Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Meningkatkan Kualitas Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) Melalui Pelatihan Pengolahan Simplisia di CV. Sangkuriang Sidoarjo Teguh Setiawan Wibowo; Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusuma Negara; Christina Wulansari
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i01.1997

Abstract

Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) memiliki peran strategis dalam pengembangan produk berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Namun, tantangan utama yang dihadapi UKOT, seperti kualitas bahan baku dan proses produksi yang kurang optimal, sering kali menghambat daya saing produk mereka. Artikel ini membahas kegiatan pelatihan pengolahan simplisia yang dilaksanakan di CV. Sangkuriang, Sidoarjo, sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas produk UKOT. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang teknik pengolahan simplisia yang tepat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencucian, pengeringan, hingga penyimpanan. Kegiatan pelatihan melibatkan peserta yang terdiri dari pengelola dan karyawan UKOT di CV. Sangkuriang. Metode yang digunakan mencakup sesi teori, praktik langsung, dan evaluasi hasil pelatihan. Dalam sesi teori, peserta diberikan wawasan tentang standar mutu simplisia berdasarkan regulasi yang berlaku. Sementara itu, praktik langsung difokuskan pada penerapan teknik pengolahan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi bahan baku berkualitas, menerapkan metode pengeringan yang efisien, serta menjaga kebersihan dan higienitas selama proses pengolahan. Pelatihan ini tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas simplisia, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk yang lebih inovatif dan berdaya saing. Oleh karena itu, program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan diperluas ke UKOT lainnya. Dengan demikian, pelatihan pengolahan simplisia dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kapasitas UKOT sekaligus memperkuat industri obat tradisional berbasis lokal di Indonesia.
Dari Limbah ke Nilai Tambah: Pelatihan Sabun Jelantah sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i01.1998

Abstract

Limbah minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering kali dibuang begitu saja, mencemari lingkungan, dan berpotensi merusak ekosistem air dan tanah. Pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun adalah salah satu solusi kreatif yang tidak hanya membantu mengurangi dampak pencemaran lingkungan tetapi juga menciptakan nilai tambah secara ekonomi. Artikel ini mendokumentasikan pelaksanaan program pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah sekaligus memberdayakan mereka melalui inovasi sederhana yang bernilai ekonomi. Pelatihan ini diikuti oleh kelompok masyarakat di sebuah desa, yang diberikan materi teori dan praktik pembuatan sabun berbasis minyak jelantah. Proses pelatihan mencakup pengenalan bahan dasar, seperti minyak jelantah, alkali (NaOH), dan pewangi alami, serta langkah-langkah teknis pembuatan sabun. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang pengemasan, pemasaran, dan manajemen usaha kecil agar mampu mengembangkan produk ini sebagai peluang bisnis lokal. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun berkualitas dengan nilai ekonomi yang kompetitif. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah domestik secara bijak. Dengan pendekatan berkelanjutan, pelatihan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain untuk mendukung pembangunan berwawasan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
Pendampingan Pengolahan Tanaman Sereh Dapur Menjadi Lemongrass Essential Oil Teguh Setiawan Wibowo; Ani Florida Ngete; Fitroh Annisaul Mubarokah
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i01.1999

Abstract

Kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan minyak atsiri dari serai dapur bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat (UMKM) dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal secara optimal. Pelatihan dan pendampingan ini dilakukan selama 6 bulan mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik destilasi yang tepat, hingga penyimpanan minyak atsiri agar tetap berkualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, serta sesi praktik oleh peserta UMKM untuk memastikan pemahaman yang mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan teknik pembuatan minyak atsiri dengan baik, serta menunjukkan minat untuk mengembangkan usaha berbasis minyak atsiri. Pendampingan ini juga berdampak positif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menciptakan peluang usaha baru yang berbasis bahan alami dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan produk berbasis minyak atsiri di tingkat lokal yang berkelanjutan.
Co-Authors A. Endang Kusuma Intan Aat Ruchiat Nugraha Agus Purbo Widodo Akbar Jaya Alfa Santoso Budiwidjojo Putra Alfi Rochmi Ali Yusron Alvia Nur Layli Ambar Kusuma Astuti Amelia Ferdiani Amin Harahap Ani Florida Ngete Ayu Putri Adi Febrianty Azlina, Yunidyawati Azzahroh Arum Bahtiar Efendi Balthasar Malindar Cakranegara, Pandu Adi Christina Wulansari Damarsari Ratnasahara Elisabeth Daniel Tulasi Daniel Tulasi Didik Supriyanto, Didik Dila Erlianti Dwi Bhakti Iriantini Edhi Juwono Endri Haryati Endri Haryati Erika Putri Sepdianti Fitri Yanti Fitria Fitria Fitroh Annisaul Mubarokah Hendrik Pandiangan Hendy Tannady Herni Utami Rahmawati Husen I Gede Putu Kawiana I Ketut Suada Indah Fadila Ulfa Jeanis Pretty Aprilia Jemi Pabisangan Tahirs Jennis Pretty Aprilia Jessi Charina Jumiati Jumiati Junita Irawati Kespandiar, Tengku Khusnul Hotimah Klemens Mere Mochamad Fatchurrohman Moh. Samsul Arifin Muh. Syaiful Saehu Muhammad Iqbal Fajri Muhammad Syukur Muhammad Syukur Neneng Hidayat Nurul Hidayati Purnomo Putri Raniyatul Hilwah Reni Oktavia Saputri Rianti Setyawasih Rika Yatun Nikmah Riza Aulia Widyaningsih Robiatul Adawiyah Rosita Septiani Rudi Setiadi Safia Maulida Sakinah Qurrotul Aini Sandy Muchjidin Latief Sarah Zielda Najib Shobikin Shobikin Siregar, Ade Perdana Siti Nur Halimah Siti Nurhalimah Siti Solihah Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusumanegara Sudadi Sudarmawan, I Wayan Eka Suharto Suharto Sukirman Sukirman Suparman Susilo Ari Wardani Syailendra Reza Irwansyah Uli Wildan Nuryanto Umi Setyorini Wardana, Miko Andi YANITA YANITA Yayuk Suprihartini Zulfa Noraini Zulfiah Larisu  Abd. Karman