Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemberdayaan Kolaboratif dengan WCC Dian Mutiara dan Aktivasi Forum Dharma Wanita Sahabat Kampus dalam Mencegah Kekerasan di Universitas Brawijaya Wahyuni, Lilik; Sukesi, Keppi; Minarti, Sri; Wijayanti, Jamila
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2024.004.02.04

Abstract

The aim of this community service activity is to collaborate with WCC DMP to increase the role of the Campus Friends Dharma Wanita Forum as paralegal volunteers, develop empowerment strategies, and provide technical guidance for victims in efforts to prevent various forms of violence on campus. This activity is useful for providing education to the public regarding PPKS so that awareness is formed. Apart from that, students can submit complaints and report to the DWP who have received training regarding PPKS. As for lecturers, the effort to involve DWP in PPKS is a positive synergy between lecturers and partners for PPKS, and partners as practitioners will receive a lot of reinforcement regarding PPKS. The activity design consists of coordinating the service team, preliminary survey (informal approach), activity permit process (formal), location identification, brainstorming, FGD, increasing human resource capacity, and activity reporting. The service achievements that have been obtained are in the form of holding ToT training activities for Dharma WanitaSatu volunteers and providing assistance in the Prevention and Handling of Sexual Violence (PPKS). The service activity was successfully held involving Dharma Wanita PBB, Directorate General of Research and Technology, Association of Indonesian Women/Gender and Children Study Centers (ASWGI), Dharma Wanita PBB, Universitas Brawijaya PPKS Task Force, Center for Gender Studies, and WCC Dian Mutiara. Apart from ToT, the Center for Gender Studies and Dharma Wanita Friends of the Campus also carries out outreach in faculties to convey to new students about the Dharma Wanita Friends of the Campus program.   Keywords: empowerment; prevention; gender-based violence; WCC-DWP-PSG collaboration
Pembelajaran Non Formal Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Inklusi Sugiyanto, Sugiyanto; Pintakami, Lintar Brillian; Sukesi, Keppi; Nurhadi, Iwan; Fitriana, Yusti Dian
Jurnal Abdimas Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jamu.v2i1.1991

Abstract

Purpose: The research objectives were to determine the implementation of augmented reality in revitalizing inclusive education, applying non-formal learning patterns based on augmented reality technology, and analyzing the responses of inclusive students to learning media based on augmented reality technology. Method: The implementation method is through outreach, training, and mentoring. Purposive location determination at SMP Negeri Pasuruan City. The research and development method uses the 4-D development model. The data analysis technique used is descriptive qualitative and Likert analysis. Result: The results of the study of 25 variables revealed that in the small group trials, the variables of interest, motivation, media display, and mastery were the variables that had the highest scores with an average score of 4.6. Whereas in the large group trial there were 5 variables that had the highest score on the media practicality indicator, with a value of 5.0 for each variable. Conclusion: From the results of the study it can be concluded that learning innovations for inclusive students today must make better use of existing information technology. Limitation: The limitation of the research encountered is that the Augmented Reality learning process has not been fully implemented in the form of team teaching so that data collection on student responses needs to be carried out several times. Contribution: The contribution of this research is useful for identifying the needs of students for inclusion in the learning process. So that the Augmented Reality Technology Simulation is able to foster personal independence and entrepreneurial value from potential students
Perubahan Sosial Ekonomi Karena Penggunaan Mesin Panen Padi Combine Harvester Di Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah Haris, Abdul Har; Hidayat, Kliwon; Sukesi, Keppi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.25

Abstract

Sektor pertanian pangan memiliki peran penting dalam memberi lapangan pekerjaan  dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal maupun nasional. Salah satu aspek penting dalam pertanian adalah  teknologi pertanian khususnya mesin panen yang terus berkembang dan membawa  perubahan sosial ekonomi dalam masyarakat pedesaan. Teknologi mekanis ini memiliki karakteristik yang relatif sulit dijangkau oleh petani, karena harga per unitnya tergolong  mahal, namun alat ini mulai banyak digunakan di kalangan petani di Kabupaten Seruyan, Kecamatan Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana teknologi baru mesin panen padi combine harvester diperkenalkan, diterima dan dikembangkan dalam masyarakat petani di Desa Persil Raya dan perubahan sosial ekonomi apa yang terjadi dalam masyarakat petani sejalan dengan penerapan telnologi mesin panen tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis proses teknologi baru mesin panen padi combine harvester diperkenalkan, diterima dan dikembangkan dalam masyarakat petani di Desa Persil Raya dan menganalisis perubahan  sosial ekonomi masyarakat petani  sejalan dengan penerapan mesin panen tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah  kualitatif, dengan  desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi mesin panen padi combine harvester  pertama kali diperkenalkan oleh penyuluh pemerintah kepada kelompok tani yang ada di desa Persil Raya pada tahun 2015. Bersamaan dengan itu, kelompok tani setempat mendapat bantuan satu unit mesin panen tersebut. Tetapi kemudian di tahun berikutnya mesin panen padi combine harvester bertipe lebih besar diperkenalkan oleh pihak swasta melalui usaha jasa penyewaan mesin kepada petani. Sampai saat ini mesin panen yang sering digunakan petani adalah milik swasta atau perorangan. Selanjutnya perubahan sosial ekonomi terjadi dalam masyarakat petani desa Persil Raya meliputi perubahan pranata ketenagakerjaan dalam panen dari system tolong menolong dan system upah natura menjadi system persewaan mesin panen, system pemasaran gabah bertahap menjadi langsung dan perubahan efisiensi biaya panen.
Perubahan Sosial Dan Alih Fungsi Lahan Pasca Tambang Di Tengah Masa Pandemi Virus Corona (Covid 19) Di Desa Pariwisata Bukit Kapur Jeddih Bangkalan Pradana, Asdika dika; Sukesi, Keppi; Hidayat, Kliwon
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.32

Abstract

Masyarakat serta kebudayaan di mana pun dan kapan pun selalu mengalami perubahan. Perubahan  yang terjadi dapat berjalan lambat dan dapat pula berjalan cepat. Perubahan-perubahan tersebut dapat disebabkan oleh lingkungan tempat di mana kehidupan masyarakat tersebut berjalan atau karena adanya kontak-kontak dengan kebudayaan dari luar. Desa jeddih Terletak di Pulau Madura Bangkalan yang merupakan salah satu Pulau di Provinsi JawaTimur. Di dalam Desa Jeddih ini terdapat suatu wisata yang sangat begitu indah serta terjadi secara natural oleh adanya pertambangan kapur di daerah ini, wisata yang ada di dalam desa tersebut adalah Wisata alam bukit kapur yang pada dasarnya adalah tepat pertambangan batu kapur putih, yang kemudian di Alih Fungsikan menjadi tempat wisata. Mendeskripsikan dan menganalisis perubahan infrastruktur material masyarakat Desa jeddih. Penelitian ini mengunakan kajian deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling baik penentuan informan pertama maupun informan selanjutnya. Adapun informan pada penelitian ini merupakan 9 orang dari berbagai Stakeholder dan Pemilik Tambang. Adapun teknik analisis data menggunakan model analisis Robert k yin meliputi, Pencocokan Pola, Membangun Penjelasan, Menemukan logika model dan penarikan kesimpulan. Pada kesimpulannya Teory AGIL di dalam bukit Jeddih dapat dikatakan terbukti berjalan sesuai partisipasi masyarakat yang Dikatakan oleh Talcot Parson bahwa yang mana setiap masyarakat harus memelihara kehidupan sosial yang stabil dan ada empat prasyarat mutlak yang  harus dicukupi oleh setiap masyarakat, kelompok atau organisasi. Bila tidak ada,maka system social tersebut tidak akan dapat bertahan dan harus berakhir.   Didalam Wisata bukit jeddih terbukti keterlibatan stake holder dan partisipasi  Masyarakat di desa jeddih bisa berjalan dan memenuhi sarat atas Adaptasi, goal, Integrasi, Latency. oleh karena itu sytem sosial akan terus stabil dan tidak akan berakhir walaupun ada ancaman dari luar berupa ancaman fisik dan non fisik.
Agroecology sebagai Alternatif Keberlanjutan Pangan dan Ekologi: Pengalaman Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Aliansi Organisasi Indonesia (AOI) Styawan, Wahyu Eka; Hidayat, Kliwon; Sukesi, Keppi
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 4 No. 2 (2025): Quo Vadis Sustainability: The Future and The Present
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2024.004.02.4

Abstract

Praktik pertanian konvensional di Indonesia menyebabkan kerusakan ekosistem, termasuk degradasi tanah, polusi air, dan hilangnya keanekaragaman hayati, yang berdampak negatif pada produksi pangan. Pendekatan agroecology muncul sebagai solusi atas tantangan ini dengan mengurangi ketergantungan pada input eksternal, seperti pupuk dan pestisida sintetis. Penelitian ini berfokus pada pengalaman Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Aliansi Organis Indonesia (AOI) dalam mengembangkan dan menerapkan praktik agroecology berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan latar belakang perpindahan praktik pertanian SPI dan AOI dari pertanian konvensional ke agroecology, (2) menganalisis bagaimana penerapan prinsip agroecologyyang diimplemantasikan oleh Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Aliansi Organis Indonesia (AOI), serta (3) menganalisis hubungan sosial dan ekosistem dalam penerapan praktik agroecology oleh SPI dan AOI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, karena diperlukan untuk mengeksplor(menggali) pengalaman SPI dan AOI dalam mengembangkan dan menerapkan pendekatan agroecology berbasis komunitas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi lapangan, dan dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif, sedangkan uji keabsahan data digunakan triangulasi metode, dan sumber data . Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPI dan AOI menggunakan pendekatan agroecology yang memiliki tiga prinsip utama yakni prinsip Resilient Farming yakni mendorong transisi ke pertanian organik, sistem tanam rotasi atau polikultur dan pengunaan bibit lokal. Lalu dalam prinsip Economic Viability dengan membuat program Kawasan Daulat Pangan (KDP) dan Participatory Guarantee System (PAMOR) dan terakhir dalam prinsip Community Empowerment dengan memasifkan pendidikan, pelatihan dan pendampingan intensif. Tantangan dalam penerapan agroecology yakni sistem yang belum mendukung, minimnya infrastruktur penunjang seperti untuk pembuatan pupuk dan pembenihan, lalu kurangnya dukungan kebijakan yang memadai dari pemerintah dan lemahnya sinergi antara aktor-aktor kunci seperti pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta menjadi hambatan utama. Selain itu, terbatasnya akses petani terhadap teknologi ramah lingkungan dan pendidikan tentang agroecology memperlambat proses adopsi.
Factors Affecting the Achievement of Food Consumption Patterns of Agritourism Workers Nur Sabrina Alfain; Sugiyanto Sugiyanto; Edi Dwi Cahyono; Keppi Sukesi; Asihing Kustanti
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i4.1199-1211

Abstract

Household food consumption pattern is a habit or way of a family in choosing, processing, and consuming food daily. This pattern reflects the type, amount and quality of food consumed in a household. The problem that often occurs in household food consumption patterns is the imbalance of nutritional intake, which can be influenced by various factors both from socio-demographic and socio-economic factors. This study was conducted to analyze the achievement of household consumption patterns of agritourism workers and analyze what factors affect the achievement of household consumption patterns. The method used to analyze the achievement of food consumption patterns is through the calculation of EAR, PAR, DDP score, while for the analysis of influential factors using the ordinal logistic regression method with the help of SPSS 30 software. The results of the study explained that the EAR of agritourism worker households in Betet Village was 1946.37 kcal/cap/day or 92.68%EAR. Meanwhile, the PAR of tourist worker households in Betet Village was 53.52 grams/cap/day or 93.89%PAR and the DDP score was 93.16. Factors that influence EAR are the age of the housewife, the level of education of the housewife and the number of family members. While the factors that influence PAR are the age of the wife and household income.   Keywords: Desirable Dietary Pattern (DDP), Ecotourism, Energy Adequacy Rate (EAR), Protein Adequacy Rate (PAR).
Partisipasi Perempuan Kelompok Bank Sampah Melalui Pengembangan Bisnis Online Di Desa Tulungrejo Kota Batu: Women’s Participation in Waste Bank Groups Through the Development of Online Businesses in Tulungrejo Village, Batu City Anggraini, Elok; Sukesi, Keppi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tulungrejo Village, Batu City, is facing challenges in waste management due to the closure of the Tlekung landfill and the low level of public awareness regarding the importance of sustainable waste management. Waste Bank groups have produced various products such as compost, ornamental plants, eco-enzyme products, and beverages; however, their marketing remains suboptimal. One effort to address these issues is through empowering women within Waste Bank groups by developing online businesses or digital marketing as a sustainable circular economy solution. This community service program aims to enhance the capacity of women in Waste Bank groups by providing training in digital marketing strategies. Women members of the Waste Bank will receive assistance in utilizing e-commerce platforms and social media to expand market reach and improve the competitiveness of their products. The approach used in this activity is Participatory Rural Appraisal (PRA), which actively involves the community through outreach, training, demonstrations, and evaluation of program effectiveness. Through this assistance, it is expected that Waste Bank groups will be able to independently develop online businesses, improve household economic welfare, and contribute to establishing Tulungrejo Village as a self-reliant village in waste management and digital economy–based development. With this program, waste management in Tulungrejo Village is expected not only to contribute to environmental sustainability but also to provide economic benefits for women’s groups through the optimization of Waste Bank–based online businesses.
Beban Terselubung: Relasi Gender dalam Triple Role Perempuan Pemetik Anggur di Desa Banjar Buleleng Bali Megaulia Megaulia; Yayuk Yuliati; Keppi Sukesi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i2.95451

Abstract

Ketimpangan peran gender yang terjadi dalam masyarakat pertanian anggur di Desa Banjar Buleleng Bali bersumber dari penerapan triple role. Kombinasi dari ketiga peran ini menimbulkan adanya triple burden yang tidak disadari oleh masyarakat justru dianggap sebagai sesuatu yang ideal, karena berbagai bentuk dominasi beroperasi secara tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi triple role dan triple burden perempuan dalam pertanian anggur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta studi literature dengan teknik analisis data model Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan sebagai pemetik anggur membuat mereka memiliki tiga peran sekaligus mulai dari peran produktif, reproduktif, dan peran social. Penerapan ketiga peran itu membuat perempuan mengalami burden yang berlipat (triple burden) terlihat dalam bentuk curahan waktu bekerja, meskipun data tidak disajikan dalam analisis kuantitatif namun dari hasil pengamatan dan wawancara didapat bahwa kecendrungan perempuan memiliki jam kerja yang lebih banyak rata-rata sekitar 15 jam/hari. Sementara laki-laki rata-rata menghabiskan 12 jam/hari dan didominasi oleh sektor produktif. Dalam analisis Dominasi Maskulin Piere Bourdieu kondisi tersebut disebut merupakan bentuk kekuatan simbolik, karena perempuan menerima struktur tersebut sebagai bentuk kewajaran. Implikasi dari penelitian ini perlunya dukungan dan kerjasama dari perangkat desa untuk menyediakan akses pelatihan maupun sosialisai berbasis gender guna meningkatkan kesadaran gender dan mengurangi beban terhadap perempuan.  
Efektivitas Strategi Pelatihan Participatory Action Research (PAR) berbasis Corporate Social Responsibility (CSR)Terhadap Performa Hard Skill dan Soft Skill dalam Berwirausaha: Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Deka Utami; Herlina Ike Oktaviani; Inawati Inawati; Katherine Ananda Yuliani; Yulias Prihatmoko; Nindyawati Nindyawati; Keppi Sukesi; Adi Santosa
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1783

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas strategi pelatihan berbasis Participatory Action Research (PAR) berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) dalam meningkatkan Performa Hard Skill dan Soft Skill warga binaan perempuan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan. Isu utama yang dibahas adalah kurangnya keterampilan berwirausaha dan stigma negatif yang melekat sehingga mempersulit WBP untuk mendapatkan pekerjaan setelah masa pembebasan. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan PAR dengan siklus Perencanaan–Aksi– Observasi – Refleksi. Jumlah sampel terlibat sebanyak 93 responden warga binaan wanita. Program pelatihan dilakukan dengan melibatkan kolaborasi pendidikan tinggi, dunia industri, instansi pemerintahan dan mitra productive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan strategi pelatihan berbasis PAR melalui kolaborasi dengan beberapa mitra, dapat meningkatkan keterampilan hardskill dan softskill dalam berwirausaha. Temuan ini merekomendasikan potensi PAR sebagai strategi efektif untuk memberikan perubahan positif dan pengetahuan kepada warga binaan perempuan (WBP) yaitu dengan cara membekali WBP dengan kompetensi mandiri yang diperlukan untuk reintegrasi ke masyarakat secara sukses.