Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI KESELAMATAN KERJA KEGIATAN BONGKAR MUAT KAPAL PURSE SEINE DI MUNCAR, BANYUWANGI (An Occuputional Safety Identification of Purse Seiner Loading and Unloading Services in Muncar, Banyuwangi) Dinda Ayu Lestari; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.826 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.13.1.31-37

Abstract

 Kegiatan bongkar muat kapal purse seine merupakan kegiatan yang melibatkan banyak orang dan aktivitas. Peluang kecelakaan kerja pada kondisi tersebut dapat terjadi pada setiap tahap aktivitas bongkar muat. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas kegiatan bongkar muat kapal purse  seine di PPP Muncar dan mengidentifikasi potensi bahaya pada kegiatan bongkar muat di PPP Muncar. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (Sugiono 2010) digunakan untuk mengidentifikasi keselamatan kerja bongkar muat. Analisis deskriptif dengan pendekatan Hierarchical Task Analysis (HTA) dan Job Safety Analysis  (JSA) dilakukan terhadap data observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 52 aktivitas pada kegiatan bongkar muat. Analisis HTA dan JSA menunjukkan dari 52 kegiatan tersebut yang memiliki kategori tidak bahaya sebanyak 3 (6%) kegiatan, ringan 28 (54%) kegiatan, menengah 20 (38%) kegiatan, dan berat 1 (2%) kegiatan serta tidak ada kegiatan yang dikategorikan fatal.  Hasil wawancara menunjukkan bahwa nelayan yang memiliki pengetahuan mengenai keselamatan kerja saat kegiatan bongkar muat yang diambil dari 50 responden yang ada di PPP Muncar adalah: sangat mengerti 8%, mengerti 36%, cukup mengerti 14%, dan yang tidak mengerti 42%. Adapun nelayan yang sadar akan pentingnya keselamatan kerja pada kegiatan bongkar muat adalah 8% dan yang tidak menyadari pentingnya keselamatan kerja sebesar 92%. Hal yang masih perlu diperhatikan adalah belum adanya Prosedur Operasional  Baku (POB) bongkar muat ikan dan perlunya perbaikan fasilitas bongkar muat untuk menekan peluang terjadinya kecelakaan kerja di PPP Muncar., contohnya seperti yang diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok, dimana dikeluarkan Peraturan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung P'riok Nomor: UK.112/2/10/0P.TPK.11 Tahun 2011, mengenai Tata Cara Pelayanan Kapal dan Bongkar Muat Barang Di Pelabuhan Tanjung Priok.  Loading and unloading activities of purse seiner involve a lot of people and works. Possibility of accidents on the condition can occur at any stage of loading and unloading activities. The study aimed are to describe the loading and unloading activities of purse seiner in PPP Muncar and to identify potential hazards in the loading and unloading activities in PPP Muncar. The case study method was used in this research. A descriptive analysis using Hierarchical Task Analysis (HTA) and Job Safety Analysis (JSA) were applied as well. The results showed, there were 52 activities in the loading and unloading. Those activities were categorized as activities with no hazard as much as three activities (6%), 28 activities (54%) were categorized as low hazard, 20 activities (38%) were categorized as medium hazard, 1 activity (2%) as highly hazard and no activities were categorized as fatal.  Concerning the knowledge of fishermen toward  occupational safety on loading and unloading activities, taken from 50 respondents, the result showed that very understand (8%), understand (36%), quite understand (14%) and 42% of respondents who do not understand. As for the fishermen who were aware of the importance of workplace safety in loading and unloading activities only 8% and the rest (98%) were not aware of the importance of workplace safety. It was worth to note that the absence of Standard Operational Procedure (SOP) for loading and unloading fish and the need to improve loading and unloading facilities to avoid the chances of  accidents at PPP Muncar.  
KECUKUPAN AKOMODASI KAPAL PURSE SEINE (STUDI KASUS: KM BERKAH MELIMPAH DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA) (An Adequacy Accommodation of Purse-seiner (A Case Study of KM Berkah Melimpah in Nizam Zachman Jakarta Fishing Port)) Nurul Faizatil Jannah; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.758 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.14.1.52-62

Abstract

Kenyamanan dalam bekerja dipengaruhi oleh lingkungan kerja atau kondisi kerja dan faktor yang berkaitan dengan kerja tersebut. Kondisi kerja berkaitan dengan faktor seperti cahaya, suhu, asap, keamanan, kecelakaan, bising, debu, bau dan hal semacam itu yang mempengaruhi kinerja suatu pekerjaan atau kesejahteraan umum pekerja. Kecukupan akomodasi dan fasilitas nelayan di atas kapal merupakan salah satu upaya dalam keselamatan dan kesehatan kerja. International Labour Organization (ILO) memberikan pedoman terkait akomodasi nelayan di atas kapal. Unit penangkapan purse seine merupakan unit penangkapan ikan paling banyak menggunakan tenaga kerja berkisar 30 sampai 40 orang. Salah satu kapal purse seine yang digunakan sebagai objek penelitian adalah KM Berkah Melimpah berukuran 167 GT. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi ketersediaan akomodasi KM Berkah Melimpah dan mengidentifikasi kesesuaian akomodasi berdasarkan pedoman Konvensi ILO Nomor 126 Tahun 1966 tentang Accommodation of Crews (Fishermen). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah semi kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengamatan dan pengumpulan data yang diamati meliputi akomodasi apa saja yang ada di KM Berkah Melimpah serta kesesuaiannya terhadap pedoman ILO tentang Accommodation of Crews (Fishermen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecukupan akomodasi KM Berkah Melimpah pada aspek sistem pengatur suhu di ruang akomodasi terpenuhi sebesar 20%, aspek ventilasi terpenuhi sebesar 57.14%, aspek pencahayaan dalam ruang akomodasi terpenuhi sebesar 83.33%, aspek kamar tidur terpenuhi sebesar 35.42%, aspek sanitasi terpenuhi sebesar 0%, aspek ruang dapur terpenuhi sebesar 50%, dan aspek fasilitas kesehatan terpenuhi sebesar 0%. Secara keseluruhan kesesuaian akomodasi pada KM Berkah Melimpah sebesar 35.13% dikategorikan buruk. Working comfort is influenced by work environment or working conditions and factors related to the work. Working conditions relate to factors such as light, temperature, smoke, safety, accidents, noise, dust, odors and such things that affect a work performance or the general welfare of workers. Accommodation adequacy and fishing facilities on board is one of the efforts in occupational safety and health. The International Labour Organization (ILO) provides guidance regarding fishermen accommodation on board. The purse seine fishing unit is the fishing unit that using most labour in the range of 30 to 40 people. One of the purse seine vessels, KM Berkah Melimpah, was used as the object in this research. The purpose of this study was to identify the availability of KM Berkah Melimpah accommodation and to identify accommodation suitability based on ILO Convention No. 126 of 1966 on Accommodation of Crews (Fishermen). The semi-quantitative method with case study approach was applied in this study. Observations and data collection observed include any accommodation available in KM Berkah Melimpah and their compliance with the ILO guidelines on Accommodation of Crews (Fishermen). The results showed that adequacy of KM Berkah Melimpah accommodation on the temperature regulating system aspect in accommodation room fulfilled by 20%, ventilation aspect fulfilled by 57.14%, lighting aspect in accommodation room fulfilled by 83.33%, bedroom aspect fulfilled by 35.42%, sanitation aspect fulfilled by 0%, kitchen space aspect fulfilled by 50%, and health facilities aspect fulfilled by 0%. Overall accommodation compatibility in this study was to 35.13% categorized as poor..
Strategi Peningkatan Daya Saing Industri Bandeng di Kabupaten Indramayu [Increasing Competitiveness Strategy of Milkfish Industry in Indramayu] Ia Arga Dhelia; Rina Oktaviani; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v9i1.835

Abstract

The fisheries sector played an important role in the formation of national gdp with the capture fisheries and aquaculture sector as the main pillar. Director general of aquaculture claimed that milkfish is an option to increase aquaculture production that has not yet been optimized though it is affordable, rich in the womb nutrition, easy to cultivate, and will raise the income of the coastal communities. West Java were the third largest of milkfish producers in Indonesia and more than half of its production produced in Indramayu. Indramayu had the largest pond potential in West Java. Its production always beyond the target and increased each years. The purpose of this study is to identify the factual condition of milkfish fisheries in Indramayu, analyze industrial competitiveness of milkfish in Indramayu, and find the policy strategy to improve industrial competitiveness of milkfish in Indramayu. The analytical methods used were Porter’s diamond model, gap analysis, and anaytical hierarchy process (AHP). The results of the analysis showed that Indramayu can increase its competitiveness by concern to the several factors, such as increasing the quality of human resources, the creation of accessibility capital resources, strengthening infrastructure, and ease cooperation with supporting industry and related industries. The main factor was capital resources, with main actor and objective were businessman and to increase income of it. The following alternative strategies based on priority were increase production strategy, infrastructure strengthening strategy, cooperation strengthening among stakeholders, counseling strategy, and regulatory improvement strategy.Keywords: AHP, competitiveness, gap analysis, milkfish industry, Porter’s diamond modelAbstrakSektor perikanan berperan penting dalam pembentukan PDB nasional dengan tumpuan utama sektor perikanan tangkap dan budidaya perikanan. Dirjen Perikanan Budidaya menyatakan ikan bandeng merupakan salah satu pilihan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya yang belum optimal meskipun harganya terjangkau, kaya akan kandungan gizi, budidaya mudah dilakukan, dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Provinsi Jawa Barat menjadi produsen bandeng terbesar ke tiga di Indonesia dan lebih dari setengah produksinya dihasilkan di Kabupaten Indramayu. Kabupaten Indramayu memiliki potensi tambak terluas di Jawa Barat. Produksinya selalu melampaui target dan meningkat setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi faktual perikanan bandeng di Kabupaten Indramayu, menganalisis daya saing industri bandeng di Kabupaten Indramayu, dan merumuskan strategi kebijakan untuk meningkatkan daya saing industri bandeng di Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah model Porter’s diamond, analisis gap, dan analytical hierarchy process (AHP). Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Indramayu dapat meningkatkan daya saing dengan memerhatikan beberapa faktor, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, terciptanya kemudahan akses sumber daya modal, penguatan infrastruktur, serta kemudahan kerja sama dengan industri pendukung dan industri terkait. Faktor utama adalah sumber daya modal, dengan aktor dan tujuan utama adalah pelaku usaha dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha. Strategi alternatif berdasarkan prioritas secara berturut-turut adalah strategi meningkatkan produksi, strategi penguatan infrastruktur, strategi peningkatan kerja sama antar stakeholder, strategi penyuluhan, serta strategi perbaikan regulasi.Kata kunci: AHP, analisis gap, daya saing, industri bandeng, model Porter’s diamond
Peralatan Keselamatan Kerja Pada Perahu Slerek di PPN Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali Adi Guna Santara; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.289 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v1i1.60

Abstract

Fishing is one of the most challenging activities in the world. It is about 80% of ship accidents due to human error. The availability and proper use of safety equipment can minimize the risk. This study aims to identify the suitability of safety equipment used on Slerek boat in PPN Pengambengan, Bali in accordance with international and national standards, and describes the role of relevant institutions to increase the fishermen safety. In this study, we used a survey method, in which focussed on three main aspects including  the types of safety equipment, numbers of safety equipment, and the suitability of equipment which must be taken. The lack of equipment and awareness about safety, and do not comply with the national standards for boat less than 24 meters length will directly affect the fishermen safety. The lack of regulations on the small boat safety showed that the fishermen safety in fishing activities in Indonesia have not been considered and there is no clear policy from local and central government.  
PENGARUH DISTRIBUSI MUATAN TERHADAP STABILITAS KAPAL PURSE SEINE MODIFIKASI DI KABUPATEN BULUKUMBA Hery Sutrawan Nurdin; Budhi Hascaryo Iskandar; Mohammad Imron; Yopi Novita
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 4 No. 7 (2017)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.652 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v4i7.3122

Abstract

Kapal perikanan memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis kapal lainnya. Salah satu jenis kapal perikanan yang membutuhkan stabilitas tinggi pada saat beroperasi yaitu kapal purse seine. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas stabilitas kapal purse seine hasil modifikasi dari kapal kargo. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba Propinsi Sulawesi Selatan. Bahan yang digunakan yaitu masing-masing 1 unit kapal purse seine modifikasi, kapal kargo Bulukumba dan kapal purse seine Bulukumba. Alat yang digunakan untuk menganalisis stabilitas kapal purse seine modifikasi yaitu satu set komputer dan software PGZ. Data yang digunakan yaitu data karakteristik kapal. Analisis data dilakukan secara numerik dan komparatif. Stabilitas kapal sampel dianalisis pada tiga kondisi muatan. Hasil penelitian menunjukkan kapal purse seine modifikasi memiliki nilai KG yang rendah pada semua kondisi muatan. Nilai KG kapal purse seine modifikasi yang rendah disebabkan oleh konsentrasi muatan yang besar berada di bawah geladak kapal. Desain kapal purse seine modifikasi yang memiliki nilai D cukup besar menyebabkan nilai KG, GM dan GZ kapal menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kualitas stabilitas kapal. Kualitas stabilitas kapal purse seine modifikasi telah memenuhi kriteria IMO dengan kualitas stabilitas terbaik pada kondisi PM-K3. Nilai stabilitas kapal purse seine modifikasi cenderung memiliki nilai yang hampir sama dengan kapal kargo Bulukumba.
PRE REQUISITE STUDY ON APPLICATION OF HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT MANAGEMENT SYSTEM FOR ON BOARD TUNA LONGLINER Budhi Hascaryo Iskandar; Gina Almirani Wahyudi; Tri Wiji Nurani
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 17, No 2 (2011): (December, 2011)
Publisher : Research Center for Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.418 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.17.2.2011.111-117

Abstract

Along with the era of globalization and free market an approach for managing quality through testing the final product is considered not able to meet consumer demands. It drives to a new approach based on prevention and control efforts during the process. Hazard analysis critical control point quality management system is considered appropriate because it can prevent the distortion and instead of waiting until the problems arise. The process of handling the fish on the boat as a part of the production chain affects the quality of tuna products, so the application of the hazard analysis critical control point quality management system on board tuna longline is considered important. Effectiveness of hazard analysis critical control point implementation as a quality system control is affected by sanitation standard operating procedure and good handling processing as the basic requirements (pre requisite), where the assessment can be a measure of readiness hazard analysis critical control point implementation. The purpose of this study is to determine the feasibility of the basic requirements of hazard analysis critical control point implementation in the tuna longline vessels. The research has been carried out by taking 10 samples of tuna longline vessels in the Nusantara Fishing Port of Pelabuhan Ratu and Samudera Fishing Port of Nizam Zachman, Jakarta. The basic requirements of eligibility conditions on longline vessels fishing in the port are pretty good. Results showed general assessment Y values are in the range of 2d”Y<4. This can be concluded that the applications of a pre requisite in sanitation standard operating procedure and good handling processing on tuna longline vessels in the both fishing ports were quite close to the standard, but improvements are still needed
ESTIMASI STANDING STOCK SUMBER DAYA IKAN BERDASARKAN KANDUNGAN KLOROFIL-A Julius Anthon Nicolas Masrikat; Indra Jaya; Budhi Hascaryo Iskandar; Dede Soedharma
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2009): (September 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3951.456 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.3.2009.257-266

Abstract

Data dan informas1 standing stocK sumber daya ikan sangat diperlukan dalam upaya eksploitasi perikanan tangkap. Dalam tulisan ini, nilai standing  stock  sumber daya ikan di Laut Gina Selatan diestimas1  berdasarkan  pada  produktivitas primer bersih (net primary   product1vity!NPP)  yang merupakan  fungsi dan konsentrasi klorofil-a  permukaan (sea  surface  chlorophyll-a). Data yang digunakan c.dalah data klorofil-a insitu dan hasil survei tanggal 18-30 Jum 2005 dan 10-23 Juli 2006 dengan KR  SEAF·DEC 2  serta data klorofil-a dan net pnmary  productivity dari c1tra satelit sensor MODIS  AQUA. Rata-rata konsentrasi sea surface chlorophyll-a insitu bulan Jun1 2005 yaitu 0,23 mg m-3 dan sse citra 0 56 mg m 3 sedangkan bulan Juli 2006 sse insitu yaitu 0 09 mg m·3 dan sse citra 0,18  mg m 3•   Berdasarkan  pada  analisis  i<lorofil-a  citra satelit dengan  menggunakan  vertically generalized  production modd (VGPM)  diperoleh rata-rata produktivitas primer bulan Jun1 2005 yaitu 659,13 mgC m-2 hr' dan bulan Juli 2006 yaitu 319,27 mgC m 2 hr·• Berdasarkan pada nilai produktivitas primer, maka d1peroleh standmg stock sumber daya ikan pelagis pada daerah survei bulan Juni 2005 yaitu 2. 211,67  ton atau 1 941 202 60 ton thn 1 dan bulan Juli 2006 ya1tu 506,17 ton atau 524 314,86 ton thn-•. Accurate  informatiOn of standing stock of fish resources is prerequisite for optimal  fishing. In this paper, standing  stock of fish resources  assessment  in Indonesia  southern  part of South China Sea was determined  by net pnmary  productivity  (NPP), wh1ch was function  of sea surface  chlorophyll-a concentration (SSC).  Data of sea surface chlorophyll-a insitu were gathered through research using vessel MV SEAFDEC 2 on 18-30 June 2005 and 10-23 July 2006 and also that sea surface chlorophyll­ a concentration and net pnmary product1v1ty 1mages from ocean color remote sensmg images (MODIS AQUA). Average  of sea sudace  chlorophyll-a concentration on June 2005 were 0 23 mg m 3 (insitu) and 0.56  mg m-3   (images), whJ/e on July 2006 were 0.09 mg m·3  (insitu),  and 0.18 mg m·3 (images), respectively  The 1mages chlorophyll-a analys1s using vertically generalized production  model (VGPM). it was found average of net pnmary productivity value of 659.13 mgC m2 day' (June 2005) and 319.27 mgC m-2   day-1  (July  2006).  Based on the net primary  productivity  value  on the survey  area,  it was calculated  that standmg stock offish resources were 2,211.67 ton in June 2005 or 1,941,202.60 ton yr and 506 17 ton in July 2006 or 524,314.86 ton yr'.
ESTIMASI DAYA TARIK TALI MINI HAULER UNTUK DITERAPKAN PADA PERIKANAN PANCING ULUR TUNA DI SAMUDERA HINDIA SELATAN JAWA Berbudi Wibowo; Fedi Alfian Sondita; Budhi Hascaryo Iskandar; John Haluan; Deni Achmad Soeboer
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 24, No 2 (2018): (Juni 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.605 KB) | DOI: 10.15578/jppi.24.2.2018.137-148

Abstract

Berat tuna hasil tangkapan nelayan pancing ulur di perairan Selatan Jawa dapat mencapai 100 kg/ekor, dan sampai saat ini tali pancing ulur ditarik secara manual. Kondisi ini beresiko bagi nelayan seperti kecelakaan atau sakit tulang belakang (back pain). Untuk mengurangi resiko tersebut maka digunakan mini hauler untuk menarik tali pancing ulur sehingga memudahkan menaikan hasil tangkapan ke atas kapal. Mini hauler disesuaikan dengan beban yang akan ditarik. Beban mini hauler berasal dari daya dorong tuna yang berenang pada kondisi kecepatan spontan ketika tuna berusaha melepaskan diri dari jerat pancing dan beban yang timbul dari rangkaian pancing ulur. Perhitungan dengan menggunakan persamaan archimedes dan persamaan bernoulli menunjukan bahwa daya dorong yang dikeluarkan tuna berukuran 190cmFL untuk berenang dalam kondisi burst speed sebesar 1.746 newton. Total beban terbesar ketika tuna berenang vertikal membentuk sudut 1800 terhadap rangkaian pancing ulur yaitu sebesar 1.763,90 newton dengan tenaga  sebesar 8,82 Kw setara 11,99 Hp.Tunas caught by hand line fishers can reach 100 kg in weight per individual, however, they still use manual technology to pull out the line from waters. This condition could risk the fisherman’s safety such as accident or back pain. To reduce those risks that could be happened, it required tools such as mini hauler to help fisherman pull out the fish line so fish could be unload much easier. Design of mini hauler were adjusted to the target species. Mini hauler’s load comes from tuna swimming power at burst speed condition and the load arising from the series of fishing line itself. Using Archimedes and Bernoulli equations, the results shown that the force used by tunas at size of 190 cmFL to swim at the burst speed condition was 1,746 Newton. The highest total load when the fish swims vertically down to form the angle of 1800 to fising line is 1763,90 newton, equal to 8.82 kw≈11,99 horse power.
PENGELOLAAN KESELAMATAN KERJA NELAYAN DI PPI BATUKARAS KABUPATEN PANGANDARAN Ryan Suryadi Putra; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 1 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.29 KB) | DOI: 10.29244/core.1.1.37-46

Abstract

Aktivitas nelayan di laut memiliki risiko yang tinggi karena kapal penangkap ikan beroperasi mulai dari perairan yang tenang hingga perairan dengan gelombang yang sangat besar. Masalah keselamatan kerja di laut dan keselamatan kapal untuk saat ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah Indonesia saja, namun telah menjadi perhatian dunia. Armada penangkapan ikan di pangkalan pendaratan ikan (PPI) Batukaras didominasi oleh armada penangkapan skala kecil. Data statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ciamis tahun 2011 menunjukkan bahwa jumlah armada tangkap yang ada di PPI Batukaras adalah sebanyak 281 unit dan semua armada berjenis motor tempel ukuran <7 Gross Tonnage (GT). Perhatian pemerintah daerah serta instansi yang bertanggung jawab terkait keselamatan kerja nelayan masih sangat minim. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pengetahuan nelayan seputar keselamatan kerja, dan mengidentifikasi instansi pengelola keselamatan kerja nelayan. Seluruh data primer diperoleh dari kuesioner dan wawancara serta data sekunder berasal dari literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nelayan memiliki pengetahuan yang minim mengenai keselamatan kerja dan prosedur bekerja di kapal serta pengelolaan keselamatan kerja di PPI Batukaras tidak terlaksana dengan baik.Kata kunci:keselamatan kerja, nelayan, PPI Batukaras
IDENTIFIKASI BAHAYA PADA AKTIVITAS PATROLI LAUT OLEH PENGAWAS PERIKANAN DI JAKARTA Singgih Prihadi Aji; Budhi Hascaryo Iskandar; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 1 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.052 KB) | DOI: 10.29244/core.1.1.47-67

Abstract

FAO (2010) menyebutkan bahwa penangkapan ikan merupakan salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia. Pengawasan terhadap penangkapan ikan di laut merupakan bagian dari pengelolaan perikanan yang juga merupakan satu pekerjaan yang memiliki potensi bahaya tinggi. Jumlah kecelakaan yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia antara tahun 2011-2014, terjadi 80 kejadian yang terdiri dari kecelakaan di darat, laut dan udara. Dari 80 kejadian kecelakaan, sebanyak 55 kejadian merupakan kecelakaan di laut yang melibatkan kapal-kapal dari berbagai jenis, meliputi kapal niaga, kapal kargo, kapal/perahu nelayan, kapal patroli milik pemerintah dan kapal lainnya. Penting untuk mempelajari keselamatan awak kapal untuk mengetahui bahaya dan risiko dalam patroli pengawasan SDKP di laut. Tujuan penelitian ini adalah menginventaris, mengidentifikasi dan mendeskripsikan semua kondisi atau peluang konsekuensi keselamatan kerja Pengawas Perikanan yang disebabkan oleh kesalahan manusia pada patroli pengawasan SDKP di laut menggunakan speedboat pengawasan. Metode penelitian ini adalah deskriptif numeric. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode Formal Safety Assessment. Metode tersebut dilakukan identifikasi aktifitas dengan Hierarchical Task Analysis (HTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang teridentifikasi pada patroli pengawasan SDKP di laut yang dilakukan oleh pengawas perikanan di Pangkalan PSDKP Jakarta yaitu 84 aktivitas. Aktivitas utama yang teridentifikasi adalah 5 tahap, yaitu persiapan, loading, pelayaran dan pengawasan di laut, penghentian, pemeriksaan dan penahanan kapal perikanan dan kembali ke pangkalan (homebase). Pada aktivitas patroli pengawasan SDKP di laut teridentifikasi masing-masing konsekuensi kegagalan dari aktivitas yaitu kelelahan 25 %, luka ringan 14,29 %, cedera ringan 7,14%, cedera berat 38,10 %, dan fatal 15.48%. Secara umum, penyebab terjadinya kegagalan pada setiap aktifitas dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain adanya dorongan untuk menggunakan prosedur yang berbahaya, lingkungan yang buruk atau tidak mendukung dan adanya bahaya dari keterbatasan kemampuan fisik.Kata kunci:HTA, keselamatan kerja, patroli laut, pengawas perikanan
Co-Authors . Diniah Abdi Kurniawan Abdul Rouf Sam Adhiguna Wahyu Nugroho Adi Adi Guna santara, Adi Adi Guna Santara Adi Guna Santara, Adi Guna Adi Susanto Agus Suherman Al Hafidz Maulana Aldin Muhammad Alfin Yuwana Putra Amril Syahputra Rangkuti Annisa Ramadhanti Ari Purbayanto Arif Satria Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bangun, Tri Nanda Citra Bastian Putrayadi Silalahi Berbudi Wibowo Budy Wiryawan Cahyandaru, Paulus Catur Winarto Daniel R. Monintja Dede Soedharma Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Desrial Diah Zakiah Dinda Ayu Lestari Domu Simbolon Dudi Firmansyah Dwi Putra Yuwandana Eko Sri Wiyono Eko Sulkhani Yulianto Erlin Nur Yustikaningsih Ernani Lubis Etika Ariyanti Hidayat Fadly, Nanda Febri, Suri Purnama Febrianti, Santi Fedi A. Sondita Fedi Alfian Sondita Firda Aulya Syamani Firdaus, Ray Octa Fis Purwangka Fuad Gina Almirani Wahyudi Gina Almirani Wahyudi Gondo Puspito Gun Gumelar Somantri Hamba Ainul Mubarok Harahap, Antoni Harnoli Rahman Harun Al Martohandoyo Harun Al Rasyid Martohandoyo Hasjim Djalal Hasjimdo Djalal Hasrianti, Hasrianti Hery Sutrawan Nurdin Hozairi Ia Arga Dhelia Iin Solihin Iman Anugerah Bintoro Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Irman Hermadi Ismajaya . Izza Mahdiana Apriliani John Haluan John Haluan John Haluan John Haluan Julius Anthon Nicolas Masrikat Karlisa Priandana Kirbandoko . Komarudin, Didin Kudang Boro Seminar Kurniawan, Abdi Kusnul Hidayat La Anadi Lukman M. Baga M. Fedi A. Sondita M. Imron Made Mahendra Jaya Mahrus Mahrus, Mahrus MAINNAH, MUTH Malik, Fikri Rizky Maria Putri Widhyasari Marjoni Marjoni Moch Ricky Dariansyah Mochammad Riyanto Mohammad Imron Mokhamad Dahri Iskandar Muh. Arkam Azi Muh. Arkam Azis Muhamad Rizki Riantoro Muhamad Yogi Prayoga Muhammad Fedi Alfiadi Sondita Muhammad Najib Islam Muhammad Patria Laksono Muhammad Romli dan Suprihatin Andes Ismayana Muhammad Setiawan Mulyono S. Baskoro Muth Mainnah Muth Mainnah Nasution, Syahrial Noegroho, Tegoeh Novita, Yopi Nugraha, Ridwan Maulana Nurbaiti, Lilis Nurul Faizatil Jannah Nusa Setiani Triastuti Azis Prabowo Prabowo Pratama, Agung Budi Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi Putra Prori Vitaliano Latief Purnomo, Deni Puti Lenggo Geni Putra, Rafi Dwi Ananda Rahmat, Ayi Rahmawati, Nabila Retno Muninggar Riana Citra Dewi Ridwan Maulana Nugraha Rika Ike Rahayu Rina Oktaviani Rumbino, Viceriani Siampa Ryan Suryadi Putra Safuan Safuan Salsabila, Umiralaska Saputra, Rahmad Surya Hadi Shinta Yuniarta Singgih Prihadi Aji Siti Istiqomah Sugeng H. Wisudo Suhendra Suhendra Sukoraharjo, Sri Suryo Syafril Fauzi Syafril Mayu Dinata Syahrial Nasution Tri Nanda Citra Bangun Tri Nanda Citra Bangun Tri Wiji Nurani Uju Uju Vita Rumanti K. Vita Rumanti Kuniawati Vita Rumanti Kurniawati Wahab, Aulia Azhar Wazir Mawardi Wienda Justitia Ardiyani Wienda Justitia Ardiyani Wilma Amiruddin Winarto, Catur Yandra Arkeman Yaser Krisnafi Yaser Krisnafi, Yaser Yoga Yuniadi Yohanes DBR Minggo Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Zarrochman Zulkarnain .