informan menempuh beberapa tahapan pencarian informasi, ada 5 tahapan besar yang pengrajin lakukan, yakni tahap awalan, tahap pemilihan topik, tahap pemilihan fokus, tahap pengumpulan informasi dan yang terakhir tahap penyajian informasi.
Diseminasi informasi zero waste oleh Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi Umy Fatkhah; Yunus Winoto; Ute Lies Siti Khadijah
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 8, No 1 (2020): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkip.v8i1.26615

Abstract

The Bioscience and Biotechnology Development Foundation (YPBB) managing organic and non organic waste through a program called zero-waste. This study aimed to determine the zero waste information dissemination activities at YPBB. The study used a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used were observations, interviews, and document analysis. The analysis was performed by data reduction, data presentation, and concluding. Study results indicated that zero-waste information dissemination activities were through Programs Zero-Waste Lifestyle (ZWL) and Zero-Waste Cities (ZWC). The ZWL Program comprised training involving partners. Communicators in the ZWL Program were YPBB voluntary trainers, that the message conveyed was informative, using a clear and to understands word approach and a humorous approach. The media used presentation slides as instructional media, organic nonorganic waste, takakura, and biopore drills as instructional aids. The ZWL Program participants were middle and upper-middle urban communities. The kelurahan or RW implemented the Zero Waste Cities Program (ZWC). Communicators in this program were RW heads and cadres, that give messages were persuasive and educational, conveyed through posters and WhatsApp groups. The study concludes that the dissemination of zero waste information through the Zero-Waste Lifestyle (ZWL) and Zero Waste Cities (ZWC) Programs are viewed from communication elements, namely communicators, messages, media and communication elements that are already running and by the program planned. The conclusion this research shows that the dissemination of zero waste information through ZWL and ZWC according to the communication element is already in progress, and according to the planned program.
MEMBANGUN KOMUNIKASI PARTISIPATIF MASYARAKAT UPAYA MELESTARIKAN TANAMAN SALAK LOKAL DI MANONJAYA TASIKMALAYA Dian Sinaga; Yunus Winoto; Fitri Perdana
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.959 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v4i2.10174

Abstract

The purpose of this study was to determine the communications community participation in the preservation of local barking plant in the district of Tasikmalaya regency Manonjaya. The focus of the study include mental engagement and sense of community in an effort to preserve local plant Manonjaya bark; people's willingness to make a move replanting barking in their respective communities; responsibilities of members of the public in maintaining and sustaining the plant bark and participatory communication activities were made public in building awareness of the importance of conserving plant bark. The method used in this research using mixed methods (mixed method). The combined method is essentially a strategy that uses quantitative and qualitative research in a single study. The results of this research note that 1). Mental and feeling of community involvement Salak farmers in the district and subdistrict Manonjaya Cineam seen from the fear of loss of crops barking in the area that has become the hallmark of their area. 2). Regarding the willingness of society, especially farmers replant barking to start barking. 3). As a form of community responsibility in maintaining the plant bark is to keep and maintain their plants. As for other measures that do well is to find the seeds of the plant bark with trying to combine local salak with pondoh. 4). Then the communication process of public participation in the preservation of local bark visible with the more active farmers in the bark and community leaders to discuss and determine the ideas for solving the problem of the scarcity of plants barking in the District and Sub-district Manonjaya Cineam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian tanaman salak lokal di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Fokus penelitian ini meliputi keterlibatan mental dan perasaan masyarakat dalam upaya melestarikan tanaman salak lokal Manonjaya; kesediaan masyarakat untuk melakukan gerakan penanaman kembali salak di lingkungannya masing-masing; tanggungjawab anggota masyarakat dalam memelihara dan mempertahankan tanaman salak serta kegiatan komunikasi partisipatif yang dilakukan masyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya melestarikan tanaman salak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode campuran (mixed method). Hakekatnya metode gabungan adalah merupakan strategi yang mengunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa 1). Keterlibatan mental dan perasaan masyarakat petani Salak di Kecamatan Manonjaya dan kecamatan Cineam terlihat dari adanya rasa kekhawatiran akan hilangnya tanaman salak di daerahnya yang telah menjadi ciri khas daerah mereka. 2). Mengenai kesediaan masyarakat khususnya para petani salak untuk mulai menanam kembali salak. 3). Sebagai wujud tanggungjawab masyarakat dalam mempertahankan tanaman salak yaitu dengan tetap menjaga dan memelihara tanaman mereka. Adapun upaya lain yang dilakukan juga adalah dengan mencari bibit tanaman salak dengan mencoba memadukan antara tanaman salak lokal dengan salak pondoh. 4). mengenai proses komunikasi partisipasi masyarakat dalam pelestarian salak lokal terlihat dengan semakin aktifnya para petani salak dan tokoh masyarakat dalam membicarakan dan menentukan ide untuk pemecahan masalah mengenai kelangkaan tanaman salak di wilayah Kecamatan Manonjaya dan Kecamatan Cineam. 
PERANAN PENGAJAR DI RUMAH PINTAR DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA PENGGUNA Feby Emani; Yunus Winoto; Nuning Kurniasih
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.937 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v2i1.11618

Abstract

The purpose of this study was to determine the "role of teachers in the growing smart home smart home users reading Mekarsari Ciwidey village". The method used in this research is descriptive quantitative method. Techniques of data collection through observation, interviews, and questionnaires on children users Smart House, as well as library research. In this study, researchers analyzed that the characteristics of a good teacher is a smart home: to answer and give you the exact reason of the importance of reading books, being able to explain well about the book being discussed, can share experiences about the positive impact of diligent reading, always actively invited to do read books together, always be friendly, provide information about the importance of reading the book again and again, delivering an important message about reading clearly, using language that is easily understood in explaining the importance of reading books. Based on the research results, the researchers concluded that teachers or communicators in Smart House Program in Rural Mekarsari Ciwidey meets the characteristics of a good teacher smart homes. Teachers in the program the smart home has good credibility in delivering messages and infor- mation about the importance of reading to children. And content of the message conveyed by the communicator to get a good response from the res- pondent, as well as the interest in reading are owned by the Village Mekarsari Ciwidey fall into the category of high. Researchers hope that this study can serve as a model for other social foundation to develop children's interest in reading villages in other areas.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan "Peranan Pengajar di Rumah Pintar Dalam Menumbuhkan Minat Baca Pengguna di Desa Mekarsari Ciwidey". Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner pada pengguna anak-anak Rumah Pintar, serta studi pustaka. Dalam studi ini, peneliti menganalisis bahwa karakteristik guru yang baik adalah rumah pintar: untuk menjawab dan memberikan alasan yang tepat tentang pentingnya membaca buku, mampu menjelaskan dengan baik tentang buku yang sedang dibahas, dapat berbagi pengalaman tentang positif dampak rajin membaca, selalu aktif diundang untuk melakukan buku membaca bersama-sama, selalu ramah, memberikan informasi tentang pentingnya membaca buku lagi dan lagi, memberikan pesan penting tentang membaca dengan jelas, menggunakan bahasa yang mudah dipahami dalam menjelaskan pentingnya membaca buku. Berdasarkan hasil penelitian, para peneliti menyimpulkan bahwa guru atau komunikator di Rumah Pintar Program di Pedesaan Mekarsari Ciwidey memenuhi karakteristik guru yang baik rumah pintar. Guru di program rumah pintar memiliki kredibilitas yang baik dalam menyampaikan pesan dan informasi tentang pentingnya membaca untuk anak-anak. Dan isi dari pesan yang disampaikan oleh komunikator untuk mendapatkan respon yang baik dari responden, serta minat baca yang dimiliki oleh Desa Mekarsari Ciwidey jatuh ke dalam kategori tinggi. Para peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat berfungsi sebagai model untuk yayasan sosial lainnya untuk mengembangkan minat anak-anak dalam membaca desa di daerah lain.
PERILAKU INFORMASI PARA PENGGALI EMAS TRADISIONAL (GURANDIL) DALAM MELAKUKAN KEGIATAN EKSPLORASI DAN PENGOLAHAN TAMBANG EMAS Tine Silvana; Yunus Winoto
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.527 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i1.9487

Abstract

In this study researchers are interested to examine how the behavior of information among the traditional gold mining or "gurandil" in the know and perform a search for information about the new gold mining location area that is done by the group pengalian sedan other gold. The method used in this research is a qualitative method with fenomenologi approach. In the use of the channel information that is done by the gold mining Districts Cineam Tasikmalaya District to obtain information about the development of gold digging other groups they use the channel in the form of media phone or HP to ask the condition and development of other gold digging groups either do pengalian saloon in other areas or on the new mining come from other areas. In addition, the probing this gold also usually using traditional channels, means the pengali gold that is located in the area of the Sub-district Cineam venom orally ask probing the gold that chance arrived or on the family/kin about the development of gold digging in other areas.Dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana perilaku informasi di kalangan para penggali emas tradisional atau “gurandil” dalam mengetahui dan melakukan pencarian informasi mengenai daerah lokasi penggali emas baru yang sedan dilakukan oleh kelompok pengalian emas lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penggunaan saluran informasi yang dilakukan para penggali emas di Wilayah Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya dalam memperoleh informasi tentang perkembangan penggalian emas kelompok lainnya mereka menggunakan saluran yang berupa media telepon atau HP untuk menanyakan kondisi dan perkembangan kelompok penggalian emas lainnya baik yang sedan melakukan pengalian di daerah lain atau pada para penggali yang baru datang dari daerah lain. Selain itu, para penggali emas ini juga biasanya mengunakan saluran secara tradisional, artinya para pengali emas yang sedang berada di wilayah Kecamatan Cineam bisanya secara lisan menanyakan kepada para penggali emas yang kebetulan baru datang atau pada keluarga/kerabatnya mengenai perkembangan penggalian emas di daerah lainnya.
KETERBUKAAN KOMUNIKASI DALAM MENCIPTAKAN IKLIM KOMUNIKASI YANG KONDUSIF DI PERPUSTAKAAN Putu Suparna; Tine Silvana Rachmawati; Yunus Winoto
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.464 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i2.11006

Abstract

The research objective to: 1) determine the openness of communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng of aspects of communication supervisor; 2) know the openness of communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng of the communication aspect of subordinates; 3) the implications openness of communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng. Qualitative research methods using a case study approach. The key informant was manager Kapusipda Buleleng, ten speakers. The results showed as follows: 1) based on the communication aspect boss has not been fully implemented because there are some bosses who never communicate to subordinates, such as the results of the meeting. Ie, the section chief supervisor should have to provide information or to bridge between subordinate to a higher leadership position in the organization; 2) based on the communication aspect subordinate seen already run effectively, which means their communication relationships between subordinates and superiors are effective according to environmental conditions and balanced. The willingness of employers to listen to complaints or difficulty of the work and receive suggestions or ideas presented subordinates by opening the door wide for subordinates; 3) the implications of open communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng seen their trust, closeness, support, and are willing to listen to the problem, and be willing to accept advantages and disadvantages. Conclusions of research as follows: 1) based on the communication aspect boss has not been fully implemented because there are still some employers at the level of section chief who has not communicating information to a subordinate, for example, the results of the meeting; 2) based on the communication aspect of subordinates seen their communication relationships between subordinates and superiors are effective according to environmental conditions and balanced. The willingness of employers to listen to complaints or difficulty of the work and receive suggestions or ideas presented subordinates by opening the door wide for subordinates; 3) the implications of open communication in creating a climate conducive communication in Kapusipda Buleleng seen their trust, closeness, support, and are willing to listen to the problem, and be willing to accept advantages and disadvantages. Tujuan penelitian untuk : 1) mengetahui keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng dari aspek komunikasi atasan; 2) mengetahui keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng dari aspek komunikasi bawahan ; 3) mengetahui implikasi keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Informan kunci adalah pengelola Kapusipda Kabupaten Buleleng, sebanyak sepuluh narasumber. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) berdasarkan aspek komunikasi atasan belum sepenuhnya dilaksanakan karena masih terdapat beberapa atasan yang tidak pernah mengkomunikasikan pada bawahan, misalnya hasil rapat. Seyogyanya atasan yakni kepala seksi harus menyediakan informasi atau dapat menjembatani antara bawahan dengan pimpinan yang lebih tinggi lagi kedudukannya dalam organisasi tersebut; 2) berdasarkan aspek komunikasi bawahan terlihat sudah berjalan efektif yang berarti adanya hubungan komunikasi antara bawahan dan atasan yang efektif sesuai kondisi lingkungan dan seimbang. Adanya kesediaan atasan mendengarkan keluhan atau kesulitan pekerjaan dan menerima saran atau gagasan yang disampaikan bawahannya dengan cara membuka pintu lebar-lebar bagi bawahan; 3) implikasi keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng terlihat adanya kepercayaan, kedekatan, dukungan, dan bersedia mendengarkan masalah, serta bersedia menerima kelebihan dan kekurangan. Simpulan penelitian sebagai berikut: 1) berdasarkan aspek komunikasi atasan belum sepenuhnya dilaksanakan karena masih terdapat beberapa atasan pada tingkatan kepala seksi yang belum mengkomunikasi kan informasi ke bawahan, misalnya hasil rapat; 2) berdasarkan aspek komunikasi bawahan terlihat adanya hubungan komunikasi antara bawahan dan atasan yang efektif sesuai kondisi lingkungan dan seimbang. Adanya kesediaan atasan mendengarkan keluhan atau kesulitan pekerjaan dan menerima saran atau gagasan yang disampaikan bawahannya dengan cara membuka pintu lebar-lebar bagi bawahan; 3) implikasi keterbukaan komunikasi dalam menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di Kapusipda Kabupaten Buleleng terlihat adanya kepercayaan, kedekatan, dukungan, dan bersedia mendengarkan masalah, serta bersedia menerima kelebihan dan kekurangan.
Strategi Pengembangan Koleksi Pada Perpustakaan Desa Dan Taman Bacaan Masyarakat Di Era Kenormalan Baru Yunus Winoto
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v5i2.7509

Abstract

This study examines the strategy of developing collections in village libraries and community reading parks entering a new era of normalcy. The location of this research was conducted in several village libraries and community reading parks in West Bandung Regency. The method used in this study uses literature review. Understanding literature review is a research methodology that aims to collect and extract the essence of previous research and analyze some of the experts' overview written in the text. the type of review literature used in this paper is the semi-systematic type or also called the narrative review approach. The choice of semi-systematic approach in this paper because this paper will describe a fairly complex topic in this research that is about collection development starting from the understanding of collection development, collection development stages, needs analysis, concept of selection, procurement, to evaluation of development collection . From the results of the study it can be stated that the process of developing collections that have been running must begin to be improved in line with the adaptation of new habits, the type of collection must have begun to shift to digital collections and online-based services using social media must have begun to be applied. Collection about health, especially about clean and healthy lifestyle, health protocols and reading about the corona virus is an absolute collection that must be in the village library and community reading park
FOLKLOR MEDIA BELAJAR BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Samson CMS; Rully Khairul Anwar; Yunus Winoto
Jurnal Semantik Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1, February 2018
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.558 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v7i1.p%p

Abstract

PUSTAKAWAN, MEDIA SOSIAL DAN INFORMASI HOAX: MENYOAL PERAN PUSTAKAWAN SEBAGAI PENJAGA INFORMASI (INFORMATION GATE KEEPER) Yunus Winoto
VISI PUSTAKA: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 21, No 1: April 2019
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/visipustaka.v21i1.78

Abstract

The development of technology in a society is unavoidable. One of the evidences of the development of information technology (IT) is the increasing use of social media in society. Social media facilitate people to convey their ideas, thoughts, information and to disseminate them to others without selection. However, one of the effects of social media is the uncontrollable spread of hoaxes in the midst of society. One of the tasks of librarians in the library activities is to select information sources or, in other words, to be the information gate keeper. In the broader context, the task of librarians is not only to select materials in the library but also to provide knowledge, understanding and skills to public in receiving, selecting and using good, correct and useful information. Therefore, information and media literacy and knowledge and skills in using information technology are prerequisites or must- have skills for today’s librarians.
Co-Authors ., Prijana ., Sukaesih A S Retno Ningsih A S Retno Ningsih Abd. Rasyid Syamsuri Abidin, Asep Zainal Adhika Graha Irianto Putra Adinda Paramita Adna, Putri Latifa Agus Rusmana Agus Rusmana Agus Rusmana Agustini Damayanti Ahmad Fahmi Faturohman Ai Dasriyah Ninis Aisyahrizka, Nadifa Alam, Rohmat Alisa Amalia Putri Andini Zahra Susanto Andri Yanto Annisa, Sekar Dinda Apriani, Wulan Apriliani Rahma Agam Arumdini, Savira Asep Gunawan Asep Saeful Rahman Asep Saeful Rohman Asep Saeful Rohman Asep Saeful Rohman Atiqa Nur Latifa Hanum Awaludin Nugraha Ayudia, Agung Wulan Azizah, Ghina Fitri Bambang Hermanto Bambang Hermanto Bambang Hermanto Bekti Setyani Bumi Achmad Ragili Cahyani, Masita Dewi Cipta Endyana Damayanti, Agustini Debora Sitorus dedi irawan Dedi Irawan Delamontano, Eldo Desak Gde Delonix Regia Kirana Sarasvathi Deska Imanisa Desyandri Desyandri Dewi Kusumawati Dhila Sri Nuraeni Diah Pracista Murti Diah Sri Rejeki Dian Arya Susanti Dian Sinaga Dian Sinaga Dian Sinaga Diana Rizki Pratiwi Diana Saiful Bahry, Farrah Dicky Muslim Eca Tri Luciana Edwin Rizal Eldo Delamontano Eldo Delamontano Elnovani Lusiana Elok Nafisah Elva Rahmah Emani, Feby Encang Saepudin Encang Saepudin Encang Saepudin Evi Novianti Evi Novianti Evi Nursanti Rukmana, Evi Nursanti Fadhilah Luthfi Afifatunnisa Falih Ijlal Septian Feby Emani Fikri, Osama Fina Nurul Zakiyyah Firda Ainadya Nur'Fadilla Firna Irviani Fisalsabila, Meskia Tania Fitri Perdana Fitri Perdana, Fitri Ghaziana Zhafarini Gita Fitri Nuarini Gita Fitri Nuarini Gita Harja Kusuma Graha Irianto Putra , Adhika Gumilar, Rizky Agung Gustina Erlianti Hanif, Salma Nur Hanifatunnisa , Najwa Auliana Hanifatunnisa, Najwa Auliana Hawaari Ahmad Dimas Hendrawan Syaepul Hayat Hendrayani, Heni Herli Bahtiar Saleh Ida Ruyadi IG, Zarra Zakiyyah Ilyasa, Diaz Indra Fichas Intan Ayuni iwan koswara, iwan Julianti, Siti Aminah Kaizeno Globi Cancerine Khaerul Anwar, Rully Khairul Anwar, Rully Khairunnisa, Farah Nabila Kharimah Pamella Khatimah, Khusnul Krisna Rendi Awalludin Kurniasih , Nuning Kurniawan Saefullah kusnandar kusnandar Kusnandar, Kusnandar Ligia Riski Lisna Vertyaningrum Lubis, Muhammmad Akifan Annafi Lumongga, Az Zahra Lusi Romaddyniah Sujana, Lusi Romaddyniah Lusiana, Elnoyani Madani, Zukhrufa Aura Maharani Arlla Yesifa Maharani, Alfina Marlini Maula Siti Sarah Mohammad Taufiq Rahman Mu'yidarrahmatillah, Arslyn Aqylah Muchtarom, Keysha Husna Muhammad Rizki Syamsudin Mulyana, Graceline Esterini Nabila, Dinda Nafisah, Elok Nafissa, Nabilla Nada Nafizah, Niar Surry Nailah Syakirah Natasya Cathelea Millenitri Januatisa Naura Aufa Neneng Komariah Neneng Komariah Neyla Raihan Khoirunissa Nida Auliya Iqlima Nindi Aristi Ningsih, A.S. Retno Ninis Agustini d Ninis Agustini Damayani Ninis, Ai Dasriyah Nuarini, Gita Fitri Nuning Kurniasih Nuning Kurniasih Nuning Kurniasih Nur Awaliyah, Shelpi Nur Azizah Nur'Fadilla, Firda Ainadya Nurarni, Sri Ageng Nurfadillah, Shalsa Nurlatifah, Putri Nurmalia, Rahmi Nursari, Tita Nursinta, Putri Martina Osama Fikri Pamella, Kharimah Pawit M Yusup Prasetyo W., Anton Pratiwi, Diana Rizki Prijana Prijana Purwadi, Yohana Kristi Putra, Adhika Graha Irianto Putri Nurlatifah Putri, Ersha Aisyah putu suparna, putu Rachmawati, Tine Silvana Rachmawati, Tine Silviana Rachmawati, Tine Silviana Rafif Ramdhani Ragili, Bumi Achmad Rahmi Nurmalia Rakanda Ibrahim Ramdhani, Rafif Ramja, Sonia Martha Ratna Anggraeni Ratna Anggraeni Ratu Syifa Alrissa Rendy Andika Reza Ardhian Ria Maudi Fatimah Rina Latifah, Siti Rini Asmara Rizki Nurislaminingsih Rizki Nurislaminingsih, Rizki Rizkita Salsabila Rizky Agung Gumilar Roby Panji Rohanda - Rohanda Rohanda Rohanda Rohanda Rohanda Rohanda, Rohanda Rully Kairul Anwar rully Khaerul Anwar Rully Khairul Anwar Ruyadi, Ida Sabilillah, Zahidah Saefuddin, Encang Safitri, Arroyya Nur Saleha Rodiah Salsa Amalia Putri Salsabiila Anjani Samson CMS Samson, Samson Savira Arumdini Septiandi, Yusep Shahnaz Az Zahra Shalsa Nurfadillah Shamila Mohamed Shuhidan, Shamila Mohamed Shuhidan, Shamila Muhammad Sinaga, Fitri Perdana Sofia Permatasari Solihin, Hanhan Hanafiah Sonia Martha Ramja Sri Parti Nurani Sukaesih - Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih Sukaesih, Sukaesih Sukaesih, - Sultan Aulia Syahla Nurlaeli Rahmi Syahrul Syahrul TEGUH HUSODO Teguh Husodo Teguh laksana Tine Silvana Rachmawati Tine Silvana Rachmawati Tine Silvana Rachmawati Tine Silvana Rachmawati Tine Silvana, Tine Triska, Yona Umy Fatkhah Utami, Ari Mulya Ute Lies Siti Khadijah Ute Lies Siti Khadjah Vertyaningrum, Lisna Wafi Ariqo Wafi, Wafi Ariqo Wahhaj, Ikhsan Sirojul Wahyuningtyas, Marissa Ianova Widianti Fatimah Wina Erwina Wina Erwina Wina Erwina Winda Nur Fitria Windi Rahayu Wisna Romdona Wiwit Widyawati Wiwit Widyawati Wiwit Widyawati Wiwit Widyawati Yesifa, Maharani Arlla Yohana Kristi Purwadi Yosa Fiandra Yuliani Yuliani Yusuf, Alifa Ufaira Zakiah, Luthfi Gunarti Zhafarini, Ghaziana