Claim Missing Document
Check
Articles

PILIHAN RASIONAL PEREMPUAN BEKERJA SEBAGAI BARISTA DI ONE ALUMNI COFFEE PEKANBARU Rosalina Malau, Renata; Resdati, Resdati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.95-103

Abstract

Industri kopi di Indonesia semakin populer, dapat dilihat dari jumlah barista yang semakin diminati oleh masyarakat khususnya dikalangan anak muda. Profesi barista saat ini sering diperdebatkan. Masyarakat umum menganggap bahwa barista biasanya laki-laki, tetapi saat ini banyak barista perempuan karena banyaknya minat untuk menjadi barista. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang, yaitu 3 perempuan yang bekerja sebagai barista dan 2 Key Informan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Pilihan Rasional menurut James Samuel Coleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pilihan rasional perempuan bekerja sebagai barista di One Alumni Coffee Pekanbaru dan aktivitas barista perempuan di One Alumni Coffee Pekanbaru. Hasil dari penelitian ini adalah aktor dan sumber daya yang mempengaruhi keputusan perempuan untuk memilih bekerja sebagai barista yaitu gaya hidup yang suka nongkrong di kafe, ingin belajar tentang kopi, mempunyai minat dibidang yang serupa, jam kerja yang fleksibel sehingga bisa tetap menjalankan tugas sebagai mahasiswa.
FUNGSI SOSIAL KELOMPOK HOBI SCOOTERIST EXTREME COMMUNITY DI KOTA PEKANBARU alfiansyah, Refan; Resdati, Resdati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2249-2260

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:  1. Untuk megetahui Kegiatan anggota komunitas SEXCOM di Kota Pekanbaru. 2. Untuk Mengetahui fungsi sosial keberadaan komunitas SEXCOM di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunkan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Tempat penelitian berada Bengkel Usgar, Jl. Anggrek Putih, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail, Pekanbaru. Sebagai subjek penelitian adalah anggota komunitas scooterist extreme community yang ada di Kota Pekanbaru yang berjumlah 12 orang, namun karena ada anggota yang sudah tidak aktif, maka subjek menjadi 7 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa bentuk-bentuk kegiatan anggota komunitas vespa scooterist extreme community di Kota Pekanbaru antara lain adalah: Anniversary Scooterist extreme  Community Indonesia yang diadakan setiap tahun dan merupakan acara besar yang dilakukan komunitas ini, touring untuk menghadiri acara komunitas lain di dalam Provinsi Riau maupun di luar Provinsi Riau, Pertemuan setiap Sebulan Sekali agar silaturahmi tetap terjaga antar sesama anggota komunitas SEXCOM, merubah vespa ke bentuk extreme yaitu merubah vespa dari bentuk asli menjadi bentuk gerobak, ceper, dan ada juga berbentuk seperti tank perang, silaturahmi ke komunitas lain untuk silaturahmi ke komunitas lain, touring untuk menghadiri acara vespa maupunhanya sekedar jalan-jalan keliling indonesia, halal bi halal yang dilakukan setiap tahun untuk menjalin silaturahmi antar scooterist di Kota Pekanbaru, Kegiatan sosial kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk korban bencana alam dan juga bagi yang sedang membutuhkan seperti sedang sakit parah. Fungsi sosial keberadaan komunitas vespa Sexcom di Kota Pekanbaru berkaitan dengan fungsi manifest dan fungsi laten. Beberapa aspek yang berkaitan dengan fungsi manifest komunitas vespa Scooterist extreme community di Kota Pekanbaru antara lain adalah, 1. bahwa hubungan sosial pada Scooterist Extreme Community ini bersifat kekeluargaan, komunitas ini menganggap anggota lain bukan teman melainkan keluarga, 2. Fungsi persuasi yang ada dalam komunitas ini seperti ajakan untuk tetap melestarikan budaya naik vespa kepada pecinta vespa lainnya, 3. Fungsi problem solving atau fungsi pemecahan masalah dalam komunitas SEXCOM, Club Vespa memiliki solidaritas yang tinggi, akan tetapi tetap juga tidak lepas dari masalah-masalah yang dihadapi anggota dalam Clubnya maka komunitas SEXCOM menyelesaikan maalah dengan cara musyawarah bersama. 4. Fungsi terapi yang dimaksud adalah terapi fisik dan psikoterapi (terapi kejiwaan), bagi anggota komunitas SEXCOM mengendarai vespa merupakan cara untuk meringankan beban fikiran. Kemudian beberapa aspek mengenai fungsi laten meliputi fungsi 1. Stratifikasi sosial seperti adanya struktur organisasi dalam komunitas ini menjadikan anggota yang sebelumnya belum pernah berorganisasi menjadi paham dengan tugas yang didapatkan di dalam komunitas SEXCOM, 2. Fungsi pecarian unsur modal sosial seperti banyaknya pertemanan akan membuat seseorang mudah untuk mendapatkan info yang dibutuhkan, kemudian 3. Fungsi eksistensi diri yaitu anggota yang sebelumnya tidak percaya diri setelah bergabung dengan komunitas ini merasa tingkat kepercayaan dirinya bertambah karena seringnya berinteraksi dengan orang banyak.
INTERAKSI SOSIAL SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI SD NEGERI 136 KOTA PEKANBARU Kemala Putri, Nurul; Yusuf, Yusmar; Resdati, Resdati; Marnelly, T. Romi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1622-1629

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bentuk interaksi sosial anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah Inklusi SD Negeri 136 Kota Pekanbaru selama berada di lingkungan sekolah dan mengetahui hambatan yang diterima anak berkebutuhan khusus dan orang di sekitarnya selama berada di lingkungan sekolah dalam melakukan interaksi sosial. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah 7 (tujuh) informan, diantaranya Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 136 Pekanbaru , 2 Guru, 2 Orang tua siswa ABK, dan 2 Siswa reguler. Siswa berkebutuhan khusus yang menjadi subjek penelitian adalah siswa ABK penyandang Autis, Cacat, dan Tuna Grahita. Hasil Penelitian diketahui bahwa adanya interaksi sosial yang terjadi diantara siswa ABK dengan Guru dan Siswa reguler di sekolah Inklusi. Bentuk interaksi sosial yang dilakukan siswa ABK di sekolah inklusi SD Negeri 136 Pekanbaru terjadi dalam benttuk Kerjasama dan bentuk akomodasi yang sudah cukup terjalin karena semua pihak yang terlibat dalam proses interaksi memahami kekurangan siswa ABK. Selain proses asosiatif, interaksi disosiatif juga terjadi seperti adanya persaingan dalam proses belajar walaupun tidak berujung konflik. Interaksi yang dilakukan oleh ABK sudah terjalin dengan Siswa reguler dan dengan Guru baik dalam proses pembelajaran maupun diluar proses pembelajaran. Hambatan yang terjadi dalam proses interaksi sosial yang dihadapi oleh siswa ABK dengan siswa reguler dan Guru di Sekolah Inklusi berupa hambatan komunikasi dan kontak sosial.
MOTIVASI PEREMPUAN LANJUT USIA DALAM MENGIKUTI PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA KELURAHAN SEKAR MAWAR KECAMATAN PASIR PENYU KABUPATEN INDRAGIRI HULU Dea Pratiwi, Vonni; Romi Marnelly, T.; Resdati, Resdati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1563-1566

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu yang bertujuan untuk mengetahui motivasi perempuan lanjut dalam mengikuti program Bina Keluarga Lansia dan untuk mengetahui tingkat keaktifan dalam mengikuti program Bina Keluarga Lansia Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah motivasi perempuan lanjut usia lebih dominan pada motivasi kebutuhan akan kekuasaan dan kebutuhan akan afiliasi dibandingkan dengan kebutuhan akan kekuasaan. Hal ini disebabkan karena tujuan lansia mengikuti program Bina Keluarga Lansia adalah untuk mendapatkan teman yang lebih banyak dapat bergaul dengan orang banyak serta untuk melatih tubuh agar lebih berprestasi dimasa tua. Tingkat keaktifan anggota diukur dengan tiga indikator yaitu keaktifan dalam senam, posbindu dan event, didapatkan hasil yang cukup tinggi tingkat keaktifan lansia dalam mengikuti program tersebut.
KONTROL SOSIAL ORANG DALAM PENGGUNAAN GADGET ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA TITIAN RESAK KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU Bastian, Aldi; Resdati, Resdati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kontrol sosial yang diterapkan oleh orang tua dalam mengatur penggunaan gadget pada anak-anak Sekolah Dasar di Desa Titian Resak, Kecamatan Siberida, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Mengingat pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter dan moral anak, penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah serta orang tua yang terlibat dalam pengawasan penggunaan gadget oleh anak-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua telah menerapkan kontrol sosial berupa pembatasan waktu penggunaan gadget, pengawasan jenis konten yang diakses, dan penerapan aturan-aturan terkait gadget. Kontrol sosial ini sebagian besar bersifat preventif, namun beberapa orang tua juga menerapkan sanksi sebagai kontrol represif. Meskipun demikian, kesibukan orang tua dan kurangnya pemahaman tentang teknologi menjadi faktor penghambat efektivitas kontrol sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontrol sosial orang tua sangat penting untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan gadget, namun memerlukan dukungan dari masyarakat dan sekolah untuk mencapai efektivitas yang lebih optimal.
MODAL SOSIAL PEDAGANG USAHA KERUPUK SAGU DI DESA PULAU GODAGANG KARI KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Hartiyusma, Fanita; Resdati, Resdati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.3950-3959

Abstract

Pedagang kerupuk sagu asal Desa Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi sudah bertahun-tahun mendirikan usahanya dan masih bertahan sampai dengan sekarang, hal tersebut bisa bertahan dan berkembang tidak terlepas dari adanya modal sosial yang sudah mereka miliki. Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Godang Kari  Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi dengan tujuan: Untuk mengetahui unsur modal sosial pedagang kerupuk sagu di Desa Pulau Godang Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan untuk subjek yang diteliti yaitu dengan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yaitu semua pedagang kerupuk sagu yang ada di Desa Pulau Godang Kari, dan 1 key informan kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori modal sosial, dengan menggunakan teori Robert D. Putnam. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat unsur-unsur modal sosial yang ada pada pedagang kerupuk sagu yaitu jaringan sosial, norma, dan kepercayaan. Dengan adanya modal sosial tersebut dapat menjalin hubungan dan kerja sama yang baik antar sesama pedagang kerupuk sagu, pedagang kerupuk sagu dengan pemasok, pedagang kerupuk sagu dengan pedagang eceran. Dengan adanya Jaringan bisa membuat usaha menjadi lebih lancar dan berkembang. Adanya norma dapat membuat kerjasama yang terjalin bisa terarah dan teratur. Dan kepercayaan yang dapat memperkuat hubungan kerjasama antara pedagang, pemasok, dan pedagang eceran/pelanggan.
EKOSISTEM MANGROVE ESTUARI SEBAGAI RUANG SOSIAL DI DESA PANGKALAN JAMBI KECAMATAN BUKIT BATU KABUPATEN BENGKALIS Muhardi, M.; Resdati, Resdati; Yusuf, Yusmar; Risdayati, Risdayati; Widodo, Teguh
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3069-3073

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, dengan tujuan untuk memahami ekosistem mangrove estuari sebagai ruang sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 6 orang subjek. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Interaksi Simbolik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa area ekosistem mangrove estuari di Pangkalan Jambi dapat menjadi ruang sosial yang efektif. Pengunjung dapat bersantai, berinteraksi sosial, dan mengapresiasi lingkungan mangrove melalui berbagai aktivitas seperti berkeliling, beristirahat, berfoto, dan bersosialisasi. Pentingnya menjaga lingkungan mangrove ditekankan, termasuk dengan tidak merusaknya, menjaga kebersihannya, dan bertanggung jawab saat berkunjung. Kesadaran akan pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove dan kesejahteraan masyarakat.
DRAMATURGI IDENTITAS FUJOSHI DALAM MEMUNCULKAN IDENTITAS MELALUI INSTAGRAM DI KELURAHAN SUKAJADI KOTA DUMAI Betrinadyan, Mega; Resdati, Resdati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3414-3430

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Kelurahan Sukajadi Kota Dumai ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong para fujoshi menyukai karya fiksi romantis homoseksual atau Boys Love dan mengetahui praktik dramaturgi yang dilakukan oleh para fujoshi dalam kehidupan masyarakat sebagai perempuan heteroseksual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima orang yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Dramaturgi menurut Erving Goffman. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor internal yang mendorong para fujoshi untuk menyukai BL adalah adanya rasa penasaran, timbul rasa bosan terhadap cerita romance pada umumnya, dan ketidaksukaan terhadap karakter wanita di cerita romance pada umumnya. Sedangkan faktor eksternalnya adalah media asupan yang beragam, banyaknya pilihan cerita, BL tidak menjadikan wanita sebagai objek seksual, cerita yang realistis, pemain yang tampan. Praktik dramaturgi yang dilakukan fujoshi dalam kehidupan sehari-harinya yaitu menunjukkan identitas fujoshi pada front stage melalui Instagram dengan personal front yang mereka lakukan yang dibantu oleh appearance (penampilan) dan manner (sikap), selain itu mereka juga mengelola kesan dengan setting. Sedangkan identitas perempuan heteroseksual di area back stage dengan menampilkan versi terbaik dari dirinya seperti menikah dengan lawan jenis, menempuh pendidikan di sekolah dan Perguruan Tinggi; menjalankan norma-norma masyarakat dan agama sesuai aturannya, dan mereka juga akan berpura-pura tidak mengetahui perihal BL dan fujoshi, hal ini mereka lakukan agar terhindar dari stigma negatif masyarakat terhadap dirinya
Peran Peer Group Dalam Membentuk Gaya Hidup Mahasiswa Di Cafe Boco Kota Pekanbaru Afif, Abdul; Resdati, Resdati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengkaji peran peer group dalam membentuk gaya hidup mahasiswa yang sering menghabiskan waktu di cafe Boco, Kota Pekanbaru. Penelitian ini berfokus pada dua kelompok mahasiswa yang aktif nongkrong di cafe Boco, yaitu kelompok Oja dan kelompok Abde. Kelompok Oja tediri empat orang mahasiswa dan ciri khas kelompok menyukai musik Reggae dari Bob Marley dan reggae lokal Sejedewe, hobi main futsal, nonton pertandingan sepak bola, melakukan aktivitas seperti main domino, main kartu remi, dan live di media sosial. Kelompok Abde tediri empat orang mahasiswa dan ciri khas kelompok menyukai musik lagu Pop punk yaitu Stand here alone, Neck Deep, Greenday, hobi dengan otomotif vespa dan komunitas vespa. Melalui pendekatan kualitatif penelitian ini mengungkapkan Kelompok teman sebaya memiliki peran penting dalam proses sosialisasi, terutama dalam membentuk identitas sosial dan pola perilaku mahasiswa. Dalam interaksi sehari-hari, mahasiswa cenderung menyesuaikan diri dengan norma dan kebiasaan yang berlaku di dalam kelompoknya. Konsep Gemeinschaft dari Ferdinand Tönnies, khususnya Gemeinschaft of Mind, digunakan dalam penelitian ini untuk memahami keterikatan sosial berdasarkan kesamaan pandangan, minat, nilai-nilai bersama. Meskipun tidak memiliki hubungan kekerabatan atau tempat tinggal, mahasiswa dalam kelompok ini terhubung secara emosional dan intelektual, karena adanya kesamaan dalam gaya hidup, preferensi musik, cara berpikir. Ini menjadikan cafe bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga ruang sosial dan identitas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan peer group di cafe menjadikan ruang sosial, hal ekspresi diri, preferensi musik, gaya berpakaian, cara mereka berinteraksi dengan lingkungan sosial. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh peer group tidak selalu berdampak positif. Berujung pada gaya hidup kebiasaan nongkrong berlebihan, ngerokok berlebihan tanpa menjaga kesehatan , mengikuti tren tertentu, menurun nilai akademik. menunjukkan peer group dapat menjadi agen sosialisasi yang membentuk gaya hidup mahasiswa.
Triangulasi dan Analisis Domain; Meningkatkan Kredibilitas dan Kedalaman Penelitian Kualitatif Malik, Rahman; Susanti, Rina; Hidir, Achmad; Resdati; Ihsan, Muhammad; Dzulqarnain, Muhammad Faizal
KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2025): KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/kambotivol6issue1page33-41

Abstract

This study explores the synergistic relationship between triangulation and domain analysis and how their integration can improve the overall quality of qualitative research. Triangulation enhances trustworthiness by validating findings through comparisons of data collected from multiple sources, methods, or investigators. Meanwhile, domain analysis, rooted in ethnographic semantics, offers a systematic way to uncover the meaning and structure embedded in the validated data. When applied together, these two approaches enable researchers to generate findings that are both credible and rich in interpretation. Triangulation addresses issues of reliability and bias, ensuring that conclusions are supported by diverse evidence. Domain analysis then deepens understanding by identifying semantic relationships and constructing relevant cultural or conceptual domains directly from participants’ perspectives. This study employs a Narrative Literature Review method to synthesize theoretical and methodological insights, building a conceptual link between methodological rigor and interpretative depth. The results are expected to provide guidance for researchers in improving credibility, dependability, and confirmability in qualitative research. Overall, integrating triangulation and domain analysis offers a strong foundation for producing meaningful and trustworthy interpretations, thereby contributing to both methodological strengthening and theoretical development in qualitative inquiry.
Co-Authors Abdul Afif Achmad Hidir Adila, Adinda Fitri Aisyah Aisyah alfiansyah, Refan Alif, Muhammad Rauf Alika Nurmala Siregar Alvin Brain Sinaga Alvin Brain Sinaga Anas Pattaray Andini, Fitri Andini, Niken Andri Sulistyani Anisa Trisari Aqilla, Y.A. Rini Shafa Ardino, Algitia Armelinda, Tiara AsAri, Azi As’adi Eka Putra, Doni Ashaluddin Jalil Ashaluddin Jalil Aurelia, Gina Ayu Diana Ayunda, Defita Azila, Nur Azizi, Muhammad Bahagiana, Berkah Bastian, Aldi Betrinadyan, Mega Brian, Brian Dea Pratiwi, Vonni Defriansyah, Defriansyah Desti, Desti Dewi Nuraini, Dewi Dewi, Yossie Kharisma Dhari, Nadya Wulan Dzulqarnain, Muhammad Faizal Erpiani Siregar Fadhlan Arifin Fadhlan Arifin Fadia Nabila Maharani Fadli, Mashur Fauzana, Millati Fikri, Zackiul Fitrades, Muhammad Forseta, Olivia Habibah, Witri Hady, Miftahul Hamidah ' Handayani, Suci Tri Hanifah Rahmah Hartiyusma, Fanita Herwanda, Waldi Hesti Asriwandari Iirna Andriyanti Imelda Yunita Ionendri, Nadira Alifia Ismawati, Danti Kemala Putri, Nurul Khoirunnisaa Rahmadani L Ladita, Apriani Laras Gemi Nestiti Lestari, Niken Fujia Maharani Dewi Puspita Malik, Rahman Mardiyah, Yona Mega Betrinadyan Mhd. Ishaq Abdush Shabur Millati Fauzana Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Riskiansyah Muhardi, M. Nabiha, Khairunnisa Ningsih, Ike Rahma Nur Ikhsan, Muhammad Nurhamlin, Nurhamlin Nurul Kemala Putri Pandera, Cici Pangaribuan, Rina Marta Uly Panjaitan, Januandri Westerling Pinasthika, Saskia Pradika, Bayu Prawira, Resi Putra Purba, Ranada Putri, Nurul Kemala Rahayu Marina Sari Rahayu, Anggi Sri Reski, Putri Rina Susanti Risdayati Risdayati Risdayati, Risdayati Risyar, Gilang Alfarizi Rizka Hasanah Robi Armilus, Robi Romi Marnelly, T. Rosalina Malau, Renata Ruli Hamsana Sardjana Orba Manullang Seger Sugiyanto Sepjuita Audia, Mutiara Septiana, Ernanda Silalahi, Angelus P. Siti Nurjannah Siti Sofro Sidiq Sugiyanto, Seger Suh, Nur Aliza Syafriani, Nurhasanah Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syamsul Bahri T. Romi Marnelly Tedi Ramadani Teguh Widodo Teguh Widodo Trinanda, Eria Via Novitasari Vira Santika Wahyu Pebriana, Putri Wenda, Rivana Wiranda, Naldo Wiryana, Riksa Wulandari, Naomi Wulandari, Resti Yesi, Yesi Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Yustiani, Maulida Zakia, Ummy Zakiah, Agustiana