Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI NANOGEL TABIR SURYA EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. f. Oktavia, Zela; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Pulungan, Ainil Fithri
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6242

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm. f.) dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat karena kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanogel tabir surya berbahan dasar ekstrak etanol lidah buaya untuk melihat kemampuan sebagai tabir surya dengan cara menghitung nilai sun protection factor. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuji senyawa metabolit sekunder. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji nilai SPF sebagai penanda aktivitas tabir surya. Sediaan nanogel diformulasikan ke dalam tiga konsentrasi berdasarkan hasil pengujian antioksidan ekstrak lidah buaya. Hasil menunjukkan bahwa sediaan nanogel memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan sediaan topikal. Nilai IC50 dari ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 116,148 µg/ mL. Nilai SPF dari sediaan nanogel berada dalam rentang proteksi sedang dan memiliki nilai tertinggi pada konsentrasi 2500 ppm pada setiap formula. Dengan demikian, nanogel ekstrak lidah buaya berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan cara meningkatkan konsentrasi ekstrak sebagi zat aktif yang efektif melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan radikal bebas. Kata Kunci: Lidah buaya, nanogel, antioksidan, tabir surya. ABSTRAC Aloe vera (Aloe vera (L.) Burm. f.) is known as a herbal plant with strong antioxidant activity due to its secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. This study aims to develop a sunscreen nanogel formulation based on aloe vera ethanol extract to assess its efficacy as a sunscreen by calculating the sun protection factor (SPF) value. The extract was obtained through maceration using 96% ethanol solvent, followed by testing for secondary metabolites. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, and SPF value was determined as an indicator of sunscreen efficacy. The nanogel formulation was prepared in three concentrations based on the antioxidant activity test results of the aloe vera extract. The results showed that the nanogel formulation had physical characteristics consistent with the requirements for topical formulations. The IC50 value of the extract indicated moderate antioxidant activity with an IC50 value of 116.148 µg/mL. The SPF value of the nanogel formulation falls within the moderate protection range and reaches its highest value at a concentration of 2500 ppm in each formulation. Thus, aloe vera extract nanogel has the potential to be developed as a natural sunscreen formulation by increasing the concentration of the extract as an effective active ingredient to protect the skin from the harmful effects of UV rays and free radicals. Keywords: Aloe vera, nanogel, antioxidant, sunscreen.
Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan dari Ekstrak Jamur Susu Harimau (Lignosus Rhinocerus) dengan Metode DPPH dan Frap Malahayati, Malahayati; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai; Ridwanto, Ridwanto
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5492

Abstract

Jamur susu harimau (Lignosus rhinocerus) merupakan tumbuhan langka yang telah lama digunakan secara tradisional dan memiliki potensi besar sebagai agen antibakteri dan antioksidan, terutama di tengah meningkatnya masalah resistensi antibiotik. Hal ini didukung oleh kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, steroid, tannin, alkaloid, dan saponin yang berperan penting dalam melawan infeksi bakteri patogen dan menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol jamur susu harimau terhadap bakteri Gram-positif Staphylococcus aureus dan Gram-negatif Escherichia coli, serta mengevaluasi kapasitas antioksidannya menggunakan dua metode komplementer, yaitu DPPH dan FRAP. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dari serbuk simplisia, dan pengujian aktivitas dilakukan pada tiga variasi konsentrasi: 50%, 60%, dan 70%. Hasil uji antibakteri menunjukkan aktivitas yang kuat dan bersifat konsentrasi-tergantung. Pada konsentrasi 70%, diameter zona hambat mencapai 20,40 mm untuk S. aureus dan 16,30 mm untuk E. coli. Pada uji antioksidan, ekstrak menunjukkan kemampuan yang signifikan dengan nilai IC50 sebesar 86,15 ppm (metode DPPH) dan 77,13 ppm (metode FRAP), yang termasuk dalam kategori kuat. Secara keseluruhan, hasil ini tidak hanya mengonfirmasi potensi jamur susu harimau sebagai sumber senyawa bioaktif alami, tetapi juga memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengembangannya lebih lanjut sebagai agen terapeutik baru dalam mengatasi infeksi bakteri dan mitigasi stres oksidatif.
Total Flavonoid Content, Antibacterial Activity and In Silico Toxicity Prediction of Ethanolic Extract from Murraya koenigii Leaves against Streptococcus mutans Nasution, Haris Munandar; Nasri, Nasri; Fauzi, Ziza Putri Aisyia; Rani, Zulmai; Pulungan, Ainil Fithri; Kaban, Vera Estefania
Journal of Pharmascience Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.22436

Abstract

Dental caries is a chronic disease exclusive to humans and remains one of the most prevalent oral health problems worldwide. The increasing emergence of antibiotic resistance and the adverse effects associated with conventional antimicrobials have encouraged the exploration of natural plant-derived compounds for caries prevention. Murraya koenigii leaves are widely used as a culinary ingredient and are known to possess various therapeutic properties, including antioxidant, antibacterial, anti-inflammatory, and hepatoprotective activities. This study aimed to evaluate the total flavonoid content, antibacterial activity, and in silico toxicity profile of the ethanolic extract of M. koenigii leaves against Streptococcus mutans, a primary cariogenic pathogen. Total flavonoid content was determined using the aluminum chloride colorimetric method, while antibacterial activity was assessed using the agar disk diffusion assay. The toxicity profile of major flavonoid constituents was further analyzed using in silico ADMET prediction tools. The results showed that the ethanolic extract of M. koenigii leaves contained a high total flavonoid content (281.83 ± 10.23 mg QE/g extract) and exhibited strong antibacterial activity against Streptococcus mutans, producing inhibition zones ranging from 14.4 to 19.4 mm in a concentration-dependent manner. In silico analysis indicated that the major flavonoid constituents possessed favorable pharmacokinetic characteristics with low predicted toxicity risks. These findings suggest that the ethanolic extract of M. koenigii leaves is rich in flavonoids and demonstrates significant antibacterial potential, supporting its promise as a natural antibacterial agent for oral health applications. Further studies focusing on compound isolation, formulation development, and in vivo validation are recommended.