Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN PEKTIN DARI KULIT JERUK MANIS SEBAGAI BIOSORBEN DALAM MENURUNKAN KADAR TEMBAGA (Cu) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING Embun; Fithri Pulungan, Ainil
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 1 No. 1 (2017): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.285 KB)

Abstract

Metode pengolahan limbah yang murah dan ramah lingkungan adalah metode biosorpsi dengan Biosorben dari kulit jeruk manis. Penurunan logam tembaga (Cu) dapat dilakukan dengan proses biosorpsi menggunakan biosorben Pektin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Pektin sebagai biosorben dalam menurunkan logam tembaga (Cu) pada Indutri Elektroplating. Proses biosorpsi dilakukan secara kontinyu dengan berat biosorben 10 gram. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variabel debit (195 ml/menit, 230 ml/menit, 260 ml/menit), sedangkan variabel terikatnya adalah konsentrasi Cu. Sampel diambil pada menit ke-4, 24, 44, 64, 84, 104, dan 124 menit. Konsentrasi Cu awal pada air limbah industri Elektroplating 15,12 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan Cu tertinggi dari ketiga variasi debit terjadi pada menit ke-64, yakni 78,3 %, 65,54 %, 44,37%, masing-masing untuk debit 195 ml/menit, 230ml/menit, dan 260 ml/menit. Variasi debit mempengaruhi penurunan Cu dalam limbah cair industri elektroplating, semakin kecil debit alir semakin lama waktu tinggal, penurunan Cu akan semakin baik.
ANALISIS CAMPURAN PARASETAMOL, PROPIFENAZON DAN KOFEIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET REGRESI KOMPONEN UTAMA Fitria; Fithri Pulungan , Ainil
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 1 No. 2 (2018): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.405 KB)

Abstract

Kemometrik merupakan bagian dari analisis kimia yang digunakan untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif untuk mengidentifikasi data multivariat. Dalam penelitian ini, kemometrik merupakan bagian dari spektrofotometri UV yang dikembangkan terhadap tiga campuran senyawa obat yaitu parasetamol, propifenazon dan kofein. Pada penelitian ini, metode kemometrik yang digunakan untuk analisis multivariat adalah Principle Component Regression (PCR) dengan menggunakan pelarut campuran dapar fosfat pH 7,2 dan metanol (7:3). Spektrum parasetamol, propifenazon dan kofein direkam pada panjang gelombang 200-400 nm dengan interval panjang gelombang 2 nm, dengan liniertitas 3,0 – 10,5 µg/ml untuk parasetamol, 5,0 – 17,5 µg/ml untuk propifenazon dan 4,5 – 13,0 µg/ml untuk kofein. Metode divalidasi sesuai ketentuan international conference on harmonization Q2 (R1) (ICH) guidelines. Metode ini berhasil digunakan untuk penentuan tiga campuran obat dalam sediaan tablet.
PENETAPAN KADAR SENYAWA NITRIT YANG TERDAPAT PADA DAGING OLAHAN SOSIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTMETRI UV-VIS Fithri Pulungan, Ainil
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 2 No. 1 (2018): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.144 KB) | DOI: 10.52943/jifarmasi.v2i1.188

Abstract

Telah dilakukan penelitian zat pengawet sintesis yang terdapat pada daging olahan sosis yang dijual di swalayan di daerah sekitar Medan. Analisis zat pengawet dilakukam dengan metode spektrofotometri Uv-Vis yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar natrium nitrit dalam daging sosis. Metode ini didasarkan pada reaksi diazotasi antara asam nitrit (dari natrium nitrit dalam suasana asam) dengan amin aromatis primer (asam sulfanilat) membentuk garam diazonium. Selanjutnya direaksikan dengan naftiletilendiamin membentuk senyawa berwarna dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 546,00 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata natrium nitrit yang terdapat pada sampel sosis sapi sebesar 44,44 mg/kg dan pada sosis sapi kaleng sebesar 22,42 mg/kg dan pada sosis ayam sebesar 34,68 mg/kg. Hal ini menunjukkan bahwa kadar rata-rata natrium nitrit yang terdapat pada sampel tersebut tidak melebihi batas maksimum penggunaan natrium nitrit sesuai Permenkes No.722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan yaitu 125 mg/kg dan amandemen Internasional tentang penggunaan pengawet natrium nitrit dengan batas maksimum 150 mg/kg.
PENENTUAN CAMPURAN PARASETAMOL, PROPIFENAZON DAN KOFEIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET DENGAN METODE PRINCIPAL COMPONENT REGRESSION DAN RASIO ABSORBANSI TAHUN 2018 Fithri Pulungan, Ainil
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 2 No. 2 (2019): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.762 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis metode spektrofotometri Principal Component Regression (PCR) dan Rasio Absorbansi (RA) untuk penetapan kadar PCT, PRO dan KOF dalam sediaan tablet tanpa adanya tahap pemisahan, sehingga metode ini diharapkan dapat diaplikasikan secara rutin oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Uji perolehan kembali dilakukan dengan pengukuran persentase perolehan kembali pada tiga rentang spesifik, yakni : 80%, 100% dan 120%. Dimana pada masing-masing rentang spesifik digunakan 70% sampel (PCT, PRO dan KOF) yang dianalisis dan 30% berasal dari baku yang ditambahkan. Kemudian campuran sampel (tablet) dan baku dianalisis dengan prosedur yang sama seperti pada sampel.
PENETAPAN KADAR SENYAWA NITRIT YANG TERDAPAT PADA IKAN ASIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTMETRI UV-VIS Fithri Pulungan, Ainil
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 4 No. 1 (2020): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.729 KB) | DOI: 10.52943/jifarmasi.v4i1.380

Abstract

Telah dilakukan penelitian senyawa nitrit yang terdapat pada ikan asin yang dijual di daerah sekitar Belawan, Medan dan Sibolga. Analisis senyawa nitrit dilakukan dengan metode spektrofotometri Uv-Vis yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar natrium nitrit dalam ikan asin. Metode ini didasarkan pada reaksi diazotasi antara asam nitrit (dari natrium nitrit dalam suasana asam) dengan amin aromatis primer (asam sulfanilat) membentuk garam diazonium. Selanjutnya direaksikan dengan naftiletilendiamin membentuk senyawa berwarna dan diukur absorbansinya pada panjang gelombang 420,00 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar rata-rata natrium nitrit yang terdapat pada sampel ikan asin yang berasal dari Belawan sebesar 40,34 mg/kg dan pada ikan asin yang berasal dari Medan sebesar 21,32 mg/kg dan pada ikan asin yang berasal dari Sibolga sebesar 30,58 mg/kg. Hal ini menunjukkan bahwa kadar rata-rata natrium nitrit yang terdapat pada sampel tersebut tidak melebihi batas maksimum penggunaan natrium nitrit sesuai Permenkes No.722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan yaitu 125 mg/kg dan amandemen Internasional tentang penggunaan pengawet natrium nitrit dengan batas maksimum 150 mg/kg.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak dan Hasil Fraksinasi Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus Harahap, Sumiyarni; Ridwanto, Ridwanto; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1060

Abstract

Bandotan (Ageratum conyzoides L.) is a plant distributed worldwide, especially in tropical and subtropical regions. Bandotan can be used as a traditional medicine because it contains beneficial phytochemical compounds such as terpenoids, alkaloids, essential oils, saponins, and phenolics that play a role in inhibiting bacterial growth and serving as natural antioxidants. The objective of this research was to determine the antioxidant and antibacterial activity of the extract, n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction from bandotan leaves. This research used an experimental method. It included antioxidant testing of the ethanol extract fractions of bandotan leaves (Ageratum conyzoides L.) using the DPPH method and antibacterial testing using Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The phytochemical screening results showed that bandotan leaves contain alkaloids, saponins, tannins, flavonoids, and glycosides. The antioxidant testing for DPPH radical scavenging revealed that the bandotan leaf extract had an IC50 value of 499.3633 μg/ml, the n-hexane fraction had an IC50 value of 945.7837 μg/ml, and the ethyl acetate fraction had an IC50 value of 382.9216 μg/ml, all categorized as very weak antioxidants. Antibacterial testing indicated that the extract, n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction of bandotan (Ageratum conyzoides L.) exhibited antibacterial activity, inhibiting the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus, with strong activity at the highest concentration of 40% and moderate activity at the lowest concentration of 10%. In conclusion, bandotan leaves have very weak antioxidant activity due to the low content of flavonoids and strong antibacterial activity at 40% concentration and weak activity at 10% concentration.
PENENTUAN KADAR PARASETAMOL DAN KAFEIN DALAM SEDIAAN TABLET MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV SECARA SIMPLE SIMULTAN EQUATION (SSE) Pulungan, Ainil Fithri
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p75-85

Abstract

Perkembangan obat dalam bentuk tablet kombinasi pada masa saat ini telah banyak mengalami peningkatan, parasetamol menjadi obat analgetik antipiretik yang dapat dikombinasikan dengan kafein yang dapat digunakan dalam terapi dengan kombinasi antara obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar campuran parasetamol dan kafein dalam sediaan tablet menggunakan metode spektrofotometri UV secara Simple Simultan Equation (SSE). Hasil penelitian dari optimasi pelarut dengan 17 kategori pemilihan pelarut dan yang terpilih adalah asam asetat glasial: metanol (30:70) dengan menggunakan panjang gelombang maksimum parasetamol 246 nm dan kafein 272 nm. Hasil penelitian dari analisis campuran parasetamol dan kafein dengan spektrofotometri UV secara Simple Simultan Equation (SSE) menunjukkan bahwa kadar parasetamol dalam sediaan tablet A sebesar 96,93 ± 1,32%, sedangkan kadar kafein dalam tablet A 93,09 ± 9,99 %, Sampel B 107,53 ± 2,01% sedangkan kadar kafein dalam tablet B 105,8 ± 15,7 %, dan pada sampel C 103,66 ± 0,33% sedangkan kadar kafein dalam tablet C 105,94 ± 23 %. Dapat disimpulkan bahwa hasil penetapan kadar campuran parasetamol dan kafein dalam tablet memenuhi persyaratan sesuai dengan persyaratan Farmakope Edisi IV yaitu 90% - 110%. Untuk validasi metode dilakukan denganbeberapa parameter diantaranya uji akurasi diperoleh % Recovery parasetamol dalam sampel A 94,23 %, Sampel B 93,9% dan sampel C 97,24% sedangkan Kafein Sampel A 99,25%; B 92,66% dan C 97,3%. Untuk parameter uji presisi diperoleh rentang % RSD yaitu 0,8581%-5,85% dan untuk LOD parasetamol yaitu 0,87775 µg/mL dan LOQ 2,92582 µg/mL sedangkan LOD kafein yaitu 1,42041 µg/mL dan LOQ 4,73469 µg/mL. Dapat disimpulkan bahwa semua parameter sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Sosialisasi Penggunaan Obat dengan Cara Khusus di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara Rani, Zulmai; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar; Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Pulungan, Ainil Fithri; Kaban, Vera Estefania; Nasri, Nasri; Utami, Dinda Sari
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i1.107

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, semakin banyak sediaan farmasi yang dikembangkan. Ini termasuk inhaler, pen insulin, suppositoria, obat mata, telinga, dan lain-lain.  Tetes mata (oculoguttae), salep mata (oculenta), pencuci mata (colyria), dan bentuk lain dari obat mata dikenal sebagai optalmika. Penggunaan obat dengan alat khusus ini dapat menimbulkan efek samping dan hal yang tidak diiinginkan jika tidak digunakan secara benar. Hal ini disebabkan kurangnya informasi tentang penggunaan obat, cara penyimpanan dan lama penyimpanan obat pada masyarakat di Desa Kolam. Penyuluhan mengenai penggunaan obat dengan alat khusus ini untuk mencegah terjadinya efek samping atau hal yang tidak diinginkan. Kegiatan pengabdian dilakukan di Dusun I Desa Kolam, masyarakat dilibatkan dalam kegiatan yang dibantu oleh Kader Posyandu Kamboja dan pihak terkait lainnya.  Penyuluhan ini menggunakan ceramah, diskusi, dan pemutaran video. Selain itu, untuk mengetahui seberapa puas masyarakat dengan materi yang disampaikan, dan kuesioner. Pengabdian masyarakat yang dilakukan tim diharapkan dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, serta cara penggunaan obat dengan alat khusus secara tepat dan benar. Informasi akan pentingnya penggunaan obat, cara penyimpanan obat dan lama penyimpanan obat setelah kemasan dibuka. Hal ini akan berhubungan dengan efek terapi yang diharapkan serta untuk mencegah terjadinya efek samping obat.
Phytochemical Screening And Antioxidant Activity Testing Of Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Leaf Ethanol Extract From Kuta Buluh Region, North Sumatera Fithri Pulungan, Ainil; Ridwanto, Ridwanto; Indrayani Dalimunthe, Gabena; Rani, Zulmai; Dona, Rahma; Andi Syahputra, Ricky; Rambe, Robiatun
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 1 (2022): February 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.501 KB) | DOI: 10.51601/ijhp.v3i1.141

Abstract

Porang (Amorphallus muelleri Blume) is one type of tuber plant that has the potential to be developed in Indonesia. Porang plants have been reported to contain chemical compounds that have antioxidant activity. This research was conducted on the leaves of the porang plant with the aim of knowing the antioxidant activity, characterization, and phytochemical profile of the compounds contained therein. Compound identification and characterization were performed using standard methods, and antioxidant activity was determined using the DPPH (1,1- Diphenyl-2-picrylhydrazyl ) method. The results of the identification of chemical compounds showed that the ethanol extract of porang leaves contained chemical compounds of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. The results of the examination of the simplicia characterization of porang leaves included the soluble ethanol content of 33.93%, the water soluble extract content of 17.3%, the ash content of 5.58%, the acid insoluble ash content of 0.235% and the water content of 8%. From the results of the simplicia characterization, it shows that the results meet the specified requirements. The results showed that the ethanol extract of porang leaves had antioxidant activity with an IC50 value of 93.04 µg/mL, which in this case is included in the category of strong antioxidant activity. Meanwhile, as a comparison, Vitamin C was used, which has an IC50 value of µg/mL, which is included in the category of very strong antioxidant activity.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN VARIAN TEH KOMBUCHA BERDASARKAN LAMA MASA FERMENTASI Mayani, Nurhikma; Pulungan, Ainil Fithri; Nasution, Haris Munandar; Yuniarti, Rafita
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6671

Abstract

Latar Belakang: Teh kombucha berasal dari fermentasi tradisional teh manis yang menggunakan simbiosis bakteri asam asetat dan spesies ragi yang memilki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Teh kombucha mengandung metabolit sekunder flavonoid, saponin, tanin, steroid yang dapat bersifat sebagai antibakteri. Bakteri Escherichia coli umum hidup di dalam saluran pencernaan manusia atau hewan, dan Staphylococcus aureus umunya terdapat pada kulit. Tujuan: untuk mengetahui teh kombucha memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan serta pengaruh lama fermetasi terhadap akttivitas antibakteri dan antioksidan. Metode: menggunakan true Experimental. Pada penelitian ini fermetasi teh menggunakan kombucha pengujian antibakteri dan antioksidan berdasarkan lama fermentasi dan karakterisasi teh kombucha. Hasil: bahwa varian teh kombucha dapat digunakan sebagai antibakteri dan antioksidan. Pada uji aktivitas antioksidan pada teh hitam memiliki nilai IC50 paling tinggi pada hari ke-12 yaitu (45,5750) sedangkan pada teh oolong memiliki nilai IC50 paling tinggi pada hari ke-18 yaitu (30,5632). Uji aktivitas antibakteri diameter daya hambat terhadap bakteri Esherichia coli pada daun teh oolong paling besar pada hari ke-21 yaitu (15,7) sedangkan pada teh staphylococcus aureus terhadap daun teh hitam paling besar terdapat pada hari ke-21 yaitu (14,03).