Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Kualitas Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) Melalui Pelatihan Pengolahan Simplisia di CV. Sangkuriang Sidoarjo Teguh Setiawan Wibowo; Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusuma Negara; Christina Wulansari
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i01.1997

Abstract

Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) memiliki peran strategis dalam pengembangan produk berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Namun, tantangan utama yang dihadapi UKOT, seperti kualitas bahan baku dan proses produksi yang kurang optimal, sering kali menghambat daya saing produk mereka. Artikel ini membahas kegiatan pelatihan pengolahan simplisia yang dilaksanakan di CV. Sangkuriang, Sidoarjo, sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas produk UKOT. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang teknik pengolahan simplisia yang tepat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencucian, pengeringan, hingga penyimpanan. Kegiatan pelatihan melibatkan peserta yang terdiri dari pengelola dan karyawan UKOT di CV. Sangkuriang. Metode yang digunakan mencakup sesi teori, praktik langsung, dan evaluasi hasil pelatihan. Dalam sesi teori, peserta diberikan wawasan tentang standar mutu simplisia berdasarkan regulasi yang berlaku. Sementara itu, praktik langsung difokuskan pada penerapan teknik pengolahan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi bahan baku berkualitas, menerapkan metode pengeringan yang efisien, serta menjaga kebersihan dan higienitas selama proses pengolahan. Pelatihan ini tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas simplisia, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk yang lebih inovatif dan berdaya saing. Oleh karena itu, program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan diperluas ke UKOT lainnya. Dengan demikian, pelatihan pengolahan simplisia dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kapasitas UKOT sekaligus memperkuat industri obat tradisional berbasis lokal di Indonesia.
Dari Limbah ke Nilai Tambah: Pelatihan Sabun Jelantah sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i01.1998

Abstract

Limbah minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering kali dibuang begitu saja, mencemari lingkungan, dan berpotensi merusak ekosistem air dan tanah. Pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun adalah salah satu solusi kreatif yang tidak hanya membantu mengurangi dampak pencemaran lingkungan tetapi juga menciptakan nilai tambah secara ekonomi. Artikel ini mendokumentasikan pelaksanaan program pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah sekaligus memberdayakan mereka melalui inovasi sederhana yang bernilai ekonomi. Pelatihan ini diikuti oleh kelompok masyarakat di sebuah desa, yang diberikan materi teori dan praktik pembuatan sabun berbasis minyak jelantah. Proses pelatihan mencakup pengenalan bahan dasar, seperti minyak jelantah, alkali (NaOH), dan pewangi alami, serta langkah-langkah teknis pembuatan sabun. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang pengemasan, pemasaran, dan manajemen usaha kecil agar mampu mengembangkan produk ini sebagai peluang bisnis lokal. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun berkualitas dengan nilai ekonomi yang kompetitif. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah domestik secara bijak. Dengan pendekatan berkelanjutan, pelatihan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain untuk mendukung pembangunan berwawasan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
Pendampingan Pengolahan Tanaman Sereh Dapur Menjadi Lemongrass Essential Oil Teguh Setiawan Wibowo; Ani Florida Ngete; Fitroh Annisaul Mubarokah
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i01.1999

Abstract

Kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan minyak atsiri dari serai dapur bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat (UMKM) dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal secara optimal. Pelatihan dan pendampingan ini dilakukan selama 6 bulan mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik destilasi yang tepat, hingga penyimpanan minyak atsiri agar tetap berkualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, serta sesi praktik oleh peserta UMKM untuk memastikan pemahaman yang mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan teknik pembuatan minyak atsiri dengan baik, serta menunjukkan minat untuk mengembangkan usaha berbasis minyak atsiri. Pendampingan ini juga berdampak positif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menciptakan peluang usaha baru yang berbasis bahan alami dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan produk berbasis minyak atsiri di tingkat lokal yang berkelanjutan.
What Tourism SMEs Should Fix First to Recover Using Principal Component Analysis Adya Hermawati; Abimanyu Tuwuh Sembhodo; Aviv Yuniar; Syamsul Bahri; Teguh Setiawan Wibowo
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 4 (2026): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i4.6465

Abstract

Tourism SMEs in East Java have not recovered despite the sector’s high potential. Many struggle to identify which internal factors most influence performance, especially after the pandemic. This research aims to determine the most critical human resource and marketing variables that drive business performance and offer a practical recovery model. This quantitative exploratory research used principal component analysis to reduce and rank ten performance-related variables. The study targeted tourism SMEs in East Java, covering 11 regions with high tourism activity. Researchers selected 200 SMEs using purposive sampling, with three employees and one owner per business, resulting in 800 respondents. Data collection used a structured questionnaire and Likert scale to assess both importance and current performance of each variable. Fieldwork lasted four months. The analysis revealed that risk-taking culture, work security, compensation, employee participation, brand maintenance, risk tolerance, competitor orientation, strategic place, profitability, economic sustainability and customer satisfaction strongly influence business recovery. It also shows that SME performance improves when businesses focus on the highest-impact drivers rather than treating issues in isolation. This research offers a practical model for SME owners to prioritize internal improvements and guides policymakers to deliver more targeted support. The findings can also inform future research in other regions facing similar recovery challenges
A Comparison of Managerial Training Programs and Welfare Programs on Employee Loyalty and Productivity in Indonesian Multinational Companies Muhammad Syafri; Teguh Setiawan Wibowo; Mohammad Gifari Sono; Siera Syailendra; Muis Muis
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 06 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i06.2925

Abstract

Employee loyalty and productivity are critical factors influencing organizational performance and long-term competitiveness, particularly in multinational companies operating in dynamic business environments. Organizations increasingly invest in managerial training programs and employee welfare programs to enhance workforce effectiveness and commitment. However, limited research has comparatively examined the relative influence of these initiatives on employee loyalty and productivity within the context of Indonesian multinational companies. This study aims to analyze and compare the effects of managerial training programs and welfare programs on employee loyalty and productivity. A quantitative research approach was employed using data collected from 175 employees working in multinational companies across Indonesia. Data were gathered through structured questionnaires measured using a five-point Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS 3). The findings indicate that both managerial training programs and welfare programs have positive and significant effects on employee loyalty and productivity. Managerial training programs significantly influence employee loyalty and employee productivity, while welfare programs significantly affect employee loyalty and employee productivity. The results further reveal that welfare programs exert a stronger impact on employee loyalty, whereas managerial training programs demonstrate a greater influence on employee productivity. These findings suggest that multinational companies should adopt a balanced human resource strategy that combines employee development initiatives with comprehensive welfare support to maximize organizational performance, employee commitment, and workforce effectiveness. This study contributes to the human resource management literature by providing comparative evidence regarding the effectiveness of training and welfare interventions in multinational corporate settings.
Social Exchange Theory and Organizational Citizenship Behavior: Contemporary Perspectives in the Hotel Industry Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo
West Science Business and Management Vol. 4 No. 02 (2026): West Science Business and Management
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsbm.v4i02.2960

Abstract

Introduction: The hotel industry is a service intensive sector where frontline employees simultaneously interact with supervisors, coworkers, and guests. Organizational Citizenship Behavior (OCB), defined as discretionary behaviors not formally rewarded, is critical for hotel success. Social Exchange Theory (SET) provides a framework for understanding OCB through reciprocal obligations, yet conceptual integration of Leader Member Exchange (LMX) and employee reciprocity in the hotel context remains limited. Methods: This conceptual paper synthesizes existing literature from Scopus indexed journals published between 1960 and 2025. A systematic search of databases including Scopus, Web of Science, and Google Scholar yielded 68 relevant articles comprising empirical studies, conceptual papers, and systematic reviews. Theoretical synthesis was employed to develop propositions and a conceptual model integrating SET, LMX, and employee reciprocity specifically for the hotel industry. Results: The synthesis reveals that OCB has evolved through five phases, with hotel research adopting three orientations: customer oriented, service oriented, and change oriented OCB. High quality LMX reduces employee envy and fosters thriving at work, enhancing service oriented and change oriented OCB, moderated by psychological empowerment and professional respect. Employee reciprocity emerges as a core mediating mechanism linking organizational, supervisory, and guest exchanges to OCB, including customer empowering behaviors and customer citizenship behaviors triggering reciprocal employee citizenship behaviors. Conclusion: SET remains a powerful framework for OCB in hotels when expanded to multiple exchange relationships. Future research should focus on longitudinal designs, cross cultural comparisons, technology impacts, and the dark side of OCB. Practical implications include building professional respect, psychological empowerment, and facilitating positive guest employee exchanges.
Menjadi “Magnet Peluang” Melalui Personal Branding: Pendampingan Etika dan Komunikasi Efektif di SMK 10 Surabaya Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3760

Abstract

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi tantangan tingginya angka pengangguran terbuka, yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan dalam personal branding, etika profesional, serta komunikasi efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMK 10 Surabaya tentang personal branding sebagai magnet peluang, etika fisik (cara duduk, berdiri, berpakaian, berjalan, dan makan), serta komunikasi efektif melalui pendampingan terpadu. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2026 di Aula SMKN 10 Surabaya ini melibatkan 100 siswa kelas XII dan menerapkan pendekatan kombinasi antara ceramah interaktif oleh Dr. Hj. Endri Haryati, S.E., M.M., MBA, praktik langsung dengan sistem rotasi stasiun dan pendampingan fasilitator, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan dari rata-rata 42 persen pada pre-test menjadi 86 persen pada post-test, disertai dengan terbentuknya niat dan komitmen peserta untuk mengubah kebiasaan sehari-hari. Berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan awal peserta, dan keterbatasan alat peraga berhasil diatasi melalui strategi pembelajaran berdiferensiasi serta inovasi iptek sederhana berupa pemanfaatan kamera ponsel dan proyektor untuk demonstrasi langsung serta pembuatan video mikro pembelajaran. Kegiatan ini berhasil menjawab akar masalah rendahnya personal branding, lemahnya etika fisik, belum efektifnya komunikasi, dan tidak adanya kontrol citra diri pada siswa, sekaligus meletakkan fondasi keberlanjutan melalui rencana pembentukan Klub Personal Branding dan penyediaan akses video pembelajaran. Dengan demikian, pendampingan etika dan komunikasi efektif berbasis personal branding terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa SMK menghadapi dunia kerja.
Extra Role Behavior: Strategi Penguatan Peran Guru BK dalam Menyiapkan Masa Depan Siswa SMK se-Sumenep Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling SMK di Kabupaten Sumenep tentang konsep extra role behavior serta membangun komitmen implementasinya dalam layanan bimbingan dan konseling. Latar belakang kegiatan didasarkan pada masih terbatasnya pemahaman dan penerapan perilaku sukarela di luar tugas formal di kalangan Guru BK, padahal perilaku tersebut sangat penting untuk membantu siswa mengenali potensi diri, mencegah masalah yang lebih besar, meningkatkan kepercayaan siswa, membentuk karakter, serta merencanakan masa depan akademik dan karier. Workshop dilaksanakan pada tanggal 29 April 2026 di SMKN 1 Kalianget Sumenep, diikuti oleh 57 Guru BK dari 28 SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Sumenep. Narasumber kegiatan adalah Dr. Hj. Endri Haryati, M.M., M.B.A. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap yaitu persiapan melalui identifikasi kebutuhan dan koordinasi dengan narasumber, pelaksanaan melalui pemaparan materi interaktif dan diskusi kelompok, serta evaluasi melalui observasi partisipasi dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran 95 persen dengan partisipasi aktif tercermin dari 27 pertanyaan yang diajukan peserta serta seluruh kelompok berhasil mempresentasikan hasil diskusi. Evaluasi kuesioner menggunakan skala Likert 1 hingga 4 menghasilkan skor rata-rata relevansi materi 3,8, kualitas penyampaian narasumber 3,9, manfaat kegiatan 3,7, dan kemungkinan implementasi 3,6. Lima tantangan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan waktu, belum adanya sistem penghargaan, kurangnya dukungan kepala sekolah, keterbatasan sarana prasarana, serta rendahnya pemahaman siswa tentang peran Guru BK. Simpulan kegiatan ini adalah bahwa workshop efektif meningkatkan pemahaman Guru BK tentang extra role behavior, namun diperlukan tindak lanjut sistemik berupa dukungan kebijakan dari kepala sekolah dan pemangku kepentingan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan implementasi di lapangan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian kontekstual serta dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan.
Menyulap Ruang Konseling Jadi Sentuhan Aroma: Workshop Kewirausahaan Lilin Aromaterapi untuk Guru BK Se-Kabupaten Trenggalek Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3198

Abstract

Latar Belakang: Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di era kontemporer dituntut untuk berinovasi menciptakan ruang konseling yang terapeutik sekaligus membekali siswa dengan keterampilan hidup, termasuk kewirausahaan. Namun, sering terdapat kesenjangan antara kebutuhan ini dengan keterampilan praktis yang dimiliki. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan Guru BK melalui integrasi terapi sensorial dan kewirausahaan kreatif. Metode: Dilaksanakan workshop partisipatif selama satu hari penuh di Aula SMA Negeri 1 Trenggalek pada 29 Januari 2026, melibatkan 42 Guru BK SMA/SMK/MA se-Kabupaten Trenggalek. Narasumber utama adalah Dr. apt. Teguh Setiawan Wibowo, MM., MBA., M.Si., M.Farm., AIFO, yang memberikan materi holistik berbasis bukti. Metode mencakup sesi teoretis-interaktif, demonstrasi, hands-on practice pembuatan lilin aromaterapi, serta penyusunan rencana aksi dalam kelompok. Kegiatan dirancang untuk memastikan keberlanjutan melalui forum daring dan komitmen monitoring. Hasil: Peserta berhasil menguasai keterampilan teknis dan konseptual pembuatan lilin aromaterapi dengan indikator keberhasilan 100%. Terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman mengenai psikologi aromaterapi dan model bisnis sederhana. Workshop melahirkan enam dokumen rencana aksi konkret untuk diimplementasikan di sekolah, seperti “Proyek BK Corner Aromatherapy” dan “Entrepreneurial Friday”. Terbentuknya komunitas praktisi daring menunjukkan terbangunnya social capital dan sistem dukungan sebaya yang berkelanjutan. Kesimpulan: Workshop ini berhasil membangun kapasitas Guru BK sebagai agent of change yang mengonvergensikan layanan konseling yang inovatif dengan pendidikan kewirausahaan praktis. Model kegiatan ini berpotensi direplikasi sebagai bentuk pengembangan profesi alternatif bagi guru, sekaligus menanamkan benih ekonomi kreatif berbasis kesehatan mental di tingkat sekolah dan komunitas lokal.
Edukasi Pencegahan Stres dan Depresi melalui Nutrisi: Upaya Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Berbasis Sains Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3199

Abstract

Kesehatan mental, khususnya stres dan depresi, menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, terutama di kalangan usia produktif. Di Indonesia, keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa serta stigma sosial mendorong perlunya pendekatan promotif dan preventif yang mudah diakses masyarakat. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah nutritional psychiatry, yang menekankan peran nutrisi dalam memodulasi fungsi otak dan kesehatan mental. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental berbasis sains melalui edukasi nutrisi sebagai upaya pencegahan stres dan depresi. Metode yang digunakan adalah workshop edukasi daring dengan pendekatan partisipatif dan interaktif, yang dilaksanakan pada 17 Januari 2026 melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 109 peserta dari berbagai latar belakang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta kuesioner kepuasan untuk menilai kualitas pelaksanaan kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 52,4 menjadi 86,7 atau meningkat sebesar 65,5%, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Selain itu, peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dan peningkatan kesadaran akan peran nutrisi dalam menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendorong pemberdayaan individu untuk mengelola stres secara proaktif melalui pendekatan nutrisi. Edukasi nutrisi berbasis sains berpotensi menjadi strategi promotif-preventif kesehatan mental yang mudah direplikasi dan non-stigmatisasi di masyarakat.
Co-Authors A. Endang Kusuma Intan Aat Ruchiat Nugraha Abimanyu Tuwuh Sembhodo Ade Reka Saputri Adya Hermawati Agus Purbo Widodo Akbar Jaya Alfa Santoso Budiwidjojo Putra Alfi Rochmi Ali Yusron Alvi Abidi Alvia Nur Layli Ambar Kusuma Astuti Amelia Ferdiani Amin Harahap Ani Florida Ngete Ani Florida Ngete Annisah Febriana SE., MSi., Ak., CA Aviv Yuniar Ayu Putri Adi Febrianty Azlina, Yunidyawati Azzahroh Arum Bahtiar Efendi Balthasar Malindar Cakranegara, Pandu Adi Christina Wulansari Damarsari Ratnasahara Elisabeth Daniel Tulasi Daniel Tulasi Didik Supriyanto, Didik Dila Erlianti Dwi Bhakti Iriantini Edhi Juwono Endri Haryati Endri Haryati Endri Haryati Endri Haryati Endri Haryati Erika Putri Sepdianti Fahrudin Arif Fitri Yanti Fitria Fitria Fitroh Annisaul Mubarokah Hendrik Pandiangan Hendy Tannady Herni Utami Rahmawati Husen I Gede Putu Kawiana I Ketut Suada Indah Fadila Ulfa Jaka Lepangkari Jeanis Pretty Aprilia Jemi Pabisangan Tahirs Jennis Pretty Aprilia Jessi Charina Jumiati Jumiati Junita Irawati Kespandiar, Tengku Khusnul Hotimah Klemens Mere Laila Muzdalifah Rahayu Martina Theresia Moi Nede Mochamad Fatchurrohman Moh. Samsul Arifin Mohammad Gifari Sono Muhammad Iqbal Fajri Muhammad Syafri Muhammad Syaiful Saehu Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muis Muis Neneng Hidayat Nurul Hidayati Nurul Hidayati Nurul Hidayati Purnomo Putri Raniyatul Hilwah Ratih Dewi Titisari Haryana Ratih Dewi Titisari Haryana Reni Oktavia Saputri Rianti Setyawasih Rika Yatun Nikmah Riza Aulia Widyaningsih Robiatul Adawiyah Rosita Septiani Rudi Setiadi Safia Maulida Sakinah Qurrotul Aini Sandy Muchjidin Latief Sarah Zielda Najib Shobikin Shobikin Siera Syailendra Siregar, Ade Perdana Siti Nur Halimah Siti Nurhalimah Siti Solihah Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusumanegara Sudadi Sudarmawan, I Wayan Eka Suharto Suharto Sukirman Sukirman Suparman Susilo Ari Wardani Syailendra Reza Irwansyah Rezeki Syamsul Bahri Uli Wildan Nuryanto Umi Setyorini Wardana, Miko Andi YANITA YANITA Yayuk Suprihartini Zulfa Noraini Zulfiah Larisu  Abd. Karman