Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN IBU DALAM PENANGANAN ANAK TERLAMBAT BICARA (SPEECH DELAY) DI HUMANIKA PSYCHOLOGY CENTER KOTA PEKANBARU Nabiha, Khairunnisa; Resdati, Resdati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.2233-2242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ibu dalam penanganan anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) di Humanika Psychology Center Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari lima orang, yaitu tiga informan utama (ibu dari anak dengan keterlambatan bicara) dan dua informan kunci (terapis dan psikolog di Humanika). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki peran sentral dalam mendampingi proses terapi anak melalui stimulasi bicara, keterlibatan aktif dalam sesi terapi, serta membangun interaksi sosial yang mendukung. Namun, peran ini kerap menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pemahaman ibu terhadap metode terapi, keterbatasan informasi, serta dukungan lingkungan yang kurang optimal. Temuan ini dianalisis menggunakan teori peran Merton dan Turner, teori interaksionisme simbolik dari Mead, serta konsep habitus dari Bourdieu yang secara keseluruhan menjelaskan bagaimana ibu mengalami adaptasi peran dan pembentukan makna sosial dalam mendampingi anak dengan keterlambatan bicara. Humanika Psychology Center berperan penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan psikologis bagi ibu agar keterlibatan mereka dalam terapi menjadi lebih efektif.
Partisipasi Kelompok Wanita Tani (KWT) “Bukit Mawar” Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga: Studi Di Desa Bukit Lembah Subur Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Nuraini, Dewi; Resdati, Resdati
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi KWT “Bukit Mawar” dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga serta faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut di Desa Bukit Lembah Subur Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan, menggunakan teori pilihan rasional Coleman dan teori tindakan sosial Weber. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik sensus, dimana seluruh kepengurusan KWT “Bukit Mawar” sebanyak 30 orang dijadikan responden penelitian, melalui observasi, kuesioner, serta dokumentasi, dan diolah menggunakan SPSS 25. Hasilnya menunjukkan bahwa anggota KWT “Bukit Mawar” di Desa Bukit Lembah Subur, aktif berpartisipasi dalam berbagai tahap kegiatan kelompok. Partisipasi anggota KWT dalam tahap perencanaan berada pada kategori sedang dengan skor (436). Pada tahap pelaksanaan mendapat skor (464), tahap menikmati hasil menunjukkan skor (494), dan pada tahap evaluasi menghasilkan skor (464) dengan kategori tinggi. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi meliputi pengetahuan dengan skor (487), penghasilan pada skor (467), dan lama menetap pada skor (479), berada pada kategori tinggi. Pada faktor pendidikan dan pekerjaan berada pada kategori sedang dengan skor (446) dan (434). Secara keseluruhan, penelitian menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan anggota melalui peningkatan pada pengetahuan, pengelolaan waktu, dan pemberdayaan ekonomi untuk memperkuat partisipasi KWT “Bukit Mawar” dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan lokal yang cukup, layak, bebas dari bahan atau zat berbahaya, dan terjangkau sebagaimana konsep ketahanan pangan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tentang pangan. Kesimpulannya, keterlibatan anggta KWT “Bukit Mawar” sangat signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan lokal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan pembinaan agar peran KWT lebih optimal dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi pemberdayaan Kelompok Wanita Tani untuk mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga yang lebih baik.
Penguatan Media Digital dalam Meningkatkan Penjualan pada UMKM Dapur Aru di Kabupaten Kampar Resdati, Resdati; Yusuf, Yusmar; Lestari, Niken Fujia; Adila, Adinda Fitri; Ardino, Algitia; AsAri, Azi; Pradika, Bayu
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i2.5400

Abstract

Pengabdian yang dilakukan Kelompok KUKERTA Integrasi Desa Salo Timur ini bertujuanuntuk membantu UMKM Dapur Aru mengoptimalkan pemasaran melalui pemanfaatan mediadigital yang lebih efisien. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah sosialisasi dan praktiklangsung. Tahapan implementasi yang diberikan Kelompok KUKERTA Integrasi Desa SaloTimur kepada UMKM Dapur Aru adalah; sosialisasi tentang pentingnya selalu aktif di mediasosial dan marketplace; sosialisasi dan praktik penggunaan Tiktok Ads, Facebook Ads,Instagram Ads, dan Broadcast Whatsapp; sosialisasi dan praktik penggunaan fitur-fitur pentingpada media sosial dan marketplace yang digunakan; sosialisasi dan praktik penggunaan aplikasiCanva untuk menunjang konten produk penjualan; sosialisasi dan praktik penggunaan websiteyang disediakan oleh Kelompok KUKERTA Integrasi Desa Salo Timur; berlatih caramengambil foto produk yang menarik; serta membantu menjalankan media sosial ataumarketplace berupa Tiktok/Tiktokshop UMKM Dapur Aru yang menghasilkan lebih banyakfollower pada akun baru dibandingkan akun lama UMKM Dapur Aru. Selain menghasilkanbeberapa kegiatan bermanfaat, kegiatan bermitra pada pengabdian ini menghasilkan pengetahuanbaru yang didapatkan oleh pihak yang terkait didalamnya.
Analysis of key factors influencing adaptation to e-money on transmetro Pekanbaru Marnelly, T. Romi; Resdati, Resdati; Yesi, Yesi; Brian, Brian
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244767

Abstract

Social adaptation is an important process for individuals or groups in adjusting to new circumstances, including the adoption of technological innovations. The implementation of E-Money as a mandatory payment method in the Transmetro Pekanbaru public transportation system is a significant change, requiring passengers to adapt to this new system. This study aims to analyze the factors that influence passenger adaptation to E-Money using a descriptive quantitative approach. This research was conducted in Pekanbaru, with data collected through interviews with a sample of 100 respondents, which was determined from a population of 34,918 passengers using Slovin's formula with a margin of error of 10%. Data analysis was conducted to identify demographic and economic factors that influence adaptation. The results show that age, gender, occupation, income, education, private vehicle ownership, and E-Money ownership significantly affect the level of passenger adaptation to E-Money. Users who are younger, female, more educated, self-employed, or students, and who already possess E-Money tools such as BRIZZI (a type of E-Money card) or QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) tend to adapt more quickly. A significant finding is the dominance of QRIS and the combination of BRIZZI and QRIS as preferred payment methods. However, the intensity of Transmetro usage does not significantly affect the adaptation rate. These findings suggest that strategies targeted at increasing E-Money adoption should take these demographic and socio-economic factors into account, especially by focusing on providing an accessible and user-friendly payment system for less adapted passenger groups. This study contributes to understanding the social adaptation process in the context of digital payment innovations and provides practical implications for policymakers and Transmetro Pekanbaru management in improving the effectiveness of E-Money implementation.
Pernikahan Dini di Desa Bagan Jawa Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Rahayu, Anggi Sri; Resdati, Resdati; Bahri, Syamsul
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v6i2.350

Abstract

Pernikahan dini di Desa Bagan Jawa terdapat anak remaja yang menikah yang dilakukan oleh individu yang masih sangat muda dalam usianya. Pernikahan ini juga sering kali melibatkan keterbatasan pemahaman, kedewasaan emosional, serta kesiapan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatar belakangi pernikahan dini serta mengetahui dampak posiif beserta dampak negatif pernikahan dini pada desa Bagan Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan pendekatan teori tindakan sosial Max Weber. Subjek penelitian terdiri dari sembilan orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang menikah dini di Desa Bagan Jawa dikarenakan terdapat faktor-faktor yang membuat subjek melakukan pernikahan dini, yaitu 1. faktor tindakan rasional intrumental yang dimana terdapat karena untuk menstabilkan ekonomi dan menghindari pengaruh dari lingkungan, terdapat juga karna 2. faktor sosial rasional yaitu membangun keluarga sejak dini dan pendidikan yang terbatas. 3. Tindakan tradisional yaitu karena tradisi keluarga dan untuk menghindari sial, serta faktor yang terakhir adalah karena 4. tindakan afektif atas dasar cinta dan mencari kebahagiaan. Terdapat dampak postif yaitu menjalankan fungsi keluarga yang dimana mereka menjalankan fungsi sosialisasi, bekerja sama dalam stabilitas ekonomi, pemeliharaan emosional, menjaga reproduksi. Dampak negatif yang dirasakan adalah keterbatasan dalam berkarya dan tanggung jawab yang berlebihan.
Motivasi Orang Tua pada Pendidikan Anak ke Perguruan Tinggi : Studi pada Nelayan di Kepenghuluan Parit Aman Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Yustiani, Maulida; Resdati, Resdati
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v6i2.353

Abstract

Motivasi orang tua yang bekerja sebagai nelayan biasanya datang dari keinginan kuat dalam diri mereka untuk memberikan pendidikan yang baik bagi anaknya. Karena itu, orang tua berusaha memberikan bimbingan, arahan, dan semangat supaya anaknya bisa dengan baik belajar dan menyelesaikan pendidikannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana motivasi orang tua dalam mendorong anak melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi serta bagaimana pemenuhan hierarki kebutuhan menurut teori maslow memengaruhi motivasi orang tua dalam mendukung pendidikan anak ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori motivasi dari Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow. Subjek penelitian terdiri dari tujuh orang informan yang dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri dari informan utama sebagai nelayan sebanyak enam orang dan sudah memenuhi kriteria yang telah ditentukan, serta satu orang informan kunci yaitu anak dari nelayan yang sedang melanjutkan Pendidikan keperguruan tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan serta menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, (in-depth interview) wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa motivasi orang tua sebagian besar berasal dari dorongan, yakni keinginan kuat dalam memberikan kesuksesan masa depan anak melalui pendidikan. Orang tua secara aktif memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan meskipun menghadapi berbagai kendala sosial ekonomi, seperti keterbatasan biaya dan tuntutan pekerjaan sebagai nelayan. Dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar turut memperkuat motivasi anak dalam menempuh pendidikan tinggi.
PENGUATAN MODAL SOSIAL UMKM RUMAH MADU WILBI SEBAGAI PRODUK UNGGULAN BERDAYA SAING TINGGI DI DESA KUOK KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR Resdati, Resdati; Syafrizal, Syafrizal; Yusuf, Yusmar; Hidir, Achmad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.61-72

Abstract

Pengabdian yang dilakukan di UMKM Rumah Madu Wilbi di Desa Kuok Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar bertujuan untuk penguatan modal sosial agar UMKM Madu Wilbi sebagai produk unggulan yang lebih berdaya saing tinggi. Metode penerapan yang dilaksanakan terdiri dari tiga tahap yakni persiapan, pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukannya analisa dan brainstorming dengan mitra, dengan menjelaskan strategi dan inovasi untuk mendongkrak kemajuan bisnis rumah madu wilbi khususnya di lini pemasaran. Tahap pelaksanaan dilakukannya penguatan digital branding rumah madu wilbi, sistem digital marketing dan list building, serta peningkatan distribusi penjualan dengan sistem dropshit. Tahap terakhir dilaksanakan secara intensif oleh pelaksana dan mitra untuk melihat seberapa efektif serta melakukan evaluasi terkait trouble selama proses pelaksanaan. Manfaat secara praktis sebagai dampak dari pengabdian dengan terciptanya desa mandiri dan menjadi sentra wisata aneka jenis dan olahan madu yang memiliki nilai tambah bagi masyarkat, baik pada kegiatan ekonomi, kebijakan, dan perubahan perilaku yang sesuai dengan potensi desa yakni UMKM Rumah Madu Wilbi. Serta meningkatnya omset penjualan, strategi branding dan pemasaran digital madu hutan wilbi sebagai produk unggulan
Perubahan Pelaksanaan Pernikahan Adat Melayu Di Kampung Buatan II Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak Pinasthika, Saskia; Resdati, Resdati; Marnelly, T. Romi
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan pelaksanaan pernikahan adat Melayu di Kampung Buatan II dan faktor penyebab terjadinya perubahan pelaksanaan pernikahan adat Melayu di Kampung Buatan II. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan instrumen penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pelaksanaan pernikahan adat Melayu di Kampung Buatan II terdapat pada kegiatan perjodohan, perubahan yang terjadi pada proses perjodohan karena pada masa ini pola pikir orang tua semakin berkembang, orang tua memberikan hak kepada anak untuk menentukan pasangannya sendiri, pada masa ini usaha untuk mencari pasangan semakin marak seiring dengan semakin mudahnya mobilitas dalam masyarakat. Selain itu juga terjadi perubahan pada upacara merisik yaitu adat istiadat yang dilakukan secara bertahap atau sebagian tetapi bersamaan, perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat tentunya tidak terlepas dari peran aktor sosial yang turut berperan dalam mewujudkan perubahan, aktor sosial yang berperan dalam perubahan tersebut adalah masyarakat. Perubahan dalam tradisi penjemputan yaitu sikap masyarakat yang sudah terbuka dalam menerima perubahan, keterbukaan masyarakat modern atau masa kini akan mudah menerima perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosialnya. Prosesi Curi Inai sudah tidak dilaksanakan lagi, dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap tata cara dan doa-doa yang terdapat dalam prosesi penjemputan. Faktor penyebab perubahan dalam pelaksanaan pernikahan adat Melayu di Kampung Buatan II adalah pendidikan, ekonomi, perkembangan teknologi, dan perkawinan Campur.
Fungsi Keluarga terhadap Prestasi Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bangkinang Kabupaten Kampar Azila, Nur; Resdati, Resdati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1474

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bangkinang Kabupaten Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan fungsi keluarga pada anak tunagrahita selanjutnya untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga terhadap prestasi anak tunagrahita di SLB Negeri Bangkinang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif inferensial dengan sampel sebanyak 60 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dapat disimpulkan pelaksanaan fungsi keluarga terhadap anak tunagrahita berada pada kategori baik. Hal tersebut berdasarkan hasil temuan peneliti bahwa fungsi biologis, afeksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, perlindungan dan agama berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil analisis uji korelasi product moment terdapat hubungan antara fungsi keluarga dengan prestasi anak tunagrahita, tingkat hubungan pada variabel ini adalah sangat tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan fungsi keluarga terhadap prestasi anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bangkinang Kabupaten Kampar.
Upaya Masyarakat Dalam Meningkatkan Perekonomian Melalui Limbah Kelapa Sawit Resdati; Asriwandari, Hesti; Marnelly, T Romi; Hidir, Achmad; Yusuf, Yusmar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.5931

Abstract

This research was implemented in Sukamaju Village, Sub regency of Singingi Hilir, Regency of Kuantan Singingi to know the potential of palm oil waste that is used by the society of Sukamaju Village as the manure and to describe the society effort of Sukamaju Village in using the potential of palm oil waste for increasing the economy level and decreasing the bad environment impact because of the palm oil waste. For obtaining the accurate data, the method of descriptive qualitative research is used by collecting the data, using the deep interview technique, direct observation and documentation. The analyze result shows that there is a quiet big waste potential in Sukamaju Village then processed to be the valuable manure. Moreover, this manure manufacture process is obtained from the palm oil waste from two big factories namely PT. Surya Agro Reksa and PT. Agrolestari. The process of waste production of palm oil includes the manufacture from the waste ponds, where the first pond of waste still has the high level of acidity so that it has not been able to be used yet. So the level of middle pond of waste water has been able to be channeled to the agriculture for make the plant fertile, and in the last level of solid waste is used as the natural manure of the land fertilizer. The analyze result shows that the waste of the palm oil can increase the fertility of land and plant, so it decreases the budget outcome of chemical manure. The socialization effort is needed to pressure massively for the information distributing connected the right waste processing.  
Co-Authors Abdul Afif Achmad Hidir Adila, Adinda Fitri Aisyah Aisyah alfiansyah, Refan Alif, Muhammad Rauf Alika Nurmala Siregar Alvin Brain Sinaga Alvin Brain Sinaga Anas Pattaray Andini, Fitri Andini, Niken Andri Sulistyani Anisa Trisari Aqilla, Y.A. Rini Shafa Ardino, Algitia Armelinda, Tiara AsAri, Azi As’adi Eka Putra, Doni Ashaluddin Jalil Ashaluddin Jalil Aurelia, Gina Ayu Diana Ayunda, Defita Azila, Nur Azizi, Muhammad Bahagiana, Berkah Bastian, Aldi Betrinadyan, Mega Brian, Brian Dea Pratiwi, Vonni Defriansyah, Defriansyah Desti, Desti Dewi Nuraini, Dewi Dewi, Yossie Kharisma Dhari, Nadya Wulan Dzulqarnain, Muhammad Faizal Erpiani Siregar Fadhlan Arifin Fadhlan Arifin Fadia Nabila Maharani Fadli, Mashur Fauzana, Millati Fikri, Zackiul Fitrades, Muhammad Forseta, Olivia Habibah, Witri Hady, Miftahul Hamidah ' Handayani, Suci Tri Hanifah Rahmah Hartiyusma, Fanita Herwanda, Waldi Hesti Asriwandari Iirna Andriyanti Imelda Yunita Ionendri, Nadira Alifia Ismawati, Danti Kemala Putri, Nurul Khoirunnisaa Rahmadani L Ladita, Apriani Laras Gemi Nestiti Lestari, Niken Fujia Maharani Dewi Puspita Malik, Rahman Mardiyah, Yona Mega Betrinadyan Mhd. Ishaq Abdush Shabur Millati Fauzana Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Riskiansyah Muhardi, M. Nabiha, Khairunnisa Ningsih, Ike Rahma Nur Ikhsan, Muhammad Nurhamlin, Nurhamlin Nurul Kemala Putri Pandera, Cici Pangaribuan, Rina Marta Uly Panjaitan, Januandri Westerling Pinasthika, Saskia Pradika, Bayu Prawira, Resi Putra Purba, Ranada Putri, Nurul Kemala Rahayu Marina Sari Rahayu, Anggi Sri Reski, Putri Rina Susanti Risdayati Risdayati Risdayati, Risdayati Risyar, Gilang Alfarizi Rizka Hasanah Robi Armilus, Robi Romi Marnelly, T. Rosalina Malau, Renata Ruli Hamsana Sardjana Orba Manullang Seger Sugiyanto Sepjuita Audia, Mutiara Septiana, Ernanda Silalahi, Angelus P. Siti Nurjannah Siti Sofro Sidiq Sugiyanto, Seger Suh, Nur Aliza Syafriani, Nurhasanah Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syamsul Bahri T. Romi Marnelly Tedi Ramadani Teguh Widodo Teguh Widodo Trinanda, Eria Via Novitasari Vira Santika Wahyu Pebriana, Putri Wenda, Rivana Wiranda, Naldo Wiryana, Riksa Wulandari, Naomi Wulandari, Resti Yesi, Yesi Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Yustiani, Maulida Zakia, Ummy Zakiah, Agustiana